Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH KESENIAN

Festival Budaya Isen Mulang

Kelompok
Edo Septian Dozer & Yulisa Claudia Eka Sinta

Kelas 10-2
SMA 2 PALANGKA RAYA
JUNI 2010
Kata Pengantar
Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang
Maha Esa karena Makalah Festival Budaya Isen Mulang 2010 ini
berhasil diselesaikan. Makalah ini disusun berdasarkan data-
data yang didapat dari berbagai sumber.

Kami sebagai penulis telah berusaha menyusun makalah ini sebaik


mungkin. Akan tetapi, kami sadar bahwa makalah ini belumlah sempurna.
Oleh karena itu, semua kritik dan saran demi perbaikan makalah ini akan
kami terima dengan senang hati.

Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat


bagi pembaca pada umumnya mengenai Festival Budaya Isen Mulang 2010
yang dilaksanakan di kota Palangka Raya. Atas perhatiannya kami ucapkan
terima kasih.

Palangka Raya, Juni 2010



Edo Septian Dozer & Yulisa C. E. S

i
Daftar Isi
Kata Pengantar i

Daftar Isi ii

Pendahuluan
Festival Budaya Isen Mulang 2010 1

Pembahasan
Kota Waringin Timur 2
Kota Waringin Barat 5
Katingan 7
Pulang Pisau 10
Palangka Raya 11
Murung Raya 12
Gunung Mas 13
Kapuas 14
Barito Timur 15
Barito Utara 16
Barito Selatan 17
Seruyan 18
Lamandau 19
Sukamara 20

 Mataram
–
Nusa
Tenggara
Barat

 
 
 
 21

Penutup iii

ii
Pendahuluan
Festival Budaya Isen Mulang 2010
Dalam rangka ulang tahun provinsi Kalimantan Tengah ke-53 diadakan
festival budaya Isen Mulang 2010 yang dilaksanakan di Palangkaraya pada tanggal
20 – 25 Mei 2010 yang memiliki beberapa
kegiatan dan lomba seperti Tari Masal,
Pawai Budaya, Putra Putri Pariwisata,
L o m b a Ta r i Tr a d i s i o n a l , L o m b a
Karungut, Lomba Mangenta, Lomba
Pa k a s a k L a m a n g, L o m b a Pa k a s a k
Panginan Tradisional Kal-Teng, Lomba
Mangaruhi atau Maloto, Lomba Maneweng,
Manetek dan Menyila Kayu, Lomba Sepak
Sawut, Lomba Jukung Hias, Lomba Besei
Kambe, Lomba
Jukung Tradisional,
Lomba Balogo,
Lomba Bagasing/
Habayang, Lomba Manyipet/Manyumpit, Pameran
Pariwisata Kal-Teng partisipasi pada Kal-Teng expo,
Maruntuh Uwei dan Pasar serta Hiburan Rakyat.

1
Pembahasan
Kota Waringin Timur
Potensi dan Peluang Investasi:
1. Subsektor Perikanan
Meliputi perikanan laut dan perikanan darat. Kabupaten Kota Waringin
Timur memiliki perairan umum (danau, rawa dan sungai) yang cukup luas
sebagai fishing ground yang merupakan sumber ikan air tawar dengan
biodiversity dan produktivitas yang cukup tinggi.
Perairan estuarine dengan luas
sekitar 78.000 Ha merupakan
daerah yang subur dan virgin
merupakan fishing ground an
nursery ground serta perairan
laut dengan panjang pantai
sekitar 70 km merupakan
fishing ground yang cukup
tinggi. Sementara itu hutang
mangrove seluas 33.400 Ha
yang berpotensi dan cocok
untuk pengembangan usaha
tambak ikan atau udang adalah
sekitar 10.156 Ha.

Peluang Investasi antara lain:


1. Pembenihan ikan air tawar
2. Budi daya ikan air tawar, keramba dan jarring apung
3. Pengembangan Industri pengolahan hasil komoditas perikanan seperti
industri pengawetan ikan.
4. Pengembangan usaha tambak ikan atau udang
5. Pengembangan armada penangkapan ikan di laut
6. Pengembangan Industri pakan ikan
7. Pengembangan sarana dan prasarana pendukung sektor perikanan
dan kelautan seperti pabrik es dan lain-lain.

