UU No.

28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
OKTOBER 17, 2009
tags: apbd, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, desentralisasi fiskal, PAD, Pajak Air Permukaan, Pajak Bahan Bakar Kenderaan Bermotor, Pajak Daerah, Pajak Kenderaan Bermotor, Pajak Rokok,Perda, Retribusi Daerah, tarif, UU No. 28/2009, UU PDRD oleh syukriy

Pokok-Pokok Pengaturan Undang-Undang No. 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pada tanggal 18 Agustus 2009, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah menyetujui dan mengesahkan Rancangan Undang-undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (RUU PDRD) menjadi Undang-undang, sebagai pengganti dari Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 dan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000. Pengesahan Undang-undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRD) ini sangat strategis dan mendasar di bidang desentralisasi fiskal, karena terdapat perubahan kebijakan yang cukup fundamental dalam penataan kembali hubungan keuangan antara Pusat dan Daerah. Undang-undang yang baru ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2010. UU PDRD ini mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Memberikan kewenangan yang lebih besar kepada daerah dalam perpajakan dan retribusi sejalan dengan semakin besarnya tanggung jawab Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. 2. Meningkatkan akuntabilitas daerah dalam penyediaan layanan dan penyelenggaraan pemerintahan dan sekaligus memperkuat otonomi daerah. 3. Memberikan kepastian bagi dunia usaha mengenai jenis-jenis pungutan daerah dan sekaligus memperkuat dasar hukum pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah. Ada beberapa prinsip pengaturan pajak daerah dan retribusi daerah yang dipergunakan dalam penyusunan UU ini, yaitu: 1. Pemberian kewenangan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah tidak terlalu membebani rakyat dan relatif netral terhadap fiskal nasional. 2. Jenis pajak dan retribusi yang dapat dipungut oleh daerah hanya yang ditetapkan dalam Undang-undang (Closed-List). 3. Pemberian kewenangan kepada daerah untuk menetapkan tarif pajak daerah dalam batas tarif minimum dan maksimum yang ditetapkan dalam Undang-undang. 4. Pemerintah daerah dapat tidak memungut jenis pajak dan retribusi yang tercantum dalam undang-undang sesuai kebijakan pemerintahan daerah. 5. Pengawasan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah dilakukan secara preventif dankorektif. Rancangan Peraturan Daerah yang mengatur pajak dan retribusi harus mendapat persetujuan Pemerintah sebelum ditetapkan menjadi Perda. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dikenakan sanksi. Materi yang diatur dalam UU PDRD yang disahkan hari ini adalah sebagai berikut: 1. Penambahan jenis pajak daerah Terdapat penambahan 4 jenis pajak daerah, yaitu 1 jenis pajak provinsi dan 3 jenis pajak kabupaten/kota. Dengan tambahan tersebut, secara keseluruhan terdapat 16 jenis pajak daerah, yaitu 5 jenis pajak provinsi dan 11 jenis pajak kabupaten/kota. Jenis pajak provinsi yang baru adalah Pajak Rokok, sedangkan 3 jenis pajak kabupaten/kota yang baru adalah PBB Perdesaan dan Perkotaan, BPHTB, dan Pajak Sarang Burung Walet. Sebagai catatan, untuk

Pajak Sarang Burung Walet Pajak Sarang Burung Walet merupakan jenis pajak daerah baru. retribusi jasa usaha. c. namun seluruh hasilnya diserahkan kepada daerah. Dengan pengendalian ini. secara keseluruhan terdapat 30 jenis retribusi yang dapat dipungut oleh daerah yang dikelompokkan ke dalam 3 golongan retribusi. Hasil penerimaan Pajak Rokok tersebut sebesar 70% dibagihasilkan kepada kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan. Untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. dan pertambangan masih merupakan pajak pusat. maka penerimaan jenis pajak ini akan diperhitungkan sebagai pendapatan asli daerah (PAD). PBB Perdesaan dan Perkotaan Selama ini PBB merupakan pajak pusat. Penetapan BPHTB sebagai pajak daerah akan meningkatkan PAD. tarif retribusi pengendalian menara . sehingga penggunaannya tidak merugikan masyarakat. namun hampir seluruh penerimaannya diserahkan kepada daerah. dan Retribusi Izin Usaha Perikanan. yaitu retribusi jasa umum. a. d. Dengan dijadikannya PBB Perdesaan dan Perkotaan menjadi pajak daerah. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. Dengan penambahan ini. b. Bagi daerah yang memiliki potensi sarang burung walet yang besar akan dapat meningkatkan PAD. penyediaan sarana umum yang memadai bagi perokok (smoking area). Untuk menjamin agar pungutan daerah tidak berlebihan. BPHTB dialihkan menjadi pajak daerah. Penambahan Jenis Retribusi Daerah Terdapat penambahan 4 jenis retribusi daerah. Pajak Rokok Pajak Rokok dikenakan atas cukai rokok yang ditetapkan oleh Pemerintah. alat ukur. Untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. namun diperkirakan pengenaan Pajak Rokok tidak terlalu membebani masyarakat karena rokok bukan merupakan barang kebutuhan pokok dan bahkan pada tingkat tertentu konsumsinya perlu dikendalikan. keamanan dan keselamatan. yang dapat dipungut oleh daerah untuk memperoleh manfaat ekonomis dari keberadaan dan perkembangan sarang burung walet di wilayahnya.kabupaten/kota ada penambahan 1 jenis pajak yaitu Pajak Air Tanah yang sebelumnya merupakan pajak provinsi. dan iklan layanan masyarakat mengenai bahaya merokok) serta penegakan hukum (pemberantasan peredaran rokok ilegal dan penegakan aturan mengenai larangan merokok). Selain itu. Di pihak lain. pengenaan pajak ini tidak terlalu berdampak pada industri rokok karena beban Pajak Rokok akan disesuaikan dengan kebijakan strategis di bidang cukai nasional dan besarannya disesuaikan dengan daya pikul industri rokok mengikuti natural growth (pertumbuhan alamiah) dari industri tersebut. yaitu Retribusi Tera/ Tera Ulang. