P. 1
SKB EDISI 16

SKB EDISI 16

|Views: 464|Likes:
Dipublikasikan oleh Hamdanil Asykar
SKB EDISI 16
SKB EDISI 16

More info:

Published by: Hamdanil Asykar on Jun 25, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

LEMBAGA INDEPENDENT PEMERHATI PEMBANGUNAN & PENDIDIKAN INDONESIA ( LIPPIN ) Jl. Macan No. 70 Jatisampurna Cibubur - Jakarta Telp.

/ Fax 021-84312205 KETUA LIPPIN PUSAT BESERTA STAFF
Mengucapkan

Selamat Atas Dilantiknya Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Periode 2009 - 2014

Ketua LIPPIN ttd Drs. ANIS JALAL

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

Web Site : http://www.skb.20m.com

E-Mail : redaksiskb@yahoo.com

Nyanyian Anggodo..........
Pembicaraan antara Anggodo dan kroninya dalam rekapan yang diperdengarkan tersebut terucap adanya.............

Harimau Konflik.....
Konflik antara harimau dan manusia terjadi di Provinsi NAD dalam beberapa tahun terakhir ini ............

Ade Alfonso.....
Perusahaan rekaman Revisa Music kembali merilis album “ ALL ABOUT LOVE “ dari artis berbakat..........

Hal 4
Program 100 Hari Menpan dan RB

Hal 6

Hal 7

Konsep Reformasi Harus Tuntas

HUT Partai Golkar Ke-45 Dihadiri Wakil Presiden RI Boediono
Presiden Soeharto Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) dan Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali. Hadir juga dalam peringatan tersebut yakni Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng, beberapa anggota Kabinet Indonesia Bersatu II., dan Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Menurut pihak panitia, sebenarnya puncak acara peringatan HUT Partai Golkar ini jatuh pada 20 Oktober 2009, namun karena bersamaan dengan pelantikan Presiden dan Wapres RI maka peringatan puncaknya dimundurkan malam ini. Acara peringatan puncak HUT ke-45 Partai HALAMAN 15

Menpan saat diwawancarai wartawan

Jakarta, SKB Dalam membuat satu undang-undang bersama DPR, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB), EE Mangindaan, mengatakan, ada dua hal yang harus benar-benar ditekankan dalam program seratus hari, program satu tahun, dan lima tahun mendatang, yakni reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik. Diungkapkan, waktu

fit and proper test, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono banyak menekankan soal reformasi birokrasi. Karena itu, tegasnya, konsep reformasi birokrasi ini harus dituntaskan dalam program seratus hari Kementerian Negara PAN dan Reformasi Birokrasi. Program lain yang juga harus dilaksanakan adalah menuntaskan penyusunan sejumlah Peraturan Pemerintah maupun HALAMAN 15

Wakil Presiden Boediono saat menghadiri HUT Golkar

Jakarta, SKB Peringatan HUT Partai Golkar ke 45 tahun 2009, yang berlangsung di Hall D PRJ Kemayoran Jakarta berlangsung dengan khidmat. Tampak hadir dalam acara tersebut

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Para Ketua DPP,dan DPD se-Indonesia. Selain para pengurus Partai Golkar, hadir juga Wakil Presiden Boediono, Ketua MPR Taufik Kiemas,

mantan Presiden BJ Habibie, Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Hani Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto, putri mantan

Sosialisasikan Program Kerja

H Madinah HL, S.Ag, MM

Dua Menteri Kunjungi Kota Bekasi
menteri tersebut, di Hotel Horison Bekasi, Walikota Bekasi H Mochtar Mohamad, mengatakan, pihaknya merasa bangga dan menjadi kehormatan tersendiri karena kedua menteri yang merupakan warga terbaik asal Gorontalo itu bersedia meluangkan waktunya bertemu masyarakat Kota Bekasi, terlebih hal itu terjadi di awal masa jabatannya sebagai menteri. Selain itu, ia mengungkapkan, hal tersebut juga dapat dijadikan sebagai motivasi bagi masyarakat Kota Bekasi. Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan, DR Ir Fadel Muhamad, yang merupakan mantan Gubernur Gorontalo ini, HALAMAN 14

“Haji Mabrur Dambaan Umat Islam”
Bekasi, SKB Tentunya, memperoleh gelar haji yang mabrur merupakan dambaan seluruh calon jemaah haji, sebagai bentuk kenikmatan yang tak ternilai harganya. Segala cobaan dan rintangan yang dihadapi seluruh jemaah haji, justru dianggap sebuah karunia untuk memperoleh pahala yang berlipat ganda. Demikian petikan kalimat bersahaja yang disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantargebang, H Madinah HL, S.Ag, MM, dalam perbincangannya dengan SKB, belum lama ini. Menurutnya, kadar ke-

DR Ir Fadel Muhamad bersama H. Mochtar Mohamad

H Madinah HL, S.Ag, MM

Bekasi, SKB Menteri Kelautan dan Perikanan, DR Ir Fadel Muhamad, dan Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa, belum lama ini berkunjung ke Kota Bekasi. Kunjungan

tersebut dilakukan sebagai bentuk acara tatap muka bersama masyarakat Kota Bekasi, sekaligus dalam rangka sosialisasi program kerja kedua menteri itu. Saat menerima kedua

imanan umat muslim di Kota Bekasi menunjukkan peningkatan yang signifikan, seiring dengan meningkatnya jumlah jemaah haji di tahun ini. “Bayangkan, jumlah ca-

lon jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci di tahun ini telah mencapai 3.825 orang, sedangkan yang sudah HALAMAN 15

2

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

OPINI
Ketika Rasulullah SAW Memberikan Syafaat Kepada Ummatnya di Hari Kiamat (Bagian Ke-2)
nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Musa AS!” Lalu mereka segera pergi ke Musa, dan berkata, “Wahai Musa, engkau adalah utusan Allah. Allah telah memberikan kelebihan kepadamu dengan risalah dan kalam-Nya atas sekalian manusia. Syafa’atilah kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami?” Lalu Musa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dan sesungguhnya aku telah membunuh sese-orang yang aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Nafsi nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Isa AS!” Lalu mereka pergi menemui Isa, dan berkata, “Wahai Isa, engkau adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang dilontarkan kepada Maryam, serta ruh dari-Nya. Dan engkau telah berbicara kepada manusia semasa dalam gendongan. Berilah syafa’at kepada kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami?” Maka Isa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Muhammad SAW!” Akhirnya mereka mendatangi Muhammad SAW, dan berkata, “Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi.

EDITORIAL
Hukum di Indonesia sedang dilanda krisis. Hal ini disebabkan karena para oknum penegak hukum yang diduga menjadikan hukum sebagai alat untuk mencari keuntungan pribadi dan membuat persekongkolan dengan para konco-konconya yang bertujuan hanya semata-mata untuk memperkaya diri. Kepercayaan masyarakat tentang pelaksanaan hukum di Indonesia sudah mencapai titik yang paling bawah. Hukum bukan lagi menjadi sesuatu yang ditakutkan dan penegak hukumpun sudah tidak mempunyai harga diri hal ini dapat dilihat dari beberapa kejadian yang melanda negeri tercinta ini. Akibat semena-mena dari para penegak hukum yang selama ini menyebabkan masyarakat marah dan melakukan demo-demo hampir di seluruh wilayah Indonesia. Mau dikemanakan hukum itu? Banyak orang beranggapan hukum di Indonesia saat ini hanya berlaku bagi rakyat kecil, rakyat yang sudah sengsara dan memang dalam kesengsaraan apabila berbuat kesalahan atau bermasalah dengan aparat penegak hukum, maka hukum itu akan betul-betul dilaksanakan bahkan kalau perlu ditambah dengan tekanan-tekanan yang tujuannya untuk menjerat dan menghukum dengan seberat-beratnya. Akan tetapi apabila yang mempunyai permasalahan hukum itu adalah petinggi-petinggi dan pengusaha-pengusaha di negeri ini, para penegak hukum bahkan seolaholah melindungi dan lebih nistanya ikut menyembunyikan atau menghilangkan fakta dan bukti yang berkaitan dengan hukum. Hukum tidak salah, apalagi negara Indonesia yang berdasarkan hukum yang semua keputusan harus diambil berdasarkan hukum sebagai keputusan tertinggi, seyogyanya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Mari kita jaga dan kita jadikan keutuhan berbangsa dan bertanah air sebagai landasan dalam kita membangun dan memajukan negara yang kita cintai ini. Dan bagi penegak hukum jalankanlah hukum dengan sebaikbaiknya tanpa memandang siapa dan bagaimana orang yang bermasalah dengan hukum, karena kita harus ingat bahwa disamping adanya hukum negara masih ada hukum yang lebih tinggi yaitu hukum dari Allah .................

Ustd Ahmad Yani
Maka Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya aku telah berbohong tiga kali. Nafsi

Bolehkah Seorang Muslimah Menjadi Cantik?
awasan dokter seperti suntik botox dan pemakaian silikon/kolagen, walaupun sebenarnya banyak dari dokter yang tidak menganjurkan dilakukan 2 tindakan itu kecuali pada kasus tertentu. Sedangkan penggunaan alkohol untuk bahan kosmetika dan kesehatan pada pemakaian topikal/ luar, hal ini diperbolehkan karena penggunaan alkohol disini hanya sebagai pelarut dan antiseptik dengan kadar dan konsentrasi yang kecil. Kemudian dilihat pula bahwa alkohol merupakan zat yang cepat menguap. Dan belum ditemukannya zat lain selain alkohol yang bisa sebagai pelarut yang aman dan murah. Walaupun demikian p e m a k a i a n n y a sewajarnya saja. Dalam talkshow tersebut dipaparkan juga bahwa perawatan harian yang aman yang dianjurkan adalah sebagai berikut: - Membersihkan wajah setelah bepergian dengan milk cleanser dan astringen Menggunakan pelembab dan sun block dengan SPF15 ketika akan bepergian - Melakuan masker wajah tiap minggu dan luluran tiap bulan - Mengkonsumsi air putih 8 gelas perhari dan buah-buahan, serta tidak menggunakan kosmetik yang mengandung mercury Selain hal diatas, ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan kulit kita terlihat lebih tua, yaitu: - Kulit yang sering terpapar matahari akan terlihat lebih tua 20 tahun - Stress akan membuat kulit kita terlihat lebih tua 3 tahun - Hidup di kota besar akan membuat kulit kita terlihat lebih tua 5 tahun - Diet yang yang extrim akan membuat kulit kita terlihat lebih tua 10 tahun Wow, ternyata berat juga tantangan hidup di Jakarta untuk kulit kita.. Dalam syariat Islam, perempuan yang ingin tampil cantik itu fitrah. Walau kadang penilaian cantik itu sendiri relatif dan subyektif. Cantik itu sendiri bisa dibagi menjadi beberapa klasifikasi, yaitu: 1. Cantik secara lahiriah: - menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh - keserasian dalam berpakaian. Berpakaian di sini haruslah menutup aurat sesuai dengan Al Qur'an surat An-Nur ayat 31 dan Al-Ahzab ayat 59. Setelah memenuhi kriteria tadi, barulah diperbolehkan berpakaian untuk memenuhi nilai estetika, indah dan pantas secara wajar. 2. Cantik secara spiritual: - Memiliki kedekatan hubungan dengan Allah - Berusaha menjadi hamba Allah yang taat 3. Cantik emosi dan akhlak: - memiliki rasa malu, lemah lembut, santun, jujur, amanah, dan menjaga kehormatan dan kesucian diri. 4. Cantik intelektual Seorang muslimah harus memiliki kecerdasan intelektual dan tidak akan membiarkan dirinya direndahkan, dilecehkan dan dieksploitasi. Semua hal di atas akan membuat seorang wanita yang mempesona karena memiliki daya tarik kepribadian, meski ia tidak cantik secara fisik. Dan tidak seperti kecantikan fisik yang merupakan pemberian Allah yang tidak boleh diubah, inner beauty seperti kecantikan spiritual, akhlak, dan intelektual dapat diusahakan dan ditingkatkan. Jadi, bolehkah seorang muslimah menjadi cantik dan melakukan usahausaha agar menjadi cantik? Of course boleh banget, Hanya perlu diingat: Luruskan kembali niat kita. Usaha yang kita lakukan adalah dalam rangka merawat tubuh yang merupakan karunia Allah yang harus disyukuri, harus berada dalam koridor-koridor yang diperbolehkan oleh syariat Islam. Dan jangan sampai membahayakan kesehatan kita sendiri. Semoga upaya kita untuk mempercantik diri mendapat ridho Allah SWT.

Ustd. Abu Aqila
Cantik menurut kesehatan adalah sehat jasmani dan rohani. Namun tak diragukan lagi bahwa ketika kita bicara cantik, umumnya akan menyangkut tentang wajah dan kulit. Saat ini banyak usaha-usaha untuk meremajakan kulit (skin rejuveniting) yang dilakukan agar kulit tampak lebih ‘cling’. Usaha-usaha tersebut antara lain: 1. Pemakaian bahan secara topikal seperti jamu, umbi-umbian 2. Pengelupasan dengan bahan kimia seperti pemakaian AHA dan TCA 3. Pengelupasan secara fisik seperti masker dan luluran 4. Augmentasi seperti pemakaian silikon dan kolagen 5. Penggunaan toxin seperti suntik botox (botulinum toxin) Tindakan di atas sebenarnya aman untuk dilakukan asalkan disesuaikan dengan jenis kulit dan frekuensi tindakan. Tapi ada beberapa tindakan yang sebaiknya dilakukan dalam peng-

SMS / Email Pembaca
Yang dimuat adalah pertanyaan yang menarik dan sopan SMS KE 0878 29 524 924 Email : redaksiskb@yahoo.com ke PO.BOX 362 BKS , Bekasi 17000

- Ass. Pemred SKB, saya baru membaca SKB edisi 15, wajah dan penampilan cukup baik, Yang paling saya salut ada mimbar Islam, teruskan rubrik ini sebagai santapan rohani dan pembinaan mental, agar kita menjadi orang bertakwa dan menuju insan yang berakhlak mulia, Go a head SKB semoga berjaya. D. Thaher, Parungkuda-Sukabumi 08565959xxxx (Terima Kasih Dukungannya...red)

Penerbit : CV. SINAR ABDYA PERKASA
Berdasarkan UU Pokok Pers. No. 40 tahun 1999, No. 12/III/2009 Notaris : Irene Kusumawardani, SH Dicetak oleh : CV. KHOHANYO PUTROMA (Isi diluar tanggung jawab percetakan)

Pendiri : Anis Jalal, Ahmad Saikhu, SH, Drs. Jamalullail, MM | Dewan Pembina : DR. H. Risman Musa, Drs. Aceng Solahudin, Kombes Pol Drs. H. Nanang Pramara S, MM, | Dewan Penasehat: KH. Mursyid Kamil, H. Yusuf Nasih, S.Sos, MM, Abu Aqila, H. Ahmad Yani, MM.MBA | Staf Ahli : Drs. Jamalullail, MM, Drs. H Alwi, M.Pd, Drs. D. Saefuddin. | Pemimpin Perusahaan : Ahmad Saikhu, SH. | Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Drs. Anis Jalal. | Wakil Pemimpin Redaksi : Ramalan Situmorang | Penasihat Hukum : Daski SH, Ade Multaman SH, Asnawi, SH | Redaktur Pelaksana : Slamet Mulyono | Staf Redaksi/Sirkulasi/Iklan/Design Grafik/Artistic : Hamdanil Asykar | Biro/ Koordinator : Siaga Yudha (Ka.Biro Jakarta) , Saut MP, SE. (Ka.Biro Kota/Kab Bekasi ), Wawan (Ka.Biro Depok), Drs.Slamet Basuki (Ka.Biro Tanggerang), Putri, Asep ( Ka.Biro Karawang), Hendra G (Ka.Biro Purwakarta/Subang/Indramayu), Asep Yuliyandi (Ka.Biro Bandung), Dede Maska (Ka.Biro Cirebon), Hilman Sudakta (Ka.Biro Bogor/Cianjur), Sopandi (Ka.Biro Sukabumi), Drs. K Windy P.BBA (Ka.Biro Jateng) Ir. Zainul Arifin (Ka.Biro NTB), Musa Sasmite (Ka.Biro Kalimantan), Hudi (Ka.Biro Sumsel), Sardion Pandiangan (Ka.Biro Kepri/ Ka.Biro Batam), Agus Mustafa, M.BA (Ka.Biro Maluku Utara), KH. Baginda Chaidir Abshar (Ka.Biro Sumbar), Deby S (Ka.Biro Medan), Arena Hidayani (Ka.Biro Bengkulu), Yusmardi (Ka.Biro NAD) |Photografer : H. Hambali, Kasiman. | Sekretaris Redaksi : Nur Fatmawati | Wartawan : Abdul Rauf M, Siaga Yudha, Djati Marniati, Herri A. Sihombing, Saut MP, SE, Drs Sujanto, A. Putri Andriani, Nena Muniroh, Pandu Tyas Palupy, Suratman, Asep Sudjana, Dede Maska, Hilman A, Hilman S, Edi, Sopandi, Wawan Junaedi, Dasep, Ahmad Jais, Suhendy Alamat Redaksi : Jl. Macan No.70 Jatisampurna Cibubur Tlp/Fax. 02184312205, Sekretariat Redaksi : Jl. Siliwangi (Narogong) KM 7 Rawa Lumbu Kota Bekasi Bank: BCA No.Rek. 7400818082, Mandiri No.Rek. 129-00-0691701-3 , BRI Cab.Pondok Gede No.Rek. 0995-01-026310-53-5, An. ANIS JALAL E-mail : anisjalalskb@yahoo.com, redaksiskb@yahoo.com

Wartawan SKB dibekali KTA, Surat Tugas,Kartu Tugas atau Kartu Pers,dan dilengkapi dengan seragam yang berlogo SKB serta namanya tercantum dalam Box Redaksi

BERITA UTAMA
Kapolri:
Jakarta, SKB Rapat antara Komisi III DPR RI dengan Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri digelar pada tanggal 5 November 2009. Acara tersebut berlangsung mulai jam 19.00 WIB dengan agenda meminta klarifikasi Polri tentang proses penahanan Bibit dan Candra. Dalam rapat yang dihadiri 37 anggota Komisi III DPRRI dan terbuka untuk umum ini, Kapolri membeberkan rincian tentang aliran dana, terkait penyidikan kasus Chandra M Hamzah dan Bibit S Rianto. Dalam pembeberannya itu, Kapolri menyebutkan, setidaknya ada lima nama yang diduga sudah menerima aliran dana tersebut. Adapun inisial orang tersebut, ungkap Kapolri, antara lain E. Ia disebut menerima total uang dalam bentuk dollar AS sebesar 400 dollar AS, 600 dollar AS, dan 12.490 dollar Singapura. Kapolri mengatakan Direktur PT Masaro Radio-

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

3

Ada Lima Orang Diduga Terima Uang
ditemui Polri, yakni ada 5 kali para oknum KPK datang ke Pasar Festival tersebut pada bulan Mei, dan 3 kali pada bulan Juli serta Agustus. Mobil-mobil tersebut, menurut Kapolri, adalah milik CH, sesuai plat nomornya. Selain itu, Kapolri juga membeberkan adanya bukti hubungan telepon dari tersangka, masing-masing dengan jumlah berbeda, 299 kali, 313 kali, 88 kali, dan 16 kali. Kapolri juga menyebutkan satu orang yang berinisial MK yang menerima aliran dana sebesar Rp 17 miliar. Menurut Kapolri, orang tersebut adalah salah satu tokoh masyarakat dan punya kedekatan dengan CH. Rapat Anggota Komisi III DPR RI dengan Kapolri ini sempat diwarnai dua kali insiden, yaitu matinya mikrofon di ruang sidang yang mengakibatkan pemimpin sidang melakukan skorsing selama 5 menit. (Anis Jalal)

