P. 1
Bencana Alam Tanah Longsor Di Propinsi Jawa Barat

Bencana Alam Tanah Longsor Di Propinsi Jawa Barat

|Views: 33,795|Likes:
Dipublikasikan oleh Erza Mustanfizul Rahmi

More info:

Published by: Erza Mustanfizul Rahmi on Sep 28, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/07/2013

pdf

text

original

Bencana Alam Tanah Longsor di Propinsi Jawa Barat

Dalam tahun 2005 terjadi 47 kali musibah tanah longsor atau gerakan tanah di Indonesia, yang mengakibatkan 243 orang meninggal dunia. Dari kuantifikasi tersebut, berarti terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya terdata 32 kasus dan 110 orang meninggal dunia. Hal itu terungkap dari pemaparan Kasubdit Mitigasi Bencana Geologi Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Bandung Dr. Surono di Bandung, Kamis (29/12). Surono menyampaikan refleksi dan laporan akhir tahun tentang gejala geologi di tanah air. Dikatakan, 47 bencana alam tanah longsor tersebut, yang paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Barat. "Hal ini memang terkait dengan kondisi geologis dan geografis Jabar. Selama 2005, di Jabar terjadi 39 kali longsor atau gerakan tanah, yang mengakibatkan 205 orang meninggal dunia, 490 rumah mengalami kerusakan, 114 rumah hancur, dan 758 rumah terancam," ujar Surono. Penyebab tingginya musibah tanah longsor di Jabar, menurutnya, terkait erat dengan kondisi geografis yang rentan terjadi tanah longsor. "Hal itu diperparah dengan praktik atau kebijakan pengubahan tata guna lahan, sehingga semakin meningkatkan kerawanan terjadinya pergerakan tanah," tegasnya. Di Provinsi Jabar, kata Surono, musibah terbesar adalah longsoran gunungan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Leuwigajah. "Musibah itu mengakibatkan 176 meninggal dunia dan 48 rumah hancur," katanya. Daerah lain Surono mengatakan, bencana tanah longsor lainnya di tanah air selama 2005, terjadi di Jawa Timur sebanyak tiga kali, Aceh satu kali, Jawa Tengah satu kali, Sumatra Utara satu kali, dan Sumatra Barat dua kali. "Secara keseluruhan jumlah korban luka-luka akibat tanah longsor mencapai 22 orang, 532 rumah rusak, 287 rumah hancur, 788 rumah terancam, 8 bangunan lain rusak, 557 hektare lahan pertanian rusak, 1.395 ruas jalan rusak, dan 650 saluran irigasi terputus," paparnya. Secara umum, musibah bencana alam di tanah air tidak menunjukkan penurunan. Hal ini juga disebabkan konsep pembangunan kawasan permukiman yang berada di daerah rawan terjadinya gerakan tanah. "Di sisi lain, pemerintah daerah yang membangun wilayah belum menggunakan prinsip kebencanaan. Di Jabar, memang sulit mendapatkan daerah yang aman dari gerakan tanah," tandasnya. Salah satu solusi yang direkomendasikan DVMBG adalah penataan ulang kawasan pemukiman. "Diharapkan permukiman tidak berada di daerah yang termasuk rawan bencana alam tanah longsor. Terjadinya musibah tanah longsor inti tidak bisa dihentikan, kecuali dengan pengurangan jumlah korbannya," ucapnya. Ia mengatakan, kejadian gempa bumi di tanah air sepanjang tahun 2005 terjadi sebanyak 13 kali, antara lain di Sulteng sebanyak satu kali, Sulawesi Tenggara satu kali, Jabar dua kali, Bengkulu satu kali, Sumbar satu kali, NAD satu kali, Banten satu kali, Maluku dua kali, dan Sumut dua kali. Musibah gempa bumi merusak yang terjadi di Jabar adalah di Kabupaten Garut pada 2 Februari 2005, dengan kekuatan gempa mencapai 4,2 Skala Richter (SR), yang menyebabkan beberapa bangunan rusak. Kemudian di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung pada 15 April 2005 dengan kekuatan gempa 5 SR hingga 24 bangunan roboh dan puluhan bangunan rusak.

