Anda di halaman 1dari 46

PERTANIAN BERKELANJUTAN

SISTEM PERTANIAN
Sistem
Kumpulan dari beberapa komponen
penyusun sistem yang mempunyai tujuan
tertentu
Sistem Pertanian
Kumpulan dari beberapa komponen yang
berperan dalam proses produksi pertanian
yang mempunyai tujuan tertentu
Sistem Pertanian Berkelanjutan
Sistem pertanian yang selaras, serasi dan
seimbang dengan lingkungannya atau
pertanian yang patuh dan tunduk pada
kaidah alamiah/hukum alam

Komponen/Unsur Pertanian
Tanah
Tanaman
Mikroorganisme
Organisme

makro

Air
Udara
Hewan
Organisme
Manusia

darat

Kondisi Pertanian Nasional Saat Ini


dan Peran PT Pertanian
1. Bidang pertanian, perikanan dan kehutanan
berkontribusi 15% thd PDB & menyediakan
pekerjaan bagi 43 juta orang (45% tenaga
kerja)
2. Permasalahan: lemahnya daya saing,
rendahnya SDM berkualitas, sumberdaya alam
yang semakin tertekan, dukungan
infrastruktur dan sektor lain yang terbatas
3. Dua persoalan yang berat: memerangi
kemiskinan dan meningkatkan ketahanan
pangan

TANTANGAN PEMBANGUNAN

Bagaimana menghasilkan produk pertanian dan


perkebunan yang handal dan berkualitas
Bagaimana memberdayakan masyarakat dan
seluruh kekuatan ekonomi nasional, terumata
pengusaha kecil, menengah, dan koperasi
Pertanian di Indonesia didominasi oleh skala kecil
Kemiskinan penduduk terus meningkat
Adanya pengangguran terus bertambah
Jumlah penduduk yang puas dengan penghasilan
pas-pasan
Kekurangan SDM yang handal
Kelemahan administrasi

Pembangunan sektor pertanian mjd sangat


strategis mengingat SDM cukup banyak
Memp dampak
yg luas thd

1.
2.
3.
4.

Pengentasan kemiskinan
Perbaikan kualitas SDM
Pemerataan pembangunan dan
Keadilan sosil

Sektor pertanian dlm tatanan


pembangunan nasional memegang peranan
penting krn:
1.Menyediakan pangan bagi seluruh
penduduk
2.Sektor andalan penyumbang devisa
negara di sektor non-migas
3.Besarnya kesempatan kerja yang dapat
diserap
4.Besarnya jumlah penduduk yg masih
tergantung pada sektor ini

SDM BIDANG PERTANIAN (PETANI)

Kualitas SDM di bidang pertanian


sangat rendah
BPS (2006): 77% maksimum hanya
tamatan SD
27.8% tidak menyelesaikan SD
49.2% hanya tamat SD
17% tamat SLTP
6% yang lulusan SLTA ke atas.

Memiliki ketergantungan: benih,


teknologi, modal, perdagangan
internasional dan ketiadaan akses
terhadap sumberdaya

KETERKAITAN MANUSIA, SUMBERDAYA


PERTANIAN DAN LINGKUNGAN HIDUP
Sumberdaya Pertanian

Manusia

Lingkungan Hidup

PROSES KEGIATAN MANUSIA DALAM


KEGIATAN BUDIDAYA PERTANIAN
Proses

kegiatan manusia bertujuan


menghasilkan sesuatu yang
dikehendaki untuk memenuhi
kebutuhannya
Proses memerlukan masukan (input)
yang dipasok dari lingkungan
Selain keluaran yang dikehendaki,
proses juga menghasilkan keluaran
tak dikehendaki

MASALAH LINGKUNGAN HIDUP


DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN

Lingkungan dapat tercemar dan atau terganggu


keseimbangannya disebabkan :
* Alami
* Manusia dan kegiatannya (pertanian)