Nyanyian Anggodo Beri Uang Rp 1 M pada Pimpinan KPK
Jakarta, SKB Tingginya animo masyarakat yang ingin mengetahui tentang peritiwa penagkapan Ketua KPK Non Aktif Bibit S Riyanto dan Chandra M Hamzah, Yang di jebloskan oleh Penyidik Polri ketahanan Brimob Kelapa Dua Depok yang kemudian ditangguhkan penahanannya oleh Polri,Dengan dugaan Penyalah gunaan Jabatan dan Pemerasan, Membuat Mahkamah Konstitusi (MK) melakukan

Kapolri

kom, Putranefo, juga memberikan Rp 450 jutaan kepada E, sehingga Putranefo tidak dicekal sebagai tersangka. “Inisial E sudah kita tahu rumah, mudahmudahan tertangkap,” ujar Kapolri. Sementara itu, Kapolri juga menambahkan, orang berinisial DS yang menerima Rp 1,5 miliar di Bellagio, Jakarta, dan Mr X yang menerima Rp 250 juta, CH menerima Rp 1 miliar, serta seorang penyidik menerima Rp 400 juta yang diberikan oleh pihak Direktur PT Masaro Radiokom di

Pasar Festival, Kuningan, Jakarta. Untuk menguatkan dugaan penyerahan tersebut, Kapolri juga mengaku telah memiliki bukti-bukti CDR, datadata telepon, serta buktibukti bahwa mobil-mobil mereka ada di Bellagio dan Pasar Festival. Kapolri kemudian menjelaskan semua yang ia sampaikan ini dilengkapi dengan bukti, seperti tanggal dan nomor mobilmobil dinas KPK yang masuk ke Pasar Festival. Ia juga menjelaskan dalam Rapat dengan Komisi III DPR RI, menurut catatan yang

Bibit-Chandra Bantah Terima Suap
Jakarta, SKB Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif), Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto, berkukuh mengaku tidak pernah menerima uang dari Ary Muladi di kawasan Pasar Festival dan Bellagio, Kuningan, Jakarta. Seperti apa yang disangkakan Kapolri saat penuturannya dalam rapat kerja dengan Anggota Komisi III DPR RI barubaru ini. Bibit juga mengatakan tidak akrab bahkan tidak kenal dengan yang namanya Ari Muladi. Hal ini disampaikan Bibit dan Chandra yang didampingi pengacaranya dalam konferensi pers di Hotel Sultan Jakarta. Mereka membantah pernyataan kepolisian yang membeberkan berkas bahwa keduanya menerima suap dari Ari Muladi dengan bukti mobil dinas KPK pernah berada di kawasan Pasar Festival dan Bellagio. Sementara itu Kuasa hukum keduanya, Alexander Lay, mengungkapkan bahwa Kantor KPK terletak di Kuningan serta berdekatan dengan Pasar Festival dan Bellagio sehingga wajar jika ada mobil dinas KPK yang diparkir di dua tempat tersebut. “Kantor KPK itu ada di Kuningan, dekat dengan dua tempat itu (Pasar Festival dan dimintai tanggapannya tentang masaalah KPK dan Polri ini mengatakan, agar proses hukum ini secepatnya bisa diselesaikan. Sebagian kalangan khawatir apabila kisruh yang terjadi antara KPK dan Polri tidak segera diproses, nanti akan menjadi berdampak luas dalam proses hukum kita, dimana anak-anak bangsa ini tidak percaya lagi kepada lembaga penegak hukum dan lembaga lain seperti DPR serta pemerintah yang pada akhirnya akan menimbulkan chaos dan anarkisme. (Anis Jalal)

Bellagio). Jadi tidak bisa disimpulkan Pak Chandra dan Bibit menerima uang di sana,” terangnya. Menurutnya, polisi telah melakukan lompatan logika yang tidak bertanggung jawab dan berindikasi melakukan pembohongan publik dalam memberikan keterangan di hadapan Komisi III DPR RI. Dia mengatakan, polisi tidak dapat menuduh karena tidak dapat menunjukkan bukti yang benar. “Mobil KPK itu ada berapa puluh, pegawai KPK juga ada banyak. Kalau satu atau dua orang pegawai pergi ke sana (Pasar Festival dan Bellagio-red) itu wajar,” tandasnya. Lebih lanjut Bibit maupun Chandra mengatakan tentang dokumen yang di sebutkan Kapolri tentang adanya pertemuan mereka dengan Ari Muladi tanggal 15 Juli 2009,

adalah pembohongan besar. Sementara itu Dewan Penasehat Partai Amanat Nasional (PAN) Amin Rais Mengatakan saat

sidang terhadap temuan KPK atas Penyadapan pembicaraan Anggodo dan Kroni. Dalam Rekapan yang di Perdengarkan tersebut terucap adanya pencatutan nama beberapa pejabat tinggi yang ada di lingkungan Polri dan Jaksa Agung. Termasuk membawa-bawa nama R1,dalam Rekapan percakapan yang berdurasi 4,5 jam tersebut.terdengar,bahwa Anggodo Widjojo,se-olah - olah mengatur skenario atas penahanan Bibit dan Chandra. Akibat itu pula Anggodo Widjojo dalam nyanyianya saat perbincangan yang di lakukan pada salah satu Stasiun TV Nasional menjelaskan duduk permasaalahan. Dalam siaran langsung tersebut Anggodo mengatakan telah memberikan dana Rp1 miliar untuk Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra M Hamzah, melalui Ari Muladi. Pengakuan itu sontak membuat geger masyarakat, yang selama ini merasa salut dengan kinerja KPK. Dalam penjelasanya dikatakan “Saya pertemukan Ari Muladi dan Edi Sumarsono di Masaro. Perintah Antasari lewat Edi Sumarsono, kasih uang ini melalui Ari Muladi ke Pak Ade Raharja lalu ke Pak Chandra,” kata Anggodo adik buronan KPK, Anggoro Widjojo, ini bahkan merasa yakin jika Ary Muladi telah memberikan uang tersebut kepada pimpinan KPK. “Lebih dari 20 tahun saya kenal Ary. Saya yakin ia sudah menyerahkan uang tersebut,” ujarnya. Anggodo juga mengaku, semua urusan pemberian uang itu dilakukan melalui Ary Muladi. “Sudah hampir satu tahun Ary mengurus hal ini,” ungkap Anggodo yang didampingi pengacaranya Bonaran Situmeang. Dalam kesempata tersebut Anggodo meminta perlindungan pada polri dan juga meminta maaf pada Presiden SBY. (Anis Jalal)

Antasari: Itu Testimoninya Anggoro!
yang diberikan kepadanya ketika bertemu di Singapura. Lebih lanjut dikatakan, “jadi testimoni saya itu adalah testimoninya Anggoro. Jadi yang pertama kali menyebut KPK terima suap adalah Anggoro,” kata Antasari usai memberi keterangan kepada Tim 8 di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, barubaru ini. Menurut Antasari,Testimoni itu dibuat untuk menindaklanjuti temuan rekaman pembicaraannya dengan Anggoro yang ada dalam laptop miliknya yang disita polisi dalam kasus pembunuhan terhadap Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Polisi, lanjut dia, berniat menindaklanjuti temuan itu karena menduga terjadi tindak pidana korupsi. ”Kemudian prosesnya berlanjut dan sampailah untuk kelengkapan administrasi kami bikin laporan supaya penyidikan bisa berlanjut, sampailah dengan yang sekarang terjadi,” ujar Antasari. Rekaman pembicaraan di laptop Antasari merupakan pembicaraan Antasari dengan Anggoro sewaktu pertemuan di Singapura. Dalam pertemuan itu Antasari menerima informasi bahwa ada oknum pejabat KPK telah menerima uang. Tapi di depan tim 8 Antasari mengatakan pada pertemuan itu, Anggoro sama sekali tidak memperlihatkan bukti-bukti penyerahan uang kepada pimpinan KPK. Sampai saat ini, Antasari menyatakan, ia tidak meyakini kebenaran informasi dari Anggoro tersebut. Bahkan, setelah bertemu dengan Ary Muladi di Malang pun Antasari belum yakin kalau Pimpinan KPK menerima uang. (Anis Jalal)

JakartaSKB Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengatakan testimoni yang ia jelaskan kepada penyidik kepolisian sebenarnya adalah keterangan Anggoro Widjojo

4

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

NASIONAL
hadap proses ini semua,” tegasnya. Menurut SBY, siapapun yang disangka dan didakwa, termasuk pejabat yang tersebut dalam rekaman, kalau ternyata tidak terbukti dalam pengadilan nanti, harus dibebaskan. Sebaliknya, kalau terbukti bersalah, juga mendapatkan sanksi hukum, itulah keadilan,” ungkapnya. “Tidak boleh kita berselingkuh kepada Allah dan kepada sejarah. Setelah gegap gempita berakhir, semua akan berpikir jernih, bagaimana komitmen kita dalam menegakkan hukum, dalam memberantas korupsi dan komitmen kita dalam menegakkan keadilan. Hati kita harus bersih, tidak boleh ada kepentingan lain kecuali betul-betul menegakkan kebenaran dan keadilan atas dasar supremasi hukum. Hukum sebagai panglima dan bukan politik. Hal ini yang mendasari dibentuknya tim verifikasi, fakta dan proses,” papar SBY. Beberapa saat sebelumnya, Presiden menjelaskan tentang pembentukan Tim Independen Verifikasi Fakta ini. Penjelasan ini diberikan karena banyak sekali pro dan kontra di masyarakat mengenai kebijakan yang telah diambil olehnya. “Argumentasi saya, apa yang telah dilakukan oleh jajaran kepolisian dan kejaksaan mendapatkan reaksi dari sebagian kalangan masyarakat, sebagai rakyat kita, sebagai sebuah rekayasa, sebagai bentuk dari kelanjutan konflik, antara kepolisian dengan KPK,” kata SBY. “Saya fikir, kalau kecurigaan dan ketidakpercayaan dari masyarakat begitu tinggi dan meluas, yang saya sebut dengan distrust dan mistrust, itu tentu tidak baik bagi kehidupan bernegara, di dalamnya ada proses penegakan hukum yang bersandar pada keadilan dan supremasi hukum itu sendiri,” ujar SBY. Oleh karena itu, ia menetapkan pembentukan tim independen tersebut, tujuannya adalah dengan melihat langsung, verifikasi fakta hukum yang didapatkan oleh para penegak hukum, pasalpasal yang digunakan, proses atau mekanisme hukum itu yang dijalankan, dan hal-hal yang berkaitan dengan itu, termasuk segisegi teknis dilihat utuh. “Maka saya berharap kecurigaan dan ketidakpercayaan itu menjadi susut,” ujar SBY. (Anis Jalal/kom)

Bagian Telematika Kota Bekasi Gelar Sosialisasi LPSE
Bekasi, SKB Belum lama ini, Bagian Telematika Setda Kota Bekasi mengadakan sosialisasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Balai Patriot Pemerintah Daerah Kota Bekasi(4/11). Acara tersebut dihadiri oleh para kepala badan, kepala dinas, kepala kantor instansi, kepala bagian, kepala bidang, para camat, Sekcam se-Kota Bekasi. Dalam acara sosialisasi tersebut, bertindak sebagai pembicara berasal dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

TPF Bertanggugjawab Terhadap Presiden

Melalui kegiatan itu juga, pihak LKPP menjelaskan adanya beberapa perbedaan pelaksanaan lelang secara manual dengan elektronik, yakni secara manual, serangkaian tatap muka, antara panitia dan rekanan (pendaftaran, aanwijzing, penerimaan dan pembukaan dokumen penawaran, pembuktian kualifikasi). Seluruh dokumen berbentuk hardcopy. Panitia bekerja secara stasioner selama proses pengadaan. Dibutuhkan biaya dalam proses pengadaan seperti penggandaan dokumen, konsumsi aanwijzing, pemasukan dan pembukaan penawaran. Vendor memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan melalui proses pengadaan dengan upaya yang cukup berat dan biaya yang tinggi karena harus hadir secara fisik. Panitia menerima penawaran terbatas. Sementara kelebihan dari pelaksanaan lelang dengan LPSE adalah adanya tatap muka antara panitia dengan rekanan

Bung SKB mengapa Cicak dan Buaya berantem ?

tapi terbatas pada pembuktian kualifikasi calon pemenang. Hampir seluruh dokumen dalam bentuk digital. Panitia dapat bekerja dimana saja, tidak dibatasi ruangan dan waktu sepanjang mendapatkan akses komunikasi melalui internet. Memperkecil biaya proses pengadaan. Vendor memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan melalui proses pengadaan dengan upaya Paripurna: TMF bukan KPK yang cukup mudah dan Jakarta, SKB pejabat-pejabat yang biaya rendah karena Saat membuka Sidang disebut-sebut di dalam melalui komunikasi di dunia maya. Panitia me- Paripurna, Kamis (5/11) rekaman atau sadapan, nerima penawaran yang lalu, Presiden Susilo dapat dibebastugaskan Bambang Yudhoyono agar apakah itu proses memberikan penjelasan pemeriksaan, proses tentang Tim Pencari pemberian keterangan, Fakta (TPF) yang kesaksian menjadi baik,” beranggotakan 8 orang. katanya. Menurutnya, tim yang SBY juga meminta dipimpinAdnan Buyung kepada Menko PolhukNasution ini tidak kam Djoko Suyanto mewakili pihak KPK, untuk menjaga keselakepolisian atau kejak- matan pihak-pihak yang saan, tapi bertanggung- disebut dalam rekaman banyak. Sementara itu, tugas jawab langsung kepada tersebut. “Perlindungan pokok dan fungsi dari Presiden. saksi, perlindungan siapa LPSE adalah sebagai “Mereka tokoh-tokoh pun, adalah penting pengampu kesisteman pengadaan barang/jasa se- yang kredibel. Saya beri karena negara kita adalah cara eletronik. Bukan pa- waktu paling lambat dua negara hukum. Jangan nitia pengadaan barang/ minggu untuk bekerja sampai ada tangan-tangan jasa. Merupakan fasi- untuk kemudian mela- yang tidak bertanglitasor pengadaan barang/ porkan kepada saya hasil gungjawab yang ingin jasa secara elektronik. Berfungsi sebagai ad- dari verifikasinya,” kata memperkeruh suasana ministrator dengan meng- Presiden. dengan tindakan-tindakelola kesisteman dan SBY kemudian men- an yang tidak semestinya. akses jaringan LPSE, yatakan beberapa rekoLindungi seluruh pihak sebagai trainer dengan memberikan pelatihan mendasi yang sudah yang sekarang menjadi aplikasi LPSE kepada dijalankan. “Contoh, keti- perhatian publik. Karena panitia PPK dan rekanan, ka tim dan pihak lain saya tidak ingin ada verifikator dengan mela- menyampaikan agar hambatan apapun terkukan verifikasi data rekanan untuk di validasi masuk ke Database LPSE, memberikan user id dan pasword, mengeksekusi black list rekanan berdasarkan surat penetapan PPK. Helpdesk dengan mem- Aceh, SKB dan akan bekerja keras berikan penjelasan atas Ernhard Bauer, Ke- untuk dapat melakukan berbagai hal menyangkut pala Perwakilan Palang penangkapan terhadap LPSE dan Admin Merah Jerman untuk pelaku,Farid menjeAgency dengan mengentry-kan data kepa- Provinsi Aceh, mengalami laskan penembakan ini nitiaan, rencana paket, luka serius setelah murni penembakan, PPK dan panitia pene- ditembak orang tak bukan perampokan tapan dari SOPD. (S4ut) dikenal di jalan utama sabab tidak ada barang S o e k a r n o - H a t t a , berharga milik korban Lampeunerut, baru-baru yang hilang dalam ini.Saat peristiwa itu peristiwa tersebut.Lebih terjadi, korban sedang jelas Kabid Humas mengendarai mobil Polda NAD ini menjelasToyota Land Cruiser kan,motif ini di duga ada nopol BL 7343 NO, yang dari pihak ketia yang sedang melintas di jalan sengaja ingin memproKarena Soekarno-Hatta kawasan paganda rakyat aceh Cicaknya mau gede Lampeunurut Kabupaten yang sekarang mulai sedangkan Buaya Aceh Besar. aman dan damai,katanya. mau yang kecil Korban Korban sem“Penembakan warga he.. he.. he.. pat di larikan ke rumah negara asing (WNA) sakit terdekat untuk tentunya berpengaruh mendapat pertolongan terhadap hubungan Indosebelum dievakuasi ke nesia dengan luar negeri, S i n g a p u r a . D a l a m terutama bagi NAD, peristiwa itu Korban sebab kita sudah mengalami luka di bagian membuka diri dengan perut, tangan kanan dan hubungan luar negeri,” pangkal lengan. Kabid kata pengamat politik Humas Polda NAD, yang juga Dekan Kombes (Pol) Farid AS Fakultas Ilmu Sosial dan mengatakan pihaknya Politik (FISIP) Universisudah mendapat laporan tas Syiah Kuala (Unsyiah) atas insiden penembakan Syarifuddin Hasyim di tersebut,dan kami sudah Banda Aceh, lebih lanjut melakukan penyidikan dikatakan situasi politik di

Ulama Aceh Minta Polisi Usut Penembakan WNA
Serambi Mekah itu masih pada batas toleransi, karena belum ada gejala tertentu. Penembakan itu diperkirakan karena ada yang ingin mengacaukan situasi Aceh. Sementara itu, Kalangan ulama di Provinsi Aceh minta polisi segera mengungkap motif penembakan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang terjadi di jalan Soekarno-Hatta, kawasan Lampeunerut Kabupaten Aceh Besar ini, mereka mengatakan “Pengungkapan segera motif penembakan WNA asal Jerman itu penting, sehingga tidak menimbulkan penafsiran berbeda dalam masyarakat, khususnya orang asing terhadap situasi Aceh,” kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk Faisal Aly di Banda Aceh, Provinsi Aceh yang sedang mendapat perhatian dunia, katanya, terkadang dimanfaatkan pihak-pihak tertentu, terutama mereka yang tidak senang dengan diberlakukannya Syariat Islam di daerah ini. Apalagi, banyak pihak kini sedang memperbincangkan tentang Qanun (Perda) Hukum Jinayat dan Hukum Acara Jinayat yang akan diberlakukan di Aceh. Jangan sampai penembakan WNA tersebut, lanjut dia, dimanfaatkan pihak tertentu itu sebagai upaya menyudutkan syariat Islam. Kekhawatiran ulama Aceh ini sangat beralasan karena di berbagai belahan dunia setiap ada kasus di daerah yang penduduknya manyoritas Muslim selalu dikaitkan dengan syariat Islam. “Karenanya, kami sangat mengharapkan motif ini bisa jelas dan juga bisa diketahui masyarakat. Penembakan dan usaha lain yang bukan hak serta dapat menghilangkan nyawa tidak dibenarkan oleh agama,” kata Faisal menambahkan. (Yusmardi /Hil)

