Anda di halaman 1dari 4

SOP TRIASE

No.Dokumen :
No. Revisi
SOP

Tanggal Terbit :
Halaman

Pemerintah Kabupaten
Cirebon

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

PROSEDUR

dr. Asep Firmansjah, M.HKes


NIP. 19700904 200112 1 002

Puskesmas
Klangenan

Pengelompokan atau proses memilah-milah keadaan pasien berdasarkan


kegawatdaruratan dan berat ringannya trauma atau penyakit pasien
Setiap pasien yang datang dapat ditangani dengan cepat dan tepat sesuai
dengan jenis kasus dan tingkat kegawatan.
a. Proses triase, dilakukan langsung oleh perawat Instalasi Gawat
Darurat.
b. Pertolongan pada pelayanan Gawat Darurat sehari-hari dahulukan
korban yang kondisinya berat sekali.
c. Prioritas Pertolongan dengan labelisasi warna
Merah : Gawat Darurat
Kuning : Gawat Tidak Darurat atau Darurat Tidak Gawat
Hijau : Tidak Gawat Tidak Darurat
Hitam : Meninggal
a. Petugas menerima pasien yang datang dan membawanya ke ruang
triase.
b. Perawat IGD melakukan anamnesa dengan cepat nama, umur dan
alamat pasien serta keluhan utama pasien, pada pasien untuk menilai
tingkat kesadaran, pasien, bila perlu menyetuh atau menggovanng
bahu pasien dengan tetap menjaga prosesionalitas.
c. Perawat IGD memeriksa gangguan jalan nafas (lihat, raba dan
dengar).
d. Perawat IGD Memeriksa gangguan sirkulasi pada pasien dengan
memeriksa nadi pasien (nadi radialis/carotis)
e. Perawat IGD Memeriksa adanya luka, patah tulang maupun
perdarahan dengan cara melihat dan meraba tubuh korban secara
detail mulai dari kepala sampai ujung kaki sesuai dengan kondisi
korban.
f. Dari hasil pemeriksaan, Perawat IGD menentukan katogeri pasien
berdasar label pelayanan :
Label merah
: Emergency :
Pasien gawat dan darurat, pasien ini harus

UNIT TERKAIT

mendapat
pertolongan
dengan
prioritas
penanganan pertama
Label Kuning
: Urgent :
Pasien tidak gawat tapi darurat atau gawat tidak
darurat, pasien ini harus mendapat pertolongan
dengan prioritas penanganan kedua P2
Label hijau
: Non Urgent :
Pasien tidak gawat dan tidak darurat, pasien ini
akan mendapat prioritas penanganan ketiga P3
Label Hitam
: Expentant :
Pasien mengalami cedera mematikan dan akan
meninggal meski mendapat pertolongan
g. Perawat IGD menginformasikan hasil triase kepada dokter jaga IGD
memeriksa keadaan umum pasien untuk melihat kondisi pasien
Instalasi gawat darurat

SOP RUJUKAN PASIEN EMERGENCY


No.Dokumen :

SOP

No. Revisi

Tanggal Terbit :
Halaman

Pemerintah Kabupaten
Cirebon

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

dr. Asep Firmansjah, M.HKes


NIP. 19700904 200112 1 002

Puskesmas
Klangenan

Pasien dirujuk adalah pasien yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan


atau fasilitas khusus yang tidak tersedia di Puskesmas.
Indikasi :
1. Pengobatan dan atau tindakan tertentu yang diperlukan tidak bisa
dilakukan di Puskesmas
2. Fasilitas, baik Peralatan maupun tenaga profesional (ahli) yang tidak
dimiliki atau peralatan yang dimiliki sedang dalam keadaan rusak
3. Atas permintaan pasien dan atau keluarga untuk di rujuk Rumah Sakit
yang dituju
1. Mengirim pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain secara cepat,
cermat dan aman bagi pasien
2. Menjalin kerjasama yang baik dan efisien dengan rumah sakit yang di
tuju
Pelayanan pasien rujukan ke Rumah Sakit dilakukan dalam kerjasama
tim sesuai standar
1. Pasien yang akan dirujuk harus dalam keadaan stabil
2. Atas salah satu atau lebih indikasi tersebut diatas, Dokter IGD yang
memeriksa menginstruksikan untuk merujuk pasien ke RS
3. Dokter menulis pada Rekam Medik pasien bahwa pasien dirujuk ke
RS (nama RS rujukan) disertai dengan alasan rujukan
4. Dokter atau perawat memberitahu dan menjelaskan ke RS beserta
alasan pasien dirujuk
5. Dokter membuat surat rujukan
6. Lengkapi persiapan pasien untuk dipindahkan, bila perlu ambulance
lengkap dengan peralatan penunjang hidup dan peralatan lainnya,
obat dan bahan yang diperlukan sesuai kebutuhan kondisi dan kasus
pasien
7. Jika memungkinkan, dokter atau perawat dapat menghubungi dokter
atau perawat di RS Rujukan melalui telepon untuk penyampaian
informasi dan untuk mempersiapkan pasien.
8. Pasien gawat (dalam keadaan stabil) harus ditemani oleh Dokter atau
perawat yang telah menguasai dan mampu melakukan teknik-teknik
life saving serta bertanggung jawab dan melakukan observasi dan
pemantauan kegawatan pasien sampai ke RS rujukan
9. Petugas yang mengantar melakukan serah terima pasien kepada

UNIT TERKAIT

petugas pada RS Rujukan


Dokter Jaga IGD, Perawat IGD, Sopir Ambulance