Anda di halaman 1dari 5

MEMBUAT SIKU DI SUATU TITIK DI LAPANGAN

Membuat sudut siku – siku di lapangan dapat dilakukan dengan beberapa cara, dari
yang paling sederhana sampai yang menggunakan alat – alat tertentu.
Dengan memanfaatkan dalil phytagoras, yaitu dengan menarik garis lurus dan
membentuk sgitiga siku-siku.
Alat sederhana yang digunakan antara lain alat yang terdiri dari dua batang kayu
yang dibuat saling tegak lurus. Setelah dipasang piket-piket yang tegak lurus pada
balok ini , kemudian dihubungkan benang hingga benang-benag itu berpotongan
menandakan sejajar. Alat ini sering digunakan oleh tukang batu yang harus membuat
dua sumbu dinding bangunan saling tegak lurus.

Cara lain yaitu dengan menggunakan cermin sudut dan juga bisa dengan prisma.
MEMBUAT GARIS LURUS DI LAPANGAN

Dari suatu garis lurus yang dibuat, harus diketahui kedua titik ujungnya. Maka untuk
menentukan garis lurus ini, ditentukan titik – titik di lapangan yang terletak di garis lurus
yang menghubungkan dua titik ujung dengan jumlah yang cukup banyak, sehingga garis
lurus itu tampak dengan jelas.. titik – titik ini dinyatakan dengan syalon. Tiap – tiap bagian
garis lurus yang letak antara dua syalon dianggap sebagai lurus.

Syarat utama untuk mencapai ketelitian yang cukup besar, ialah bahwa tiap – tiap syalo
harus tegak lurus. Maka selalu diusahakan supaya semua syalon diletakkan tegaklurus
dengan menggunakan garis sudut – garis sudut gedung – gedung atau dengan nivo syalon.

a. Antara dua titik P dan Q harus dibuat garis lurus dengan menentukan titik a, b, c dan
selanjutnya yang diletakkan sedemikian rupa sehingga titik – titik itu terletak di garis
lurus PQ.

P Q

a b c

untuk pekerjaan ini diperlukan dua orang.. orang pertama berdiri di sebelah kiri titik P, pada
titik mana ditempatkan suatu syalon. Orang yang kedua membawa beberapa syalon. Syalo
yang akan ditancapkan ke dalam tanah dipegang antara ibu jari dan jari telunjuk, sehingga
dapat berdiri tegak..Dengan petunjuk orang pertama syalon yang akan ditancapkan di titik A
harus digeserkan sedemikian, sehingga oleh orang yang berdiri di sebelah kiri syalon di titik
P, syalon itu kelihatan teretakdi satu garis dengan syalin – syalon di titik P dan Q, karena
orang pertama itu hanya dapat mlihat syalon P, sedang syaln a dan Q tidak kelihatan
samasekali.

Setelah syalon a ditanam, maka orang pertama pindah di sebelah kiri syalon a dan orang
kedua dengan dengan menanam syalon b. peerjaan ini dilanjutkan seperlunya dengan
syalon – syalon c, d dan seterusnya.
b. Memperpanjang garis lurus PQ dapat dilakukan oleh satu orang.

P Q

a b

syalon ditempatkan di titik a, sehingga syalon a, Q dan P kelihatan satukarena syalon P,


syalon Q dan syalon a berimpit. Demikian pula dikerjakan dengan syalon b.

c. Bila titik – titik P dan Q dalam keadaan sedemikian, hingga orang tidak dapat berdiri

di belakangnya untuk dapat melihat ke titik lainnya.

a b

P a b Q

Seperti misalnya titik P dan Q adalah titik – titik suatu gedung besar, maka diperlukan
lagi dua rang untuk menempatkan titik – titik yang terletak di satu garis dengan P dan Q dan
yang terletak antara P dan Q.

d. Keadaan lain yang menyukarkan pembuatan garis lurus di lapangan, ialah bila antara
titik – titik ujung P dan Q didapat suatu bangunan yang berupa rumah atau tanam –
tanaman, hingga satu titik ujung tidak kelihatan dari ttik ujung lainnya. Pembuatan
garis lurus PQ dengan menentukan titik – titik di antara P dan Q dapat dilakukan
dengan dua cara.
Pada cara pertama, dibuat suatu garis lurus lainnya yabg sejajar dengan PQ. Pilihlah
titik A dan titik B sedemikian rupa, hingga jarak dari P dan Q ke garis lurus AB sama
panjangnya.= p. dengan demikian haruslah dibuat  PAB dan  QBA kedua-duanya
90 .
Selanjutnya menentukan titik a, b, c, d, dan seterusnya di garis lurus AB dan kita buat
garis tinggi (=p) pada titik-titik ini. Maka didapatlah titik – titik a, b, c, d, dan
seterusnya yang merupakan titik titik dari garis lurus PQ.
Pada cara kedua, kita mencari titik A di lapangan yang letanya sedemikian rupa
hingga titik P kelihatan dari titik A. dan kita buat di lapangan garis lurus PA dengan
titik-titiknya a, b, c, dan d.
Dengan menggunakan perbandingan akan didapat masing – masing panjang garis
lurus.
MENYIPAT DATAR MEMANJANG

Bia jarak antara dua titik A dan B yang harus ditentukan beda tingginya menjadi
begitu besar sehingga mistar-mistar tidak dapat dilihat dengan terang dan
pembacaan menjadi kurang teliti, atau bila keadaan lapangan sedemikian rupa
sehingga garis bidik tidak memotong mistar-mistar karena jauh di atas atau di bawah
mistar, maka jarak yang besar tersebut dibagi menjadi beberapa bagian yang kecil
sehingga bisa dilakukan pengukuran dengan mudah dan baik. Jarak bidik biasanya
dipilih antara 50-60 m.

MENYIPAT DATAR MENANJANG TERTUTUP


Menyipat datar memanjang tertutup merupkan salah satu dari cara menyipat datar
majemuk. Dalam cara ini biasanya digunakan bentuk polygon tertutup.

  

  


 
 

 
 
 


