Anda di halaman 1dari 15

Puputwawan's Blog

berbagi ilmu, berbagi rizki
Lanjut

TANAMAN

KELAPA SAWIT

GULA
POS KOMENTAR

REVIEW

PONSEL

MOTOR/MOBIL
← Pemupukan Kelapa Sawit
Instruksi Kerja Konservasi Tanah & Air →

Land Clearing (Pembukaan Lahan ) Gambut Kelapa Sawit
JUNI 25, 2011 8 KOMENTAR

1. PENGERTIAN UMUM
Istilah “GAMBUT“diduga berasal dari nama sebuah desa di selatan kota Banjarmasin dan sekarang menjadi ibukota
Kecamatan Gambut dimana ditemukan tanah gambut dalam jumlah yang luas.
Tanah gambut tergolong tanah rawa dan terbentuk dari bahan organik sisa tanaman yang mati diatasnya dan
disebabkan keadaan lingkungan yang selalu jenuh atau terendam air sehingga tidak memungkinkan berlangsungnya
proses pelapukan. Akumulasi bahan organik dapat mencapai ketebalan mencapai 0,5-16,0 m.
2. KETEBALAN BAHAN ORGANIK
Berdasarkan ketebalan lapisan bahan organiknya, gambut dipilah dalam empat kategori yaitu gambut dangkal,
gambut sedang, gambut dalam dan gambut sangat dalam :
a. Gambut Dangkal (Tipis) = 0,5-1,0 m
b. Gambut Sedang (Agak Tebal) = 1,0-2,0 m
c. Gambut Dalam (Tebal) = 2,0-3,0 m
d. Gambut Sangat Dalam (Sangat Tebal) = > 3,0 m
3. SIFAT KEMATANGANNYA (DEKOMPOSISI)
Berdasarkan sifat kematangannya (ripeness) atau tingkat pelapukannya (dekomposisi), gambut dapat dibedakan
menjadi tiga jenis yaitu gambut fibrik, gambut hemik dan gambut saprik :
a. Gambut Fibrik

Penurunan permukaan tanah gambut setelah di drain. d. Ketebalan. Pengaturan tinggi permukaan air tanah.  Memudahkan dalam perencanaan pembuatan jaringan jalan dan parit didalam kebun.2. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan tanah gambut adalah : a. Pemadatan (compacting) sepanjang jalur tanaman.1. Pengaturan “trio tata air” yaitu saluran drainase. TAHAPAN PEMBUKAAN LAHAN.  Memudahkan dalam pemberian nomor dan identifikasi areal.Gambut dengan tingkat dekomposisi rendah : bahan tanah gambut masih tergolong mentah yang dicirikan dengan tingginya kandungan bahan-bahan jaringan tanaman atau sisa-sisa tanaman yang masih dapat dilihat keadaan aslinya.  Blocking area dilakukan oleh tim pengukuran yang terdiri dari 4 orang setiap tim (1 orang juru ukur. 2 orang perintis dan 1 orang pembawa alat/barang). Waktu pelaksanaan survey tata batas adalah setelah dilaksanakan survey mikro oleh instansi pemerintah dan disesuaikan dengan rencana (program) kerja perusahaan. c. SURVEY TATA BATAS Tujuan :  Membuat peta areal yang akan dikelola oleh perusahaan. Kemungkinan banjir serta sifat air.  Inventarisasi bentang alam (parit. c. tanggul dan pintu air. survey detail lahan dan izin lokasi perkebunan sudah dikeluarkan oleh pemerintah daerah/pusat. b. Penimbunan dan pemadatan jalan untuk transportasi hasil panen dan logistik 5. sungai) dan tata guna tanah di sekitar tata batas. sesuai dengan surat izin Pencadangan Areal oleh Pemerintah. kematangan serta sifat fisik dan kimia gambut. . b. 5. Gambut Saprik  Gambut dengan tingkat dekomposisi matang : bahan tanah gambut yang sudah mengalami perombakan sangat lanjut dan bersifat matang hingga sangat matang.  Berwarna gelap dan kandungan humus tinggi. BLOCK DESIGN DAN BLOCKING AREA Tujuan :  Membagi areal kebun menjadi beberapa blok kerja yang luasnya sama. 5.  Memudahkan dalam pengalokasian kerja (dari beberapa jenis pekerjaan atau kontraktor) sehingga tidak terjadi tumpang tindih (overlapping) pekerjaan.  Menentukan tata batas konsesi  Mengetahui luas areal konsesi. 4. Gambut Hemik Gambut dengan tingkat dekomposisi sedang : bahan tanah gambut yang sudah mengalami perombakan dan bersifat separuh matang. Ketentuan :  Block design dan blocking area dikerjakan segera setelah selesai dilakukan survey tata batas. HAL HAL PENTING DARI TANAH GAMBUT Pembukaan lahan dan pengelolaan kelapa sawit di tanah gambut memerlukan paket teknologi khusus yang berbeda dengan tanah mineral.