DAERAH
Walikota Bekasi
Bekasi, SKB Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 tahun 2009 di Kota Bekasi yang dipusatkan di Plaza Pemkot Bekasi. Hadir dalam acara tersebut Walikota H. Mochtar Mohamad dan seluruh jajaran dinas instansi yang ada di Kota Bekasi. Dalam acara tersebut juga Hadir para anggota DPRD Kota Bekasi, camat dan lurah se-Kota Bekasi serta kalangan pelajar Dalam sambutan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga, Andi Mallarangeng, dijelaskan bahwa peran dan partisipasi pemuda dalam pembangunan nasional haruslah dalam bentuk yang nyata. Berbagai potensi bakat, kemampuan dan keterampilan, dengan semangat dan idealisme yang kental dalam diri para pemuda, seyogyanya senantiasa dapat memberikan warna yang khas bagi pertumbuhan dan kemajuan bangsa. Untuk itulah, keberadaan, kiprah dan masa depan pemuda harus memperoleh jaminan dari negara melalui undangundang. “Jika pemuda Indonesia menyatukan barisan, maka tak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki, tak ada samudra yang terlalu luas untuk diseberangi. Insya Allah, kita akan sampai ke tujuan, oleh sebab itu mari kita wujudkan cita-cita menjadi bangsa yang maju ini,” ujar Menteri yang dibacakan Walikota Bekasi, H Mochtar Mohamad. Walikota yang bertindak sebagai Inspektur Upacara,dalam kesempatan tersebut memberikan secara langsung piagam penghargaan untuk juara I, II dan III dalam Lomba Karang Taruna Terbaik Tingkat Kota Bekasi. Adapun kelompok Karang Taruna yang meraih penghargaan dari Walikota diantaranya Karang Taruna Kaliabang Tengah, Jati Makmur, dan Karang Taruna Marga Jaya. Selain itu, Walikota juga memberikan penghargaan kepada beberapa Pemuda Pelopor yang terdiri dari berbagai bi-dang, diantaranya di bidang pendidikan, bidang kewirausahawan, bidang teknologi tepat guna, bidang seni budaya dan pariwisata. Untuk bidang pendidikan,

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

5

“Beri Penghargaan untuk Pemuda”
penghargaan diraih oleh Kecamatan Jati Asih, bidang kewira-usahawan diraih Kecamatan Medan Satria, bidang teknologi tepat guna diraih Kecamatan Bekasi Barat, bidang seni budaya dan pariwisata diraih Kecamatan Rawalumbu. Sedangkan untuk piagam penghargaan kelompok Pramuka Penggalang Garuda, masing-masing diberikan kepada Dewi Nurhasanah dan AlMustakim. Tidak kalah menarinya, dalam acara tersebut juga ditampilkan berbagai sajian yang cukup menghibur, diantaranya penampilan tarian adat, marching band, serta penampilan busana adatatau suku yang ada di Indonesia. (Anis Jalal)

Kantor Kearsipan

Gelar Lomba Kinerja Budaya Tertib Arsip
Karawang, SKB Sebagai bentuk upaya dalam menumbuhkan budaya tertib arsip di kalangan aparatur pemerintah, Kantor Arsip dan Dokumentasi menggelar evaluasi kinerja kearsipan pada kantor kecamatan se-Kabupaten Karawang tahun 2009. Bertindak selaku Tim Penilai pada kegiatan tersebut adalah para tenaga ahli dari Badan Perpustakaan Untuk itu, tegas Lili, pemerintah dalam hal ini Kantor Arsip dan Dokumentasi melalui berbagai kegiatan telah melaksanakan evaluasi kinerja kearsipan di tingkat kecamatan, untuk menciptakan pengelola arsip yang baik di setiap kantor kecamatan. Adapun hasil evaluasi telah diumumkan di Kantor Arsip Hari, Jumat (30/10) lalu. Selain pengumuman

Abdul Iman:

Tinggal di Bekasi Harus Punya Jatidiri
Bekasi, SKB Sesuai dengan letak kota Bekasi yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Jakarta, maka dengan berbagai pertimbangan itu, Kota Bekasi merupakan tempat yang strategis untuk dijadikan sebagai tempat menetap, di samping dekat dengan Ibukota, di Kota Bekasi juga biaya hidup seperti kontrakan rumah dan kebutuhan dapur masih sedikit rendah kalau di bandingkan dengan Ibukota Jakarta. Hal ini disampaikan oleh beberapa pendatang saat diwawancarai SKB dalam suatu acara Razia Kependudukan yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta belum lama ini. Mereka yang terkena razia merupakan para pendatang yang bertempat tinggal di Kota Bekasi, yang pada saat razia sedang bertamu ke tempat saudaranya di Kelurahan Tambora, Jakarta Barat. Mereka sejak datang dari kampung memang tidak memiliki KTP. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Kota Bekasi, Abdul Iman, SH, saat ditemui SKB di ruang kerjanya, mengatakan, di Kota Bekasi setiap tahun terdapat kurang lebih 144.000 pendatang baru. “Mereka datang dari daerah asal adalah untuk mencari pekerjaan di Bekasi atau di Jakarta. Mereka pada umumnya mencari peruntungan dan mengadu nasib dan ada juga yang meneruskan pendidikan,” katanya. Lebih lanjut Iman mengatakan,pihaknya tidak melarang kedatangan mereka. “Tetapi, mereka harus memiliki keahlian untuk dapat mengadu nasib dan mendapat pekerjaan di Kota Bekasi,” lanjutnya. Para pendatang, tegas Iman, harus melengkapi diri dengan surat-surat seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari daerah asal yang masih berlaku sebagai identitas diri selama tinggal di Kota Bekasi. “Kalau semua itu sudah ada, silahkan mereka berusaha, baik di Kota Bekasi maupun di Jakarta, asal mereka juga taat terhadap peraturan yang ada di Kota Bekasi,” ujarnya. Menjawab pertanyaan SKB tentang adanya kelompok teroris yang tinggal di wilayah Kota Bekasi yang diduga sempat memiliki KTP Kota Bekasi, Abdul Iman mengatakan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi hanya mengeluarkan surat atau KTP sesuai dengan apa yang diusulkan oleh pemerintahan dari bawah, dalam hal ini, adanya surat dari RT, RW, terus meningkat ke kelurahan dan kecamatan yang dibuktikan dengan surat pendudung diri lain-nya. “Kalau ini semua lengkap, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mengelurkan Kartu Tanda Penduduk, dan kalau pun ada dari anggota teroris yang ditembak oleh Densus 88 dulu memiliki KTP yang diduga dikeluarkan oleh Pemkot Bekasi, itu di luar sepengetahuan kami. Bagi kami adalah ingin memberikan pelayana maksimal pada masyarakat Kota Bekasi,” ungkap Iman. (Anis Jalal)

Lili Hendratno bersama Juara Lomba

dan Arsip Daerah Jawa Barat yang berlangsung sejak 12 Oktober hingga 17 Oktober 2009 lalu. Menurut Kepala Kantor Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Karawang, Lili Hendratno, tujuan dengan diadakannya budaya tertib arsip tersebut yang paling utama adalah menumbuhkan rasa kesadaran aparatur pemerintahan mengenai pentingnya tertib arsip dalam suatu lembaga pemerintahan. Hal ini dilakukan karena arsip sebagai bahan bukti resmi pertanggungjawaban pemerintah tentang penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Sehingga keberadaan arsip harus dikelola secara profesional sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

hasil evaluasi, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan tropi serta uang pembinaan bagi para pengelola arsip terbaik. “Pemenang pada evaluasi kali ini bukanlah hasil akhir yang harus dicapai, melainkan harus tetap meningkatkan upaya yang lebih baik dalam pengelolaan arsip,” imbuh Lili. Pemenang dari hasil evaluasi kinerja terbaik kearsipan di tingkat kecamatan tahun 2009, yakni Terbaik I adalah Kecamatan Klari, Terbaik II diraih Kecamatan Cibuaya, Terbaik III diraih Kecamatan Cilamaya Wetan. Sedangkan Terbaik Harapan I dan II masing-masing diraih Kecamatan Pedes dan Kutawaluya. (Asep/Putri)

KTU Puskesmas Lengkong Diduga Main Proyek
Sukabumi, SKB Berdasarkan investigasi SKB di lapangan yang dikuatkan dengan keterangan para pekerja, kuat dugaan Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Kecamatan Lengkong, berinisial DN, berperan selaku pelaksana proyek pembangunan rumah dinas Kepala Puskesmas setempat. Hal ini dikatakan salah seorang pekerja ketika ditanya SKB di tempat kerjanya. “Pelaksana pekerjaan yang saya tahu adalah Pak DN, karena dialah yang sering ada disini,” kata pekerja itu yang keberatan menyebut identitasnya. Ketika hal ini disampaikan SKB kepada DN terkait perannya pada proyek tersebut, ternyata ia tidak menampik punya peranan di proyek tersebut. “Demi untuk mengontrol dan menjamin kwalitas bangunan beberapa bahan yang vital, saya yang menangani. Sepeti kayu dan bahan lainnya,” ugkap DN. Namun ketika diProyek rumah dinas Kepala Puskesmas Lengkong singgung belum dipasangnya papan proyek sebagai bahkan terkesan meng- disinggung tentang kwaalat bukti transparansi anggapnya sebagai hal litas kayu yang diduga sebuah bangunan, DN sepele. tidak sesuai dengan RAB, tidak terlalu merspon, Begitu pula ketika ternyata DN bersikeras menyatakan jika bahan kayu yang dia beli berkwalitas baik dan sesuai. Secara terpisah, Camat Lengkong, Yana Mulyana, SIP, ketika dikonfirmasi di rung kerjanya terkait proyek bangunan tersebut menjelaskan, pihaknya belum pernah bertemu dengan pelaksana proyek. Sedangkan terkait papan proyek yang belum dipasang, ia mengaku telah sering mengingatkan para pekerja proyek tersebut. Sementara itu, beberapa kalangan masyarakat mendesak agar pihakpihak terkait segera meninjau pekerjaan proyek tersebut. Masyarakat khawatir hasil proyek itu memiliki kualitas yang rendah. Desakan itu untuk mengantisipasi tindakan penyelewengan yang kemungkinan terjadi dalam pelaksanaan ptoyek. Hal itu juga demi mengamankan penggunaan keuangan negara, sehingga dapat digunakan secara benar dan terarah. (Sopandi/Hilman S)

6

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

DAERAH
KUA Jati Sampurna
2009 ini mengatakan, di Kecamatan Jati Sampurna tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja jajaran KUA Jati Sampurna sudah cukup baik. Hal ini, imbuhnya, dapat dilihat dari tingginya jumlah masyarakat yang melakukan pernikahan lewat KUA Jati Sampurna. Hingga bulan Oktober 2009 ini sudah tercatat sekitar 800 pasangan nikah yang terdata. Melalui media SKB, Ahmad Baidhowi berharap agar masyarakat Jati Sampurna dapat membantu dan bekerjasama dengan pihak Depag, dalam hal ini KUA Jati Sampurna. “Baik dalam rangka mengurus seluruh keperluan yang berkaitan dengan pernikahan maupun kehidupan keagamaan lainnya, dapat mengurus langsung ke kantor KUA tanpa harus melalui perantara atau calo,” harapnya. (Anis Jalal)

Harimau Konflik dengan Manusia
Banda Aceh, SKB Konflik yang terjadi antara harimau dengan manusia di Provinsi NAD dalam beberapa tahun terakir ini sangat tinggi. Menurut data yang diterima SKB pada lembaga Wildlife Conservation Spciety (WCS) di Banda Aceh menyebutkan selama tiga tahun terakhir terjadi 17 kali konflik antara satwa itu dengan manusia. Ketua WCS Munawar Kholis mengatakan sebagian besar konflik satwa itu khususnya antara si raja hutan dengan warga sekitar habitatnya, terjadi di kawasan pantai barat

Dukung Adipura Kota Bekasi 2010
Bekasi, SKB Program Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam rangka mempertahankan program Adipura tahun 2010 mendapat sambutan hangat dari seluruh unsur masyarakat, baik di tingkat pemerintahan daerah maupun kalangan masyarakat yang ada di seluruh wilayah Kota Bekasi. Tidak ketinggalan, program Pemkot Bekasi untuk terus menjadi kota terbersih juga dilakukan kalangan Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Bekasi yang giat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan bersih, sehat dan rapih. Seperti yang dilakukan jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jati Sampurna. Dalam pantauan SKB, banyak yang dibenahi oleh pimpinan beserta staf intitusi ini, seperti perbaikan pagar, penghijauan tanaman, pemasangan paving block untuk jalan

Harimau Sumatra yang sering melakukan konflik

Provinsi Aceh seperti Kabupaten Aceh Selatan dan Nagan Raya. Lebih lanjut Munawar mengatakan, konflik satwa tersebut terjadi diperkirakan akibat terganggunya habitat harimau yang disebabkan oleh penebangan liar dan perambahan hutan yang masih marak di hutan Aceh yang menyebabkan hilangnya tutupan hutan sebanyak 200.329 hektar selama empat tahun terakhir. Masih menurut Munawar, konflik satwa terjadi selama tahun 2007 terjadi konflik sebanyak 13 kali, dimana pada tahun tersebut ditemukan tujuh harimau yang ditemukan hidup dan selebihnya mati. Sedangkan pada tahun 2008 dan 2009 masing-masing terjadi dua kali konflik antara manusia dan harimau. Kepala BKSDA Aceh Abubakar menyatakan pada SKB, berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi NAD, di kawasan hutan provinsi paling barat Pulau Sumatera dari tahun 2007 sampai tahun 2009, sampai saat ini populasi Harimau Sumatra hanya tinggal sebanyak 154 ekor, sedangkan total jumlah Harimau Sumatera yang masih ada di seluruh kepulauan Sumatera ini berkisar antara 480 ekor lagi, dan harimau-harimau tersebut paling banyak berada di kawasan Cagar Budaya Gunung lauser dan Ulue Masen. (Yusmardi)

Ahmad Baidhowi, S.Ag masuk ke kantor KUA, “Memang anggaran termerenovasi plafon (eter- sebut dipergunakan untuk nit) yang rusak, serta menambah pembangunan membangun gudang arsip ruang arsip di KUA Jati di sekitar kantor KUA Sampurna. Akan tetapi Jati Sampurna. kami beserta staf yang Achmad Baidhowi, seluruhnya berjumlah 9 S.Ag, Kepala KUA orang, ingin memberikan Kecamatan Jati Sam- yang terbaik pada purna, saat ditemui SKB Pemkot Bekasi, apalagi dalam acara Sapu Bersih sekarang sedang digalakAdipura 2010, menje- kan program Adipura,” laskan, biaya pembe- katanya. nahan ini berasal dari Lebih lanjut Kepala suntikan anggaran hibah KUA yang bertugas di dari Depag tahun 2009 Kecamatan Jati Sampursebesar Rp 30 juta. na sejak 15 September

Lomba Balita Sehat

Motivasi Kader PKK Tingkatkan Kreativitas
pertama dan kedua,” ujarnya. Susi yang juga merupakan Tenaga Ahli Gizi di Puskesmas Bantargebang ini menjelaskan, penilaian ungkapnya, berjumlah 5 orang yang berasal dari Puskesmas Batargebang. Susi menyebutkan, kerjasama antara Puskesmas dengan institusi Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kecamatan Bantargebang, Ade Elsa Yayan, berharap kegiatan Lomba Balita Sehat itu dapat memberikan wawasan dan menambah motivasi para kader PKK yang ada di Kecamatan Bantargebang, dalam rangka mendidik anak-anaknya, agar memiliki kesiapan mental dan fisik yang prima. “Karenanya, saya menekankan kepada seluruh kader PKK, terutama yang bertugas di Posyandu, agar turut aktif dan terlibat secara langsung, dalam kegiatan Lomba Balita Sehat ini,” paparnya. Elsa menekankan tentang pentingnya kegiatan semacam Lomba Balita Sehat ini diselenggarakan secara rutin di tingkat kecamatan. Ia menambahkan, Balita sehat yang berhasil meraih juara dalam lomba ini akan diikutsertakan dalam Lomba Balita Sehat Tingkat Kota Bekasi. Elsa juga mengingatkan seluruh kader PKK yang bertugas di Posyandu, agar mampu melayani masyarakat yang memeriksakan kondisi anak Balita mereka. “Balita yang sehat merupakan cikal bakal lahirnya keluarga yang sejahtera,” ujarnya. (Slamet Mulyono)

Penambang Batu Liar Picu Kerusakan Lingkungan
Ade Elsa Yayan

Lokasi Penambangan Liar

Sukabumi, SKB Lokasi penambang batu liar di Desa Curugluhur Kecamatan Sagaranten Kab. Sukabumi, berpotensi merusak lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut sudah berlangsung cukup lama, kerusakan lingkungan sudah nampak dimana-mana. Ketika musim hujan tiba luberan Lumpur mengotori jalan, pendangkalan terhadap sungai sehingga objek wisata gaul yang menampilkan panorama alam sungai, gunung batu kini terancam kelestariannya. Aktifitas penambang serupa terjadi di Desa Sirnasari dan Bantarsari Kecamatan Pabuaran. Di dua lokasi tersebut aktifitas penambangan sudah berjalan cukup lama dan nampak kerusakan lingkungan. Ancaman longsor dan luberan lumpur kerap kali mengancam bila musim hujan tiba namun aktifitas penambangan di lokasi tersebut nyaris berjalan aman, aparat setempat acuh tidak berani menertibkan dengan alasan manusiawi “menyangkut urusan perut”. Aspek keamanan terabaikan, seharusnya muspika mengarahkan agar para pengusaha yang terlibat didalamnya dihimbau supaya mengurus perijinan resmi. Tetapi hal ini tidak pernah ada upaya kearah itu. (Sopandi/Edi/Dasep)

Bekasi, SKB Dengan tujuan untuk menggali wawasan dan memotivasi kreativitas para kader PKK dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, Selasa (3/ 11) lalu, pemerintahan Kecamatan Bantargebang menggelar Lomba Balita Sehat. Kegiatan yang berlangsung selama sehari itu juga melibatkan pihak Puskesmas setempat, jajaran Tim Penggerak PKK (TP PKK) tingkat kelurahan dan kecamatan, serta pihak Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Batargebang. Menurut penjelasan salah seorang juri penilai, Susi Rohana, SKM, penilaian Lomba Balita Sehat Tingkat Kecamatan Bantargebang terbagi dalam dua kelompok usia, yakni usia 6 bulan hingga 24 bulan serta usia 24 bulan hingga 59 bulan. “Masingmasing kelompok berhak memperebutkan juara

Ade Elsa menyerahkan hadiah kepada juara lomba

lomba mencakup tinggi dan berat badan Balita, status gizi Balita, serta usia dan kesibukan, dan berat badan ibu dari Balita. Para juri yang terlibat dalam penilaian itu,

pemerintah Kecamatan Bantargebang ini untuk memberikan semangat kepada kaum ibu, agar mampu mendidik anakanaknya menjadi tumbuh sehat.

