P. 1
20060422_Penggunaan_Mata_Anggaran_Kegiatan_Bantuan_Sosial

20060422_Penggunaan_Mata_Anggaran_Kegiatan_Bantuan_Sosial

|Views: 93|Likes:
Dipublikasikan oleh Ferly S. Atmaja

More info:

Published by: Ferly S. Atmaja on Feb 13, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2011

pdf

text

original

PENGGUNAAN MATA ANGGARAN KEGIATAN BANTUAN SOSIAL REHABILITASI / REKONSTRUKSI FASILITAS DAN BANGUNAN UMUM

DIREKTORAT FASILITAS DAN BANGUNAN UMUM DEPUTI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BRR NAD - NIAS

1

Kepala Satuan Kerja membentuk Tim Teknis dan atau mengadakan Konsultan Pembangunan sebagai tenaga ahli yang membantu Kepala Satuan Kerja dalam melakukan kegiatan penilaian usulan (apabila usulan dari penerima bantuan telah berbentuk dokumen pelaksanaan kegiatan yang terinci disertai anggaran biayanya). menyiapkan dokumen perencanaan (apabila usulan dari penerima bantuan belum berbentuk dokumen pelaksanaan kegiatan yang terinci disertai anggaran biayanya) dan melaksanakan pengawasan pekerjaan fisik di lapangan. administratif maupun keuangan baik dari segi proses penyalurannya maupun hasil pelaksanaan yang dilakukan oleh penerima bantuan. 2. 2 . Pemberian bantuan yang dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja atau Pejabat Pembuat Komitmen atas dana-dana yang berasal dari APBN dari jenis mata anggaran bantuan sosial harus memenuhi syarat yang dapat dipertanggung jawabkan secara fisik.1. melakukan penyusunan program (menetapkan kriteria dan memilih prioritas penerima bantuan). PENYIAPAN DOKUMEN PERENCANAAN DAN MELAKSANAKAN PENGAWASAN PEKERJAAN FISIK DI LAPANGAN HUBUNGAN KONTRAK PERENCANAAN DAN PENGAWASAN MELAKUKAN KEGIATAN FISIK SECARA SWAKELOLA DAN ATAU DENGAN KONTRAKTOR PENERIMA BANTUAN Pola organisasi penyaluran bantuan pada dasarnya disusun oleh Kepala Satuan Kerja dalam rangka pemberian bantuan yang dapat dipertanggung jawabkan secara fisik dan administratif sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk penggunaan APBN. PENDAHULUAN Pedoman yang disajikan disini merupakan suatu model dalam penggunaan mata anggaran kegiatan bantuan sosial dalam rangka rehabilitasi dan atau rekonstruksi fasilitas dan bangunan umum yang menggunakan anggaran belanja negara (APBN). POLA ORGANISASI PENYALURAN BANTUAN KEPALA SATUAN KERJA/ PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN TIM TEKNIS DAN ATAU KONSULTAN PEMBANGUNAN MELAKUKAN KEGIATAN PENILAIAN USULAN ATAU MELAKUKAN PENYUSUNAN PROGRAM.

