Anda di halaman 1dari 19

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengharuskan untuk
selalu belajar. Proses belajar yang efektif salah satunya adalah dengan membaca.
Semakin banyak membaca semakin banyak pengetahuan dan informasi yang
didapatkan. Membaca merupakan suatu aktivitas dalam memperoleh pengetahuan
dan informasi. Membaca sangat penting untuk semua orang, apalagi mahasiswa.
Kemampuan membaca merupakan sesuatu yang vital dalam suatu masyarakat
terpelajar. Bahkan tidak hanya pelajar, masyarakat umum pun juga harus gemar
melakukan kegiatan membaca untuk meningkatkan wawasan pengetahuan di
dalam diri masing masing individu. Salah satu unsur penting dalam meningkatkan
pengetahuan adalah membangun kebiasaan untuk terus menerus belajar atau
menjadi manusia pembelajar melalui kegiatan membaca.
Menurut data Badan Pusat Statistik di tahun 2009, angka buta huruf di
Indonesia mencapai 7,42 % antara pria dan wanita. Masalah masyarakat Indonesia
adalah tidak pernah punya waktu untuk membaca. Alasan utama yang sering
disampaikan adalah kesibukan pekerjaan. Keterbatasan waktu sebenarnya bukan
merupakan faktor penghambat dalam membudayakan kebiasaan membaca.
Strategi yang bisa dilakukan

adalah dengan menguasai cara membaca yang

efektif sehingga waktu yang digunakan menjadi efisien. Seseorang akan dituntut
untuk membedakan informasi yang diperlukan atau tidak. Membaca dapat
mengubah sudut pandang seseorang, tetapi juga bisa mengubah hidup seseorang
secara total.
Banyak metode yang digunakan untuk meningkatkan efisien dan
efektifitas dalam membaca. Keterampilan inilah yang sangat diperlukan untuk
meningkatkan daya serap

dalam membaca sebuah buku. Aplikasi membaca,

seperti esai, artikel, internet bahkan sastra, membutuhkan konsentrasi yang baik
agar dapat menangkap isi yang ada dalam bacaan. Selain konsentrasi, penguasaan
kosakata, minat maupun fasilitas sangat menentukan keberhasilan membaca. Dari

latar belakang inilah kami menyusun makalah yang berjudul KEEFEKTIFAN


WAKTU

DALAM

MEMBACA,

MEMAHAMI

WACANA

DAN

APLIKASINYA
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan membaca ?
2. Apa saja jenis jenis membaca dan bagaimana metode - teknik membaca?
3. Bagaimana cara membaca esai, artikel, internet dan sastra ?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
1. Mengetahui definisi membaca
2. Untuk mengetahui jenis jenis membaca dan metode - teknik membaca
3. Mengetahui cara membaca esai, artikel, internet dan sastra.

1.4 Manfaat
Kami berharap penyusunan makalah ini dapat bermanfaat bagi :
1. Manfaat bagi penulis :
Menambah pengetahuan dan kemampuan penulis dalam penulisan
makalah yang baik dan benar, serta memperluas pengetahuan penulis
tentang definisi membaca, teknik, metode membaca dan aplikasinya dalam
membaca esay, artikel, internet dan sastra.
2. Manfaat bagi pembaca
:
Menambah pengetahuan pembaca tentang definisi membaca, teknik,
metode membaca dan aplikasinya dalam membaca esay, artikel, internet
dan sastra.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi membaca.


Tarigan (1985) bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta
dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, suatu metode yang
digunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan terkadang orang lain,
yaitu mnegkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambanglambang tertulis.
Membaca adalah proses berfikir, hal tersebut dikemukakan oleh Burn, Roe
dan Ross (1984), maksudnya adalah ketika seseorang sedang membaca maka
seseorang tersebut akan mengenali kata yang memerlukan interpresi oleh symbolsimbol grafis. Untuk memahami bacaan sepenuhnya, seseorang harus dapat
menggunakan informasi untuk membuat kesimpulan dan membaca dengan kritis
dan kreatif agar dapat mengerti bahasa kiasan, tujuan yang ditetapkan penulis,
menguasai ide-ide yang dituliskan oleh penulis dan menggunakan ide-ide tersebut
pada situasi yang tepat. Keseluruhan proses ini adalah proses berfikir.
Definisi membaca menurut Prof. Dr. DP. Tampubolon, membaca adalah
satu dari empat kemampuan bahasa pokok, dan merupakan satu bagian atau
komonen dari komunikasi tulisan.
2.2 Jenis Jenis Membaca
Jenis jenis membaca ditinjau dari :
1. Sasaran Pembaca
Membaca permulaan
Membaca permulaan dalam pengertian ini adalah
membaca permulaan dalam teori keterampilan, maksudnya
menekankan