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi Pengenaan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi ditujukan untuk meningkatkan pelayanan dan pengendalian daerah terhadap pembangunan dan pemeliharaan menara telekomunikasi. Dengan pengendalian tersebut. timbang. perhutanan. Walaupun pajak ini merupakan jenis pajak baru. Retribusi Tera/Tera Ulang Pengenaan Retribusi Tera/Tera Ulang dimaksudkan untuk membiayai fungsi pengendalian terhadap penggunaan alat ukur. Retribusi Pelayanan Pendidikan. keberadaan menara telekomunikasi akan memenuhi aspek tata ruang. dan perlengkapannya oleh masyarakat. takar. a. keindahan dan sekaligus memberikan kepastian bagi pengusaha. khusus PBB sektor perdesaan dan perkotaan dialihkan menjadi pajak daerah. b. penerimaan Pajak Rokok dialokasikan minimal 50% untuk mendanai pelayanan kesehatan (pembangunan/pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana unit pelayanan kesehatan. takar. 2. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Selama ini BPHTB merupakan pajak pusat. dan timbang akan berfungsi dengan baik. kegiatan memasyarakatkan tentang bahaya merokok. dan retribusi perizinan tertentu. Sedangkan PBB sektor perkebunan.

penghematan energi. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor: Provinsi 70%. termasuk katering/jasa boga. Retribusi Izin Usaha Perikanan Pengenaan Retribusi Izin Usaha Perikanan tidak akan memberikan beban tambahan bagi masyarakat. Perluasan Basis Pajak Daerah Perluasan basis pajak daerah. Perluasan Basis Retribusi Daerah Perluasan basis retribusi daerah dilakukan dengan mengoptimalkan pengenaan Retribusi Izin Gangguan. 3. Kab/Kot 70%. dan 3. 2. 6. 7. mencakup seluruh persewaan di hotel. dengan proporsi sebagai berikut: 1. 3. serta Retribusi Pemeriksaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Pajak Air Permukaan: Provinsi 50%. karena selama ini jenis retribusi tersebut telah dipungut oleh sejumlah daerah sesuai dengan kewenangannya. 4. antara lain adalah: 1. 3. di luar pendidikan dasar dan menengah. pajak provinsi dibagihasilkan kepada kabupaten/kota. dinaikkan dari 5% menjadi 10%. Tarif maksimum Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Tarif maksimum Pajak Kendaraan Bermotor. 2. seperti pendidikan dan pelatihan untuk keahlian khusus yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dapat dikenakan pungutan dan hasilnya digunakan untuk membiayai kesinambungan dan peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dimaksud. 5. 4. antara lain: 1. tarif maksimum beberapa jenis pajak daerah dinaikkan. dinaikkan dari 5% menjadi 10%. termasuk kendaraan pemerintah 2. Tarif maksimum Pajak Parkir. Kenaikan Tarif Maksimum Pajak Daerah Untuk memberi ruang gerak bagi daerah mengatur sistem perpajakannya dalam rangka peningkatan pendapatan dan peningkatan kualitas pelayanan. Sebagaimana halnya dengan jenis retribusi lainnya. Pajak Kenderaan Bermotor: Provinsi 70%. Pajak Bahan Bakar Kend. d. PKB dan BBNKB. 5. Earmarking Untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara bertahap dan terus menerus dan sekaligus . sehingga mencakup berbagai retribusi yang berkaitan dengan lingkungan yang selama ini telah dipungut. Kab/Kot 70%. seperti Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. Tarif maksimum Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (sebelumnya Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C). Kab/Kot 30%. c. Bagi Hasil Pajak Provinsi Dalam rangka pemerataan pembangunan dan peningkatan kemampuan keuangan kabupaten/kota dalam membiayai fungsi pelayanan kepada masyarakat. Khusus untuk kendaraan pribadi dapat diterapkan tarif progresif. Kab/Kot 30%. Retribusi Pelayanan Pendidikan Pengenaan retribusi pelayanan pendidikan dimaksudkan agar pelayanan pendidikan. Pajak Hotel. pemungutan Retribusi Izin Usaha Perikanan dimaksudkan agar pelayanan dan pengendalian kegiatan di bidang perikanan dapat terlaksana secara terus menerus dengan kualitas yang lebih baik. 5.telekomunikasi dirumuskan sedemikian rupa sehingga tidak melampaui 2% dari Nilai Jual Objek Pajak PBB menara telekomunikasi. Bermotor: Provinsi 30%. Pajak Restoran. dan pelestarian/perbaikan lingkungan. Retribusi AMDAL. Pajak Rokok: Provinsi 30%. tarif dapat ditetapkan lebih rendah. Khusus untuk kendaraan angkutan umum. dinaikkan dari 10% menjadi 20%. dinaikkan dari 20% menjadi 25%. dinaikkan dari 20% menjadi 30%. Kab/Kot 50%. Tarif maksimum Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. 4.

