Anda di halaman 1dari 3

PENTINGNYA MEMAHAMI KEBUTUHAN NUTRISI OTAK

Otak merupakan bagian tubuh yang sangat penting karena otak merupakan pusat dari semua
aktivitas sistem tubuh. Ibarat komputer otak adalah shoftwhare dan hardwhare yang
berhubungan dengan seluruh aktivitas individu dari menerima input - memprosesnya dengan
penuh dan benar - mengeluarkannya sebagai ouput yang benar pula. Apabila otak mengalami
kerusakan, kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh otak maka otak akan mengalami
gangguan fungsinya. dan Apabila itu terjadi pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan
(di masa kanak-kanak / Usia Dini) maka yang akan terjadi adalah pertumbuhan otaknya akan
terganggu sampai tidak sempurna, sehingga perkambangan anak akan terganggu.
Kalau kita berbicara asupan makanan empat sehat lima sempurna sebetulnya dari masingmasing komponen tersebut sudah ada nutrisi untuk otak. Ibarat sebuah paket, makanan untuk
otak sama dengan makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun demikian
dalam melihat asupan makanan harus juga melihat piramida makanan untuk mengetahui
kebutuhan asupan makanan yang memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan oleh otak. Hal ini
di karena, di dalam gizi seimbang empat sehat lima sempurna, ada beberapa zat gizi (nutrien)
yang fungsinya secara spesifik dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan belum
mencukupi. Lebih lanjut, karena pertumbuhan fisik dan volume otak tak dapat dipisahkan
dari pertumbuhan dan perkembangan tubuh seorang anak. Berikut ini merupakan zat gizi
yang dibutuhkan oleh otak:
1. KARBOHIRDAT
Merupakan sumber energi yang diperlukan untuk berbagai proses metabolisme otak dan
proses pembentukan simpai-simpai saraf pada otak bayi dan anak untuk proses berpikir.
Terdapat pada makanan berbahan beras, terigu, jagung, sagu dan kentang.
2. PROTEIN dan ASAM AMINO
a. Asam folat
berperan penting dalam pembentukan otak bayi sejak awal kehamilan. Kekurangan asam
folat dapat menimbulkan kelainan berupa Neural Tube Defect (NTD) yang dapat
menimbulkan dampak jangka panjang pada kehidupan bayi, bahkan sering kali menimbulkan
kematian. NTD merupakan kelainan bawaan berat pada otak, tulang kepala dan sumsum
tulang belakang yang dijumpai sebagai anensefalus, hidrosefalus, mikrosefalus,
meningoencephalocele dan spina bifida. Menurut berbagai penelitian , jumlah Asam Folat
yang dibutuhkan saat masa kehamilan adalah 600 mikrogram perhari per orang (2 hati ayam
= 100 gram, mengandung 1.128 mikrogram asam folat). Setelah bayi lahir, asam folat tetap
dibutuhkan untuk pembentukan selubung saraf otak agar otak berkembang optimal. Sumber
asam folat terdapat pada hati ayam, kacang kedelai, bayam, kembang kol, brokoli, daging,
gandum, telur, susu, dan keju.
b. Tyrosine dan Tryptophan
Berperan untuk menghasilkan neurotransmitter yang berfungsi menyerap pesan dan
mengolahnya sehingga pesan dapat disampaikan lebih optimal. Terdapat pada telur, kacangkacangan dan susu yang difortifikasi dengan kandungan ini.