pada

proses

penyandian

membaca

secara

mekanikal. Membaca permulaan yang menjadi acuan adalah


membaca merupakan proses recoding dan decoding (Anderson,
1972: 209). Membaca merupakan suatu proses yang bersifat
fisik dan psikologis. Proses yang bersifat fisik berupa kegiatan
mengamati tulisan secara visual. Dengan indera visual,
pembaca mengenali dan membedakan gambar-gambar bunyi
serta kombinasinya. Melalui proses recoding, pembaca
mengasosiasikan gambar-gambar bunyi beserta kombinasinya

itu dengan bunyi-bunyinya. Dengan proses tersebut, rangkaian


tulisan yang dibacanya menjelma menjadi rangkaian bunyi
bahasa dalam kombinasi kata, kelompok kata, dan kalimat yang

bermakna.
Membaca lanjutan
Membaca lanjutan merupakan tahap lanjutan dari
proses membaca permulaan.

2. Cara Membaca

Membaca nyaring (oral atau aloud reading)


Membaca nyaring sering kali disebut membaca
bersuara atau membaca teknik. Disebut demikian karena
pembaca mengeluarkan suara secara nyaring pada saat
membaca.

Membaca dalam hati (silence reading )


Membaca yang dilakukan tanpa suara.

3. Cakupan Bahan
Ekstensif
Membaca ekstensif merupakan proses membaca yang
dilakukan secara luas. Luas berarti (1) bahan bacaan beraneka
dan banyak ragamnya; (2) waktu yang digunakan cepat dan
singkat. Tujuan membaca ekstensif adalah sekadar memahami
isi yang penting dari bahan bacaan dengan waktu yang cepat
dan singkat.
4. Tujuan membaca

Membaca studi ( instruksional )


Membaca studi biasanya dilakukan dengan 2 cara yaitu
membaca CATU (catat dan tulis) dan SURTABAKU ( survei,

tanya, katakan, ulang )


Membaca ekspresif ( kreatif )
Membaca dengan menggunakan ekspresi atau mimik

wajah.Seperti ketika membaca puisi.


5. Tingkatan tujuan
Membaca dasar ( elememtary reading )

Membaca dengan tujuan mengetahui informasi umum

dari suatu bacaan.


Membaca tinjauan ( inspectional reading )
Membaca dengan tujuan meneliti detail dari suatu

bacaan.
Analitis (analytical reading )
Membaca analitis bukan hanya sekedar menyuarakan
lambang bahasa dan menangkap makna yang berada dibalik
lambang itu saja, tetapi lebih dari itu, kegiatan mental setelah
kegiatan jasmani pada pembaca jenis ini sangat diperlukan.
Karena membaca analitis merupakan membaca lengkap, baik
dan sempurna yang dilakukan dalam waktu yang tidak terbatas

dengan tujuan menganalisa tentang bacaan yang dibaca.


Membandingkan (syntopical reading )
Membaca dengan membandingkan dua atau lebih

bacaan dengan syarat masih dalam satu topik.


6. Teknik mememukan informasi fokus
Baca pilih (selecting )
Baca-pilih (selecting) dilakukan dengan cara memilih
bahan/bagian bacaan yang dianggap relevan dengan kebutuhan

pembacanya.
Baca lompat (skipping)
Baca-lompat (skipping) dipakai untuk menemukan
bagian bacaan relevan dengan kebutuhan pembacanya,
dilakukan dengan cara melompati bagian-bagian yang tidak

diperlukan.
Baca layap (skimming)
Membaca layap (skimming) merupaka salah satu cara
membaca yang lebih mengutamakan penangkapan esensi
materi bacaan, tanpa membaca keseluruhan dari materi bacaan
tersebut. Untuk membaca kilat diperlukan keterampilan yang
dapat menentukan bagian-bagian bacaan yang mengandung ide
atau pikiran pokok.Tujuan membaca kilat adalah menangkap
seperangkat ide pokok, mendapatkan informasi yang penting
dalam waktu singkat atau terbatas, dan menemukan suatu
pandangan atau sikap penulis.

