Anda di halaman 1dari 14

BAB I

TRIK MEMASARKAN KOMPOS


A. Sejarah kompos

Akhir – akhir ini kompos semakin popular di kalangan penggemar

tanaman, khususnya di kota- kota besar. Dibanding pupuk kandang, kompos

seakan akrab dengan masyarakat pertanian. Akibatnya muncul, pertanyaan

apakah kompos lebih manjur di banding pupuk kandang sehingga orang lebih

memilihnya?

Bukan soal manjur tidaknya sehingga orang memilih kompos. Dugaan

sementara orang memilih kompos karena mudah didapat, mudsh dibuat, dan

banyak diperjualbelikan di toko –toko saprotan ( sarana produksi pertanian ).

Mereknya pun sangat beragam. Lain dengan pupuk kandang, keberadaaanya

tergantung situasi dan kondisi. Jadi, memdapatkan pupuk kandang lebih susah

dibanding kompos.

Kompos merupakan hasil dari pelapukan bahan – bahan berupa

dedaunan, jerami, alag – alang., rumput, kotoran hewan, sampah kota, dan

sebagainya. Proses pelapukan bahan –bahan tersebut dapat dipercepat melalui

bantuan mnusia. Oleh karena itu, siapa pun dapat membuat kompos asalkan tahu

caranya.

Secara garis besar, membuat kompos berarti merangsang

perkembangan bakteri ( jasad – jasad renik ) untuk menghancurkan atau

menguraikan bahan – bahan yang dikomposkan hingga terurai menjadi senyawa

lain. Penguraian bahan – bahan tersebut dibantu oleh suhu 60 C. Proses

penguraian tersebut mengubah unsur hara yang terikat dalam senyawa organiuk

yang sukar larut menjadi senyawa organik larut sehingga berguna bagi tanaman.

Selain itu, pengomposan pun bertujuan untuk menurunkan rasio C/N.

Rasio C/N adalah perbandingan C ( karbon ) dan N ( nitrogen ). Bila bahan organik

yang memiliki rasio C/N tinggi tidak dikomposkan terlebih dahulu ( langsung

diberikan ke tanah) maka proses penguraiannya akan terjadi di tanah. Ini tentu

kurang baik karena proses penguraian bahan segar dalam tanah biasanya berjalan
cepat karena kandungan air dan udaranya cukup. Akibatnya CO2 dalam tanah

meningkat sehingga dapat berpengaruh buruk bagi pertumbuhan tanaman.

Bahkan, untuk tanah ringan dapat mengakibatkan daya ikatnya terhadap air

menjadi kecil serta struktur tanahmnya menjadi kasar dan berserat.

1. kandungan hara kompos

kandungan utama dengan kadar tertinggi dari kompos adalah bahan organik

yang mujarab dan terkenal untuk memperbaiki kondisi tanah. Unsur lain dalam

kompos yang variasinya cukup banyak walaupun kadarnya rendah adalah nitrogen,

fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium.

Kadar hara kompos memang sangat sulit ditentukan oleh bahan yang

dikomposkan, cara pengomposan, dan cara penyimpanannya. Walaupun

demikian, kadar haranya memang tidak pernah tinggi. Itu sebabnya, pembuat

kompos, apalagi yang tujuannya komersial, sering menambahkan zak kimia unsur

N, P, K sehingga kadar NPKnya lebih tinggi. Kompos seperti ini sudah banyak

dipasarakan dengan berbagai merek.

Susunan hara dari kompos memang tidak pernah tetap. Kandungan hara

kompos yang dibuat oleh produsen yang berbeda tentunya akan berbedasatu

sama lainnya. Semakin terampil pembuatannya dan lengkap bahan-bahannya maka

akan semakin baik susunan hara dari kompos tersebut.