menciptakan good governance dan clean government. y 50% dari penerimaan pajak rokok dialokasikan untuk mendanai pelayanan kesehatan dan penegakan hukum. Berkaitan dengan itu. serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak. 02/12/2010 10:53 WIB DPRD DKI Setuju Pajak Warteg Demi Keadilan Hery Winarno . hal ini berdasarkan pendapatan pajak daerah DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Sani ini membandingkan semua restoran yang semuanya terkena pajak. langsung menjadi kontroversi. Asas keadilan menjadi alasan. Pajak Warteg Diatur dalam UU No 28/2009 Kamis. Padahal dari segi . sedang tahun ini Rp800 miliar. Rencana kebijakan ini memiliki payung hukum yang jelas." pungkasnya. diharapkan struktur APBD menjadi lebih baik. Diperkirakan. Pengaturanearmarking tersebut adalah: y 10% dari penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor wajib dialokasikan untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan. y Sebagian penerimaan pajak penerangan jalan digunakan untuk penyediaan penerangan jalan." kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana saat berbincang dengan detikcom. Menurut Iwan. pendapatan penyedia jasa makanan dan minuman terus meningkat. "Pendapatan pajak dari rumah makan di Jakarta mengalami peningkatan.detikNews Jakarta .´ ujarnya kepada okezone di Jakarta. Kamis (2/12/2010). 2 Desember 2010 . Saat ini Pemprov DKI sedang melakukan pendataan terhadap jasa penyedia makanan dan minuman yang ada di Jakarta.Okezone Ilustrasi (Foto: Koran SI) JAKARTA . "Ya sebenarnya untuk asas keadilan. penerapan pajak untuk warung Tegal dan sejenisnya akan berlaku mulai awal tahun depan. Dengan penetapan UU PDRD ini. serta peningkatan sarana transportasi umum.18:14 wib Sugito Halim . pada 2009 pajak yang masuk Rp650 miliar. DPRD DKI Jakarta setuju dengan aturan baru itu. Kamis (2/12/2010).Pemerintah Provinsi DKI tidak begitu saja akan menerapkan kebijakan pajak untuk warung Tegal. iklim investasi di daerah menjadi lebih kondusif karena Perda-Perda pungutan daerah yang membebani masyarakat secara berlebihan dapat dihindari. warung Tegal ataupun rumah makan Padang yang banyak dijumpai di Jakarta bisa saja dikenakan pajak.(ful) detikNews » Berita Kamis. dan selama ini tidak kena pajak. karena warteg juga ada yang omsetnya besar.Kebijakan baru Pemprov DKI Jakarta yang bakal menarik pajak dari warung tegal alias warteg. penerimaan beberapa jenis pajak daerah wajib dialokasikan (di-earmark) untuk mendanai pembangunan sarana dan prasarana yang secara langsung dapat dinikmati oleh pembayar pajak dan seluruh masyarakat. Kepala Dinas Perpajakan DKI Iwan Setiawandi menjelaskan pajak restoran berlaku terhadap perusahaan atau pribadi yang menyediakan jual beli makanan dan minuman dengan omset lebih dari Rp60 juta per tahun. ³Hal tersebut sesuai dengan UU nomor 28/2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Sani pun meminta agar Pemprov DKI Jakarta menyosialisasikan terlebih dulu kebijakan baru ini." kata Kepala Dinas Pelayanan Pajak Pemprov DKI. masih menunggu legislasi untuk membahas. Lebih cepat lebih baik. Kalau target sih inginnya sebelum 2012. disebutkan toleransi dari pajak restoran termasuk warung berlaku 2 tahun yakni hingga 2012. Dalam aturan itu." tutup Iwan. "Dewan yang harus membuat agenda. Sekarang ini. aturan baru ini diatur dalam Perda Pajak Restoran yang baru-baru ini diselesaikan oleh DPRD DKI Jakarta. Karena itulah. "Selama ini pajak restoran 10 persen sudah jalan. Dalam UU No 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Namun karena Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menunda meneken raperdanya. Sani mengatakan. kafetaria. belum ada diskusi apa-apa terkait standar minumum wajib pajak. 05/01/2011 19:48 WIB Aturan Pajak Warteg di DKI Diharapkan Rampung Sebelum 2012 Nurvita Indarini . (ken/fay) detikNews » Berita Rabu.Warung penyedia jasa boga. Bedanya di aturan yang dulu." kata politisi asal PKS ini. . "Disosialisasikan dulu saja. "Ini masih di Dewan.detikNews Jakarta . dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering. Rabu (5/1/2011)." terang Iwan. warung padang akan kena sepanjang penuhi syaratnya. menurut Iwan." katanya. Iwan Setiawandi. restoran adalah fasilitas tempat menyantap makanan dan minuman. dengan omzet tertentu rencananya dikenai pajak restoran mulai 2011 ini. Dia menambahkan. Pemprov DKI Jakarta juga akan membuat Pergub untuk khusus mengatur soal pajak warteg ini. Perda tersebut merupakan turunan dari UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. seperi warteg. tidak menyebut warung. maka pajak ini tidak bisa dipungut. Mudah-mudahan saat pembahasan nanti semua pihak terkait berkenan mendengarkannya sehingga menjadi jelas. Sebab beberapa waktu lalu Fauzi Bowo menyampaikan kembali draf raperda ke Dewan. Sementara definisi restoran di aturan yang baru termasuk warung juga. mau warung tegal. Aturan pajak untuk warteg ini bakal tercantum dalam Perda Pajak Restoran yang saat ini sudah selesai dibahas di DPRD DKI Jakarta. Diharapkan sebelum 2012 sudah rampung. bisa saja ada restoran yang lebih sedikit omzetnya dari warteg-warteg tertentu. warteg masuk dalam syarat-syarat usaha yang wajib terkena pajak. "Tapi yang namanya restoran. bar. warteg yang termasuk kategori warung penyedia makanan dengan ketentuan tertentu (standar minimum wajib pajaknya belum dibahas) juga dikenai pajak. maka perlu pengkajian lebih lanjut. Rencananya. kecil pun mereka kena pajak dengan batasan omzet. yang mencakup juga rumah makan. Pajak restoran yang akan dikenakan kepada warteg tertuang dalam raperda yang berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 22 dan 23 UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang menjadi payung hukum bagi Pemprov DKI Jakarta mengenakan pajak restoran sebesar 10 persen untuk warung penyedia jasa boga. Berikut bunyi pasal 22 dan 23 UU No 28/2009 tentang Pajak Daerah: Pasal 22 Pajak Restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh restoran. ini jadi adil. Sedang pasal 23 berbuyi restoran adalah fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran. Apabila perda tersebut belum disiapkan Pemda. Namun perda tersebut belum disahkan.omzet. warung. kantin. Dalam pasal 22 berbunyi pajak restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh restoran.

