Anda di halaman 1dari 5

PENGAUDITAN I

RINGKASAN MATERI KULIAH

KELOMPOK 13
1
2
3

I MADE DEVA HASDWI PUTRA


I GUSTI AGUNG SRI MUSTIKA PUTRA
I GEDE ADHI ADNYANA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2016

(1406305083)
(1406305084)
(1406305157)

RANGKUMAN MATERI KULIAH


SAP 3

A. Unsur-Unsur Standar Pekerjaan Lapangan


a. Standar Pertama
Standar pekerjaan lapangan pertama berbunyi :
Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi
dengan semestinya.
Penunjukan secara dini memungkinkan auditor merencanakan pekerjaannya
sedemikian rupa sehingga pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dengan cepat dan efisien serta
dapat menentukan seberapa jauh pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan sebelum tanggal laporan
posisi keuangan (Standar Profesional Akuntan Publik,SA Seksi 310:2011).
Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit dan
penentuan apakah tujuan tersebut tercapai. Unsur supervisi adalah memberikan instruksi kepada
asisten, tetap menjaga penyampaian informasi masalah-masalah penting yang dijumpai dalam
audit, me-review pekerjaan yang dilaksanakan, dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara
staf audit kantor akuntan. Luasnya supervisi memadai dalam suatu keadaan tergantung atas
banyak faktor, termasuk komplesitas masalah dan kualifikasi orang yang melaksanakan audit
(Standar Profesional Akuntan Publik,SA Seksi 311:2011).
b. Standar Kedua
Standar pekerjaan lapangan kedua berbunyi :
Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit
dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.
Dalam perencanaan auditnya, auditor harus mempertimbangkan sifat, lingkup, dan saat
pekerjaan yang harus dilaksanakan dan harus membuat suatu program audit secara tertulis (atau
set program audit tertulis) untuk setiap audit. Program audit harus menggariskan dengan rinci
prosedur audit yang menurut keyakinan auditor diperlukan untuk mencapai tujuan audit. Bentuk
program audit dan tingkat kerinciannya sangat bervariasi sesuai dengan keadaan. Dalam
mengembangkan program audit, auditor harus diarahkan oleh hasil pertimbangan dan prosedur
perencanaan auditnya. Selama berlangsungnya audit, perubahan kondisi dapat menyebabkan

diperlukannya perubahan prosedur audit yang telah direncanakan tersebut (Standar Profesional
Akuntan Publik,SA Seksi 311:2011).
c.

Standar Ketiga
Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi :
Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan
keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan
keuangan yang diaudit.
Sebagian besar pekerjaan auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas
laporan keuangan terdiri dari usaha untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti audit. Ukuran
keabsahan (validity) bukti tersebut untuk tujuan audit tergantung pada pertimbangan auditor
independen; dalam hal ini bukti audit (audit evidence) berbeda dengan bukti hukum (legal
evidence) yang diatur secara tegas oleh peraturan yang ketat. Bukti audit sangat bervariasi
pengaruhnya terhadap kesimpulan yang ditarik oleh auditor independen dalam rangka
memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. Relevansi, obejktivitas, ketepatan waktu,
dan keberadaan bukti lain yang menguatkan kesimpulan, seluruhnya berpengaruh terhadap
kompetensi bukti (Standar Profesional Akuntan Publik, SA Seksi 326:2011).

B. Tahap-Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Lapangan


Proses audit terdiri dari enam tahap (Zamzami, Faiz:2010), yaitu:
1) Persiapan Penugasan Audit
Persiapan penugasan audit adalah proses awal yang dilaksanakan pada proses audit.
Dalam tahap ini dimulai dengan penunjukan tim yang akan terlibat dalam suatu penugasan oleh
Satuan Audit Internal. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar tim yang akan melaksanakan tugas
di suatu unit mempunyai payung hukum yang kuat bahwa tim tersebut melaksanakan audit atas
perintah dari atas dan bukan karena kehendak pribadi.
2) Survey Audit Pendahuluan
Survey pendahuluan merupakan proses yang bertujuan untuk mendapatkan
pemahaman yang mendalam mengenai risiko dari suatu unit yang akan diperiksa. Terdapat dua
klasifikasi utama dari teknik-teknik audit pada tahap survey pendahuluan, yaitu yang berkaitan
dengan langkah-langkah survey pendahuluan di kantor unit auditor internal (on desk/off site
audit), dan di lokasi unit yang diaudit (on site audit).

3) Pelaksanaan Pengujian
Pada tahap pelaksanaan pengujian ini auditor perlu mencari bukti yang akan
menguatkan informasi yang diperoleh pada survey pendahuluan tersebut. Bukti audit yang
cukup, kompeten, relevan dan catatan lainnya.
4) Penyelesaian Penugasan Audit
Penyelesaian penugasan audit ini merupakan tahapan terakhir dari proses pekerjaan
lapangan. Dalam tahap ini auditor mematangkan berbagai temuan yang telah dirangkum selama
proses pekerjaan lapangan. Di sini auditor memperoleh keyakinan yang memadai bahwa temuan
yang dirangkumnya telah dijalankan sesuai prosedur, obyektif dan independen.
5) Pelaporan hasil audit
Laporan hasil audit ini merupakan media untuk menyampaikan permasalahan serta
temuan berikut dengan rekomendasi yang terdapat dalam suatu unit kepada manajemen unit
tersebut.
6) Pemantauan tindaklanjut
Tindak lanjut

dilaksanakan

berdasarkan

kesepakatan

yang

telah

disetujui

oleh auditee terkait dengan pelaksanaan rekomendasi yang telah diberikan.

DAFTAR PUSTAKA
Halim, Abdul. 2008. Auditing, Dasar-Dasar Audit Laporan Keuangan. Jilid 1. Edisi Keempat.
Yogyakarta: Unit Penerbitan dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN
Standar Profesional Akuntan Publik. 31 Maret 2011. Jakarta : Penerbit Salemba Empat
Zamzami, Faiz .2010 .Proses Internal Audit. http://www.sai.ugm.ac.id/site/artikel/proses-internal-auditugm [Diakses pada tanggal 10 Maret 2013]