Anda di halaman 1dari 46

Sasbel

1 Memahami dan Menjelaskan Alat Reproduksi Wanita


1.1 Menjelaskan Anatomi Makroskopis
1.2 Menjelaskan Anatomi Mikroskopis
2. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Menstruasi dan Hormon yang
Terkait
3. Memahami dan Menjelaskan Kelainan Menstruasi
3.1 Menjelaskan Definisi
3.2 Menjelaskan Klasifikasi
3.3 Menjelaskan Etiologi
3.4 Menjelaskan Patofisiologi
3.5 Menjelaskan Manifestasi Klinis
3.6 Menjelaskan Diagnosis dan Diagnosis Banding
3.7 Menjelaskan Penatalaksanaan
3.8 Menjelaskan Komplikasi
3.9 Menjelaskan Prognosis
3.10 Menjelaskan Pencegahan
4. Memahami dan Menjelaskan Haid dan Istihadhah Menurut Pandangan
Islam

1. Memahami dan Menjelaskan Alat Reproduksi Wanita


1.1 Menjelaskan Anatomi Makroskopis

OVARIUM

Ovarium (indung telur) adalah sepasang organ berbentuk seperti buah


almond yang berada disamping uterus didekat dinding lateral pelvis dan
berada pada lapisan posterior ligamentum latum, postero-caudal tuba falopii.
Bagian ligamentum latum yang teletak diantara perlekatan Mesovarium dan
dinding lateral pelvis disebut ligamentum suspensorium ovarii. Ligamentum
ovarii proprium, yang merupakan sisa bagian atas gubernaculums,
menghubungkan pinggir lateral uterus dengan ovarium.
Ovarium biasanya terletak di depan dinding lateral pelvis pada lekukan
yang disebut fossa ovarica. Letak ovarium sering ditemukan tergantung ke
bawah ke dalam excavation rectouterina (cavum Douglasi). Ovarium
dikelilingi oleh capsula fibrosa tipis disebut tunica albuginea. Bagian luar
capsula ini dibungkus oleh lapisan peritoneum yang mengalami modifikasi
disebut epithelium germinativum.
Fungsi
Ovarium merupakan organ yang bertanggung jawab terhadap produksi sel
benih perempuan yang disebut ovum dan hormon seks perempuan (estrogen
dan progesterone) pada perempuan dewasa.
Pendarahan
Ovarium disuplai oleh A.ovarica (cabang aorta abdominalis), sedangkan
venanya muncul dari hilus ovarium sebagai pleksus pampiniformis,
diteruskan ke V.ovarica dextra lalu ke V.cava inferior (kecuali V.ovarica kiri
yang terlebih dahulu bermuara ke V.renalis sinistra).
Aliran Limf
Pembuluh limf ovarium mengikuti arteria ovarica dan mengalirkan limf ke
nodi para aortici, setinggi vertebra L1.
Persarafan
Persarafan ovarium berasal dari plexus aorticus dan mengikuti perjalanan
arteria ovarica.
TUBA UTERINA
Setiap wanita yang normal memiliki sepasang di kiri dan kanan terletak pada
pinggir atas ligamentum latum. Panjang masing-masing saluran ini sekitar
10-12 cm. Masing-masing menghubungkan kavitas uteri. Pada tuba ini dapat
dibedakan menjadi 4 bagian, sebagai berikut :

1. Pars interstitialis (intramularis), bagian tuba yang berjalan dalam


dinding uterus mulai pada ostium internum tubae.

2. Pars Ampullaris, bagian tuba antara pars isthmixca dan infundibulum


dan merupakan bagian tuba yang paling lebar dan berbentuk huruf S.
3. Pars Isthmica, bagian tuba sebelah keluar dari dinding uterus dan
merupakan bagian tuba yang lurus dan sempit.
4. Pars Infundibulum, bagian yang berbentuk corong dan lubangnya
menghadap ke rongga perut, Bagian ini mempunyai fimbria yang
berguna sebagai alat penangkap ovum.
Fungsi
Saluran telur (tuba uterina falopii) adalah saluran antara rongga rahim
dengan indung telur. Pada bagian ujungnya saluran telur berbentuk seperti
jemari disebut fimbria berfungsi menangkap sel telur yang dilepaskan indung
telur saat ovulasi. Setiap wanita yang normal memiliki sepasang di kiri dan
kanan. Panjang masing-masing saluran ini sekitar 10-12 cm. Saluran telur
bagian ujung, sekitar dua pertiga panjang saluran, disebut ampula
yangmerupakan tempat terjadinya pertemuan antara sel telur dan sel
sperma (fertilisasi).
Kemudian embrio yang berkembang akan bergerak menuju rongga
rahim dengan bantuan sapuan rambut-rambut getar (silia) di dinding saluran
telur dalam waktu 7 hari.
Pendarahan
Arteria uterine merupakan cabang arteria iliaca interna sedangkan arteria
ovarica cabang dari aorta abdominalis. Vena mengikuti arteri.
Aliran Limf
Pembuluh limf mengikuti jalannya arteria dan bermuara ke nodi iliaci interni
dan para aortici.
Persarafan
Saraf simpatis dan parasimpatis berasal dari plexus hypogastricus inferior.
UTERUS
Uterus merupakan organ berongga yang berbentuk buah pir dan
berdinding tebal. Uterus terbagi menjadi fundus, corpus, dan cervix uteri.
Fundus uteri merupakan bagian uterus yang terletak di atas muara tuba
uterina. Corpus uteri merupakan bagian uterus yang terletak di bawah
muara tuba uterina.
Bagian bawah corpus menyempit, yang akan berlanjut sebagai cervix
uteri. Cavitas uteri berbentuk segitiga pada penampang koronal, berbentuk
celah pada penampang sagital. Rongga pada cervix uteri yang disebut
canalis cervicis uteri melalui ostium histologicum uteri internum dan dengan
vagina melalui ostium uteri.

Fungsi
Uterus berfungsi sebagai tempat menerima, mempertahankan, dan memberi
makan ovum yang telah dibuahi. Tempat pembuatan hormon. Sebagai
tempat terjadinya menstruasi.

Pendarahan
Pendarahan disuplai oleh A.uterina cabang A.iliaca interna. A.uterina
beranastomosis dengan A.ovarica dan A.vaginalis. Sistem venanya mengikuti
sistem pembuluh nadinya dan bermuara ke dalam vena iliaca interna.
Aliran Limf
Pembuluh limf dari fundus uteri berjalan bersama arteria ovarica dan
mengaliran limf ke nodi para aortici setinggi vertebrata L1. Pembuluh limf
dari corpus uteri dan cervix uteri bermuara ke nodi iliaci externi.
Persarafan
Saraf simpatis dan parasimpatis berasal dari hypogastricus inferior
VAGINA
Vagina merupakan saluran yang menghubungkan uterus dengan vulva
dan merupakan tabung berotot yang dilapisi membran dari jenis epitelium
bergaris khusus dan dialiri banyak pembuluh darah serta serabut saraf
secara melimpah. Panjang Vagina kurang lebih 10-12 cm dari vestibula ke
uterus, dan letaknya di antara kandung kemih dan rektum.
Fungsi
Vagina tidak hanya sebagai saluran kelamin pada perempuan, tetapi juga
dapat sebagai saluran keluar dari uterus yang dapat mengalirkan darah
menstruasi, sebagai jalan lahir pada waktu partus.
Pendarahan
Arteri vaginalis, cabang arteria iliaca interna dan ramus vaginalis arteria
uterina. Sedangkan pada vena, vena vagina membentuk sebuah plexus
venosus vaginalis di sekeliling vagina dan bermuara ke vena iliaca interna.
Aliran Limf
Pembuluh limf dari sepertiga bagian atas vagina bermuara ke nodi iliaci
externi dan interni, pembuluh limf dari sepertiga bagian tengah vagina
bermuara ke nodi iliaci interni, sedangkan sepertiga bagian bawahnya
bermuara ke nodi inguinales superficiales.

1.2

Menjelaskan Anatomi Mikroskopis

Ovarium
Ovarium dilapisi oleh satu lapis sel kuboid rendah atau gepeng yaitu
epitel germinal, yang bersambungan dengan mesotelium peritoneum
viscerale. Dibawah epitel germinal adalah jaringan ikat padat yang disebut
tunia albuginea.
Ovarium memiliki korteks ditepi, dan medula ditengah, tempat
ditemukannya banyak pembuluh darah, saraf, dan pembuluh limfe. Daerah
korteks mengandung banyak folikel telur yang masing-masing terdiri dari
sebuah oosit yang diselaputi oleh sel-sel folikel. Sel-sel folikel adalah oosit
beserta sel granulose yang mengelilinginya. Selain folikel, korteks
mengandung fibrosit dengan serat olagen dal retikular. Medula adalah
jaringan ikat padat tidak teratur yang bersambungan dengan lugamentum
mesovarium yang menggantungkan ovarium. Pembuluh darah besar di
medula membentuk pembuluh darah yang lebih kecil yang menyebar
diseluruh korteks ovarium.

Macam-macam folikel yaitu :


a Folikel primordial : terdiri atas oosit primer yang berinti agak ke
tepiyang dialapisi sel folikel berbentuk pipih.

b Folikel primer : terdiri oosit primer yang dilapisi sel folikel (sel
granulose) berbentuk kubus dan terjadi pembentukan zona
pelusida yaitu suatu lapisan glikoprotein yang terdapat diantara
oosit dan sel-sel granulose.
c Folikel sekunder : terdiri oosit primer yang dilapisi sel
granulose berbentuk kubus berlapis banyak atau disebut staratum
granulose.
d Folikel tersier : terdiri dari oosit primer, volume stratum
granulosanya bertambah besar. Terdapat beberap celah antrum
diantara sel-sel granulose. Dan jaringan ikat stroma di luar stratum
granulose membentuk theca intern (mengandung banyak
pembuluh darah) dan theca extern (banyak mengandungserat
kolagen).
e Folikel Graf : disebut juga folikel matang. Pada folikel ini, oosit
sudah siap diovulasikan dari ovarium. Oosit sekunder dilapisi oleh
beberapa lapissel granulose berada dalam suatu jorokan ke dalam
stratum disebut cumulus ooforu. Sel-sel granulose yang
mengelilingi oosit disebut korona radiate. Antrum berisi liquor
follicul yang mengandung hormone esterogen.

Tuba Fallopii
Berdasar struktur histologi terdiri dari lapisan mukosa, lapisan otot, dan
lapisan serosa.
o Lapisan mukosa : tersusun atas epitel selapis silindri dan terdapat 2
jenis sel :
Epitheliocytus ciliatus / epitel bersilia : berfungsi menciptakan
arus ke arah uterus yang menuntun oosit kedalam
infundibulumtuba uterina.
Epitheluocytus tubarius angutus / epitel tidak bersilia : berfungsi
sebagai sel sekretori dengan menghasilkan bahan nutritif yang
penting bagi ovum.

o Lapisan otot : berupa otot polos sirkular dalam, berfungsi untuk


kontrasi peristaltik yang menuntun ovum dan membuat fimbrae
berdekatan dengan ovum untuk menangkap ovum.
o Lapisan serosa

Uterus
Uterus manusia adalah organ berbentuk buah pir dengan dinding
berotot tebal. Badan atau korpus membentuk bagian uterus. Bagian atas
uterus yang membulat dan terletak diatas pintu masuk tuba uterina disebut
fundus. Bagian bawah uterus yang lebih sempit dan terletak dibawah korpus
adalah serviks. Serviks menonjol dan bermuara ke dalam vagina.
Dinding uterus terdiri dari 3 lapisan :
1. Perimetrium : bagian luar yang dilapisi oleh serosa atau adventitia
2. Miometrium : terdapat 3 lapisan otot yang batas-batasnya kurang
jelas. Tiga lapisan otot tersebut adalah ;
Lapisan Sub vascular : serat-serat otot tersusun memanjang
Lapisan Vaskular
: lapisan otot tengah tebal, serat tersusun
melingkar dan serong dengan banyak pembuluh darah.
Lapisan Supravaskular
: lapisan otot luar memanjang tipis.
3. Endometrium : dilapisi oleh epitel selapis silindris yang turun kedalam
lamina propia untuk membentuk banyak kelenjar uterus. Umunya
endometrium dibagi menjadi dua lapisan fungsional, Stratum
functionale di luminal, dan stratum basale di basal. Pada wanita
yang tidak hamil , stratum functionale superfisial dengan kelenjar
uterus dan pembuluh darah terlepas atau terkelupas selama
menstruasi, meninggalkan stratum basale yang utuh dengan sisa-sisa
kelenjar uterus basal sebagai sumber untuk regenerasi stratum
functionale yang baru.
Arteri uterina di lugamentum latum membentuk arteri arkuata. Arteri
ini menembus dan berjalan melingkari miometrium uterus. Pembuluh
darah aruata membentuk arteri rectae (lurus) dan spiralis yang
mendarahi endometrium.