³Unlike other standard foods stalls.´ he says. including the quantity of rice that comes with each meal guarantees that he constantly goes home full. (vit/lrn) The Phenomenon of Taxed Warteg Posted by nuri on Dec 10. Many wartegs in Jakarta serve Javanese dishes such as fried and grilled chicken. the far more common ones usually have a greater option of food and are cleaner. yang mencakup juga rumah makan. who functions in Tebet. While he enjoys eating at fast-food retailers or ³fancier Indonesian restaurants´ together with his pals.Pasal 23 Restoran adalah fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran. But subsequent the general public outcry.financialnewsagency. a freelance music engineer.´ he says.´ (actually Tegal store). bar. ³I¶d be broke if I did that every day. also as eating places. Jakarta Governor Fauzi Bowo agreed to postpone the brand new tax indefinitely. kafetaria.´ he provides. but there¶s something about these casual. ³It¶s not that they¶ve the tastiest food. ³Eating at a warteg just isn¶t about consuming scrumptious food. agrees that it is the value that keeps him a warteg normal. ³I do not wish to create a choice that hurts the little individuals. tempeh. dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering.70). including that his invoice to get a meal at a warteg is typically much less than Rp 15. The meals typically comes in large portions. kantin. needless to say.´ he says. cafes.´ With low-cost prices the principal draw for customers.´ the governor mentioned. bars and small catering companies. . In contrast to the occasionally impersonal expertise of consuming at a restaurant. and. Nuvish Aditya. I¶d say that wartegs are the best for me. ³I want the policy to be reviewed prior to imposing it. warteg meals is a weekly staple.org/the-phenomenon-of-taxed-warteg/456312. last week¶s announcement that the Jakarta administration planned to impose a 10 percent tax on foods stalls within the capital had each warteg proprietors and their loyal consumers apprehensive. and the prices are low. Warteg is brief for ³warung Tegal. 2010 | 3 Comments http://www. home-cooked food. is an additional warteg fan whose meals spending budget is hardly ever in accordance together with his big urge for food. as well as the stalls are a widespread sight in most cities. It was introduced the tax would apply to any warteg with annual income of Rp 60 million or a lot more.´ Burhanudin. and says it is the reduced prices that maintain him coming back. rice. fish. you are able to locate plenty of diverse dishes at cost-effective costs.000 ($1. with Jakarta being no exception. who functions at a store within the capital. Budi Indrawan. ³If I were wealthy I would certainly eat at malls or fancy restaurants where they serve super-expensive and tasty foods. whose task like a Jakarta taxi driver keeps him on the move all day. warung. he says eating at this kind of establishments on the normal basis would not be financially possible. eats at wartegs around twice per week. It¶s just about filling your belly. ³But right now. but it is not clear whether men and women from Tegal. The food is frequently ready and served by women whom customers refer to as mbok (sister) or ibu (mom).´ he says. Eating at even probably the most modest mall food court would be a minimum of twice as high-priced. Maryono.For thousands and thousands of low-income men and women.html That humble species of eatery identified because the warteg may possibly not be known for gourmand cuisine or even cleanliness. affordable foods stalls that keeps clients coming again time and time again. says he often tries to discover a warteg for lunch or dinner. Burhanudin says that while the taste with the food in the distinct wartegs in the city is basically the same. tofu and greens. South Jakarta. a tiny city in Central Java. were truly the very first ones to begin working this kind of meals stalls. a meal at a warteg can really feel quite much like a family affair. Many individuals get pleasure from the homey environment of wartegs and also the notion that they¶re consuming familiar. it is simply since they are cheap.

