Anda di halaman 1dari 5

Penelitian Edukasi

Penelitian edukasi adalah aktivitas yang ditujukan kearah


pengembangan dari perilaku sains pada pendidikan. Mengandung ilmu
pengetahuan yang dapat membuat pendidik untuk mencapai cita-citanya
dengan cara-cara yang efektif. Ini dapat di tujukan untuk seleksi dan
pelatihan guru-guru, untuk membuat buku cetak dan pembelajaran
lainnya, untuk mendesain ruang kelas, untuk membantu murid dalam
membuat rencana jangka panjang dengan membantu mengarahkan apa
yanng harus dan tidak harus dicapai oleh mahasiswa, dan menyediakan
prinsip-prinsip dasar untuk mengatur kehidupannya dan mengarahkan
mahasiswa untuk kondisi yang terarah sehingga guru-guru dapat
mengembangkan potensial mereka sebagai seorang praktek profesional
secara penuh dan lain-lain.
Demikian, penelitian untuk pendidikan ini bertujuan untuk
membentuk usaha sistematik untuk memperoleh penjelasan yang lebih
baik dari proses belajar, dengan meningkatkan efisiensi kerja. Jadi,
penelitian untuk pendidikan adalah aplikasi dari bagian prinsip dasar
utama
dari
penelitian
sains
untuk
solusi
dari
masalah
pendidikan/pembelajaran. Fungsi utama dari penelitian ini adalah mecari
peningkatan untuk pendidikan atau cara bagi keduanya agar mengerti
akan perilaku manusia, bukan dari pengetahuan (Eric Hylla 1956). Hal ini
merupakan dasar ketika tidak terlalu diperhatikan dengan permalasahan
sehari-hari dan fenomena yang spesifik dan masalah dengan solusi
sebagai dasar dari masalah itu sendiri, dan ketika hasil tersebut
dijelaskans secara umum atau secar prinsid dan teori dari pendidikan.
Ada 2 hal yang penting bagi studi objek yang akan dilakukan oleh peneliti
edukasi :
1. Individual. Contoh : mahasiswa, guru, peneliti dll
2. Organisasi. Contoh : kelas, sekolah, masyarakat, dll
Ada 2 hal yang penting untuk menargetkan studi objek penelitian yang
dilakukan :
1. Meningkatkan pelayanan
2. Menambah pengetahuan
Demikian, penelitan edukasi ini dapat menghasilkan peningkatan dalam
pengajaran, adaministrasi, atau hubungan manusia, atau menambah
perbandingan, pengembangan, pengetahuan sejarah, dan berdasarkan
dasar filosofi, sosial atau pisikologikal. penelitian edukasi akan sangat
baik digunakan pada kegunaannya jika peneliti lebih sering sensitif pada

bagian utama adab dan moral yang menjadi masalah dari edukasi
(Travers, 1958).
-

Pekerja penelitian edukasi seharusnya untuk menjaga fungsi


hubungan antara hal dan hubungan secara statistikal.
Peneliti edukasi seharusnya mencoba untuk menambahkan
pengetahuan di lapangan dan bukan sekedar berkonstribusi dari
informasi saja.
Peneliti edukasi menampilkan aktivitas yang menuju pengembangan
dari ilmu pengetahuan sains tentang suatu hal yang membuat
pengajar peduli.
Peneliti
edukasi
mungkin
menemui
beberapa
perbedaan
kompleksitas yang mana diselesaikan dengan cara-car yang sudah
diketahui sampai cara penegmabangn teoritikal baru.
Peneliti edukasi menyediakan ilmu pengetahuan yang berguna dan
dapat dipertangggungjawabkan melalui proses edukasi yang
dibentuk lebih efektif.
Teori edukasi dapat dibentuk secara penyelidikan yang intensif
tentang berbagai aspek dari edukasi.
Peneliti edukasi memberikan lebih dari hanya cara-cara dan teori
yang berkaitan dengan lingkungan sains ke masalah edukasi.

Batas Batas Penelitian Edukasi


Meskipun pengaplikasian menggunakan cara-cara ilmiah dan teknik
penelitian yang telah diperbaiki, alat-alat dan desain, pendidikan sebagai
salah satu dari bagian sosial dan perilaku sains belum dapat mencapai
kesempurnaan dan status ilmiah dari ilmu fisika (Koul, 1984). Kekurangan
ini berasal dari (1) kurangnya apresiasi dari alat untuk pertumbuhan
ilmiah, dan (2) kekurangan secara teori yang mana merupakan struktur
utama dalam mencapai kesempurnaan.
Penelitian adukasi tidak sanggup untuk menjaga persamaan secara umum
pada ilmu fisika. Itu disebabkan karena batas-batas yang Ary et al.(1972)
mengatakan bahwa edukasi seperti ilmu sains lainnya tidak pernah
menyadari objektivitas dari sains itu sediri sebagai ilmu fisik sains secara
keseluruhan. Beberapa batas-batas pendidikan edukasi sebagai berikut :
1. Kompleksitas masalah dari subject
Penelitian edukasi ini berhubungan dengan alam sebagai subject.
2. Masalah pada observasi
Observasi perilaku manusia lebih subjectif, dan menjadi lebih sulit
dari pada observasi fisik atau fenomena biologi.
3. Kesulitan pada replika