Suasana penilaian Lomba Balita Sehat. Nampak para juri sedang sibuk menyeleksi peserta lomba

SOSIAL BUDAYA
Jakarta , SKB Finalis Putri Indonesia dari Nanggroe Aceh Darussalam, Qory Sandrioriva berhasil terpilih menjadi Putri Indonesia 2009,pada malam puncak Pemilihan Putri Indonesia (PPI) 2009 belum lama ini yang di gelar di Tamam mini Indonesia Indah. Dalam acara tersebut Qory Sandioriva,pinalis yang berasal dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), terpilih sebagai juara dan sekaligus menyandang predikat Putri Indonesia 2009, Qory pada malam puncak Pemilihan Putri Indonesia mengalahkan dua finalis Putri Indonesia lainnya yaitu Zukhriatul Hafizah dari Sumatra Barat meraih Ranner-Up pertama yang sekaligus menyandang gelar sebagai Putri Lingkungan Hidup2009, dan rannerUp dua Isti Ayu Pratiwi Pinalis putri dari Maluku Utara menjadi Putri Pariwisata Indonesia. 2009. Sementara itu keberhasilan Qory panggilan akrab sehari-hari dari Putri Indonesia 2009 ini menuai berbagai macam

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

7

Qory Sandioriva Terpilih Sebagai Putri Indonesia 2009
jelas dia berasal dari keturunan Aceh. Lebih Lanjut Jamaluddin mengatakan memeng yang dipermasalahkan adalah mengenai keharusan bahwa putri Aceh harus memakai Jilbab akan tetapi anggota DPR Aceh ini juga mengatakan “ siapa bagus orang yang berbuat maksiat (mesum) dengan orang yang hanya melepas Jilbab sesaat dalam ajang kontes. Banyaknya prokontra terhadap kemenangan Putri Indonesia 2009 ini menurut Fahrudin warga Ulee Kareng Banda Aceh mengatakan seharusnya kita warga Aceh bangga terhadap prestasi yang dipersembahkan oleh Qory dan kita berharap mahasiswi semester i sastra Prancis UI ini dapat menjaga nama baik daerah dan membawa citra kaum hawa Aceh menjadi perempuan Aceh yang Islami baik dalam penampilan maupun dalam sikap dan tutur kata. Hal senada juga disampaikan oleh beberapa anggota DPR Aceh yang sempat ditemui oleh SKB. (Ham/Yus)

Hujan Duit

dari Saweran

polemik dilingkungan warga Aceh. Kepala Biro Hukum dan Humas Pemerintah Aceh yang di temui Ka. Biro SKB di wilayah NAD Hamid Zaen mengatakan Qory sampai saat ini belum terdaftar sebagai penduduk Aceh hal ini dibuktikan bahwa sampai dengan saat kontes pemilihan Putri Indonesia 2009 belum mempunyai Kartu Tanda Penduduk

(KTP) Aceh. Menurut Rahma salah satu mahasiswa di Banda Aceh mengatakan Qory di lahirkan di Jakarta oleh seorang Ibu yang berasal dari Aceh Tengah. Drs. Jamaluddin T Muku anggota DPR (DPR Aceh-red) yang ditemui SKB di kantornya mengatakan jangan mempersoalkan tentang siapa dan dari mana Qory Sandioriva karena jelas-

Rosa Santika Jakarta, SKB Meski terbilang wajah baru dijagat music dangdut, namun kehadiran Rosa Santikapenyanyi dangdut yang berjulukan Si Goyang Sawer ini – cukup bisa diperhitungkan. Penampilannya yang heboh diatas panggung kerap mengundang decak kagum para penontonnya.Makanya tidak mengherankan jika artis cantik kelahiran Jakarta, 7 juni itu memiliki jadwal panggung yang super padat. Tercatat ada 11 event organizer yang selama ini sebagai partner yang mengundang Rosa Santika menjadi bintang tamu di setiap event garapannya.Sebut saja; Group Cakra 47, Santika Group, Andiross Group, Densi Musik, Rin’s Musik, Pangestu group, Sugista Entertainmnet, Campur sari Giri Laras, Edisma Entertainment, Karana Group, Samba Group dan lain-lain. Belakangan , Rosa Santika juga sering diminta menjadi juri dalam beberapa event lomba nyanyi , seperti lomba karaoke yang digelar radio Kayumanis beberapa waktu lalu. “Bukannya aji mumpung.Cuma Rosa pengen total aja di dangdut.Selama acara itu
manggungnya yang terbilang cukup padat. “ Untuk musik indonesia sekuat tenaga Ade akan mem-berikan yang terbaik.Dan semoga kehadiran Ade dapat diterima oleh pencinta music Indonesia di tanah air.” Harapan Ade ini disambut tepuk tangan hangat dari beberapa rekan wartawan infotainment.

SKB - tainment Semua Tentang

Cinta

Ade Alfonso
Jakarta, SKB Perusahaan rekaman Revisa Music kembali merilis album “ ALL ABOUT LOVE “ dari artis berbakat ADE ALFONSO, penyanyi berdarah Ambon Kalimantan yang merupakan juara I Jebolan song festival AFI –Indosiar tahun 2005. Lama tak menyapa penggemarnya, usai menyabet juara I AFI tahun 2005 tersebut, Ade ternyata diamdiam hengkang ke Amerika sibuk mengasah kembali kemampuan bernyanyinya. Dan hasil dari perjalanannya itulah yang dituangkannya dengan sepenuh hati kedalam lagu-lagu romantiq yang terangkum dalam album “All About Love”.Dan sudah beredar di toko-toko kaset sejak 8 agustus lalu. Ada 10 (sepuluh ) lagu yang dikemas dengan aransemen music yang penuh warna dalam album ini. Kemampuan vocal Ade yang matang dalam bernyanyi pun membuat lagu-

lagu yang dibawa-kannya memiliki sentuhan pribadi t e r s e n d i r i . To t a l i t a s . Menyentuh, penuh emosi, romantic dan terkadang meluap-luap penuh sensasi. Tetapi tidak cengeng! Lagu “ Long time no see “ misalnya, merupakan salah satu lagu yang dijagokan dalam album ini.Bernuansa beat ceria dan dinamis.Ada sedikit sentuhan reggae. Dimana lyric dan konsep iramanya langsung digarap Ade. Diaransemen oleh musisi kawakan “Iwan Chako” yang memang sudah malang melintang di industry music membuat album “All About Love” menjadi tampil beda dengan kebanyakan warna music yang beredar selama ini.Sebuah hasil dari kejelian menganalisa pasar music di tanah air.Dan penggarapan video klipnya sendiri ditangani oleh sutradara sinetron dan film ternama Emil G. Hamp. “ LONG TIME NO SEE Bercerita tentang seorang pria yang sedang dilanda jatuh cinta. Segala cara dilakukannya untuk mendapatkan cinta sang wanita idaman meski harus mengobral banyak rayuan basa-basi.Dan cinta ini benar-benar membuatnya jadi tersiksa dalam setiap waktu “begitu ungkap Ade saat dimintai komentar soal lagu andalannya tersebut diselasela kesibukan syutingnya di

acara FYI televisi O’ Channel. Sementara, di lagu “ Jalan terbaik “ Ade berkisah tentang cinta dua insan yang harus berakhir dengan perpisahan.Semua berawal dari ketidakberdayaan sang pria untuk menyembunyikan segala sikap cerobohnya yang selalu menyakiti kekasihnya.Sehingga keputusan menyakitkan pun dipilihnya untuk merelakan kekasih yang dicintainya untuk mencari pendamping pengganti yang lebih baik dari dirinya. Lagu ini dikemas dalam konsep music pop slow romantic.Dan lebih menonjolkan kualitas bernyanyi Ade dan kekuatan tema lagu. “ sepuluh lagu dialbum Ade hampir semuanya bertema cinta, “ jawab Ade menanggapi pertanyaan wartawan SKB seputar tema-tema yang terdapat di album ‘All About Love. Ade-artis berbakat yang multi talents ini juga menuturkan bahwa untuk penggarapan albumnya tersebut dia tidak mainmain.Bahkan sejak peluncuran albumnya di comedy Café bulan Agustus lalu hingga desember akhir tahun ini Ade sudah banyak melakukan promo tour di berbagai daerah di Indonesia.termasuk interview radio-radio dan live performance di beberapa televisi.Disamping jadwal

berbau dangdut , pokoknya Rosa Ngikut aja deh. “ Ucap Rosa disela-sela kesibukannya bernyanyi menjadi bintang tamu dipanggung pantai indah Ancol Sabtu ( 01/11 ) malam kemarin. Rosa Santika memang ingin terjun secara professional di blantika music dangdut.Terbukti, Rosa begitu selektif dalam menerima setiap tawaran rekaman yang disodorkan ke-dirinya.Makanya diam-diam Rosa seringkali berkonsultasi dengan para penyanyi dangdut senior untuk menimba ilmu sekaligus berbagi pengalaman untuk menambah wawasan. Rosa yang sempat menjadi bintang tamu di acara HUT TVRI 2009 lalu ini, ternyata sedang sibuk mempersiapkan album perdananya, namun ketika dikonfirmasi tentang konsep album dangdut yang nantinya akan dirilis, Rosa menanggapinya dengan tersenyum. “Kok tau sich, doakan saja ya semoga cepat kelar.”. Konsep musik-nya? “no comment, pokoknya tunggu saja tanggal mainnya!” timpal Rosa menjawab pertanyaan wartawan SKB seputar persiapan album terbarunya tersebut. ( Wawan/Hamdanil)
Yang pastinya, dalam album “All About Love” ini Ade memang bersikap totalitas.Tidak setengahsetengah. Sepuluh (10) lagu yang sudah dirampungkannya ini dikerjakannya dengan semaksimal mungkin dan sepenuh hati.Setulus pilihan hidupnya untuk music Indonesia! (Wawan/Hamdanil)

8

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

PEMBANGUNAN
terhadap volume sampah yang terdapat di Pasar Batargebang, agar tidak menjadi tumpukan sampah liar. “Sampah-sampah itu harus kami angkut secara rutin, sehingga tidak mengganggu kenyamanan para pedagang dan pengunjung pasar. Ini menjadi perhatian utama kami,” tegasnya. Selain itu, tambah Nadih, pihaknya juga tetap memperhatikan lokasi sarana parkir yang ada di Pasar Bantargebang, agar tidak nampak semrawut. “Bila lahan parkir terlihat tertib, saya yakin pengunjung pasar akan merasa aman untuk memarkirkan kendaraannya,” tuturnya. Nadih kemudian berharap, sikap disiplin yang tinggi terhadap masalah kebersihan dan ketertiban yang dimiliki para pedagang Pasar Bantargebang akan terus meningkat. “Dengan kondisi pasar yang bersih dan tertata rapih, para pengunjung pasti akan merasa nyaman berbelanja di pasar ini. Degan demikian, para pedagang juga tidak akan kehilangan pelanggannya,” katanya. (Slamet Mulyono)

Warga Pinggiran Kali Bekasi Siaga Banjir
Bekasi, SKB Warga perumahan yang berada di sepanjang Kali Bekasi dihimbau untuk waspada terhadap banjir. Biasanya, menjelang datangnya musim penghujan, kawasan tersebut akan mendapat banjir kiriman dari Bogor. Kepala bidang Tata Air pada Dinas Bina Marga kota Bekasi,Yusrizal, kepada SKB mengatakan, terdapat sekitar 23 titik rawan banjir di seluruh wilayah Kota Bekasi. “Mudah-mudahan semakin tahun, semakin berkurang titik rawan banjirnya, bukan bertambah,” harapnya. Yusrizal juga mengatakan, beberapa lokasi perumahan yang berdekatan dengan jalur Kali Bekasi memang rawan banjir. Beberapa lokasi lingkungan perumahan itu, seperti Perumahan Villa Jatirasa, Kemang IFI, Komplek Depnaker, Mitra lestari, Bumi Satria Kencana, dan sebagian wilayah di Kelurahan Pekayon. Menurut Yusrizal, Kota Bekasi pada tahun ini menargetkan normalisasi sekitar 120 titik, baik berupa saluran air, sungai maupun sistem drainase jalan raya. Kegiatan normalisasi itu, imbuhnya, menggunakan biaya mencapai Rp 22 miliar. (Yudha)

Kepala Pasar Bantargebang Tanggulangi Tumpukan Sampah Liar
Bekasi, SKB Berbenah dan terus berbenah. Tekad itulah yang terus memotivasi Kepala Pasar Bantargebang, Nadih, dalam mengelola lingkungan pasar agar tetap bersih, tertib dan tertata rapih. Saat diajak berbincang, belum lama ini, Nadih yang didampingi Kepala Sub Keamanan dan Ketertiban, Erlianto, mengakui, lokasi Pasar Bantargebang kembali menjadi titik pantau penilaian Adipura tahun 2010. “Tentunya, hal ini menjadi tantangan berat bagi kami, agar terus bekerja lebih baik demi suksesnya program Adipura di Kota Bekasi,” ungkapnya. Untuk itu, kata Nadih, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, diantaranya dengan menggiatkan program kebersihan secara rutin serta menertibkan dan menata para pedagang kaki lima liar yang dinilainya mengganggu ketertiban pasar. “Setiap kegiatan yang kami lakukan melibatkan pihak pemerintahan kecamatan dan seluruh warga pedagang Pasar Bantargebang,”

Nadih (kanan) dan Erlianto (kiri)

SMA Negeri 1 Palabuhanratu Gelar Ajang Kreasi Siswa
Sukabumi, SKB Dalam rangka menumbuhkan semangat kebersamaan dan solidaritas antar siswa serta menggali potensi siswa tingkat Taman Kanak-kanak ( TK), Sekolah Dasar (SD), SLTP dan SLTA. Pihak SMA Negeri 1 Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menga-dakan kegiatan kreasi dan prestasi siswa tahun 2009. Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi,S.Ip, bertempat di Komplek SMAN 1 Palabuhanratu Jl Bhayangkara Km 01 Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Acara dibuka Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Drs Dede Daniel, M.Pd, mewakili Kepala Dinas Pendidikan, atas nama Bupati Sukabumi yang berhalangan hadir. Pembukaan acara terasa istimewa, karena selain dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, juga dihadiri Kepala SMAN 1 Palabuhanratu, Drs Hery Rusli Hernawan, M.Pd, para guru dan jajaran Komite Sekolah. Melalui kata sambutannya, Kabid Dikmen Dinas Pendidikan mengharapkan dari ajang kreasi dan prestasi siswa SMAN 1 Palabuhanratu,bisa melahirkan atlit-atlit berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional. Sementara itu, Ketua DPRD, Badri Suhendi, S.IP, yang juga salah satu alumni SMAN 1 Palabuhanratu yang berhasil meniti karir menjadi pejabat publik, menceritakan kenangannya saat meniti pendidikannya di sekolah ini. “Keadaannya belum seperti sekarang. Sarana bangunan dan prasarana penunjang pendidikan masih sangat sederhana. Di belakang bangunan sekolah masih ditumbuhi ilalang,” kisah Badri, menceritakan kondisi bekas sekolahnya dahulu kala. Badri kemudian memuji perkembangan SMAN 1 Palabuhanratu yang menurutnya sangat pesat, dibandingkan ketika dulu saat ia menjadi siswa di sekolah itu. Ia tak lupa memberi semangat kepada seluruh siswa yang hadir, agar tidak hanya dirinya, sebagai alumni SMAN 1 Palabuhanratu yang bisa menjadi ketua DPRD. Ditemui di sela-sela acara, Ketua Panitia Penyelenggara, Rudi Rudianto, S.Pd, yang juga Wakasek Bidang Kesiswaan menjelaskan, kegiatan ini diikuti 46 sekolah, mulai tingkat TK, SD, SLTP dan SLTA se Kabupaten Sukabumi dan Wilayah II Bogor. Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan dimulai dari tanggal 8 November dan berakhir 15 November 2009.

ujarnya. Menurut Nadih, pihaknya siap memberikan hasil kinerja yang terbaik, demi mengantarkan wilayah Kota Bekasi menjadi kota terbersih se-Jawa Barat di tahun 2010 mendatang.

“Karenanya, kami sangat mengharapkan dukungan seluruh pihak agar Pasar Bantargebang tetap terlihat bersih dan rapih,” ucapnya. Nadih menjelaskan, pihaknya mengkonsentrasikan perhatiannya

Petugas kebersihan mengangkut sampah di belakang pasar

Melalui Bioteknologi, Bangkitkan Budidaya Tambak Udang
Karawang, SKB Guna meningkatkan teknik pengembangan budidaya udang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (27/10) lalu, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karawang. Rombongan yang dipimpin Bupati Maros, H Andi Nadjamuddin, AM, itu diterima secara langsung oleh Bupati Karawang, Drs H. Dadang S Muchtar di Gedung Singaperbangsa Lt II Pemda Karawang. Bupati Maros dalam kunjungannya tersebut menjelaskan, pihaknya tertarik melakukan kunjungan kerja setelah melihat berita serta informasi dari televisi mengenai budidaya tambak udang di Kabupaten Karawang. “Tambak udang di Karawang berhasil bangkit dengan menerapkan teknologi yang lebih maju dari teknologi yang digunakan selama ini,” jelasnya. Oleh karena itu, pihaknya berupaya mempelajari teknik budidaya udang di Karawang. Terlebih lagi perkembangan budidaya tambak udang di Kabupaten Maros mengalami banyak kendala. “Sehingga input dan output yang didapatkan tidak seimbang, dan outcome yang diharapkan pun sulit tercapai,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Karawang, Drs H Dadang S Muchtar, dalam kesempatan tersebut menjelaskan, keberadaan tambak udang di Kabupaten Karawang pernah mengalami pasang surut. Tambak udang yang ada di wilayahnya itu berawal dari adanya pelarangan penggunaan jaring trawl/ arad pada tahun 1981, sehingga produksi udang beralih ke budidaya. “Ujicoba budidaya udang pertama kali dilaksanakan di Sungai buntu Pedes pada tahun 1982,” ujarnya. Di sisi lain, menurut salah satu pengelola tambak udang yang berhasil di Karawang, H Endi, menjelaskan, pihaknya mengembangkan reklamasi tambak udang dengan menggunakan bioteknologi. Melalui teknologi yang menggunakan membran elektron tersebut, menurutnya, tambak akan selalu mendapatkan air yang bersih dari virus White Spot. “Hal lain yang harus diperhatikan adalah untuk tidak melupakan pula konservasi alam dalam konsep pengembangan perikanan,” pesannya. Menurut Kepala Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan Kabupaten Karawang, Drs Hendro Subroto, MM, luas sebaran potensi tambak di Kabupaten Karawang mencapai 15.567 hektar yang tersebar di 9 kecamatan. Produksi udang windu di Kabupaten Karawang mencapai 1.430,7 ton pada tahun 2007, dan meningkat jadi 5.415,9 ton untuk tahun 2008. “Sedangkan tahun 2009, sampai dengan bulan Mei realisasi produksi telah mencapai 3.244,39 ton,” paparnya. (Asep/Putri)

Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan, diantaranya sepak bola, bola basket, bola voli. Sedangkan cabang lomba bidang studi meliputi matematika, IPS terpadu, IPA terpadu dan Bahasa Inggris. Lomba Bahasa Inggris meliputi lomba cerdas cermat, story telling, pootry reading. Bidang pasang giri Bahasa Sunda meliputi perlombaan pupuh, dongeng. Bidang keagamaan meliputi lomba cerdas cermat, MTQ dan kaligrafi. Bidang pembentukan mental dan kedisiplinan diperlombakan ketangkasan baris-berbaris tingkat wilayah II Bogor. Ajang pekan kreasi dan prestasi siswa yang di selenggarakan di SMAN 1 Palabuhanratu mendapat sambutan antusias dari para pelajar dan guru di Kabupaten Sukabumi dan wilayah II Bogor. Hal itu terbukti dari jumlah sekolah yang mendaftar dan banyaknya peserta yang hadir. (Sopandi/Hilman S)