Perubahan siklik uterus


1) Fase Proliferatif
Pada fase proliferatif daur haid dan dibawah pengaruh estrogen
ovarium, stratum functionale semakin tebal dan kelenjar uterus
memanjang dan berjalan lurus di permuaan. Arteri spiralis memanjang
dan berkelok-kelok

2) Fase Sekretori
Fase sekretori daur haid dimulai setelah folkel matur. Perubahan
di endometrium disebaban oleh pengaruh estrogen dan progesteron
yang disekresi oleh korpus luteum fungsional. Akibatnya, stratum
functionale dan stratum basale endomentrii menjadi lebih tebal karena
bertambahnya sekresi kelenjar dan edema laina propia, epitel kelenjar
uterus mengalami hipertrofi akibat adanya akumulasi sekretorik.
Kelenjar uterus juga semakin berelok-kelok, dan lumennya melebar
oleh bahan sekretorik yang aya arbohidrat. Arteri spiralis terus berjalan
ke bagian atas endometrium dan tampak jelas karena dindingnya
tebal.
Selama fase sekretori, stratum functionale endomentrii ditandai
oleh perubahan epitel permukaan silindris, kelenjar uterus, dan lamina
propia. Stratum basale menunjukan perubahan minimal.

3) Fase Menstruasi
Selama fase menstruasi, endometrium di stratum functionale
mengalami degenerasi dan terlepas. Endometrium yang terlepas
mengandung kepingan-kepingan stroma yang hancur, bekuan darah,
dan kelenjar uterus beserta produknya. Stratu, basal endomentrii tetap
tidak terpengaruh selama fase ini. Bagian distal arteri spiralis
mengalami nekrosis, sedangkan bagian arteri yang lebih dalam tetap
utuh.

2. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Menstruasi dan Hormon yang


Terkait
Siklus haid dapat ditinjau dari uterus maupun ovarium. Siklus uterus
berupa pertumbuhan dan pengelupasan bagian dalam uterus endometrium. Pada akhir fase menstruasi endometrium mulai tumbuh
kembali dan memasuki fase proliferasi. Pasca ovulasi, pertumbuhan
endometrium berhenti sesaat dan kelenjar endometrium menjadi lebih aktif
fase sekresi.
Lama siklus haid rata-rata adalah 28 hari dan terdiri dari :
1. Fase folikuler
2. Ovulasi
3. Fase luteal (pasca ovulasi)
Bila siklus menjadi panjang, fase folikuler yang akan menjadi panjang dan
fase luteal akan tetap konstan berlangsung selama 14 hari.Agar siklus haid
berlangsung secara normal diperlukan :
1. Poros hipotalamus-hipofisis-ovarium yang baik
2. Didalam ovarium terdapat folikel yang responsif

3. Fungsi uterus berlangsung secara normal


Endokrologi Siklus Menstruasi
Pengendalian maturasi folikel dan proses ovulasi dilakukan oleh poros
hipotalamus-hipofisis-ovarium. Hipotalamus mengendalikan siklus haid,
namun organ ini sendiri dapat pula dipengaruhi oleh pusat otak yang lebih
tinggi, sehingga faktor kecemasan ataupun gangguan kejiwaan lain dapat
mengganggu pola haid yang normal.
Hipotalamus mempengaruhi hipofisis melalui pengeluaran GnRHGonadotropin Releasing Hormon. GnRH melalui sistem sirkulasi portal
menuju hipofisis anterior dan menyebabkan gonadotrof hipofisis melakukan
sintesa dan pelepasan FSH-foliclle stimulating hormone dan LH-Luteinizing
hormone. FSH akan menyebabkan proses maturasi folikel selama fase
folikuler dan LH berperan dalam proses ovulasi serta produksi progesteron
oleh corpus luteum. Aktivitas siklis dalam ovarium berlangsung melalui
mekanisme umpan balik diantara ovarium hipotalamus dan hipofisis.

Siklus Ovarium

Fase folikuler (hari ke 1 10)


Pada awal siklus, kadar FSH dan LH relatif tinggi dan hormon ini akan
merangsang pertumbuhan 10 20 folikel namun hanya 1 folikel yang
dominan yang menjadi matang dan sisanya akan mengalami atresia. Kadar
FSH dan LH yang relatif tinggi dipicu oleh penurunan kadar estrogen dan
progesteron pada akhir fase sebelumnya.
Selama dan segera setelah haid, kadar estrogen relatif rendah namun
dengan pertumbuhan folikel kadarnya akan segera meningkat.

Hari Ke 10 - 14
Dengan bertambahnya ukuran folikel, terjadi akumulasi cairan diantara
sel granulosa dan menyebabkan terbentuknya anthrum, sehingga folikel
primer berubah bentuk menjadi folikel dgraaf, disini oosit menempati posisi
excenteric dan dikelilingi oleh 2 3 lapisan sel granulosa dan disebut sebagai

cumulus oophorus Dengan semakin matangnya folikel, kadar estrogen


menjadi semakin bertambah (terutama dari jenis estradiol) dan mencapai
puncaknya 18 jam sebelum ovulasi. Dengan semakin meningkatnya kadar
estrogen, produksi FSH dan LH menurun ( umpan balik negatif ) untuk
mencegah hiperstimulasi ovarium dan maturasi folikel lainnya.

Ovulasi Hari Ke 14
Ovulasi terjadi dengan pembesaran folikel yang cepat dan diikuti
protrusi permukaan kortek ovarium dan pecahnya folikel menyebabkan
keluarnya oosit dan cumulus oophorus yang melekat dengannya.
Pada sejumlah wanita Kadang-kadang proses ovulasi ini menimbulkan
rasa sakit sekitar fossa iliaka yang dikenal dengan nama mittelschmerz.
Peningkatan kadar estradiol pada akhir mid-cycle diperkirakan akibat LH
surge dan penurunan kadar FSH akan menyebabkan
peristiwa umpan balik positif. Sesaat sebelum ovulasi terjadi penurunan
kadar estradiol secara tiba-tiba dan peningkatan produksi progesteron.
Fase Luteal Hari 15 28
Sisa folikel yang telah ruptur berada didalam ovarium. Sel granulosa
mengalami luteinisasi dan membentuk corpus luteum. Corpus luteum
merupakan sumber utama dari hormon steroid seksual, estrogen dan
progesteron yang dikeluarkan oleh ovarium pada fase pasca ovulasi (fase
luteal)

terbentuknya corpus luteum akan menyebabkan sekresi progesteron terus


meningkat dan terjadi pula kenaikan kadar estradiol berikutnya.
Selama fase luteal, kadar gonadotropin tetap rendah sampai terjadi
regresi corpus luteum pada hari ke 26 28. Bila terjadi konsepsi dan
implantasi, corpus luteum tidak akan mengalami regresi oleh karena
keberadaanya dipertahankan oleh gonadotropin yang diproduksi oleh
trofoblas. Namun, bila tidak terjadi konsepsi dan implantasi, corpus luteum
akan mengalami regresi dan siklus haid akan mulai berlangsung kembali.
Akibat penurunan kadar hormon steroid, terjadi peningkatan kadar
gonadotropin dan siklus haid akan berlangsung kembali.
Siklus Endometrium
Endometrium memberikan respon secara khas terhadap progestin,
androgen dan estrogen. Inilah sebabnya mengapa endometrium dapat
mengalami proses haid dan memungkinkan terjadinya proses implantasi
hasil konsepsi saat terjadi proses kehamilan
Secara fungsional, endometrium dibagi menjadi 2 zona :
1 Bagian luar ( stratum fungsionalis ) yang mengalami perubahan
morfologik dan fungsional secara siklis
2 Bagian dalam ( stratum basalis ) yang secara relatif tidak mengalami
perubahan dan berperan penting dalam proses penggantian sel
endometrium yang terkelupas saat haid. Arteri basalis berada dalam
stratum basalis dan arteri spiralis khususnya terbentuk dalam stratum
fungsionalis.
Perubahan siklis endometrium secara histofisiologi dibagia menjadi 3
stadium : fase menstruasi, fase proliferasi (estrogenik) dan fase sekresi
(progestasional)

Fase

Proliferasi

Selama fase folikuler, endometrium terpapar dengan sekresi estrogen.


Pada akhir haid, regenerasi endometrium berlangsung dengan cepat. Pada
stadium ini Fase Proliferasi , pola kelenjar endometrium adalah regular dan
tubuler, sejajar satu sama lain dan mengandung sedikit cairan sekresi.
Fase Sekresi
Pasca ovulasi, produksi progesteron memicu terjadi perubahan sekresi
pada kelenjar endometrium. Terlihat adanya vakuola yang berisi cairan
sekresi pada epitel kelenjar. Kelenjar endometrium menjadi semakin berlikuliku.
Fase Menstruasi
Secara normal fase luteal berlangsung selama 14 hari. Pada saat-saat
akhir corpus luteum, terjadi penurunan produksi estrogen dan progesteron.
Penurunan ini diikuti dengan kontraksi spasmodik dari arteri spiralis sehingga
terjadi ischemik dan nekrosis lapisan superfisial endometrium sehingga
terjadi perdarahan. Vasospasme nampaknya merupakan akibat adanya
produksi prostaglandin lokal. Prostaglandin juga menyebabkan kontraksi
uterus saat haid. Darah haid tidak mengalami pembekuan oleh karena
adanya aktivitas fibrinolitik dalam pembuluh darah endometrium yang
mencapai puncaknya saat menstruasi.
Lendir Servik
Pada wanita terdapat hubungan langsung antara traktus genitalis
bagian bawah dengan cavum peritoneal. Hubungan langsung ini
memungkinkan spermatosoa mencapai ovum, meskipun ferttilisasi
umumnya terjadi di dalam tuba falopii. Hubungan langsung ini pula yang
memudahkan wanita mengalami infeksi genitalia interna. Namun
keberadaan lendir servik dapat mencegah hal itu terjadi.
a Pada fase folikuler dini, konsistensi lendir servik kental dan
impermeable ( seperti putih telur )
b Pada fase folikuler lanjut, meningkatnya kadar estrogen menyebabkan
lendir yang menjadi lebih encer dan relatif semipermeabel dan relatif
mudah ditembus oleh spermatozoa. Perubahan lendiri servik yang
menjadi lebih encer ini disebut sebagai spinnbarkheit
c Pasca ovulasi, progesteron yang dihasilkan corpus luteum menetralisir
efek estrogen sehingga lendir servik menjadi kental kembali dan
impermeabel.
Perubahan Siklis Lain
Meskipun maksud dari perubahan hormon ovarium secara siklis adalah
ditujukan pada traktus genitalia, namun hormon-hormon tersebut juga dapat
mempengaruhi sejumalh organ tubuh lain.
1 Suhu badan basal
Terjadi kenaikan suhu badan basal kira-kira 10 F 0.50 C pada saat
ovulasi dan kenaikan suhu tersebut dipertahankan sampai menstruasi. Ini

disebabkanb oleh efek termogenik progesteron. Bila terjadi konsepsi,


kenaikan suhu badan basal ini tetap bertahan sampai selama kehamilan.
2 Perubahan pada payudara
Kelenjar mamma sangat sensitif terhadap estrogen dan progesteron.
Pembengkakan payudara seringkali merupakan tanda pubertas sebagai
respon atas kenaikan estrogen ovarium. Estrogen dan progesteron bekerja
secara sinergistik terhadap payudara dan selama siklus haid,
pembengkakan payu dara terjadi pada fase luteal dimana kadar
progesteron sedang tinggi.
3 Perubahan psikologi
Beberapa wanita mengalami perubahan mood terkait dengan siklus
haid. Terjadi instabilitas emosional pada fase luteal. Perubahan ini
disebabkan oleh penurunan progesteron. Tidak dapat dipastikan apakah
perubahan mood tersebut disebabkan oleh siklus haid atau merupakan
sindroma premenstrual.
FUNGSI HORMON-HORMON OVARIUM
Estrogen terutama meningkatkan proliferasi dan pertumbuhan sel-sel
khususnya didalam tubuh yang berperan dalam perkembangan sebagian
besar karakteristik kelamin sekunder wanita. Progestin berfungsi terutama
untuk persiapan uterus untuk menerima kehamilan dan persiapan payudara
untuk laktasi.
Sifat kimia hormon-hormon kelamin
Estrogen. Pada wanita normal yang tidak hamil, estrogen disekresikan dalam
jumlah berarti hanya oleh ovarium, walaupun juga disekresi dalam jumlah
kecil oleh korteks adrenal. Selama kehamilan, estrogen dalam jumlah yang
sangat besar juga disekresi oleh plasenta. Hanya tiga estrogen yang ada
dalam jumlah bermakna di dalam plasma wanita: -estradiol, estrogen dan
estriol. Estrogen utama yang disekresi oleh ovarium adalah -estradiol.
Progestin. Pada wanita normal yang tidak hamil, progesteron disekresi dalam
jumlah cukup banyak hanya selama separuh akhir dari setiap siklus ovarium,
ketika hormon ini disekresi oleh korpus luteum.
Sintesis estrogen dan progesteron
Selama sintesis, terutama progesteron dan hormon kelamin pria, testosteron,
akan disintesis pertama kali; baru kemudian, selama fase folikular siklus
ovarium, sebelum kedua hormon permulaan ini keluar dari ovarium, hampir
semua testosteron dan sebagian besar progesteron akan diubah menjadi
estrogen oleh sel-sel granulosa. Selama fase luteal dari siklus, jauh lebih
banyak progesteron yang dibentuk yang semuanya akan diubah, jumlah ini

