Anda di halaman 1dari 5

BAKTERI

Bakteri merupakan kelompok makhluk hidup bersel tunggal, yang hubungan kekerabatannya
dengan makhluk hidup lainnya masih diliputi kegelapan. Studi mengenai bakteri mulai
berkembang setelah ditemukan mikroskop oleh Anthonie van Leeuwenhoek (1683). Studi
mengenai bakteri berkembang akhirnya terbentuklah cabang biologi yaitu bakteriologi. Bakteri
dibedakan menjadi dua subkingdom yaitu Archaebakteria dan Eubacteria. Perbedaan utama
antara keduanya adalah:
a. Komposisi RNA-nya
b. Komposisi ribosomnya
c. Komposisi kimia penyusun dinding sel
d. Lemak pada membran selnya

ARCHAEBACTERIA
1. Subkingdom Archaebacteria (bakteri purba)

Ciri-cirinya:
a. Prokariotik artinya tidak mempunyai membran inti
b. Dinding selnya sama sekali tidak terbuat dari peptidoglikan
c. Bersifat anaerob, mampu menghasilkan ATP
d. Habitat di tempat yang ekstrim (asin sekali, panas sekali, dingin sekali, dll)
e. Sukar dibiakkan di laboratorium

Saat ini Archaebacteria diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu:


a. Methanogenik
Bakteri ini merupakan kemoautotrof yang memperoleh keperluan metabolismenya dengan
menghasilkan metana dari karbon dioksida dan hidrogen. Habitat di tepi rawa paya metana biasa
dinamakan gas rawa, juga hidup di rumen sapi, terdapat pada hidrogen dan karbon dioksida yang
dihasilkan mikroorganisme lain yang hidup di situ. Bakteri ini dapat bertahan hidup pada suhu
yang tinggi karena struktur DNA, protein dan membran selnya telah beradaptasi. Bakteri
methanogenik dapat tumbuh baik pada suhu 980C dan mati di bawah 840C.
b. Halofilik
Bakteri ini hidup pada habitat yang berkadar garam tinggi, seperti di laut mati dan danau air asin.
Beberapa bakteri ini mampu melakukan fotosintesis. Jenis klorofilnya disebut bakteriorhodopsin
yang memberikan warna ungu.
c. Pereduksi sulfur
Bakteri pereduksi sulfuur menggunakan hidrogen dan sulfur anorganik sebagai sumber
energinya, mampu hidup pada suhu 850C reaksinya sebagai berikut:
H2 + S ---- H2S
6 H2S + 3 O2 ----- 6 S + 6 H2O
d. Thermoasidofilik
Bakteri ini hidup dengan mengoksidasi sulfur. Bakteri thermoasidofilik terdapat di lubang
vulkanik dan mata air bersulfur seperti yang terdapat di Yellowstone Amerika.

EUBACTERIA
Eubacteria sering dianggap sebagai bakteri sesungguhnya. Eubacteria terbagi dalam tiga divisi
yaitu Graciliates, Firmicutes dan Tenecutes. Eubacteria meliputi seluruh anggota bakteri dan
ganggang biru-hijau (Cyanobacteria).

Ciri-cirinya

1. Merupakan sel prokariotik.


2. Dinding sel bakteri mengandung peptidoglikan
3. Bakteri sensitif terhadap antibiotik antibakteri tradisional tetapi kebal terhadap kebanyakan
antibiotik yang berpengaruh pada eukarya.
4. Cara reproduksi bakteri yaitu:
a. Reproduksi Aseksual/vegetatif
Caranya dengan pembelahan biner atau pembelahan langsung (tanpa melalui tahapan seperti
mitosis).
b. Reproduksi Seksual/generatif
Caranya dengan konjugasi, pembelahan secara langsung materi genetik di antara dua sel
bakteri melalui jembatan sitoplasma.
c. Rekombinasi DNA
Rekombinasi artinya bergabungnya dua DNA dari sumber yang berbeda. Rekombinasi DNA
selain dengan proses konjugasi ada proses lain yaitu transformasi, transduksi, yang kemudian
disebut proses paraseksual.
o Transformasi, ialah pemindahan sebagian materi genetik atau DNA atau hanya satu gen
bakteri ke bakteri lain dengan proses fisiologi yang kompleks
o Transduksi, pemindahan materi genetik dengan perantara virus.
5. Peranan bakteri antara lain :
a. Dapat mengikat N2
b. Membentuk senyawa nitrat
c. Membentuk asam sulfat dari S
d. Fermetasi makanan
e. Menghasilkan antibiotic

