Anda di halaman 1dari 28

ANATOMI DAN FISIOLOGI

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA


(TUGAS KELOMPOK MATA KULIAH KEPERAWATAN DASAR)
DOSEN:
Anestasia Pangestu M.T, S.Kep.,Ns

OLEH:
KELOMPOK 3

AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN
2014

SUSUNAN KELOMPOK
1. FITRI RIDHO F
2. AILY MUFIDAH
3. ANIS NAILATUL F
4. AYU ROHMAWATI
5. LYLI OCTRIADINY
6. MUHAMAD NASRUDDIN
7. NUR LATIFAH F
8. NURUN NISA QOMARIYAH H
9. RIKHI BAGUS TRIONO
10.
SITI NUR AISYAH
11.
UMMU KHOIROH
12.
WINDAWATI S

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.........................................................................................i
SUSUNAN KELOMPOK.................................................................................ii
DAFTAR ISI......................................................................................................iii
KATA PENGANTAR........................................................................................iv
BAB 1 PENDAHULUAN.................................................................................1
1.1 Latar Belakang..................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................2
1.3 Tujuan................................................................................................2
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA........................................................................3
2.1 Sistem Pencernaan............................................................................3
2.2 Organ-organ sistem pencernaan (digesti)..........................................4
2.3 Mekanisme sistem pencernaan.........................................................20
2.4 Gangguan sistem pencernaan...........................................................21
BAB 3 PENUTUP..............................................................................................23
3.1 Kesimpulan......................................................................................23
3.2 Saran..................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................24

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat terselesaikannya Tugas Makalah yang
berjudul Sistem Pencernaan Makanan Dan Riveuw Anatomi Dan Fisiologi
Sistem Pencernaan.Berkat bimbingan pengarahan dan bantuan dari berbagai
pihak maka Tugas Makalah yang berjudul Sistem Pencernaan Makanan Dan
Riveuw Anatomi Dan Fisiologi Sistem Pencernaan ini dapat terselesaikan. Oleh
karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Supanik, S.Kep. Ns, M.Mkes., M.Kes Selaku Direktur Akademi
Keperawatan Pemerintah Kabupaten Lamongan
2. Anestasia Pangestu M.T, S. Kep., Ns selaku dosen pembimbing mata
kuliah keperawatan dasar
3. Semua pihak yang bersangkutan dalam pembuatan makalah ini
Kami menyadari keterbatasan pengetahuan dan kekurangan dari makalah
ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca
sangat kami harapkan untuk perbaikan selanjutnya.

Lamongan, 05 november 2014

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahan makanan yang kita makan belum dapat dimanfaatkan oleh selsel tubuh manakala makanan tersebut belum mengalami proses pencernaan
(digesti), kecuali: air, vitamin, dan mineral. Bahan makanan mengandung unsurunsur yang diperlukan oleh tubuh kita antara lain:
1. Karbohidrat
yang
dapat
dibedakan
(C6H12O6),

menjadi;

glukosa

glikogen (C6H10O5)m, pati (amilum, starch), dan

molekul sangat panjang (selulose).


2. Lemak dibedakan menjadi; asam lemak, gliserol, lipoprotein, dan
kolesterol.
3. Protein dapat dibedakan menjadi; protein sederhana, peptida,
asam nukleat (DNA dan RNA), dan asam amino.
4. Air, dapat dibedakan menjadi air yang didapat secara langsung dari
air minum atau air yang berasal dari makanan yang mengandung air
dan yang diproduksi oleh sel tubuh pada proses pembakaran seluler.
5. Vitamin dapat dibedakan menjadi: kelompok vitamin yang
larut lemak (ADEK) dan larut air (B, C).
6. Mineral; natrium, kalium, klorida, iodium, zat besi.
Makhluk hidup heterotrof harus memenuhi kebutuhan energinya
dengan cara mengkonsumsi makanan. Makanan tersebut kemudian diuraikan
dalam sistem pencernaan menjadi sumber energi dan lain-lain. Secara umum
fungsi makanan bagi makhluk hidup ada 3 yaitu :
1. Sebagai sumber energi
2. Sebagai bahan kerangka biosintesis (komponen penyusun sel dan jaringan
tubuh), dan
3. Nutrisi esensial yang membantu fungsi fisiologis

4.

Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang anatomi dan fisiologi

sistem pencernaan secara rinci sehingga dapat digunakan sebagai media


pembelajaran atau sumber pengetahuan dalam dunia kesehatan.
5.
1.2 Rumusan Masalah
6. Dalam penyusunan makalah ini penyusun merumuskan beberapa
masalah yaitu :
1. Apakah pengertian dari sistem pencernaan ?
2. Apa saja organ-organ sistem pencernaan manusia dan fungsinya ?
3. Bagaimana proses pencernaan makanan di dalam tubuh ?
4. Apa saja gangguan-gangguan sistem pencernaan ?
7.
1.3 Tujuan
8. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah
1. Menjelaskan pengertian sistem pencernaan.
2. Menyebutkan organ-organ sistem pencernaan manusia dan fungsinya.
3. Menjelaskan proses pencernaan makanan didalam tubuh.
4. Menyebutkan gangguan-gangguan dalam sistem pencernaan.