Baca tatap (scaning )


Bahwa scanning adalah sebuah teknik membaca untuk
mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain.
jadi, langsung ke masalah yang dicari, yaitu fakta khusus dan
informasi tertentu. Scanning digunakan antara lain untuk
membaca daftar isi buku atau majalah, indeks dalam buku teks,
jadwal, advertensi dalam surat kabar, buku petunjuk telepon,
dan kamus. Sebaliknya, cerita memindai tidak digunakan untuk
membaca cerita misteri, buku teks untuk suatu buku kursus
yang penting, surat-surat penting dari ahli hukum, denah (peta)
untuk menemukan jalan pulang, pertanyaan tes, dan puisi

2.3 Membaca Cepat


Metode dan Teknik Membaca Cepat
Membaca cepat adalah membaca dengan kecepatan tinggi, hampir
keseluruhan materi dibaca dalam waktu tertentu yang disertai dengan pemahaman
isi 70 %. Materi dalam hal ini adalah jumlah kata yang terkandung dalam suatu
bacaan, sedangkan waktu tertentu artinya untuk memahami materi bacaan
memerlukan waktu. Waktu yang dipergunakan dalam membaca cepat adalah
satuan waktu, yaitu menit. Dan pemahaman isi bacaan 70 % artinya setelah selesai
membaca sekurang kurangnya pembaca menguasai isi bacaan sebanyak 70 %.
Membaca cepat biasanya dilakukan untuk menemukan sesuatu atau
memperoleh kesan umum dari suatu bacaan. Kalau pembaca ingin memahami
misalnya ,isi bagian-bagian buku, ia cukup memperhatikan judul atau bagian atas
saja.
Nurhadi

(1987:53)

mengatakan

ada

empat

metode

yang

perlu

dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, yaitu, metode kosa


kata, metode motivasi atau minat, metode bantuan alat, dan metode gerak mata.
Metode membaca yang baik dapat dilakukan dengan terlebih dahulu
melaksanakan metode mengembangkan kecepatan membaca. Ada 4 metode yang
pernah dikembangkan yaitu:

1). Metode Kosa Kata


Metode kosa kata adalah belajar menambah perbendaharaan kosakata
terus-menerus melalui media bacaan baru. Hal ini didasari oleh pikiran: semakin
besar dan banyaknya kosakata seseorang, semakin tinggi kecepatan membacanya.
2). Metode Motivasi/Minat
Cara kerja metode ini: memotivasi para pemula yang mengalami hambatan
dalam kecepatan membaca dengan berbagai macam rangsangan bacaan yang
menarik, sehingga tumbuh minat membaca.
3). Metode Bantuan Alat
Melatih kecepatan membaca dengan bantuan alat ketika seseorang
membaca ( melihat baris-baris bacaan), gerak mata dipercepat dengan bantuan alat
penunjuk khusus dari kayu. Gerak mata dibantu oleh gerak ujung alat yang
digunakan, dengan cara: dengan kecepatan rendah, dipercepat, dan dipercepat dan
terus dipercepat. Jadi kecepatan mata mengikuti kecepatan gerak alat.
4). Metode Gerak Mata
Metode gerak mata adalah metode mengembangkan kecepatan membaca
dengan meningkatkan kecepatan gerak mata. Kecepatan membaca itu sendiri
berarti kecepatan gerak mata dalam menelusuri unit-unit bahasa dalam bacaan.
Di samping metode membaca yang baik dikuasai juga diperlukan teknik
membaca yang baik. Ada 2 teknik membaca yang baik, yaitu:
1. Teknik Membaca Skiming
Membaca skiming adalah membaca terbang dari satu halaman ke
halaman buku. Menskim berarti menyapu halaman-halaman buku dengan
cepat untuk menemukan sesuatu yang dicari. Adapun langkah-langkah
yang dapat ditempuh:
a. Menanyakan pada diri sendiri apa yang akan dicarai dari buku itu.
b. Dengan bantuan daftar isi atau kata pengantar, mencari kemungkinan
informasi yang dibutuhkan.

