P. 1
28 konsep dasar akuntansi

28 konsep dasar akuntansi

|Views: 11,120|Likes:
Dipublikasikan oleh Gandhi Anugrah

More info:

Published by: Gandhi Anugrah on Jun 26, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

Sections

  • C. Transaksi di Perusahaan Dagang
  • AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
  • A. Jurnal Khusus dan Jurnal Umum
  • B. Macam dan Bentuk Jurnal Khusus
  • C. Akuntansi Pembelian
  • D. Akuntansi Penjualan
  • E. Akuntansi Persediaan
  • F. Buku Besar dan Buku Pembantu
  • NERACA SALDO
  • Latihan untuk diskusi :
  • A. Jurnal Penyesuaian
  • B. Menyiapkan Neraca Lajur
  • C. Menyusun Laporan Keuangan
  • D. Jurnal Penutup
  • E. Neraca Saldo Setelah Penutup
  • PRAKTIK SIKLUS AKUNTANSI
  • Pertanyaan:

Umi Muawanah, dkk.

KONSEP DASAR AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
JILID 2 SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

KONSEP DASAR AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
JILID 2
Penulis

Untuk SMK
: Umi Muawanah Fahmi Poernawati

Perancang Kulit

: TIM

Ukuran Buku MUA k

:

17,6 x 25 cm

MUAWANAH, Umi Konsep Dasar Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Jilid 1 untuk SMK /oleh Umi Muawanah, Fahmi Poernawati ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xii, 127 hlm Daftar Pustaka : Lampiran. A Daftar Istilah : Lampiran. B ISBN : 978-602-8320-51-1 ISBN : 978-602-8320-53-5

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2008

KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

Dengan demikian diharapkan bahwa para siswa dan pembaca lainnya akan lebih dapat mendalami pelajaran akuntansi mulai dari pemahaman terhadap siklus akuntansi (mulai dari proses pencatatan transaksi sampai dengan menyusun laporan keuangan) hingga pemahaman terhadap konsep dasar akuntansi keuangan. Buku ini merupa-kan buku pelajaran akuntansi bagian 3 (tiga) yang melengkapi keberadaan buku 1 (satu) dan buku 2 (dua). dan (3) penyajian dalam laporan keuangan. Berbeda dengan buku 1 (satu) dan buku 2 (dua) yang keduanya lebih menitik beratkan pada pembahasan tentang siklus akuntansi. dan disajikan dalam laporan keuangan. Buku 3 (tiga) ini berisi tentang konsep yang mendasari perlakuan akuntansi atas suatu transaksi. buku 3 (tiga) ini akan membantu para siswa atau pembaca lainnya untuk lebih memahami bagaimana suatu transaksi itu harus diakui.KATA PENGANTAR uji syukur kehadirat Allah SWT penulis panjatkan atas dapat diselesaikannya penulisan buku akuntansi ini. P iii . Penulis berharap bahwa buku ini bisa digunakan oleh berbagai pihak. Dan dalam menyusun buku ini. penulis beranggapan bahwa para pembaca belum pernah mempelajari konsep dasar akuntansi keuangan. dinilai atau diukur. (2) pengukuran. Perlakuan akuntansi yang dimaksud meliputi: (1) pengakuan. oleh karena itu penyampaian materi dalam buku inipun disusun secara sederhana.