9. BAB II
10. PEMBAHASAN
2.1 Sistem Pencernaan
11. Sistem pencernaan adalah proses menerima makanan, merubahnya
menjadi energy dan menegeluarkan sisa proses tersebut . Pada dasarnya sistem
pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran
pencernaan dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan
yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan
sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa
- sisa makanan melalui anus. Dalam pelaksanaan proses pencernaan makanan
organ pencernaan dibantu oleh enzim dan hormone yang prosesnya berbeda tiap
organ dan mempunyai fungsi masing-masing.
12. Berdasarkan prosesnya pencernaan makanan pada manusia terdiri
dari proses pencernaaan mekanis yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu
lidah serta peremasan yang terjadi di lambung dan proses pencernaan kimiawi
yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan
mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul yang berukuran
kecil. Setiap organ dalam system pencernaan manusia memiliki peranan penting
dengan fungsi yang berbeda-beda, misalnya mulut sebagai pintu masuk makanan
dimana makanan akan dikunyah secara mekanik oleh gigi dengan unsure kimiawi
yang dimiliki oleh ludah yang mengandung enzim amylase ( Ptyalin ) akan
mempermudah proses system pencernaan manusia dengan menghancurkan
makanan menjadi serpihan yang lebih kecil , pada tahap berikutnya menuju
lambung disini makanan akan dipecah kembali dan diproses menjadi zat-zat gizi
yang selanjutnya diserap oleh tubuh melalui usus dan sirkulasi darah.
13. Dalam system pencernaan manusia makanan yang dikonsumsi tak
sepenuhnya menjadi zat-zat gizi yang dapat diserap , sisa sisa makanan yang
tidak diserap dan tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui anus
sebagai proses metabolisme tubuh. Sistem pencernaan yang baik sangat
berpengaruh pertumbuhan dan perkembangan manusia karena system pencernaan

14.

merupakan sisem dasar sebeum system-sistem tubuh yang lain bekerja,

karena sumber energy yang didapat dari rgan lain bergantung dari system
pencernaan dalam memprosesnya.
15.
2.2 Organ-organ sistem pencernaan (digesti)
16. Sistem digesti tersusun atas saluran digesti dan kelenjar digesti.
2.2.1
Saluran pencernaan (digesti)
2.2.1.1 Mulut (rongga mulut)
17. Di rongga mulut terdapat gigi (gerigi) yang berfungsi untuk
menyobek, mengunyah zat-zat makanan secara mekanis sehingga menjadi zat-zat
yang lebih kecil dan memudahkan bekerjanya enzim pencernaan. Di rongga
mulut terdapat bibir, lidah dan palatum (langit-langit) untuk membantu
penguyahan zat makanan, dan penelanan zat makanan. Di rongga mulut
terdapat

muara

kelenjar

air liur (saliva) yang mengandung enzim ptyalin

(amilase).
18. Mulut adalah permulaan saluran pencernaan yang terdiri atas 2
bagian yaitu bagian luar yang sempit atau vestibula yaitu ruang di antara gusi,
gigi, bibir dan pipi, dan bagian rongga mulut atau bagian dalam, yaitu rongga
mulut yang dibatasi sisinya oleh tulang maksilaris, palatum dan mandibularis di
sebelah belakang bersambung dengan faring. Selaput lendir mulut ditutupi
epitelium yang berlapis-lapis, di bawahnya terletak kelenjar-kelenjar halus yang
mengeluarkan lendir, selaput ini kaya akan pembuluh darah dan juga memuat
banyak ujung akhir saraf sensoris. Di dalam mulut terdapat alat-alat yang
membantu dalam proses pencernaan, yaitu: bibir, gigi, lidah, dan kelenjar ludah
(air liur). Dan di dalam ronggga mulut, makanan menggalami pencerrnaan secara
mekanik dan kimiawi.
a. Bibir
19. Disebelah luar mulut ditutupi oleh kulit dan di sebelah dalam
ditutupi oleh selaput lendir (mukosa). Otot orbikulanis oris menutupi bibir.
Levator anguli oris mngangkat dan depresor anguli oris menekan ujung mulut.
20.
21. 1). Palatum
22. Terdiri atas 2 bagian yaitu;

23. a) Palatum Durum (palatum keras) yang tersusun atas tajuk-tajuk


palatum dan sebelah depan tulang maksilaris dan lebih ke belakang
terdiri dari 2 tulang palatum.
24. b) Palatum mole (palatum lunak) terletak dibelakang yang
merupakan lipatan menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas
jaringan fibrosa dan selaput lendir.Gerakannya dikendalikan oleh
ototnya sendiri, di sebelah kanan dan kiri dan tiang fauses terdapat
saluran lendir menembus ke tonsil.
25. 2). Pipi
26. Dilapisi dari dalam oleh mukosa yang mengandung papila, otot
yang terdapat pada pipi adalah otot buksinator.
b. Gigi
27. Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan
menjadi halus. Gigi dapat di bedakan atas empat macam yaitu, Gigi seri, gigi
taring, gigi geraham depan dan gigi geraham belakang. Secara umum, gigi
manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu: Mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum),
dan akar gigi (radiks). Setiap gigi memiliki bentuk mahkota gigi yang berbedabeda. Gigi seri berbentuk seperti pahat runcing, dan gigi geraham berbentuk agak
silindris dengan permukaan lebar dan datar berlekuk-lekuk dan gigi taring yang
berbentuk seperti pahat runcing berfungsi untuk merobek makanan. Sedangkan
gigi geraham dengan permukaan yang lebar dan datar berlekuk-lekuk, berfungsi
untuk mengunyah.
28. Leher gigi merupakan bagian gigi yang terlindung dalam gusi,
sedangkan akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
Tulang gigi tersusun atas zat dentin. Sum-sum gigi (pulpa), merupakan rongga
gigi yang di dalamnya terdapat serabut saraf dan pembuluh_pembuluh darah.
Pada bayi, gigi sudah mulai tumbuh pada usia 6 bulan. Gigi pertama yang tumbuh
disebut gigi susu. Gigi anak-anak pada usia 6 tahun jumlahnya 20 yang terdiri dari
8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham
29.
c. Lidah
30. Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir,
kerja otot lidah ini dapat digerakkan keseluruh arah.