Aneh Tapi Nyata
Baru-baru ini masyarakat dunia dikagetkan dengan ditemukannya tanaman aneh yang mirip tubuh manusia oleh seorang petani di Quanzing China. Tanaman tersebut memiliki rambut, mata, hidung, mulut, tangan, kaki dan organ tubuh lainnya. Atas temuan tersebut banyak masyarakat sekitar mendatangi lokasi pertanian yang ingin melihat langsung tanaman aneh tersebut

POLITIK
Karawang, SKB Melestarikan semangat persatuan dan kesatuan, serta wawasan berkebangsaan perlu ditanamkan dan ditegakkan kembali. Mengingat hal ini sangat penting, sebab tanpa adanya wawasan kebangsaan yang tinggi, kecil kemungkinan kita dapat membentuk suatu komunitas yang benar-benar kuat, terlebih akhir-akhir ini berbagai permasalahan silih berganti tanpa henti. Untuk mewujudkan hal tersebut, Rabu (28/10) lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-81 Tahun 2009. Dalam kegiatan yang berlangsung di Lapang Karang Pawitan tersebut, bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Bupati Karawang, Drs H Dadang S Muchtar. Bupati dalam sambutannya mengatakan, upacara peringatan ini merupakan sarana dan prasarana untuk memberikan motivasi bagi seluruh warga masyarakat Kabupaten Karawang. “Hal ini karena dalam peringatan Sumpah Pemuda terkandung nilainilai yang mendasar dan sangat dalam bagi persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya. Selain itu, Bupati juga menjelaskan, perhatian Pemkab Karawang terhadap pemuda sangat

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

9

Para Pemuda, Generasi Penerus Pemimpin Bangsa di Masa Depan
Karawang. “Pemerintah daerah dan pihak legislatif akan turut serta membantu upaya tersebut,” imbuhnya. Menurut Bupati, salah satu upaya tersebut adalah dengan ikut serta dalam bagaimana memberikan pembinaan, pendidikan, dan latihan bagi para pemuda untuk menjadi calon-calon pemimpin bangsa di masa depan. “Sehingga mereka siap menjadi generasi penerus dalam memimpin bangsa di masa yang akan datang,” tambahnya. Usai pelaksanaan upacara, Bupati melepas pawai Kirab Pasanggiri Mojang Jajaka Karawang Tahun 2009. Kirab tersebut akan mengelilingi pusat kota Karawang, mulai dari Lapang Karang Pawitan, Jl Jend. Ahmad Yani, Jl Tuparev, Jl Kertabumi, JlArif Rahman Hakim, GOR Panatayudha, dan berakhir di Kantor Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Karawang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kapolres Karawang, Ketua Pengadilan Negeri Karawang, Dandim 0604 Karawang, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Ketua dan Anggota DPRD Karawang, Ketua Organisasi Pemuda, Ketua Organisasi Wanita, serta seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Karawang. (Putri/Asep)

Mulai 1 Nopember Monas Steril
Jakarta, SKB Monumen Nasional yang lebih dikenal dengan Monas, selama ini dikenal sebagai kawasan wisata bagi para pendatang yang berasal dari daerah. Para pendatang tersebut selalu menyempatkan diri untuk mampir ke monumen bersejarah ini. Namun, mulai 1 November, masyarakat tidak lagi diberikan kebebasan untuk berkeliran di sekitar Tugu Monas, terutama pada malam hari. Seperti yang disampaikan Kasat Pol PP Kecamatam Gambir, Humala Tambunan, kepada wartawan baru-baru ini. Menurut Humala, diberlakukannya peraturan ini oleh Pemprov DKI Jakarta dilatarbelakangi dengan banyaknya pengunjung Monas yang menyalahi fungsi lokasi ini. Kasat Pol PP Kecamatan Gambir ini mengatakan, pihaknya sering menangkap pasangan iseng. Humala menambahkan, hampir tiap malam minggu pihaknya menangkap pasangan mesum. “Hal ini juga kami lakukan karena pihak kami sering mendapat keluhan dari warga yang berolah raga setiap pagi di Monas. Tidak jarang masyarakat mendapati pasangan tersebut yamg ketiduran sampai pagi,” katanya. Sebagai bentuk sosialisasi, di beberapa sudut gerbang sudah terpasang spanduk tentang aturan ini. Nantinya, sejumlah petugas Satpol PP juga akan berkeliling ke seluruh kawasan Monas mulai pukul 23.00 WIB. “Kalau pada jam segitu ada yang tertangkap, akan dibawa langsung ke panti sosial di Kedoya Jakarta Barat,” tegas Humala seraya me-nambahkan, dalam sosialisasi ini pihaknya juga akan menertibkan delman yang selama ini mangkal di sekitar Tugu Monas. “Untuk delman ini akan kami kirim ke Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan,” tegasnya. Humala mengungkapkan, dipindahkannya delman ini ke Ragunan, semata-mata untuk mengembalikan fungsi Monas sebagai tempat wisata yang bersih dan Indah. Sementara itu, berdasarkan data yang diterma SKB dari Kantor Kecamatan Gambir menyebutkan bahwa delman yang selama ini berseleweran di sekitar Tugu Monas berkisar 60 delman. (Yudha)

Pembacaan Teks Sumpah Pemuda

besar. Salah satu menurutnya adalah dengan diselenggarakannya kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Inggris bagi para siswa kelas tiga SLTP dan SLTA, guna meningkatkan kualitas sumber daya pemuda Karawang. “Selain itu, pemerintah daerah juga telah membangun Gedung Pemuda dan Auditorium Pemuda,” jelasnya.

Di sisi lain, Bupati berharap kepada organisasi-organisasi pemuda, baik yang berbentuk organisasi sosial kemasyarakatan maupun organisasi sayap kepartaian, untuk dapat turut serta dalam membangun pemuda Karawang, sehingga dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bangsa juga Kabupaten

Suryati Syam Mewakili Sastrawan Jabar
Jakarta, SKB Peringatan Bulan Bahasa diselenggarakan di Kantor Pusat bahasa di Jakarta belum lama ini dibuka oleh Prof. DR Agus Darma mewakili Mendiknas yang berhalangan hadir. Menurut Ketua Panitia Peringatan Bulan bahasa DR Sugiono peringatan tersebut dilaksanakan dengan mengadakan berbagai kegiatan diantaranya Pameran Karya Sastra berupa Buku, Peluncuran Cerita Anak terbitan Pusat bahasa sekaligus diskusi Diskusi dengan pembicara Remi Silado, Prof. DR. Riris Sarumpaet (Pemain Sinetron), Ahmadun (Moderator dari Harian Republika) , Lomba mengarang tingkat guru se-Indonesia, Lomba

Kirab Pasanggiri Mojang Jajaka Karawang

Butuh Terobosan Baru Tingkatkan IPM
ngunan di sektor pendidikan sudah bagus, setiap sekolah di Kabupaten Karawang tidak lagi membebankan biaya Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) kepada siswa. Sayangnya, IPM Kabupaten Karawang masih cukup rendah karena baru mendapakan angka 7,” ujarnya. Lebih lanjut Tono menjelaskan, dirinya akan melakukan tero-bosan baru untuk me-ningkatkan IPM tersebut. Ia akan mengusulkan ke Pemkab Karawang agar membangun sekolah satu atap di Tono Bahtiar SP setiap desa, sehingga Jika dibandingkan daerah IPM Karawang bisa Karawang, SKB Salah satu program lain di Jawa Barat, IPM menembus angka 9. Untuk itu, kata Tono, prioritas Pemerintah Karawang masih rendah. Kabupaten (Pemkab) Untuk itu perlu adanya setiap bangunan SD dan Karawang khususnya sekolah satu atap di SMP yang bernaung di pada sektor pendidikan, setiap desa se-Kabupaten Disdikpora Kabupaten Karawang, harus mampu nampaknya sudah cukup Karawang. Hal ini diungkapkan menciptakan SD dan berhasil, bahkan paling sukses dibandingkan Ketua Fraksi PDIP di SMP yang dibuat satu daerah lain di Jawa Barat. DPRD Kabupaten Kara- atap, sedangkan baNamun demikian belum wang, Tono Bachtiar SP, ngunan SMP yang ada di dapat meningkatkan kepada SKB beberapa setiap kecamatan dijaindeks pembangunan. waktu lalu. “Pemba- dikan SMA. “Dengan demikian biaya pendidikan tidak terlalu memberatkan masyarakat. Mahalnya biaya pendidikan karena biaya transportasi yang harus ditanggung oleh masyarakat,” imbuhnya. Menurut Tono, data masyarakat miskin di Kabupaten Karawang tidak akurat, sehingga terjadi perbedaan database versi Badan Pusat Logistik (BPS) dengan Dinas Catatan Sipil yang mencapai 200.000 jiwa. Hal ini dapat dibuktikan dari jumlah masyarakat yang mendapatkan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (Askeskin). “Jadi masih ada sebagian masyarakat miskin di Karawang yang belum terdata sehingga tidak dapat menikmati uang tersebut,” ungkap Tono. (Asep/Putri)

Tono Bahtiar SP:

Suryati Syam, BA bersama Prof. DR. Anton Mulyono

Musikalisasi Puisi se-Indonesia. Buku yang dipamerkan hasil karya Sastra Luar dan Dalam Negeri termasuk Buku Kumpulan Puisi, Cerpen dan Novel Karya Suryati Syam (Sastrawati dari Kota Bekasi) yang mewakili Jawa barat ikut dipamerkan. Acara tersebut dihadiri oleh Prof. DR Anton Mulyono, DR Dendy Sugono, Adi Sunaryo SHUM, Seniman dari berbagai daerah di Indonesia serta ahli bahasa yang lainnya. Puncak acara dimeriahkan Reog Ponorogo. (Hamdanil)

10

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

PENDIDIKAN
Dirjen PMPTK:

Mochtar Mohamad:

Pendidikan Budaya dan Seni Bekasi Berawal dari Sekolah
seni di sekolah juga harus lebih ditingkatkan, mengingat kemajuan teknologi dapat membuat anak kita terkadang lupa dengan seni dan budaya asli orang ruanya,” kata Mochtar. Sementara itu beberapa tokoh masyarakat dan alim ulama yang sempat ditemui SKB dalam acara pengukuhan saat itu berharap dengan duet kepemimpinan Walikota Bekasi H Mochtar Mohamad serta Wakil Walikota Bekasi H Rahmat Effendi dapat membawa masyarakat Kota Bekasi menuju Bekasi Sehat, Bekasi Cerdas dan Bekasi Ihsan, serta juga dapat kembali menghidupkan nilai-nilai seni dan budaya yang ada di Kota Bekasi. Dalam acara itu juga dibacakan susunan pengurus dari Lembaga Semarak Budaya Seni Pertunjukan Kota Bekasi. Walikota dan Wakil Walikota ditetapka sebagai pelindung,sementara selaku Pembina dipilih Dinas Porbudpar. Sementara yang menjabat sebagai Ketua SBSP adalah Lasimantoro, Sekretaris SBSP dijabat Feri Widiamoko dan Bendahara SBSP Wasimin. Untuk menyemarakkan acara tersebut,pihak panitia menggelar kesenian wayang golek, wayang kulit dan berbagai hiburan lainnya. Para tamu undangan juga dimanjakan dengan suara merdu artis ternama, seperti Cici Faramida. Selain itu, hiburan lawak yang disajikan Yati Pesek juga mampu mengocok perut undangan yang hadir. Menurut kabar yang beredar, kegiatan ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Walikota Bekasi yang ke-45. (Djati/Nena)

Tahun 2015 Semua Guru S1
Jakarta, SKB
Direktur Profesi Pendidikan Dirjen PMPTK Departemen Pendidikan Nasional Achmad Dasuki mengatakan, semua guru sampai dengan tahun 2015 harus bergelar akademik sarjana strata 1 (S1) dan tidak ada lagi yang hanya tamatan diploma, kecuali bagi mereka yang mengajar di daerahdaerah terpencil dan para guru tersebut sedang dalam proses penyelesaian pendidikan S1nya. Lebih lanjut Dasuki mengatakan, pihaknya akan terus menjalankan program peningkatan kompetensi para guru. “Memang diakui saat ini mengenai program peningkatan kompetensi para guru belum merata, hal ini dikarenakan belum lengkapnya pendataan guru yang diberikan oleh pemerintah daerah,” akunya. Hal ini yang menjadi penyebab sulitnya mengetahui peta penyaluran dan permintaan program peningkatan kompetensi guru adalah pendistribusian guru yang belum merata di daerah. “Disamping adanya permasalahan lain terkait dengan guru itu sendiri, sehingga belum semua guru mendapatkan program peningkatan kompetensi,” jelasnya. Sementera itu, Ketua LSM yang bergerak di bidang Pemerhati Pembangunan dan Pendidikan Indonesia (LIPPIN), Drs Anis Jalal, mengatakan, mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan amanat dari Pembukaan UndangUndang Dasar 1945. Oleh sebab itu, tegasnya, lembaga pendidikan harus bekerja keras untuk menjadikan sektor pendidikan ini sebagai salah satu lembaga yang benarbenar mampu menjadi cambuk dalam membentuk SDM manusia Indonesia menjadi bangsa yang besar. Salah satu langkah yang harus diambil oleh pemerintah Indonesia, menurut Anis, adalah dengan meningkatkan SDM dari para pendidik itu sendiri. Lebih lanjut Anis menyatakan, saat ini jumlah guru di Indonesia menurut data dari Departemen Pendidikan Nasional sampai dengan tahun 2009 berjumlah 2.607.310 orang. Sebanyak 477.000 diantaranya adalah guru agama. Semua guru tersebut, ungkap Anis, mengajar mulai dari tingkat TK, SD, SLB, SMP, SMA dan SMK, dengan perincian 1.972. 734 adalah guru negeri dan 834.576 orang merupakan guru Swasta. Mengakhiri wawancaranya dengan SKB, Anis Jalal yang merupakan mantan guru ini menyatakan sikap optimisnya jika dalam masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 ini, sektor pendidikan akan lebih cerah dan lebih maju. “Karena biar bagaimana juga, sektor pendidikan mempunyai peranan penting terhadap pembangunan negara ini,” katanya. (Ham/Yudha)

Walikota saat pengukuhan Lembaga Semarak Budaya Seni

Bekasi, SKB Pengurus Semarak Budaya Seni Pertunjukan Kota Bekasi boleh berbangga diri. tepatnya tanggal 25 Oktober 2009, Pengurus Semarak Budaya Seni Pertunjukkan (SBSP) Kota Bekasi secara resmi dikukuhkan oleh Walikota Bekasi, H Mochtar Mohamad. Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Bekasi H Rahmat Effendi, Sekda Kota Bekasi H Tjandra Utama Effendi, para kepala SKPD, camat, lurah dan para tamu undangan serta masyarakat. pengukuhan pengurus SBSP Kota Bekasi berlangsung di halaman parkir lingkungan Kantor Walikota Bekasi. Kepengurusan SBSP Kota Bekasi mendapat dukungan dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Kepariwisataan (Porbudpar). Lembaga yang diprakarsai beberapa tokoh masyarakat tersebut juga mendapat dukungan dari masyarakat Kota Bekasi. Menurut Kadis Porbudpar, dibentuknya lembaga ini adalah dalam rangka memajukan budaya dan seni yang ada di Kota Bekasi serta menggali potensi seni dan budaya Kota Bekasi, serta dapat

membuat program pertunjukan seni budaya yang selanjutnya disosialisasikan kepada masyarakat, berupa menyelenggarakan berbagai pegelaran di Kota Bekasi. Sementara itu, Walikota Bekasi dalam sambutannya mengatakan, sudah seharusnya Kota Bekasi memiliki gedung khusus kesenian. Akhirakhir ini seni dan budaya lokal sepertinya sudah mulai pudar tergilas oleh budaya impor. Walikota Bekasi berharap partisipasi dan dukungan segenap masyarakat dan para tokoh masyarakat serta alim ulama di Kota Bekasi agar menyamakan persepsi untuk kembali mengembangkan serta menggali budaya yang ada. Walikota juga menghimbau agar para orang tua dapat mendidik anaknya tentang seni dari sedini mungkin, baik terhadap seni asli Bekasi maupun seni dan kebudayaannya masingmasing, agar kelak seni dan budaya Indonesia terwarisi pada anak kita. “Karena anak-anak lah yang akan menjadi generasi penerus budaya,” ungkapnya. Menurut Walikota, “Pendidikan budaya dan

Edi Sardadi:

Sekolah Penerima DAK Jangan Takut
Sukabumi, SKB
Panitia pembangunan penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) yang lokasinya jauh dari jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat, mengeluhkan tentang jauhnya barang material dan tingginya biaya angkut ke lokasi. Hal ini diungkapkan Edi, Ketua Komite SDN Gunung Biru Kecamatan Simpenan. Menurutnya, pihak panitia merasa terbenani dengan biaya tambahan yang tidak ada dalam draf. Keluhan serupa juga disampaikan Kepala SDN Cimaramat, Yayam Haryati M, S.Pd. Bahkan, para panitia pembangunan penerima DAK di Kecamatan Cisolok, Cikakak, dan Sagaranten juga menyatakan keluhan serupa. Menurut beberapa kepala sekolah ketika ditemui SKB, selain permasalahan fluktuasi harga bahan bangunan, tingginya biaya ongkos angkut menjadi kendala. Para kepala sekolah yang menerima DAK ini dipusingkan juga oleh ulah para oknum wartawan dan LSM yang kerap kali datang bersamaan dengan pelaksanaan pembangunan. Sementara itu, Edi Sardadi, tokoh pemerhati pendidikan di Kabupaten Sukabumi yang juga ketua Forum Komite Sekolah Kecamatan Cisolok, ketika ditemui SKB memaparkan sebuah solusi, agar kepala sekolah, komite dan unsur pantia lainnya mengedepankan transparansi, mengerti Tupoksi masingmasing, dan membangun kebersamaan. Ia juga menyarakan aga pihak panitia tidak perlu takut sama wartawan atau LSM. “Kalau kita tidak bersalah dan tidak melanggar aturan, kenapa perlu takut,” tegasnya. Namun, Edi juga menghimbau kepada kalangan pers dan LSM agar tetap mengacu pada kode etik yang dimiliki organisasi, dalam menjalankan tugas sebagai sosial kontrol. “Kita semua mendukung kinerja para stakeholder, kok,” katanya.
(Sopandi/DHM/Hilman S)