c. Dengan penuh perhatian, mencoba menelusuri dengan kecepatan


tinggi setiap baris bacaan yang Anda hadapi
d. Berhenti ketika merasa menemukan kalimat atau judul yang menunjuk
pada apa yang dicari.
e. Membaca dengan kecepatan normal dan memahami dengan baik apa
yang dicari.
2. Teknik Membaca Skaning
Gagasan pokok bacaan atau buku dapat diperoleh secara cepat dan
efisien, dengan teknik skaning. Adapun langkah-langkah yang dapat
ditempuh adalah sebagai berikut :
a. Meihat daftar isi dan kata pengantar secara sekilas.
b. Menelaah secara singkat latar belakang penulisan buku.
c. Membaca bagian pendahuluan secara singkat.
d. Mencari dalam daftar isi bab-bab yang penting kemudian membaca
beberapa kali yang penting itu.
e. Membaca bagian kesimpulan jika ada.
f. Meihat secara sekilas daftar kepustakaan dan indeks dan apendiks.
Rumus Kecepatan Efektif Membaca

Jumlah kata yang dibaca X 60 = Jumlah kata permenit


Jumlah waktu membaca
Tingkat Kecepatan Efektif Membaca Standar
SD
SMP
SMA
PT

= 80 140 Kpm
= 140 175 Kpm
= 175 245 Kpm
= 245 280 Kpm

Faktor-Faktor Penghambat dalam Membaca Cepat dan Cara


Mengatasinya
1. Membaca dengan bersuara ( memvokalisasi )

Memvokalisasi adalah kebiasaan buruk yang dapat menghambat


kecepatan membaca. Kecepatan membaca mengeluarkan suara (nyaring)
sama dengan kecepatan berbicara. Padahal kecepatan membaca yang
normal (membaca tidak bersuara) hampir dua kali lipat dari kecepatan
berbicara.Cara mengatasi membaca bersuara ini denganjalan meletakkan
ujung lidah pada pangkal gigi depan bibir ditutup dengan rapat.
2. Membaca dengan aktivitas mental (subvokalisasi)
Membaca subvokalisasi yaitu membaca dengan tidak menggerakkan
bibir dan lidah, tetapi dengan alat pikirnya membaca oral untuk dirinya
sendiri. Maksudnya membaca kata demi kata sebagaimana membaca oral
tetapi tidak terdengar suaranya. Seorang pembaca yang lancar pada
dasarnya tidak merasa perlu untuk mendengarkan kata yang dibacanya
untuk dapat memahaminya (Redway, 1994:21).
Cara mengatasi kebiasaan vokalisasi

adalah

dengan

jalan

menyadarkan diri kita bahwa membaca cepat itu sangat diperlukan, serta
mengadakan latihan cukup. Pembaca juga harus dapat membedakan mana
yang dikatakan membaca dalam hati dengan membaca oral serta tidak
mencampur aduk kedua jenis membaca tersebut.
3. Membaca dengan menggerakkan kepala
Membaca dengan menggerakkan kepala pada hakikatnya pembaca
sedang berada di dalam posisi menunjukkan huruf. Yang menjadi alat
sebagai penunjuk adalah hidung yang senantiasa mengikuti barisan huruf.
Cara mengatasi kebiasaan ini dilakukan dengan jalan meletakkan dagu di
atas tumpangan kedua belah tangan, kedua siku berada di atas meja.
4. Membaca dengan kebiasaan menunjuk kata.
Kebiasaan membaca dengan menunjuk kata adalah kebiasaan
buruk yang dilakukan seolah-olah yang bersangkutan tidak mau
kehilangan sebuah huruf pun dalam membaca. Dengan alat penunjuk ini,
sering menuntut pembaca menitikberatkan perhatian ke bagian-bagian
yang tidak penting.
5. Membaca dengan melihat kembali ke belakang (Regresi)
Regresi adalah kebiasaan membaca melihat kembali ke belakang
untuk membaca ulang suatu kata atau beberapa kata sebelumnya.