berperan pada sekresi progesteron yang banyak kedalam sirkulasi darah


pada waktu tersebut.
FUNGSI ESTROGEN

Uterus dan organ kelamin wanita: ovarium, tuba fallopii, uterus dan
vagina, semuanya bertambah besar. Selain itu, genitalia eksterna
bertambah membesar, dengan deposisi lemak pada mons pubis dan
labia mayora dan disertai pembesaran labia minora.
Tuba Fallopii: jaringan kelenjar lapisan tersebut berproliferasi, dan yang
penting, estrogen menyebabkan jumlah sel-sel epitel bersilia yang
membatasi tuba fallopii bertambah banyak.
Payudara: estrogen menyebabkan (1) perkembangan jaringan stroma
payudara, (2) pertumbuhan sistem duktus yang luas, (3) deposit lemak
pada payudara
Tulang rangka: menghambat aktivitas osteoklastik dan menyebabkan
terjadinya penggabungan epifisis dengan tulang panjang.
Deposisi protein: peningkatan total protein tubuh, yang terbukti
adanya kesimangan nitrogen yang sedikit positif apabaila diberikan
estrogen
Metabolisme dan penyimpanan lemak: meningkatkan laju kecepatan
metabolisme seluruh tubuh. Juga meningkatkan jumlah simpanan
lemak dalam jaringan subkutan.
Pada distribusi rambut: setelah pubertas akan tumbuh rambut pada
aksila dan pubis
Pada kulit: kulita berkembang menjadi tekstur yang halus dan lembut
juga lebih vaskular
Keseimbangan elektrolit: terjadinya retensi natrium dan air oleh
tubulus ginjal

FUNGSI PROGESTERON

Uterus: meningkatkan perubahan sekretorik pada endometrium uterus,


selama separuh terakhir siklus seksual bulanan wanita, sehingga
mempersiapkan uterus untuk menerima ovum yang sudah dibuahi.
Selain itu juga fungsinya mengurangi frekuensi dan intensitas kontraksi
terus sehingga membantuk mencegah terlepasnya implant
Tuba fallopii: meningkatkan sekresi pada mukosa yang membatasi tuba
fallopii. Sekresi ini dibutuhkan untuk nutrisi ovum yang telah dibuahi
dan sedang membelah sewaktu ovum bergerak dalam tuba fallopii
sebelum berimplantasi
Payudara: meningkatkan perkembangan lobulus dan alveoli payudara,
sehingga berproliferasi dan sekretorik.

Siklus bulanan Endometrium dan Ovulasi

1. Fase proliferasi: pada permulaan setiap siklus bulanan, sebagian besar


endometrium telah berskuamasi akibat menstruasi. Sesudah
menstruasi, hanya selapis tipis stroma endometrium yang tertinggal,
dan sel-sel epitel yang tertinggal adalah yang terletak dibagian dalam
dari kelenjar yang tersisa serta pada kripta endometrium. Dibawah
pengaruh estrogen, yang disekresi dalam jumlah lebih banyak oleh
ovarium selama bagian pertama siklus ovarium, sel-sel stroma dan
epitel berproliferasi dengan cepat. Permukaan endometrium akan
mengalami epitelisasi kembali dalam waktu 4-7 hari sesudah
terjadinya menstruasi.
2. Fase sekretorik: selama sebagian besar separuh siklus bulanan setelah
ovulasi terjadi, progesteron dan estrogen bersama-sama disekresi
dalam jumlah yang besar oleh korpus luteum. Estrogen menyebabkan
sedikit proliferasi sel tambahan pada endometrium selama fase siklus
ini, sedangkan progesteron menyebabkan pembengkakan yang nyata
dan perkembangan sekretorik dari endometrium. Kelenjar makin
berkelok-kelok;kelebihan substansi sekresinya bertumpuk didalam sel
epitel kelenjar. Selain it sitoplasma dari sel stroma bertambah banyak,
simpanan lipid dan glikogen sangat meningkat dalam sel stroma dan
suplai darah ke dalam endometrium lebih lanjut akan sebanding
dengan perkembangan aktivitas sekresi, dengan pembuluh darah yang
menjadi sangat berkelok. Puncak fase sekretorik, sekitar 1 minggu
setelah ovulasi, ketebalan endometrium sudah menjado 5-6 mm
3. Menstruasi: jika ovum tidak dibuahi, kira-kira 2 hari sebelum akhir
siklus bulanan, korpus luteum di ovarium akan tiba-tiba berinvolusi dan
hormon-hormon ovarium menurun dengan tajam sampai kadar sekresi
yang rendah. Menstruasi disebabkan berkurangnya estrogen dan
progesteron, tertutama progesteron pada akhir siklus ovarium bulanan.
Efek pertama adalah penurunan rangsangan terhadap sel-sel
endometrium oleh kedua hormon ini, yang diikuti dengan cepat oleh
involusi endometrium. Vasospasme, penurunan zat nutrisi
endometriumdan hilangnya rangsangan hormonal menyebabkan
dimulainya proses nekrosis. Perlahan-lahan lapisan nekrotik bagian luar
endometrium akan terlepas dari uterus. Masa jaringan deskuamasi dan
darah di kavum uteri, ditambah efek kontraksi dari prostaglandin atau
zat-zat lain di dalam lapisan yang terdeskuamasi, seluruhnya bersamasama akan merangsang kontraksi uteri yang menyebabkan
dikeluarkannya isi uterus.
PENGATURAN RITME BULANAN WANITA
Sekresi sebagian besar hormon-hormon hipofisis anterior diatur oleh
hormon pelepas yang dibentuk di hipotalamus dan dibawa ke kelenjar
hipofisis anyerior melalui sitem porta hipotalamus-hipofisis, yaitu GnRH.
Penelitian menunjukkan bahwa hipotalamus tidak menyekresikannya secara
terus menerus, yaitu secara pursatil selama 5 sampai 25 menit yang terjadi
setiap 1-2 jam. Yang menyebabkan pengeluaran LH secara interitten setiap

90 menit. Aktivitas saraf yang menyebabkan pelepasan GnRH dengan cara


pulsatil terutama terjadi di dalam hipotalamus mediobasal, khususnya di
nukleus arkuatus daerah ini.
Dalam jumlah yang kecil, estrogen mempunyai efek yang kuat untuk
menghambat produksi LH dan FSH. Selain itu bila terdapat progesteron, efek
penghambatan dari estrogen akan berlipat-ganda. Efek umpan balik ini
kelihatannya terutama bekerja pada kelenjar hipofisis anterior secara
langsung namun efek tersebut juga bekerja sedikit pada hipotalamus untuk
menurunkan sekresi GnRH, terutama dengan mengubah frekuensi pulsasi
GnRH.
Peningkatan mendadak dari sekresi LH masih belum diketahui namaun
diduga (1) diperkirakan bahwa estrogen pada saat siklus ini mempunyai efek
umpan balik positif khusus untuk merangsang sekresi LH dan FSH (2) sel-sel
granulosa dan folikel mulai menyekresi progesteron dalam jumlah sedikit
tetapi meningkat, sehari atau beberapa hari sebelum terjadi lonjakan LH
praovulasi, dan sudah diperkirakan bahwa hal ini merupakan faktor yang
merangsang kelebihan sekresi LH.

OSILASI UMPAN BALIK SISTEM HIPOTALAMUS-HIPOFISIS-OVARIUM


1. Sekresi hormon ovarium pascaovulasi dan depresi
gonadotropin hipofisis
Selama fase pascar ovulasi (sebelum menstruasi), korpus luteum
menyekresi sejumlah besar progesteron dan estrogen, demikian juga
inhibin. Sehingga umpan balik negatif hingga menekan FSH dan LH
dan mengurangi hormon sampai kadar terendah
2. Fase pertumbuhan folikel
2-3 hari sebelum menstruasi, korpus luteum akan mengalami regresi
sampai hampir berinvolusi secara menyeluruh dan sekresi estrogen
dan progesteron serta ingibin dari korpus luteum berkurang menjadi
sangat rendah. Hal ini akan melepaskan hipotalamus dan hipofisis
anterior dari efek umpan balik negatif hormon-hormon tersebut. Oleh
karena itu, 1 hari atau lebih, kira-kira waktu dimulainya menstruasi,
sekresi LH juga sedikit meningkat, sehingga terjadi proliferasi. Pada
hari ke 11-12 hari pertama dari pertumbuhan folikel ini, laju kecepatan
sekresi gonadotropin, FSH dan LH, akan berkurang sedikit akibat efek
umpan balik negatif, terutama dari estrogen, pada kelenjar hipofisis
anterior. Kemudian terjadi peningkatan bermakna sekresi LH, dengan
peningkatan FSH.
3. Lonjakan LH dan FSH praovulasi menyebabkan terjadinya
ovulasi

pada kurang lebih 11,5-12 hari sesudah mulainya siklus bulanan,


penurunan jumlah sekresi FSH dan LH terhenti secara mendadak.
Diperkirakan bahwa kadar estrogen yang tinggi pada saat ini
mengakibatkan efek perangsangan umpan-balik positif pada hipofisis
anterior, yang menyebabkan terjadiya lonjakan hebat pada sekresi LH
dan juga sedikit peningkatan FSH. Kelebihanan LH tersebut
menyebabkan terjadinya ovulasi dan perkembangan serta sekresi lebih
lanjut oleh kurpus luteum. Jadi sistem hormonal akan memulai putaran
sekresinya yang baru sampai saat ovulasi yang berikutnya
Siklus anovulasi
Bila lonjakan LH Praovulasi tidak cukup besar, ovulasi tidak akan
berlangsung, dan siklus disebut sebagai anovulatorik. Dengan mengalami
perubahan: pertama, tidak adanya ovulasi menyebabkan korpus luteum
gagal berkembang, jadi hampir tidak ada sekresi progesteron selama bagian
akhir dari skilus. Kedua, siklus akan memendek beberapa hari, tetapi
ritmenya terus berlanjut.
Pubertas dan Menarke
Pubertas merupakan onset dari kehidupan seksual dewasa, sedangkan
menarke berarti permulaan siklus menstruasi. Peiode pubertas terjadi karena
adanya kenaikan sekresi hormon gonadotropin oleh hipofisis yang perlahan,
dimulai pada sekitar tahun kedelapan kehidupan, dan biasanya mencapai
puncak pada onset terjadinya pubertas dan menstruasi, yaitu anatara usia
11 dan 16 tahun pada anak wanita.