31. Lidah dibagi atas 3 bagian yaitu :


32. Radiks lingua

: Pangkal lidah.

33. Dorsum lingua

: Punggung lidah.

34. Apeks lingua

: Ujung lidah.

35. Pada pangkal lidah yang belakang terdapat epiglotis yang berfungsi
untuk menutup jalan nafas pada waktu kita menelan makanan, supaya makanan
jangan masuk ke jalan nafas. Punggung lidah (dorsum lingua) terdapat putingputing pengecap atau ujung saraf pengecap.
36. Frenulum lingua merupakan selaput lendir yang terdapat pada
bagian bawah kira-kira ditengah-tengah jika lidah digerakkan ke atas nampak
selaput lendir.
37. Flika sublingual terdapat disebelah kiri dan kanan frenulum lingua
di sini terdapat pula lipatan selaput lendir. pada pertengahan flika sub lingua ini
terdapat saluran dan glaudula parotis, sub maksilaris dan glandula sub lingualis.
38. Otot lidah merupakan Otot-otot ekstrinsik lidah berasal dari rahang
bawah (M. Mandibularis, os Hioid dan prosesus steloid) menyebar ke dalam lidah
membentuk anyaman bengabung dengan otot intrinsik yang terdapat pada lidah.
M. Genioglossus merupakan otot lidah yang terkuat berasal dari permukaan
tengah bagian dalam yang menyebar sampai ke radiks lingua.
39. Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan di dalam rongga mulut
dan membantu mendorong makanan ( proses penelanan ). Selain itu lidah juga
berfungsi sebagai alat pengecag bp yang dapat merasakan manis, asin, pahit, dan
asam.

40.

41. Gambar. Lidah


d. Kelenjar ludah
42. Kelenjar ludah merupakan; Kelenjar yang mempunyai duktus yang
bernama duktus wartoni dan duktus stensoni. Kelenjar ludah ini ada 2 yakni:
a. Kelenjar ludah bawah rahang (kelenjar submaksilaris), yang terdapat di
b.

bawah tulang rahang atas pada bagian tengah.


Kelenjar ludah bawah lidah (kelenjar sublingualis) yang tendapat di
sebeiah depan di bawah lidah.
43. Di bawah kelenjar ludah bawah rahang dan kelenjar ludah bawah

lidah di antara lipatan bawah lidah bagian bawah dari lidah disebut korunkula sub
lingualis serta hasil sekresinya berupa kelenjar ludah (saliva). Kelenjar ludah
menghasilkan ludah atau air liur ( saliva ).
44. Kelenjar ludah dalam rongga mulut ada 3 pasang, yaitu:
a. Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga
b. Kelenjar submandibulavis, terletak di rahang bawah
c. Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah.
45. Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan. Selain
itu, lidah juga melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam, dan
basah. Didalam ludah terdapat enzim ptialin ( amilase ). Enzim ptialin berfungsi
mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum)
menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah di cerna oleh organ pencernaan
selanjutnya. Enzim ptialin beketja dengan baik pada PH antara 6, 8-7 dan suhu
37oC.
46. Proses penelanan makanan contohnya lidah terangkat sehingga
menelan makanan yang telah kita kunyah kelangit-langit lunak ( tekak ). Langitlangit lunak terangkat, menutup rongga hidung, sedangkan lidah tetap menekan
langit-langit dan menutup rongga mulut. Epiglotes terangkat menutup lubang ke
arah saluran pernapasan.

47.
48. Gambar. Bagian Mulut dan Kelenjar Mulut
49.
2.2.1.2 Faring (Pharynx)
50. Merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan
kerongkongan (osofagus) di dalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu
kumpulan kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit dan merupakan
pertahanan terhadap infeksi. Disini terletak persimpangan antara jalan nafas dan
jalan makanan, letaknya di belakang rongga mulut dan rongga hidung, di depan
ruas tulang belakang. Ke atas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung,
dengan perantaraan lubang bernama koana.
51. Keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan
perantaraan lubang yang disebut ismus fausium. Tekak terdiri dari;
a. Bagian superior = bagian yang sama tinggi dengan hidung,
b. Bagian media = bagian yang sama tinggi dengan mulut dan
c. Bagian inferior bagian yang sama tinggi dengan faring. Bagian
superior disebut nasofaring, pada nasofaring bermuara tuba yang
menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga. Bagian
media disebut orofaring, bagian ini berbatas ke depan sampai di
akar lidah bagian superior disebut faring, yaitu pangkal lidah yang
menghubungkan tekak dengan tcnggorokkan (trakea).
52. Menelan (Deglutisio) disaat Jalan udara dan jalan makanan pada
faring terjadi penyilangan. Jalan udara masuk ke bagian depan terus ke leher

