Anda di halaman 1dari 11

PENGARUH PUPUK KIMIA NITROGEN, KALIUM, FOSFOR, DAN

PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG


(Zea mays L.).
Andi Dirham Nasruddin
NIM:G111 14 510
Universitas Hasanuddin
Email: Dirhamnasruddin95@gmail.com
ABSTRAK
Tanah yang sehat berperan sebagai bank nutrisi dengan menyimpan unsur hara yang
siap untuk digunakan oleh tanaman. Upaya-upaya mempertahankan dan meningkatkan
kesuburan dan kesehatan tanah adalah dengan melakukan pengelolaan lahan dan
tanaman secara terpadu. Tanaman jagung membutuhkan unsur hara N,P,K dalam
pertumbuhannya. Praktikum ini dilaksanakan di Experiment Farm, Fakultas Pertanian,
Universitas Hasanuddin, kecamatan Tamalanrea Makassar Tanggal 29 Oktober 2015.
Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan menggunakan 8
kombinasi pemupukan dengan 3 ulangan yaitu kontrol,N,NBo,NP,NK,NPK,NPKBo,
dengon dosis N:1,5 gr, P: 0,75 dan K: 0,5 gr. Berdasarkan hasil diperoleh pada data
jumlah daun NK tidak terjadi peningkatan secara signifikan karena unsur K hanya
diperlukan pada fase fisiologi.
Kata Kunci : Bo, N,P,K, Pemupukan, Tanah

I. PENDAHULUAN

memenuhi

kebutuhan

hara

bagi

tanaman. Salah satu tanaman yang


Jagung merupakan komoditas
pertanian yang mendapat perhatian
khusus di Indonesia sebab menjadi
bahan makanan pokok kedua setelah
beras. Jagung membutuhkan unsur hara
makro dan mikro. Unsur hara makro
yang essensial untuk jagung antara lain
nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K)
(Mapegau, 2000).
anorganik

merupakan

suatu

jagung.
Tanah yang kekurangan suatu
unsur hara akan menampakkan gejala
(performance) secara visual. Tiap hara
umumnya menunjukkan gejala tertentu
yang bersifat spesifik. Dilihat gejala
yang tampak pada tanaman, maka
dapat diperkirakan adanya kekurangan

Pemberiaan bahan organik dan


pupuk

respons terhadap pemupukan adalah

(N,

P dan

usaha

K)

dalam

hara tertentu dalam tanah. Untuk


mendukung hasil pada pengamatan

visual maka perlu dilakukan analisis

tidak

untuk tanah yang diambil secara acak

pertumbuhan dan hasil jagung yang

dan

Untuk

optimal karena itu diperlukan tambahan

hara

hara N. Pemberian hara N yang tidak

secara visual ini maka dilakukan

seimbang dengan kebutuhan tanaman

praktikum

baik

analisis

mengamati

tanaman.

gejala

kekahatan

kesuburan.

Agar

dapat

cukup

untuk

jumlah

maupun

mengetahui dan mengamati keadaan

pemberiannya

sekitar dengan cepat dan tepat, dapat

kehilangan

mengamati

pertumbuhan

tanaman

gejala-gejala

yang

ditunjukkan oleh tanaman yang tumbuh

optimal,

di daerah tersebut (Abdillah, 2008).

menyebabkan

Pemberian

pupuk

pada

akan

dan

menunjang

waktu

menyebabkan
dalam

tanah,

yang

pada
rendahnya

tidak

akhirnya
efisiensi

penggunaan N (Suwardi, 2009).

tanaman jagung ditingkat petani sudah

Unsur K memegang peranan

mengalami peningkatan yang cukup

penting di dalam metabolisme tanaman

mengkhawatirkan

residu

antara lain terlibat langsung dalam

pemberian

beberapa proses fisiologis. Keterlibatan

terhadap
pupuk

tanah.
N

terutama
Dalam

tanaman

perlu

tersebut dikelompokkan dalam dua

kesesuaian untuk peningkatan efisiensi

aspek, yaitu: (1) aspek biofisik dimana

penggunaan pupuk N, oleh karena itu

kalium berperan dalam pengendalian

perlu adanya pemantauan status N

tekanan osmotik, turgor sel, stabilitas

(cukup

dengan

pH, dan pengaturan air melalui kontrol

daun

stomata, dan (2) aspek biokimia,

atau

menggunakan

jagung

kurang

N)

bagan

warna

(BWD) (Suwardi, 2009).