Kebiasaan inilah yang menjadi hambatan serius dalam membaca. Apakah


memang benar dengan regresi akan bertambah jelas dalam memahami
makna bacaan tersebut. Ternyata dengan regresi dapat mengacaukan
susunan kata yang dengan sendirinya mengacaukan arti. Regresi dilakukan
karena kurang percaya diri, merasa kurang tepat untuk menangkap arti,
dan merasa kehilangan sesuatu atau salah baca sebuah kata. Cara
mengatasinya adalah, tanamkan rasa percaya diri. Jangan berusaha untuk
mengerti setiap kata atau kalimat di paragraf itu.Jangan terpaku pada
detail, terus saja membaca jangan tergoda untuk kembali ke belakang.
Ingatlah bahwa kemampuan mata dan otak jauh melebihi pikiran kita.
Oleh karena itu paksakan terus dengan demikian Anda akan mengganti
kebiasaan lama dengan baru.
Hal hal yang perlu dihindari dalam membaca yang dapat mempengaruhi atau
menghambat kecepatan membaca
1.

Membaca Lambat
Membaca yang baik, menyenangkan , serta cermat harus dilakukan
secara lambat. Pernyataan ini tidak ada bukti yang mendukung. Membaca
lambat mengakibatkan kurang tertariknya para pembaca karena sangat
sedikit sekali hasil yang dapat mereka peroleh. Para pembaca yang lambat
juga umumnya mempunyai pemahaman yang terkotak-kotak. Mereka pada
umumnya kehilangan gambaran keseluruhan ide dan arti dari bahan
bacaan tersebut.

2.

Membaca Ulang
Kesalahan yang paling umum terjadi pada pembaca mengulang
kembali apa yang baru saja dibaca untuk mendapatkan pemahaman. Hal
ini selain tidak efisien juga akan memungkinkan pikiran melayang-layang
tanpa

arah

yang

akan

menyingkirkan

pembaca

dari

kebiasaan

mengantisipasi sesuatu yang akan datang, dan mengalihkan dari kebiasaan


untuk berpikir secara aktif.
3.

Membaca itu Menjemukan


Membaca itu mengasyikkan dan berharga,apabila pembaca
memang termotivasi untuk mengikuti iramanya dan secara aktif selalu

10

berusaha mencari informasi. Membaca cepat, memahami dan menyimpan


segala apa yang telah dibaca itu bahkan akan terasa lebih menarik lagi.
4.

Membaca itu Memerlukan Waktu yang Panjang


Ini tidaklah benar. Membaca cepat dan efisien itu membutuhkan
konsentrasi. Apabila pembaca memutuskan untuk membaca maka
sebelumnya berkonsentrasi dan mengetahui dengan pasti apa sasaran yang
ingin dicapai. Dengan cara ini membaca dapat dilakukan antara lima
hingga lima belas menit saja.

6. Membaca itu Cepat Membosankan


Membaca cepat melibatkan banyak ragam cara yang menjadikan
membaca dinamis dan menantang sehingga tidak membosankan. Atur
kecepatan sesuai dengan materi dan tujuan membaca.
Usaha Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat
1. Melebarkan Jangkauan Mata
Apabila membaca baris yang terdiri atas 12 kata, pembaca berhenti 3
4 kali, jangkauan mata tidak persis/diagonal, kadang-kadang pada satu kata
atau huruf, dan menjangkau pada pias kiri dan pias kanan, serta
kadangkadang antara dua kata. Menurut Soedarso (1988 : 30) jangkauan mata
lebih banyak ke pias kanan daripada ke pias kiri.
2. Membaca Satu Fiksasi untuk Satu Unit Pengertian
Bacalah sebuah buku saku dengan cepat. Cobalah satu fiksasi dengan
sekali pandang, lalu segera ke fiksasi berikutnya. Caranya
yaitu:
a. Mata melompat ke depan dalam tiga lompatan yang berirama dalam
membaca satu baris. Lihatlah di titik tengah dari setiap kelompok
kata. Cobalah rasakan lompatan mata itu. Lompatan itu ada beberapa
yang pendek dan ada beberapa yang panjang.
b. Dalam membaca untuk mendapatkan isinya, artinya pembaca tidak
menghapal kata-kata atau simbolnya.
c. Untuk itu paksakan membaca untuk mendapatkan arti setiap fiksasi.