bagian depan sedangkan jalan makanan masuk ke belakang dari jalan nafas dan di
depan dari ruas tulang belakang. Makanan melewati epiglotis lateral melalui
ressus piriformis masuk keosofagus tanpa membahayakan jalan udara. Gerakan
menelan mencegah masuknya makanan ke jalan udara, pada waktu yang sama
jalan udara ditutup sementara. Permulaan menelan, otot mulut dan lidah kontraksi
secara bersamaan.
53.

54. Gambar. Faring dan Bagiannya


55.
2.2.1.3 Esofagus (kerongkongan)
56. Sebagai saluran panjang berotot (muskuler) yang menghubungkan
rongga mulut dengan lambung. Pada batas antara esophagus dengan lambung
terdapat sphincter esophagii yang berfungsi mengatur agar makanan yang sudah
masuk ke dalam lambung tidak kembali ke esophagus.
57. Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut
dengan lambung. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah
yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur
makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagus adalah
menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang
esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju
lambung. Esofagus panjangnya sekitar 25 cm, mulai dari faring sampai pintu
masuk kardiak di bawah lambung. Lapisan dinding dari dalam ke luar; Lapisan

10

selaput lendir(mukosa), lapisan sub mukosa, lapisan otot melingkar sirkuler dan
lapisan otot memanjang longitudinal. Osofagus terletak di belakang trakea dan di
depan tulang punggung setelah melalui toraks menembus diafragma masuk ke
dalam abdomen menyambung dengan lambung. kerongkongan berfungsi sebagai
jalan makanan yang telah di kunyah menuju lambung, jadi, pada kerongkongan
tidak terjadi proses pencernaan.
58. Otot kerongkongan dapat berkontraksi secara bergelombang
sehingga dapat mendorong makanan masuk ke dalam lambung, gerak
kerongkongan ini di sebut gerak peristalis. Gerak peristalis merupakan gerak
kembang kempis

kerongkongan untuk mendorong makanan ke dalam

lambung. Makanan di dalam kerongkongan hanya sekitar enam detik. Bagian


pangkal kerongkongan ( paring ) berotot lurik, artinya kita menelan makanan jika
telah di kunyah sesuai dengan kehendak kita. Akan tetapi, sesudah proses
penelanan sehingga mengeluarkan proses. Kerja otot-otot organ pencernaan
selanjutnya tidak menurut kehendak kita (tidak di adari).
59.

60.

Gambar. Proses penelanan makanan

11

61.
62.
63. Gambar. Esofagus
64.

2.2.1.4 Gastrium (lambung)


65. Di lambung, makanan ditampung, disimpan, dan dicampur dengan
asam lambung, lendir dan pepsin. Mukosa lambung banyak mengandung
kelenjar pencernaan. Kelenjar pada bagian pilorika dan kardiaka menghasilkan
lendir. Kelenjar pada fundus terdapat sel parietal (oxyntic cell) menghasilkan
HCl, dan chief cell menghasilkan pepsinogen. Proses digesti di lambung
meliputi:
1) Pencernaan pada lambung sebatas pada protein, sangat sedikit lemak,
dan karbohidrat. Absorpsi zat-zat tertentu seperti; alkohol, obat-obatan.
2) Makanan setelah melewati lambung menjadi dalam bentuk bubur
makanan (chyme). Dengan mekanisme dorongan dari otot lambung
chyme menuju ke usus dua belas jari (duodenum).
66. Lambung ( fentrikulus ) berbentuk kantung besar yang terletak
disebelah kiri rongga perut. Lambung sering pula disebut perut besar atau kantung
nasi. Lambung terdiri dari 3 bagian yaitu bagian atas ( kardiak ), bagian tengah
yang membulat ( fundus ), dan bagian bawah ( pilorus ). Kardiak berdekatan
dengan hati dan berhubungan dengan kerongkongan. Pilorus berhubungan
langsung dengan usus dua belas jari. Di bagian ujung kardiak dan pilorus terdapat

12

klep ( sfigter ) yang mengatur masuk dan keluarnya makanan ke dalam dari
lambung.
67. Dinding lambung terdiri dari otot yang tersusun melingkar,
memanjang,

dan

menyerong.

