Anda di halaman 1dari 4

CARA MEMATIKAN FUNGSI AUTOPLAY

Cara Pertama
Ketika menancapkan removable media anda seperti flashdisk, cd audio dalam USB atau CD ROM, anda hanya harus
menekan tombol SHIFT sementara waktu sekitar 10 - 20 detik. Dengan perlakuan ini, komputer tidak menjalankan
file autorun.inf yang ada di dalam flashdisk atau removable media lainnya. Sehingga viruspun tidak menyebar.
Kemudian anda tinggal men-scan isi flashdisk anda tadi dengan antivirus favorit anda.

Cara Kedua
Menghilangkan fungsi Auto Run/ Auto Play :
- run “gpedit.msc”
- klik Administrative Templates di bawah Computer Configuration
- klik System
- klik Turn Off Auto Play
- pilih Enabled
- kebawah pilih All Drive
- OK
- masih di Group Policy
- klik Administrative Templates di bawah User Configuration
- klik System
- klik Turn Off Auto Play
- pilih Enabled
- kebawah pilih All Drive
- OK
- tutup, restart

Cara lain yang cukup efektif antara lain adalah dengan mengaktifkan user Guest dan selalu login dengan user guest
tersebut. Dengan user Guest maka secara tidak langsung kita akan mematikan fungsi registry. Virus akan selalu
manginfeksi file registry ini dan merubah value di dalamnya. Bila ingin menginstall software baru maka kita cukup
menggunakan “Run As” Administrator dari user guest. Dan yang terakhir adalah selalu mengupdate anti virus secara
rutin.

Cara mengaktifkan autoplay kembali

- klik start-Run, ketik gpedit.msc [Enter]


- Klik 2x Administrative templates-system
- Klik kanan-Properties pada Turn off Autoplay
- Turn Off Auto Play on (pilih All Drive)
- pilih disable atau not configured, ok, restart.

**

CARA MENGAMANKAN KOMPUTER DARI VIRUS AUTORUN

Virus komputer dikembangkan dengan bahasa pemrograman yang intinya akan mengganggu aktivitas penggunaan
komputer dari hal yang tidak merusak sampai tingkat kerusakan memformat data. Salah satu cara masuknya virus
adalah dengan memanfaatkan celah autorun dari floppy, ODD (Optical Disc Drive), atau removable disk pada
windows. Untuk mengatasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan trik-trik tertentu.

Jenis-jenis virus berdasarkan klasifikasi cara masuknya ke dalam komputer dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
• Virus autoinfected yaitu virus yang segera aktif masuk ke dalam komputer hanya dengan mencolokkan
flashdisk atau card reader. Contoh jenis virus ini adalah aksika, rontok bro, montox bro, blue fantasy dan
jenis virus yang lainnya.
• Virus non autoinfected yaitu virus yang segera aktif masuk ke dalam komputer ketika file bervirus diklik.
contoh virus ini adalah kspoold.
Dari kedua jenis virus ini yang sering tidak kita sadari bahwa virus telah masuk ke dalam komputer adalah virus
autoinfected.

Trik-trik yang dapat digunakan untuk adalah dengan sebagai berikut :


• Membuat file autorun.inf ke dalam media penyimpanan seperti flashdisk, memory Card dan removable disk
lainnya. Dengan melakukan ini ketika flashdisk dicolokkan ke komputer yang bervirus maka file autorun.inf
akan dimasukkan ke dalam flashdisk. Namun karena di dalam flashdisk yang sudah ada file autorun.inf maka
akan ada konfirmasi untuk replace autorun.inf dari komputer yang bervirus ke dalam flashdisk. maka kita
pilih aja No. artinya file autorun.inf virus tidak akan bisa masuk ke flashdisk.
Untuk membuat file Autorun.inf maka ketikan perintah sebagai berikut di
dalam notepad:
[autorun]
open=autorun.exe
icon=autorun.ico

kemudian simpan dengan nama autorun.inf pada file name dan pilih save as
type all files
autorun.exe ini dapat kita ganti dengan program yang berekstensi.exe dan
kita rename jadi autorun.exe

Untuk mengamankan komputer dari serangan virus autoinfected ini, maka software yang dpat digunakan adalah
software tweakui. software ini dapat di download pada link berikut : tweakui.rar kemudian ekstrak dengan
menggunakan winRAR. kemudian bukalah program tweakuinya dan hilangkan conteng pada Drives dan Typenya

**
MENDETEKSI VIRUS DARI FLASHDISK

Ada tidaknya virus pada PC bisa dideteksi dengan aplikasi virus portable yang ada di flash disk (UFD). Berguna untuk
mengamankan UFD dari virus dan membasmi virus.