2. Manfaat dari pengolahan kompos menjadi pupuk organik yang berbasis

kemasyarakatan adalah :

a. Lingkungan tempat tinggal menjadi bebas dari masalah sampah, bersih, hijau

dan sehat.

b. Sampah organik dibuat menjadi pupuk organik yang bisa digunakan untuk

memupuk tanaman. Pupuk organik ini bisa membantu menanggulangi masalah

kelangkaan pupuk.

c. Pupuk organik bisa dimanfaatkan untuk merehabilitasi lahan-lahan kritis.


d. Menciptakan lapangan kerja, sehingga bisa membantu menanggulangi masalah

pengangguran.

e. Menumbuhkembangkan usaha kecil menengah (UKM) dan industri kecil

menengah (IKM).

B. Analisa usaha

a. kapasitas produksi

kapasitas produksi per hari 5 ton. Berart kapasitas produksi selama

satu bulan 125 ton. Dalam jangka lima tahun bisa diproduksi kompos sebanyak

7.500 ton.

b. Biaya investasi

Mesin pencacah Rp 20.000.000

Mesin pengayak Rp 10.000.000

Mesin penjahit karung Rp 1.500.000

Sewa lahan 1.000 m2 Rp 10.000.000

Bangunan 200 m2 Rp 40.000.000

Jumlah Rp 81.500.000

Depresiasi = Rp 81.500.000 : 7.500.000kg = Rp 10,87 per kilogram,

dibulatkan menjadi Rp 11.

c. Biaya operasional

Menghasilkan pupuk organik sebanyak 5 ton per hari memerlukan

bahan baku sampah organik sebanyak 10 ton sampai ditempat dengan harga

Rp 20/kg atau total Rp 200.000. akan lebih murah apabila produsen kompos

menjadi tipping fee sebesar Rp 50.000per ton. Selain itu, juga memerlukan

kotoran ternak sebagai bahan pencampur sebanyak 1.000kg/hari, harganya Rp

200/kg, harga total Rp 200.000.


Secara rinci, biaya operasional untuk menghasilkan kompos sebanyak

lima ton per hari sebagai berikut.

Bioktivator Rp 200.000

Bahan baku Rp 400.000

Tenaga kerja 4 orang @ Rp25.000 Rp 100.000

Karung Rp 100.000

Bahan bakar Rp 100.000

Biaya lain lain Rp 100.000

Total biaya perhari Rp1.000.000

Biaya operasional jika dihitung untuk setiap kilogram kompos sebagai

berikut.

Biaya bioktivator Rp 40

Biaya bahan baku Rp 80

Tenaga kerja 4 orang @ Rp25.000 Rp 20

Pembelian Karung Rp 20

Bahan bakar Rp 20

Biaya lain lain Rp 20

Total biaya produksi Rp200

d. Menentukan harga pokok penjualan ( HPP )

Harga pokok penjualan ditentukan dari biaya produksi, biaya

depresiasi, bunga investasi. Dari perhitungan diatas, harga pokok penjualan

kompos penkilogram sebagai berikut.

Biaya produksi Rp 200

Biaya depresiasi Rp 11

Biaya bunga investasi Rp 17

Total pokok penjualan Rp 228

e. Keuntungan

Biaya produksi per hari Rp 1.000.000


Penjualan per hari Rp 1.500.000

Keuntungan per hari Rp 500.000

Keuntungan per bulan Rp12.500.000

Jika jangka waktu penembalian modal dicapai dalam waktu 6,6 bulan

C. Trik memasarkan kompos

a. memahami tujuan yang ingin dicapai

tujuan yang ingin dicapai perlu dipahami oleh produsen pupuk organic ( kompos

), baik secara individu atau perusahaan. Apakah usa kita jalankan tersebut

bertujuan untuk mencari keuntungan atau hanya untuk kegiatan social. Dengan

memahami tujuan tersebut, producen kompos bisa menyusun tata verja atau

kebijakan yang tepat. Menurut pengalamn usapembuatan kompos dari organik

biasanya bertujaun;