terutama pada tempat-tempat yang mudah longsor. emplasemen dan lain-lain. cabang sungai dan lain-lain. PEMBUATAN SALURAN DRAINASE DAN JALAN Pembuatan saluran drainase dan jalan di areal gambut atau rawa-rawa dilakukan bersamaan (sekaligus) karena tanah dari galian parit (kanal) sekaligus dijadikan badan jalan.000 m dan lebar = 300 m). outlet. Main Drain : arahnya disesuaikan dengan letak dan arah aliran sungai utama.0 x 2. Jadi untuk calon areal yang luasnya besar memerlukan beberapa tim ukur berjalan sekaligus.0 m) yang letaknya dalam blok dengan jarak tertentu.3. Blocking area harus diselesaikan paling lambat 3 bulan.0 x 1.  Dalam blocking area.5 x 2. titik BM dibuat permanen dari beton dan dicat. Block design yang arah Utara-Selatan dijadikan production road dan production drain. 5. Biasanya titik BM diambil tempat-tempat atau batas-batas alam seperti persimpangan jalan. sedangkan block design Barat-Timur dijadikan collection road dan collection drain. Saluran Drainase Jenis Saluran Drainase : a. Ukuran saluran : – lebar 4 meter – dalam 4 meter  Hasil galian parit ditimbun ke arah luar konsesi.  Blocking area dimulai dari titik/tempat (bench mark = BM) yang mudah dicari/dikenali sehingga apabila terjadi kesalahan atau penyimpangan pengukuran mudah untuk menelusuri dan mengoreksinya. Ini dapat dipergunakan untuk membentuk badan jalan (boundary road). parit (kanal). Tanggul berbentuk trapesium dengan ukuran lebar atas minimal 7 m (dapat dilalui kendaraan) Fungsi tanggul dan saluran batas :  Mempertegas batas-batas areal yang akan dikelola. harus dapat menggambarkan posisi jalan.  Mengatur tinggi permukaan air tanah dan mencegah masuknya air ke dalam kebun dari areal sekitarnya. sedangkan collection road panjangnya 1. 5. areal kebun dibagi menjadi blok-blok kecil berbentuk persegi panjang yang luasnya 30 ha (panjang = 1. yang sekaligus berfungsi sebagai tanggul.  Selain production drain dan collection drain di-design juga subsidiary drain (ukuran 1.0 x 1.0 m).  Sketsa block design diilustrasikan pada Gambar -1 5.0 x 2.1. PEMBUATAN SALURAN BATAS (BOUNDARY DRAIN) Tujuan :  Membatasi areal dengan lokasi sekitarnya karena dalam pembuatan boundary drain sekaligus membuat tanggul.  Tanggul harus dibuat kokoh dan biasanya dipasang turapan dari kayu-kayu pada kedua atau salah satu sisi tanggul.  Hasil block design dan blocking area.0 m).4.  Tanggul dibuat lebih tinggi dari genangan air saat banjir sehingga air dari luar dapat terbendung. Panjang blok dibuat Barat-Timur dan lebar blok arahnya Utara-Selatan.  Mencegah masuknya air dari luar areal sehingga proses pengeringan bisa berjalan lancar.  Mencegah masuknya peladang-peladang liar dan untuk jangka panjang boundary drain dapat berperan untuk menghambat ruang gerak pencurian buah di dalam kebun oleh pihak luar. Ketentuan :  Saluran dibuat di sekeliling batas areal (boundary) yang direklamasi.4.  Production road panjangnya 300 m dan di salah satu sisinya (sebelah kiri) dibuat production drain (ukuran 3.000 m dan di salah satu sisinya (sebelah atas) dibuat collection drain (2. .5 x 1. Selain itu.  Sebagai jalan transportasi dan kontrol.