Penyebab masalah lingkungan karena kegiatan


manusia lebih menonjol di berbagai tempat

Masalah Lingkungan karena


Pembangunan Pertanian
Siklus tata air : erosi, banjir,
kekeringan
Biodiversity
Kualitas Tanah
Peledakan hama dan penyakit
Pencemaran air : insektisida,
fungisida, herbisida, pemupukan
Pencemaran udara
Ekosistem yg rentan

MENIMBULKAN MASALAH
LINGKUNGAN LANJUTAN

Pembangunan
Pertanian

Kualitas SDM /
Kesejahteraan
Masyarakat

Dampak Sistem Pertanian Konvensional


Erosi tanah permukaan
Curah hujan tinggi menghanyutkan pupuk
dan pestisida sehingga mengganggu
keseimbangan lingkungan sungai, danau dan
pesisir
Residu pestisida pada hasil tanaman
Limbah pertanian dan peternakan
mencemari sungai
Penggunaan urea menghasilkan gas metan,
N2O dan amonia penyebab gas rumah kaca
Penggunaan varietas unggul terus menerus
mengakibatkan keseragaman biotik dan
ekosistem, sehingga mengurangi kehati dan
menciptakan ekosistem yang labil dan rentan

Mengapa Tanah Pertanian yang Dipupuk Urea


Terus- menerus Menjadi Keras dan Masam
Kimia
NH2-CO-NH2 + 3H2O (UREA)
2NH4+ +3O2

Proses
dalam
tanah
pertanian
yang
dipupuk
urea terus
menerus

2NH4 + CO2+2OH-

Masam

2NO3 + 8H+

Fisika
Jumlah bahan organik
berkurang
Penyeliputan struktur
oleh bahan organik
semakin lemah

Mendesak ion
valensi 2, tanah
bercerai, struktur
lemah

Struktur
lemah

Padat

Padat

Biologi
Tanah masam organisme
(bakteri, cacing, dll)
berkurang
Bahan organik sebagai
sumber makanan organisme
berkurang

Padat
Rongga
berkurang

1. Liberalisasi perdagangan
(WTO, AFTA, NAFTA dll.)
2. Global warming
3. MDGs (kemiskinan &
Trend
Perkembangan
Global pada
Abad 21

kelaparan, pendidikan &


kelestarian lingkungan)

4. Kenaikan harga pangan


dunia
5. Kelangkaan energi
6. Konversi komoditi pangan
untuk BBN (Biofuel)
7. Ancaman keterbatasan
stok pangan dunia

Pentingnya PERTANIAN MASA


DEPAN di Indonesia
Potensi

sumberdayanya yang besar


dan beragam,
Pangsa terhadap pendapatan
nasional cukup besar,
Besarnya jumlah penduduk yang
menggantungkan hidupnya pada
sektor pertanian
Menjadi basis pertumbuhan di
wilayah pedesaan

MULTIFUNGSI SISTEM PERTANIAN


MASA DEPAN

Mensejahterakan petani
Menyediakan pangan
Wahana pemerataan pembangunan
Merupakan pasar input bagi pengembangan
agroindustri
Menghasilkan devisa
Menyediakan lapangan usaha dan lapangan kerja
Peningkatan pendapatan nasional dan daerah
Mempertahankan kelestarian sumberdaya alam &
lingkungan (environmental services)

POTENSI PERTANIAN MASA


DEPAN INDONESIA

Pembentukan Produk Domestik Bruto, melalui


penciptaan nilai tambah (value added) ekonomi
(kompentensi penciptaan added value)
Penyerapan tenaga kerja yang tersebar (74
persen total penyerapan tenaga kerja nasional)
(kompetensi ketenagakerjaan)
Penyediaan pangan (kompetensi food policy, food
security, food safety)
Pertanian bersifat resource based industry
(kompetensi comparative advantages dan
competitive advantages)
Pertanian mempunyai keterkaitan ekonomi dan
ekologi yang sangat besar (komponen economic
linkages & ecological linkages)

Potensi Pertanian masa depan Indonesia


(lanjutan)