Otot-otot

tersebut

menyebabkan

lambung

berkontraksi. Akibatnya kontraksi otot lambung, makanan teraduk dengan baik


sehingga akan bercampur merata dengan getah lambung. Hal ini menyebabkan
makanan

didalam

lambung

berbentuk

seperti

bubur. Dinding

lambung

mengandung sel-sel kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan yang


menghasilkan getah lambung. Getah lambung mengandung air lender ( musin ),
asam lambung, enzim renim, dan enzim pepsinogen. Getah lambung bersifat asam
karena banyak mengandung asam lambung.
68. Asam lambung berfungsi membunuh kuman penyakit atau bakteri
yang masuk bersama makanan dan juga berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen
menjadi pepsin-pepsin yang berfungsi memecah protein menjadi pepton dan
proteosa-enzim renin berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein) yang
terdapat dalam susu. Adanya enzim renin dan enzim pepsin menunjukkan bahwa
didalam lambung terjadi proses pencernaan kimiawi- selain menghasilkan enzim
pencernaaan, dinding lambung juga menghasilkan hormon gastrin. Hormon
gastrin berfungsi untuk mengeluarkan (sekresi) getah lambung. Lambung dapat
meregang sampai dapat menyimpan 2 liter cairan, makanan umumnya dapat
bertahan 3-4 jam didalam lambung. Dari lambung , makanan sedikit demi sedikit
keluar menuju usus 12 jari melalui sfingter pilorus.

69.
70.
Gambar. Lambung ( Gaster )
2.2.1.5 Intestinum tenue (usus halus)

13

71. Intestinum minor adalah bagian dari Sistem Pencernaan Makanan


yang berpangkal pada pilorus dan berakhir pada seikum panjangnya sekitar 6 m,
merupakan saluran paling panjang tempat proses pencernaan dan absorpsi hasil
pencernaan yang terdiri dari:
72. Lapisan usus halus,mukosa (sebelah dalam). Lapisan melingkar
( M. sirkuler), lapisan otot memanjang (M. longitudinal) dan lapisan serosa
(sebelah luar).
73. Bagian bagian usus halus yaitu :
a. Duodenum.
74. Disebut juga usus 12 jari, panjangnya sekitar 25cm berbentuk
sepatu kuda melengkung kekiri, pada lengkungan ini terdapat pankreas. Dan
bagian kanan duodenum ini terdapat selaput lendir yang membukit disebut Papila
vateri. Pada papila vateri ini bermuara saluran empedu (duktus koledokus) dan
saluran pankreas (duktus wirsungi / duktus pankreatikus).Empedu dibuat di hati,
untuk dikeluarkan ke duodenum melalui duktus koledokus yang fungsinya
mengemulsikan lemak dengan bantuan lipase. Empedu dihasilkan oleh hati dan
ditampung oleh empedu dan di alirkan ke usus dua belas jari. Empedu
mengandung garamgaram empedu dan zat pewarna empedu (bilirubin). Garam
empedu berfungsi mengemulsikan lemak, zat warna empedu berwarna kecoklatan,
dan dihasilkan dengan cara perombakansel darah merah yang sudah tua di hati.
75. Pankreas menghasilkan getah pangkreas yang mengandung enzimenzim sebagai berikut:
1) Amilopsin (amilase pangkreas) yaitu enzim yang mengubah zat tepung
(amilum) menjadi gula yang lebih sederhana.
2) Steapsin (lipase pangkreas) yaitu, enzim yang mengubah lemak menjadi
asam lemak dan gliserol.
3) Tripsinogen yang belum aktif di aktifkan menjadi tripsin yaitu enzim yang
mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang
siap diserap oleh usus halus.
76. Dinding duodenum mempunyai lapisan mukosa yang banyak
mengandung kelenjar, yang disebut kelenjar-kelenjar brunner, berfungsi untuk
memproduksi getah intestinum.
b. Yeyenum dan Ilieum
77. Mempunyai panjang sekitar 6 m. Dua per lima bagian atas adalah
yayenum dengan panjang sekitar 2-3 m, dan ileum dengan panjang sekitar 4-5 m.

14

Lekukan yayenum dan ileum melekat pada dinding abdomen posterior dengan
perantaraan

lipatan

peritoneum

yang

berbentuk

kipas

dikenal

sebagai mesenterium.Akar mesenterium memungkinkan keluar masuknya cabangcabang arteri dan vena mesentrika superior, pembuluh limfe dan saraf ke ruang
antara 2 lapisan peritoneum yang membentuk mesenterium. Sambungan antara
yayenum dan ileum tidak mempunyai batas yang tegas.Ujung bawah ileum
berhubungan dengan seikum dengan perantaraan lubang yang bernama orifisium
ileoselkalis. Orifisium ini diperkuat oleh spinter ileoselkalis dan pada bagian ini
terdapat katup valvula seikalis atau valvula baukini, berfungsi untuk mencegah
cairan dalam kolom assendens tidak masuk kembali kedalam ileum.
78. Dinding halus juga menghasilkan getah usuus halus yang
mmengandung enzim-enzim sebagai berikut.
1) Maltosa, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.
2) Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
3) Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
4) Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.
5) Enterokenase, berfungsi mengaktifkan triosinogen (enzim yang dihasilkan
pangkreas) menjadi tripsin.
79. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan
melibatkan berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat di cerna menjadi glukosa,
lemak di cerna menjadi asam lemak dan gliserol dan protein di cerna menjadi
asam amino. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat,
lemak, dan protein di selesaikan. Selanjutnya,proses penyerapan (absorpsi) akan
berlangsung di usus kosong dan sebagian di usus penyerap karbohidrat setiap
dalam bentuk glukosa.
80. Lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol. Vitamin dan
mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat di tarima langsung oleh usus
halus. Pada dinding usus penyerap terdapat jonjot-jonjot usus yang disebut vili.
Vili berfungsi untuk memperluas daerah penyerapan usus halus sehingga sari-sari
makanan dapat terserap lebih banyak dan cepat, dinding vili banyak mengandung
kapiler darahy atau pembuluh limfe.(pembuluh getah bening usus). Agar dapat
mencapai darah. Sari-sai makanan harus menembus sel dinding usus halus yang
selanjutnya masuk pembuluh darah atau pembuluh limfe, Glukpsa, Asam amino,
Vitamin, dan Mineral setalah diserap oleh usus halus melalui kapiler darah akan