Menopause
Pada usia 40 sampai 50 tahun siklus seksual biasanya menjadi tidak teratur,
dan ovulasi sering tidak terjadi. Sesudah beberapa bulan sampai beberapa
tahun, siklus terhenti sama sekali. Periode ketika siklus terhenti dan hormonhormon kelamin wanita menghilang dengan cepat sampai hampir tidak ada
diperlihatkan pada disebut sebagai menopause.
Penyebab menopause adalah matinya (burning out) ovarium. Sepanjang
kehidupan seksual seorang wanita, kira-kira 400 folikel primordial tumbuh
menjadi folikel matang dan berovulasi, dan beratus-ratus dari ribuan ovum
berdegenrasi. Pada usia sekitar 45 tahun, hanya tinggal beberapa primordial
yang akan dirangsang oleh FSH dan LH, dan terlihat pada gambar 81-10,
produksi estrogen dari ovarium berkurang sewaktu jumlah folikel primordial
mencapai 0. Ketika produksi estrogen forum dibawah nilai kritis, estrogen
tidak dapat lagi menghambat produksi gonadotropin FSH dan LH.

gonadotropin FSH dan LH (terutama FSH) diproduksi sesudah menopause


dalam jumlah besar dan kontinu, tetapi ketika folikel tersisa menjadi atretik,
produksi estrogen oleh ovarium turun secara nyata menjadi nol.
Pada saat menopause, seorang wanita harus menyesuaikan kembali
kehidupannya dari kehidupan yang secara fisiologis dirangsang oleh produksi
estrogen dan progesteron menjadi kehidupan yang kosong tanpa hormonhormon tersebut. Hilangnya estrogen seringkali menyebabkan terjadinya
perubahan fisiologis yang bermakna pada fungsi tubuh, termasuk (1) rasa
panas (hot flushes) dengan kemerahan kulit yang ekstrem, (2) sensasi
psikis dispnea, (3) gelisah, (4) letih, (5) ansietas, dan (6) kadang-kadang
keadaan psikotik yang bermacam-macam dan (7) penurunan kekuatan dan
kalsifikasi tulang di seluruh tubuh. Kira-kira pada 15 persen wanita, gejalagejala ini cukup berat sehingga membutuhkan perawatan. Jika psikoterapi
gagal, pemberian estrogen harian dalam jumlah kecil biasanya dapat
meredakan gejala, dan bila secara perlahan-lahan dosisnya diturunkan,
wanita menopause tersebut cenderung terhindar dari gejala yang berat.
Kelainan Sekresi Ovarium
Hipogonadisme. Jumlah sekresi ovarium yang kurang dari normal dapat
terjadi karena ovarium yang terbentuk kurang sempurna, tidak terbentuk
ovarium, atau abnormalitas ovarium secara genetik yang menyekresi
hormon-hormon yang keliru karena tidak adanya enzim di dalam sel-sel
sekretoraknya. Jika sejak lahir tidak ada ovarium atau menjadi tidak
berfungsi sebelum pubertas, akan terjadi eunukisme wanita. Pada kondisi ini,
karakteristik seksual sekunder yang biasa tidak muncul dan organ seksual
akan tetap infantil. Tanda khusus dari kondisi ini adalah pertumbuhan tulang
panjang yang lebih lama karena epifisis tidak bergabung dengan batang
tulang pada saat seperti yang terjadi pada wanita remaja normal. Akibatnya,
wanita eunuch pada dasarnya tinggi atau lebih tinggi dari pasangan pria
yang mempunyai latar belakang genetik yang sama.
Apabila ovarium dari seorang wanita yang sudah berkembang sempurna
diangkat, organ-organ kelamin beregresi sampai batas tertentu sehingga
uterus menjadi hampir infantil ukurannya, vagina menjadi lebih kecil, dan
epitelium vagina menjadi tipis dan mudah rusak. Payudara menjadi atrofi
dan menjadi menggantung, dan rambut pubis menjadi lebih tipis. Perubahan
semacam ini juga pada wanita sesudah menopause.
Menstruasi yang Tidak Teratur, dan Amenore Akibat Hipogonadisme. Seperti
disebutkan pada pembicaraan terdahulu mengenai menopause, jumlah
estrogen yang diproduksi ovarium harus meningkat di atas nilai kritis agar
dapat menciptakan siklus seksual yang ritmis, akibatnya, pada
hipogonadisme atau apabila gonad menyekresi sejumlah kecil estrogen
akibat faktor-faktor lain, seperti hipotiroidisme, siklus ovarium sering tidak
berlangsung normal. Sebaliknya, menstruasi mungkin tidak datang selama
beberapa bulan, atau menstruasi terhenti sama sekali (amenore). Siklus

ovarium yang memanjang, yang berhubungan dengan kegagalan ovulasi,


mungkin disebabkan oleh insufisiensi sekresi LH pada waktu lonjakan LH
praovulasi yang diperlukan untuk ovulasi.
Hipersekresi Ovarium. Hipersekresi hormon ovarium yang ekstrem oleh
ovarium adalah suatu keadaan yang langka, karena sekresi estrogen yang
berlebihan secara otomatis akan menurunkan produksi gonadotropin oleh
hipofisis, dan membatasi produksi hormon-hormon ovarium. Akibatnya,
hipersekresi hormon-hormon wanita biasanya hanya terdeteksi secara klinis
apabila tumor sudah berkembang
Tumor sel granulosa yang jarang dapat berkembang dalam sebuah ovarium,
terjadi lebih sering sesudah menopause daripada sebelumnya. Tumor-tumor
ini menyekresi sejumlah besar estrogen, yang memberi efek estrogenik yang
biasa, termasuk hipertrofi endometrium uterus dan perdarahan yang tidak
teratur dari endometrium. pada kenyataannya, perdarahan sering
merupakan petunjuk pertama dan satu-satunya petunjuk keberadaan tumor
tersebut.
Kesuburan Wanita
Periode Subur dari Setiap Siklus Seksual. Ovum akan tetap hidup dan
mampu dibuahi sesudah dikeluarkan dari ovarium mungkin tidak lebih dari
24 jam. Oleh karena itu, sperma harus segera tersedia sesudah ovulasi agar
dapat terjadi pembuahan. Beberapa sperma dapat tetap subur di dalam
saluran reproduksi wanita sampai 5 hari. Oleh karena itu, agar terjadi
pembuahan, hubungan kelamin harus dilangsungkan pada beberapa waktu
antara 4 sampai 5 hari sebelum ovulasi dan sampai beberapa jam sesudah
ovulasi. Jadi periode kesuburan wanita setiap bulan termasuk singkat, sekitar
4 sampai 5 hari.
Metode kontrasepsi ritmik. Salah satu metode kontrasepsi yang umum
dipraktekkan adalah menghindari hubungan kelamin menjelang ovulasi
kemudia dari metode kontrasepsi ini adalah dalam memperkirakan waktu
ovulasi dengan tepat. Namun interval dari ovulasi sampai menstruasi
berikutnya hampir selalu diantara 13 dan 15 hari. Oleh karena itu, jika siklus
menstruasi teratur, dengan jangka waktu 28 hari, ovulasi biasanya terjadi 1
hari menjelang hari ke 14 dari siklus bulanan. Sebaiknya apabila periode
siklus adalah 40 hari, ovulasi terjadi antara 1 hari sebelum hari ke 26 dari
siklus bulanan.

Penekanan kesuburan secara hormonal

Diketahui bahwa pemberian estrogen dan progesteron dalam jumlah cukup


selama paruh pertama siklus bulanan dapat menghambat ovulasi. Alasannya
adalah bahwa pemberian salah satu hormon tersebut dalam jumlah yang
sesuai dapat mencegah lonjakan sekresi LH praovulasi dari kelenjar hipofisis
yang penting untuk menimbulkan ovulasi. \
Mengapa pemberian hormon-hormon ini dapat mencegah lonjakan sekresi
LH, dicurigai terjadi penekanan mendadak sekresi estrogen oleh folikel
ovarium, dan penekanan it mungkin merupakan sinyak yang dibutuhkan
dalam menimbulkan efek umpan balik positif selanjutnya pada hipofisis
anterior yang mengarah kepada lonjakan LH tersebjt. Pemberian hormonhormon kelamin (estrogen dan progesteron dapat mencegah depresi
hormonal ovarium awal yang mungkin merupakan sinyal perangsang ovulasi.
3. Memahami dan Menjelaskan Kelainan Menstruasi
3.1 Menjelaskan Definisi
Kelainan haid adalah masalah fisik atau mental yang mempengaruhi
siklus menstruasi, menyebabkan nyeri, perdarahan yang tidak biasa (lebih
banyak) atau sedikit, terlambatnya menarche atau hilangnya siklus
menstruasi tertentu.
Kelainan haid sering menimbulkan kecemasan pada wanita karena
kehawatiran akan pengaruh kelainan haid terhadap kesuburan dan
kesehatan wanita pada umumnya.
Siklus Menstruasi
Menstruasi adalah peluruhan dinding uterus (endometrium) pada
setiap bulan secara periodik. Menstruasi biasanya terjadi selama 2-7 hari
dengan rata-rata durasi menstruasi 4 sampai 7 hari. Saat menstruasi dapat
kehilangan darah sekitar 10-80 cc darah dengan rata-rata 35 cc. Siklus yang
normal berlangsung 24-35 hari.
Haid pertama kali disebut menarche. Menarche diawali dengan gejala
pubertas lainnya seperti pertumbuhan payudara (telarche), tumbuh rambut
kemaluan (puberche) dan tumbuh rambut ketiak3. Menarche diikuti oleh
siklus yang panjang sekitar 5-7 tahun, lalu regularitas siklus haid meningkat
sehingga siklus haid memendek untuk mencapai masa siklus yang tetap4.
Perubahan irreguler menjadi reguler ini berhubungan dengan terjadinya
pematangan poros Hipotalamus Hipofise Ovarium4. Kemudian, saat
wanita mulai memasuki masa menopause, irreguleritas siklus terjadi kembali
karena mulai didominasi siklus-siklus yang anovulatoir.
Menstruasi terbagi dalam empat stadium yaitu:
1 Stadium Menstruasi atau Deskuamasi,

Pada stadium ini, endometrium luruh dari dinding rahim disertai


dengan perdarahan. Hanya lapisan tipis yang tertinggal yaitu stratum
basale. Darah ini tidak membeku karena adanya fermen yang mencegah
pembekuan darah dan mencairkan potongan-potongan mukosa3,5. Bila
darah banyak keluar, fermen tidak mencukupi hingga timbul bekuan darah
dalam darah haid3. Pada saat ini ovarium mulai membentuk estrogen.
2 Stadium Post Menstruum atau Regenerasi,
Pada stadium regenerasi, endometrium mulai menebal. Luka
peluruhan ditutup oleh selaput lendir baru yang terbentuk dari sel epitel
kelenjar-kelenjar endometrium. Pada saat ini tebal endometrium 0,5 mm.
Stadium ini sudah mulai saat stadium menstruasi dan berlangsung 4 hari.
3 Stadium intermenstruum atau stadium proliferasi
Pada stadium proliferasi, endometrium tumbuh menjadi cepat menjadi
tebal 3,5 mm. Kelenjar endometrium tumbuh lebih cepat hingga berkelokkelok. Stadium proliferasi berlangsung pada hari ke 5-14 dari hari haid
pertama. Pada saat ini terjadi peningkatan FSH yang memicu terjadinya
pematangan folikel di ovarium menjadi folikel de graaf. Folikel ini
menghasilkan estrogen dimana estrogen menghambat kerja FSH sehingga
pembentukan folikel lainnya dapat dihambat sehingga didapatkan satu
folikel de graaf saja yang matang. Estrogen memulai pembentukan lapisan
baru pada uterus.
Ketika folikel telah matang, folikel mensekresikan cukup estradiol
untuk memacu terjadinya pelepasan LH secara akut. Pelepasan LH ini terjadi
pada hari ke-12 dan bertahan selama 48 jam. LH mematangkan ovum,
menipiskan dinding folikel sehingga memungkinkan untuk terjadinya letupan
pada folikel agar terjadi ovulasi. Pada ovarium manakah ovulasi terjadi masih
belum diketahui, ovulasi terjadi pada ovarium secara acak. Pada beberapa
wanita, ovulasi disertai oleh nyeri tengah siklus yang disebut mittelschmerz
akibat ada cairan yang terbebas dari folikel yang meletup yang jatuh ke
rongga abdomen dan merangsang terjadinya rangsang peritoneum.
Perubahan hormonal tiba-tiba saat ovulasi dapat menyebabkan perdarahan
ringan pada tengah siklus. Pada beberapa penelitian didapatkan peningkatan
kemampuan penciuman perempuan saat ovulasi.
4 Stadium praementruum atau stadium sekresi.
Pada stadium sekresi, tebal endometrium kira-kira tetap tetapi bentuk
kelenjar menjadi berliku dan mengeluarkan getah. Dalam endometrium
sudah terjadi penimbunan glikogen dan kapur untuk makanan telur. Stadium
sekresi ini berlangsung pada hari ke 14-28 dari haid hari pertama3. Setelah
terjadi ovulasi, folikel yang sudah kehilangan ovum berubah menjadi korpus
luteum di bawah pengaruh kelenjar hipofise. Korpus luteum menghasilkan
progesteron dan tambahan estrogen untuk sekitar 2 minggu, setelah itu

korpus luteum mati. Progesteron bertugas untuk menghasilkan lapisan yang


cocok untuk implantasi embrio. Progesteron meningkatkan suhu basal sekitar
0,5- 10F. Bila fertilisasi terjadi, embrio akan mengalir ke dalam kavum uteri
dan berimplantasi 6-12 hari setelah ovulasi. Segera setelah implantasi
embrio memberikan sinyal pada sistem maternal. Sinyal awal berupa hCG.
Sinyal ini berguna untuk mempertahankan korpus luteum agar dapat terus
menghasilkan progesteron3. Bila tidak terjadi kehamilan, endometrium akan
meluruh sehingga terjadilah menstruasi3,5. prostaglandin dihasilkan dari
dinding uterus dan menyebabkan otot uterus kontraksi. Proses ini membantu
untuk mengeluarkan darah dari uterus dari dinding rongga uterus. Proses ini
juga menjelaskan bagaimana terjadinya nyeri saat haid.