0 1.5 2. d.b. d. Collection Drain :  Bermuara di saluan production drain  Menampung dan mengalirkan kelebihan air dari saluran block drain  Sebagai batas blok.0 2. Production Drain : saluran yang sejajar dengan production road yaitu arah Utara-Selatan.0 m dari As jalan untuk Production Drain dan 5. c. Jarak antar saluran dibuat 4 (gawang) : 1 (saluran) atau 8 (gawang) : 1 (saluran) Waktu Pembuatan Saluran Drainase : a. Collection Drain : saluran yang sejajar dengan collection road yaitu arah Barat-Timur. Ketentuan/Ukuran : Jenis Saluran Ukuran (m) Jarak Antar Saluran (m) Lebar Atas Dalam Lebar Bawah Main Drain 6. Production Drain : dilakukan bersamaan dengan pembuatan saluran batas atau 6 bulan sebelum LC. Subsidiary Drain : saluran yang terdapat di dalam blok kerja (pada gawangan) sejajar dengan production road.5 1.000 Collection Drain 2.0 1. Subsidiary Drain : dilakukan bersamaan dengan pekerjaan LC.  Sarana transportasi air. 6.  Pancang daerah badan jalan sesuai dengan tipe jalan mengikuti As jalan. Subsidiary Drain :  Bermuara di saluran collection drain  Mengatur ketinggian permukaan air tanah di dalam blok pertanaman. Cara Pembuatan Saluran Drainase : Main Drain. rawa-rawa dan lowland disajikan pada Ilustrasi Gambar-1 dan 2. Production Drain dan Collection Drain :  Tentukan As jalan . Production Drain :  Bermuara di saluan main drain  Menampung dan mengalirkan kelebihan air dari saluran collection drain  Sebagai batas blok.75 m dari As jalan untuk Collection Drain.5 m untuk Collection Drain. Collection Drain : dilakukan bersamaan dengan pembuatan saluran batas atau 6 bulan sebelum LC.0 4.0 Tidak ada ketentuan yang baku Production Drain 3.  Tentukan pancang untuk parit yang letaknya 7.0 32 atau 1 parit setiap 4 baris tanaman Gambar desain saluran drainase (kanal) untuk lahan gambut.0 1.5 m dari As jalan untuk Main Drain dan 3.0 300 Subsidiary Drain 1.5 m dari As jalan untuk Main Drain. c. Fungsi/Kegunaan : Main Drain :  Mengalirkan air langsung ke arah daerah pembuangan akhir (sungai utama)  Mengatur ketinggian permukaan air dalam areal kebun.  Pancang 4.0 4.0 2. . Main Drain : dilakukan bersamaan dengan pembuatan saluran batas (boundary drain) atau 1 tahun sebelum LC b.