c. Kolin
Penting sebagai komposisi utama membran sel normal serta menjaga keutuhan membran sel
dalam proses-proses biologi, seperti aliran/rangsangan informasi, komunikasi intrasel, dan
bioenergi. Selain itu, kolin juga dapat membantu fungsi normal otak melalui pembentukan
neurotransmitter asetilkolin, yaitu bentuk senyawa kolin yang sangat berperan pada fungsi
otak. Kebutuhan kolin intuk ibu hamil harus 400mg/ hari. Sumber kolin bisa didapatkan dari
ASI, suplemen kolin, atau susu khusus ibu hamil.
3. LEMAK
AADHA, merupakan asam lemak esensial (ALE) yang dibutuhkan dari luar, karena tubuh
tidak dapat membentuknya sendiri. AA berasal omega 3, sedangkan DHA berasal dari omega
6. Keduanya penting untuk pembentukan membran sel, terutama sel saraf otak dan sel saraf
retina. Bisa didapat dari minyak ikan, aneka ikan, sayuran hijau, minyak kanola, kenari, biji
gandum dan kacang kedelai, serta masih banyak lagi. Khusus untuk AA terdapat juga pada
kacang tanah, daging, unggas, susu, minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak wijen,
minyak kedelai, dan kenari.
4. VITAMIN
a. Vitamin B1 (tiamin)
Merupakan gizi esensial untuk kesehatan otak dan sel saraf. Bisa dijumpai pada biji-bijian
dan makanan yang telah diperkaya seperti roti, nasi, pasta dan sereal sarapan. Kekurangan zat
ini bisa menyebabkan beri-beri kering dan beri-beri otak.
Beri-beri kering ditandai dengan:
- sensasi / rasa seperti ditusuk-tusuk jarum pada jari- jari kaki
- sensasi / rasa panas seperti terbakar di kaki terutama memburuk pada malam hari
- Kram (kejang) otot betis
- nyeri pada tungkai dan kaki.
Untuk beri-beri otak, Gejala awalnya berupa kelainan mental, laringitis dan penglihatan
ganda.
Selanjutnya penderita akan mengarang-ngarang kejadian dan pengalaman untuk mengisi
kekosongan ingatannya (konfabulasi)
b. Vitamin B5 (asam pantotenat)
Merupakan bentuk koenzim yang dapat membantu mengantar rangsangan saraf. Sumber
vitamin B5 ada pada daging, unggas, ikan, sereal biji-bijian, susu, sayur dan buah.
Jika penderita juga mengalami kekurangan asam pantotenat, gejala-gejala diatas akan
semakin parah:
- otot betis terasa sakit
- bangun dari posisi jongkok menjadi sulit
- berkurangnya kemampuan untuk merasakan getaran di jari-jari kaki.
Pada akhirnya otot betis dan otot paha akan mengecil (atrofi) dan timbul footdrop dan
toedrop (keadaan dimana kaki atau jari-jari kaki tergantung timpang dan tidak dapat

diangkat). Hal ini terjadi karena saraf-saraf dan otot-otot tidak berfungsi sebagaimana
mestinya.
c. Vitamin B6 (piridoksin)
Membantu mengubah tryptophan menjadi seretonin, zat kimia otak yang bisa menimbulkan
rasa tenang bagi tubuh. Rendahnya kadar seretonin umumnya akan membuat orang cepat
stres, sulit tidur, dan depresi. Sumber vitamin B6 bisa dijumpai pada daging ayam, ikan, hati,
sereal biji-bijian, kacang-kacangan dan polong-polongan.
d. Vitamin B12 (sianokobalamin)
Membantu mempertahankan jaringan saraf agar tetap sehat. Sumber vitamin B12 ada pada
telur, daging, ikan, unggas, serta susu dan produk olahannya. Dikonsumsi biasanya 2,6 mg/
hari untuk ibu hamil.
5. MINERAL
a. Zat besi (Fe)
Diperlukan bagi pembentukan selubung saraf dan mencegah gangguan kecerdasan. Bahan
makanan sumber Fe adalah ASI, daging, hati, jantung sapi, daging ayam, ikan, kuning telur,
kacang-kacangan, kedelai, sayuran berdaun hijau, serealia, dan lain sebagainya. Dosis untuk
ibu hamil adalah sekitar 30 mili gram per hari
b. Zink (seng)
Berfungsi untuk kekebalan dan merupakan bagian dari lebih 200 jenis enzim. Oleh karena itu
zink penting bagi berbagai fungsi, termasuk pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi,
fungsi sensori, perlindungan antioksidan dan stabilisasi membran otak. Sumber zink yang
utama adalah daging, unggas, ikan laut, produk susu dan sereal. Dosis untuk wanita hamil
adalah 15 mg, sedangkan untuk ibu menyusui adalah 19 mg.
c. Yodium
Merupakan komponen dari hormon tiroksin yang berperan meningkatkan laju oksidasi dalam
sel-sel tubuh. Sangat berperan untuk perkembangan mental serta kecerdasan (IQ). Terdapat
pada sayur, daging merah dan ikan laut. Untuk menambah pasokan yodium dalam tubuh,
dapat pula menambahkan konsumsi garam beryodium yang dicampur pada makanan untuk
anak setiap hari. Kekurangan Iodine bisa menyebabkan kretinisme. Dosis untuk wanita hamil
adalah 175-200 mg/ hari, untuk wanita menyusui 200 mg/ hari
Simpulan:
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi otak sudah tersedia diberbagai makanan yang ada dan
sifatnya natural (dari alam) dan organik yang penyuburnya / pupuknya juga organik. Yang
sangat penting adalah kejelian kita didalam memilih. Pilihlah makanan yang betul-betul yang
bersumber dari alam yang tidak mengandung hal-hal yang nonorganik seperti pengawet,
penyedap, pewarna, pemutih.