Anda di halaman 1dari 34

Psoriasis Vulgaris

Muhammad Ilham
Pembimbing : Dr. Vita Nooraini Sp.KK

IDENTITAS
Nama : An. Eli Sri M
Usia : 7 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Suku Bangsa : Indonesia
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Kp. Darundung Rt.04 Rw.02 Desa Gudang Kec. Cikalong
Kulon Kab. Cianjur
Tanggal berobat : 19 Mei 2016

Keluhan Utama : bercak kemerahan dan kulit mengelupas pada


seluruh tubuh
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien dating dengan keluhan bercak merah pada seluruh tubuh
sejak 3 bulan yang lalu. Pada awalnya bercak kecil timbul pada daerah
dada kiri, lambat laun bercak membesar dan timbul pada daerah lain.
Bercak kemerahan yang sudah lama mengering dan berubah warna
menjadi putih. Saat ini pasien mengeluh gatal pada seluruh tubuhnya,
walaupun tidak terlalu gatal. Pasien juga mengaku bila setelah
beraktifitas kulit makin terasa gatal. Tidak terasa nyeri pada pada
daerah yang luka. Tidak timbul lepuhan atau cairan pada luka.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat penyakit serupa : disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit
serupa
Riwayat Alergi
Disangkal

Tanda-tanda vital

TD
:
Nadi
: 92 X/menit, reguler, isi cukup

Pernafasan
: 20 x/menit, teratur

Suhu
:-

STATUS GENERALIS
Kepala
: normosephal, rambut
merata, tidak mudah rontok

hitam,

panjang,

distribusi

Mata
: sklera ikterik (-/-), konjungtiva anemis (-/-), refleks
cahaya (+/+), pupil isokhor (+/+)
Hidung

: septum deviasi (-), sekret -/-

Mulut
: bibir sianosis (-), bibir kering (-), lidah kotor (-), lidah
besar (-), stomatitis (-), gigi goyang (-), Mallampati I
Leher
: benjolan (-), pembesaran KGB (-), pembesaran
kelenjar, tiroid (-), leher kaku (-), leher pendek (-), Tonsil hiperemis,

Thoraks
Paru
Inspeksi

: simetris, bagian dada yang tertinggal (-)

Palpasi
(-)

: vokal fremitus simetris, bagian dada yang tertinggal

Perkusi

: sonor dikedua lapang paru

Auskultasi

: vesikular +/+, rh -/-, wh -/-

Jantung
Inspeksi :

iktus kordis tidak terlihat

Palpasi

iktus kordis teraba ics 4-5

Perkusi

Dalam batas normal

Auskultasi: BJ1 & BJ2 tunggal, murni,


regular, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi

: datar, bekas luka operasi (-)

Palpasi
: nyeri tekan epigastrium (+), splenomegali
(+), hepatomegali (-)
Perkusi

: timpani

Auskultasi

: bising usus normal

Kulit
: turgor kulit < 2 detik, kering (-),
sianosis (-), ikterik (-)
Punggung

: skoliosis (-), kifosis (-), lordosis (-)

Ekstremitas Atas
: akral hangat (+/+), sianosis (-/-),
ikterik (-/-), CRT <2 detik
Ekstremitas Bawah : akral hangat (+/+), sianosis (-/-),
ikterik (-/-), CRT <2 detik, udem (-/-)

STATUS DERMATOLOGIKUS
Distribusi : Generalisata
Karakteristik :
Jumlah Multiple
Bentuk : tidak beraturan
Ukuran
Terbesar : 2x1 cm
Terkecil : 0,5 x 0,5 cm

Berbatas Tegas
Menimbul
Kering

Efloresensi : Eritema sirkumskrip yang meninggi


(plak), dengan skuama diatasnya

Resume
Pasien dating dengan keluhan bercak merah
pada hamper seluruh tubuh disertai rasa gatal,
tidak terasa sakit dan tidak keluar cairan pada
luka, luka menyebar secara serentak sejak 3
bulan yang lalu, bercak merah berubah menjadi
warna putih pada lesi yang sudah lama. Bercak
putih tidak terasa gatal dan terasa bila diraba.
Os tidak memiliki riwayat alergi dan tidak ada
keluarga yang mengalami hal serupa.