 Antara titik pancang subsidiary drain yang satu dengan yang lainnya berjarak empat jalur tanaman.  Air yang ada di Subsidiary Drain harus dapat mengalir ke arah Collection Drain.  Pada tempat-tempat tertentu dimana tanah galian longsor kembali atau perengan parit longsor maka sebelum waktu satu bulan dari pembuatannya harus digali lagi.  Air yang ada di Production Drain harus dapat mengalir ke arah Main Drain atau mengarah ke sungai.  Production Road : yaitu jalan yang berfungsi untuk transportasi hasil panen ke pabrik dan batas blok.000 m  Collection Road : 300 m Arah production road tegak lurus terhadap letak sungai utama.0 m untuk production road dan 7. Arah jalan Utara-Selatan  Collection Road : yaitu jalan yang berfungsi untuk transportasi hasil panen.  Antara Subsidiary Drain pada blok yang satu tidak boleh tembus dengan Subsidiary Drain pada blok yang ada di sebelahnya. c.  Air yang ada di Collection Drain harus dapat mengalir ke arah Production Drain pada blok yang sama.2. 5.0 m untuk collection road. d. Subsidiary Drain :  Tentukan titik pancang yang letaknya pada pertengahan dua jalur tanaman.  Masing-masing jalan dibuat kaki lima di kiri atau kanan jalan selebar 1 m (hanya sebelah saja). maka arah production road adalah Utara-Selatan bukan Timur-Barat.  Antara Collection Drain pada blok yang satu tidak boleh tembus dengan Collection Drain pada blok yang ada di sebelahnya. Arah jalan Barat-Timur.  Gali parit dengan menggunakan exavator dan tanah galian dari parit tersebut dibuang ke kanan dan kiri parit kemudian diratakan dan dipadatkan dengan excavator sehingga tidak terjadi gundukan tanah pada tempat-tempat tertentu. Jenis Jalan :  Main Road : yaitu jalan utama atau akses yang menghubungkan kebun dengan luar kebun atau antar afdeling dengan kantor induk/ perumahan karyawan dengan kualitas jalan sudah diberi pengerasan.4. Pemadatan Jalan .  Lebar badan jalan : 9.  Production Road : 1. Pembuatan Badan Jalan (Ilustrasi gambar-2)  Badan jalan dibuat dengan cara menggali tanah pada saluran drainase pada salah satu sisi jalan dan ditimbunkan pada badan jalan dan kemudian diratakan.  Pembuatan tapak TPH di sepanjang collection road harus dilakukan bersamaan dengan pembentukan badan jalan.  Semua kayu yang melintang dan tunggul harus disingkirkan dari dalam parit. Gali parit dengan menggunakan exavator dan tanah galian dari parit tersebut ditimbunkan ke badan jalan kemudian diratakan dan dipadatkan dengan excavator sehingga lebar menjadi 7 m untuk Collection Road dan 9 m untuk Main Road. Jalan Kebun a. b. sungai utamanya terletak disebelah utara kebun. kontrol dan batas blok. misalnya untuk areal rendahan. Jarak antar Jalan :  Main Road : tidak ada ketentuan.  Apabila dalam waktu 6 bulan kondisi parit sudah dangkal kembali maka parit harus dicuci/digali lagi dengan menggunakan excavator long arm dan tanah galian ditimbunkan pada badan jalan yang lama.