Unlike the sometimes impersonal experience of eating at a restaurant. and the stalls are a common sight in most cities. lured in not only by the cheap food. most locals are used to eating at dodgy meals stalls and carts by the facet of the road.´ ³For big guys like me. For millions of low-income people. but also by the homey atmosphere. a 32-year-old revenue promotion woman here.´ The Wonders of the Indonesian Warteg Tasa Nugraza Barley & Marcel Thee | December 09. After all.thejakartaglobe. ³Sometimes I do go property having a stomach ache.´ Fani says. . says she usually will get stared at and chatted up at her regular warteg because of your way she has to dress for her job. inexpensive food stalls that keeps customers coming back time and time again. homecooked food. but there is something about these informal. The food is often prepared and served by women whom customers refer to as mbok (sister) or ibu (mother). jokingly patting his belly. ³You know how dirty they largely are. ³And when you are at that acquainted location. being served acquainted food. However. mulia (wonderful) and murus (diarrhea) ± a humorous reference to your questionable cleanliness of many such institutions. He provides that each and every warteg lover ultimately builds up some thing akin to an immunity to ³dirty meals. 2010 http://www. ³But it has always been very gentle. informal eateries several times a week. she provides.´ which stands for: murah (inexpensive). and has but to suffer any serious gastric issues. says she prefers likely to wartegs simply because of what she calls her ³3M rule. warteg food is a weekly staple. a meal at a warteg can feel very much like a family affair. Fani Tiara.´ Doni says he¶s been consuming at a warteg near his workplace regularly for the past 5 years. with Jakarta being no exception. although you¶ve to shell out for it.He loves the truth that at a warteg you are assured ³a towering mound of rice.´ Warteg lovers are also willing to miss the establishments¶ sometimes seeming disregard for hygiene.´ Rani.´ Rani says. bacteria. ³Not to sound as well melodramatic. they¶ll tell you. it is a comforting feeling. because she is aware of the owners. due to the fact of how inexpensive the foods is.´ he says. Doni Kuswandi.com/food/the-wonders-of-the-indonesian-warteg/410804 (JG Photo/Safir Makki) Wartegs serve up a wide variety of home-style dishes at very low prices. a sales officer in the city. ³And simply because I have to consume lunch and dinner outside as a result of my working hours. but occasionally being in the location that is familiar assists you cope using the stresses of your position. a 17-year-old pupil.´ he says. an elderly married couple. Many people eat at these small. with flies hovering over many of the dishes. But you still go anyway. He considers it proof of his immunity to poorly made food. it is difficult for me to eat at eating places or meals courts all of the time. But it is all really worth it. wartegs would be the reply.infested warteg foods has been recognized to conquer even the strongest abdomen. like previous males flirting with you. y 1 That humble species of eatery known as the warteg may not be known for gourmet cuisine or even cleanliness. Many people enjoy the homey atmosphere of wartegs and the notion that they are eating familiar. says you simply have to ³go for it´ when eating at a warteg.

But following the public outcry.´ he says. Budi Indrawan. but it¶s not clear whether people from Tegal. ³Unlike other traditional food stalls. ³I want the policy to be reviewed before imposing it.´ he says.´ he says.´ Warteg enthusiasts are also willing to overlook the establishments¶ sometimes seeming disregard for hygiene. Warteg is short for ³warung Tegal. as well as restaurants. After all.000 ($1.´ Burhanudin. It¶s simply about filling your stomach. and. South Jakarta. Maryono. However. agrees that it is the price that keeps him a warteg regular. a 17-year-old student. Burhanudin says that while the taste of the food at the different wartegs in the city is basically the same. Dining at even the most modest mall food court would be at least twice as expensive. who works in Tebet. ³Eating at a warteg is not about eating delicious food. a small city in Central Java. ³It¶s not that they have the tastiest food.Many wartegs in Jakarta serve Javanese dishes such as fried and grilled chicken. ³I don¶t want to make a decision that hurts the little people. adding that the amount of rice that comes with each meal guarantees that he always goes home full. wartegs are the answer. is another warteg fan whose food budget is rarely in accordance with his large appetite.infested warteg food has been known to conquer even the strongest stomach. tofu and vegetables. were actually the first ones to start running such food stalls. eats at wartegs around twice a week. bars and small catering businesses. It was announced that the tax would apply to any warteg with annual revenue of Rp 60 million or more.´ he says. says she prefers going to wartegs because of what she calls her ³3M . ³But right now. Jakarta Governor Fauzi Bowo agreed to postpone the new tax indefinitely. the more popular ones usually have a greater choice of food and are cleaner.´ he says. adding that his bill for a meal at a warteg is usually less than Rp 15. most locals are used to dining at dodgy food stalls and carts by the side of the road. you can find lots of different dishes at affordable prices.´ With cheap prices the main draw for customers. they will tell you. and says it is the low prices that keep him coming back. jokingly patting his belly. rice. He loves the fact that at a warteg you are guaranteed ³a towering mound of rice. he says eating at such establishments on a regular basis would not be financially feasible. ³And because I have to eat lunch and dinner outside due to my working hours.´ ³For large guys like me. it¶s impossible for me to eat at restaurants or food courts all the time. and the prices are low.´ he adds. The food usually comes in large portions. of course. it¶s simply because they are cheap. Fani Tiara. says he always tries to find a warteg for lunch or dinner. bacteria.70). ³If I were rich I would surely eat at malls or fancy restaurants where they serve super-expensive and tasty food. whose job as a Jakarta taxi driver keeps him on the move all day.´ (literally Tegal store).´ the governor said. I would say that wartegs are the best for me. Nuvish Aditya. last week¶s announcement that the Jakarta administration planned to impose a 10 percent tax on food stalls in the capital had both warteg owners and their loyal customers worried. While he enjoys eating at fast-food outlets or ³fancier Indonesian restaurants´ with his friends. cafes. fish. who works at a store in the capital. ³I¶d be broke if I did that every day. tempeh. a freelance music engineer.