pemberian nilai sampai dengan penyajian sebuah akun dalam laporan keuangan. (2) memberikan penjelasan tentang bagaimana kita akan memberikan nilai atau angka terhadap suatu transaksi. Penulis menyadari bahwa buku ini masih memiliki banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu. Rancangan pada buku ini diharapkan bisa dipelajari oleh para pembaca secara umum dan para siswa SMK secara khusus secara mandiri. Sedangkan pada buku 3 (tiga) ini. Dengan demikian diharapkan bahwa para siswa dan pembaca lainnya akan lebih memahami tahapan-tahapan dalam mempelajari akuntansi keuangan pada tingkat dasar secara menyeluruh.Tujuan ditulisnya buku ini untuk: (1) memberikan pemahaman terhadap bagaimana sebuah transaksi harus dicatat dalam buku jurnal. Hal ini dimaksudkan untuk dapat didiskusikan atau dikerjakan secara mandiri. Dengan cara ini diharapkan para siswa atau pembaca dapat menguasai konsep teori pada bab yang bersangkutan dengan lebih baik. dan soal pada setiap akhir bab. penulis sangat berterimakasih apabila pembaca bersedia memberikan kritik dan saran. dan (3) bagaimana suatu akun dapat disajikan dalam suatu laporan keuangan. latihan. Semoga bermanfaat! Penulis iv . seperti pada buku 1 (satu) dan buku 2 (dua). Oleh karena itu. siswa dan para pembaca lainnya diajak untuk mempelajari mulai dari pencatatan. maka pada buku 3 (tiga) inipun dilengkapi dengan sejumlah bahan pertanyaan. sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan pada edisi berikutnya. Pemahaman tentang proses akuntansi yang terangkai dalam siklus akuntansi dalam suatu perusahaan sebagaimana yang telah dibahas pada buku 1 (satu) dan buku 2 (dua) lebih difokuskan pada proses pencatatannya hingga disusun sebuah laporan keuangan. Harapan penulis adalah semoga buku ini bisa melengkapi dua buku sebelumnya dan dapat digunakan sebagai bahan untuk memahami pelajaran akuntansi tingkat dasar secara menyeluruh. Akhirnya. bagi siswa SMK program keahlian akuntansi se Indonesia dan pembaca lainnya. penulis mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada selmua pihak yang telah membantu mulai dari menyiapkan materi buku ini hingga penyelesaian buku ini.

F. Buku Besar dan Jenisjenis Akun dalam Perusahaan Bentuk-bentuk Akun Sifat-sifat Akun dan Aturan Pencatatan Akun Akun dan Persamaan Dasar Akuntansi Saldo Normal Akun Cara Pencatatan Transaksi dalam Akun v . C. F. C.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI iii v 1 1 3 5 5 8 8 10 11 12 14 14 23 27 30 38 41 43 44 46 51 52 53 BAB 1 AKUNTANSI DAN OPERASI BISNIS A. D. C. B. Pengertian dan Tujuan Akuntansi Peran Akuntansi dalam Perusahaan dan Pengguna Akuntansi Profesi Akuntansi Bidang-bidang Spesialisasi Akuntansi Jenis-jenis Perusahaan Jenis-jenis Organisasi Perusahaan Soal-soal Latihan Bab 1 BAB 2 TRANSAKSI BISNIS PERUSAHAAN DAN PERSAMAAN DASAR AKUNTASI A. Pengertian Transaksi Bisnis Perusahaan Persaman Dasar Akuntansi Analisis Transaksi Laporan Keuangan Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 2 Soal Berlanjut BAB 3 AKUN (REKENING) DAN PENGGUNAANNYA A. E. D. B. B. Pengertian Akun. D. E.

Buku Besar dan Kegunaannya Daftar Akun (Rekening) Posting (Pemindahan) Ayat Jurnal ke Buku Besar Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 5 Soal Berlanjut BAB 6 NERACA SALDO A. B. C. D. C. B. E. Memahami Langkah-langkah dalam Proses Pencatatan Menganalisis Pengaruh Transaksi Bisnis terhadap Akun Pengertian Jurnal dan Fungsinya Bentuk-bentuk Buku Jurnal (Harian) Menyiapkan Ayat-ayat Jurnal di Buku Harian Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 4 Soal Berlanjut BAB 5 POSTING DAN BUKU BESAR A. Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo Prosedur Menyiapkan Neraca Saldo Keterbatasan Neraca Saldo Menyiapkan Neraca Saldo Mendeteksi Neraca Saldo yang Tidak Seimbang Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 6 Soal Berlanjut vi . B. E. C.Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 3 Soal Berlanjut 56 59 69 71 72 74 75 75 78 92 94 97 101 102 105 107 114 118 125 127 128 129 132 133 137 139 148 156 BAB 4 PENCATATAN TRANSAKSI BISNIS A. D.