4) Pengadaan Konsultan Manajemen Pembangunan yang akan membantu Tim Teknis dalam melakukan penilaian usulan atau penyusunan program. biaya. c) penyiapan kriteria penerima bantuan dan penyusunan pedoman pemberian bantuan. e) penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk kegiatan Konsultan Pembangunan. JASA KONSULTAN MANAJEMEN PEMBANGUNAN Jasa Konsultan manajemen Pembangunan diadakan apabila Tim Teknis Satuan Kerja yang bertugas tidak dapat melakukan kegiatan penilaian usulan dan atau melakukan penyusunan program dan atau penyiapan dokumen perencanaaan kegiatan yang mendapat bantuan dan atau melakukan pengawasan pekerjaan fisik yang dilakukan oleh penerima bantuan KONSULTAN MANAJEMEN PEMBANGUNAN Kegiatan Konsultan Manajemen Pembangunan meliputi pengendalian waktu. Kegiatan Konsultan Manajemen Pembangunan terdiri atas: 3 .Tahap persiapan pemberian bantuan dilakukan oleh pemegang mata anggaran.Tahap persiapan proyek merupakan kegiatan persiapan setelah program dan pembiayaan tahunan yang diajukan telah disetujui atau DIPA/RKA-KL telah diterima oleh Kepala Satuan Kerja dalam bentuk mata anggaran bantuan sosial. URAIAN TUGAS PENGELOLA SATUAN KERJA PEMBERI BANTUAN Kegiatan Pengelola Satuan Kerja Pemberi Bantuan terdiri dari : 1) Pengelolaan tahap persiapan program dan penyusunan dokumen perencanaan kegiatan yang mendapat bantuan. dan seluruh kegiatan ini akan diawasi oleh Tim Teknis dan atau Konsultan Pembangunan dari segi teknis teknologis maupun dari segi administratif dan keuangan. b) Memberikan persetujuan kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran bantuan dan berita acara lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi bantuan. dan strategi penyelesaian penyaluran bantuan. berdasarkan program dan pembiayaan yang telah disusun sebelumnya. h) pengendalian kegiatan Konsultan Pembangunan pada tahap penilaian usulan bantuan dan atau penyusunan program bantuan dan atau penyusunan dokumen perencanaan kegiatan yang mendapat bantuan. pencapaian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas). mulai dari tahap persiapan/ penyiapan program dan atau dokumen perencanaan sampai dengan tahap penyelesaian pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh Penerima Bantuan.Penerima Bantuan dapat melaksanakan kegiatan fisik secara swakelola dan atau bekerja sama dengan kontraktor pelaksana. i) penyusunan perjanjian bantuan dengan Penerima Bantuan j) penyusunan berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran dan berita acara lainnya yang berkaitan dengan kegiatan Konsultan Pembangunan. PEKERJAAN PERSIAPAN PEMBERIAN BANTUAN Tahapan pekerjaan pemberi bantuan terdiri dari : a. Tim Teknis dan Panitia Pengadaan. d) mengumukan adanya program bantuan disertai kriteria penerima bantuan dan persyaratan pengajuan bantuan. 2) Pengelolaan tahap pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh Penerima Bantuan terdiri atas: a) Pengendalian Konsultan Pembangunan dalam kegiatan pengawasan kegiatan fisik yang dilakukan Penerima Bantuan. meliputi : a) persiapan dan penetapan organisasi proyek. b. c. b) penyiapan bahan. penyiapan dokumen perencanaan dan melaksanakan pengawasan pekerjaan fisik di lapangan.Kegiatan yang harus dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja pemberi bantuan pembangunan fasilitas dan bangunan gedung meliputi: 1) Pembentukan Organisasi Pengelola Satuan Kerja 2) Pembentukan Tim Teknis Penilaian Usulan Bantuan Sosial 3) Pembentukan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa yang diperlukan. g) penyusunan surat perintah kerja/ perjanjian kerja dengan Konsultan Pembangunan. f) pengadaan Konsultan Pembangunan. 3. penetapan waktu. URAIAN PEKERJAAN DAN TUGAS NO 1. c) penerimaan pekerjaan yang telah selesai dilakukan Konsultan Pembangunan dengan berita acara. dan tertib administrasi di dalam pemberian bantuan yang dibiayai APBN untuk pembangunan/ rehabilitasi/ rekonstruksi fasilitas dan bangunan umum. yang pelaksanaannya dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja.