Komputer bisa terinfeksi virus lewat USB flash disk (UFD). Tapi, dari mana virus di UFD itu berasal. Dari komputer
yang sudah terinfeksi, tentunya. Contohnya komputer-komputer di warnet-warnet. Jadi, cegah juga masuknya virus
ke dalam UFD. Caranya adalah dengan memindai komputer yang hendak dicoloki UFD.

Kita bisa menjalankan antivirus yang portable—antivirus yang disimpan di UFD, tak perlu diinstal di komputer untuk
bisa berjalan. Dengan antivirus itu, komputer akan dipindai. Hmm… memang, tidak butuh waktu yang sedikit, apalgi
kalau komputer memiliki file yang sangat banyak. Tetapi, memang seperti itulah kenyataan dalam dunia TI—
kenyamanan berbanding terbalik dengan keamanan.

Yang kita butuhkan adalah antivirus portable, seperti AntivirX, ClamWin yang bisa diunduh dari www.clamwin.com.
Kita juga perlu membuat sebuah file yang jalan otomatis ketika UFD dicolok. File itu akan menjalankan antivirus yang
ada di UFD. Ini mirip dengan file jalan otomatis yang sering terdapat pada CD instalasi program. Buka Notepad dan
ketikkan baris-baris perintah berikut ini.

[autorun]
Open=antivirus.exe
Action=Open Anti Virus Portable!
Icon=icon.ico
Label=Your_Name
Kalau sudah, simpan dengan nama autorun.inf. Agar tidak jadi file TXT, ubah Save as Type menjadi [All Files].
Berikut ini adalah penjelasan ringkas mengenai perintah-perintah dalam file autorun.inf tadi.
Perintah "Open" adalah perintah untuk membuka antivirus tersebut. Perintah Open diikuti dengan file yang
menjalankan antivirus. Jadi, ganti "antivirus.exe" di perintah itu dengan nama file antivirus yang digunakan. Misalnya,
nama file antivirusnya "antivirx.exe" maka perintah tersebut menjadi "Open=clamwin.exe". Nah, kalau file itu berada
di dalam folder lain—misalnya folder AntivirX 1.0, perintah itu berubah menjadi "Open=AntivirX 1.0-clamwin.exe".

Perintah "Action"berguna untuk menampilkan kalimat pada kotak dialog ketika antivirus akan dijalankan. Kalimat
yang mengikuti perintah ini boleh diganti dengan kata-kata lain.

Perintah "Icon" berfungsi untuk mengganti ikon standar UFD yang tampil pada Windows Explorer. Enggak ada fungsi
khusus yang berkaitan dengan antivirus, ikon itu cuma mempercantik saja. Tentu saja file ikon harus ada juga di
UFD.
Nama file yang pada contoh "icon.ico" diganti sesuai dengan nama file ikon yang digunakan.

Terakhir, perintah "Label" berfungsi ntuk memberikan nama dari pada UFD. Sama seperti perintah "Icon", perintah
ini juga enggak ada hubungannya dengan usaha pencegahan masuknya virus.

Atribut file autorun.inf itu baiknya dibuat menjadi "Read-Only"–cuma bisa dibaca, tidak bisa diubah-ubah. Kalau
tidak bisa diubah, berarti virus tidak akan bisa memodifikasi file tersebut. Caranya begini, klik kanan file itu, lalu
klik [Properties]. Pada bagian Attributes, beri tanda centang pada [Read-Only].

Berikut ini adalah penggunaan UFD untuk mendeteksi virus yang ada pada komputer.
1. Masukkan UFD namun jangan membuka flash disk pada komputer. UFD belum dibuka, virus dalam komputer tidak
akan masuk ke dalam flash disk atau sebaliknya.
2. Jalankan fungsi jalan otomatis dengan mengklik tombol [OK] pada kotak dialog yang muncul. Antivirus portabel
yang ada pada UFD akan berjalan.
3. Scan virus pada komputer, khususnya pada C:-Windows-System32.
4. Kalau ada antivirus melaporkan adanya virus, jangan ragu, komputer itu memang bervirus.
5. Selanjutnya silakan bersihkan komputer itu. Kalau tidak, yah cabut saja buru-buru UFD yang dicolok.

