Anda di halaman 1dari 26
SKEMASKEMA IMBALIMBAL JASAJASA LINGKUNGANLINGKUNGAN –– PRINSIPPRINSIP ,, PELAKSANAANPELAKSANAAN DANDAN
SKEMASKEMA IMBALIMBAL JASAJASA LINGKUNGANLINGKUNGAN –– PRINSIPPRINSIP ,, PELAKSANAANPELAKSANAAN DANDAN
SKEMASKEMA IMBALIMBAL JASAJASA LINGKUNGANLINGKUNGAN –– PRINSIPPRINSIP ,, PELAKSANAANPELAKSANAAN DANDAN
SKEMASKEMA IMBALIMBAL JASAJASA LINGKUNGANLINGKUNGAN –– PRINSIPPRINSIP ,, PELAKSANAANPELAKSANAAN DANDAN
SKEMASKEMA IMBALIMBAL JASAJASA LINGKUNGANLINGKUNGAN –– PRINSIPPRINSIP ,, PELAKSANAANPELAKSANAAN DANDAN
SKEMASKEMA IMBALIMBAL JASAJASA LINGKUNGANLINGKUNGAN –– PRINSIPPRINSIP ,, PELAKSANAANPELAKSANAAN DANDAN
SKEMASKEMA IMBALIMBAL JASAJASA LINGKUNGANLINGKUNGAN –– PRINSIPPRINSIP ,, PELAKSANAANPELAKSANAAN DANDAN
SKEMASKEMA IMBALIMBAL JASAJASA LINGKUNGANLINGKUNGAN –– PRINSIPPRINSIP ,, PELAKSANAANPELAKSANAAN DANDAN

SKEMASKEMA IMBALIMBAL JASAJASA LINGKUNGANLINGKUNGAN –– PRINSIPPRINSIP ,, PELAKSANAANPELAKSANAAN DANDAN IMPLIKASIIMPLIKASI KEBIJAKANKEBIJAKAN DIDI INDONESIAINDONESIA

Beria Leimona ICRAF SEA

Lokakarya BAPPENAS Imbal Jasa Lingkungan DAS:

antara Implementasi dan Kebijakan

1

Jakarta,30 Agustus 2010

Kondisi Alam Keanekaragaman• hayati Keindahan• alam Kuantitas• dan kualitas air Penyerapan• karbon Fungsi

Kondisi

Alam

Kondisi Alam Keanekaragaman• hayati Keindahan• alam Kuantitas• dan kualitas air Penyerapan• karbon Fungsi
Keanekaragaman• hayati Keindahan• alam Kuantitas• dan kualitas air Penyerapan• karbon
Keanekaragaman•
hayati
Keindahan•
alam
Kuantitas•
dan kualitas air
Penyerapan•
karbon

Fungsi Jasa Lingkungan

Pemanfaat Jasa Lingkunga n
Pemanfaat
Jasa
Lingkunga
n
Fungsi Ekologi
Fungsi
Ekologi

Guardians

(melindungi)

‘hutan larangan’

Ekologi Guardians (melindungi) ‘hutan larangan’ Stewards (mengelola) Teras, wanatani Penggunaan lahan
Ekologi Guardians (melindungi) ‘hutan larangan’ Stewards (mengelola) Teras, wanatani Penggunaan lahan

Stewards

(mengelola)

Teras, wanatani

larangan’ Stewards (mengelola) Teras, wanatani Penggunaan lahan Penyedia Jasa Lingkungan Benefit langsung

Penggunaan lahan

Stewards (mengelola) Teras, wanatani Penggunaan lahan Penyedia Jasa Lingkungan Benefit langsung Pengakua n &
Penyedia Jasa Lingkungan
Penyedia
Jasa
Lingkungan

Benefit langsung

Penggunaan lahan Penyedia Jasa Lingkungan Benefit langsung Pengakua n & Imbalan • Apakah cukup berarti untuk
Penggunaan lahan Penyedia Jasa Lingkungan Benefit langsung Pengakua n & Imbalan • Apakah cukup berarti untuk
Penggunaan lahan Penyedia Jasa Lingkungan Benefit langsung Pengakua n & Imbalan • Apakah cukup berarti untuk

Pengakua n & Imbalan

Apakah cukup berarti untuk dilakukan?