Banyak Kepala Sekolah di Simpenan Mangkir Tugas
Sukabumi, SKB Kepala sekolah merupakan salah satu unsur top leader dalam dunia pendidikan. Karenanya, kepala sekolah dituntut peran dan fungsinya menciptakan suasana pendidikan yang berkualitas menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. Selain itu, kepala sekolah juga dituntut untuk mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan, memberi teladan dan mejaga nama baik lembaga, pofesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan pada UU RI No 20 Tahun 2003, tentang Sisdiknas. Namun nyatanya, berdasarkan hasil investigasi SKB di beberapa SDN, ditambah dengan beberapa laporan masyarakat, ternyata masih ada oknum kepala sekolah yang dinilai tidak menjalankan amanat undang-undag itu secara benar. Dengan alasan yang tidak jelas dan mengadangada, beberapa oknum kepala sekolah sering terlambat datang, bahkan bolos kerja, seperti Kepala SDN Kiara Koneng, berinisial WS, Kepala SDN Sinar Kecana, YN, Kepala SDN Kaung Luwuk, IT, atau Kepala SDN Tipar II, ET. Ketika hal ini dikonfirmasi SKB ke Ketua Kelompok Kepala sekolah (K3S) UPTD Pendidikan Kecamatan Simpenan, Sutisna Wiliyana, ternyata ia tidak menampik kebenaran hasil investigasi SKB tersebut. Ia mengaku ada beberapa kepala sekolah yang lalai dalam melaksanakan tugas. “Mangkirnya mereka ada beberapa faktor dan alasan. Ada yang bisa ditolelir dan ada yang sudah tidak bisa ditolerir,” ungkap Sutisna. Sutisna menegaskan, beberapa kepala sekolah saat ini sedang dalam pembinaan dan pengawasannya. Mereka yang diawasi, umunya sedang memasuki masa persiapan pensiun (MPP). Menanggapi hal ini, Kepala UPTD pembinaa SD Kecamatan Simpenan, H Ade Sobandi, S.Pd, berjanji akan menindak tegas kepala sekolah yang tidak melaksanakan Tupoksinya dengan benar. “Memang ada beberapa kepala sekolah yang diberikan toleransi, bagi mereka yang sudah tua dengan kondisi fisik dan kesehatannya terganggu. Adapun bagi mereka yang tidak berhalangan, tetap sengaja melalaikan tugas, kami tidak akan mentolerir mereka,” tegasnya. Sementara itu, beberapa tokoh peduli pendidikan berharap agar ada perubahan yang harus dilakukan oleh pihak terkait, tehadap masaalah ini. Hal ini, menurut mereka, demi terwujudnya fungsi dan tujuan pendidikan itu sendiri.
(Sopandi/DHM/Hilman S)

PENDIDIKAN
Bekasi, SKB SMAN 7 Kota Bekasi yang merupakan salah satu SMA peraih Piala Adhiwiyata 2009 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI terus memacu dan menggali prestasinya. Salah satu langkah yang diambil Kepala SMAN 7, Drs H Alwi, M.Pd, adalah berupa kerjasama pembenahan pendidikan dan mata pelajaran dengan Pemerintah Kota Bekasi, dalam hal ini Dinas Pendidikan, Dinas Pengelola Lingkungan Hidup (DPLH), dan Kantor Kementerin Lingkungan Hidup RI, dalam penambahan materi pelajaran (kurikulum) yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Hal ini disampaikan Drs H Alwi, M.Pd kepada SKB, disela Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis SKS Menuju SKM/SSN Sebagai Landasan Menuju Sekolah Berbasis Internasional (SBI) di SMAN 7 Kota Bekasi, 2-4 November 2009 lalu. Hadir dalam acara tersebut, Aulia, perwakilan dari Kantor Kementerian Lingkungan Hidup RI yang juga sebagai Nara Sumber, dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi diwakili Pengawas Dik-

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

11

SMAN 7 Kota Bekasi Kembangkan Kurikulum Berbasis SKS
Dalam acara Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis SKS Menuju SKM/SSN Sebagai Landasan Menuju Sekolah Berbasis Internasional (SBI) di SMAN 7 Kota Bekasi ini juga dihadiri pihak dari salah satu SMAN yang ada di DKI Jakarta yang tujuannya untuk mengadakan studi banding. Dalam kesempatan yang sama, Aulia menyatakan, acara yang digelar saat itu dalam rangka mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang berkaitan dengan lingkungan hidup untuk dapat diterapkan ke dalam satuan kurikulum pendidikan. Hal yang sama juga disampaikan Pengawas Dikmen Kota Bekasi, Dra Lusia Suharti. (Hamdanil/AJ)

Baden Suhenda Pimpin PGRI Cabang Simpenan
Sukabumi, SKB
Konfrensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Simpenan merupakan kedaulatan tertinggi organisasi di tingkat UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Simpenan. Seiring berakhirnya masa bakti pengurus PGRI Cabang Kecamatan Simpenan 2004-2009, maka diadakanlah konferensi PGRI yang berlangsung di gedung SMA Negeri I Simpenan dengan agenda pemilihan pengurus PGRI yang baru. Dari enam calon ketua, terpilihlah Baden Suhenda, S.Pd.I yang sekaligus mengantarkannya menjadi Ketua PGRI Cabang Kecamatan Simpenan untuk masa bhakti 2009-2014. Baden Suhenda terpilih dengan suara terbanyak yaitu 120 suara. Sementara itu, untuk Suherman, S.Pd meraih 97 suara, Iman Sulaeman, S.Pd, M.Pd meraih 73 suara, Yayam Haryati M, S.Pd meraih 26 suara, U Bustomi, S.Pd, M.Pd meraih 13 suara, Suherman, S.Pd, MM meraih 11 suara. Konferensi yang diadakan pada pekan lalu itu dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi Drs Endang Djakatela, MM, M.Si bersama unsur pengurus PGRI Kabupaten Sukabumi lainnya, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Simpenan, H.Ade Subandi, S.Pd, dan seluruh peserta konferensi dari tingkat ranting se-Kecamatan Simpenan. Ada pun agenda pokok dalam konferensi ini adalah menyampaikan pertanggung jawaban pengurus masa bakti 2004-2009, menyusun dan merencanakan program kerja organisasi masa bakti 2009-2014, memilih dan menetapkan kepengurusan PGRI Cabang Kecamatan Simpenan masa bakti 2009-2014. Susunan pengurus PGRI Cabang Kecamatan Simpenan yang baru adalah Badan Penasehat yang dijabat H Ade Subandi, S.Pd, Sutisna Wiliana, Adang Supriadi, S.Pd.I. Sementara menjabat sebagai Ketua adalah Baden Suhenda, S.Pd.I, Wakil Ketua dijabat Wawan Setiawan, S.Pd, Sekretaris dijabat Wawan Kardiawan, S.Pd, Wakil Sekretaris dijabat Amin Abdulloh, S.Pd, dan Bendahara dijabat Aruji, S.Pd. Ketika ditemui SKB di tempat kerjanya di SDN Mekar Asih, Baden Suhenda mengatakan, terpilihnya ia menjadi Ketua PGRI Cabang Kecamatan Simpenan ini merupakan amanat yang harus dilaksanakan sesuai dengan program yang telah digariskan. “Kita harus berupaya untuk meningkatkan kualitas guru dan meningkatkan mutu pendidikan, menciptakan guru profesional, sejahtera dan terlindungi. Semoga kedepan organisasi PGRI lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. (Sopandi/dhm/Hilman S)

men, Dra Lusia Suharti, MM, dan Pengawas dari DPLH Kota Bekasi. Lebih lanjut H Alwi mengatakan, para guru dan staf akan terus berupaya untuk melakukan pembenahan sistem pendidikan pada anak, khususnya yang ada di SMAN 7 Kota Bekasi ini, apalagi saat ini Pemkot Bekasi sedang menggalakkan program Adipura. “Jadi kami sebagai salah satu sekolah yang mendapat penghargaan di bidang lingkungan hidup, ingin mengajak sekaligus menghimbau seluruh sekolah yang ada di Kota Bekasi, bahkan nasional, untuk memulai pergerakan kebersihan, keindahan, dan ketertiban (K3), yang dimulai dari lingkungan pendidikan kita sendiri, dan saya juga menghimbau kepada seluruh guru, staf,

dan siswa yang ada di SMAN 7 Kota Bekasi ini, untuk mendukung gerakan Adipura, yang dicanangkan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi, untuk menjadikan Kota Bekasi satusatunya kota terbersih di Jawa Barat, dimulai dari lingkungan rumah masing-masing,” tegasnya.

LOMBA MEWARNAI Anak Bangsa untuk TK Edisi 16

TK Puspa Bangsa Dukung Program Bekasi Cerdas
Bekasi, SKB Perjalanan panjang TK Puspa Bangsa mengabdi kepada masyarakat di bidang pendidikan untuk anak usia dini dan prasekolah, ibarat seorang ibu yang membesarkan anaknya tanpa memikirkan balasan jasa dari yang dirawat. Keberadaan TK ini memberikan andil besar bagi kemajuan pendidikan awal bagi anak-

Kepala TK dan tenaga pendidik TK Puspa Bangsa berphoto bersama

Gunting gambar yang telah diwarnai dengan Spidol / Krayon, tulis nama, kelas dan nama sekolah, sertakan Photo Siswa. Kirim ke Redaksi Koran Suara Karya Bangsa (SKB) Po.Box 362 Bks, Bekasi 17000 Karya Pemenang akan di Muat di Edisi berikutnya

NAMA KELAS SEKOLAH ALAMAT

: ..................................... : ..................................... : ..................................... : ..................................... .....................................

anak penerus bangsa. Saat diajak berbincang, Kepala TK Puspa Bangsa, Dra Nina R Dahlan, menjelaskan, TK Puspa Bangsa didirikan Yayasan Puspa Bangsa. Selain mengelola TK, imbuhnya, yayasan ini juga mengelola PAUD. Saat ini, ujar Nina, TK yang dikelolanya itu terletak di Jl Kecapi No 6, Kecamatan Pondok Melati, dan memiliki jumlah anak didik sebanyak 86 anak. Selain memiliki 5 lokal sarana bermain, imbuhnya, seluruh anak didiknya akan menerima pembelajaran dini dari 12 tenaga pendidik yang memiliki kemampuan tinggi dalam mendidik anakanak usia prasekolah. Ia berharap, keberadaan TK dan PAUD Puspa bangsa dapat membantu masyarakat, dalam mendidik dan mengasah kreativitas sang buah hati. Nina kemudian bertekd untuk mendukung program Pemerintah Kota Bekasi, dalam mewujudkan Kota Bekasi yang Cerdas. (Hamdanil)

12

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

PENDIDIKAN
Pungut Anak Asuh dari Keluarga Miskin
dinantikan dan diharapkan sekaligus obsesi bagi dirinya dan ratusan rekan guru lainnya. Disamping sebagai guru di SD Negeri Bantar Henca Mansur memanfaatkan waktu luangnya mengabdikan diri menjadi staf pengajar di MTs. Kelas Jauh di lingkungan dimana dia bertugas. Guru yang beristrikan Sunarti yang juga berprofesi sebagai guru PNS, dikaruniai empat orang anak, Euis Sumartini Lulusan Akper PNS di RSUD, Ati Hatipah (Akper) Honorer di RSUD, Nova Erwana (Semester 7) UNJ, dan Rasyid Safei (SMP). Sebagai bentuk kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan Mansur dan keluarganya memungut dan membiayai 4 orang anak dari kalangan keluarga tidak mampu diantaranya Ega (MAN), Hesti (SD), Eneng Via (SD), Eneng (SMK). Pekerjaan mulya ini dia jalani dengan keluarga secara ikhlas tanpa pamrih dan kepedulian terhadap dunia pendidikan, pungkas Mansur.
(Sopandi/dhm/Hilman S)

Kantor UPTD Pembinaan SD Pondok Gede Resmi Digunakan
Bekasi, SKB Niat dari masyarakat Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, yang ingin memiliki sebuah kantor pelayanan pendidikan dasar yang layak, terkabul sudah. Hal ini dinyatakan dengan mulai dipergunakannya Kantor UPTD Pembinaan SD Kecamatan Pondok Gede yang baru selesai dibangun Pemkot Bekasi dengan menggunakan APBD TA 2009. Acara syukuran sekaligus penempatan kantor baru tersebut dilakukan pada tanggal 5 November 2009. Dalam perjalanan waktu, Kantor UPTD Pembinaan SD yang berlokasi di Jln Masjid Nurul Ihsan Pondok Gede ini memang sudah lama dan tidak layak pakai. Bangunan yang dibangun dari hasil swadaya Masyarakat Peduli Pendidikan Pondok Gede sudah beberapa kali direnovasi, tapi baru pada tahun anggaran 2009 ini, berkat bantuan para tokoh masyarakat peduli pendidikan dan perjuangan dari anggota DPRD Kota Bekasi, maka kantor ini bisa direhab dan dibangun secara permanen. Hal ini disampaikan Kepala UPTD Pembidengan baik, sehingga bertahan lama dan dapat digunakan untuk generasi penerus di masa yang akan datang. Peresmian bangunan Kantor UPTD Pembinaan SD Pondok Gede yang dihadiri para kepala sekolah tingkat dasar, baik negeri maupun swasta, diawali dengan pengajian keagamaan dan ditutup dengan pembacaan doa. Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Pondok Gede, H Abdul Rozak, saat dimintai tanggapannya terkait dengan penggunaan bangunan Kantor UPTD Pembinaan SD yang baru itu menyatakan rasa bangganya, karena Pemkot Bekasi sudah memenuhi permintaan masyarakat Pondok Gede yang menginginkan kantor tersebut. Ia berharap kepada para anggota DPRD Kota Bekasi yang berasal dari Pondok Gede agar dapat memperjuangkan pembangunan di wilayah ini, karena bagaimana pun juga Kecamatan Pondok Gede merupakan salah satu kecamatan di Kota Bekasi yang berbatasan langsung dengan Ibukota Negara, DKI Jakarta. (Hamdanil)

Mansur Sudai Fansur

Bangunan Kantor UPTD Pembinaan SD Pondok Gede yang baru

naan SD Pondok Gede, Drs HB Sumijo, MM, dalam acara syukuran penempatan kantor barunya itu. Ia tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan secara khusus kepada anggota DPRD Kota Bekasi yang telah ikut mewujudkan aspirasi

masyarakat Pondok Gede ini. Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, H Yusuf Nasih, S.Sos, MM, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, semoga gedung yang baru dipakai ini dapat digunakan sebaik-baiknya. Ia berpesan agar bangunan tersebut dapat dirawat

H Yusuf Nasih saat memberikan sambutan

Sukabumi, SKB Pengabdian selama 32 tahun sebagai guru PNS di SD Negeri Bantar Henca Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, membuatnya makin mantap menjalani profesi sebagai tenaga pengajar. Berkat tangan dingin dan bimbingan yang telaten sudah banyak prestasi yang dihasilkan dari para anak didik terutama prestasi di Bidang Olahraga mulai tingkat Gugus, kecamatan, bahkan kabupaten. Guru D2 PGSD yang lima tahun lagi menjelang pensiun, punya keinginan agar pemerintah memberikan kado istimewa di masa akhir pengabdiannya. Bagi ratusan guru D2 PGSD di Kabupaten Sukabumi termasuk dirinya agar mendapat sertifikasi. Menurutnya sertifikasi sesuatu yang

Kadisdikpora:

Pembangunan Sekolah Rusak Tuntas Akhir 2010
Karawang, SKB Guna mewujudkan kualitas pendidikan untuk mencapai Sumber Daya Manu-sia (SDM) yang han-dal serta profesional pada akhir tahun 2009 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang akan menuntaskan pembangunan ruang kelas sebanyak 600 lokal, selanjutnya menyusul tahun 2010 sebanyak 300 lokal. Pembangunan ged-ung SD sudah dilakukan secara besarbesaran sejak tahun 2008 lalu dengan tingkat kerusakan yang tinggi. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Drs H Yan Zuwarsyah, kepada SKB di ruang kerjanya belum lama ini. Ia menjelaskan, data awal yang diterimanya pada akhir tahun 2008 lalu, menyebutkan kerusakan ruang kelas SD sebanyak 2.861 lokal, namun pada kenyataannya jumlahnya melebihi dari itu. “Padahal, jika data tersebut akurat, dan itu diperbaiki maka pembangunan gedung dianggap sudah selesai,” tegasnya. Menurutnya, akibat data yang tidak akurat tersebut, setelah dilakukan pendataan ulang masih ditemukan sekitar 1.000 gedung sekolah lagi yang masih rusak. “Akibatnya masyarakat selalu bicara seolah pemerintah tidak berbuat untuk memperbaiki sekolah rusak, padahal ada beberapa faktor yang menyebabkan sekolah rusak. Pertama, sekolah malah membangun ruang baru dengan menggunakan dana yang seharusnya untuk dana rehab. Kedua, kerusakan kecil dibiarkan hingga menjadi besar dan memang data gedung sekolah yang tidak akurat, seperti kerusakan di SDN Rengasdengklok IX yang sudah masuk dalam anggaran tahun ini dan akan segera direhab secepatnya,” ujarnya. Kasek Definitif Selain itu, pemerintah melalui Disdikpora pada Desember 2009 mendatang akan mengadakan penyeleksian calon kepala sekolah untuk SD, SMP dan SMA. Sedangkan untuk SMKN 1 Rengasdengklok belum ada keputusan untuk kepala sekolah definitif. Sementara ini, untuk SMA masih ada cadangan kepala sekolah, termasuk SD yakni sekitar 50 orang lagi yang belum diangkat. Sedangkan, untuk kepala sekolah SD mendatang dibutuhkan lebih dari 50 orang. “Kita akan melakukan seleksi,” imbuhnya. Mengenai jadwal penyeleksian, menurut Yan, jadwalnya bisa maju, juga bisa mundur. Meski demikian, tambahnya, ketika memasuki tahun 2010, semua sekolah bisa mempunyai kepala seko-lah definitif. (Putri/Asep)

SMPN 1 Kota Bekasi Kembali Ukir Prestasi
sudah ada yang ikut bertarung di dunia internasional. Wakil Kepala Sekolah, Nike Nurtania, mengatakan, pihaknya merasa sangat bangga atas prestasi yang diraih siswanya dalam bidang bidang IPS (Ilmu Pengetahuan sosial) dan langsung jadi juara ketiga tingkat nasional. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para guru dan pembinan sekolah, serta orang tua murid yang ikut hadir memberikan suport untuk anak didiknya. “Keberhasilan ini juga dapat diraih karena adanya kerjasama yang baik dari semua pihak,” katanya. Nike menegaskan, sudah menjadi peraturan atau kebiasaan sekolah, dengan memberikan reward (hadiah) kepada para siswa yang meraih prestasi bidang pendidikan, mulai dari tingkat provinsi. Ia juga mengatakan, Kepala SMPN 1 sudah mengintruksikan agar sekolah memberikan reward kepada tim APBN Quiz, termasuk pembina. Bahkan, tambahnya, pihak sekolah juga akan memberikan penghargaan kepada wali kelas dari murid yang berprestasi tersebut. Sementara menurut guru pendamping siswa yang berlaga di APBN
Quiz on TV, Dra Hj Eny Mustafidah, diperoleh penjelasan bahwa para siswanya telah dibiasakan dan diarahkan untuk mendalami ilmu yang didapat dari sekolah dan menambah ilmunya dengan mengakses internet maupun buku pelengkap lainnya. Disaping itu, imbuhnya, para siswa juga dilatih untuk menjawab soal-soal pelajaran. Masih menurutnya, persiapan untuk perlombaan tersebut sangat terbatas karena pihaknya memperoleh informasi mengenai perlombaan tersebut secara mendadak. Dalam kesempatan yang sama, juru bicara tim Fury Oktaria Putra (siswa Kelas 8.2) yang didam-pingi Nadia Anindya (siswi Kelas 9.3) dan Muham-mad Abiyyu (siswa Kelas 9.7), mengaku merasa senang dengan prestasi yang diraihnya itu. Namun, ia juga menyatakan tekad-nya yang ingin meraih juara pertama dalam even yang sama.