´ Doni says he¶s been eating at a warteg near his office regularly for the past five years. itu kan berdasarkan Peraturan Daerah yang menerjemahkan Undang-undang Perpajakan.´ Fani says. because of how cheap the food is. 16:37 WIB Arfi Bambani Amri Atribut PKS (VivaNews/ Tri Saputro) BERITA TERKAIT y y y y y Dipajaki. a 32-year-old sales promotion girl here." KAMIS. Politisi PKS yang menjadi Wakil Ketua DPRD Jakarta. she adds. He considers it proof of his immunity to poorly made food. says she usually gets stared at and chatted up at her regular warteg because of the way she has to dress for her job.. ³And when you¶re at that familiar place. pajak hanya dikenakan pada warung yang memiliki omzet lebih dari Rp60 juta per tahun. Kamis 2 Desember 2010.´ Rani says. it¶s a comforting feeling. ³But it has always been very mild. mulia (glorious) and murus (diarrhea) ² a humorous reference to the questionable cleanliness of many such establishments.´ PKS Dukung Pajak Warteg. "Jadi. Ini Komentar Para Pelanggan Warteg Prijanto: Kalau Bikin Sengsara Itu Tidak Baik Dipajaki. ³You know how dirty they mostly are.rule. . Tapi . says you just have to ³go for it´ when dining at a warteg. even though you have to pay for it. with flies hovering above most of the dishes. saat dihubungi VIVAnews. Triwisaksana." kata Sani. Doni Kuswandi. like old men flirting with you. being served familiar food.Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta menyatakan memahami upaya mengenakan pajak atas rumah makan. because she knows the owners. He adds that every warteg lover eventually builds up something akin to an immunity to ³dirty food. "Jadi. and has yet to suffer any serious gastric problems. menjelaskan. ujarnya. an elderly married couple. a sales officer in the city. ³Not to sound too melodramatic.´ which stands for: murah (cheap). restoran dan rumah makan dikenakan pajak 10 persen. But you still go anyway. But it¶s all worth it. Sama seperti sebelumnya. ³Sometimes I do go home with a stomach ache. 2 DESEMBER 2010. itu kan berdasarkan Peraturan Daerah yang menerjemahkan Undang-undang Perpajakan.´ he says..´ Rani. panggilan Triwisaksana. Pengusaha Warung Keberatan Pajak Warteg Demi Keadilan? Warteg Warmo Tebet Protes Kena Pajak VIVAnews . but sometimes being in a place that¶s familiar helps you cope with the stresses of your job. restoran dan warung.

"Ketika pembahasan. Jika tidak dikenakan pajak juga atas rumah makan yang bernama warung. ketentuan tersebut berlaku secara umum. warung makan di pinggir jalan juga dikenai pajak 10 persen jika omzetnya mencapai Rp500. iya. Semula. kata Sani. pendekatannya jangan berdasarkan nama. apa pun namanya. ³Awalnya penetapan omzet Rp167. apakah konsumen tidak merasa terbebani. pengusaha makanan dan minuman berbayar seperti kantin. Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Iwan Setiawandi mengatakan.maka kebijakan ini ditunda dan mungkin diubah menjadi Rp500. kemudian kedua. ketentuan pajak 10 persen akan dikenakan terhadap restoran yang beromzet Rp500. mau kafe atau warung.000 per hari atau Rp182 juta setahun. Atau rumah makan berganti nama ke warung. Sani hanya memastikan. kafetaria. potensi pendapatan pajak akan bertambah Rp50 miliar. untuk kemudian tidak kena pajak. dengan menerapkan pajak warteg. Namun. omzetnya di atas Rp60 juta per tahun. nanti ada prinsip ketidakadilan." katanya." katanya. (umi) ‡ VIVAnews Standar Pajak Warteg Dinaikkan Rabu." katanya. mengatakan pemberlakuan pajak warung makan. Sebelumnya. termasuk warteg sebesar 10 persen itu karena jenis usaha ini dinilai sudah masuk dalam prasyarat obyek pajak yang diatur dalam Undang-Undang No 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Apakah pendekatan omzet sudah cukup. "Pendekatan omzet. restoran maupun warung makan yang beromzet Rp167. Kepala Bidang Peraturan dan Penyuluhan Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta. Lalu. ada kecenderungan rumah makan berganti nama jadi warung yang tak terkena pajak. "Kalau restoran berizin harus ada faktur. Menurut dia." kata Sani. "Jadi semua rumah makan. karena banyak menuai protes dari publik rencana tersebut dibatalkan.000 unit." kata Sani.000 per hari dianggap LSM (lembaga swadaya masyarakat) dan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) sangat kecil. Arif Susilo." katanya." Jadi.000 . PKS mendukung pajak atas warung Tegal yang banyak terdapat di Jakarta? "Jika berpenghasilan di atas Rp60 juta.000 per hari atau Rp60 juta setahun dikenai ketentuan tersebut. omzet warteg diketahui melalui pengukuran sendiri atau self-assessment seperti atas wajib pajak pribadi.000. "Tapi. Dinas Pajak mengusulkan. tidak hanya bagi pengusaha warteg. 5 Januari 2011 . "Kalau nama bisa dimain-mainkan. Rencananya. Arif memprediksi.Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengubah standar minimum wajib pajak bagi restoran dan sejenisnya termasuk warung tegal (warteg). Apalagi jumlah warteg di Jakarta saat ini sudah sekitar 2. Dinas Pajak menceritakan.04:32 wib Ilustrasi (Foto: Koran SI) JAKARTA . tentu harus dilakukan evaluasi terlebih dulu.

tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Sementara itu.dengan penetapan pajak 5 persen saja. Pihaknya menargetkan. Namun. ketentuan ini berlaku efektif mulai 2012. maka warteg dan warung kecil lainnya tidak dikenakan.´ungkap Riant. Iwan menambahkan. TERKAIT: DPRD Tolak Pajak Warteg y . harga makanan dapat naik sampai 20 persen. Jakarta Selatan. Jadi. Menurut dia. justru mendorong kenaikan harga makanan sampai 25 persen. Wakil Ketua DPRD DKI ini berjanji dalam pembahasan mengenai pajak restoran tidak akan memberatkan masyarakat kecil. Ketua Balegda Triwisaksana mengatakan.´ kata Iwan di Jakarta kemarin. jadi jika ada kebijakan yang akan mengganggu pasar. ³Selama pajak restoran ini (yang lama) berlaku. Ketua Harian Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (MKPI) Riant Nugroho meminta besaran minimum penerimaan kena pajak harus ditetapkan secara benar dan tidak semena.000 per hari merupakan tindakan sewenang.atau bahkan Rp700. 3 Desember 2010 | 07:20 WIB KOMPAS/DANU KUSWORO Suasana Warteg Warmo di Tebet. Misalnya. Selain itu. ³Untuk membuat fair. pemerintah harus lebih hatihati dan cermat. Menurut Riant. Pemprov DKI mengalami kerugian 10 persen dari total pendapatan sektor pajak tahun 2011 sebesar Rp900 miliar. Namun. dan memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp1 miliar. semacam simulasi yang dibuka kepada stakeholder berapa beban finansial yang diberikan dan berapa beban ekonomi secara keseluruhan kepada pelaku dan pengguna. Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta sedang mengkaji penerapan pajak restoran dan rumah makan sebesar 10 persen yang mulai berlaku tahun ini. Balegda belum bisa melakukan kajian secara mendalam karena surat dari Pemprov DKI Jakarta baru diterima. ³Pasar bukan sektor yang dapat diatur pemerintah. Meski demikian. (Koran SI/Koran SI/ful) Pajak Warteg Tidak Bisa Semena-mena Editor : yuli Jumat. Balegda memastikan ketentuan tersebut tidak berlaku untuk warteg. Sementara itu.´ terangnya. pihaknya menilai pemerintah belum mempunyai keahlian yang cukup dalam merumuskan kebijakan publik dengan memanfaatkan metode ³sensitivitas kebijakan´.mena. rencana menerapkan pajak 10 persen bagi rumah makan yang beromzet Rp500. tidak perlu khawatir. maka kita perlu melihat kriteria usaha kecil antara lain memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp200 juta.000 per hari.Yakni. di Malaysia ketika terjadi kenaikan harga gula dan bahan bakar kurang dari 5 persen. kajian tersebut dilakukan setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembalikan perda mengenai pajak restoran.wenang. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta pengusaha warteg tidak resah dengan aturan pajak 10 persen bagi pengusaha yang berpenghasilan di atas Rp60 juta.´ kata Triwisaksana.

SSP PPh Pasal 25 itu akan mengurangi jumlah PPh tahunan yang akan dibayarnya setiap bulan Maret. Pertimbangannya. KOMPAS. Oleh karena itu. warung tegal (warteg) bisa dikenakan pajak restoran yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Ini sesuai dengan prinsip PPh Pasal 25. Oleh karena itu juga termasuk warteg. "Jika masalah omzet itu tidak terpenuhi. mulai dari usaha rumahan hingga ke mal. pajak atas warung tegal pun tidak bisa diterapkan secara merata. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI sekaligus mantan Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).com . pemilik warung itu tidak termasuk subyek pajak sehingga dibebaskan dari kewajiban membayar PPh Pasal 25. wajib pajak tersebut wajib melaporkan surat pemberitahuan pajak tahunan dengan melampirkan surat setoran pajak (SSP) Pasal 25 (pajak bulanan). Setelah satu tahun. . karena harus melihat omzetnya terlebih dahulu. Sebelumnya. Harry Azhar Azis di Surabaya. pemungutan pajaknya perlu ditertibkan agar pengusahanya memiliki kepastian pembayaran.75 persen dari omzet atau jumlah peredaran setiap bulan sesuai dengan ketentuan Pasal 25 Undang-undang PPh Nomor 36 Tahun 2008. Setiap tempat usaha wajib membayar PPh sebesar 0. Jika jumlah peredaran di warung itu lebih kecil daripada penghasilan tidak kena pajak (PTKP). yakni mendekati jumlah pembayaran PPh tahunannya. Aturannya menjadi lemah. Direktorat Jenderal Pajak memberlakukan pengenaan Pajak Penghasilan atau PPh pada warung atau tempat usaha yang dimiliki wajib pajak orang pribadi. Wajib pajak orang pribadi pengusaha tertentu (WP OPPT) ini mencakup orang yang membuka warung (usaha jasa) di garasi rumahnya hingga pedagang yang memiliki satu kios atau lebih di berbagai tempat." katanya. tidak ada basis hukum dan undang-undang yang dapat mendukungnya.y y y y Tanpa Bon. dan pemerintah memiliki kepastian penerimaan negara. Menurut Harry. baik di mal maupun rumah toko (ruko). Ini ditetapkan karena banyak orang Indonesia yang memiliki usaha lebih dari satu tempat. yakni Rp 1. Namun. tidak semua warteg bisa dikenakan pajak restoran karena hanya usaha atau bisnis beromzet Rp 300 juta ke atas per tahun yang bisa dipajaki.Pemerintah daerah tidak dapat semena-mena mengenakan pajak pada usaha mikro dan kecil yang memiliki peredaran usaha atau omzet di bawah Rp 300 juta per tahun. Penghasilan yang diperoleh dari setiap kios merupakan obyek pajak yang harus dibayar secara berangsur-angsur setiap bulan (PPh Pasal 25) agar tidak memberatkan wajib pajak tersebut.32 juta per bulan. Banyak Kongkalingkong Jakarta Akan Tarik Pajak Juragan Warteg JAKARTA. tidak semua warung dikenai kewajiban membayar PPh Pasal 25. Atas dasar itu. Apa Tak Dikorupsi? Omzet Warteg Harus Dikaji Ulang Warteg Kena Pajak. pengusaha seperti itu sebaiknya tidak dibebani pajak apapun. sebagai usaha rumah makan. Namun. Jumat (3/11/2010).