BAKTERI

a. Ciri-ciri Bakteri
Secara umum ciri-ciri bakteri:
a) Merupakan mikroorganisme berukuran lebar 0,5-1 mikron dan panjang 10 mikron
b) Bersifat kosmopolit/dapat hidup di berbagai lingkungan misalnya di tubuh organisme, di
tanah, air tawar, dan air laut
c) Pada kondisi tidak menguntungkan bakteri membentuk endospora dan membentuk kapsul
(bakteri yang berkapsul lebih sering bersifat patogen)

b. Struktur Sel Bakteri

Dinding sel
Dinding sel bakteri sangat tipis, tersusun atas peptidoglikan, yakni polisakarida yang berikatan
dengan protein. Fungsi dinding sel untuk memberi bentuk tertentu pada sel, melindungi
protoplasma sel, proses pembelahan sel. Berdasarkan struktur peptidoglikan bakteri dapat
dibedakan menjadi:
a) Bakteri gram positif, peptidoglikan di luar membran plasma dan bila diberi tinta cina akan
menimbulkan warna. Contoh : Clostridium tetani, Bacillus anthracis, Staphylococcus albus,
Staphylococcus aureus.
b) Bakteri gram negatif, peptidoglikan terletak antara membran plasma dan membran luar, bila
diberi tinta cina tidak menimbulkan perubahan warna. Contoh: E. coli, Salmonella typhosa,
Vibrio cholera, Neissiria gornorrhoe.

Membran sel
Tersusun atas molekul lemak dan protein dan bersifat selektif permeabel. Membran sel berfungsi
mengatur masuknya zat makanan dan keluarnya sisa metabolisme, berperan dalam pembelahan
sel.

Isi sel
Tersusun atas organel-organel seperti:
a) Inti, bersifat prokarion terdiri atas benang kromatin DNA dan RNA
b) Mesosom, yang diduga berfungsi sebagai mitokondria
c) Volutin, yaitu zat yang banyak mengandung DNA
d) Ribosom, sebagai tempat sintesis protein
e) Lembar fotosintesis, khusus bakteri yang berfotosintesis (bakteri ungu), terdapat lipatan ke
arah sitoplasma yang berisi lembar fotosintesis
f) Plasmid, adalah DNA non kromosom, plasmid mengandung gen-gen seperti gen kebal
antibiotik, gen patogen. Dalam satu bakteri dapat terbentuk 10-20 plasmid. Ukuran plasmid
1/1000 kali DNA kromosom.

Flagel
Flagel merupakan alat gerak bagi bakteri. Berdasarkan kedudukan flagel pada bakteri dapat
dibedakan menjadi 5 macam yaitu:
a. Monotrik : jika flagel hanya satu dan melekat pada salah satu ujung sel
b. Lofotrik: jika flagel banyak dan melekat pada salah satu ujung sel
c. Amfitrik: jika flagel banyak dan melekat pada kedua ujung
d. Peritrik : jika flagel tersebar pada seluruh permukaan sel
e. Atrik: jika tidak mempunyai flagel