2
2. Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Dikabupaten kota Waringin Timur, komoditas pertanian sub sektor tanaman
pangan adalaha padi, ubi kayu dan jagung. Komoditas unggulan pertanian
sub sektor hortikultura adalah pisang, jeruk
dan rambutan.
Peluang Investasi antara lain:
1. Penyediaan mesin pengolahan
pertanian (Pasca Panen) khususnya
untuk padi dan ubi kayu.
2. Pengembangan sentra pembenihan
padi dan penangkaran tanaman
Hortikultura.
3. Penyediaan pupuk.
4. Pengembagan Agro Indrustri khususnya pengolahan padi, ubi kayu,
pisang dan jeruk.
5. Eksportir yang dapat menampung hasil pertanian.
6. Kemitraan dengan swasta dan masyarakat untuk permodalan dan
pemasaran.
3. Subsektor Perkebunan
Merupakan subsector yang memiliki nilai kontribusi yang paling tinggi
terhadap pendapatan (PAD) dari sektor pertanian. Komoditas unggulan
perkebunan kabupaten kota waringin
timur adalah karet alam dan kelapa,
dengan komoditas andalan adalah
kelapa sawit.
Peluang Investasi antara lain:
1. Pengembangan sentar
pembenihan dan penangkaran
tanaman
2. Penyediaan pupuk untuk
perkebunan
3. Pengembangan komonitas perkebunan dengan pola kemitraan
4. Penyediaan industri hilir hasil perkebunan karet, kelapa dan kelapa
sawit seperti pengolahan CPO dan VCO.

3
4. Kerajinan Daerah Dari Kota Waringin Timur
Kerajinan khas dari daerah ini yaitu
kerajinan baniang, anyaman rotan,
berbagai jenis kayu-kayuan serta profil
dari daerahnya dengan kegiatan
infrastrukturnya.

4
Kota Waringin Barat
Semboyan dari kabupaten ini ialah “Bumi Marunting Batu Aji”. Di stand ini
memamerkan berbagai jenis kecubung, batu giok dan perhiasan-perhiasan. Adapun
anyaman rotan dan purun seperti lampit, tas dan dompet serta maket dari
kabupaten Kota Waringin
Barat.
Ta m a n N a s i o n a l
Tanjung Puting merupakan
salah satu area konservasi di
Indonsia dimana kita dapat
melihat orang utan, salah satu
jenis kera besar di dunia, hidup
di habitat alaminya bersama
dengan flora dan fauna tropis
lainnya. Luas wilayah Taman
Nasional Tanjung Puting
adalah 415.040 Ha yang terdiri
atas Suaka Margasatwa
Tanjung Puting seluas 300.040
Ha, hutan produksi seluas 90.000 Ha (eks. HPH PT Hesubazah) dan kawasan
perairan seluas 25.000 Ha.
Taman Nasional Tanjung Puting telah ditunjuk sebagai pusat konsevasi alam
dan kehidupan liar khusunya orang utan Kalimantan. Sebagai daerah konservasi
bagi flora dan fauna khas serta ekosistemnya
Taman Nasional Tanjung Puting memilki
banyak hal yang menarik untuk dilihat dan
sekarang berkembang sebagai objek wisata
dan menjadi tujuan pariwisata utama bagi
kabupaten Kota Waringin Barat. Lebih dari
600 jenis pohon, 200 variasi anggrek, nyaris
250 jenis burung, 28 jenis mamalia besar, 9
jenis primata dan masih banyak bentuk
kehidupan lainnya.

