Anda di halaman 1dari 13

PRAKTIK 1 : PENGUKURAN

Jangka Sorong (alat ukur panjang)

Fungsi : untuk mengukur diameter dalam dan luar, misalnya diameter cincin, dimeter pipa.
Ketelitian : 0,1 mm
Prosedur pengukuran:
a.
b.
c.
d.

meletakkan benda terukur pada jepitan jangka sorong


menggeser-geser skala nonius hingga benda terukur tepat terjepit
mengunci skala dengan cara memutar tombol kunci
melakukan pembacaan skala (skala utama + skala nonius)

Pembacaan skala jangka sorong :


Skala utama

Skala Nonius

skala utama

: 5,0

cm

skala nonius

: 0,03

cm +

Panjang

: 5,03

cm

Stop Watch (alat ukur waktu)


Prosedur pengukuran waktu:
a.
b.
c.
d.

memastikan stop watch dalam posisi off (0 detik)


menekan tombol of satu kali setelah melakukan pengukuran
membaca skala hasil pengukuran
menekan tombol off dua kali untuk mengembalikan stop watch pada posisi off (0 detik)

Pembacaan skala stopwatch :

Hasil pembacaan = 2 menit 10 detik


Neraca Ohauss (alat ukur massa)
Prosedur pengukuran massa:
a.
b.
c.
d.
e.

melepas karet standard keseimbangan neraca


melaksanakan balancing / keseimbangan neraca pada posisi siap pakai
meletakkan benda / bahan terukur pada papan ukur
meletakkan anak timbangan pada masing-masing lengan hingga terjadi keseimbangan
melakukan pembacaan skala hasil pengukuran

Pembacaan skala Neraca Ohauss

Hasil pembacaan = 100 gram + 70 gram + 3 gram = 173 gram

Gelas Ukur (Alat ukur volum)


Prosedur pengukuran volume benda tidak teratur:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

meletakkan gelas ukur pada bidang datar dengan benar


mengisi gelas ukur dengan air
mencatat volum air dalam gelas ukur (volum 1)
mengikat benda terukur dengan seutas tali ringan
memasukkan benda terukur ke dalam gelas ukur berisi air dengan perlahan-lahan.
mencatat volum air setelah benda terukur dimasukkan (volum 2)
menentukan volum benda terukur dengan cara mengurangi volum 2 dengan volum 1

Contoh pembacaan hasil ukur = volum 2 volum 1


= 70 ml 30 ml
= 50 ml

PRAKTIK 2 : RANGKAIAN LISTRIK


RANGKAIAN SERI
Skema Rangkaian Seri (2 lampu)

RANGKAIAN PARALEL
Skema Rangkaian Paralel (2 lampu)

Contoh Rangkaian Paralel (2 lampu)

PRAKTIK 3 : SISTEM ORGAN MANUSIA


Rongga mulut:
Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut.
Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi.
Di dalam mulut terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan yaitu gigi,
lidah, dan kelenjar ludah (glandula salivales).
a.
Gigi
Gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis, gigi membantu memecah makanan menjadi
potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan agar
dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat.
b.
Lidah
Lidah berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, dan sebagai alat perasa
makanan karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa.
lidah dapat merasakan manis, asin, pahit, dan asam.
Letak setiap rasa berbeda-beda, yaitu:

rasa asin : lidah bagian tepi depan,

rasa manis : lidah bagian ujung,

rasa asam : lidah bagian samping ,

rasa pahit : lidah bagian belakang / pangkal lidah


c.
Kelenjar Ludah
Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu glandula parotis, glandula
submaksilaris, dan glandula sublingualis atau glandula submandibularis.
Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi yang terjadi
di dalam mulut.
Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah berperan secara kimiawi
dalam proses membasahi dan membuat makanan menjadi lembek agar mudah ditelan.
Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini menguraikan pati dalam makanan
menjadi gula sederhana (glukosa dan maltosa).
Makanan yang telah dilumatkan dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur
disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.
Saluran pencernaan:
a.
kerongkongan (oesofagus),
Kerongkongan merupakan saluran panjang ( 25 cm) yang tipis
Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus (Makanan yang telah dilumatkan dengan dikunyah
dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur ) dari mulut menuju lambung.
Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak
peristaltik pada otot dinding kerongkongan.
Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan
otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar.
Terdapat epiglotis yang mengatur makanan supaya saat menelan tidak masuk ke trakea dan
pau-paru 3.
b. lambung (ventriculus),
Lambung merupakan saluran pencernaan yang berbentuk seperti kantung, terletak di bawah
sekat rongga badan. Lambung berfungsi sebagai tempat menampung makanan.

Dilambung makanan dicerna secara mekanik (dibantu oleh otot lambung) dan kimiawi (dibantu
oleh getah lambung).
c.
usus halus (intestinum tenue),
Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim
pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Usus halus menyerap nutrisi dan mineral
dalam makanan dan melewati makanan yang dicerna ke usus besar.
d. usus besar (intestinum crassum),
Usus besar terdiri dari usus tebal (colon). Pada usus besar, sisa makanan dibusukan oleh
bacteri pengurai Escherichia coli. Bacteri ini juga menghasilkan vitamin K yang penting dalam
proses pembekuan darah. Fungsi utama usus besar adalah untuk menyerap air dan elektrolit
dari sisa pencernaan dan menyimpan kotoran sampai diekskresikan.
e.
rektum,
Pada usus besar feses didorong dengan gerakan peristaltik yang teratur ke poros usus (rektum)
untuk keluar dari tubuh (defekasi). Rektum berfungsi sebagai tempat penampungan feses.
f.
anus.
Feses akan didorong oleh otot-otot polos di sekitarnya menuju ke anus dan tertimbun di situ
dan akhirnya menyebabkan seseorang merasa ingin buang air besar. Proses buang air besar ini
disebut defekasi. Otot-otot di sekitar anus berkontraksi sehingga anus membuka dan
mengeluarkan feses dari anus.
Kelenjar pencernaan:
Hati (hepar)
Fungsi hati sebagai kelenjar, di antaranya sebagai berikut:

Hati menghasilkan empedu sebagai kelenjar eksokrin.

Hati mampu menyimpan cadangan lemak, glikogen, vitamin A, vitamin B12, vitamin D,
dan albumin.

Hati bertugas mensintesis protein dari cairan darah dan mampu menjadi bengkel sel
darah merah yang rusak atau mati.

Fungsi utama hati biasanya dikaitkan dengan detoksifikasi zat-zat beracun di dalam
pencernaan.

Hati mampu menghasilkan enzim arginase yang mengubah arginina menjadi ornitina dan
urea sehingga menetralisasi racun di dalam tubuh.
Pankreas.
Kelenjar pankreas berada di antara lambung (ventrikulus) dan usus halus. Pankreas
menghasilkan beberapa enzim pencernaan makanan, di antaranya protease, nuklease,
amilase, dan lipase. Keluarnya enzim dari pankreas bergantung pada aktivitas hormon sekretin
yang dihasilkan oleh usus dua belas jari (duodenum) pada saat makanan masuk ke dalamnya.
Kantung empedu
Kantung empedu berukuran sekitar 8 cm dan 4 cm. Fungsi utama kandung empedu adalah
untuk menyimpan empedu, yang disekresikan oleh hati sampai dibutuhkan untuk pencernaan.
Kandung empedu ini juga membantu dalam pencernaan lemak.