Nike Nurtania

Bekasi, SKB Belum lama ini, SMPN 1 Kota Bekasi kembali mengukir sejarah untuk siswa berprestasi, setelah menyandang gelar juara ketiga tingkat nasional dalam grand final APBN Quiz on TV tingkat SMP se Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan TVRI, 9 September 2009 lalu, di gedung TVRI Jakarta. Selain mengharumkan nama Kota Bekasi, prestasi itu juga membuktikan bahwa SMPN 1 Kota Bekasi masih termasuk yang tertinggi dalam prestasi akademis dan unggul dalam aktivitas kesiswaan yang berlandaskan Imtaq (iman dan taqwa). Hal ini bukanlah hal yang baru di SMPN 1, karena sudah banyak siswa dari sekolah ini yang berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional, bahkan

Nadia mengharapkan agar siswa-siswa di sekolahnya itu lebih sering diikutsertakan dalam berbagai perlombaan bidang pendidikan. Sementara itu, Abiyyu menyatakan, dengan lebih seringnya siswa diikutsertakan dalam lomba, akan mengakibatkan siswa tersebut menjadi terbiasa berkom-petisi. (S4ut)

HUKUM & KRIMINAL
Bekasi, SKB Kebakaran yang melanda PT Mandiri Murni Plastik di Kampung Babakan, Kelu-rahan Mustikasari, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Selasa (3/11) lalu, membuat panik warga sekitar. Pasalnya, sejak pukul 4 pagi api sangat besar membakar habis seluruh isi pabrik yang belum lama berdiri ini. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Kuat dugaan, kebakaran berasal dari hubungan arus pendek listrik. Menurut salah seorang warga yang rumahnya dekat dengan lokasi kebakaran, api yang besar menyambar beberapa pepohonan yang ada di sebelah timur pabrik. Namun karena bantuan dari pemadam kebakaran menyemprot pepohonan yang terbakar tersebut, maka api tidak merembet ke rumah yang dekat dengan pabrik tersebut. Kapolres Metro Bekasi AKBP Imam

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

13

Kapolres Metro Bekasi Tinjau Lokasi Kebakaran di Mustikasari
yawan yang berada di pabrik saat kejadian. Pemilik pabrik yang datang ke lokasi setelah menerima telepon dari karyawannya, memberikan penjelasan kepada Kapolres Metro Bekasi bahwa pabrik miliknya itu baru berdiri. Ia memprediksi kerugian yang dideritanya akibat kebakaran itu mencapai miliaran rupiah. Besarnya api yang membakar pabrik itu sempat membuat repot para petugas pemadam kebakaran dari Pemkot Bekasi. Padahal, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mengerahkan 11 unit mobil pemadam kebakaran. Bahkan Pemkab Bekasi juga memberikan bantuan pertolongan dengan 2 unit mobil pemadam kebakaran. Kebakaran baru dapat diatasi hingga siang hari. Banyaknya bahan plastik yang mudah terbakar yang terdapat dalam pabrik itu diduga membuat api begitu cepat membesar. (Hamdanil)

Pemeliharaan Jalan di Kecamatan Simpenan Terkesan Asal Jadi

Kapolres Metro Bekasi di lokasi Kebakaran

Sugiyanto yang menin-jau lokasi kebakaran menjelaskan kepada SKB pihaknya masih menye-

lidiki penyebab terjadinya kebakaran tersebut dan masih meminta keterangan dari beberapa kar-

Petugas Pemadam Kebakaran sedang berusaha memadamkan kobaran api

Pembantu Rektor, Dosen, dan Lima Mahasiswa Divonis Hukuman Penjara
Medan, SKB Tujuh pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) yang terbukti melakukan unjuk rasa anarkis di gedung DPRD Sumut yang menyebabkan meninggalnya Ketua DPRD Provinsi Sumatra Utara Abdul Azis Angkat ini akhirnya dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan, baru-baru ini. Para tedakwa yang berjumlah tujuh orang tersebut terdiri atas civitas akademika Universitas Sisingamangaraja (US) XII yakni Pembantu Rektor III, Rudolf Marpaung, dua orang dosen, Timbul Simbolon dan Lungguk Pasaribu serta dua mahasiswa nya yaitu David Saragih dan Eris Erguna Sitepu, sementara dua orang lainnya, David Nainggolan, mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Torang Lumban Tobing, guru SLTP di Medan. Para terdakwa pendukung Protap yang terlibat unjuk rasa anarkis itu dinyatakan bersalah dan terbukti melanggar Pasal 146 KUHP tentang pembubaran sidang yang dilakukan lembaga negara. Selain itu, tujuh pendukung Protap tersebut juga dianggap melanggar Pasal 55 ayat (1) KUHP mengenai keikutsertaan dalam suatu tindak pidana. Mereka terlibat dalam unjuk rasa anarkis yang dianggap telah merusak citra Pemprov Sumut dan proses demokrasi di Indonesia. Namun hukuman yang diterima tujuh terdakwa itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang masing-masing menjatuhi tujuh tahun penjara. Dalam keputusan itu Hakim Pengadilan Negeri Medan membacakan hukuman masing-masing antara lain kepada Pembantu Rektor III US XII, Rudolf Marpaung dan dosen, Timbul Simbolon dijatuhi hukuman satu tahun enam bulan penjara, Lungguk Pasaribu mendapatkan hukuman lebih berat yakni dua tahun penjara oleh majelis hakim. Hukuman lebih berat justru diterima tiga mahasiswa pendukung Protap diantaranya, David Saragih Eris, Erguna Sitepu dan David Nainggolan yang masingmasing dijatuhi hukuma tiga tahun. Hukuman yang paling ringan diterima Torang Lumban Tobing, yakni satu tahun penjara. Pada persidangan sebelumnya, hakim PN Medan telah menjatuhkan putusan terhadap 45 pendukung Protap, dengan vonis yang bervariasi antara satu tahun enam bulan hingga enam tahun penjara. ( Debi S)

Sukabumi, SKB Pemeliharaan periodik jalan No paket 02/09 ruas Jalan Cidadap - Pasir Angin - Cibuntu Desa Cidadap Kecamatan Simpenan nila kontrak Rp 156.689.000 dilaksanakan oleh pelaksana pekerjaan CV. Amanah Sejati dengan menggunakan dana APBD II Tahun 2009. Menurut laporan warga sekitar, pekerjaan tersebut dikerjakan asal jadi. Diduga tidak sesuai dengan RAB dan Bestek. Berdasarkan investigasi wartawan SKB di lapangan ditemukan sepanjang 30 meter, lebar 60 Cm nampak jelas asal-asalan. Bahkan 10 meter diduga sama sekali tidak dikerjakan. Sementara itu warga Gunung Buleud Desa Loji Kecamatan Simpenan mempermasalahkan hasil pekerjaan jalan desa yang ada di lingkungannya. Jalan yang dikerjakan oleh panitia yang dibentuk tanpa melibatkan warga sekitar, tidak sesuai dengan harapan warga dan anggaran yang tersedia. Terkesan tidak ada transparansi anggaran dan tanpa papan proyek. Dari anggaran Rp 50 juta, diduga yang diterapkan hanya sekitar 50%. Keluhan serupa dilontarkan warga Desa Kertajaya dan Cihaur Kecamatan Simpenan, dimana di sekitarnya terdapat pengerjaan pemeliharaan ruas Jalan Cigaru - Tipar - Cihaur yang dilaksanakan salah satu rekanan. Menurut Pepen, tokoh warga Cigaru, pelaksanaan pekerjaannya terkesan asal jadi. “Masa belum satu bulan setelah selesai pelaksanaan jalan tersebut sudah rusak, kualitas aspal dan ukuran penggunaan jauh dari ketentuan RAB,” kata Pepen. Begitupun berdasarkan pantauan SKB di lapangan, kualitan pembangunan pada ruas Jalan Pasir Pogor Desa Loji dikeluhkan warga. Menyikapi hal ini, Ucok HM. Yusuf, mantan Wabup Sukabumi berkomentar seandainya ia yang menjadi bupatinya, maka pekerjaan seperti ini tidak akan dibiarkannya. “Begitu pun pelaksana pekerjaan akan saya tidak tegas. Bila perlu perusahaa rekanannya di blacklist dan tidak akan dikasih job lagi,” tegasnya. (Sopandi/Dhm/Hilman S.)

Jabatan Danramil 16 Bantargebang Diserahterimakan
Bekasi, SKB Setelah lebih dari tiga tahun dijabat Kapt Arm Nelson Sipayung, jabatan Danramil 16 Bantargebang akhirnya diserahterimakan kepada Kapt Arm Chaidir Chan, yang sebelumya menjabat sebagai Pasimin Kodim 0507 Bekasi. Sedangkan Nelson Sipayung melanjutkan tugas barunya di Markas Kodam Jayakarta. Dalam kegiatan pisahsambut jabatan Danramil yang digelar Jumat (5/11) lalu, tampak hadir Camat Bantargebang, Drs Yayan Yulianan, dan Camat Mustika Jaya, H Junaedi, S.IP, M.Si, serta seluruh lurah yang bertugas di dua kecamatan tersebut. Selain itu, turut hadir para ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) tingkat kelurahan, dan para tokoh masyarakat setempat. Kesempatan pisahsambut itu digunakan Chaidir Chan sebagai ajang perkenalannya dengan seluruh masyarakat Bantargebang dan Mustika Jaya. Dalam menjalankan tugasnya, ia bertekad akan terus melanjutkan kebijakan dan langkah-langkah yang selama ini diterapkan oleh pejabat lama. Chaidir tak lupa mengajak seluruh unsur Muspika Bantargebang dan Bantargebang untuk menjalin kerjasama yang erat, demi mewujudkan situasi wilayah yang aman dan terkendali. “Saya juga mengharapkan segala masukan-masukan serta arahan-arahan dari seluruh pihak, agar saya mampu menjalankan tugas-tugas saya secara baik dan sesuai harapan seluruh masyarakat,” paparnya.
Danramil 16 berphoto bersama Camat Bantargebag dan Mustika Jaya

“Kami sekeluarga menitipkan diri kami kepada seluruh masyarakat Bantargebang dan Mustika Jaya. Tergurlah kami jika kami melakukan kesalahan atau kekhilafan dalam menjalankan tugas kami,” ucap Chaidir. Sementara itu, mewakili unsur pemerintahan, Camat Bantargebang, Drs

Yayan Yuliana, menyatakan kesiapannya untuk menjali kerjasama dengan pihak Koramil 16. “Dengan satu visi dan misi yang kita jalankan, saya yakin segala permasalahan yang terjadi di wilayah Bantargebang dan Mustika Jaya akan dapat kita hadapi secara kebersamaan,” katanya. (Slamet Mulyono)

14

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

OLAH RAGA
Eli, anak dapat memperkokoh dasar pendidikan sebagai prasyarat guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, mengingat pendidikan anak usia sekolah dasar sangat sarat dengan muatan nilai akhlak, moral dan penanaman dasar-dasar intelektualnya. “Hal ini dalam rangka membangun masa depan anak serta untuk menentukan masa depan bangsa,” katanya. Eli menambahkan, anak merupakan karunia dan anugrah serta amanah dari Allah SWT. Maka, tegasnya, para orang tua mempunyai kewajiban untuk mendidik dan mengarahkan anaknya dengan baik dan benar, seperti mengisi hatinya dengan nilai-nilai keimanan, sekaligus mengisi otaknya dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Di sisi lain, Wakil Bupati sangat menyayangkan pihak panitia penyelenggara even yang dihadiri sekitar 1.500 siswa, belum termasuk dewan juri, serta wasit, yang menurutnya kurang terkoordinasi dengan baik, karena tidak melibatkan pihak keamanan dari Sat-

Wakil Bupati: Porseni MK2MI Kurang Koordinasi dan Persiapan
Karawang, SKB Sebagai upaya untuk mengembangkan bakat, kratifitas peserta didik Madrasah Ibtidaiyah (MI), juga menggalang ikhuwah antar siswa dengan gurunya, serta menanamkan sportifitas bagi anak-anak didik, Wakil Bupati Karawang, Hj Eli Amalia Priatna, dalam rangka Hari Amal Bhakti Departemen Agama ke 64 melalui Kasi Pendidikan Dasar, membuka secara langsung Porseni MK2MI Depag Karawang Tahun 2009 di Lapangan Moksen Jln Mangga Guro I Karawang, Rabu (4/11). Hadir pada acara pembukaan Porseni tersebut, antara lain Kandepag Kabupaten Karawang, Drs H Suhendra, Ketua KONI Kabupaten Karawang, H Areis, dan beberapa pejabat terkait lainnya. Ketua Panitia Porseni MK2MI, H Sopian, S.Pdi, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, acara ini merupakan bagian dari salah satu program kerja MK2MI tahun 2009-2010. Acara ini bertujuan untuk mengembangkan mutu pendidikan MI. “Karena anak-anak

Wakil Bupati dalam Porseni MK2MI

merupakan cikal bakal generasi penerus bangsa yang mempunyai nilai akhlakul karimah, yang diharapkan mampu bersaing, serta bertanding secara fair. Selain itu, tujuan diadakannya Porseni juga sebagai ajang mencari bibit atlit handal, agar nantinya bisa mewakili Kabupaten Karawang ke even yang lebih tinggi yakni menjadi Duta Porseni Jawa Barat,” papar Sopian. Lebih lanjut Sopian menambahkan, Porseni ini diikuti 26 kontingen dengan peserta sebanyak 1.500 siswa, dan memperlombakan 8 cabang olahraga, diantaranya sepak bola, bola voli, SKJ, bulutangkis, tenis

meja dan pencak silat. Selain itu juga dilombakan cabang kesenian seperti kasidah tradisional, Pildacil, kaligrafi dan baca puisi. Sementara itu Wakil Bupati Karawang, Hj Eli Amalia Priatna, dalam sambutannya mengatakan, Pemkab menyambut baik diadakannya kegiatan Porseni MK2MI ini, karena akan menambah pengetahuan juga pemahaman bagi anak-anak didik MI. Menurutnya, even seperti ini sangat penting dan besar manfaatnya, guna membangun karsa dan karya anak peserta didik secara utuh yang dimulai sejak dini. Selain itu melalui berbagai kreatifitas, ungkap

Suasana Porseni MK2MI

pol PP maupun polisi. Wakil Bupati juga mengkritik perangkat pengeras suara (sound system) yang kurang baik, yang tidak dilengkapi dengan waerless bagi komandan upacara dan pembaca teks Janji Wasit serta Janji

Atlit, sehingga tidak terdengar, dan terkesan kurang persiapan. Ia menghimbau agar ke depan nanti, acara-acara yang bersifat akbar dapat dipersiapkan secara matang dan perlu koordinasi. (Putri/Asep)

Terkait Tunggakan Rp 17 Juta

Pendistribusian Raskin di Ciketing Udik Tertunda
Bekasi, SKB Masyarakat Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mempertanyakan penyebab keterlambatan pendistribusian jatah beras untuk masyarakat miskin (Raskin) periode bulan Oktober. Padahal sebelumnya, jatah Raskin yang merupakan program nasional dan menjadi hak masyarakat tidak mampu ini selalu diterima masyarakat secara rutin. Seperti yang diungkapkan Ketua RT 001 RW 03 Kelurahan Ciketing Udik, M Yakub, baru-baru ini. Menurutnya, keterlambatan pendistribusian Raskin di Ciketing Udik baru terjadi sekali ini. Ia mengaku tidak tahu persis alasan tertundanya pengiriman Raskin untuk masyarakat. Namun sebagian besar kalangan masyarakat menduga, keterlambatan pengiriman Raskin itu berkaitan dengan dugaan ketidakberesan pembayaran Raskin yang telah dibayarkan masyarakat. Karenanya, masyarakat mendesak agar dugaan penyimpangan yang berkaitan degan pembayaran Raskin tersebut segera diusut secara tuntas. Saat diklarifikasi, Lurah Ciketing Udik, H Burhanudin, S.IP, mengakui adanya tunggakan pembayaran Raskin dari nilai awal senilai Rp 22 juta, dari periode bulan Januari hingga Mei. Ia menduga pembayaran Raskin tersebut disalahgunakan oleh Pengelola Raskin Kelurahan Ciketing Udik, berinisial RB, yang saat ini masih menjabat Kasi Ekbang di kelurahan itu. Burhanudin mengaku baru mengetahui adanya tunggakan itu setelah adanya pemeriksaan dari pihak Inspektorat Daerah Kota Bekasi. “Padahal setiap saya tanya, yang bersangkutan (RB-red) menyatakan telah melunasi pembayaran Raskin,” ujarnya. Setelah didesak, ungkap Burhanudin, RB baru mengakui adanya tunggakan pembayaran Raskin hingga senilai puluhan juta rupiah. “Kemudian dia (RB-red) berjanji akan melunasi hutang pembayaran Raskin yang digunakannya dengan cara dicicil,” imbuhnya, seraya menunjukkan surat pernyataan kesanggupan untuk melunasi tunggakan Raskin yang ditandatangani RB di atas materai. Namun demikian, meski sudah menandatangani seurat pernyataan tersebut, Burhanudin menegaskan, RB belum menjalankan kewajibannya itu secara sungguh-sungguh. “Sampai saat ini, dia baru beberapa kali mencicilnya. Hutangnya hingga sekarang masih senilai Rp 17 juta,” katanya. Sebagai langkah tindak lanjut, Burhanudin menyatakan, pengelolaan Raskin di Ciketing Udik akhirnya diserahkan kepada Wiyono, yang saat ini menjabat Kasi Tramtib Kelurahan Ciketing Udik. Sementara berdasarkan keterangan dari Kasi Ekbang Kecamatan Bantargebang, S Gunawan, penundaan distribusi Raskin di Ciketing Udik memang diakibatkan adanya tunggakan pembayaran oleh pihak pengelola Raskin di tingkat kelurahan. Dari hasil evaluasi terakhir yang dilakukan Ekbang Kota Bekasi, imbuhnya, nilai tunggakan itu masih sekitar Rp 17 juta. (Slamet Mulyono)

Sosialisasikan...................... ................dari Hal 1
dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasihnya atas undangan pihak Pemkot Bekasi. Ia juga merasa salut dengan pertumbuhan masyarakat dan percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi. Dengan jumlah penduduk yang mencapai dua jutaan jiwa dan terdiri dari beragam suku dan agama, acungan jempol pun diberikan Fadel Muhamad kepada Wali-kota Bekasi, khususnya karena dinilai mampu mengarahkan masyarakat ke arah menuju sejahtera. “Coba bayangkan, jumlah masyarakat di Kota Bekasi lebih besar dengan jumlah masyarakat satu provinsi di Gorontalo”, ujar tokoh Partai Golkar ini. Fadel Muhamad juga menjelaskan, berkaitan dengan visi misi dan program kerja dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri, tentu hasilnya harus dapat dinikmati masyarakat dalam lima tahun ke depan. Salah satu program yang sudah dirancang, menurutnya, yaitu mengurangi impor garam dari luar negeri. “Bangsa Indonesia dengan potensi kekayaan sumber daya alam yang dimilikinya, salah satunya laut yang luasnya 3 kali

luas daratan, seharusnya mampu memproduksi garam,” ungkap Fadel. Lebih lanjut Fadel mengatakan, dalam bidang kelautan dan perikanan, bangsa ini harus mampu mengelola sumber daya alam menuju masyarakat sejahtera, yaitu dengan membina para nelayan di Indonesia sehingga dapat menghasilkan kekayaan alam yang dapat dinikmati masyarakat. “Semua ini dapat terlaksana dengan baik jika masyarakat menghendaki dan mendukung program kelautan,” ujarnya. Sedangkan Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarta, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya dalam mengejar percepatan pembangunan perumahan di Indonesia, akan melakukan analisa tentang

keberadaan sektor perumahan di berbagai kota/ kabupaten, diantaranya dengan menggali lahan potensial yang memiliki prospek untuk mendirikan sejumlah perumahan dengan kategori perumahan layak huni serta program infrastruktur lainnya. Begitupun halnya dengan Kota Bekasi, menurut Suharso, tidak menutup kemungkinan akan ada prioritas pengadaan perumahan yang lebih baik. Di akhir sambutannya Menpera mengatakan semua itu tidak akan ada artinya apabila masyarakat tidak mendukung dan ikut berpartispasi, dalm menjalankan program kerja yang disebutkannya, termasuk masyarakat Kota Bekasi. (Anis Jalal)