mingguan dan 4 . rencana anggaran biaya. v) melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas: . pengendalian perubahan pekerjaan. dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) apabila dilakukan dengan pola swakelola. dana. rencana kerja dan syaratsyarat. tata cara evaluasi atas usulan permintaan bantuan.mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi. penyediaan dan penggunaan tenaga kerja. pengendalian tertib administrasi. c) Tahap Pelaksanaan Fisik i) membantu penerima bantuan menyusun program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang meliputi program-program pencapaian sasaran konstruksi. kuantitas. Pengadaan Konsultan Manajemen Pembangunan harus berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keppres R. Organisasi penyedia jasa Manajemen Pembangunan. usulan koreksi program dan tindakan turun tangan. . serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan. vi) membuat laporan kemajuan pekerjaan Konsultan Pembangunan.mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. iii) membantu Pengelola Satuan Kerja menyiapkan kontrak perjanjian penerimaan bantuan. peralatan dan metode pelaksanaan.NO PEKERJAAN Jasa Manajemen Pembangunan diberikan sejak tahap persiapan program dan penyusunan dokumen perencanaan kegiatan yang mendapat bantuan sampai dengan tahap tahap selesainya pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh Penerima Bantuan Konsultan Manajemen Pembangunan adalah perusahaan yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk pelaksanaan tugas konsultansi dalam bidang manajemen pembangunan. ii) membantu Tim Teknis dalam melakukan evaluasi penetapan penerima bantuan. > 50 Juta Rupiah dengan pelelangan) iii) mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. informasi. iii) melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial yang timbul. dan laju pencapaian volume/ realisasi fisik. tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta pedoman/ petunjuk teknis pelaksanaannya. pengendalian waktu. . peralatan dan perlengkapan. dan terdiri dari: i) Penanggung Jawab Proyek ii) Penanggung Jawab Lapangan iii) Tenaga Ahli Penyusun dan Pengendali Program iv) Tenaga Ahli Estimasi Biaya v) Tenaga Ahli Arsitektur/Struktur/M&E vi) Pengawas Lapangan ii) menyusun dokumen perencanaan kegiatan yang akan di biayai oleh dana bantuan. laporan harian. v) mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan. .menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. iii) mengusulkan pola pengerjaan kegiatan yang mendapat bantuan dilakukan secara swakelola atau oleh pihak ketiga.mengawasi pemakaian bahan. membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan. . Biaya Konsultan Manajemen Pembangunan dibebankan pada biaya yang tersedia dalam DIPA untuk komponen kegiatan Konsultan Manajemen Pembangunan. proses mendapatkan bantuan. dan biaya pekerjaan konstruksi. iv) melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi fisik. program Quality Assurance/Quality Control. pengendalian biaya. disesuaikan dengan lingkup dan kompleksitas pekerjaan. iv) menyiapkan surat perjanjian pemberian bantuan antara Kepala Satuan Kerja dengan Penerima Bantuan.I. Konsultan Manajemen Pembangunan dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab secara kontraktual kepada Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen. URAIAN TUGAS a) Tahap Persiapan: i) membantu pengelola Satuan Kerja/ Tim Teknis dalam menyusun kriteria dan sasaran penerima bantuan. menyusun laporan hasil rapat koordinasi. pengendalian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas) hasil konstruksi. yang meliputi program pengendalian sumber daya. ii) membantu penerima bantuan dalam mengadakan kontraktor pelaksana konstruksi ( < 50 Juta Rupiah dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung. serta mengawasi ketepatan waktu. iii) melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat pada tahap perencanaan.memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja. yang meliputi gambar-gambar. bahan bangunan. b) Tahap Perencanaan: i) mengevaluasi usulan permintaan bantuan ke lokasi dan melengkapi dokumen perencanaan yang telah disusun oleh pemohon bantuan.