*Caption:*
1. File autorun.inf yang akan menjalankan antivirus secara otomatis berisi baris-baris perintah seperti tampak pada
gambar.
2. Ketika dijalankan, muncul sebuah pilihan dengan teks seperti yang dimasukkan pada baris perintah "Action". Pilih
itu dan klik [OK].

*Anti Virus :*
kitapun dapat mengcounter virus2 yg masuk dengan memakai pirantiprogram Anti virus yg banyak dipasaran , sebut
saja:

Norton ( berbagai tipe)


Kaspersky ( berbagai tipe )
Symantec ..( Paling banya versi'nya )

yg paling umum dipakai oleh sebagian user adalah AVG . Akan lebih baik jika kita mempunyai program Anti Virus ,
sebaiknya (kalobisa) setiap hari kita Meng'UP-DATE'nya agar supaya program yg kita punyai senantiasa mengikuti
perkembangan virus yg ada diluar Network .

**
MEMBERSIHKAN VIRUS KSPOOLD

Virus Kspoold merupakan salah satu virus baru yang sangat cepat peredarannya. Hal ini diakibatkan penggunaan
flashdisk sebagai media penyimpan file sementara. Dengan flashdisk kita akan mudah memindahkan banyak file.
Resikonya adalah penyebaran virus.

Seringkali pengguna komputer membuka file tanpa memperhatikan jenis file tersebut. Karena virus kspoold ini
mengubah file dokumen menjadi aplikasi. Sepertinya virus ini menyebar tanpa harus mengklik file yang terkena virus
tersebut. Karena ini merupakan pengalaman pribadi.
Flashdisk yang bersih dari virus, begitu ditancapkan ke port USB komputer yang terkena virus. Maka, berubahlah
semua file dokumen menjadi aplikasi. Baik yang berakhiran .doc maupun .xls. Wah sempat bingung juga.

Tapi karena sudah pengalaman, file dokumen tersebut dibuka lalu disimpan dengan ekstensi yang berbeda. Seperti
file format .doc kita save as .rtf, untuk format .xls bisa kita simpan dalam format .xml spreadsheet. Tapi format
.xml ini hanya bisa dibuka di office 2003.

Kalau dibuka di office sebelumnya, yang muncul hanya kode html saja. Tapi akhirnya saya cari juga di internet cara
membersihkan virus ini. Dari salah satu blog, didapat caranya, sebagai berikut.

1. Jangan bersihkan virus tersebut menggunakan antivirus terlebih dahulu, karena semua file yang terinfeksi akan
dihapus (delete).

2. Langkah awal, kita harus mematikan proses virus yang sedang aktif tersebut kemudian “merekonstruksi” file yang
sudah berubah jadi exe tersebut menjadi file dokumen seperti semula.

3. Cek file dokumen yang ada di komputer, doc, xls, mdf, ldf, dbf). Apabila semua bertype application, berarti
komputer memang bervirus.

4. Jalankan command prompt, dengan cara klik start - run, ketik cmd - enter, ketik services.msc. Lihat, apakah ada
service Kprintspooler?

5. Buka windows explorer, cek file kspoold.exe apakah ada di c:\windows\system32\ (kalau ada berarti positif
terkena virus).

5 point diatas menunjukkan ciri-ciri komputer terkena virus kspoold. Sekarang proses menghilangkan virusnya.

1. Matikan proses virusnya di service windows caranya :


- Matikan/disable antivirus anda
- Jalankan command prompt, dengan cara klik start - run, ketik cmd - enter,
- ketik services.msc.
- cari service dengan nama kprintspooler, matikan
- klik dua kali kprintspooler, pilih stop,
- kemudian di startup type-nya pilih disable.

2. Hapus file kspoold.exe di c:\windows\system32\


- Kalau tidak bisa dihapus, ubah ekstensi file nya menjadi yang lain, misalnya kspoold.exx, kemudian hapus.

3. Proses sudah dihapus dan file infektor nya juga sudah dibuang
- Restart komputer Anda.

4. Aktifkan antivirus Anda, lakukan update virus definitions-nya.

Selesai, sekarang biarkan antivirus yang bekerja. Hati-hati dengan file-file yang sudah terinfeksi. Jangan biarkan
antivirus Anda menghapusnya. Saya sudah coba menggunakan Norton antivirus, ternyata begitu virus terdeteksi,
langsung dihapus. Berbeda dengan AVG yang meminta konfirmasi dahulu.