Kontrol terhadap lahan

Kebijakan & Kelembagaan

Biaya transaksi

Dukungan atau kendala

2

Empat Prinsip dalam Skema IJL yang Berkeadilan dan Efektif

I. Realistic

(scoping – identifikasi jasling, penyedia, pemanfaat, nilai kontrak, biaya kesempatan)

Pengurangan atau pencegahan ancaman akibat kegiatan manusia terhadap aliran dan stok jasling, yang dilakukan secara terukur, secara spasial dan temporal, relatif terhadap baseline.

aliran dan stok jasling, yang dilakukan secara terukur , secara spasial dan temporal , relatif terhadap

II. Voluntary

Pelibatan penyedia dan pemanfaat jasling dalam suatu skema negosiasi yang bebas dan terinformasi secara transparan di tingkat individu

(analisis multipihak dan relasi – kekuasaan dan otorisasi)

Empat Prinsip dalam Skema IJL yang Berkeadilan dan Efektif

III.

Conditional

Imbal jasling yang diterima penyedia jasling bergantung pada performa yang disepakai dalam kontrak yang diketahui dan dimengerti oleh seluruh pihak

terlibat Studi Kasus RUPES”

(negosiasi dan pelaksanaan)

IV.

Pro-poor

(di seluruh tahapan)

Akses, proses, pembuatan keputusan dan hasil-manfaat dibedakan bedasarkan tingkat sejahtera dan gender dan secara positif berpihak kepada komunitas pra-sejahtera untuk mendukung Millennium Development Goals dan keberlanjutan jangka panjang

“Studi Kasus Lake Naivasha”

RUPES ACTION SITES (INDONESIA)

SiteSite

FocusFocus ofof ESES

ConditionalityConditionality appliedapplied

TypeType ofof schemescheme andand currentcurrent statusstatus

Cidanau

Water quality and regular flow for private water companies

Level II Planting and maintaining timber and fruit trees with the total minimum of 500 trees per hectare for 5 years

A private water company is paying 120/hectare for the contract

Singkarak

Water quality for hydropower, native fish conservation and ecotourism

Level IV Planting a 40-hectare grass land with timber and fruit trees

Conservation fund from local government to revitalize organic coffee in the upstream watershed.

(Watershed)

Sumberjaya

Water quality for hydropower

Level I Conducting collective action in riparian rehabilitation and sedimentation reduc­tion to achieve a specified percentage (above 30%) of erosion reduction

Hydroelectric Power company (HEP) royalty agreements signed for River Care groups along the river

(River Care)

RUPES ACTION SITES (INDONESIA)

SiteSite

FocusFocus ofof ESES

ConditionalityConditionality appliedapplied

TypeType ofof schemescheme andand currentcurrent statusstatus

Bungo

“Jungle rubber” agroforestry system for conservation of the diversity of local plant species and wildlife habitat

Level IV Management plan for rubber agroforestry in general, including specified agricultural techniques No slash-and-burn practices Minimizing illegal logging at the buffer zone of the adjacent national park and traditional community forests “lubuk larangan” No intensive or commercial harvesting of non timber forest products or hunting

o

“Hutan desa” (“village forest”) recognition by central government for local forest management role within watershed protection forest

o

Testing mini- hydropower as intermediate reward for

 

biodiversity conservation

o

A private buyer (automotive wheel industry) showing interest in rubber for “green” vehicles

6

RUPES-I ACTION SITES (PHIL AND NEPAL)

   

SiteSite

FocusFocus ofof ESES

ConditionalityConditionality appliedapplied

   
     

TypeType ofof schemescheme andand currentcurrent statusstatus

Bakun

Water quality for hydropower

Level III Setting up management plan to rehabilitate watershed, including sustainable horticul­ture practices

oHEP royalty agreements signed

Kalahan

Carbon sequestration under voluntary market

Level I Planting and maintaining a specified number of trees to achieve agreed amount of carbon sequestration

oCarbon market initial agreement with private buyer (automotive industry)

 

Kulekhani

Water quality for hydropower

Level III Setting up management plan to rehabilitate watershed, including sustainable horticulture practices

oHEP royalty agreements signed

 

7

LIMA TINGKATAN ‘CONDITIONALITY’

LIMA TINGKATAN ‘CONDITIONALITY’ Capaian dan kriteria pengelolaan SDA – kasus: Danau Toba, Singkarak (Nagari –

Capaian dan kriteria pengelolaan SDA – kasus:

Danau Toba, Singkarak (Nagari – PLTA)