11

d. Gerakan mata seperti langkah kaki untuk berjalan sangat penting


untuk membaca.
e. Walaupun kita mengatur cepat atau lambat gerakan itu secara
otomatis.
f. Adapun manfaat dari membaca satu fiksasi untuk satu unit
pengertian dalam proses pembelajaran di kelas contohnya dalam
pelajaran bahasa Indonesia khususnya
g. materi membaca yaitu :
Materi bacaan wacana, siswa dapat mencari gagasan pokok dan
gagasan penjelas setiap paragrah serta dapat menjawab pertanyaan
isi wacana tersebut
materi bacaan berita, siswa dapat mencari fakta, opini, dan 5 W dan
1 H yang terdapat dalam bacaan berita tersebut
materi teks wawancara, siswa dapat mencari hal-hal penting yang
dikemukakan oleh narasumber dalam teks wawancara tersebut
materi bacaan artikel, siswa dapat mencari hal-hal penting, intisari,
dan kesimpulan dari isi bacaan artikel tersebut.
3. Meningkatkan Konsentrasi
Dalam membaca perhatian hendaknya difokuskan pada bahan yang dibaca,
maka gagasan atau gambaran tentang isi bacaan
akan tampak dengan jelas dan mudah dipahami. Untuk itu konsentrasi sangat
mutlak diperlukan. Cara meningkatkan daya konsentrasi ada dua kegiatan penting,
yaitu:
a. Menghilangkan atau menjauhi hal-hal yang menyebabkan fikiran
menjadi kusut.
b. Memusatkan perhatian secara sungguh-sungguh.
c. Hal ini termasuk memilih tempat dan waktu yang sesuai dengan
dirinya, serta memilih bahan bacaan yang menarik.
2.4 Faktor-Faktor Penentu Kemampuan Membaca
a. Kompetensi Kebahasaan

12

Penguasaan bahasa (Bahasa Indonesia) secara keseluruhan,terutama tata


bahasa dan kosakata, termasuk berbagai arti dan nuansa serta ejaan dan tandatanda baca, dan pengelompokan kata. Afiksasi dalam bahasa Indonesia memegang
peranan yang sangat penting, oleh karena itu bagian tata bahasa ini perlu dikuasai
benar-benar.
b. Kemampuan mata
Kemampuan mata ialah keefektifan dan keefisienan gerakan gerakan
mata.dengan latihan latihan yang efektif dan efisien kemampuan itu dapat
ditingkatkan. Jangkauan mata dapat diluaskan, sehingga daerah periferal juga
dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Gerakan regresi juga dapat dikurangi,
sehingga kecepatan membaca meningkat.Dengan kata lain, semua gerakan mata
dimaksud depat ditingkatkan seefektif dan seefisien mungkin, sehingga
kemampuan baca meningkat semaksimalnya.
Contoh latihan untuk meningkatkan keterampilan mata :
Dalam persegi panjang di bawah ini terdapat angka 1 sampai dengan
60,yang terletak tidak beraturan. Angka 1 terletak di sudut kiri atas. Menarik
secepat mungkin garis penghubung angka angka itu dengan pensil mengikuti
urutan angka dimulai dari 1 sampai 60. Ditempat yang tersedia di bawah tiap
persegi panjang, kemudian mencatat berapa waktu yang diperlukan untuk
menyelasaikan latihan ini.
Waktu : ......... sekon

Gambar 1. Latihan Keterampilan Membaca ( Tampubolon. 1987. Kemampuan

Membaca. Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Angkasa:

Bandung)