Pupuk

terutama

bila

langsung

seperti

kalium berperan dalam aktivitas enzim

mudah

menguap

pada sintesis karbohidrat dan protein,

terkena

matahari

serta

bila

pupuk

meningkatkan

translokasi

fotosintat dari daun (Syakir, 2012).

dibiarkan atau dalam keadaan terbuka

Fosfor (P) merupakan unsur

setelah pemupukan. Di wilayah tropis

hara makro esensial yang berperan

basah seperti di Indonesia lahan untuk

penting dalam

budidaya jagung umumnya memiliki

transfer dan penyediaan energi kimia

kandungan hara N rendah, sehingga

yang dibutuhkan pada hampir semua

fotosintesis, respirasi,

kegiatan metabolisme tanaman. Jumlah

Fakultas

fosfor dalam tanaman lebih kecil

Hasanuddin, Makassar. Praktikum ini

dibandingkan Nitrogen dan Kalium.

berlangsung pada tanggal 29 Oktober

Tetapi fosfor dianggap sebagai kunci

2015 sampai pada 26 November 2015.

kehidupan.

2.2 Alat dan Bahan

Bahan

organik

tanah

Pertanian,

Universitas

adalah

Bahan-bahan yang digunakan

semua jenis senyawa organik yang

adalah media polybag, pupuk urea,

terdapat di dalam tanah, termasuk

KCL, SP36 , pupuk kandang,

fraksi bahan organic ringan, biomassa

jagung hibrida dan tanah. Alat yang

mikroorganisme,

digunakan adalah cangkul, sekop, dan

bahan

organik

didalam air, dan bahan organik yang

kamera untuk dokumentasi.

stabil atau humus. Kadar C-organik

2.3 Parameter Pengamatan

tanah cukup bervariasi, tanah mineral

Parameter

benih

pengamatan

biasanya mengandung C-organik antara

dilakukan dengan mengukur tinggi

1 hingga 9%, sedangkan tanah gambut

tanaman, menghitung jumlah daun tiap

dan lapisan organik tanah hutan dapat

tanaman, dan menimbang berat kering

mengandung 40 sampai 50% C-organik

tanaman.

dan biasanya < 1% di tanah gurun pasir

2.4 Metodologi Percobaan

(Hanafiah, 2010).

Metode

Berdasarkan

uraian

yang

dipergunakan

diatas,

dalam praktikum ini adalah Rancangan

dilaksanakannya praktikum ini adalah

acak Kelompok dengan 8 kombinasi

untuk

perlakukan dan 3 perulangan. Masing-

mengetahui

pengaruh

dari

pupuk N, P, K dan BO terhadap

masing

pertumbuhan tanaman jagung d perlu

perlakuan kontrol, N, N+Bo, N+P,

dilakukan.

N+K, N+P+K, NPK + Bo dengan dosis

Masing-masing dosis pupuk tersebut

Waktu dan tempat praktikum


Kesuburan Tanah dan Pemupukan ini
Experiment

yaitu

kg SP36 / ha, dan K = 100 kg / ha.

2.1 Waktu dan Tempat

di

tersebut

pupuk N = 300 kg Urea / ha, P = 150

II. METODE PERCOBAAN

dilakukan

perlakuan

Farm,

dikonversi ke dalam 10 kg tanah


sehingga dosis yang digunakan adalah

N = 1,5 g / pot, P = 0,75 g / pot, dan K

dilakukan dengan menyisakan satu

= 0,5 g / pot.

tanaman jagung pada setiap polybag

Penyiapan
dilakukan

media

Pemberian pupuk dilakukan satu

memasukkan tanah yang telah diayak

minggu setelah tanam dengan satu kali

sebelumnya ke dalam polybag untuk

pemberian

kemudian ditimbang sebanyak 5 kg

perlakuan.

tiap

mengambil

apabila ketiga jagung tersebut tumbuh.

dan

untuk

dengan

tanam

polybag.