Dalam era globalisasi perubahan selera konsumen untuk


hasil-hasil pertanian (kompetensi modern marketing)
Produk agroindustri mempunyai elastisitas yang tinggi atas
pendapatan (kompetensi pola konsumsi dan elastisitas
produk)
PERTANIAN umumnya menggunakan Renewable input
(kompetensi resources sustainability)
Agroteknologi sangat fleksibel, padat modal hingga padat
karya, management sederhana hingga skala kecil hingga
skala besar (kompetensi agroteknologi)
Konsumen cenderung mengkonsumsi produk nabati alami
fresh setiap saat, kualitas tinggi dan tidak makan tempat
(kompetensi continuous quality improvement)

TANTANGAN PEMBANGUNAN
PERTANIAN
(9) PASAR DAN TATA NIAGA
(8) OTONOMI
DAERAH

(7)KELEMBAGAAN
PETANI

(1) KEPEMILIKAN
LAHAN
NASIB PETANI
DAN
PERTANIAN
INDONESIA

(6) BUDAYA KERJA

(2)INFRASTRUKTUR
PERTANIAN

(3)MODAL
(4) INFORMASI

(5) IPTEK

Tantangan Fundamental :
I. Umum

SD lahan terbatas (daratan 0,9


ha/kap, pertanian dan kehutanan 0,5
ha/kap)
Akses petani ke perbankan terbatas
(cash collateral, bunga)
Infrastruktur pertanian terbatas
Pasar komoditas pertanian fluktuatif
Integrasi hulu-hilir lemah

II. Level mikro

Benih bermutu
Pupuk berimbang
Pengendalian OPT
Ramalan cuaca
Alsintan pra dan pasca panen
terhambat, sehingga pertanian masih
menjadi tumpuan serapan tenaga
kerja (40 juta TK)

Akibatnya :
Produktivitas
dan mutu sulit
bersaing
Investasi
pertanian dan
pangan
terbatas

VISI PEMBANGUNAN
PERTANIAN 2025
Terwujudnya sistem pertanian
industrial berkelanjutan yang
berdaya saing dan mampu menjamin
ketahanan pangan dan
kesejahteraan petani

Pertanian tangguh adalah sosok pertanian yang mampu


tumbuh berkelanjutan dan memililiki ciri-ciri :

Pengetahuan merupakan landasan utama dalam


pengambilan keputusan, memperkuat intuisi, kebiasaan
atau tradisi
Kemajuan teknologi merupakan instrumen utama dalam
pemanfaatan sumberdaya
Mekanisme pasar merupakan media utama dalam transaksi
barang dan jasa
Efisiensi dan produktifitas sebagai dasar utama dalam
alokasi sumberdaya
Mutu dan keunggulan merupakan orientasi, wacana,
sekaligus tujuan
Profesionalisme merupakan karakter yang menonjol
Perekayasaan merupakan inti nilai tambah sehingga setiap
produk yang dihasilkan selalu memenuhi persyaratan yang
telah ditetapkan

Tujuan pembangunan pertanian


Indonesia :

Membangun SDM aparatur profesional, petani


mandiri, dan kelembagaan pertanian yang kokoh
Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya
pertanian secara berkelanjutan
Menetapkan ketahanan dan keamanan pangan
Meningkatkan daya saing dan nilai tambah
produk pertanian
Menumbuhkembangkan usaha pertanian yang
akan memacu aktifitas ekonomi perdesaan
Membangun sistem manajemen pembangunan
pertanian yang memihak petani

Visi Pembangunan Pertanian 2025-2030:


Terwujudnya sistem pertanian industrial berkelanjutan
yang
berdayasaing dan mampu menjamin ketahanan pangan
dan
kesejahteraan petani.