SISTEM PERNAPASAN/ RESPIRASI


Sistem pernapasan bertugas untuk bernapas, yakni suatu kegiatan mengambil oksigen di udara
dan mengeluarkan karbon dioksida. Oksigen merupakan senyawa penting dalam kehidupan
manusia. Sistem pernapasan manusia meliputi paru-paru, trakea, diafragma, hidung, dan lain
sebagainya
Organ-organ yang terdapat pada sistem pernafasan:
Hidung
Rongga hidung berlapis selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat
saluran pernapasan, di dalamnya terdapat kelenjar minyak dan kelenjar keringat.
Terdapat rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk
bersama udara. Terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi

menghangatkan udara yang masuk (sebagai heatter). Fungsi hidung adalah sebagai alat
pernapasan dan sebagai alat indera penciuman bau.
Faring (pangkal tenggorokan)
Faring merupakan percabangan 2 saluran berupa nasofarings bagian depan saluran
pencernaan dan (orofarings) pada bagian belakang.
Pada bagian belakang faring terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita
vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara (Laring) bergetar dan
terdengar sebagai suara. Fungsi utama faring adalah menyediakan saluran bagi udara yang
keluar masuk dan juga sebagi jalan makanan dan minuman yang ditelan, faring juga
menyediakan ruang dengung (resonansi) untuk suara percakapan.
Laring
Laring ini terdapat di antara faring dan trakea. Dindingnya terdiri dari 9 buah tulang rawan.
Di dalamnya terdapat epiglotis dan pita suara . Pada saat kita menelan makanan, epiglotisnya
ditutup agar makanan bisa diarahkan ke kerongkongan, sehungga kita engga keselek
Tetapi harus hati-hati ! jika makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke
saluran pernapasan ( Keselek) karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka.
Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan
berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan. Fungsi utama
laring adalah menghasilkan suara dan juga sebagai tempat keluar masuknya udara.
Tenggorokan/ Trakea
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di
rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan,
Pada bagian dalam rongga terdapat epithel bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring bendabenda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Trakea berfungsi menyaring udara yang kita
hirup dan juga bercabang ke bronkus.
Paru-paru
Paru-paru bertugas untuk mentransfer oksigen yang di hirup ke dalam darah untuk kemudian
dialirkan ke seluruh tubuh. Paru-paru juga berfungsi untuk mengeluarkan karbon dioksida
keluar tubuh.
Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh
tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki
tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir.
Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput
yang disebut selaput pleura.
Paru-paru membantu dalam pernapasan dan merupakan organ yang paling penting dari sistem
pernapasan. Mereka bekerja sangat erat dengan jantung, dan memberikan udara oksigen
murni untuk darah yang diedarkan oleh jantung ke berbagai organ tubuh. Paru-paru juga
membuang karbon dioksida dan kotoran lainnya dari vena darah. Jantung hampir diapit oleh
paru-paru, sehingga mereka juga bertindak sebagai peredam kejut untuk jantung. Paru-paru
juga menjaga tingkat pH darah.
Fungsi Paru-paru
Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru
manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem respirasi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan
KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR (H2O).

Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah
membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil
metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air
dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung
Diafragma
Diafragma adalah partisi otot antara perut dan rongga dada dan meluas di bagian bawah
tulang rusuk. Fungsi utama dari diafragma adalah untuk membantu dalam respirasi. Ketika
berkontraksi, ada peningkatan volume rongga dada dan udara ditarik ke dalam paru-paru.
Setiap gangguan pada diafragma menyebabkan masalah dalam bernapas.

PRAKTIK 4 : BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL

PRAKTIK 5 : ZAT ADDITIF PADA MAKANAN KEMASAN

Pengelompokan Zat Aditif berdasarkan Fungsi


1. Zat Pewarna
digunakan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik sehingga menimbulkan selera orang
untuk memakannya.
a) Zat pewarna alami, dibuat dari ekstrak bagian-bagian tumbuhan tertentu, misalnya warna
hijau dari daun pandan atau daun suji, warna kuning dari kunyit, warna cokelat dari buah
cokelat, warna merah dari daun jati, dan warna kuning merah dari wortel.