Perawatan Jalan. PEMBUATAN PINTU AIR Tujuan : Mengatur tinggi permukaan air di dalam kebun.  Lebar badan jalan yang ditimbun. Tujuannya agar pada saat penebangan. Penimbunan dan pemadatan untuk production road dan collection road dilakukan 2 tahap. Ketebalan akhir timbunan laterit setelah dipadatkan adalah 20 cm.  Pohon–pohon kecil yang berdiameter di bawah 10 cm dan semak belukar ataupun akar-akar kayu dipotong mepet ke permukaan tanah.  Tanah yang baik untuk menimbun adalah tanah yang mengandung liat cukup tinggi (40 %) karena liat dapat meningkatkan daya ikat antar agregat tanah.  Alat yang dipakai untuk pemadatan jalan adalah : Compactor Roller. penggunaan alat berat (excavator) yang intensif dan waktunya cukup lama. Pintu air dibuat dari konstruksi beton. untuk dapat menampung dan mengalirkan kelebihan air dari permukaan jalan. 5.  Di pertemuan antara production drain dan main drain. e.0 m. PEMBUKAAN LAHAN (LAND CLEARING) Salah satu hal yang menjadi kendala dalam pengelolaan lahan gambut adalah kesulitan dalam melakukan pembukaan lahan karena disamping biayanya yang cukup mahal. sedang pada musim hujan pintu air dapat dibuka. c.5.6. besi atau kayu dengan pintu melintang yang dapat diangkat dengan memutar kemudi pintu atau dengan sistem buka-tutup menyerupai klep (contoh tertera pada Ilustrasi Foto-12 s/d 17). yaitu : pertama : penimbunan dan pemadatan dengan tanah mineral yang mengandung liat setebal 20 cm. Waktu pembuatan bersamaan dengan pembuatan saluran batas (boundary drain) atau saluran utama (main drain). tanah harus dalam keadaan lembab. 5. kedua : penimbunan diikuti dengan perataan dan pemadatan menggunakan tanah laterit. d. untuk menjamin pengeringan air di permukaan jalan (dibentuk seperti batok mengkurap atau seperti punggung sapi)  Parit jalan harus terpelihara dengan baik. yang melalui areal yang direklamasi.6.  Bentuk/kemiringan jalan dipelihara dengan baik. production road adalah 7.1. parit saluran alami. Pada waktu musim kering pintu ditutup agar permukaan air di saluran naik. Imas  Dilakukan secara manual. b. . Ketentuan : a. Ketentuan : Pada saat mengimas dan menebang. Pada prinsipnya permukaan air di dalam kebun tingginya harus dipertahankan 60 cm di bawah permukaan tanah.  Di batas akhir pertemuan antara main drain dengan sungai (pembuangan air alami). Ukuran pintu air disesuaikan dengan lebar saluran. tinggi muka air di lapangan/saluran drainase diupayakan serendah mungkin. kayu/tunggul dapat dipotong serapat mungkin dengan permukaan tanah. 5.  Ditunjuk seorang pegawai (mandor) yang bertanggung jawab terhadap perawatan jalan dan saluran drainase.  Pada saat penimbunan dan pemadatan.0 m dan collection road adalah 6.  Lapisan permukaan dijaga tetap rata dan tidak boleh ada air menggenang di atas badan jalan. Lokasi pembuatan pintu air adalah :  Di batas masuk dan keluar dari setiap sungai.