1. Menghasilkan pupuk organik

2. Menjadikan lingkungan tempat tinggal beri\sih dan bebas dari sampah

3. Memperoleh dana kompensensasi

4. Memperoleh fee dari pembuangan samaph sebagai TPA dari pemerintah

Dengan tujuan yang berbeda biasanya cara bekerja dan kebijakan yang ditentuka

juga berbeda. Namaun, apapun maksud dan tujuan pengolahan samapah menjadi

kompos pelakunya perlu diberi penghargaan kartena telah berperan dalam

mengatasi permasalahan sampah.

b. Memahami produkyang dihasilkan

Pengetahuan tentang produk yang kita hasilkan dan akan dijual ( product

knowledgee) sangat penting dikuasai. Sama halnya dengan kompos. Semua

pengetahuan tentang kompos mulai dari bahan dapat dijadika sebagai kompos,

cara pembuatan, ciri kompos yangbagus, kandungan unsur hara, manfaat dan

keunggulan kompos yang kita hasilkan, serta cara mengaplikasikan kompos harus
betul – betul dikuasai tujuan agar kita bisa menyakinkan calon pembeli hingga

akhirnya dia mau membeli produk tersebut.

c. memahami para pesaing

produsen pupuk organik ( kompos) saat ini mulai bertambah. Dengan

banyaknya produsen kompos, berarti tingkat persaingan cukup tinngi. Namun,

tidak perlu hawatir dengan para pesaing, asalakan kita dapat menghasilkan

produk yang berbeda dan lebih baik. Menghadapi pesaing dipasaran, produsen

kompos juga perlu memerhatikan kemasan produkny. Berarti, produsen kompos

harus membuat kemsan yang lebih menarik dibandingkan dengan kemasan kompos

yang sudah ada dipasaran.

d. memahami konsumen atau calaon pembeli

ketika kita akan memdesain kemasan kompos perlu mempertimbangkan

kebutuhan informasi konsumen. Artinya, semua informasi yang ingin diketahui

konsumen sebisa minglun tertera dalam kemasan. Biasanya yang diperhatikan

konsumen dalah kandungan unsur hara dalam kompos. Keguanaan kompos,

caramengaplikasinya dan aturan penggunaanya.

Selain itu, ukuran kemasan pun harus diperhatikan. Jika sasarannya adalah

para hobiis tanaman hias atau ibu rumah tanggs yang bertanam sayuran

dipekarangan, kemasan kompos sebaiknya yang sedang saja ( 2 kg atau 5 kg). Jika

sasarannya adalah petani ( biasanya membutuhkan kompos dalam jumlah sangat

banyak)., sebaiknya kompos dijual dalam kemasan karung yang berisi 30 – 50 kg.

Dengan kemasan seperti itu, harganya bisa lebih murah.

D. Mengembangakan usaha melalui program kemitraan

Banyak orang yang akan memulai suatu usaha, termasuk usaha pembuatan

kompos merasa khawatir mengenai keberlangsungan usaha tersebut dan sistem

pemasarannya. Jika kita memutuskan untuk berwirausaha ( menjalankan usaha

sendiri), mental kita kuat. Tidak ada salahnya kita memiliki prinsip ” orang lain bisa,
mengapa kita tidak ?”. dengan demikian semua tantangan dan halangan yang datang

bisa kita atsi dengan baik.

Ketika usaha yang kita lakukan sudah berjalan, pasti kita ingin

memngembangkanny menjadi usaha yang lebih besar lagi. Upaya mengembangkan

usaha tersebut bisa dilakukan dengan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak

terkait. Produsen kompos sebaiknya bermitra dengan para petani organik dengan

sistem bagi hasil atau menembangkan pertanian ramah lingkungan. Beberapa usaha

yang dapat dikembangakan oleh produsen pupuk organik (kompos ) sebagai berikut.

a. Membangun organic mart ( toko bahan makanan organik).

b. menyediakan jasa konsultasi dan pelatihan pembuatan kompos

c. menjual mesin atau peralatan pembuatan pupuk organik

d. Membuat dan menjual bioktivator

e. Mengembangankan pertanian organik yang ramah lingkungan .


