Anda di halaman 1dari 10

Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Terhadap Minyak Atsiri Daun

Selasih (Ocimum Basilicum)

Muafia Shafique, Shaista Jabeen Khan, Nushat


Habib Khan
Biotechnology and Food Research Centre, PCSIR
Laboratories Complex
Lahore-54600, Pakistan.

Latar Belakang

Daun Selasih
Ocimum basilicum atau disebut juga selasih adalah tanaman
dari keluarga lamiaceae. Tanaman ini tumbuh di wilayah
Indo-Malaya. Tanaman ini dipercaya memiliki khasiat
berupa antioksidan. Tanaman yang akan diambil adalah
daun kering sebagai obat tradisional, bumbu atau sebagai
tanaman hias.
Bumbu tersebut digunakan dalam masakan Mediterania.
Bunga dan daunnya digunakan sebagai obat bagi saluran
pencernaan.

Pengambilan Sampel
Biji selasih didapat langsung dari pasar kemudian ditanam dan
dipelihara. Daun dipetik untuk diambil minyak atsiri

Destilasi Uap
Larutan didestilasi menggunakan
pelarut. Dikeringkan bersamaan
anhidrat natrium sulfat dan disimpan
4 C.

Uji Antioksidan
Minyak atsiri dicampurkan dengan etanol dengan kadar
minyak atsiri 20,40,60,80, dan 100 %
Minyak atsiri dengan konsentrasi bertingkat masing-masing
100L tersebut ditambahkan 3mL DPPH. BHT digunakan
sebagai kontrol positif dengan konsentrasi
100g/mL.Larutan tersebut dihomogenasi dan dibiarkan
selama 30 menit di tempat gelap.
Diukur dengan spektroskopi UV-Vis menggunakan panjang
gelombang 517 nm

Uji Antibakteri
Bakteri yang akan digunakan ada enam jenis yaitu Baccilus subtitris,
Klebsiella pneumoniae, Salmonella typhirmuium , Staphylococcus
aureus, Escherichia coli dan Enterococcus faecalis.
Metode wadah cakram dipreparasi dan diotoklaf dalam suhu 121 C
selama 15 menit tekanan dibawah 15 psi. Bakteri dikulturisasi
dalam suhu 37 C

Kesimpulan
Selasih berpotensi besar sebagai
antioksidan dan antibakteri. Tetapi,
penelitian ini belum mengarah pada
jenis senyawa dan kadar suatu
senyawa.