SDM
PROFESIONAL

Revitalisasi Pertanian

Ketahanan Pangan
(RPJPN 2005-2025: Kemampuan suatu bangsa
untuk menjamin seluruh penduduknya memperoleh
pangan yang cukup, mutu yang layak, aman dan
halal; yang didasarkan pada optimalisasi
pemanfaatan dan berbasis pada keragaman
sumberdya lokal)

Strategi Besar Pencapaian Visi


1. Memandirikan Kelompok Usaha
Produktif dan Organisasi Petani di
Pedesaan;
2. Integrasi Ternak ke Sistem
Pertanian;
3. Mobilisasi Dana Masyarakat di
Perbankan ke Pedesaan;
4. Pendekatan Kawasan; dan
5. Pemerintahan Daerah/Lokal yang
berpihak ke Petani dan Pertanian

SDM Pertanian (Masa Depan)


yang dibutuhkan:

Petani terdiri dari : (1) Tenaga kerja pertanian; (2)


Pemodal / penggarap; dan (3) Pemilik lahan: pemilik
penggarap dan pemilik non-penggarap: mandiri;
berpengetahuan; accessible terhadap sumberdaya produktif
pertanian (kelembagaan usaha, modal, informasi, teknologi &
pasar); kesetaraan gender; menguasai kegiatan usaha sesuai
dengan skala ekonomi:
Pengusaha : profesional; terbuka; enterpreneurship
(mempunyai kemampuan manajerial dan budaya bisnis);
perlindungan & kepastian hukum; akses terhadap dukungan
pembiayaan, informasi & teknologi.
Penyuluh: profesional; spesialis; kompeten; kemampuan
berkomunikasi dan membangun kerjasama; agent of change
yang handal.
Pengamat OPT/Iklim, Keswan, Ahli Gizi, Statistisi,
Inseminator, Peneliti dll.: profesional; responsif; akurat;
handal.

PERTANIAN BERKELANJUTAN

Adalah pertanian yang tidak


merusak, serasi, selaras dan
seimbang dengan lingkungan
(back to nature)

Pertanian berkelanjutan berisi ajakan moral


untuk berbuat kebajikan pada lingkungan
dengan mempertimbangkan 5 aspek :
1.Kesadaran

lingkungan, bernuansa dan


bersahabat dengan ekologi
(ecologically sound and friendly)
2.Kelayakan ekonomis
3.Berwatak sosial atau kemasyarakatan
4.Kepantasan secara budaya
5.Pendekatan sistem dan holistik

Azas-azas Pertanian Berkelanjutan


1.

Sumberdaya biologis harus dikelola sesuai dengan kodrat


alamiahnya

2.

Kualitas lingkungan hidup dan produktifitas SDA yang diwariskan


ke generasi selanjutnya harus sama dengan kualitas SDA
generasi sebelumnya

3.

Penggunaan sumberdaya biologi yang bisa diperbarui lebih


diprioritaskan

4.

Teknologi yang diterapkan tidak mengurangi keanekaragaman


alamiah

5.

Tidak menimbulkan limbah atau jika menimbulkan limbah maka


limbah tsb masih dalam batas kemampuan daya asimilatif
lingkungan dan dapat dikendalikan

PRINSIP PERTANIAN BERKELANJUTAN

Prinsip Optimalisasi
Pemanfaatan SDA dan LH seoptimal mungkin
dengan masukan luar seminimal mungkin

Prinsip Keanekaragaman
Memelihara keanekaragaman daya dan hasil
guna dalam bentuk diversifikasi

Prinsip Saling Ketergantungan


Semua komponen dan semua proses dalam
agroekosistem harus saling tergantung satu
sama lain

Prinsip Pendauran Sumberdaya


Sumberdaya yang diambil dari ekositemnya
harus dikembalikan

Prinsip Pelestarian Daya Guna


Agar lahan pertanian menghasilkan produk
yang tinggi secara berkelanjutan

Prinsip Sinergi dalam Agroekosistem


Agroekosistem merupakan pandangan yang
holistik termasuk semua elemen lingkungan
dan manusia

Kendala Pertanian Berkelanjutan


1.

Kendala sumberdaya manusia

2.

Kendala sumberdaya alam (volume


air yang tidak menentu dan tidak
merata, kesuburan tanah yang
semakin menurun dan kondisi
agroklimat yang berubah-ubah)

3.