BAB II

LIKA-LIKU MEMULAI USAHA PRODUK

ORGANIK (KOMPOS)
A. Cara memulai usaha produk organik

a. Sejarah pupuk organik buatan

Bila pupuik organik yang sudah diserbukkan hanya dibuat atau

dipasarkan dengan sedikit sentuhan teknologi maka yang dimaksud dengan

pupuk organik buatan hádala pupuk organik yang sudah melalui proses

pabrigasi dan teknologi tinggi. Pupuk yang dihasilkan tersebut bersifat

organik dengan bentuk fisik dan cara kerjanya seperti pupuk anorganik atau

pupuk kimia.

Banyak kelebihan dari pupuk organikbuatan, diantaranya ialah kadar

haranya tepat untuk kebutuhan tanaman, penggunaannya lebih efektif dan

efesien seperti hanya dengan pupuk kimia serta kemampuannya setara dengan

pupuk organik murni. Walaupun kuatitasnya Sangat sedikit.

Contoh salah satu produk organik adalah INOGI ( insecticida organik

multifungsi). Hanya dengan satu liter larutannya mampu mengembangi urea

sekitar 29kg. Dengan manfaat yang multi fungsi selain sebagai pupuk

perangsang buah, bunga, batang dan daun juga sebagai pembasmi hama.

Contoh lain pupuk organik adalah bokasi yang digunakan sebagai pupuk

tanaman yang manpu memeperbaiki struktur tanah, fisik tanah serta mamapu

meningkatkan kualitas dan kuntitas tanah. Dengan pemberian yang

berlebihan tidak menimbulkan efek samping.

Adanya kebijakan pemerintah serta kecintaan pemelihara lingkungan

untuk mempertahankan dan memeperbaiki sumber daya alam sebagai sumber

hidup manusia maka orang beramai – ramai memproduksi pupuk buatan. Saat

ini berbagai macam merek yang beredar dipasaran namaun pada dasarnya

pupuk organik semua sama.

b. Cara memulai usaha produk organik

1. Studi kemitraan

2. Studi kelayakan
3. Segi hukum

4. Segi perizinan

B. Mengatasi berbagai Hambatan berbisn pupuk organik

a. Hambatan Pemasaran

Saya sering bertemu dengan orang yang inginberbisnis pupuk organik,

tetapi dia tidak yakin bisa melakukannya. Statu hari, pada satu seminal ada

peserta yang melontarkan pertanyaan “Apakah ibu berani memastikan jika

saya menyuruh para petani binaan saya untuk membuat pupuk organik,

hasilnya pasti terjual.

Ketika itu saya menjawab :” Yang pasti dalam hidup ini adalah mati,

yang tidak pasti menjadi pasti itulah tugas pemasaran”. Semua usa pasti ada

tantangannya, termasuk memasarkan kompos. Pengalaman saya bahwa trik

memasarkan kompos adalah pada tahun pertama pupuk yang saya hasilkan

dipakai sebagai Demplot (Percontohan). Ketika itu yang ditanam adalah

coklat, Tanaman coklat tersebut tumbuh lebih subur, berbuah lebat serta

hasil kering cokllatnya lebig berata sehingga mutu dan kualitasnya terjamin

sehingga otomatis produktifitasnya juga tinggi.

Sebetulnya, penggunaan kompos itu Sangay banyak sehingga

berpeluang besar untuk memproduksinya. Pihak yang berpeluang untuk

menggunakan pupuk organik atau kompos adalah :

1. Petani atau pelaku bisnis saturan organik

2. Petani atau pelaku bisnis buah-buahan yang tersebar se-indonesia

3. Petani atau pelaku bisnis semua jenis tanaman baik tanaman hias maupun

tanaman semusim.