15

dibawah oleh darah melalui pembuluh vena porta hepar ke hati. Selanjutnya, dari
hati ke jantung kemudian di edarkan ke seluruh tubuh.
81. Asam lemak dan gliserol bersama empedu membentuk suatu
larutan yang disebut misel. Pada saat bersentuhan dengan sel vili usus halus.
Gliserol dan asam lemak dan gliserol dibawah oleh pembuluh getah bening usus
(pembuluh kil), dan akhirnya masuk ke dalam peredaran darah. Se4dangkan
garam empedu yang telah masuk ke darah menuju ke hati untuk dibudt empedu
kembali. Vitamin yang larut dalam lemak (Vitamin A,D,E dan K) diserap oleh
usus halus diangkut melalui pembuluh getah bening. Selanjutnya, vitamin-vitamin
tersebut masuk kesistem peredaran darah.
82. Umumnya makanan diserap saat mencapai akhir usus halus. Sisa
makanan yang tidak diserap, secara perlahan-lahan bergerak menuju usus
besar. Absorpsi makanan yang sudah dicernakan seluruhnya berlangsung di dalam
usus halus melalui 2 (dua) saluran yaitu pembuluh kapiler dalam darah dan
saluran limfe di sebelah dalam permukaan vili usus.
83. Sebuh vilus berisi lakteal, pembuluh darah epitelium dan jaringan
otot yang di ikat bersama oleh jaringan limfoid seluruhnya diliputi membran dasar
dan ditutupi oleh epitelium.Karena vili keluar dari dinding usus maka bersentuhan
dengan makanan cair dan lemak yang diabsorbsi ke dalam lakteal kemudian
berjalan melalui pembuluh limfe masuk ke dalam pembuluh kapiler darah di vili
dan oleh vena porta dibawa ke hati untuk mengalami beberapa perubahan.
84. Sumber

85. Hasil Akhir

Makanan
87. Protein

Cernaan
92. Asam amino

88.

93.

89. Lemak

94. Gliserin

90.
91. Karbohidrat

86. Organ Absorpsi


96. Dari epithelium masuk ke
pembuluh darah dan aliran

dan

asam lemak.
95. Monosakharid
a:

darah.
97. Dari epithelium vili masuk
ke lacteal dan aliran limfe.
98. Dari epithelium vili dan

Glukosa

dinding

Leavulosa

masuk aliran darah.

pembuluh

darah

16

Galaktosa

99.
100. Fungsi usus halus, terdiri dari :
a. Menerima zat-zat rnakanan yang sudab dicerna untuk diserap melalui
kapiler-kapiler darah dan saluran-saluran limfe.
b. Menyerap protein dalam bentuk asam amino.
c. Karbohidrat diserap dalam bentuk emulsi, lemak.

101.
102.

Gambar. Usus Halus

2.2.1.6 Intestinum crassum (usus besar)


103. Usus besar terdiri atas caecum dan colon. Caecum berupa
kantung-kantung dengan pita (taenia) dan haustra. Colon dapat dibedakan
menjadi colon ascenden (naik), transversal (mendatar), descenden (turun). Usus
besar merupakan tempat untuk absorpsi air dan mineral yang tidak terserap
di usus halus. Pencernaan secara mikrobiotis oleh bakteri komensal (E. coli),
menghasilkan gas, dan sintesis vit. K. Panjangnya . l m,lebarnya 5 6cm.Lapisan-lapisan usus besar dari dalam ke luar,Selaput lender, Lapisan otot
melingkar,Laplsan otot memanjang,Jaringan ikat.

17

104.

Fungsi usus besar, terdiri dari:

a. Menyerap air dan makanan.


b. Tempat tinggal baktert koli.
c. Tempat feses.
105. Bagian dari usus besar yaitu kolon asenden, kolon tranversum,
kolon descenden, rectum dan sigmoid. Makanan yang tidak dicerna diusus halus,
misalnya selulosa bersama dengan lendir akan menuju keusus, besar menjadi
fases. Dalam usus besar juga terdapat bakteri escherichia coli. Bakteri ini
membantu dalam proses pembusukan sisa makanan. Bakteri e.coli juga
menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan
darah.
106. Usus besar terdiri dari bagian yang naik, yaitu mulai dari usus
buntu (apendiks), bagian mendatar, bagian menurun, dan berakhir pada anus.
Didalam usus besar fases di dorong secara teratur dan lambat oleh gerakan
pristalsis menuju ke rektum (poros usus). Gerakan pristalsis dikendalikan oleh
otot polos (otot tak sadar). Pada saat buang air besar otot sfingeres dianus di
pengaruhi oleh otot lurik (otot sadar) jadi, proses defekasi (buang air besar)
dilakukan dengan adanya konstrasi otot dinding perut yang di ikuti dengan
mengendurnya otot sfingeter anus dan konstraksi kolon serta rektum, akibatnya
fares dapat terdorong keluar anus.
107.