 Kayu bekas tumbangan tidak boleh menggantung pada tunggul (sengkleh) tetapi harus jatuh ke tanah untuk mengurangi resiko kecelakaan dan memudahkan pekerjaan pencincangan.5 m. Lebar rumpukan kayu maksimum dibuat 4. dimana areal tersebut agak basah maka pelaksanaan land clearing dapat dikerjakan secara manual dan atau menggunakan alat excavator dengan jarak antara rumpukan yang satu dengan rumpukan lain adalah 2 (dua) baris tanaman atau dengan jarak 16 m. 5.6. parit. sehingga ada jalan untuk orang melintas antar jalur tanaman.  Batas potongan diatas permukaan tanah.  Semua titik tanam yang telah dipancang harus dibebaskan dari kayu dengan radius minimal 2.  Diupayakan arah jatuhnya pohon seragam untuk memudahkan perumpukan (perun).2.5 m dari kiri dan kanan jalur tanaman. Pancang Jalur Tanam Pekerjaan pemancangan adalah pekerjaan memasang tonggak kayu pada jarak yang ditentukan dan pancang tersebut berfungsi sebagai acuan untuk penanaman. Demikian juga cabang-cabang pohon dipotong-potong untuk memudahkan pekerjaan rumpuk/perun (stacking)  Stacking kayu-kayu yang sudah dicincang dikerjakan secara mekanis menggunakan Excavator dengan cara memindahkan dan mengumpulkan kayu cincangan tersebut pada tempat yang sudah ditentukan (jalur rumpukan).5. Menumbang  Dapat dilakukan secara manual dan atau mekanis dengan menggunakan gergaji mesin (chainsaw).  Untuk areal rendahan.  Arah rumpukan membujur dari Utara ke Selatan.  Jalur rumpukan kayu yang panjangnya  300 m harus dibuat secara terputus pada setiap jarak 50 m.  Jalur rumpukan harus berada di jalur gawangan mati. diasumsikan parit dan jalan dianggap tidak ada sehingga seluruh areal yang diukur dianggap dipancang seluruhnya.6.8 m x 8.0 m dan tinggi rumpukan yang diperbolehkan 2.8 m x 8. 5.3.  Jarak antara rumpukan yang satu dengan jalur rumpukan lain adalah 2 – 4 baris tanaman tergantung volume kayukayu hasil tumbangan.5 m harus bebas dari kayu. sebagai berikut : Ø batang 150 cm maksimum 150 cm dari permukaan tanah.  Pancang kepala dibuat menurut jarak antar barisan tanaman (gawangan) arah Timur-Barat dengan jarak 7. Demikian juga jalan untuk supervisi selebar 1.6 m.4.8 m (segitiga sama sisi) atau populasi tanaman per hektar 150 pokok.0 m. Rumpukan pertama dimulai dari sebelah Barat antara baris tanaman 1 dan 2 (pada jarak  6 m dari tepi jalan production road) atau sesuai pancang rumpukan yang telah dipasang. Cincang dan Perun Pekerjaan cincang dan perun (stacking) adalah pekerjaan memotong dan mengumpulkan hasil tebangan kayu ke dalam jalur gawangan mati atau jalur antara dua baris tanaman dengan ketentuan sebagai berikut : Kayu hasil tumbangan dipotong-potong menjadi beberapa bagian dengan panjang kayu maksimum 4. . atau jalan untuk mencegah terganggunya aliran air.  Pemancangan dilaksanakan dengan jarak 8.0 m.7. 5.  Titik tanam yang akan di pancang harus bebas dari tunggul kayu dengan jarak minimum 1. PEMBERSIHAN DAN PEMADATAN JALUR TANAMAN.6.  Pada waktu pelaksanaan penebangan harus diusahakan agar pohon yang ditebang tidak jatuh ke arah sungai.  Dalam pengukuran untuk pemancangan. Pekerjaan pemancangan harus memenuhi syarat-syarat (spesifikasi) sebagai berikut :  Kayu yang dipakai untuk pemancangan (anak pancang) minimal berukuran panjang 2 m dan diameter 2 cm.

2. Tindakan demikian akan mengurangi kecenderungan tanaman menjadi miring dan roboh. Tujuan Pemadatan  Menurunkan permukaan tanah gambut secara cepat dan cukup dalam (30–50 cm).2. 003C/AGR-LCC/03. b. 5.  Cara kerjanya adalah kayu dan tunggul yang berada di jalur tanam didorong ke tepi. KONDISI LAHAN Perlu tidaknya penanaman kacangan tergantung pada kondisi lahan. Atau rumpukan-rumpukan yang ada diinjak-injak alat berat sampai rata dengan tanah. Pembersihan  Pembersihan jalur tanaman dilaksanakan setelah selesai pekerjaan rencek dan perun. JENIS KACANGAN Jenis kacangan yang dapat digunakan adalah : Calopogonium caeruleum (CC).1.8 m segitiga samasisi. PENANAMAN KELAPA SAWIT Penjelasan detail mengenai penanaman kelapa sawit disajikan pada buku pedoman teknis “Penanaman Kelapa Sawit” policy no.1. 003/AGR-TNM/03. Pueraria javanica (PJ) dan Centrosema pubescens (CP). jika diperlukan dapat dilakukan rencek perun ulang. Pemadatan a. akar tanaman sudah dapat menjangkar kuat didalam tanah. Tujuan utamanya adalah untuk menekan pertumbuhan gulma terutama lalang. Komposisi campuran yang disarankan per ha adalah : 1 kg CC + 5 Kg PJ atau 100 % CC dengan stek 7. KETENTUAN PENANAMAN a.5. Jika jalur tanam dipadatkan secara mekanis memakai alat berat (Bulldozer atau excavator). PENANAMAN KACANGAN Penjelasan detail mengenai penanaman kacangan disajikan pada buku pedoman teknis “Penanaman Kacangan” policy no.  Pemadatan dilakukan pada 2 (dua) jalur tanaman secara mekanis mempergunakan alat berat. sehingga lahan betul-betul bersih.2.7.  Alat berat yang dipergunakan adalah Bulldozer seri D6 atau seri D4 atau Excavator dengan mengikuti jalur tanam yang sudah dibersihkan. 6. Cara Pemadatan. kelapa sawit ditanam dengan ukuran lobang 50 x 50 x 50 cm.8 x 8. sehingga memudahkan operator alat berat pada saat bekerja di lapangan.7. sehingga dalam proses penurunan permukaan gambut selanjutnya.8 x 8.  Pekerjaan ini dilakukan secara mekanis dengan menggunakan Excavator atau Bulldozer seri D6. 6. 7. 6.  Dibuat pancang/tanda yang jelas untuk setiap jalur tanam yang akan dipadatkan.  Sepanjang jalur tanam harus bersih dari tunggul dan kayu besar.  Memudahkan mobilitas pekerja dalam pengelolaan tanaman karena tanpa dipadatkan tanah menjadi lunak pada waktu basah dan berdebu pada waktu kering.  Untuk areal yang telah diberakan lebih dari 1 tahun dan ditumbuhi gulma pakis maka sebelum ditanami kacangan harus dilakukan pemberantasan terhadap gulma tersebut. KERAPATAN TANAMAN Kerapatan tanaman kelapa sawit di tanah gambut yang dianjurkan adalah 150 pohon/ha dengan jarak tanam 8. agar tidak menggangu ruang gerak alat berat pada saat pemadatan (compacting). sebagai berikut :  Lahan yang sudah selesai di LC dan segera akan ditanam kelapa sawit mutlak perlu dilakukan penanaman kacangan. .1. Colopogonium mucunoides (CM). 7.