3.2 Menjelaskan Klasifikasi

Hipermenorea (menoragia)
Jadwal siklus haid tetap , tetapi kelainan terletak pada jumlah pendarahan
lebih banyak dan dapat disertai gumpalan darah dan lamanya pendarahan
lebih dari 8 hari. Terjadinya hipermenorea berkaitan dengan kelainan pada
rahim, yaitu mioma uteri, polipendomentrium, dan gangguan perlepasan
endomentrium.

Hipomenorea
Siklus menstruasi (haid) tetap tetapi lama pendarahan memendek kurang
dari 3 hari. Hipomenorea dapat disebabkan kesuburan endomentrium kurang
karena keadaan gizi penderita rendah, penyakit menahun, dan gangguan
hormonal.
Polimenorea
Terdapat siklus menstruasi yang memendek dari biasanya yaitu kurang dari
21 hari, sedangkan jumlah pendarahan relatif tetap. Polimenorea merupakan
gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek, sehingga siklus
menstruasi pun lebih pendek.
Oligomenorea
Siklus memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap
sama. Oligomenorea disebabkan oleh gangguan hormonal. Bila

oligomenorea berkelanjutan selama 3 bulan berturut-turut disebut


amenorea.
Amenorea
Amenroea adalah keadaan tidak datangnya haid selama 3 bulanbeturutturut. Terdapat 2 bentuk amenorea, yaitu:
1. Amenorea primer: Bila tidak datang bulan sejak bayi sampai mencapai
umur 18 tahun atau lebih.
2. Amenorea sekunder: Pernah mendapat haid tapi berhenti berturutturut selama 3 bulan
Penyebab amenorea cukup yang banyak berkaitan dengan:
1. Keadaan fisiologis
a. Sebelum menarche
b. Hamil dan laktasi amenorea
c. Menopause
2. Gangguan pada aksis hipotamus hipofisis - ovarium
3. Kelainan kongenital
4. Ganggun sistem hormonal
Metroragia
Metrorargia merupakan pendarahan yang terjadi di luar haid dengan
penyebab kelainan hormonal atau kelainan organ genitalia. Penyebab dari
metroragi adalah
Perdarahan bukan haid
Perdarahan bukan haid digolongan sebagai perdarahan yang tidak ada
hubunganya dengan haid dan dapat disebabkan oleh kelainan organik
maupun hormonal. Bentuk perdarahan bukan haid dapat berupa kontak
berdarah, spotting diluar haid, perdarahan disfungsional.
Penyebab organik pendarahan bukan haid :
1. Vagina : varises pecah, metastase-korio karsinoma, keganasan vagina.
2. Serviks : karsinoma portio,perlukaan serviks, polipserviks
3. Rahim : polip endomentrium, karsinoma korpusuteri, submukosa
mioma uteri
4. Tuba falopii : karsinoma tuba, hamil ektopik tuba.
5. Ovarium : radang ovarium, tumor ovarium
Penyebab Pendarahan disfungsional adalah pendarahan tanpa di jumpai
kelainan organik alat genetalia, tapi gangguan matarantai hormon aksis
hipotalamus-hipofisis dan ovarium. Pendarahandisfungsional mempunyai 2
bentuk, yaitu perdarahan disfungsional dengan ovulasi (ovutatior
disfunctional bleeding) dan perdarahan disfugsional tanpa ovulasi
(anovutatior disfunctional bleeding)

Ketegangan pra-haid
Keluhan pre-menstruasi terjadi sekitar beberapa hari sebelum bahkan
sampai saat menstruasi berlangsung. Gejala ini di jumpai pada wanita umur
30-45 tahun. Penyebab yang jelas tidak diketahui tetapi terdapat dugaan
bahwa ketidak seimbangan hormon esterogen dan progesteron.
Dikemukakan bahwa dominasi estrogen merupakan penyebab dengan
defisiensi fase luteal dan kekurangan produksi progesterone. Akibat dominasi
esterogen terjadi retensi air dan garam, dan edema pada beberapa tempat.
Gejala kliniknya dalam bentuk:

Gangguan emosionl - mudah tersinggung


Sukar tidur, gelisah, sakit kepala
Perut kembung, mual, sampai muntah
Payudara terasa tegang dan sakit
Pada kasus yang lebih berat sering merasa tertekan

Mastodinia
Rasa tegang dan nyeri pada payudara menjelang haid disebut matodinia
atau mastalgia. Mastalgia di sebabkan dominasi hormone esterogen,
sehingga terjadi retensi air dan garam disertai hiperemia di daerah
payudara. Segera setelah menstruasi, mastalgia akan hilang dengan
sendirinya.
Pendarahan ovulasi (mittelschmer)
Dengan kesibukannya wanita jarang merasakan terjadi rasa nyeri ketika
ovulasi (pelepasan ovum) yang dapat berlangsung beberapa jam atau
beberapa hari pada pertengahan siklus menstruasi di sebut mittelschmer.
Mittelschmer penting di perhatikan agar dapat menasehati mereka yang
infertilitas agar mempergunakannya untuk kehamilan. Kadang-kadang
mittelschmer di ikuti oleh perdarahan yang berasal dari proses ovulasi
dengan gejala klinis seperti hamil ektopik yang pecah.

3.3 Menjelaskan Etiologi, Patofisiologi, Manifestasi Klinis, Diagnosis dan


Diagnosis Banding, Penatalaksanaan, Komplikasi, Prognosis, Pencegahan
Kelainan haid biasanya terjadi karena ketidak seimbangan hormonhormon yang mengatur haid, namun dapat juga disebabkan oleh kondisi
medis lainnya. Banyaknya perdarahan ditentukan oleh lebarnya pembukuh
darah, banyaknya pembuluh darah yang terbuka, dan tekanan intravaskular.

Lamanya pedarahan ditentukan oleh daya penyembuhan luka atau daya


regenerasi. Daya regenerasi berkurang pada infeksi, mioma, polip dan pada
karsinoma.
Kelainan Panjang Siklus
Amenorrhea (tidak ada periode haid)
Definisi
Amenorrhea bukan merupakan penyakit namun merupakan gejala.
Amenorrhe dapat terjadi pada menopouse, sebelum pubertas, dalam
kehamilan dan dalam masa laktasi. Bila tidak menyusukan, haid datang 3
bulan post partum namun bila menyusukan, haid datang pada bulan ke-66.
Amenorrhea dapat dibagi menjadi amenorrhea primer dan sekunder.
Amenorrhe primer berarti seorang perempuan belum mengalami haid2
setelah usia 16 tahun tetapi telah terdapat tanda-tanda seks sekunder atau
tidak terjadi haid sampai 14 tahun tanpa adanya tanda-tanda seks sekunder.
Amenorrhea biasanya terjadi pada gadis dengan underweight atau pada
aktivitas berat dimana cadangan lemak mempengaruhi untuk memacu
pelepasan hormon. Amenorrhea sekunder berarti telah terjadi haid, tetapi
haid terhenti untuk masa tiga siklus atau lebih dari enam bulan.
Etiologi
Amenorrhea dapat terjadi akibat gangguan pada komponen yang
berperan pada proses haid. Komponen tersebut digambarkan dalam bagan
sebagai berikut :
o
Kelainan Kompartemen I: Kelainan saluran uterus
1 Sindrom Asherman
Pada sindrom ini terjadi amenorrhea sekunder. Keadaan ini terjadi
akibat kuretase postpartum berlebihan sehingga terjadi sikatrik dan
perlengketan. Endometrium mungkin memiliki tekanan yang begitu besar.
Pasien dengan asherman sindrom dapat mengalamai keluhan lain seperti
dismenorrhea dan hypomenorrhea.
Pada masa lalu, asherman sindorm diobati dengan dilatasi dan
kuretase untuk menghancurkan sikatrik. Sekarang dapat digunakan
histeroskopi dengan melisiskan adhesi dengan memotong dan membakar
dengan hasil yang lebih baik dibanding kuretase yang tidak terarah. Setelah
dilakukan histeroskopi, perlu dicegah terjadinya kembali perlengketan
dengan memasang IUD. Dapat juga menggunakan folley kateter pediatrik
dengan memasukan 3 cc dan baru dilepas setelah 7 hari.
2 Mullerian anomaly
Pada keadaan ini, vagina, servik dan uterus mungkin tidak ada. Atau
pada keadaan lain, uterus mungkin ada namun tidak terdapat rongga, atau
terdapatnya rongga namun endometrium sangat sedikit. Penanganan pada
pasien ini dilakukannya operasi dengan menggunakan teknik vecchietti atau

teknik Frank untuk membentuk saluran vagina buatan. Penundaan operasi


dapat menyebabkan terjadinya inflamasi.
3 Insensitivitas Androgen (testicular feminization)
Insenitivitas androgen komplit didiagnosa bila didapatkan kanalis
vagina namun tidak didapatkan uterus. Pasien ini berupa pria
pseudohermaprodit dimana ketentuan pria ditentukan dari adanya
kromosom XY dan pasien memilliki testes. Pseudohermaprodit berarti
genitalia berlawanan dengan gonad. Sehingga pada pasien ini secara fenotip
tampak seperti wanita tapi tidak ditemukannya rambut pubis dan rambut
ketiak. Pada pasien ini terdapat testosteron darah yang normal atau sedikit
meningkat dan kenaikan LH.
Pada insensitivitas androgen inkomplit (1:10 dibandingkan yang komplit),
individu mendapat sedikit pengaruh androgen. Individu ini mungkin memiliki
pembesaran klitoris, dan phallus mungkin ada. Rambut pubis dan ketiak ada
dan terdapat pertumbuhan payudara.
o Kelainan Kompartemen II
1 Kelainan ovarium
Kelainan ovarium dapat menyebabkan amenorrhea primer maupun
sekunder. 30-40% amenorrhea primer mengalami kelainan perkembangan
ovarium (Gonadal disgenesis). Pasien ini dapat terdiri dari pasien dengan
kariotip 45X (50%), mosaik (25%), 46XX (25%). Wanita dengan gonadal
disgenesis diseratai amenorrhea sekunder berhubungan dengan kariotip
46xx, mosaik, 47 xxx ,dan 45x.
2 Sindrom Turner
Pada sindrom ini terjadi kehilangan satu X. Kromososm X aktif dalam
oosit untuk menghindari percepatan kematian folikel. Karena pada pasien ini
terjadi kekurangan folikel, terjadi kekurangan hormon sex gonadal saat
pubertas sehingga terjadi amenorrhea primer.
3 Kegagalan ovarium premature
Sekitar 1% wanita akan mengalami hal ini sebelum usia 40 tahun. Hal
ini juga terjadi pada wanita dengan amenorrhea. Kegagalan ovarium yang
prematur dapat disebabkan kelainan genetik dengan peningkatan kematian
folikel. Dapat juga merupakan proses autoimun dimana folikel dihancurkan.
4 Efek radiasi dan kemoterapi.
Efek radiasi tergantung dari umur dan dosis radiasi. Fungsi barium
dapat kembali setelah bertahun-tahun kemudian. Di lain pihak kerusakan
tidak akan muncul hingga terjadinya kegagalan ovarium prematur. Ketika
radiasi diberikan di luar pelvis, radiasi tidak memberikan resiko terjadinya
kegagalan ovarium prematur. Gonad tidak dalam keadaan bahaya ketika di
dapur menggunakan oven microwave yang berdaya penetrasi rendah.
o Kelainan Kompartemen III
Gangguan pada kompartemen ini dapat berupa gangguan pada
hipofise anterior. Gangguan dapat berupa adanya tumor yang bersifat
mendesak ataupun menghasilkan hormon yang membuat haid menjadi