5
Flora
Jenis-jenis flora utama di daerah utara kawasan adalah hutan kerangas dan
tumbuhan pemakan serangga seperti kantung semar (Nephentes sp). Hutan rawa
gambut sejati ditemukan di bagian tengah kawasan dan di tepi beberapa sungai, dan
terdapat tumbuhan yang
memiliki akar lutut, dan akar
udara. Di sepanjang tepi
semua sungai di kawasan ini
terdapat hutan rawa air
tawar (aluvial) sejati,
memiliki jenis tumbuhan
yang kompleks dan jenis
tumbuhan merambat
berkayu yang besar dan
kecil, epifit dan paku-pakuan
menjalar dalam jumlah
besar. Di daerah utara
menuju selatan kawasan
terdapat padang dengan
jenis tumbuhan belukar yang
luas, hasil dari kerusakan hutan kerangas akibat penebangan dan pembakaran.
Umumnya terdapat dalam kantung-kantung di sepanjang sungai sekonyer dan anak-
anak sungainya. Tumbuhan di daerah hulu sungai utama terdiri atas rawa rumput
yang didominasi oleh Pandanus sp dan bentangan makrofita (bakung) yang
mengapung, seperti Crinum
sp di daerah pantai meliputi
hutan bakau (mangrove) dan
lebih jauh ke daratan yaitu di
kawasan payau pada muara-
muara sepanjang sungai
utama, terdapat tumbuhan
asli nipah. Tumbuhan meluas
ke pedalaman sejauh sungai,
dan menandai kadar intrusi
air payau ke darat. Untuk
daerah pesisir pada pantai-
p a n t a i b e r p a s i r b a nya k
ditumbuhi tumbuhan marga
Casuarina, Pandanus, Podocarpus,
Scaevola, dan Barringtonia.

6
Jenis-jenis tumbuhan lain yang dapat ditemui di TNTP adalah meranti
(Shorea sp.), ramin (Gonystylus bancanus), jelutung (Dyera costulata), gaharu, [[kayu lanan,
keruing (Dipterocarpus sp), ulin (Eusideroxylon zwageri), tengkawang (Dracomentelas sp.),
Dacrydium, Lithocarpus, Castonopsis, Schiima, Hopea, Melaleuca, Dyospyros, Beckia, Jackia,
Licuala, Vatica, Tetramerista, Palaquium, Campnosperma, Casuarina, Ganoa, Mesua,
Dactylocladus, Astonia, Durio, Eugenia, Calophyllum, Pandanus, Imperata cylindrica, Crinum sp.,
Sonneratia, Rhizophora, Barringtonia, Nipah (Nypa fruticans), Podocarpus, dan Scaevola.
Sementara untuk tumbuhan lapisan bawah hutan terdiri dari jenis-jenis rotan dan
permudaan/anakan pohon.

Fauna

1. Mamalia
Kawasan TNTP dihuni oleh sekitar 38
jenis mamalia. Tujuh di antaranya
adalah primata yang cukup dikenal dan
dilindungi seperti orangutan (Pongo
pygmaeus), bekantan (Nasalis larvatus),
owa-owa (Hylobates agilis), dan beruang
madu (Helarctos malayanus). Jenis-jenis mamalia besar
seperti rusa sambar, kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanicus), dan babi
hutan (Sus barbatus) dapat dijumpai di kawasan ini. Bahkan, beberapa jenis
mamalia air seperti duyung (Dugong dugong) dan lumba-lumba dilaporkan pernah
terlihat di perairan sekitar kawasan TNTP.

2. Reptilia
Beberapa jenis reptil dapat ditemukan di
kawasan TNTP, termasuk di antaranya
buaya sinyong supit (Tomistoma schlegel),
buaya muara (Crocodilus porosus), dan
bidawang (Trionyx cartilagenous).

3. Burung
Tercatat lebih dari 200 jenis burung yang
hidup di kawasan TNTP. Salah satu jenis
burung yang ada di kawasan ini, yaitu
sindang lawe (Ciconia stormii) termasuk 20
jenis burung terlangka di dunia. Tanjung
Puting juga merupakan salah satu tempat
untuk semua jenis koloni jenis burung “great
alba” seperti Egreta alba, Arhinga melanogaster,
dan Ardea purpurea.