18

108.
109.
110.

Gambar. Usus Besar

2.2.1.7 Rektum
111. Rektum merupakan kantung yang berfungsi menampung feses.
Setelah penuh terjadi perangsangan karena ekstensi (peregangan) dinding
rektum sehingga timbul keinginan untuk berak (defikasi).
2.2.1.8 Anus
112. Anus merupakan katup muskuler (spinchter ani) berfungsi
mengatur pengeluaran tinja
2.2.2
Kelenjar Digesti (Glandula Digestoria)
2.2.2.1. Kelenjar saliva (ludah)
113. Kelenjar saliva manusia terdiri atas 3 pasang:
a. Kelenjar parotid, terletak di depan telinga, muaranya pada gusi sebelah
atas.
b. Kelenjar mandibularis (submaksilaris) terletak di dekat mandibula
(rahang bawah), muaranya di bawah lidah.
c. Kelenjar sublingualis, terletak di dasar mulut, muaranya di bawah lidah.
114. Pada kelenjar saliva terdapat 2 jenis sel yaitu: (1) Sel
serosa, mensekresikan cairan serous (encer) yang mengandung enzim ptyalin
(amilase). Amilase berperan mengubah amilum menjadi sakarida sederhana. (2)
Sel mukosa, mensekresikan lendir.
2.2.2.2. Hati (Hepar)

19

115. Hepar tersusun atas sel-sel hati yang disebut heatosit dan membagi
hepar dalam lobi-lobi. Lobulus hati berbentuk heksagonal, sel-sel parenkim
hepar tersusun secara radier (menjari) dengan vena sentralis terletak di tengah.
Sel-sel ini berbentuk poligonal, sitoplasma granulair dengan tetes-tetes glikogen.
Sel hati berperan menghasilkan empedu sebagai hasil ekskresi dan sekresi.
Ekskresi karena mengandung pigmen empedu yang selanjutnya dikeluarkan
lewat

feses dan urine. Sekresi karena mengandung garam empedu untuk

mengemulsifikasikan lemak

makanan.

kolesterol dan asam amino. Berfungsi


permukaan
bilirubin

(surfaktan)
dan biliverdin

butir
berasal

Garam
untuk

empedu

disintesis

menurunkan

dari

tegangan

lemak makanan. Pigmen empedu yaitu


dari degradasi hemoglobin.

Bilirubin

selajutnya diubah menjadi urobilinogen yag dikeluarkan melalui feses dan


urine.
2.2.2.3. Pankreas
116. Pankreas dapat dibedakan menjadi bagian eksokrin dan endokrin.
Bagian eksokrin oleh sel-sel acini pankreas berfungsi menghasilkan cairan
pencernaan (enzim pencernaan). Bagian endokrin sel-sel Islet Langerhans
berfungsi menghasilkan

hormon. Regulasi sekresi enzim pencernaan pada

usus halus bermula dari asam lambung yang menuju ke duodenum, selanjutnya
merangsang sekresi hormon sekretin oleh mukosa duodenal. Sekretin
merangsang
a. Asini pankreas (bagian eksokrin) untuk mensekresikan cairan pankreas yang
bersifat alkalis (basa) untuk menetralkan asam lambung.
b. Pada saat yang sama chyme merangsang pelepasan hormon pankreosimin
dari muksa duodenum untuk mempengaruhi pankreas mensekrsikan enzim
digesti.
117.
118.
119. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim pencernaan berikut
ini:
a. Protease pankreas terdiri atas trypsinogen, dan chemotrypsinogen
b. Amylase pankreas, untuk memecah amilum menjadi sakarida sederhana.
c. Lipase pankreas, untuk memecah lemak (setelah diemulsifikasikan
oleh empedu) menjadi asam lemak dan gliserol.
d. Bikarbonat (NaHO3).

20

2.2.2.4. Kelenjar pada Saluran digesti


120. Kelenjar pada saluran digesti; sel-sel mukosa gastrium dan
usus halus. Permukaan dudenum membentuk llipatan-lipatan disebut villi
usus, diantara lipatan tersebut terdapat sel-sel Kripta Lieberkuhn yang berperan
menghasilkan

enzim

enterokinase.

Enterokinase

berperan

mengaktifkan

trypsinogen menjadi trypsin. Sel sekretori mukosa usus halus mensekresikan


cairan yanng mengandung enzim pencernaan:
a. Disakaridase,
berperan
menghidrolisis

disakarida

menjadi

monosakarida. Dibedakaan menjadi: maltase, laktase, dan sukrase.