Ini sulit untuk membuat penelitian edukasi sebagai objek pada ilmu
sains. Sama halnya hai ini kekurangan presisi dan replikasi dari ilmu
sains.
4. Interaksi antara pengamat dan subjek
Keduanya pengamat dan subjek adalah organisme yang hidup, jadi
perilaku alam dari subjek menjadi sulit melalui pandangan
pengamat.
5. Kesulitan mengkontrol
Kondisi eksperimen yang dikontrol pada ilmu sains diperkirakan
akan sulit pada penelitian edukasi.
6. Pengukuran masalah
Alat-alat yang digunakan untuk mengukur pada penelitian edukasi
tidak valid dan dapat dipercaya, tidak seperti yang dipakai pada
ilmu sains.
- Kekurangan dari pengajar kepada penelitian berakibat kepada
status dari penelitian.
- Disiplin edukassi yang baru benar-benar masuk kepada penelitian
sebagai dasar dari edukasi dan proses sosial.
- Penerimaan peserta dari penelitian edukasi seharusnya diseleksi
dan mendapatkan pembelajaran yang baik. Diperlukan penyebaran
yang efektif pada pengumpulan dana untuk penelitian.
Tipe Tipe Penelitian Edukasi
Observasi, deskripsi dan analisa merupakan klasifikasi
digunakan untuk menhkatagorikan penelitian edukasi.

yang

dpat

1. Penelitian sejarah
Menjelaskan tentang yang terjadi di masa lampau.proses ini
meliputi
investigasi,
merekam,
menganalisa
dan
menginterpretasikan hal yang terjadi di masa lampau untuk
kepentingan penemuan secara umum dan diharapkan dapat
menjadi pengertian antara masa lampau dan masa depan dan untuk
masa yang akan datang. (Best, 1986).
Karena kesulitan dalam pengumpulan data, penelitian sejarah
merupakan tipe penelitian yang paling sulit dilakukan. Tiga hal
utama yang mana sangat perlu dilakukan dalam mendapatkan data
sejarah yaitu melalui ilmu ilmiah, biologi, dan manusia. Fungsi
utama dari penelitian sejarah ini adalah untuk mendapatkan
sesuatu dari mmasa lampau sehingga menjadi sesuatu yang
berguna pada masa sekarang.
2. Penelitian Deskriptif
Ini menjelaskan dengan deskripsi, merekam, analisa, dan
interpretasi dari kondisi yang ada. ini dipengaruhi beberapa tipe

perbandingan atau kebalikan dan bertujuan untuk menemukan


hubungan antara variabel yang ada (Best 1986). Hal ini biasa
disebut juga ddengan survei dan nirmatif survei, status, atau
penelitian trend. Survei didesain untuk menghitung status dari masa
yang ada.
3. Penelitian eksperimental
ini menjelaskan tentang apa yang akan terjadi ketika variabel
tertentu dikontrol atau dimanipulasi. Eksperimentasi adalah yang
paling pintar dan cara yang paling kuat untuk mendapatkan ilmu
yang dapat dipertanggungjawabkan (Mouly 1970). Hal ini
merupakan cara yang paling tepat dan sulit diantara semua cara
dan juga yang paling penting dari sudut pandang ilmu ilmiah.
Kontrol, manipulasi, observasi dan replika adalah empat ciri-ciri
yang penting pada penelitian eksperimental.

Langkah pada Proses Penelitian


1. Identivikasi masalah
Merupakan langkah yang sulit dalam proses penelitian. Mahasiswa
harus menemukan tidak hanya masalah tapi juga masalah secara
spesifik dalam area tertentu yang dipilih untuk dipelajari dari bagian
yang menarik perhatiannya.
2. Formulasi hipotesis
Asumsi atau menebak secara intelejen. Dengan kata lain mahasiswa
menghipotesis tentang hubungan antara konsep identifikasi
masalah.
3. Identifikasi dan memberikan lebel pada variabel
Peneliti harus mengidentifikasi dan melebel variabel pada keduanya
dengan hipotesis. Ada beberapa tipe yang berbeda dari variabel
seperti independen, dependen, moderator, kontrol, dan campur
tangan.
4. Membuat definisi operasional
Anstrak dan bentuk konsep dari variabel harus berada dalam bentuk
operasional.
5. Manipulasi dan kontrol variabel
Belajar untuk antara hubungan variabel, peneliti mengambil
keduanya yaitu manipulasi dan kontrol. Konsep internal dan
eksternal harus valid adalah sebagai dasarnya.

6. Membuat penelitian desain


Penelitian desain adalah spesifikasi dari operasi untuk mengetes
hipotesis yang ada dengan situasi yang dibentuk.
7. Identifikasi dan membentuk alat observasi dan pengukuran
Peneliti harus mengadobsi atau membuat alat untuk mengukur
variabel yang telah dipilih.
8. Cara yang digunakan
Peneliti harus memilih metode penelitian yang secara umum
termasuk klasifikasi dalam tiga katagori (i) sejarah (ii) deskripsi
(iii)eksperimental.
9. Data
Ini tergantung pada contoh sampel yang diambil untuk dipelajari. Ini
digunakan untuk menyeleksi dan mengembangkan data dengan
cara tes, kuesioner, diagram rating, interview, observasi, checklist,
dll.
10.
Menganalisa dan menginterpretasikan data
Tujuannya untuk cara-cara yang akan diaplikasikan pada saat data
diproses.