7
Katingan
Gambaran Umum Tentang kabupaten Katingan
Kabupaten Katingan yang beribukota di Kasongan merupakan Kabupaten
Pemekaran dari kabupaten Kota Waringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah
sebagaimana tertuang dalam UU
nomor 5 tahun 2002 dengan luas
wilayah ± 17.500 km2. Dengan
w i l aya h ya n g t e rd i r i d a r i 1 3
kacamatan, 154 desa dan 7 kelurahan
serta jumlah penduduk 163.399 jiwa
(disdukcapil Kabupaten Katingan
akhir desember 2009).

Adapun Visi dan Misi Kabupaten


Katingan, yaitu sebagai berikut:
Visi: katingan Pusat Produksi dan Perdagangan Rotan Indonesia.
Misi: Mewujudkan Masyarakat kabupaten Katingan Yang Maju, Mandiri dan
produktif.
Potensi Dan Produk Unggulan di Kabupaten Katingan.
1. Sektor Kehutanan
Meliputi hasil hutan kayu yaitu jenis merati, benuas, keruwing dan jenis
lainnya. Sedangkan hasil hutan bukan kayu meliputi rotan alam yaitu rotan
manau, rotan irit, rotan taman/sigi, rotan jerenang, rotan sodetan, sarang
wallet, getah jelutung, getah hangkang, getah karet, damar, biji tengkawang,
gemor atau salam jati, teras gaharu ramin, kantung semar (napenthes). Sektor
kehutanan meliputi hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu (mayoritas
rotan)
2. Sektor Pertanian
Meliputi tanaman padi, durian dan pisang.
3. Sektor Perkebunan
Meliputi tanaman karet dan tanaman kelapa sawit.
4. Sektor Pertambangan
Meliputi sumber daya mineral antara lain batu bara, biji besi, zircon, pasir
kwarsa, batuan beku dan batu mulia.

8
5.
 Sektor
Kelautan
Dan
Perikanan

Perairan
Umum
(Sungai
dan
Danau)
Kawasan
ini
mempunyai
potensi
untuk

perikanan
budidaya,
tangkap
dan
daerah
konserpasi
(closed
season)
atau
daerah

resevart
serta
dapat
pula
menjadi
bisnis
agro
wisata.
Di
hulu
sungai
Katingan

Samba,
Bahwa
ikan
air
tawar
di
kabupaten
Katingan
didominasi
oleh
cybrlinidae

50
jenis
(47,
6
%),
balitoridae
30
jenis
(12,38
%)
dan
Cabitadae
7
jenis
(6,7
%)

Kawasan
Pesisir
dan
Laut
di
wilayah
Katingan
Kuala
memiliki
potensi
usaha

tambak,
pangkalan
pendaratan
ikan
(PPI)
dan
pengolahan
hasil
perikanan
dari

hasil
laut.
Sedangkan
di
Kecamatan
Mendawai
memiliki
potensi
untuk
usah
budi

daya
kolam
pasang
surut
dan
tatah
beje.

6.
 Sektor
Industri
Rotan

Katingan
merupakan
salah
satu
sentra
produksi

rotan
dan
penghasil
rotan
terbesar
di
Provinsi

Kalimantan
Tengah
denga
produksi
asalan
hasil
budi

daya
mencapai
600
–
800
ton/bulan.


Adapun

hasil
Furniture
yang
terbuat
dari
Rottan

yaitu
Desk
Set,
Sofa
Set,
Terrace
Set,
Square
Set,

Dining
Set,
Carabinet,

Dining
Chair,
Relax
Chair,

Living
Set
dan
lain
lain.

9
Pulang Pisau
Kabupaten Pulang Pisau adalah salah satu kabupaten di provinsi
Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Pulang Pisau.
Kabupaten ini memiliki luas wilayah 8.977 km² dan berpenduduk sebanyak
111 .48 8 ji w a ( s en s us 2 0 0 0 ) .
Semboyan kabupaten ini adalah
"Handep Hapakat. Kabupaten ini
terdiri dari 8 kecamatan.
Kabupaten ini memamerkan
kerajinan khas daerah mereka
seperti anyaman rotan yang dibuat
menjadi lumpit atau tikar, tas, topi,
tempat aksesoris, tempat sendok,
dan lain lain. kabupaten ini juga
memamerkan berbagai jenis ikan
dari hasil perikanan mereka.