13

c. Penentuan Informasi Fokus


Menentukan lebih dahulu informasi yang diperlukan sebelum memulai
membaca pada umumnya dapat meningkatkan efisiensi membaca.
d. Teknik-teknik dan metode Membaca
Cara-cara membaca yang paling efisien dan efektif untuk menemukan
informasi fokusyang diperlukan. Teknik-teknikmyang umum ialah : baca-pilih,
baca-lompat, baca-lenyap, dan baca-tatap. Di samping itu, dalam membca untuk
studi ada dua metode yang biasanya dipergunakan, yaitu, CATU (cari, tulis
kembali, uji) dan SURTABAKU ( survei, tanya, baca, katakan, ulang).
e. Fleksibilitas Membaca
Kemampuan menyesuaikan strategi membaca dengan kondisi-baca.Yang
dimaksud dengan strategi membaca ialah teknik dan metode membaca, kecepatan
membaca, dan gaya membaca (santai, serius, dengan konsentrasi, dan lain-lain ).
Dan kondisi-baca ialah tujuan membaca informasi fokus, dan meteri bacaan dalam
arti keterbacaan.
F .Kebiasaan Membaca
Minat ( keinginan,kemauan dan motifasi )dan keterampilan membaca yang
baik dan efisien, yang telah berkembang dan membudaya secara maksimal dalam
diri seseorang.
2.5 Aplikasi Aplikasi dalam Membaca
2.5.1 Media Cetak
Artikel
Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang
tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin,
dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat
meyakinkan, mendidik, dan menghibur (Vandri,2011).
Dalam artikel, informasi fokus ialah pikiran pokok dan pikiranpikiran jabaran (bila perlu). Pikiran pokok dapat diduga berdasarkan isi
judul dan paragraf atau paragraf paragraf pendahuluan.Informasi fokus
dapat juga merupakan pengertian keseluruhan artikel, yaitu, jaringan
hubungan antara pikiran pikiran keseluruhan paragraf (Tampubolon,1987).
Esai

14

Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara


sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya.(Sunarno,2008).
Cara membaca atau memahami esai yaitu dengan membuat beberapa
pertanyaan untuk diri sendiri. Diantaranya yaitu :
1. Apa Judulnya?
Apa yang dapat ditangkap dari judul mengenai isi esai?
Apa yang telah diketahui tentang topik?
Apa yang diharapkan dari esai ini - setelah diketahui kapan
ditulis dan siapa yang menulis ?
2. Kapan esai ditulis?
Apaka mengetahui sesuatu hal sehubungan dengan literatur
historis topik tersebut pada saat esai ditulis?
3. Siapa Penulisnya?
Apa yang diharapkan darinya pada esai ini?
Bagaimana latar belakang penulis?
Apa saja karya-karya lain penulis yang sehubungan dengan
topik esai tersebut?
4. Membaca esainya, kemudaian menandai informasi yang penting.
Ketika teks yang kamu baca memberikan informasi penting, tandai
dan beri catatan:

Apa topik esai tersebut ?


Bagaimana topik tersebut berhubungan dengan judul?
Apa poin-poin utamanya ?
Bukti-bukti apa yang diberikan penulis untuk mendukung

kalimat-kalimat pokok?
Informasi faktual apa yang ingin disimpan?
5. Setelah selesai membaca esai, pikirkan:
Apa yang telah dipelajari?
Bagaimana esai ini berhubungan dengan apa yang telah

diketahui?
Apakah telah mendapatkan argumen yang mendukung esai
tersebut?

3. Sastra
Sastra adalah perwujudan pikiran dalam bentuk tulisan. Tulisan
adalah media pemikiran yang tercurah melalui bahasa, bahasa yang bisa
direpresentasikan dalam bentuk tulisan, media lain bisa saja berbentuk

15

gambar, melody musik, lukisan ataupun karya lingkungan binaan (arsitektur)


(Abudira, 2010).
Contoh:
Teknik membaca novel
Fokus informasi novel adalah pikiran pokok dan jabarannya yang
diuraikan pengarang secara faktual dan argumentatif. Dalam membaca novel
umumnya informasi fokus utama ialah pesan yang hendak disampaikan oleh
pengarang kepada pembaca melalui penarasian (penceritaan) peristiwaperistiwa dan karakter-karakter (pelakon-pelakon) yang terlibat dalam
peristiwa peristiwa itu. Oleh karena itu dalam membaca novel, pembaca perlu
memperhatikan aspek aspek berikut : (a) mengikuti arah dan memahami
urutan serta hubungan peristiwa-peristiwa (plot) yang terjadi yang umumnya
berupa konflik konflik (pertentangan-pertentangan); (b) mengenali dan
memahami sifat dan sikap karakter karakter (pelakon-pelakon) yang terlibat
dalam peristiwa tersebut; (c) mengenali dan memahami situasi dan kondisi
tempat- tempat, waktu, dan orang orang (masyarakat) yang menjadi konteks
peristiwa peristiwa tersebut; dan (d) menentukan pesan yang hendak
disampaikan pengarang berdasarkan pengertian tersirat yang terkandung
dalam pemahaman aspek a, b, c.(Tampubolon,1987)
2.5.2