terganggu. Tumor mikroadenoma dapat diterapi dengan menggunakan


agonis dopamin dimana dopamin dapat menghambat pelepasan prolaktin
lebih lanjut sehingga pembesaran tumor hipofise dan prolaktinemia dapat
dicegah. Operasi dapat dilakukan terutama bila tumor masih kecil. Namun
angka rekurensi setelah operasi sangat besar lagipula struktur tumor sulit
dibedakan dengan jaringan hipofise sehat sehingga operasi sering kali
meninggalkan sisa. Pada makroadenoma dapat diberikan agonis dopamin
terlebih dahulu untuk memperkecil ukuran tumor. Setelah operasi dapat
dilanjutkan dengan pemberian radiasi namun radiasi ini dapat memicu
terjadinya tumor di tempat lain pada otak.
o Kelainan Kompartemen IV
Gangguan pada pasien ini disebabkan oleh gangguan mental yang
secara tidak langsung menyebabkan terjadinya pelepasan neurotransmiter
seperti serotonin yang dapat menghambat lepasnya gonadotropin.
Gangguan pada kompartemen ini dapat terjadi pada penderita anoreksia
nervosa maupun atlet atau penari balet yang mengalami latihan dengan
ketegangan. Amenorrhea dapat juga disebabkan oleh penyakit-penyakit lain
seperti penyakit kronis (TBC), penyakit metabolik seperti penyakit tiroid,
pankreas dan glandula suprarenalis, kelainan gizi (obesitas dan
underweight), kelainan hepar dan ginjal.
Patofisiologi
Amenore primer dapat diakibatkan oleh tidak adanya uterus dan
kelainan pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Hypogonadotropic
amenorrhoea menunjukkan keadaan dimana terdapat sedikit sekali kadar
FSH dan SH dalam serum. Akibatnya, ketidak adekuatan hormon ini
menyebabkan kegagalan stimulus terhadap ovarium untuk melepaskan
estrogen dan progesteron. Kegagalan pembentukan estrogen dan
progesteron akan menyebabkan tidak menebalnya endometrium karena
tidak ada yang merasang. Terjadilah amenore. Hal iniadalah tipe
keterlambatan pubertas karena disfungsi hipotalamus atau hipofosis
anterior,seperti adenoma pitiutari. Hypergonadotropic amenorrhoea
merupakan salah satu penyebab amenore primer. Hypergonadotropic
amenorrhoea adalah kondisi dimnana terdapat kadar FSH dan LH yangcukup
untuk menstimulasi ovarium tetapi ovarium tidak mampu menghasilkan
estrogen dan progesteron. Hal ini menandakan bahwa ovarium atau gonad
tidak berespon terhadap rangsangan FSH dan LH dari hipofisis anterior.
Disgenesis gonad atau prematur menopause adalah penyebab yang
mungkin. Pada tes kromosom seorang individu yang masih muda dapat
menunjukkan adanya hypergonadotropic amenorrhoea. Disgenesis gonad
menyebabkan seorang wanita tidak pernah mengalami menstrausi dan tidak
memiliki tanda seks sekunder.Hal ini dikarenakan gonad ( oavarium ) tidak
berkembang dan hanya berbentuk kumpulan jaringan pengikat.Amenore
sekunder disebabkan oleh faktor lain di luar fungsi hipotalamus-hipofosis-

ovarium. Hal ini berarti bahwa aksis hipotalamus-hipofosis-ovarium dapat


bekerja secarafungsional. Amenore yang terjadi mungkin saja disebabkan
oleh adanya obstruksi terhadapaliran darah yang akan keluar uterus, atau
bisa juga karena adanya abnormalitas regulasiovarium sperti kelebihan
androgen yang menyebabkan polycystic ovary syndrome.
Pengelolaan & prognosa
Pengelolaan pada pasien ini tergantung dengan penyebab. Bila
penyebab adalah kelainan genetik, prognosa kesembuhan buruk. Menurut
beberapa penelitian, dapat dilakukan terapi sulih hormon, namun fertilitas
belum tentu dapat dipertahankan.
Komplikasi
Komplikasi yang paling ditakutkan dari amenorrhea adalah infertilitas.
Komplikasi lainnya adalah tidak percaya dirinya penderita sehingga dapat
menggangu kompartemen IV dan terjadilah lingkaran setan terjadinya
amenorrhea. Komplikasi lainnya munculnya gejala-gejala lain akibat
insufisiensi hormon seperti osteoporosis.
Langkah-langkah diagnosa bila ditemukan amenorrhea
Yang harus dilakukan adalah lakukan pemeriksaan TSH karena pada
keadaan hipotroid terjadi penurunan dopamin sehingga merangsang
pelepasan TRH. TRH merangsang hipofise anterior untuk menghasilkan
prolaktin dimana prolaktin akan menghambat pelepasan GnRH. Namun pada
satu waktu, saat hipofise anterior terangsang secara kronik, hipofise anterior
dapat membesar sehingga meningkatkan sekresi GnRH dan menyebabkan
terjadinya pematangan folikel yang terburu-buru sehingga terjadi kegagalan
ovarium prematur. Sehingga harus diwaspadai bila terjadi suatu tanda-tanda
hipotiroid, amenorrhea dan galaktorrhea.
Keadaan amenorrhea yang disertai keadaan galaktorrhea dapat juga
terjadi pada sindrom chiari-Frommel yang terjadi setelah kehamilan dan
merupakan amenorrhea laktasi yang berkepanjangan. Diduga keadaan ini
disebabkan oleh inhibisi dari faktor imhibisi prolaktin dari hipofise. Pada
sindrom Forbes-Albright terdapat adenoma chromopob dimana banyak
dihasilkan prolaktin. Pada sindrom Ahoemada del-Costello tidak terdapat
hubungan antara kehamilan dengan tumor hipofise. Sindrom ini diduga
akibat obat-obatan seperti kontrasepsi dan fenotiazin. Pasien juga
seharusnya dilakukan progesteron challenge. Bila dengan pemberian
progesteron lalu dilakukan withdrawl terjadi haid, maka dipastikan
amenorrhea disebabkan anovulasi. Terapi yang diberikan pada pasien ini
adalah pemberian progesterone. Perlu juga diberikan preparat estrogen bila
dengan pemberian progesteron tidak menghasilkan haid untuk mencari
apakah penyebab terjadinya amenorrhea akibat kurangnya estrogen. Bila

dengan langkah-langkah di atas tidak didapatkan hasil yang memuaskan,


lakukan pemeriksaan FSH dan LH untuk mencari apakah penyebab
amenorrhea ada pada kompartemen III
Amenorrhea pada atlet dengan latihan berlebih. Saat dilakukan latihan
berlebih, dibutuhkan kalori yang banyak sehingga cadangan kolesterol tubuh
habis dan bahan untuk pembentukan hormon steroid seksual (estrogen &
progesteron) tidak tercukupi. Pada keadaan tersebut juga terjadi pemecahan
estrogen berlebih untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar dan terjadilah
defisiensi estrogen dan progeteron yang memicu terjadinya amenorrhea.
Pada keadaan latihan berlebih banyak dihasilkan endorpin yang merupakan
derifat morfin. Endorpin menyebabkan penurunan GnRH sehingga estrogen
dan progesteron menurun. Pada keadaan stress berlebih, corticotropin
releasing hormon dilepaskan, pada peningkatan CRH, terjadi peningkatan
opoid yang dapat menekan pemebentukan GnRH.
Oligomenorrhea
Definisi
Oligomenorrhea disebut juga sebagai haid jarang atau siklus panjang.
Oligomenorrhea terjadi bila siklus lebih dari 35 hari. Darah haid biasanya
berkurang.
Etiologi
Oligomenorrhea biasanya berhubungan dengan anovulasi atau dapat
juga disebabkan kelainan endokrin seperti kehamilan, gangguan hipofisehipotalamus, dan menopouse atau sebab sistemik seperti kehilangan berat
badan berlebih. Oligomenorrhea sering terdapat pada wanita astenis. Dapat
juga terjadi pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik dimana pada
keadaan ini dihasilkan androgen yang lebih tinggi dari kadara pada wanita
normal. Oligomenorrhea dapat juga terjadi pada stress fisik dan emosional,
penyakit kronis, tumor yang mensekresikan estrogen dan nutrisi buruk.
Oligomenorrhe dapat juga disebabkan ketidakseimbangan hormonal seperti
pada awal pubertas. Oligomenorrhea yang menetap dapat terjadi akibat
perpanjangan stadium folikular, perpanjangan stadium luteal, ataupun
perpanjang kedua stadium tersebut. Bila siklus tiba-tiba memanjang maka
dapat disebabkan oleh pengaruh psikis atau pengaruh penyakit.
Gejala
Gejala oligomenorrhea terdiri dari periode menstruasi yang lebih
panjang dari 35 hari dimana hanya didapatkan 4-9 periode dalam 1 tahun.
Beberapa wanita dengan oligomenorrhea mungkin sulit hamil. Bila kadar
estrogen yang menjadi penyebab, wanita tersebut mungkin mengalami

osteoporosis dan penyakit kardiovaskular. Wanita tersebut juga memiliki


resiko besar untuk mengalami kanker uterus.
Pengobatan
Pengobatan oligomenorrhea tergantung dengan penyebab. Pada
oligomenorrhea dengan anovulatoir serta pada remaja dan wanita yang
mendekati menopouse tidak memerlukan terapi. Perbaikan status gizi pada
penderita dengan gangguan nutrisi dapat memperbaiki keadaan
oligomenorrhea. Oligomenorrhea sering diobati dengan pil KB untuk
memperbaiki ketidakseimbangan hormonal. Pasien dengan sindrom ovarium
polikistik juga sering diterapi dengan hormonal. Bila gejala terjadi akibat
adanya tumor, operasi mungkin diperlukan. Pengobatan alternatif lainnya
dapat menggunakan akupuntur atau ramuan herbal.
Komplikasi
Komplikasi yang paling menakutkan adalah terganggunya fertilitas dan
stress emosional pada penderita sehingga dapat meperburuk terjadinya
kelainan haid lebih lanjut. Prognosa akan buruk bila oligomenorrhea
mengarah pada infertilitas atau tanda dari keganasan.
Polimenorrhea
Definisi
Polimenorrhea adalah kelainan haid dimana siklus kurang dari 21 hari
dan menurut literatur lain siklus lebih pendek dari 25 hari.
Etiologi
Bila siklus pendek namun teratur ada kemungkinan stadium proliferasi
pendek atau stadium sekresi pendek atau kedua stadium memendek. Yang
paling sering dijumpai adalah pemendekan stadium proliferasi. Bila siklus
lebih pendek dari 21 hari kemungkinan melibatkan stadium sekresi juga dan
hal ini menyebabkan infertilitas.
Siklus yang tadinya normal menjadi pendek biasanya disebabkan
pemendekan stadium sekresi karena korpus luteum lekas mati. Hal ini sering
terjadi pada disfungsi ovarium saat klimakterium, pubertas atau penyakit
kronik seperti TBC.
Terapi
Keadaan ini dapat diperbaiki dengan menggunakan terapi hormonal.
Stadium proliferasi dapat diperpanjang dengan estrogen dan stadium sekresi
dapat diperpanjang dengan kombinasi estrogen-progesteron.
Metrorrhagia

Metrorrhagia adalah perdarahan tidak teratur dan tidak ada


hubungannya dengan haid6 namun keadaan ini sering dianggap oleh wanita
sebagai haid walaupun berupa bercak. Metrorrhagia dapat disebabkan oleh
kehamilan seperti abortus ataupun kehamilan ektopik6 dan dapat juga
disebabkan oleh faktor luar kehamilan seperti ovulasi, polip endometrium
dan karsinoma serviks. Akhir-akhir ini, estrogen eksogen menjadi penyebab
tersering metrorrhagia11. Terapi yang diberikan tergantung etiologi.
Kelainan Jumlah Darah Haid
Menorrhagia
Definisi
Menorrhagia adalah pengeluaran darah haid yang terlalu banyak dan
biasanya disertai dengan pada siklus yang teratur. Menorrhagia biasanya
berhubungan dengan nocturrhagia yaitu suatu keadaan dimana menstruasi
mempengaruhi pola tidur wanita dimana waita harus mengganti pembalut
pada tengah malam. Menorrhagia juga berhubungan dengan kram selama
haid yang tidak bisa dihilangkan dengan obat-obatan. Penderita juga sering
merasakan kelemahan, pusing, muntah dan mual berulang selama haid.
Etiologi
Etiologi menorrhagia dikelompokan dalam 4 kategori yaitu,
1 Gangguan pembekuan,
Walaupun keadaan perdarahan tertentu seperti ITP dan penyakit von
willebrands berhubungan dengan peningkatan menorrhagia, namun efek
kelainan pembekuan terhadap individu bervariasi. Pada wanita dengan
tromboitopenia kehilangan darah berhubungan dengan jumlah trombosit
selama haid. Splenektomi terbukti menurunkan kehilangan darah.
2 disfunctional uterine bleeding (DUB)
Pada dasarnya peluruhan saat haid bersifat self limited karena haid
berlangsung secara simultan di seluruh endometrium serta jaringan
endometrium yang terbentuk oleh estrogen dan progesterone normal
bersifat stabil. Pada DUB, keadaan ini sering terganggu.
DUB dapat terjadi disertai ovulasi maupun anovulasi. Pada keadaan
terjadinya ovulasi, perdarahan bersifat lebih banyak dan siklik hampir sesuai
dengan siklus haid. Pada keadaan anovulasi, perdarahan bersifat namun
dengan siklus yang tidak teratur sehingga sering disebut menometrorrhagia.
DUB dapat disebabkan estrogen withdrawl bleeding, progesteron withdrawl
bleeding, estrogen breakthrough bleeding, progesterone breakthrough
bleeding4,
Estrogen withdrawl bleeding terjadi pada keadaan setelah ooparektomi
bilateral, radiasi folikel yang matur atau penghentian tiba-tiba obat-obatan
yang mengandung estrogen. Estrogen breakthrough bleeding menyebabkan