Adapun hasil pertanian dari kabupaten ini,


yaitu:
1. Serat tempurung kelapa berfungsi untuk
campuran bahan obat nyamuk.
2.Kopra berfungsi sebagai minya goreng
3.Arang tempurung sebagai bahan
pembuatan baterai, semir rambut,
pembakaran pengganti arang dan
pembuatan karbon

10
Palangka Raya
Palangka Raya merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah.
Festival Budaya Isen Mulang 2010 dilaksanakan di kota Palangka Raya. Adan
banyak Stand kota Palangka Raya yang berdiri di acara Festival Budaya Isen
Mulang 2010 antara lain stand
Pemerintah Daerah Palangka Raya, Dinas
Perikanan dan Peternakan, Dewan
Kerajinan Nasional Daerah
(DEKRANASDA) Palangka Raya dan
lain-lain.
Stand ini memamerkan anyaman
rotan yang dibentuk berupa tas, aksesoris,
lampit, tempat tisu, sandal, kain benang
bintik dan meja dari kayu sumpung.

11
Murung Raya

Kabupaten Murung Raya adalah salah satu kabupaten di provinsi


Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Puruk Cahu.
Kabupaten ini
m e r u p a k a n
pemekaran dari
K abupaten Barito
Utara pada tahun
2002. Kabupaten ini
memiliki luas wilayah
38.617 km² dan
berpenduduk
sebanyak 89.716 jiwa
(sensus 2007).
Semboyan kabupaten
ini adalah "Tira
Tangka Balang".

Kerajinan khas yang di pamerkan adalah kain batik, lampit, anyaman


rotan, kerajinan kelompok UMKN “bakunjung”. Obat tradisional yang
dipamerkan yaitu arauk arin yang berfungsi sebagai penawar racun. Makanan
khas dari kabupaten ini adalah dodol durian

12
Gunung Mas
Kabupaten Gunung Mas adalah salah satu kabupaten di provinsi
Kalimantan Tengah, Indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran
dari Kabupaten Kapuas
provinsi Kalimantan
Tengah berdasarkan UU
Nomor 5 tahun 2002.
K a bu p a t e n i n i s e c a r a
astronomi terletak pada ±
0° 18’ 00” Lintang Selatan
s/d 01° 40’ 30” Lintang
Selatan dan ± 113° 01’ 00”
Bujur Timur s/d 114° 01’
0 0 ” B u j u r T i m u r.
Ber penduduk sebanyak
74.823 jiwa (sensus 2000).
Motto kabupaten ini adalah
"Habangkalan Penyang
Karuhei Tatau".

K abupaten Gunung
Mas memamerkan kerajinan
khas daerah seperti mandau,
tompak, anyaman rotan, baju
dayak, berbagai jenis ikan dari
daerah mereka, serta foto - foto
perkembangan wilayah kabupaten
ini.

13
Kapuas
Kabupaten Kapuas adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan
Tengah. Ibukota kabupaten ini terletak di Kuala Kapuas. Terdiri dari 12 kecamatan
dan berpenduduk 340.687 jiwa.
Dengan luas wilayah 14.999 km2 atau
1.499.900 ha, tingkat kepadatan 22,71
jiwa/km.

Kabupaten ini dijuluki kota air,
makanan khas dari daerah ini yaitu
tape singkong dan kerupuk ikan.
Perusahaan daerah yang dimiliki
adalah PDAM, Pupuk, Batu
Bara, Pasir Kuarsa. Kerajinan khas yaitu kerajinan
getah nyatuk untuk pembuatan
miniatur jukung, kerajinan kayu
sumpang, kerajinan kurung dan
kerajinan rotan. Hasil perkebunan
utamanya adalah nanas.