4. Petambak dan peternak.

5. Kios-kios pertanian yang menjual sarana produksi pertanian termasuk

pupuk.
6. Supermarket dan WARDU (Warung daur ulang) Yang menyediakan produk

organik.

7. Instansi dan pengusaha yang mengembangkan tanaman industri.

8. Pupuk organik dan prodak organik dapat diekspor.

b. Hambatan perijianan

Mengedarkan (Mensual) suatu produk kepasaran membutuhkan

perizinan dari depertemen pertanian meskipun untuk mendapatkan ijin tersebut

harus mengocek kantuk karena lumayan mahal biayannya.

Menurut Informasi dari kepala perijinan dan investasi depertemen

pertanian,hal yang diperlukan dalam pendaftaran untuk mendapatkan izan edar

adalah :

1. Dasar Hukum

- UU

- Peraturan menteri pertanian No. 02/Pert./HK.060/2/2006 Tentang

pupuk organik dan pembenahan tanah.

- Peratuan pemerintah tahun 2010 tentang go organik.

2. Tata Cara Pendaftaran

Permohonan Harus dilengkapi surat-surat terlampir seperti:

- Akte pendirían usaha

- SITU DAN SIUP

- NPWP

- Surat keterangan domisili

- KTP penanggungjawab

- Contoh konsep atau decían kemasan

- Sertifikat merek.

3. Pelabelan

Label dalam kemasan dibuat dalam bahasa indonesia minimal memuat

beberapa keterangan sbb:


- Nama dagang

- Nomor pendaftaran

- Jenis produk

- Komposisi

- Volume atau berat bersih

- Nama dan alamat producen

- Distributor

- Tanggal produksi

- Masa edar.

c. Hambatan lokasi dan permodalan

Sebenarnya banyak warga yang berminat mengelolah ampah menjadi

pupuk organik (kompos), tetapi mereka terganjal dengan masalah tempat

pengolahan dan permodalan. Hal ini terungklap pada acara pertemuan dengan

139 koperasi pasar yang diadakan dijakarta. Masalah lokasi dan permodalan

ini sebaiknya mengeluarkan instruksi agar setiap pasar atau lingkungan

perumahan menyediakan lahan kosong untuyk dijadikan tempat sampah

menjadi kompos. Begitu juga masalah permodalan untuk pembelian peralatan

bisa sebaiknyya ada campur tangan dari pemerintah daerah. Pemerintah

daerah diatasi dengan menjalin kerjasama antara pemerintah atau atas

partisipasi warga.

C. Mengembangkan usa pembuatan kompos

Kompos yang sudah jadi bisa dijual langsung atau ditingkatkan kualitasnya

dengan cara menambahkan zeolit dan kotoran ternak, masing-masing 10%. Kotoran

ternak yang dicampurkan harus yang sudah kering. Sealain, meningkatkan kualitasnya

kemasannya juga bisa diperbaiki dengan menggunakan kemasan yang lebih eksklisif

sehingga hargannya bisa lebih tinggi.


Van baku pengomposan juga bisa bervariasi, tidak hanya dari sampah rumah

tangga atau pasar. Sampah dari pabrik pengolahan kelapa sawit yang berupa tandan

kososng dan dari pabrik gula (Hampas tebu) bisa juga diolah menjadi pupukl organik

(kompos). Pengolahannya dilakukan secara besar-besaran (berskala industri) dengan

menggunakan mesin pencacah yang lebih besar.

Dengan terjalinnya kemitraan antara pelaku bisnis, tri partit, pemerintah,

pengusaha, masyarakat maka peluang bisnis pembuatan dan penjualan produk organik

(termasuk kompos) Sangay terbuka lebar. Sistem kemitraan tersebut diharapkan

bisa menuntaskan kemiskinan, di camping menciptakan lingkungan yang sehat, bersih

dan aman.