b) Zat pewarna sintetis, dibuat dari bahan-bahan kimia. Dibandingkan dengan pewarna alami,
pewarna sintetik memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki pilihan warna yang lebih banyak,
mudah disimpan, dan lebih tahan lama. Zat pewarna sintetik yang bukan untuk makanan dan
minuman (pewarna tekstil) dapat membahayakan kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh
karena bersifat karsinogen (penyebab penyakit kanker).
Berdasarkan sifat kelarutannya, zat pewarna makanan dikelompokkan menjadi dyedan lake.
Dye merupakan zat pewarna makanan yang umumnya bersifat larut dalam air. Dye biasanya
dijual di pasaran dalam bentuk serbuk, butiran, pasta atau cairan. Lake merupakan gabungan
antara zat warna dye dan basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu. Karena sifatnya yang tidak
larut dalam air maka zat warna kelompok ini cocok untuk mewarnai produk-produk yang tidak
boleh terkena air atau produk yang mengandung lemak dan minyak.
Pewarna tambahan, baik alami maupun buatan, digunakan dalam industri makanan karena
berbagai alasan, di antaranya untuk:
mengimbangi pemudaran warna karena paparan cahaya, udara, perubahan suhu dan
kelembaban
memperbaiki variasi warna
menguatkan warna yang terjadi secara alami
mewarnai bahan makanan yang tak berwarna
membuat makanan lebih menarik sehingga mengundang selera
2. Zat pemanis
kita dapat membedakan, zat pemanis :
Zat Pemanis, berfungsi untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman.
a) Zat pemanis alami, diperoleh dari tumbuhan, seperti kelapa, tebu, dan aren ataupun pada
buah-buahan dan madu, berfungsi juga sebagai sumber energi. Jika kita mengonsumsi pemanis
alami secara berlebihan, kita akan mengalami risiko kegemukan.
b) Zat pemanis buatan atau sintetis, tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak
berfungsi sebagai sumber energi. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki penyakit kencing
manis (diabetes melitus) biasanya mengonsumsi pemanis sintetik sebagai pengganti pemanis
alami. Pemanis buatan memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan pemanis
alami.
Contoh pemanis sintetik, yaitu sakarin, natrium siklamat, magnesium siklamat, kalsium
siklamat, aspartam dan dulsin. Penggunaan sakarin yang berlebihan selain akan menyebabkan
rasa makanan terasa pahit juga merangsang terjadinya tumor pada bagian kandung kemih.
Contoh lain, garam-garam siklamat pada proses metabolisme dalam tubuh dapat
menghasilkan senyawa sikloheksamina yang bersifat karsinogenik (senyawa yang dapat
menimbulkan penyakit kanker). Garam siklamat juga dapat memberikan efek samping berupa
gangguan pada sistem pencernaan terutama pada pembentukan zat dalam sel.

Pengaruh zat pemanis :