14
Barito Timur

kabupaten Barito Timur memamerkan beraneka ragam kerajinan khas seperti


cangkir pasak bumi, asbak garuh, tikar kurun, keba dan bantal karet

15
Barito Utara

Makanan khas dari daerah ini adalah ikan kering saluang dan tewei abon ikan
gabus. Hasil perikanan utama dari daerah ini adalah ikan patin pasopati. Di
stand ini memamerkan miniatur rumah lanting atau terapung, jenis kayu seperti
meranti kuning, balau kuning, meranti merah serta pasak bumi, kerajinan
purun, anyaman rotan serta foto foto cara pembuatan perahu tradisional dari
daerah mereka

16
Barito Selatan
Kabupaten ini memamerkan bibit karet, lampit rotan, kerajinan rotan, miniatur
rumah adat dan purun (tas, dompet dan aksesoris) serta obat-obatan tradisional.

17
Seruyan

Makanan Khas dari daerah ini adalah ikan asin rampit seruyan. Stand
ini memamerkan foto-foto dan cara kerja industri pengolahan ikan. Adapun
tanduk rusa asliyang dijual dengan harga Rp 1.265.000,- serta kerajinan
anyaman rotan dan purun.

18
Lamandau
Kabupaten Lamandau adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah.
Ibu kota kabupaten ini terletak di Nanga Bulik. Kabupaten ini memiliki luas wilayah
6.414 km² dan berpenduduk
sebanyak 47.969 jiwa (sensus
2000). Kabupaten Lamandau
memiliki luas wilayah sebesar
6.414 km² yang terbagi menjadi 3
wilayah Kecamatan, 3 Kelurahan
dan 79 Desa.

Hasil tambang dari kabupaten


ini adalah bijih besi, galena
dan batu gamping. Adapun minyak nilam yang berfungsi sebagai obat
tradisional, serta kerajinan khas daerah yaitu tas, dompet, tempat telepon
genggam, topi yang terbuat dari anyaman rotan dan purun.

19
Sukamara

Di stand ini terdapat berbagai macam jenis batua, mandau khas


sukamara (dayak), alat tangkis yang terbuat dari kayu khas sukamara (dayak),
lala berbagai alat rumah tangga seperti tudung makanan yang terbuat dari
rotan dan lain-lain.

20
Mataram (Lombok) - NTB
Mataram adalah ibu kota
Provinsi Nusa Tenggara
Barat, Indonesia. Kota
Mataram terdiri dari 6
(Enam) Kecamatan yaitu
Ke c a m a t a n A m p e n a n ,
Cakranegara, Mataram,
Pejang gik, Selaparang,
Sekarbela, dengan 50
kelurahan dan 297
Lingkungan. Kota Mataram
terletak pada 08° 33’ - 08°
38’ Lintang selatan dan
116° 04’ - 116° 10’ Bujur Timur. Selain ibukota propinsi, Mataram juga telah
menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, industri dan jasa, serta
saat ini sedang dikembangkan untuk menjadi kota pariwisata. Suku Sasak
merupakan suku asli sekaligus suku bangsa mayoritas penghuni Kota Mataram.

Pada Stand Mutiara Lombok (Mataram - Nusa Tenggara Barat) menjual atau
memamerkan berbagai perhiasan yang terbuat dari mutiara seperti anting,
cincin, kalung dan lain lain. Stand ini banyak dipenuhi oleh pengunjung yang
hendak membeli pernak pernik yang terbuat dari Mutiara.

21
Penutup
Penutup
KESIMPULAN

Dengan diselengarakannya Festival Budaya Isen Mulang masyarakat dapat


mengetahui ciri khas dari daerah masing-masing khususnya di daerah
Kalimantan Tengah. Masyarakat juga terlebih lagi warga Kalimantan Tengah
dapat lebih mencintai Budayanya sendiri yang ada di Kalimantan Tengah.
Dengan diselengarakannya Festival Budaya Isen Mulang dapat memperkenalkan
Kalimantan Tengah ke masyarakat luas.

iii