Media Elektronik

Internet
Internet (Inter-Network) merupakan sekumpulan jaringan komputer
yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi,
maupun perorangan.(Muh.Hasyim 2011).

16

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Membaca merupakan suatu proses belajar. Jenis jenis membaca
dibedakan berdasarkan atas beberapa aspek diantaranya adalah membaca
ditinjau dari sasaran pembaca yaitu membaca permulaan dan membaca
lanjutan. Ditinjau dari cara membaca yaitu membaca nyaring (oral atau
aloud reading) dan membaca dalam hati (silence reading ). Ditinjau dari
cakupan bahan yaitu membaca ekstensif. Ditinjau dari tujuan membaca
yaitu membaca studi ( instruksional ) dan membaca ekspresif ( kreatif ).
Ditinjau dari tingkatan tujuan yaitu

membaca dasar ( elememtary

reading ), membaca tinjauan ( inspectional reading ), analitis (analytical


reading ), dan membandingkan (syntopical reading ). Dan ditinjau dari
teknik mememukan informasi fokus yaitu baca pilih (selecting ), baca
lompat (skipping), baca layap (skimming) dan baca tatap (scaning ). Untuk
menemukan informasi umum dari suatu bacaan dengan waktu cepat dapat
menggunakan sistem membaca cepat. Metode yang biasa degunakan untuk

17

membaca cepat diantaranya adalah metode kosa kata, motivasi atau minat,
bantuan alat, dan gerak mata. Teknik yang biasa digunakan yaitu teknik
skimming dan scaning. Aplikasi aplikasi membaca yang dapat digunakan
untuk meningkatkan kebiasaan membaca dapat diperoleh dari media
elektronik dan cetak diantaranya internet,esay,artikel dan sastra.
3.2 Saran
Diharapkan bagi penyusun lain dapat mengembangakan,menjabarkan
dan mengulas lebih dalam lagi mengenai materi membaca yang telah
disusun oleh penyusun makalah ini.

Daftar Pustaka
Nurhadi. 1987. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: CV Sinar Baru.
Tampubolon. Prof. Dr. DP. 1987. Kemampuan Membaca. Teknik Membaca Efektif
dan Efisien. Bandung : Angkasa.
Sugono Dendy. 2003. Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2. Jakarta : Pusat
Bahasa Depdiknas.
Pandawa Nurhayati, Hairudin dkk. 2009. Pembelajaran Membaca.
http://www.scribd.com/doc/57525928/9/Jenis-jenis-Membaca.
Diakses
tanggal 2 November 2011. Pukul 09.46 WIB.
Syamrilaode. 2010. Jenis Membaca. http://id.shvoong.com/writing-andspeaking/2060360-jenis-membaca/. Diakses tanggal 2 november 2011.
Pukul 09.55 WIB
Soedarso. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta : PT. Gramedia [ hlm. 84
10 Ibid., hlm. XIV-XV ]
Aritonang
T.
Keke.
2006.
http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.2027%20Meningkatkan%20Kemampuan%20Membaca.pdf. Diakses tanggal
21 November 2011. Pukul 10.05 WIB.
Admin. 2011. http://lindaajja.wordpress.com/2011/04/18/proses-membaca-danmenulis-permulaan-pada-anak-sd-dikelas-rendah/. Diakses tanggal 22
November 2011. Pukul 06.00 WIB

18

Safriandi.
2009.
http://nahulinguistik.wordpress.com/2009/11/04/teknikmembaca/. Diakses tanggal 22 November 2011. Pukul 9.35 WIB

19