Memperbaiki penampilan produk
Kondisi bahan-bahan yang tidak stabil / tahan lama
Menekan ongkos produksi
3. Zat pengawet
kita dapat membedakan, zat pengawet:
Zat Pengawet, sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar makanan dan
minuman tersebut tetap segar, bau dan rasanya tidak berubah, atau melindungi makanan dari
kerusakan akibat membusuk atau terkena bakteri/jamur.
a) Zat pengawet alami, berasal dari alam, contohnya gula (sukrosa) yang dapat dipakai untuk
mengawetkan buah-buahan (manisan) dan garam dapur yang dapat digunakan untuk
mengawetkan ikan.
b) Zat pengawet sintetis atau buatan, merupakan hasil sintesis dari bahan-bahan kimia.
Contohnya, asam cuka dapat dipakai sebagai pengawet acar dan natrium propionat atau
kalsium propionat dipakai untuk mengawetkan roti dan kue kering. Garam natrium benzoat,
asam sitrat, dan asam tartrat juga biasa dipakai untuk mengawetkan makanan.
Zat pengawet lainnya yaitu natrium nitrat atau sendawa (NaNO3) yang berfungsi untuk
menjaga agar tampilan daging tetap merah.Asam fosfat yang biasa ditambahkan pada
beberapa minuman penyegar juga termasuk zat pengawet. Pemakaian pengawet formalin
untuk mengawetkan makanan, seperti bakso, ikan asin, tahu, dan makanan jenis lainnya dapat
menimbulkan risiko kesehatan. Ada juga boraks, Pengawet ini bersifat desinfektan atau efektif
dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta dapat
memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal dan hanya boleh dipergunakan untuk
industri nonpangan, seperti dalam pembuatan gelas, industri kertas, pengawet kayu, dan
keramik. Boraks dapat menimbulkan gangguan pada sistem saraf, ginjal, hati, dan kulit; gejala
pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat; terjadinya komplikasi pada otak
dan hati; menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 36 gram.
Pengawet buatan.
Dampak Negatif Bahan Pengawet - Peredaran bahan pengawet saat ini sangat tak terkendali,
terlebih bahan pengawet yang bernama formalin dan borak. Banyaknya masyarakat yang tidak
tahu akan dampak negatif dari bahan-bahan tersebut menambah leluasanya barang itu bredar
disekitar kita. Terlebih tidak adanya lagi pengawasan yang ketat. Disini akan saya terangkan
sedikit tentang dampak atau efek bagi kesehatan manusia bila mengkonsumsi produk pangan
yang tercemar oleh formalin atau bahan pengawet bahan pengawet makanan lainnya.
Efek akut berupa tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah dan
diare, kemungkinan terjadi pendarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi
(tekanan darah rendah), kejang, tidak sadar hingga koma. Selain itu juga dapat terjadi
kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal.

Efek kronis berupa timbul iritasi pada saluran pernafasan, muntah-muntah dan kepala pusing,
rasa terbakar pada tenggorokan, penurunan suhu badan dan rasa gatal di dada. Bila
dikonsumsi menahun dapat menyebabkan kanker.
4. Zat penyedap rasa
kita dapat membedakan, zat penyedap rasa:
a) Zat penyedap cita rasa yang berasal dari alam, misalnya: daun pandan, daun salam, daun
jeruk untuk pewangi. Potongan-potongan tulang untuk rasa daging. Sari buah memiliki rasa
buah.
b) Zat penyedap cita rasa yang berasal dari hasil sintesis:
(a) Oktil asetat, makanan akan terasa dan beraroma seperti buah jeruk jika dicampur dengan
zat penyedap ini
(b) Etil butirat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah nanas pada makanan
(c) Amil asetat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah pisang;
(d) Amil valerat, jika makanan diberi zat penyedap ini maka akan terasa dan beraroma seperti
buah apel.
Penyedap sintetik yang sangat populer di masyarakat adalah vetsin atau MSG (mononatrium
glutamat). Di pasaran, senyawa tersebut dikenal dengan beragam merek dagang, misalnya
Ajinomoto, Miwon, Sasa, Royco, Maggi, dan lain sebagainya. MSG merupakan garam natrium
dari asam glutamat yang secara alami terdapat dalam protein nabati maupun hewani. Daging,
susu, ikan, dan kacangkacangan mengandung sekitar 20% asam glutamat. Oleh karena itu,
tidak mengherankan bila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung asam glutamat akan
terasa lezat dan gurih meski tanpa bumbu-bumbu lain. Keunikan dari MSG adalah bahwa
meskipun tidak mempunyai cita rasa, tetapi dapat membangkitkan cita rasa komponenkomponen lain yang terkandung dalam bahan makanan. Sifat yang semacam itu disebut
dengan taste enhancer (penegas rasa).
* Suatu zat aditif dapat saja memiliki lebih dari satu fungsi. Seringkali suatu zat aditif,
khususnya yang bersifat alami memiliki lebih dari satu fungsi. Contohnya, gula alami biasa
dipakai sebagai zat aditif pada pembuatan daging dendeng. Gula alami tersebut tidak hanya
berfungsi sebagai pemanis, tetapi juga berfungsi sebagai pengawet. Contoh lain adalah daun
pandan yang dapat berfungsi sebagai pemberi warna pada makanan sekaligus memberikan
rasa dan aroma khas pada makanan.