Kendala aplikasi teknologi


(penggunaan pestisida dan
penggunaaan bahan kimia untuk

Kendala Pertanian Berkelanjutan (lanjutan)


4. Masih banyak perbedaan persepsi
5. Kebijakan Pemerintah masih
mengutamakan pencapaian sasaran
produksi jangka pendek
6. Kearifan dan pengalaman masyarakat
belum dihargai

Kendala Pertanian Berkelanjutan (lanjutan)


7. Perhatian dan sasaran petani masih
berorientasi pada pemenuhan
kebutuhan sendiri
8. Dukungan kegiatan penelitian dan
pengembangan konsep masih
terbatas

Penyebab Pertanian Tidak Berkelanjutan


1.

Pertambahan penduduk dan


kemiskinan

2.

Kebijakan Pemerintah

3.

Kegagalan pasar

4.

Marginalisasi praktek dan


pengetahuan lokal

Model Sistem
Pertanian Berkelanjutan
1.
2.
3.

4.
5.

Sistem pertanian organik


Sistem pertanian terpadu
Sistem pertanian masukan luar
rendah
Sistem pengendalian hama terpadu
Sistem konservasi tanah dan air

DAUR HIDUP
TUMBUHAN

HERBIVORA

KARNIVORA

MATI

UNSUR HARA

DEKOMPOSISI
MIKROORGANISME

OMNIVORA /
MANUSIA

PERTANIAN ORGANIK
Semua yang ada dalam tanah: unsur hara, oksigen, bahan
organik, jazad renik, dan lain-lain saling tergantung dan
terjalin satu sama lain dalam kesatuan yang seimbang
siste
m
Pengertian Pertanian Organik
Sistem produksi pertanian holistik dan terpadu
Produktifitas agro-ekosistem secara alami
Mampu menghasilkan pangan dan serat yang sehat
(aman), berkualitas dan berkelanjutan

SISTEM PERTANIAN ORGANIK


PERTANIAN ORGANIK

TANAH JADI
GEMBUR

MIKROORGANISM
E PENGURAI
MENINGKAT

BEBAS RESIDU
RACUN

STRUKTUR
TANAH BAIK

HABITAT
BIOTA TANAH
SEIMBANG

EKOSISTEM
SEIMBANG

MAKANAN
BEBAS RACUN

TANAH DAN
TANAMAN
SEHAT

KEHIDUPAN DAN
HUBUNGAN ANTAR
MIKROORGANISME
BAIK

TIDAK TERJADI
LEDAKAN HAMA
PENYAKIT

MAKANAN SEHAT
NILAI GIZI TAMBAH

LINGKUNGAN SEHAT
DAN SUMBERDAYA
MANUSIA SEHAT

PRODUKSI
TANAMAN BEBAS
RACUN

Golden Rule
Aku tidak ingin melakukan
terhadap alam seperti apa yang
tidak aku inginkan dari alam
terhadapku. Di lain pihak aku ingin
melakukan terhadap alam seperti
apa yang aku inginkan dari alam
terhadapku.
HAYATILAH DAN
RENUNGKANLAH

MANUSIA MERUPAKAN BAGIAN DARI ALAM,


BUKAN BERARTI MENGUBAH KITA
KEMBALI KE SIFAT ASAL

TERIMA KASIH
aiqbal@plasa.com

PANCA YASA
(Sebagai Landasan
Fundamental)

1. Pembangunan dan Rehabilitasi


Infrastruktur Pertanian
2. Penguatan Kelembagaan Petani
3. Revitalisasi Penyuluhan
Pertanian
4. Fasilitasi Pembiayaan Pertanian
5. Nilai Tambah dan Penataan
Pasar Produk Pertanian

Proyeksi Kebutuhan dan Ketersediaan


Komoditas Pangan Utama, 2010-2030 (juta ton)
Permintaan

Proyeksi produksi

Komoditas
2010

2020

2030 2010 2020

2030

1. Beras

32,88 35,30 37,90 37,95 44,78 52,85

2. Jagung

15,10 23,00 29,00 15,28 23,47 30,16

3. Kedelai

2,68

3,67

4,85

0,76

1,11

1,64