dalam setiap pembangunan yang akan dilakukan. hal itu bukan berarti Jawa Barat tidak bisa menjadi daerah yang bencananya nol (zero disaster). perda (peraturan daerah) dibuat mengarah ke asas konservasi alam. yakni dengan tidak membangun kawasan perumahan di area gunung berapi. sejumlah kawasan konservasi regional lainnya di luar hutan lindung. selama ini peraturan pemerintah tentang lingkungan hidup dan mitigasi bencana belum mengakomodasi konsep pembangunan yang berkelanjutan. melakukan sejumlah langkah mitigasi bencana. bencana yang terjadi tidak menimbulkan kerugian apa pun bagi manusia. lebih dari setengahnya rusak. bencana gunung berapi di Jawa Barat bisa dicegah agar tidak menimbulkan kerugian. Caranya.Sementara itu. dari sekira 800 ribu hektare. Ditambahkan Sobirin. Dicontohkannya. Selain itu. kata Sobirin. Bencana alam di Tasik Manonjaya . Di antaranya digunakan untuk lahan permukiman. baik itu material maupun jiwa. Jika hal ini bisa direalisasikan. Oleh karena itu. Seharusnya. Apalagi jumlah hutan lindung di Jawa Barat yang merupakan bagian penting dari konservasi alam. ambruknya sejumlah ruas jalan juga disebabkan faktor manusia yang lalai dalam merancang pembangunan jalan tersebut. sudah banyak yang berubah fungsi. tindakan eksploitatif dan tindakan destruktif terhadap alam bisa dihindari. Jika ini diterapkan. kata Sobirin. zero disaster bisa diterapkan di Jawa Barat jika masyarakat dan pemerintah benar-benar menerapkan konsep konservasi alam. dalam kasus Cipularang. Dalam artian. Akibat perencanaan yang kurang matang. Tapi. Menurut Sobirin. korban jiwa bisa dicegah. pengamat lingkungan Sobirin yang juga Ketua Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) mengakui bahwa daerah Jawa Barat rawan bencana. jalan tol tersebut sempat menimbulkan kerugian bagi masyarakat. aspek konservasi alam harus menjadi prioritas. sudah menyusut. seperti di Punclut. maka ketika ada bencana gunung berapi. Tambahan pula.

500 aparat TNI/Polri bersama ratusan relawan. Selain itu ratusan orang dinyatakan hilang dan masih dicari. sekitar pukul 16. sebanyak 172 orang. Pangandaran. Jawa Tengah. Beberapa saat setelah guncangan gempa. serta Kebumen. yakni Cimerak. Jumlah korban tewas di Kabupaten Cilacap tercatat 68 orang. Data tersebut diperoleh dari Pusat Penanggulangan Bencana yang berlokasi di kantor Kepala Desa Pangandaran. Karapiak. Parigi. Begitu gempa mengguncang. Sebagian besar korban tewas ditemukan di semak-semak atau tertindih reruntuhan bangunan. Kabupaten Ciamis.15 WIB. ribuan warga di pantai selatan itu panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke kawasan yang lebih tinggi. yang penting selamat. ombak besar setinggi tiga meter menyapu pantai selatan sampai sejauh tiga kilometer dari bibir pantai Pangandaran. Bencana Alam Gempa dan Tsunami di Pangandaran Jawa Barat . dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Banyak rumah yang ditinggalkan tanpa dikunci. Daerah terparah dihantam tsunami itu adalah Pangandaran di Jabar. Para korban dievakuasi ke kantor Kepala Desa Pangandaran. Cilacap. Kabupaten Kebumen 39 dan Kabupaten Bantul 2. Di tempat itu sanak saudara dari korban diperkenankan membawa jenazah keluarganya pulang setelah proses identifikasi selesai. Cilacap. dan Kali Pucang. Di ketiga daerah itu ratusan rumah roboh diterjang gelombang tinggi. Idamulya. sehingga korban tewas diperkirakan bertambah. dan Kebumen di Jateng. Jumlah korban tewas terbanyak di kawasan Pangandaran. Senin (17/7) sore. proses evakuasi korban terus dilakukan oleh sekitar 1. Teriakan ketakutan terdengar di sana-sini. Dari Pangandaran dilaporkan.Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Pangandaran Jawa Barat [PANGANDARAN] Sampai pukul 11. seperti perbukitan. Para korban berasal dari enam kecamatan.00 WIB Selasa (18/7) tercatat 281 orang tewas akibat gempa disusul tsunami di wilayah pantai selatan Jawa Barat.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->