Biaya Konsultan Manajemen Pembangunan ditetapkan dari hasil pelelangan/pemilihan langsung. vi) menyusun laporan akhir pekerjaan Konsultan Pembangunan. 4) sewa kendaraan. penunjukan langsung.membantu penerima bantuan mengurus perijinan pembangunan dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setempat. atau biaya jasa konsultan yang tersedia dalam DIPA. 7) jasa dan overhead Konsultan Manajemen Pembangunan.menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. 5) biaya rapat-rapat. d. BIAYA KONSULTAN MANAJEMEN PEMBANGUNAN Yaitu besarnya biaya maksimum yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan Konsultan Pembangunan secara kontraktual dari hasil pelelangan. dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. yang akan dicantumkan dalam kontrak. Penggunaan biaya konsultan Manajemen Pembangunan selanjutnya diatur sebagai berikut: a. . termasuk biaya untuk: 1) honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. Besarnya nilai biaya Konsultasi Pembangunan maksimum dihitung sebagaimana berdasarkan prosentase biaya manajemen konstruksi terhadap nilai biaya konstruksi fisik bangunan. maupun penunjukan langsung pekerjaan yang bersangkutan. pemeliharaan pekerjaan. . 3) pembelian dan atau sewa peralatan.NO PEKERJAAN URAIAN TUGAS bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh pemborong. 2) tahap penyiapan perjanjian bantuan sampai dengan persiapan konstruksi fisik 10% 3) tahap konstruksi fisik yang dibayarkan berdasarkan prestasi pekerjaan konstruksi fisik di lapangan s.meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop drawings) yang diajukan oleh kontraktor. 2) materi dan penggandaan laporan.menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan . atau pemilihan langsung dan tidak melampaui alokasi dana yang tersedia dalam DIPA. yaitu (maksimum): 1) tahap persiapan sampai dengan pengadaan dokumen perencanaan dan melakukan evaluasi atas usulan permintaan bantuan 10%. Biaya Konsultan Manajemen Pembangunan dibebankan pada biaya untuk komponen kegiatan jasa konsultasi yang bersangkutan. . serah terima pertama pekerjaan ke II 80% 5 . b.menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima I. . 8) asuransi/pertanggungan (liability insurance) 9) pajak dan iuran daerah lainnya. dalam hal terdapat ketentuan dalam Peraturan Daerah setempat.d. . 6) perjalanan (lokal maupun luar kota). c.meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As Built Drawings) sebelum serah terima I. Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Pembangunan didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan perencanaan dan konstruksi fisik di lapangan.