lapisan endometrium menjadi semakin menebal namun akhirnya runtuh


karena kurang sempurnanya struktur endometrium karena tidak
sebandingnya jumlah progesterone yang ada disbanding jumlah estrogen.
Perdarahan biasanya bersifat spotting. Estrogen breakthrough bleeding yang
berkelanjutan mengacu pada keadaan amenorrhea namun secara tiba-tiba
dapat mengakibatkan perdarahan yang banyak.
Progesteron withdrawl bleeding terjadi bila korpus luteum dihilangkan.
Progesteron withdrawl bleeding hanya akan terjadi bila diawali proliferasi
endometrium yang diatur oleh estrogen. Namun bila kadar estrogen
meningkat 10-20 kali lipat, progesteron withdrawl bleeding tidak akan
terjadi.
Progesterone breakthrough bleeding terjadi bila kadar progesterone
melebihi keseimbangan dengan estrogen. Dinding endometrium yang
menebal akan meluruh sedikit demi sedikit akibat struktur yang tidak kuat.
Hal ini terjadi saat menggunakan pil kontrasepsi dalam jangka waktu lama.
Pada keadaan progesteron withdrawl bleeding dan estrogen
breakthrough bleeding diberikan terapi progesteron sehingga tercapai
keseimbangan jumlah progesterone-estrogen. Progesterone bersifat
antiestrogen dimana menstimulasi perubahan estradiol menjadi estron sulfat
yaitu bentuk tidak aktif estrogen. Progesterone juga menghambat
pembentukan reseptor estrogen. Estrogen juga mencegah transkripsi
onkogen yang dimediasi oleh estrogen.
Pada oligomenorrhea (estrogen breakthrough bleeding) preparat
progesterone yang digunakan adalah medroxypogesteronaseta, 5-10 mg/hari
selama 10 hari. Pada menorrhagia (estrogen breakthrough bleeding yang
berlangsung lama dan progesteron withdrawl bleeding) progestin digunakan
selama 10 hari hingga 2 minggu untuk menstabilkan dinding endometrium
lalu dihentikan secara tiba-tiba dengan maksud mengikis semua dinding
endometrium dan bersifat kuretase alami.
Terapi estrogen diberikan pada Estrogen withdrawl bleeding dan
progesterone breakthrough bleeding untuk memperkuat stroma tempat
kelenjar yang hiperplasia karena dirangsang progesterone. Pada keadaan ini
diberikan 25 mg estrogen terkonjugasi secara intra vena tiap 4 jam hingga
perdarahan berhenti atau selama 24 jam untuk menghindari terbentuknya
trombus pada kapiler uterus. Semua terapi estrogen harus diikuti terapi
progesteron dan withdrawl bleeding.
Dapat juga diberikan anti prostaglandin untuk vasokontriksi darah
sehingga perdarahan dapat berhenti. Desmopresin asetat (analog sintetik
dari arginin vasopresin) digunakan untuk mengobati DUB pada pasien
gangguan pembekuan terutama pada penyakit von willebrands dan dapat
diberikan intranasal maupun intravena. Pengobatan dapat meningkatkan
kadar faktor VIII dan faktor von willebrands yang berlangsung sekitar 8 jam.
3 Gangguan pada organ dalam pelvis

Menorrrhagia biasanya berhubungan dengan fibroid pada uterus,


adenommiosis, infeksi pelvis, polips endometrial, dan adanya benda asing
seperti IUD. Wanita dengan perdarahan haid melebihi 200 cc 50%
mengalami fibroid. 40% pasien dengan adenomiosis mengalami perdarahan
haid melebihi 80cc13. Menorrhagia pada retrofleksi disebabkan karena
bendungan pada vena uterus sedangkan pada mioma uteri, menorrhagia
disebabkan oleh kontraksi otot yang kurang kuat, permukaan endometrium
yang luas dan bendungan vena uterus.
4 Gangguan medis lainnya
Gangguan medis lainnya yang dapat menyebabkan menorrhea
diantaranya hipotiroid dan sindrom cushing, patifisiologi terjadinya belum
diketahui dengan pasti. Dapat juga terjadi pada hipertensi, dekompsatio
cordis dan infeksi dimana dapat menurunkan kualitas pembuluh darah.
Menorrhagia dapat terjadi pada orang asthenia dan yang baru sembuh dari
penyakit berat karena menyebabkan kualitas miometrium yang jelek.
Terapi
Terapi menorrhagia sangat tergantung usia pasien, keinginan untuk
memiliki anak, ukuran uterus keseluruhan, dan ada tidaknya fibroid atau
polip. Spektrum pengobatannya sangat luas mulai dari pengawasan
sederhana, terapi hormon, operasi invasif minimal seperti pengangkatan
dinding endometrium (endomiometrial resection atau EMR), polip
(polipektomi), atau fibroid (miomektomi) dan histerektomi (pada kasus yang
refrakter). Dapat juga digunakan herbal yarrow, nettles purse, agrimony,
ramuan cina, ladies mantle, vervain dan raspbery merah yang diperkirakan
dapat memperkuat uterus. Vitex juga dianjurkan untuk mengobati
menorrhea dan sindrom pre-mentrual. Dianjurkan juga pemberian suplemen
besi untuk mengganti besi yang hilang melalui perdarahan. Vitamin yang
diberikan adalah vitamin A karena wanita dengan lehilangan darah hebat
biasanya mengalami penurunan kadar vitamin A dan K yang dibutuhkan
untuk pembekuan darah. Vitamin C, zinc dan bioflavinoids dibutuhkan untuk
memperkuat vena dan kapiler.
Prognosis
Prognosis pada semua ketidakteraturan adalah baik bila diterapi dari awal.
Hipomenorrhea (kriptomenorrhea)
Definisi
Suatu keadaan dimana perdarahan haid lebih pendek atau lebih
kurang dari biasanya. Lama perdarahan : Secara normal haid sudah terhenti
dalam 7 hari. Kalau haid lebih lama dari 7 hari maka daya regenerasi selaput
lendir kurang. Misal pada endometritis, mioma.

Etiologi
Setelah dilakukan miomektomi/ gangguan endokrin
kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi, penyakit
menahun maupun gangguan hormonal.
Patofisiologi
Dapat diakibatkan oleh Ashermans syndrome, kekurangan lemak
tubuh untuk membuat hormon steroid, dan faktor psikogenik
Manifestasi klinis
Waktu haid singkat, jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc), kadangkadang hanya berupa spotting.
Dismenorrhea
Definisi
Dismenorrhea adalah nyeri sewaktu haid ke6,7,12,13. Dismenorrhea
terdiri dari gejala yang kompleks berupa kram perut bagian bawah yang
menjalar ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejala gastrointestinal
dan gejala neurologis seperti kelemahan umum.
Klasifikasi
Dismenorrhea primer (idiopatik)
Dismenorrhea primer adalah dismenorrhea yang mulai terasa sejak
menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat kandungan atau organ
lainnya2. Dismenorrhea primer terjadi pada 90% wanita dan biasanya terasa
setelah mereka menarche dan berlanjut hingga usia pertengahan 20-an atau
hingga mereka memiliki anak. Sekitar 10% penderita dismenorrhea primer
tidak dapat mengikuti kegiatan sehari-hari. Gejala nya mulai terasa pada 1
atau 2 hari sebelum haid dan berakhir setelah haid dimulai. Biasanya nyeri
berakhir setelah diberi kompres panas atau oleh pemberian analgesic.
Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu hiperaktivitas uterus, endotelin,
prostaglandin, vasopressin dan kerusakan saraf perifer.
Hiperaktivitas uterus berhubungan dengan aliran darah uterus.
Hiperaktivitas uterus terjadi pada endometriosis dan adenomiosis. Uterus
yang berkontraksi menyebabkan angina sehingga terjadilah nyeri.
Endotelin adalah uterotonin poten pada uterus yang tidak hamil. Endotelin
berperan menginduksi kontraksi otot polos pada perbatasan dengan kelenjar
endometrium. Tempat yang paling banyak mengandung ikatan endotelin
adala epitel kelenjar pada tempat tersebut. Endotelin tersebut dapat
menginduksi pelepasan PGF2 dan menginduksi kelenjar lainnya untuk
menghasilkan endorpin lainnya (parakrin). Iskemi yang terjadi akibat
kontraksi selanjutnya merangsang pelepasan endorpin dan PGF2 sehingga
akan menyebabkan disperistaltis lebih lanjut.

Endometrium wanita dengan dismenorrhea menghasilkan PGF2 lebih


banyak daripada wanita normal. PGF2 adalah oksitoksi dan vasokonstriktor
yang poten yang bila diberikan pada uterus akan menghasilkan nyeri dan
mengakibatkan pengeluaran darah haid. Alasan mengapa PGF2 lebih tinggi
pada wanita tertentu belum diketahui dengan pasti. Pada beberapa wanita,
prostaglandin dapat mengakibatkan otot polos dalam sistem gastrointestinal
berkontraksi sehingga menyebabkan mual, muntah dan diare.
Vasopresin merupakan vasokonstriktor yang menstimulasi miometrium
berkontraksi. Pada hari pertama menstruasi,kadar vasopresin meningkat
pada wanita dengan dismenorrhea.
Kerusakan saraf perifer pada miometrium dan serviks oleh persalinan.
Hal ini menjelaskan mengapa pada wanita yang telah melahirkan
dismenorrhea dapat berkurang.
Dismenorrhea
Prolaktin
sekunder

Gamma linoleic acid (GLA)


Dismenorrhea sekunder biasanya terjadi kemudian setelah menarche.
Biasanya disebabkan hal lain. Nyeri biasanya bersifat regular pada setiap
haid namun berlangsung lebih lama dan bisa berlangsung selama siklus.
Nyeri
mungkin
nyeri
pada salah satu sisi abdomen.
Estrogen
dan
progesteron
Gangguan
metabolism prostaglandin
Dismenorrhea sekunder dapat disebabkan
oleh endometriosis
dimana
jaringan uterus tumbuh di luar uterus dan ini dapat terjadi pada wanita tua
maupun muda. Implan ini masih bereaksi terhadap estrogen dan progesteron
sehingga dapat meluruh sat haid. Hasil peluruhan bila jatuh ke dalam rongga
Proses kimia
terganggu
otak terganggu
abdomen
dan tubuh
merangsang
peritoneum akan Neurotransmitter
menghasilkan nyeri.
Endometriosis ditemukan pada 10-15% wanita usia 25-33 tahun.
Dismenorrhea sekunder dapat juga disebabkan fibroid, penyakit radang
panggul; IUD; tumor pada tuba fallopi, usus atau vesika urinaria; polip uteri;
Metabolism
vit.B6
(anti desease;
depresi) terganggu
inflmatory
bowel
skar atau perlengketan akibat operasi sebelumnya
dan adenomiosis yaitu suatu keadaan dimana endometrium tumbuh
menembus myometrium
Terapi
Deficit vit. B6
Dismenorrhea primer biasanya diobati oleh NSAID seperti ibuprofen
dan naproxen yang dapat mengurangi nyeri pada 64% penderita
dissmenorrhea primer. Pil kontrasepsi menghilangkan nyeri dan gejala
Produksi serotonin terganggu
lainnya pada 90% penderita dengan menekan ovulasi dan jumlah
perdarahan. Terapi ini membutuhkan waktu 3 siklus untuk menghilangkan
gejala. Kompres panas juga dapat mengurangi nyeri.
Pre menstrual sindrom
Serotonin
WOC PMS (PRE MENSTRUAL depresi
SINDROM)

Kelemahan umum Nyeri payudara

acne

Mood labil

MK: gangguan integritas


MK: kulit
ansietas
MK: intoleransi aktivitas MK: nyeri

4. Memahami dan Menjelaskan Haid dan Istihadhah Menurut Pandangan


Islam
I.1Istihadhah
a. Makna Istihadhah
Istihadhah ialah keluarnya darah terus menerus pada seorang wanita
tanpa henti sama sekali atau berhenti sebentar sehari atau dua hari dalam
sebulan.
b. Kondisi wanita mustahadhah
1. Sebelum mengalami istihadhah, dia mempunyai haid yang jelas
waktunya. Dalam kodisi ini hendaklah dia berpedoman kepada jadwal
haidnya yang telah diketahui sebelumnya. Maka pada masa itu dihitung
sebagai haid dan berlaku baginya hukum-hukum haid. Adapun selain masa
tersebut merupakan istihadhah yang berlaku baginya hukum-hukum
istihadhah.