Penanaman

untuk

masing-masing

Pengukuran tinggi tanaman dan

dilakukan dengan menanam 3 benih

perhitungan

jagung pada masing-masing 3 ulangan

dilakukan setiap minggunya.

pada polybag dan juga dilakukan


penyulaman

untuk

mengantisipasi

kemungkinan

tanaman

yang

tidak

tumbuh.

jumlah

daun

tanaman

Setelah diperoleh data jumlah


daun dan tinggi tanaman pada tanaman
jagung maka dilakukan uji sidik ragam
untuk mengetahui nyata atau tidak

Penyiraman

secara

nyata pada setiap perlakuan yang

intensif setiap 2 kali sehari yakni pagi

diberikan. Apabila diperoleh hasil yang

dan sore hari agar dapat mempercepat

nyata maka dilakukan uji lanjut.

perkecambahan

dilakukan

biji.

Penjarangan

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Hasil
Gambar: 1.Grafik Rata-rata Tinggi Tanaman pada minggu ke-1 sampai minggu ke-5.

Rata-Rata Tinggi Tanaman (CM)


100
80
60
40
20
0
Minggu 1

Minggu 2

Minggu 3

Minggu 4

Kontrol

NBO

NK

NPK

NPKBO

NP

Minggu 5

Sumber: Data primer yang telah diolah, 2015

Gambar 2. Jumlah daun pada hari setelah tanaman


Rata-Rata Jumlah Daun
12
10
8
6

Kontrol

NBO

NP

NK

NPK

NPKBO

4
2
0
Minggu 1

Minggu 2

Minggu 3

Minggu 4

Minggu 5

Sumber: Data primer yang telah diolah, 2015

Tabel 1. Tabel Anova Rata-rata Tinggi Tanaman


Source of
Variation
SS
df
MS
F
Between
98.8714
16.4785 0.01744
Groups
3
6
7
4
Within
Groups
26449.7
28 944.632

P-value
0.99997
2

F crit
2.44525
9

26548.5
Total
7
34
Sumber: Data primer yang telah diolah 2015
Tabel 2. Tabel Anova Rata-rata Jumlah Daun Tanaman
Source of
PVariation
SS
df
MS
F
value
Between
0.1321 0.9910
Groups
6
6
1
1
7
Within
211.94
7.56942
Groups
4
28
9
Total

217.94
4

34

F crit
2.44525
9

Sumber: Data primer yang telah diolah 2015

3.2 Pembahasan

tanaman yang diberikan perlakuan N+P

Berdasarkan analisis pada table

pada

minggu

pertama,

tanaman

sidik ragam diatas, terlihat bahwa pada

mencapai ketinggian sebesar 11 cm,

setiap perlakuan disimpulkan tidak

minggu kedua 35 cm, minggu ketiga

berpengaruh

nyata

terhadap

49 cm, minggu ke empat 73 cm, dan

pertumbuhan

tanaman

karna

minggu kelima 88 cm. Pada tanaman

yang

yang diberikan perlakuan N+P+K pada

pemupukan

tidak

optimal

menyebabkan demikian .
Terlihat

1,

ketinggian sebesar 10 cm, minggu

pertumbuhan tanaman jagung dengan

kedua 19 cm, minggu ketiga 41 cm,

data rata-rata dari tinggi tanaman

dan minggu keempat sebesar 78 cm.

pertanaman dapat menunjukkan bahwa

Pada

pada

control

N+P+K+Bo, tinggi tanaman mencapai

mengalami pertambahan ketinggian 11

sebesar 10 cm, minggu kedua 21 cm,

cm, pada meinggu kedua sebesar 20

minggu ketiga 38 cm, minggu keempat

cm, pada minggu ketiga sebesar 37 cm,

73 cm, dan minggu kelima sebesar 87

pada minggu ke empat sebesar 74 cm,

cm. Pada hasil yang terdapat diatas, ada

dan pada minggu ke lima sebesar 87

perbedaan ketinggian antara tanaman,

cm. Pada tanaman yang diberikan

pada

perlakuan N pada minggu pertama,

memiliki nilai tinggi tanaman yang

tinggi tanaman sebesar 15 cm, minggu

berbeda, hal ini disebabkan

kedua 33 cm, minggu ketiga 38 cm,

pemberian pupuk yang diatur dapat

minggu ke empat 63 cm, dan minggu

mencegah penurunan kesuburan tanah

kelima 82 cm. Pada tanaman yang

akibat pengurasan hara oleh tanaman

diberikan

secara berlebihan. Menurut Mapegau

minggu

dari

minggu pertama, tanaman mencapai

minggu

Gambar

pertama,

perlakuan
pertama,

N+Bo

tinggi

pada

tanaman

(2000)