bersama-sama dengan Konsultan Manajemen Pembangunan. d) membuat berita acara penerimaan selesainya pelaksanaan fisik pekerjaan yang telah dilakukan secara swakelola dan atau yang dilakukan kontraktor pelaksana bersama-sama Konsultan Pembangunan. d. e. mengelola pemanfaatan bangunan URAIAN TUGAS PENERIMA BANTUAN Kegiatan Penerima Bantuan terdiri atas: 1). 3). b) bersama-sama Konsultan Pembangunan menetapkan pekerjaanpekerjaan yang akan dilakukan secara swakelola atau diberikan kepada penyedia jasa konstruksi. peralatan dan lainnya sesuai pekerjaan yang dilakukan secara swakelola dan atau bersama-sama dengan Konsultan Pembangunan mengadakan kontraktor pelaksana. b) pengendalian kegiatan pelaksanaan fisik bersama-sama Konsultan Pembangunan dan menyusun berita acara kemajuan pekerjaan. melakukan pengendalian pelaksanaan konstruksi fisik yang dilaksanakan secara swakelola dan atau oleh kontraktor. dan atau mengadakan kontraktor pelaksana bersamasama dengan Konsultan Manajemen Pembangunan apabila pelaksanaan fisik dilakukan dengan bantuan penyedia jasa konstruksi. . b. mengajukan berita acara penagihan bantuan kepada Kepala Satuan Kerja sesuai dengan perjanjian bantuan yang telak dibuat. Tahap Penyusunan Dokumen Perencanaan Dilakukan apabila belum ada dokumen perencanaan yang diterima sesuai persyaratan yang diminta dalam pengajuan usulan permintaan bantuan a) bersama-sama Konsultan Pembangunan yang telah ditetapkan Kepala Satuan Kerja menyusun dokumen perencanaan pekerjaan yang dibiayai oleh dana bantuan. b) melakukan pengelolaan pemanfaatan. c. c) menandatangani Surat Perjanjian penerimaan bantuan dengan Kepala Satuan Kerja Pemberi Bantuan. menyusun dokumen perencanaan bersamasama dengan Konsultan Manajemen Pembangunan. Surat Pernyataan Penyelesaian Pekerjaan 6 . c) memberikan persetujuan kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran dan berita acara lainnya yang berkaitan dengan kegiatan tahap pelaksanaan fisik yang dibuat Konsultan Pembangunan.NO PEKERJAAN PEMANFAATAN BANTUAN Pemanfaatan bantuan terdiri dari tahapan kegiatan sebagai berikut : a. Tahap Pemanfaatan Hasil Pelaksanaan Fisik a) menyusun pedoman pemanfaatan. melaksanakan kegiatan fisik atas bantuan yang diterima apabila dilakukan secara swakelola dengan mengadakan tukang. penyiapan usulan permintaan bantuan sesuai dengan format dan kriteria yang ditentukan Satuan Kerja pengelola dana bantuan. Tahap Pengajuan Usulan Permintaan Bantuan a) Penetapan Organisasi Pengelola Bantuan. CONTOH FORMAT 1. Surat Perjanjian Pemberian Bantuan 2.nilai bantuan < Rp 50 Juta dapat dilakukan dengan penunjukan langsung. b) Penyiapan Surat Usulan Permintaan bantuan kepada Kepala Satuan Kerja pemberi bantuan dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Daftar Rencana Kegiatan 3. 2). . membuat berita acara penerimaan seluruh hasil pekerjaan sesuai dengan perjanjian bantuan. 4). bahan material dan peralatan yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan fisik. membuat perjanjian penerimaan bantuan dengan Kepala Satuan Kerja. Tahap Pelaksanaan Fisik a) Pengelola dana bantuan mengadakan bahan. h. tenaga kerja. 4. g.nilai bantuan > Rp 50 Juta dilakukan dengan cara pelelangan. f.

........SURAT PERJANJIAN PEMBERIAN BANTUAN Nomor : Tanggal : Yang bertanda tengan di bawah ini kami : Nama Jabatan : : Kepala Satuan Kerja .... Berdasarkan Surat Keputusan .. dengan ketentuan sebagai berikut : 7 .....Tanggal...................... tahun anggaran ……..... selanjutnya sebagai Pihak Pertama Nama Jabatan : : Berdasarkan …………… ditunjuk selaku Ketua ……..... selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah bersepakat untuk menandatangani Surat Perjanjian Pemberian Bantuan Program…………………………….....bertindak atas nama Pemerintah Republik Indonesia........ Nomor...