SAMBUNGAN.......
Perpres sebagai pelaksanaan dari UU No 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, dan UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Untuk UU Pelayanan Publik yang ditandatangani Presiden SBY bulan Juli 2009, ada lima PP dan satu Perpres yang diamanatkan untuk segera dibuat. ”Ini harus segera, supaya bisa konkret, tidak sekadar ada undangundang, tapi pelaksanaannya susah. Ini harus jalan dalam program seratus hari. Sebab hal itu akan menjadi pedoman dalam kebijakan reformasi birokrasi,” ujarnya kepada pers usai acara serah terima jabatan dari Menpan ad interim, Widodo AS, beberapa waktu lalu. Terkait dengan UU No 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, di mana salah satunya mengatur tentang Wakil Menteri, ia mengatakan sudah memerintahkan agar segera disiapkan. Dikatakan, UU 39 Tahun 2008 tidak menyebutkan secara spesifik, kementerian mana saja yang perlu wakil menetri, tetapi ada tiga kriteria untuk menentukan. Salah satunya, Kementerian itu melakukan pembinaan sampai ke daerah. Misalnya Depdagri, Deplu. ”Ada sekitar enam atau tujuh. Intinya, wakil itu dibutuhkan untuk menjamin kontinyuitas pekerjaan sampai ke daerah,” ujarnya. Ditambahkan, UU yang sudah disahkan adalah UU Kearsipan. Arsip ini bukan hal mudah. Salah satu contoh Supersemar. ”Saya mau tanya, di mana sekarang Supersemar itu? Kita sudah sepakat dengan Komisi II DPR, agar arsip itu dikejar, di mana keberadaannya. Supaya siapa yang salah bisa dikenai sanksi,” tegasnya. Menjawab pertanyaan wartawan, terkait dengan rencana kenaikan gaji pejabat negara, Mangindaan membenarkan, rancangan peraturannya sudah ada, tapi saat ini belum bisa diputuskan. Hal itu, menurutnya, perlu dibicarakan lagi dengan Menteri Keuangan. Mangindaan menekankan, kenakan gaji itu harus berujung pada peningkatan kinerja. Jangan sampai nanti gaji sudah terlanjur gaji besar, tunjangan besar, tetapi kinerja tidak baik. ”Kita harus berpikir komprehensif, jangan parsial. Kita juga tidak boleh tergesa-gesa dalam mengambil keputusan,” tambahnya lagi. Diungkapkan juga, penanganan tenaga honorer juga akan dilanjutkan. Saat ini sudah ada konsep draft PP, tetapi masih perlu dibicarakan secara interdep. “Mudahmudahan dengan PP baru nanti hal itu bisa diatasi,” katanya. Sebenarnya, lanjut Menteri, yang ada kendala adalah antara daerah dengan pusat. BKN dan BKD tidak link seperti atasan dan bawahan. Hal ini perlu diatasi supaya tidak menjadi masalah di kemudian hari. ”Saya tidak salahkan daerah. Tapi kalau begini caranya, BKD yang bikin, kita yang tanggung, dia cuma jawab. Mudahmudahan dengan PP baru nanti hal itu bisa diatasi,” tambahnya. Prioritas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan Kementerian Negara PAN dan RB agar mempertajam dua hal dalam pelaksanaan program 100 hari. Kedua hal itu adalah menuntaskan grand design reformasi birokrasi dan persoalan legislasi agar tepat sasaran dan tepat waktu. Demikian dikatakan Menpan dan RB di kantornya, usai mengikuti Rapat Paripurna Kabinet Indonesia Bersatu II. Menurut Mangindaan, dalam rapat tersebut, Presiden juga mempertajam isi sambutannya pada pelantikan Kabinet 22 Oktober lalu. ”Stressing itu terutama pada pakta integritas dan kontrak kinerja,” tutur Menteri, usai makan siang bersama pejabat dan pegawai Kementerian Negara PAN. Acara makan siang bersama setiap hari Jumat itu sudah menjadi kebiasaan di Kemeneg PAN sejak era Menpan Taufiq Effendi. Mangindaan menambahkan, kebijakan reformasi birokrasi dimaksud adalah menuju good governance. ”Berangkat dari situ, baru sasaran lainnya bisa berjalan dengan baik,” tandasnya. Dalam kaitannya dengan bidang legislasi, agar dilaksanakan tepat waktu dan tepat sasaran. Pemerintah diminta agar benar-benar serius dalam menyusun undang-undang bersama DPR. Dari 9 RUU paket reformasi birokrasi yang digarap oleh Kementerian Negara PAN, saat ini sudah ada 3 yang diundangkan, yakni UU No 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan revisi UU Kearsipan. Dengan demikian, ungkapnya, masih ada 6 RUU yang harus diselesaikan, dan diharapkan masuk dalam Prolegnas 2010. Keenam RUU dimaksud adalah, RUU Administrasi Pemerintahan, RUU Etika Penyelenggara Negara, RUU kepegawaian Negara, RUU Siswasnas, RUU Akuntabilitas, dan RUU Hubungan Kewenangan Pusat dan Daerah. ”Kita akan segera bahas dan sedapat mungkin masuk dalam Prolegnas. Keenam RUU itu penting sekali, karena sangat erat kaitannya dengan reformasi birokrasi,” tutur Mangindaan. Lebih dari itu, jelasnya, kalau paket UU itu belum selesai, kementerian yang lain belum bisa mengikuti reformasi birokrasi, sedangkan Menpan juga tidak bisa berjalan sendiri. “Mestinya, seluruh kementerian dan instansi pemerintah lainnya bisa berjalan seluruhnya, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Dalam kesempatan itu, Mangindaan menegaskan bahwa saat ini sudah terbentuk Tim Reformasi Birokrasi Nasional, yang keanggotannya bersifat interdep, dan pakarpakar. ”Mudah-mudahan dalam tiga bulan ini konsep itu bisa kita selesaikan,” tambah Mangindaan.
(AJ/Humas Menpan)

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009
Golkar kali ini dihadiri lebih dari 3.000 pengurus partai di Seluruh Indonesia. Dalam pidato sambutannya Ketua Umum Aburizal Bakrie mengajak pada seluruh pimpinan Partai Golkar, baik pusat maupun daerah, untuk menyatukan langkah demi kemajuan partai berlambang pohon Beringin ini. Ia juga mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh tamu undangan yang sudah berkenan hadir dalam acara HUT Partai Golkar ke 45. Menurut informasi yang diterima SKB, dalam peringatan kali ini, pengurus Partai Golkar

15

Program 100 Hari Menpan ................dari Hal 1 HUT Partai Golkar Ke-45.. ...............dari Hal 1
akan menberikan Penghargaan kepada pendiri Partai Golkar, mantan Presiden Soeharto. Perayaan HUT Partai Golkar Ke 45 ini juga diisi dengan pe-nampilan beberapa artis nasional, seperti Dewi Yull, Elfa‘s Singer, serta Tantowi Yahya. (Anis Jalal)

H Madinah......................... ................dari Hal 1
menabung untuk keperluan Ongkos Naik Haji mencapai 17.000 orang. Ini membuktikan bahwa kadar keimanan umat Islam di Kota Bekasi sudah sangat tinggi,” ungkap Madinah. Madinah menjelaskan, urusan pemberangkatan ibadah haji atau ONH sudah diatur oleh pemerintah, melalui UndangUndang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2009 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2009, serta Keputusan Menteri Agama RI Nomor 396 Tahun 2009 Penyelenggaraan Haji dan Umroh. “Yang terlibat bukan hanya Departemen Agama saja, tetapi melibatkan banyak pihak, seperti Departemen Perhubungan, Departemen Kesehatan, Departemen Imigrasi, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), serta melibatkan unsur pemerintahan daerah dan kalangan perbankan. Bahkan seluruh umat Islam juga turut terlibat, demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji,” papar Madinah. Madinah sangat menyayangkan tudingan masyarakat yang langsung memvonis tentang buruknya kinerja jajaran Departemen Agama, jika penyelenggaraan ibadah haji terganggu. “Biasanya kalau ada kesalahan sedikit saja, masyarakat langsung menjelek-jelekkan pihak Departemen Agama. Padahal, penyelenggaraan ibadah haji merupakan tanggung jawab bersama,” keluhnya. Madinah kemudian mengingatkan tentang beratnya rintangan dan persyaratan bagi umat muslim yang ingin menjalankan ibadah haji, diantaranya harus mampu secara materi serta sehat fisik dan mental. “Kalau kita dapat melaksanakan semuanya secara baik dan

Calon Jamaah Haji dari Bantargebang ketika hendak diberangkatkan

Bahayanya Pecah Ban
Bekasi, SKB Anto warga Ciganjur pengemudi Mobil Avanza Nopol B 1467 GF menabrak mobil angkot KR 06 Nopol B 2091 YV setelah ban depan sebelah kanan pecah. Menurut Anto dirinya merasa kaget tiba-tiba kemudi memutar ke sebelah kanan dan tabrakanpun tak

terelakkan. Pagi itu rencananya Anto mau mengantar anaknya sekolah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, korban luka-luka di larikan ke Puskesmas atau

Rumah Sakit ter-dekat. Kejadian tersebut di Jl. Raya Hankam Jatisampurna Kota Bekasi, 5 November 2009 Pukul 8.30 WIB. (Hamdanil)

sabar, maka balasannya adalah surga dari Allah,” tegasnya, seraya mengutip sebuah ayat dalam Kitab Suci Al Quran yang berbunyi Walilahi Allannasi hijul baiti manistatoa Ilaihi sailla (QS Al Imron Ayat 97) yang artinya mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah, serta sebuah Hadits Riwayat Tabrani yang berbunyi Alhajul mabrur laisalahu zazaun ilal jannah yang artinya haji mabrur pahalanya tiada lain surga. Bagi masyarakat yang ingin berangkat menjalankan ibadah haji, Madinah menghimbau agar mengkonsultasikannya ke Departemen Agama atau KUA tingkat kecamatan. Ia menambahkan, pendaftaran haji dibuka setiap tahun dengan menerapkan sistem first come first out served, dengan nilai penyetoran pertama sebesar Rp 20 juta. “Mengenai pelunasannya, harus menunggu pengumuman pemerintah atau Menteri Agama,” ujarnya. Adapun bank yang dituju pemerintah sebagai Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), menurut Madinah sebanyak 11 bank, yakni BNI, BTN, Bank Mandiri, Bank Jabar, Bank Bukopin, BRI, BRI Syariah, BNI Syariah, Bank Jabar Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank

Muamalat. “Masyarakat juga perlu mengetahui, buku-buku panduan dan manasik haji sudah dikemas secara detail, dan bagi masyarakat yang sudah melunasi ONH harus segera menyiapkan kelengkapan dokumennya sesuai kartu penduduknya, karena dalam pembuatan paspor, tidak boleh diwakili,” jelasnya. Dalam proses pembuatan paspor, Madinah menyatakan, para jamaah harus menyiapkan KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah, dan Surat Kelahiran yang disesuaikan dengan alamat tempat tinggal domisili jamaah yang bersangkutan. “Sedangkan pelaksanaan manasik haji dilakukan sebanyak 14 kali, diantaranya 4 kali untuk tingkat kota dan 10 kali untuk tingkat KUA atau kecamatan. Materi yang diajarkan dalam manasik haji mencakup segala hal tentang perjalanan ibadah haji, tentang ibadah haji dan tentang kesehatan,” katanya. Demi berlangsungnya penyelenggaraan ibadah haji secara baik dan profesional, Madinah mengajak seluruh pihak untuk menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan porsi tugas dan fungsinya masing-masing. “Lebih baik tidak saling menyalahkan, dan yang penting adalah saling menjaga kesabaran iman dan Islam kita, agar menjadi haji mabrur,” pesannya, menutup perbincangan dengan SKB. (Slamet Mulyono)

16

Edisi : 16 / Tahun I / 06 November - 20 November 2009

REHAT
Antusias Peserta Lomba SKB CUP I
semangatnya mereka untuk mengibarkan bendera yang menjadi kebanggan seluruh Bangsa Indonesia ini,” tegasnya. Suta menjelaskan, sekolahnya memang memiliki kelompok Paskibraka yang selalu menggelar latihan pengibaran bendera secara rutin setiap hari Sabtu. “Dengan suksesnya pelaksanaan upacara tadi, berarti latihan yang dilakukan kelompok Paskibraka ini tidak sia-sia,” ujarnya. Selain PASKIBRA, kata Suta, sekolahnya juga melaksanakan beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang lain, seperti Pramuka, Palang Merah Remaja, dan olahraga basket. “Malah yang mengagumkan, para siswa yang giat mengikuti ekstrakurikuler tersebut biasanya lebih menonjol prestasinya, dibandingkan dengan siswa lainnya,” jelasnya. Di akhir perbincangannya, Suta berharap agar seluruh siswa SMPN 15 terus meningkatkan prestasi pendidikan yang telah mereka raih selama ini. Ia juga berpesan agar seluruh siswa sekolahnya mampu menjaga citra dan nama baik SMPN 15, melalui karya-karya positif. “Prestasi yang mereka raih itu kelak berguna bagi mereka sebagai bekal untuk membangun bangsa dan khususnya Kota Bekasi ini agar lebih maju lagi,” tegasnya. (Hamdanil)

SMPN 15 Kota Bekasi Miliki Paskibraka yang Terlatih
Bekasi, SKB Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang biasanya dirayakan setiap tanggal 28 Oktober dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Peringatan hari bersejarah ini merupakan wujud nyata kecintaan rakyat Indonesia terhadap makna yang terkandung di dalam isi teks Sumpah Pemuda. Begitu juga dengan seluruh guru dan siswa SMPN 15 Kota Bekasi, yang memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan kegiatan upacara bendera di halaman sekolah. Dalam upacara itu, Pembina OSIS, Endang, bertindak selaku Inspektur Upacara. Sedangkan pegibaran bendera Sang Saka Merah Putih dilakukan dengan penuh semangat oleh siswa-siswi yang tergabung dalam

PASKIBRA yang dimiliki sekolah tersebut. Saat ditemui SKB seusai upacara, Kepala SMPN 15 Kota Bekasi, Drs Suta Tjamin, MM, meyatakan, pihaknya selalu menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda setiap tahunnya. Ia berharap, dengan menggelar upacara, rasa kesatuan yang dimiliki para siswa sekolahnya akan semakin meningkat. “Kami juga berharap,

dengan adanya peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, para siswa akan lebih mencintai negerinya sendiri. Dan kita berharap dengan rasa cinta itulah, semangat membangun mereka akan selalu bangkit,” ungkap Suta. Dalam upacara bendera yang digelar saat itu, secara tegas Suta menyatakan rasa kagumnya dengan penampilan kelompok PASKIBRA yang dimiliki sekolah yang dipimpinnya itu. “Begitu

Kabar Gembira !!!!!!!!!!!!!!!!
Dalam rangka memperingati ulang tahun yang pertama, Koran Suara Karya Bangsa (SKB) akan mengadakan berbagai kegiatan lomba, memperebutkan Piala Bergilir SKB CUP I dengan total hadiah sebesar Rp 10 juta.
Lomba Mewarnai di sekolah TK adalah suatu kegiatan wajib bagi anak didik yang ada di sekolah tingkat Taman Kanakkanak. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Tim Kreatif Koran SKB untuk mengadakan lomba mewarnai tingkat TK dan SD yang ternyata mendapat sambutan yang antusias dari kalangan anak-anak TK dan SD. Hal ini terbukti dengan banyaknya kiriman hasil karya mewarnai yang masuk ke Redaksi SKB. Bahkan Tim Kreatif SKB merasa kesulitan menentukan para juaranya, karena hasil karya yang dikirim para generasi penerus kita itu bagus semua. Nah, selain menggelar Lomba Mewarnai, menurut Kak Hamdanil dari Tim Kreatif SKB, rencananya di hari ulang tahun SKB yang pertama pada tanggal 23 Maret 2010 nanti, akan diadakan berbagai acara yang pastinya sangat menarik. Berbagai perlombaan yang terbuka untuk anak sekolah, mahasiswa, guru dan masyarakat umum ini berlangsung mulai 10 November 2009 hingga 23 Maret 2010. Adapun perlombaan yang akan diadakan, diantaranya: - Lomba Mewarnai dan Lomba Menyanyikan Lagu Kebangsaan untuk kalangan pelajar TK. - Lomba Mewarnai, Lomba Baris Berbaris (PBB), serta Cerdas Cermat untuk kalangan pelajar SD. - Lomba Menulis Puisi untuk kalangan pelajar SMP - Lomba Menulis Cerpen untuk kalangan pelajar SMA - Lomba Karya Ilmiyah dengan tema: a) “ Peran dan Fungsi Media dalam Pendidikan ” b) “Peran dan Fungsi Media dalam Pembangunan” untuk kalangan mahasiswa dan umum. - Lomba Catur, Lomba Kerapihan dan Kedisiplinan yang terbuka untuk kalangan kepala sekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Acara yang terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia ini bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional, LIPPIN, Radio Elgangga 100.3 FM, PWI Pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemkot Bekasi, Pemkab Bekasi, Pemkab Karawang, Pemkab Sukabumi, Pemkab Bogor, Pemkab Depok, Pemkab Cianjur, Cocacola, serta BM Peterpen. Acara penyeleksian akan dilakukan di setiap Biro/ Perwakilan Koran SKB di seluruh Indonesia. Sementara final seluruh perlombaan akan digelar di Kota Bekasi. Tunggu apa lagi? Persiapkan segala kemampuan dan bakat yang Anda miliki. Ini merupakan kesempatan bagi Anda untuk menyalurkan bakatbakat yang terpendam. Siapa tahu, hadiah-hadiah menarik yang disediakan Koran SKB menjadi milik Anda. Hasil Karya Tulis sudah bisa dikirim sejak November 2009. Bagi sponsor yang ingin berpartisipasi, dapat mendaftar ke Radio Elgangga Bekasi, Redaksi Koran SKB atau bisa menghubungi kru Tim Kreatif SKB di telepon (021) 84312205. (Redaksi)

Paskibraka SMPN 15 Kota Bekasi berphoto bersama Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah dalam acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2009

Inilah pemenang Lomba Mewarnai Tingkat TK dan SD hasil seleksi dari ratusan peserta lomba yang mengirimkan hasil karyanya ke Redaksi Koran SKB, yang bekerjasama dengan Radio Elgangga 100.3 FM “Radionya Orang Bekasi”. Yang lainnya.....sabar aja yah. Makanya kirim terus hasil karya kamu yang lebih bagus lagi. Siapa tahu kamu yang menjadi pemenang berikutnya, dan photo kamu juga ikut terpajang. Wah, bangga kan orangtua kamu.

Kiriman: Anggi Alfiatuz Zuhra Kls IV SDN Jati Ranggon II Komplek Kelurahan Jati Ranggon Kota Bekasi

Galang Dharmawangsa
Kls B2 TK Puspa Bangsa Jl. Kecapi No. 6 Pondok Melati Jati Rahayu Kota Bekasi

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->