tanaman

setiap

yang

dengan

perlakuan

perlakuan

tanaman

menyatakan

karena

bahwa

sebesar 10 cm, minggu kedua 31 cm,

pemberiaan bahan organik dan pupuk

minggu ketiga 39 cm, minggu ke empat

anorganik (N, P dan K) merupakan

69 cm, dan minggu kelima 88 cm. Pada

suatu

usaha

dalam

memenuhi

kebutuhan hara bagi tanaman. Salah

perumbuhan daun paling baik pada

satu tanaman yang respons terhadap

pemupukan P dan yang terendah ada

pemupukan yaitu jagung.

pada pemupukan K hal diatas sejalan

Terlihat pada table 2 jumlah

dengan pendapat Lingga (2002) yang

daun pada setiap perlakuan berbeda-

mengatakan bahwa P dan N berperan

beda, hal ini terjadi karena dosis

penting

pemupukan

perlakuan

pertumbuhan vegetative seperti daun

berbeda. Dapat dilihat pada table diatas

dan batang sedang unsur K berperan

setiap jagung diberi N setelah tanam

dalam perumbuhan generative yaitu

akan mengakibatkan hara N mudah

biji.

menguap apabila terkena matahari akan

IV. KESIMPULAN

pada

setiap

secara

keseluruhan

pada

menyebabkan pertumbuhan tanaman

Berdasarkan hasil praktikum

tidak optimal sehingga penggunaan

maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ,

effisiensi

perlakuan pemupukan pada tanaman

berkurang. Hal ini sesuai dengan

mulai dari tanpa kontrol hingga pada

pendapat

perlakuan

penggunaan
Suwardi

hara
(2009)

yan

N+P+K+BO

tidak

menyatakan Pupuk N mudah menguap

memberikan perbedaan yang nyata

terutama

bila

terhadap tinggi tanaman serta jumlah

langsung

seperti

terkena
bila

matahari
pupuk

daun pada tanaman. Ketersediaan air

dibiarkan atau dalam keadaan terbuka

dalam

setelah pemupukan, akan menyebabkan

dalam pertanian atau dalam praktek

kehilangan

pertanian merupaka syarat mutlak yang

pertumbuhan

tanaman

optimal,

dan

menyebabkan

dalam

tanah,

yang

pada
rendahnya

tidak

akhirnya
efisiensi

penggunaan N.
pengaruh pemupukan pada jumlah
daun, dimana tanaman yang memiliki

segala

V. SARAN
Percobaan ini dilakukan sampai
tahap

berbunga

lanjut

untuk

table

diatas

terlihat

bahwa

yaitu

sampai

memperoleh

data

hubungan antara pemupukan dengan


kualitas bunga pada tanaman tersebut.

rata-rata jumlah daun yang berbeda,


pada

aktivitas

harus tersedia.

pada

Pada minggu ke 2, terlihat

melakukan

DAFTAR PUSTAKA

Abdillah M 2008. Studi Pemupukan


Nitrogen, Fosfor, dan Kalium
pada Tanaman. Bogor : Institut
Pertanian Bogor.
Hanafiah, Ali Kemas. 2010. Dasardasar Ilmu Tanah.
Raja
Grafindo Persada: Jakarta.
Kim 2005. Dasar-dasar Kimia Tanah.
Yogyakarta: Universitas Gadjah
mada.
Mapegau.
2000.
Pengaruh
pemupukan N dan P
terhadaphasil jagung Kultivar
Arjuna pada Ultisol Batang
hari Jambi.J. Agronomi.
4
(1): 17-18.

Nabilussalam. 2011. C-Organik Dan


Pengapuran. Pesantren Luhur
Malang:Malang.
Suwardi

dan

Roy

Efendi.

2009.

Efisiensi Penggunaan Pupuk N


Pada
Jagung
Komposit
Menggunakan Bagan Warna
Daun. Balai Penelitian Tanaman
Serealia.

Syakir M
dan Gusmaini. 2012.
Pengaruh Penggunaan Sumber
Pupuk
Kalium
Terhadap
Produksi Dan Mutu Minyak
Tanaman Nilam. Jurnal Littri
18(2), Juni 2012.
Hlm. 60 65

LAMPIRAN
PEMBERI PERLAKUAN

HASIL PERLAKUAN