Anda di halaman 1dari 3

SEKILASTENTANGQURBAN

K.H.MBasoriAlwi
(PengasuhPesantrenIlmuAlQuran(PIQ)SingosariMalang)
Padatanggal10Dzulhijjahbesok,sebagaimanalazimnyaumatIslamakan
memperingatiHarirayaIdulAdha,dimanasalahsatuamalansunnahyangsangat
dianjurkanuntukdilakukanolehumatIslamyangmampumelaksanakannyapadahari
itu adalah berkurban, karena Allah SWT telah berfirman dalam alQuran yang
artinya,MakashalatlahuntukTuhanmudansembelihlahhewan(qurban)."(QS.Al
Kautsar:2).
Artiqurbansendiriadalah hewanyangdisembelihpadahariidulAdhadan
tigaharitasyriqtanggal1113Dzulhijjah,dimulaisetelahshalatIdulAdhadan
khutbahnya, dan berakhir pada tanggal 13 Dzulhijjah sebelum Maghrib, yang
diniatkanuntukmendekatkandirikepadaAllahs.w.t.secaraikhlaskarenaNya.
Ibadah kurban ini merupakan salah satu ibadah yang utama, karena selain
merupakansyiarIslamjugapadahakekatnyakitamengenangujiankecintaandan
sekaligus keimanan dari Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS yang pernah diuji
dalammimpibeliauuntukmenyembelihputranyasebagaimanadiceritakandalamal
Quran:
Dan Kami panggillah dia, Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan
mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orangorang
yangberbuatbaik.Sesungguhnyainibenarbenarsuatuujianyangnyata.DanKami
tebusanakitudenganseekorsembelihanyangbesar.[Q.SAshShaffat:102107]
HukumQurban
Berkurban ini telah diwajibkan untuk Nabi Muhammad s a.w, tetapi
hukumnya sunnahmuakkad bagiumatbeliau,dimanakesunnahantersebutbersifat
sunnah'ainbagitiapindividudan sunnahkifayahbagisetiapkeluarga.Tetapipun
demikian,kurbansunnahbagiseseorangbisaberubahmenjadiwajib,jikakurbanitu
dinadzarkan, baik itu nadzar hakiki maupun nadzar hukmi. Jika seseorang
mengucapkanAkubernadzarakanberkurbanpadaidulAdhaini,atauKambing
ini aku nadzarkan untuk qurban, maka kedua contoh ucapan ini adalah bentuk
nadzar hakiki. Adapun perkataan yang sama hukumnya dengan nadzar walaupun
tidakdisebutkansecaraeksplisitsebagaiperkataannadzaradalahsepertimisalnya
seseorangmengucapkanHariiniakuakanmenyembelihqurban,atauKambingini
kujadikanqurban.
Yang juga perlu diperhatikan adalah bila seseorang menjawab pertanyaan
Untuk apa kambing itu? , maka bila ia menjawab Untuk qurban, atau
mengucapkan niat waktu menyembelih qurban dengan mengucap Aku berniat
menyembelih qurban karena Allah tanpa menyebut perkataan sunnat sesudah
perkataan qurban maka contohcontoh seperti itu adalah bentukbentuk nadzar
hukmi, di mana hukumnya sama dengan nadzar Hakiki. Baik nadzar hakiki atau
nadzarhukmiakanmenyebabkanhewanqurbanmenjadiqurbanwajib.
Dalam syariat Islam dinyatakan bahwa hewan yang boleh dibuat sebagai
qurban hanyalah domba/kambing, lembu/sapi dan unta, sebagaimana yang
difirmankan oleh Allah SWT Dan bagi setiap umat Kami berikan tuntunan
berqurbanagarkalianmengingatnamaAllahatasrezkiyangdilimpahkankepada