c. Reproduksi Bakteri
Cara reproduksi bakteri yaitu:
Reproduksi Aseksual/vegetatif
Caranya dengan pembelahan biner atau pembelahan langsung (tanpa melalui tahapan seperti
mitosis). Proses pembelahan diawali dengan proses replikasi DNA menjadi dua kopi DNA
identik dan diikuti pembelahan sitoplasma. Proses pembelahan berlangsung cepat setiap 20 menit
sekali. Contoh : E. coli.
Reproduksi Seksual/generatif
Caranya dengan konjugasi, pembelahan secara langsung materi genetik di antara dua sel bakteri
melalui jembatan sitoplasma. Tidak dapat ditentukan jenis kelamin kedua bakteri yang
berkonjugasi. Contoh : E. coli.
Rekombinasi DNA
Rekombinasi artinya bergabungnya dua DNA dari sumber yang berbeda. Rekombinasi DNA
selain dengan proses konjugasi ada proses lain yaitu transformasi, transduksi, yang kemudian
disebut proses paraseksual. Proses paraseksual meliputi:
o Transformasi, ialah pemindahan sebagian materi genetik atau DNA atau hanya satu gen bakteri
ke bakteri lain dengan proses fisiologi yang kompleks. Proses ini pertama ditemukan Frederick
Griffith tahun 1982. Contoh : Streptococcus pnemoniaeu, Haemophillus, Bacillus. Diguga
transformasi ini merupakan cara bakteri menularkan sifatnya ke bakteri lain. Misalnya bakteri
patogen yang semula tidak kebal antibiotik dapat berubah menjadi kebal antibiotik karena
transformasi.
o Transduksi, pemindahan materi genetik dengan perantara virus. Virus dapat menyambungkan
materi genetiknya ke DNA bakteri dan membentuk profag. Ketika terbentuk virus baru, di dalam
DNA virus sering terbawa sepenggal DNA bakteri yang diinfeksinya. Virus yang terbentuk
memiliki dua macam DNA yang dikenal partikel transduksi (transducing particle). Cara ini
dikemukakan oleh Norton Zinder dan Jashua Lederberg.

d. Penggolongan Bakteri
Berdasarkan bentuknya, bakteri dapat dibedakan menjadi yaitu:
1. Bentuk batang/basil (silindris), dibedakan menjadi:
a) Basil tunggal (monobasil) contohnya : E. coli, Salmonella typhosa
b) Diplobasil (berbentuk batang bergandengan dua-dua)
2. Streptobasil, bergandengan seperti rantai contohnya: Streptobacillus moniliformis,
Azotobacter sp.Bentuk Bulat, dibedakan menjadi:
a) Monococcus, berbentuk bulat, satu-satu, contohnya: Monococcus gonorrohoe
b) Diplococcus, bergandengan dua-dua contohnya : Diplococcus pneumoniae
c) Streptococcus, bergandengan bulat seperti rantai, contohnya: Streptococcus salivarius,
Streptococcus lactis, Streptococcus pneumoniae.
d) Sarcina, bentuk bulat yang mengelompok membentuk kubus, contohnya: Sarcina sp
e) Stafilokokus, bentuk bulat yang bergerombol seperti anggur, contohnya: Staphylococcus
aureus.
Bentuk Spiral, dibedakan menjadi:
a) Koma (vibrio) contohnya: Vibrio comma
b) Spiral (bengkok) contohnya: Spirillium minor
c) Spiroseta (spiral halus dan lentur) contohnya: Triponema pallidum
Berdasarkan cara mendapatkan makanan, dibedakan menjadi dua golongan yaitu:
1. Bakteri Heterotrof, artinya bakteri yang mendapatkan makanan dari organisme lain. Bakteri
heterotrof dibedakan menjadi dua macam:
a. Bakteri saprofit, yaitu bakteri yang hidupnya dari sisa-sisa organisme mati atau sampah,
contohnya: E. coli, Methanobacterium ruminatum, Clostridium sporagens, Thiobacillus
denitrificans, Desulfovirio desulficans.Bakteri parasit, yaitu bakteri yang hidupnya tergantung
pada makhluk hidup lain, umumnya bersifat patogen (menimbulkan penyakit).
2. Bakteri Autotrof, yaitu bakteri yang mampu membuat makanan sendiri, bakteri ini dibedakan
menjadi:
a. Bakteri fotoautotrof, contohnya: bakteri ungu, bakteri hijau
b. Bakteri kemoautotrof, contohnya: bakteri S, bakteri nitrat, bakteri nitrit
Berdasarkan cara mendapatkan oksigen, dibedakan menjadi dua golongan yaitu:
1. Bakteri aerob, bakteri yang memerlukan oksigen untuk hidupnya. Contohnya: bakteri nitrit
(Nitrosomonas, Nitrococcus) dan bakteri nitrat (Nitrobacter)
2. Bakteri anaerob, bakteri yang tidak memerlukan oksigen dalam hidupnya. Contohnya:
Clostridium tetani, Clostridium desulfuricans