e. Lubang tanam “hole in hole planting“ dapat dibuat dengan menggunakan Excavator PC 100 (preplant compactor) yang telah dimodifikasi bentuk ujung lengannya (arm) seperti pada gambar berikut: Hidraulic Lengan excavator 140 cm 40 cm 60 cm 40 cm 40 cm d. 8. TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) Program pemupukan TBM di tanah gambut disajikan pada tabel dibawah ini.b.2. berupa campuran 75 gr CuSO4 dan15 gr ZnSO4. kecuali jika tunggulnya tidak terlalu mengganggu dapat sedikit digeser. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) untuk tanah gambut Tahun Ke Bulan Urea RP MoP LSD Dol HGFB ZnSo4 CuSO4 Jumlah (gram) gram per pohon I0 (lubang tanam) 150 1500 15 75 1740 1 2 200 200 5 200 450 200 850 8 200 300 30 530 12 200 350 50 50 650 II 16 350 600 550 1500 18 400 400 20 350 600 950 24 350 600 950 III 28 350 600 600 1550 30 350 700 1050 32 500 600 500 50 1650 36 500 600 900 2000 .5 kali dosis TSP. Setiap lubang tanam diberi pupuk dasar. Pupuk TSP bisa diganti dengan fosfat alam (RP) dengan dosis RP 1. Jika jalur tanam tidak dipadatkan. kelapa sawit ditanam dengan sistem lobang dalam lobang (hole in hole planting) dengan ukuran lobang tanam sebagai berikut : • Lobang luar : 140 x 140 x 140 cm • Lobang dalam : 40 x 40 x 40 cm c. TANAMAN MENGHASILKAN (TM) Dosis pupuk untuk TM direkomendasikan oleh Riset dari analisa tanah dan daun serta keadaan tanaman di lapangan. 150 gr RP alam dan 1500 gr kapur pertanian 8.1. PEMUPUKAN 8. Tunggul kayu yang terletak tepat di lobang tanam harus dibongkar.