Misalnya, seorang wanita biasanya haid selama enam hari pada setiap awal
bulan, tiba-tiba mengalami istihadhah dan darahnya keluar terus menerus.
Maka masa haidnya dihitung enam hari pada setiap awal bulan, sedang
selainnya merupakan istihadhah. Berdasarkan hadits Aisyah bahwa Fatimah
binti Abi Hubaisy bertanya kepada Nabi saw,






.
Ya Rasulullah, sungguh aku mengalami istihadhah maka tidak pernah suci,
apakah aku meninggalkan shalat? Nabi saw menjawab, Tidak, itu adalah
darah penyakit. Namun tinggalkanlah shalat sebanyak hari yang biasanya
kamu haid sebelum itu, kemudian mandilah dan lakukan shalat. (HR. AlBukhari).
2. Tidak mempunyai haid yang jelas waktunya sebelum mengalami
istihadhah, karena istihadhah tersebut terus menerus terjadi padanya mulai
dari saat pertama kali dia mendapatkan darah. Dalam kondisi ini hendaknya
dia melakukan tamyiz (pembedaan), seperti jika darahnya berwarna hitam,
atau kental, atau berbau maka yang terjadi adalah haid dan berlaku baginya
hukum-hukum haid. Dan jika tidak demikian, yang terjadi adalah istihadhah
dan berlaku baginya hukum-hukum istihadhah.
Misalnya, seorang wanita pada saat pertama kali mendapat darah dan darah
itu keluar terus menerus, akan tetapi ia dapati selama sepuluh hari dalam
sebulan darahnya berwarna hitam kemudian setelah itu berwarna merah,
atau ia dapati selama sepuluh hari dalam sebulan darahnya kental kemudian
setelah itu encer, atau ia dapati selama sepuluh hari dalam sebulan berbau
darah haid tetapi setelah itu tidak berbau. Maka haidnya yaitu darah yang
berwarna hitam (pada kasus pertama), darah kental (pada kasus kedua) dan
darah yang berbau (pada kasus ketiga). Sedangkan selain hal tersebut,
dianggap sebagai darah istihadhah.
Berdasarkan sabda Nabi saw kepada Fatimah binti Abu Hubaisy:



.


Darah haid yaitu apabila berwarna hitam yang dapat diketahui. Jika
demikian maka tinggalkan shalat. Tetapi jika selainnya maka berwudhulah
dan lakukan shalat karena itu darah penyakit. (HR. Abu Dawud, anNasa`Abu dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim).
3. Tidak mempunyai haid yang jelas waktunya dan tidak bisa dibedakan
secara tepat darahnya. Seperti jika istihadhah yang dialaminya terjadi terus
menerus mulai dari saat pertama kali melihat darah sementara darahnya
memiliki satu sifat saja atau berubah-ubah dan tidak mungkin dianggap

sebagai darah haid. Dalam kondisi ini, hendaklah ia mengambil kebiasaan


kaum wanita pada umumnya. Maka masa haidnya adalah enam atau tujuh
hari pada setiap bulan dihitung mulai dari saat pertama kali mendapati
darah. Sedang selebihnya merupakan istihadhah.
Misalnya seorang wanita saat pertama kali melihat darah pada tanggal lima
dan darah itu keluar terus menerus tanpa dapat dibedakan secara tepat
mana yang darah haid baik melalui warna ataupun dengan cara lain. Maka
haidnya pada setiap bulan dihitung selama enam hari atau tujuh hari dimulai
dari tanggal lima tersebut.
Hal ini berdasarkan hadits Hamnah binti Jahsy bahwa ia berkata kepada Nabi
saw, Ya Rasulullah, sungguh aku sedang mengalami istihadhah yang deras
sekali. Lalu bagaimana pendapatmu tentangnya karena ia telah
menghalangiku shalat dan berpuasa? Beliau bersabda, Aku beritahukan
kepadamu (untuk menggunakan) kapas dengan meletakkannya pada farji,
karena hal itu dapat menyerap darah. Hamnah berkata, Darahnya lebih
banyak dari itu. Nabi saw pun bersabda, Ini hanyalah salah satu usikan
setan. Maka hitunglah haidmu enam atau tujuh hari menurut ilmu Allah
Taala, lalu mandilah sampai kamu merasa telah bersih dan suci, kemudian
shalatlah selama 24 atau 23 hari, dan puasalah. (HR. Ahmad, Abu Dawud
dan at-Tirmidzi. Menurut Ahmad dan at-Tirmidzi hadits ini shahih, sedang
menurut al-Bukhari hasan).
c. Hukum-hukum istihadhah
Dari penjelasan terdahulu, dapat kita mengerti kapan darah itu sebagai
darah haid dan kapan sebagai darah istihadhah. Jika yang terjadi adalah
darah haid maka berlaku baginya hukum-hukum haid, sedangkan jika yang
terjadi darah istihadhah maka yang berlaku pun hukum-hukum istihadhah.
Hukum-hukum haid yang penting telah dijelaskan di muka. Adapun hukumhukum istihadhah seperti halnya hukum-hukum keadaan suci. Tidak ada
perbedaan antara wanita mustahdhah dan wanita suci, kecuali dalam hal-hal
berikut:
1. Wanita mustahdhah wajib berwudhu setiap kali hendak shalat.
Berdasarkan sabda Nabi saw kepada Fatimah binti Abu Hubaisy.

.


Kemudian berwudhulah kamu setiap kali hendak shalat. (Hr. Al-Bukhari)
Hal itu memberikan pemahaman bahwa wanita mustahadhah tidak
berwudhu untuk shalat yang telah tertentu waktunya kecuali jika telah
masuk waktunya. Sedangkan shalat yang tidak tertentu waktunya, maka ia
berwudhu pada saat hendak melakukannya.

2. Ketika hendak berwudhu, membersihkan sisa-sisa darah dan melekatkan


kain dengan kapas (atau pembalut) pada farjinya untuk mencegah keluarnya
darah. Berdasarkan sabda Nabi saw kepada Hamnah. Aku beritahukan
kepadamu (untuk menggunakan) kapas, karena hal itu dapat menyerap
darah. Hamnah berkata, Darahnya lebih banyak dari itu. Nabi bersabda,
Gunakan kain. Kata Hamnah, Darahnya masih banyak pula. Nabi pun
bersabda, Maka pakailah penahan.
Kalaupun masih ada darah yang keluar setelah tindakan tersebut, maka
tidak apa-apa hukumnya. Karena sabda Nabi saw kepada Fatimah binti Abu
Hubaisy:



.


Tinggalkan shalat selama hari-hari haidmu, kemudian mandilah dan
berwudhulah untuk setiap kali shalat, lalu shalatlah meskipun darah
menetes di atas alas. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
3. Jima (senggama). Para ulama berbeda pendapat tentang kebolehannya
pada kondisi bila ditinggalkan tidak dikhawatirkan menyebabkan zina. Yang
benar adalah boleh secara mutlak. Karena ada banyak wanita, mencapai
sepuluh atau lebih, mengalami istihadhah pada zaman nabi, sementara Allah
dan rasulNya tidak melarang jima dengan mereka. FirmanNya,
Hendaknya kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid (Al-Baqarah:
222).
Ayat ini menunjukkan bahwa di luar keadaan haid, suami tidak wajib
menjauhkan diri dari sitri. Kalaupun shalat saja boleh dilakukan wanita
mustahadhah maka jima pun tentu lebih boleh. Dan tidak benar jima wanita
mustahadhah dikiaskan dengan jima wanita haid, karena keduanya tidak
sama, bahkan menurut pendapat para ulama yang menyatakan haram.
Sebab, mengkiaskan sesuatu dengan hal yang berbeda adalah tidak sah.
(Rujukan: Darah kebiasaan wanita, Syaikh Muhammad bin Shaleh alUtsaimin).

I.2Haid (Menstruasi)

Yaitu darah yang keluar dari seorang wanita secara alami, tanpa suatu
sebab dan pada waktu-waktu tertentu.
1. Usia wanita yang mengalami haid tidak tertentu, kapan seorang wanita
melihat pada dirinya darah haid maka ia telah dianggap haid,
walaupun belum berusia 9 tahun atau berusia di atas 50 tahun.
2. Batas minimal dan maksimal masa haid tidak tentu, kapan seorang
wanita melihat darah kebiasaan tersebut bukan karena luka dan
sebagainya maka darah itu adalah darah haid tanpa diukur dengan
masa tertentu. Kecuali jika haid itu berlanjut dan tidak berhenti atau
berhenti dalam waktu singkat itu disebut istihadhah.
3. Haid itu akan berhenti dengan keluarnya lender putih yaitu cairan
wanita, maka terdapat dua kemungkinan ; bila itu terjadi dalam masa
haid dan ia menganggapnya sebagai daraah haid yang ia kenal, maka
itu berarti darah haid, dan bila terjadi diluar kebiasaan waktu haid dan
ia tidak menganggapnya sebagai darah haid yang ia kenal, maka
darah itu tidak ada hukumnya karena termasuk sesuatu yang sedikit
(yang dimaafkan).

3.3 Tata Cara Bersuci Dari Haid Dan Junub


Cara mandi bagi wanita yang sudah selesai haidnya atau telah berjunub
adalah sama dengan cara laki-laki mandi junub, hanya bagi wanita tidak
wajib atasnya melepas ikatan atau kepangan (jalinan) rambutnya,
sebagaimana dijelaskan dalam hadits Ummu Salamah ra. berikut ini:
"Seorang wanita berkata kepada Rasulullah SAW: "Sesungguhnya aku adalah
orang yang mengikat rambut kepalaku. Apakah aku (harus) membuka ikatan
rambut ku untuk mandi janabat." Rasulullah menjawab: "Sungguh cukup
bagimu menuang mengguyur) atas kepalamu tiga tuangan dengan air
kemudian engkau siram seluruh badanmu, maka sungguh dengan berbuat
demikian) engkau telah bersuci." {HR. Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi dan dia
berkata hadits ini adalah hasan shahih). Dalam riwayat lain hadits ini dari
jalan Abdurrazaq dengan lafadz: "Apakah aku harus (harus) melepaskannya
(ikatan rambutku) untuk mandi janabat?" disunahkan bagi wanita apabila
mandi dari haid atau nifas memakai kapas yang ditaruh padanya minyak
wangi lalu digunakan untuk membersihkan bekas darah agar tidak
meninggalkan bau.
Tidaklah mandi haid atau junub dinamakan mandi syari, kecuali dengan dua
hal:
1. Niat, karena dengan niat terbedakan dari kebiasan dengan ibadah,
dalilnya hadits Umar bin Khaththab radhiallahu anhu: "bahwasanya
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya amalan itu
tergantung dari niatnya."{HR. Al-Jamaah}

Maknanya adalah bahwasanya sahnya amalan itu dengan niat, amal tanpa
niat tidak dianggap syari. Yang perlu diingat bahwa niat adalah amalan hati
bukan amalan lisan, jadi tidak perlu diucapkan.
1. Membersihkan seluruh anggota badan (mandi) dalam mengamalkan firman
Allah SWT: "Dan apabila kalian junub maka mandilah. {Al-Maidah :6}
Dan juga firman Allah SWT: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid ,
katakanlah haid itu kotoran yang menyakitkan) maka dari itu jauhkanlah diri
kalian dari wanita (istri) yang sedang haiddan janganlah engkau mendekati
mereka, sampai mereka bersuci (mandi)." {Al-Baqarah : 222}
Adapun tata cara mandi yang disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam adalah
1. mencuci kedua tangan sekali, dua kali atau tiga kali.
2. lalu mencuci kemaluan dengan tangan kiri, setelah itu tangan bekas
menggsok kemaluan tersebut digosokan ke bumi.
3. kemudian berwudhu seperti wudhunyaorang yang mau shalat. Boleh
mengakhirkan kedua kaki (dalam berwudhu tidak mencuci kaki)sampai
mandi selesaibaru kemudian mencuci kedua kaki.
4. membasahi kepala sampai pangkal rambutdengan menyela-nyelanya
dengan jari-jemari.
5. setelah itu menuangkan air di atas kepala sebanyak tiga kali.
6. kemudian menyiram seluruh tubuh, dimulai dengan bagian kanan tubuh
lalu bagian kiri sambil membersihkan kedua ketiak, telinga bagian dalam,
pusar dan jari jemari kaki serta menggosok bagian tubuh yang mungkin
digosok.
7. selesai mandi, mencuci kedua kaki bagi yang mengakhirkannya (tidak
mencucinya tatkala berwudhu)
8. membersihkan/mengeringkan air yang ada di badan dengan tangan (dan
boleh dengan handuk atau lainnya)