Rencana pengelolaan SDA

Aktivitas pengelolaan terperinci dan tertarget (e.g. penanaman pohon) atau kondisi agroekosistem (e.g. luas penutupan vegetasi – kasus: Cidanau - Banten

Indikator jasling terukur – kasus: Kali Bersih - Lampung

Kembali ke “Prinsip IJL”

8

(van Noordwijk and Leimona 2010)

LAKE NAIVASHA, KENYA

Masa kolonial Kenya:

teras Fanya Yuu diwajibkan secara hukum untuk pengelolan lahan pertanian miring

secara hukum untuk pengelolan lahan pertanian miring …tetapi perlu usaha keras untuk melakukannya… Uhuru

…tetapi perlu usaha keras untuk melakukannya… Uhuru berarti ‘kebebasan dari penindasan…’

KSh. 235K @KSh. 1000 235 Individual Farmers WRMA LNRA LNGG Turasha WRUA KSh.780K LANA WRUA
KSh. 235K
@KSh. 1000
235 Individual
Farmers
WRMA
LNRA
LNGG
Turasha
WRUA
KSh.780K
LANA WRUA
Wanjohi
WRUA
230 Individual
Farmers
KSh. 230K
@KSh. 1000

Skema aliran dana imbal jasa lingkungan di Lake Naivasha - Kenya

11

Peningkatan kapasitas lokal dalam pengelolaan SDA: water resource user associations (WRUA) 1 2
Peningkatan kapasitas lokal dalam pengelolaan SDA: water resource user associations (WRUA) 1 2

Peningkatan kapasitas lokal dalam pengelolaan SDA: water resource user associations (WRUA)

12

13
13
13
13

Bagaimana dengan “gully erosion”?

Erosi di lahan dapat dikontro

KONTRAK JASA LINGKUNGAN:

INDIVIDU VS KOMUNITAS

14

Aliran erosi dari konstruksi jalan

Skema aliran dana imbal jasa lingkungan di Cidanau - Indonesia 1 6
Skema aliran dana imbal jasa lingkungan di Cidanau - Indonesia 1 6

Skema aliran dana imbal jasa lingkungan di Cidanau - Indonesia

16

Peran

Stakeholders

ES Providers

Four upstream farmer Groups from Cidanau (Citaman, Cibojong, Kadu Agung villages).

ES Buyers

- Current single buyer: PT KTI

- Potential buyers: other companies in Cilegon such as PDAM (state-owned water company), Krakatau Steel, Ronn & Hass, PT Pelindo, PT Politrima, Chandra Asri, Bakrie Group.

ES Intermediaries

Forum Komunikasi Cidanau (FKDC) – a multi stakeholder forum.

Policy makers

District government and legislative officers of Serang (upstream) and Cilegon (downstream)

 

Provincial government and legislative officers of Banten

 

National watershed management body coordinated by the Ministry of Forestry

Main supporting NGO

Rekonvasi Bhumi, LP3ES

Main supporting university

Agricultural University

Peran multipihak

Main supporting

international agencies

pada skema imbal jasa lingkungan di Cidanau

ICRAF, IIED, GTZ

17

- Indonesia

Payment allocation

US$

Fraction of total payment

Payment for the 100 hectare contracted farmer lands 95% for buying seedlings and planting; 5% for investing on local business.

60,000

80%

Transaction cost

10,500

14%

40% for conducting capacity building and searching more buyers (dissemination, publication, seminars, etc.) 27% for monitoring and verifying field activities; 33% for operational cost:

16% for paying personnel cost for five persons;

-

- 11% for organizing meetings;

- 6% for administration purposes;

Tax

4,500

6%

Total

75,000*

100%

Alokasi dana pada skema imbal jasa lingkungan di Cidanau - Indonesia

18

PembelajaranPembelajaran dandan TindakTindak LanjutLanjut

Skema IJL di Indonesia masih dalam tingkat plot

Realistic: stok dan aliran jasling terpantau secara spasial dan temporal relatif terhadap “business as usual”:

Penentuan dan identifikasi jasling (scoping):

o

“Baseline” kualitas jasling – relatif terhadap BAU,

o

Skala ruang dan waktu (misal:

deliniasi sub DAS dalam DAS agar skala ruang mudah dipantau)

Siapa? Litbang – Kehutanan? KLH? Pusat Penelitian PT?

sub DAS dalam DAS agar skala ruang mudah dipantau)  Siapa ?  Litbang – Kehutanan?