PEMBUKAAN LAHAN Perihal puputwawan About me? I don't have more story or something to description about me. 2012 pukul 10:33 am . GAMBUT. 8 Responses to Land Clearing (Pembukaan Lahan ) Gambut Kelapa Sawit 1.. LAND CLEARING. sonny mengatakan: Januari 6. TANAMAN TAGGED WITH BUDIDAYA. KELAPA SAWIT.40 500 1000 1500 Jumlah Tahun I 800 600 850 1500 30 65 125 3970 Tahun II 1050 600 1750 400 3800 Tahun III 2200 1200 3800 500 50 7750 Jumlah 3 tahun pertama 4050 2400 6400 1500 900 80 65 125 15520 About ads Beri these peringkat: 3 Votes Share this:  Berbagi  Terkait Contoh Studi Kasus Internal Auditdalam "Kelapa Sawit" Legume cover crop (LCC)dalam "Kelapa Sawit" Kelapa Sawitdalam "Kelapa Sawit" FILED UNDER KELAPA SAWIT.

2012 pukul 7:33 am gambarnya bisa di liat dimana y? Balas 3.Penentuan saluran dikiri atau kanan jalandan Barat – Timur atau Utara.Selatan dari MD/CD tergantung dari kearah mana air akan dibuang ke sungai. sampur dwion mengatakan: Maret 31. 2012 pukul 6:36 am Saya memerlukan informasi kontraktor puncher lubang tanam daerah Palembang Balas 4. 2012 pukul 12:34 pm terimakasih atas segala ulasannya yang sangat berharga ini . Asep Soni Bagja mengatakan: Agustus 25. sehingga sebelum dilakukan LC ( penggalian parit ) dibuat rencana jaringan drainage berdasatrkan cachtment areal ( daerah tangkapan air ) Balas 2. raitodiradira mengatakan: Januari 23.

Balas 5. Exca Kebun Sawit mengatakan: Mei 18. pantai. empang. jual excavator swamp / rawa-rawa untuk kebun sawit lahan gambut. hugoeko mengatakan: . Swamp backhoe atau Excavator amphibi merupakan excavator terapung di air maupun lumpur atau lahan gambut serta rawa-rawa. 2013 pukul 7:40 pm kami JUAL excavator kebun sawit. Silahkan hubungi : Email : info@swampbackhoe.com HP: 081241346651 atau 081241888131 atau 085255816221 PIN BB : 275EA90D Balas 7. tambak. sungai.s infonya Balas 6. hendri mengatakan: Januari 1. 2013 pukul 8:06 pm trim. floating excavator. Swamp backhoe cocok untuk pengerukan kebun sawit lahan gambut. jual excavator amphibi dengan pontoon undercarriage yang berguna untuk menjadikan excavator biasa menjadi excavator amphibi atau swamp excavator atau excavator rawa-rawa. danau.

2014 pukul 9:56 pm Tks atas info nya moga bermanfaat bagi diri saya dan team dari perkebunan kami. Permana mengatakan: Agustus 18. Balas 8.Januari 17. Please & Thanks. … tolong share dokumen ISPO. donk ?? Kita mau sertifikasi tp masih banyak kurang terkait dokumentasi (SOP. IK dan Form) yang belum disusun. 2014 pukul 3:26 pm Mas. Balas Berikan Balasan Cari: Cari Arsip Arsip Juni 2011 S 6 13 20 27 S 7 14 21 28 R 1 8 15 22 29 K 2 9 16 23 30 J S M 3 10 17 24 Sep » 4 11 18 25 5 12 19 26 .

com.com/about-these…  gravatar. Ikuti Follow “Puputwawan's Blog” Get every new post delivered to your Inbox.com/6caa9dc38cda…  212.  Tanaman  Kelapa Sawit  Gula Blog di WordPress. .130.’fff600′).’7cb4cs3k8ei’. Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.060 hits rmm_ki101(‘0′.Top Rated Posts | Pages | Comments All | Today | This Week | This Month  Pembibitan kacangan kelapa sawit 5/5 (1 vote)  Pemupukan Kelapa Sawit 5/5 (1 vote)  Samsung Galaxy W I8150 5/5 (1 vote)  Samsung Galaxy Note 5/5 (1 vote)  Rute Lama Jalan Lintas Sumatera 5/5 (1 vote) Klik tertinggi  wordpress. The Enterprise Theme.

Sign me up Buat situs dengan WordPress.com .