yaitu bagi mereka yang omzetnya lebih dari Rp60 juta/tahun. Ia berdalih penerapan pajak ini diberlakukan demi azas keadilan. Jakarta Selatan. soto. melalui unit kas daerah yang ada di kecamatan. kenaikan itu akan sangat diarasakan pembeli usaha jasa boga berskala kecil dibandingkan pembeli usaha jasa boga berskala menengah. Sebab. maka akan dilakukan sosialisasi kepada asosiasi pengusaha rumah makan warteg.JAKARTA-±Rencana Pemprov DKI Jakarta menenakan pajak terhadap warteg menuai kontroversi. potensi pajak yang akan didapatkan dari jenis usaha warteg akan bertambah Rp 50 miliar. 02 Desember 2010. Tetapi akan dikembangkan lagi oleh Pemprov. hal itu akan berlaku mulai 1 Januari 2011." papar Iwan . Pengamat kebijakan public. juga warung bakso. jasa tata boga termasuk warteg di DKI Jakarta akan dikenai pajak. Dasar pengenaan pajak pada warteg adalah pajak restoran dan peraturan ini sebenarnya sudah berlaku lama. Diharapkan usaha-usaha tersebut dapat lebih memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Jakarta. Dinas Pelayanan Pajak DKI akan mengklarifikasi warteg dengan melakukan pendataan warteg yang memiliki penghasilan Rp 60 juta ke atas dan di bawah Rp 60 juta per tahunnya. Sebab.´ imbuhnya. Kepala Bidang Peraturan dan Penyuluhan Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta. ³Kami berharap kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan baik karena dananya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk prasarana publik. Rencananya. kebijakan ini dinilai akan menyengsarakan rakyat dan pengusaha. Jika suatu kebijakan menyengkut kalangan ekonomi menengah. Contohnya retribusi kebersihan dan keamanan. dan semua yang menyediakan jasa makanan dan minuman. ada juga warteg yang omzetnya sangat besar. selama ini pajak tersebut hanya diberlakukan bagi restoran.CO. Padahal. tetapi lebih tepat mengenakan retribusi yang selama ini sudah berjalan dan terasa langsung di masyarakat. Penerapan target penerapan pajak restoran yang mencapai Rp50 miliar pun dinilainya terlalu besar. DPRD DKI telah menyetujui rencana penerapan pajak restoran terhadap segala jenis tata boga di Jakarta sebesar 10 persen karena sesuai dengan amanat Undang-Undang 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pemprov harus merumuskan secara lebih hati-hati dengan mempertimbangkan dampak ekonomi dan kesejahteraan. wajib kena pajak. Ia mencontohkan warteg Warmo yang terletak di kawasan Tebet. Saat ini. Dia juga mengimbau agar warteg yang memiliki penghasilan diatas Rp 60 juta per tahun dengan sukarela mendaftarkan dirinya ke Dinas Pelayanan Pajak. peraturan itu sudah berada di meja Kementerian Dalam Negeri untuk disahkan. mie ayam yang dia menyewa tempat omzetnya di atas Rp 60 juta/tahun. lanjutnya. Di dalamnya disebutkan warung. ³Nanti mereka memberikan setoran pajak ke kantor badan pengelola keuangan daerah. Yang lebih penting adalah dampak dari penerimaan pajak tersebut. Jika mereka memenuhi syarat. Menurutnya. pengenaan pajak restoran ini untuk jasa boga yang beromzet sekurang-kurangnya Rp150 juta per tahun. mereka juga kena pajak. Setelah didapatkan data tersebut. Setelah itu akan dikembalikan ke tangan Gubernur untuk dibuatkan Pergubnya. 19:27 WIB REPUBLIKA. Nanti kita akan kembangkan lagi kantor-kantor ini agar ada di seluruh kecamatan.´ katanya. ³Jadi kalau ada warung bubur kacang ijo dan Indomie rebus yang omzetnya di atas itu kena pajak. sebagian besar pemilik usaha rumah makan warteg di Jakarta banyak yang sudah mapan sehingga kebijakan ini tidak terlalu menuai kontroversi. Arif Susilo mengatakan pihaknya memprediksikan dari perluasan pajak restoran dan rumah makan ini. pihaknya akan melakukan pemantauan dan monitoring dengan melihat catatan keuangan pengusaha tersebut.´ katanya.ID. Arif menegaskan. Kemudian. ³Idealnya. Maka. Ia menegaskan tak semua warteg dikenai pajak ini.Republika OnLine » Breaking News » Metropolitan Pajak Warteg akan Sengsarakan Rakyat dan Pengusaha Kamis.´ paparnya. akan diberikan nomor pokok wajib pajak atau NPWP. kafetaria. Kepala Dinas Pelayanan Pajak Pemprov DKI Jakarta Iwan Setiawandi mengatakan warung yang beromzet tinggi bakal didata. ³DKI harus bisa menunjukkan dampak signifikan terhadap pembangunan yang nantinya menggunakan dana pajak restoran. Menurutnya. Seperti diberitakan sebelumnya. Andrinof Chaniago menilai penerapan itu sebaiknya diberlakukan kepada semua jasa boga yang beromzet di atas Rp60 juta.

berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pemprov juga mengimbau agar restoran yang memenuhi ketentuan segera mendaftar sebagai wajib pajak. JAKARTA. KOMPAS.Seperti diberitakan.com .000 per hari. mulai tahun depan diberlakukan pajak 10 persen untuk semua jenis rumah makan dengan omzet Rp 60 juta per tahun atau Rp 5 juta per bulan atau sekitar Rp 167.