(b) Pembangunan/ perbaikan Prasarana Rp ……………………………. (9) Pihak Kedua wajib menyebar luaskan kegiatan pemberiaan bantuan ini melalui papan pengumuman di tempat umum yang mudah diketahui masyarakat. menyetujui pembayaran dana Program……. (c) Pengadaan/perbaikan sarana Rp ……………………………. Selanjutnya. Pihak Pertama memberikan dukungan/ bantuan kepada Pihak Kedua berupa : (a) Penyediaan Konsultan Manajemen Pembangunan untuk membantu Pihak Kedua menyiapkan dokumen perencanaan pekerjaan dan pengawasan pekerjaan. dan berakhir tanggal ……………………………………… (7) Dalam rangka melaksanakan kegiatan pada angka (2). 8 ..(1) Pihak Pertama. (6) Bantuan berlaku selama tahun anggaran ………. (5) Uang Muka Kerja tersebut digunakan untuk melaksanakan pembayaran atas pekerjaan seperti tercantum pada angka (2). (3) Pihak Pertama menyerahkan dana bantuan kepada Pihak kedua secara bersyarat sesuai dengan dokumen usulan permintaan bantuan dan dokumen perencanaan yang dibuat oleh Pihak Kedua dengan bantuan oleh Konsultan Pembangunan yang disediakan Pihak Pertama. Pihak Kedua diperkenankan/ tidak diperkenankan memborongkan pekerjaan kepada pihak ke tiga (kontraktor) (8) Dalam rangka melaksanakan kegiatan pada angka (2). --------------------------------------Jumlah Rp ……………………………. (b) Pembuatan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Pihak Kedua. Pelaksanaan pekerjaan dimulai tanggal …………………………. (10) Semua Persyaratan yang diatur dalam Perjanjian Bantuan ini harus dipenuhi oleh kedua belah pihak. pembayaran akan dilaksanakan sesuai dengan prestasi pekerjaan yang dimuat dalam Berita Acara Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan yang dibuat oleh Konsultan Manajemen Pembangunan dan disetujui Pihak Pertama. (4) Pembayaran Uang Muka Kerja dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dapat dibayarkan sebesar 40% (empat puluh persen) dari nilai bantuan yang diterima oleh Pihak Kedua.kepada Pihak Kedua sebesar Rp……………… (……………………………) dalam rangka pelaksanaan pembangunan/ rehabilitasi bangunan : Nama bangunan : ……………………… Alamat : ……………………… Kabupaten : ……………………… Provinsi : ……………………… (2) Dana bantuan tersebut pada angka (1) diperuntukkan bagi kegiatan : (a) Pembangunan/ Rehabilitasi dan Refungsionalisasi Kembali Gedung Rp …………………………….

.) meliputi pekerjaan : No 1 Kegiatan 2 Pelaksana 3 Jumlah 4 1 Pembangunan/Rehabilitasi dan Refungsi onalisasi Kembali Gedung : a. Rp 9 . Sebesar Rp ………………………………………… (terbilang……………………………...PIHAK PERTAMA …………………. MATERAI PIHAK KEDUA …………………. DAFTAR RENCANA KEGIATAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Jabatan : Berdasarkan …………… ditunjuk selaku Ketua …………………………………mengajukan Daftar Rencana Kegiatan yang akan dibiayai oleh dana Bantuan Satuan Kerja ……………………………….

..b.............. 10 ............................... kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Jabatan : Kepala Satuan Kerja.............. Jumlah 2 3 Pengadaan/perbaikan sarana a.... SURAT PERNYATAAN PENYELESAIAN PEKERJAAN Nomor : Tanggal : Pada hari ini …………... Jumlah 1 2 Pembangunan/ perbaikan Prasarana a......................... tanggal…………bulan………..............tahun……………………………………………................................. c.. ... .........) Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Kegiatan tersebut diatas akan kami laksanakan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Kepala Satuan Kerja yang memberikan bantuan...... c.... Berdasarkan Surat Keputusan Kepala BPRR NAD-Nias No : ................... b.......... Jumlah 3 Jumlah Total (Terbilang ....... b............. ......................................

(c) Pengadaan/perbaikan sarana…………………… Jumlah Bantuan Rp : ………………………………………… Waktu Pelaksanaan : ………………………………………… ……………………………….....Setelah melakukan pemeriksaan secara fisik atas pekerjaan yang dilaksanakan oleh : Nama : Jabatan : Sesuai Surat Perjanjian Pemberian Bantuan No : …………………. Kepala Satuan Kerja ………………………. ………………………… 11 . Jenis Pekerjaan : (a) Pembangunan/ Rehabilitasi dan Refungsionalisasi Kembali Gedung ………… (b) Pembangunan/ perbaikan Prasarana………….………………….. menyatakan bahwa pekerjaan tersebut telah diselesaikan sepenuhnya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->