Anda di halaman 1dari 2

A.

LATAR BELAKANG
Dalam rangka usaha mencapai tujuan nasional yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata dan berkesinambungan materil dan spiritual, diperlukan adanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat yang bersatu padu, bermental baik, berwibawa, berdaya guna, bersih, bermutu tinggi dan sadar akan tanggung jawabnya untuk menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan. Sebagai Abdi Negara, berarti bahwa seorang PNS harus selalu melaksanakan tugas-tugas negara dan mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Sedangkan sebagai Abdi Masyarakat, mengandung pengertian bahwa dalam melaksanakan tugasnya, seorang PNS harus tetap berusaha melayani kepentingan masyarakat dan memperlancar segala urusan anggota masyarakat. Keberadaan PNS sangat dibutuhkan dalam rangka pemberian pelayanan umum kepada masyarakat. Untuk itu, terhadap PNS perlu dilakukan pembinaan yang sistematis melalui berbagai kebijaksanaan dan instrumen pembinaannya.

Diketahui bahwa Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Bangsa Kabupaten Katingan melalui Satuan Polisi Pamong Praja pada tanggal 22 Maret 2011 telah melakukan penertiban / razia PNS dijalan Revolusi, tepatnya didepan Kantor Camat Katingan Hilir/di depan Bank Pembangunan Kalteng, terkait hal tersebut penulis mengkritisi dasar hukum yang digunakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Katingan, tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil karena Peraturan Pemerintah tersebut tidak mengamanatkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan Penertiban PNS karena Tugas Satpol PP telah jelas didalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja, pasal 4 yang menyatakan bahwa Satpol PP mempunyai tugas menegakkan Perda dan menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat serta perlindungan masyarakat. Kemudian didalam penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja, Diktum kesatu/Umum, menjelaskan bahwa disamping menegakkan Perda, Satpol PP juga dituntut untuk menegakkan kebijakan pemerintah daerah lainnya yaitu Peraturan Kepala Daerah Badan Kesbangpol dan Linmas melalui Satpol PP dapat melakukan penertiban PNS jika telah terdapat Perda atau Peraturan Kepala Daerah berupa Perbup yang mengatur Tentang Penertiban PNS, jika tidak terdapat Perda atau Perbup yang mengatur itu maka kewajiban Badan Kesbangpol dan Linmas melalui Satuan Polisi Pamong Praja menyusun draft Perbup tersebut.

Jika tidak terdapat Perda atau Perbup maka masalah ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat serta perlindungan masyarakat tetap me rupakan tugas atau domain pihak penegak hukum terutama Kepolisian. Penertiban PNS yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol dan Linmas melalui Satuan Polisi Pamong Praja tidak diatur oleh Perda atau Perbup sehingga penulis berpendapat bahwa Penertiban PNS tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

B. FOKUS MASALAH Penertiban PNS yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Katingan belum memiliki dasar hukum yang kuat. C. RUMUSAN MASALAH Permasalahan yang telah diuraikan dalam pendahuluan dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana prosedur hukum yang harus dijalankan dalam hal penertiban PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Katingan? 2. Apa