b. Peptidase, untuk menghidrolisis polipeptida dan dipeptida menjadi as.
amino.
c. Lipase usus, berperan menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan
gliserol.
121.
2.3 Mekanisme sistem pencernaan
122. Proses pencernaan pada tubuh manusia melalui beberapa tahapan
yang cukup panjang ,tahapan pertama adalah proses penghalusan makanan yang
terjadi pada saat mengunyah makanan didalam mulut, proses pelumatan makanan
dalam mulut dibantu oleh air liur.
123. Idealnya proses penghalusan makanan dalam mulut manusia
dilakukan sebanyak 32 kali kunyahan , karena hal itu nantinya akan
mempermudah kinerja pada proses selanjutnya di lambung. Makanan yang sudah
halus trsebut kemudian dihaluskan , kali ini tidak menggunakan bantuan air liur
melainkan enzim yang terdapat dalam lambung itu sendiri.
124. Pada proses pencernaan makanan yang terjadi di lambung inilah
semua sari makanan berupa vitamin,mineral,karbohidrat yang berperan sebagai
penyuplai tenaga pada tubuh manusia, serta beberapa sari makanan lain yang
terkandungdiserap oleh tubuh melalui dinding dinding lambung. Setelah
makanan diproses melalui lambung , makanan yang diproses tersebut kemudian
menuju usus halus ( deudenum , yeyenum dan ileum ) disini makanan dipilah
mana yang masih memiliki zat yang berguna untuk tubuh dan mana yang
tidak. Setelah makanan diproses di dalam usus halus selanjutnya makanan yang
tidak mengandung zat berguna bagi tubuh menuju usus besar. Usus besar

21

merupakan terminal terakhir makanan tersebut berada dalam tubuh sebelum


kemudian dibuang dalam bentuk feses .
125. Selain prosesnya yang sangat panjang system pencernaan pada
tubuh manusia pun memiliki tugas yang cukup berat karena bagian tubuh
manusia yang tergabung dalam system pencernaan ditugaskan untuk mengubah
makanan menjadi zat yang berguna untuk tubuh, untuk itu selayaknya kita
menjaga semua asupan makanan dalam tubuh kita agar system pencernaan kita
pun terjaga.
126.
2.4 Gangguan sistem pencernaan
127. Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan
oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan.
Diantaranya sebagai berikut :
2.4.1 Parotitis
128. Penyakit gondong yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus yang
menyerang kelenjar air ludah di bagian bawah telinga, akibatnya kelenjar ludah
menjadi bengkak atau membesar.
2.4.2 Xerostomia
129. Xerostomia adalah istilah bagi penyakit pada rongga mulut yang
ditandai dengan rendahnya produksi air ludah. Kondisi mulut yang kering
membuat makanan kurang tercerna dengan baik.
130.
131.
2.4.3 Tukak Lambung
132. Tukak lambung terjadi karena adanya luka pada dinding lambung
bagian dalam. Maka secara teratur sangat dianjurkan untuk mengurangi resiko
timbulnya tukak lambung.
2.4.4 Appendiksitis
133. Appendiksitis atau infeksi usus buntu, dapat merembet ke usus
besar dan menyebabkan radang selaput rongga perut.
2.4.5 Diare
134. Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri
maupun protozoa pada usus besar. Karena infeksi tersebut, proses penyerapan air
di usus besar terganggu, akibatnya feses menjadi encer.
2.4.6 Konstipasi
135. Konstipasi atau sembelit terjadi akibat penyerapan air yang
berlebihan pada sisa makanan di dalam usus besar. Akibatnya, feses menjadi

22

sangat padat dan keras sehingga sulit dikeluarkan. Untuk mencegah sembelit
dianjurkan untuk buang air besar teratur tiap hari dan banyak makan sayuran atau
buah-buahan.

136.

BAB III

137.

PENUTUP

138.
139.

A.

Kesimpulan

140. Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima


makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan
proses pencernaan (pengunyahan, penelanan dan pencampuran) dengap enzim dan
zat cair yang terbentang mulai dari mulut (oris) sampai anus.
141. Makanan mengalami proses pencernaan agar dapat di serap oleh
usus. Proses pencernaan adalah proses perubahan makanan dari bentuk kasar
(kompleks) menjadi bentuk yang halus (sederhana) sehingga dapat diserap usus.
Proses pencernaan pada manusia dibedakan menjadi pencernaan secara mekanik
dan pencernaan secara kimiawi. Pencernaan secara mekanik yaitu mengubah
makanan dari bentuk kasar menjadi halus. Sedangkan pencernaann secara
kimiawi, yaitu pencernaan dengan bantuan enzim.
142. Fungsi saluran pencernaan untuk memproses makanan dan
memilah zat yang terkandung oleh tubuh untuk dijadikan energi.
143.

B.

Saran

144. Menjaga supan makanan penting dilakukan karena secara tidak


langsung menjaga saupan makanan menjaga sistem pencernaan dari gangguan
yang timbul dari asupan makanan tersebut.
145.
146.
147.
148.

23

149.

DAFTAR PUSTAKA

150.
151.

Anonym. 2011. Sistem Pencernaan Usus, Pankreas, Empedu, dan


Berbagai
Fingsinya.http://mediaanakindonesia.wordpress.com/2011/06/08/siste
m-pencernaan-usus-pankreas-empedu-dan-berbagai-fungsinya/

152.

Fried, George H. and George j. Hadamenos. 2005. Biologi. Jakarta:


Erlangga

153.

Pearce, C, Evelyn, 1999, Anatomi dan Fisiologis untuk Paramedis,


Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

154.

Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan fisiologi Untuk Pemula. Jakarta: EGC

155.

Sudoyo, Aru W, Alwin, Simadibrata, dkk, 2006, Buku Ajar Ilmu


Penyakit Dalam, Penerbit Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta

156.
157.
158.
159.
160.
161.
162.

24