kalianberupahewanhewanternak(bahiimatulanaam).(QS.AlHajj:34).Dengan
demikian, makaberkurbandenganhewanselaintigahewantesebuttentunyadapat
dianggaptidaksah.
Lebihjauh lagi, fiqihjuga mengaturbahwabahkan tidak semuatigajenis
hewan ternak tersebut lantas boleh untuk dijadikan kurban, karena umur hewan
tersebutjugamenjadisalahsatupertimbangan.Umurhewanyangdibolehkanuntuk
dijadikankurbantergantungjenisnya;untukdomba(Qibasy)bolehdijadikankurban
bilatelahgenapsetahunkeatasatautelahtanggalgiginya,sedangkanuntukkambing
kacangan umur yang dibolehkan adalah dua tahun ke atas. Bila yang akan
dikurbankanadalahlembumakausiayangdiperkenankanadalahbilatelahgenapdua
tahunkeatas,sedangkanuntukuntaharustelahberumurgenaplimatahunkeatas.
Selainumur,fisikhewanyangakandijadikankurbanjugaharusmemenuhi
beberapapersyaratan.Tidakdiperkenankankitaberqurbandenganhewanyangsangat
kurus, atau cacat seperti hewan ternak yang putus sebagian ekornya atau putus
telinganya(kecualisedikitrobek)atauhewanternakyangpincangkakinya,sebelah
matanyacacatatauhewanyangdannampakjelassakitnya.
Seekor kambing hanya boleh (sah) menjadi kurban dari satu orang
pengkurban, sedangkan bila dua orang berkurban kolektif dengan dua kambing
misalnya,haruslahjelasbagianmasingmasing.MisalnyaAdanBmembeliduaekor
kambingdandiqurbankanuntukduaorangtersebuttanpaadakejelasan,kambing
yang mana milik A dan yang mana milik B, maka yang demikian ini tidak sah.
Berbeda dengan seekor unta atau lembu, di mana kedua hewan ini sah dijadikan
qurbanpatungan/kolektifoleh hanya tujuhorang,artinyamasingmasingsepertujuh
bagian.Sedangkanmematungkanpahalaqurbanuntukoranglainwalaupunbanyak,
hukumnyasahdanseluruhnyamemperolehpahalaqurbanItu.
Padakurbansunnah, sebagiandagingnyabolehdimakanolehsipengurban
danselainorangmiskin,tetapikeduajenisoranginihanyabolehmengkonsumsidan
memanfaatkannya,tetapitidakbolehmemilikinya,artinyatidakbolehmenjualnya,
menukarkannya dengan barang lain atau menjadikannya sebagai ongkos
penyembelihan,meskipunhanyakulitnya.
Pundemikian,kurbansunnahinitidaksahkalausebagiandagingnyayangmentah
tidakdiberikankepadasifakiratausimiskinwalaupunhanyasedikit.Tetapitentu
saja yangterbaikadalahbahwadagingtersebut seyogyanyadiberikansemua atau
sebagianbesarkaumfakirmiskin. Sebaliknya, untukkurbanyangsifatnyawajib
(sebagaimanayangtelahdijelaskansebelumnya)makabagisipengkurbandanorang
yangberkecukupanharamikutmakandanmemanfaatkannya.
Karenaitusebagaijalankeluaragarsupayastatusqurbanitutetapsunnah,
maka seseorang yang menyebutkan kurbannya agar menambah dengan perkataan
sunnah,misalnyaIniqurbansunnahku,atauAkuakanqurbansunnah.Jikaia
mewakilkan ke orang lain, maka ia bias mengatakan, Aku wakilkan qurban
sunnahkuinipenyembelihannyapadamu,ataujikaditanyapanitiaKurbansiapa
ini? maka jawabannya seyogyanya adalah Qurban sunnahku, dan sebagainya
(I'anahatThalibin JuzIIhal331bariske17tentangpengucapanniat,dan kitab
BughiyatulMustarsyidinhal258).
Sebagai tambahan, sebelum hewan kurban disembelih maka hukumnya
makruhbagiorangyangberkurban untukmemotongrambutdankukuyangmana
saja pada tanggal 10 Dzul Hijjah dan harihari Tasyriq, sedangkan bila yang

bersangkutan berqurban lebih dari satu, maka penyembelihan yang pertama dapat
menggugurkanhukumkemakruhannya.
Bolehdansahhukumdariqurbanitubilaseseorangmewakilkankepadaorang
lain (muslim) untuk membeli kambing, menyembelih dan sekaligus meniatkan
berqurban untuk yang mewakilkan tersebut. Demikian juga jika seseorang
menyerahkanataumengirimkanqurbannyakepadapanitia,sebaiknyadiniatisendiri
terlebihdahulu,misalnyaAkuberniatqurbandengankambinginikarenaAllah
(kalaudiniatkanhanyadalamhati)atauAkuberniatqurbansunnatdengankambing
inikarenaAllah(kalaudiniatkandidalamhatidandiucapkandenganlisan.
Demikian pula boleh dan sah juga bila seseorang mengurbani keluarganya
yangnafkahhidupnyamenjaditanggungannyameskipuntanpaseijinmereka,baik
yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal. Seseorang sah membayarkan
kurbanoranglainyangbukankeluarganyahanyadenganseijinnyadalamkeadaania
masih hidup atau dalam wasiatnya bila yang dibayarkan kurbannya sudah wafat,
karenamembayarkurbanoranglaintanpaseijinatautanpawasiatnyaadalahtidak
sah,dengankatalainmasingmasingtidakmemperolehpahala.
Demikianlah,makasemoganiatkitaberkurbandiHariRayaIdulAdhaini
dapatterealisasidengansempurnadansesuaidengansyariahnya,sehinggatidaksaja
menjadi amal ibadah yang diharapkan untuk mendapat pahala di sisi Allah swt,
karenasebagaimana sabdarasulullah saw bahwa adakebaikan ditiap helai bulu
hewan yang kita kurbankan, tetapi juga memiliki nilai ibadah sosial dengan
membawamisikepeduliankepadasesama,danmenggembirakankaumdhuafa.
Wallahualam