PembelajaranPembelajaran dandan TindakTindak LanjutLanjut

Lanjutan … realistic: stok dan aliran jasling terpantau secara spasial dan temporal relatif terhadap “business as usual”:

Pemantauan

o Indikator pemantauan yang

disesuaikan dengan skala waktu (dan batas – skala ruang) pelaksanaan kontrak jasling Siapa?

BP DAS?

Participatory Watershed Monitoring (lihat pemberlajaran River Care – Sumberjaya)

Sinergi dengan Bab Perencanaan (UU 32/2009 Pasal 42)

Monitoring (lihat pemberlajaran River Care – Sumberjaya)  Sinergi dengan Bab Perencanaan (UU 32/2009 Pasal 42)

PembelajaranPembelajaran dandan TindakTindak LanjutLanjut

Conditional: benefit disesuaikan dengan performa yang disetujui melalui kontrak

…. dengan pelibatan seluruh pemangku kepentingan dalam negosiasi yang bebas, transparan dan “berkesepakatan dini tanpa paksaan – FPIC” (voluntary)

Voluntary – asas kesukarelaan – tidak sekedar dengan- atau-tanpa peraturan (with or without regulations)

PembelajaranPembelajaran dandan TindakTindak LanjutLanjut

Lanjutan: Conditional and Voluntary

Mediasi aktif

o

Sosialisasi kegiatan konservasi di tingkat masyarakat, i.e. kelompok tani dan anggotanya

o

Pembuatan keputusan bersama mengenai kontrak jasling (termasuk kegiatan, alokasi dan jenis pembayaran, skema distribusi di tingkat masyarakat)

o Apa implikasinya jika kegiatan di lahan milik

individu, lahan milik kolektif, kawasan hutan negara? Siapa?

Dinas tingkat Kabupaten? Kepala Seksi di Kelurahan/Kecamatan/Desa dan setingkatnya? tidak ada elemen kelestarian lingkungan

Ornop? Bagaimana kerjasamanya dengan pemerintah? Forum DAS multipihak?

PembelajaranPembelajaran dandan TindakTindak LanjutLanjut

Pemantauan kontrak dan penyelesaikan konflik

Pemantauan – perlu lembaga independen (verifikasi dan sertifikasi)

Siapa?

o

BP DAS? – sebagai wakil dari pemerintah

o

Ornop? Bagaimana peran dan sinerginya dengan pemerintah? Bagaimana bentuk kerjasamannya, contoh: data sharing, alokasi tenaga kerja?

Resolusi konflik – contoh:

ketidaksepakatan penilaian dalam

pemantauan, pelanggaran kontrak, dll

Siapa yang menangani?

konflik – contoh: ketidaksepakatan penilaian dalam pemantauan, pelanggaran kontrak, dll  Siapa yang menangani? 23

PembelajaranPembelajaran dandan TindakTindak LanjutLanjut

Pro-poor: bias positif untuk masyarakat termaginalkan (i.e. tidak adanya salah satu modal penghidupan berkelanjutan – alami, finansial, sosial, fisik, SDM)

Integrasi konservasi dan pembangunan berkelanjutan – pencapaian MDG

Siapa? Seluruh jajaran pemerintahan dan berbagai pihak yang terlibat

ImbalImbal JasaJasa LingkunganLingkungan

yang Realistic , Conditional , Voluntary dan Pro-poor

Pekerjaan “Rumah” (baca: Negara, Pemerintah dan mitra relevan) masih banyak

dan Pro-poor Pekerjaan “Rumah” (baca: Negara, Pemerintah dan mitra relevan) masih banyak Kompas, 29 Agustus 2010

Kompas, 29 Agustus 2010

THANK YOU
THANK YOU

RUPES Program C/o The World Agroforestry Centre, Southeast Asia Regional Office Jl. CIFOR SItu Gede, SIndang Barang, Bogor Barat, West Java, Indonesia 16680 TEL: +62 251 8625415 FAX: +62 251 8625416 Email: rupes@cgiar.org http://rupes.worldagroforestry.org/

Beria Leimona LBeria@cgiar.org

Terima Kasih

+62 251 8625416 Email: rupes@cgiar.org http://rupes.worldagroforestry.org/ Beria Leimona LBeria@cgiar.org Terima Kasih 26

26