Pada Status Dermatologikus ditemukan bercak


eritema yang meninggi disertai skuama kasar
diatasnya yang terdapat pada hamper seluruh
tubuh, dengan jumlah multiple berbentuk tidak
beraturan berbatas tegas, kering dengan ukuran
terbesar 2x1 cm dan ukuran terkecil 0.5 x0.5 cm

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dilakukan
DIAGNOSIS KERJA
Psoriasis Vulgaris
DIAGNOSIS BANDING
Dermatofita
Dermatitis Numularis
Dermatitis seboroik

PEMERIKSAAN ANJURAN
Biopsi eksisional

PROGNOSA
Ad vitam
: dubia ad bonam
Ad fungsionam
: dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad malam

TINJAUAN PUSTAKA
PSORIASIS

DEFINISI
PSORIASIS

penyakit yang penyebabnya autoimun, bersifat


kronik dan residif, ditandai dengan adanya bercakbercak eritema berbatas tegas dengan skuama
yang kasar, berlapis - lapis dan transparan,
disertai fenomena tetesan lilin, Auspitz, dan
Kobner.

EPIDEMIOLOGI
Insidens pada orang kulit putih lebih tinggi
daripada penduduk kulit berwarna
Eropa 3 - 7%, Amerika Serikat 1 - 2%, Jepang
0,6%.
Insidens pada pria agak lebih banyak dari
pada wanita, psoriasis terdapat pada semua
usia, tetapi umumnya pada orang dewasa.

ETIOPATOGENESIS
Faktor
genetik

Faktor
imunolo
gik

Faktor
endokrin

Stress
psikik

Infeksi
lokal

GEJALA KLINIS
Gatal Ringan
Bercak eritema meninggi
Eritema Sirkumskrip
Skuama berlapis-lapis
Fenomena Tetesan Lilin
Fenomena Auspitz
Fenomena Kobner

GEJALA KLINIS
Psoriasis juga dapat menyebabkan kelainan
kuku, yakni sebanyak kira-kira 50%, yang
agak khas ialah yang disebut pitting nail
atau nail pit berupa lekukan-lekukan miliar.
Kelainan yang tak khas ialah kuku yang
keruh, tebal, bagian distalnva terangkat
karena terdapat lapisan tanduk di bawahnya
(hiperkeratosis subungual), dan onikolisis.

BENTUK KLINIS
Psoriasis
Vulgaris

Psoriasis
Gutata

Psoriasis
Inversa
(Psoriasis
Fleksural)

Psoriasis
Eksudativa

Psoriasis
Seboroik
(Seboriasis)

Psoriasis
Pustulosa

Eritroderma
Psoriatik

HISTOPATOLOGI
parakeratosis dan akantosis.
Pada stratum spinosum terdapat kelompok
leukosit yang disebut abses Munro. Selain itu
terdapat pula papilomatosis dan vasodilatasi
di subepidermis.

DIAGNOSIS BANDING
sifilis
psoriasifor
mis
dermatofito
sis

Dermatitis
seboroik
DIAGNOS
IS
BANDING

PENGOBATAN
DDS
(diaminodifenil
sulfon)
Levodopa

Siklosporin

Obat sitostatik

Kortikosteroid

Etretinat
(tegison,
tigason) dan
asitretin
(neotigason )

PENGOBAT
AN
SISTEMIK

Terapi biologik

PENGOBATAN
Kortiko
steroid

Ditranol
(antralin)

Emolien

Tazarote
n

PENGOBATA
N TOPIKAL

Calcipotri
ol

Preparat
ter

penyinar
an

PENGOBATAN
PUVA

TERIMA KASIH