G. Kebutuhan Penyesuaian Jenis-jenis Penyesuaian Jurnal Penyesuaian Koreksi dan Ayat Jurnal Koreksi Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 7 157 158 160 161 175 179 181 189 190 190 191 195 199 206 207 213 218 220 225 226 227 227 237 239 241 241 247 251 BAB 8 NERACA LAJUR A. Jenis-jenis Laporan Keuangan Bentuk Laporan Keuangan Menyiapkan Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 9 BAB 10 PEMBALIK A. C. B. B.BAB 7 PENYESUAIAN DAN KOREKSI AKUN (REKENING) A. PENUTUPAN BUKU DAN JURNAL Menjelaskan Kegunaan Jurnal Penutup Menyiapkan Jurnal Penutup Tahap-tahap Menutup Akun Nominal Jurnal Penutup untuk Perusahaan Persekutuan Jurnal Penutup untuk Perusahaan Perseroan Kegunaan Jurnal Pembalik (Reversing Entry) Menyiapkan Jurnal Pembalik Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 10 vii . B. D. C. E. Pengertian dan Kegunaan Neraca Lajur Bentuk dan Isi Neraca Lajur Menyiapkan Neraca Lajur Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 8 BAB 9 LAPORAN KEUANGAN A. D. F. C. B. C.

B. B. B. C. C. D. Jurnal Khusus dan Jurnal Umum Macam dan Bentuk Jurnal Khusus Akuntansi Pembelian Akuntansi Penjualan Akuntansi Persediaan Buku Besar dan Buku Pembantu Soal-soal Latihan Bab II Latihan-latihan Soal-soal BAB 3 NERACA SALDO A. F.BAB 11 NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN A. C. E. Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo setelah Penutupan Bentuk-bentuk Neraca Saldo setelah Penutupan Menyiapkan Neraca Saldo setelah Penutupan Soal-soal Latihan Bab 11 KARAKTERISITIK PERUSAHAAN DAGANG A. Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo Perusahaan Dagang Prosedur Membuat Neraca Saldo Perusahaan Dagang Menyiapkan Neraca Saldo Perusahaan Dagang Latihan untuk Diskusi Soal viii . Pengertian dan Ruang Lingkup Operasi Perusahaan Dagang Laporan Keuangan untuk Perusahaan Dagang Transaksi di Perusahaan Dagang Soal-soal latihan Bab I Latihan-latihan 270 272 275 278 289 291 292 292 295 300 305 312 316 318 319 323 324 324 326 335 336 261 262 262 263 265 BAB 1 BAB 2 AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG A. B. C.

F.BAB 4 PENILAIAN PERSEDIAAN DAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN A. D. B. C. C. E. Jurnal Penyesuaian Menyiapkan Neraca Lajur Menyusun Laporan Keuangan Jurnal Penutup Neraca Saldo setelah Penutup Soal-soal Latihan Bab 5 Latihan Soal BAB 6 PRAKTEK SIKLUS AKUNTANSI Praktek Siklus Akuntansi Pertanyaan BAB 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP AKUNTANSI A. C. B. E. Penilaian Persediaan dan Penghitungan Harga Pokok Penjualan dengan Metode FIFO Menentukan Nilai Persediaan dan Harga Pokok Penjualan dengan Metode LIFO Menentukan Nilai Persediaan dan Perhitungan Harga Pokok Penjualan dengan Metode Rata-rata Menentukan Nilai Persediaan dan Harga Pokok Penjualan Metode Identifikasi Khusus Soal-soal latihan Bab 4 Soal Latihan Soal-soal 337 338 347 350 351 353 355 355 357 358 363 366 367 370 372 372 373 376 377 379 381 382 383 383 385 387 389 BAB 5 PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG A. B. D. Pendahuluan Pengertian Akuntansi Pengguna Akuntansi Karakteristik Perusahaan Bidang-bidang Akuntansi Profesi Bidang Akuntansi ix . D.

F. C. D. Pendahuluan Pengertian dan Manfaat Kerangka Dasar Tujuan Laporan Keuangan Asumsi Dasar Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Unsur-unsur Laporan Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Unsur Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 2 BAB 3 KAS A.G. Pengertian Piutang Klasifikasi Piutang Pengakuan Piutang Usaha (Account Receivable) Penilaian Piutang Usaha Penagihan Piutang yang Telah Dihapuskan Disposisi Piutang Piutang Wesel (Wesel Tagih) Pencatatan Piutang Wesel (Wesel Tagih) Penilaian Piutang Wesel (Wesel Tagih) Mendiskontokan Wesel Soal-soal Latihan Bab 4 x . B. F. C. F. B. E. D. C. D. H. Jenis-jenis Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 1 390 396 397 398 398 400 401 404 405 408 412 413 BAB 2 KERANGKA DASAR AKUNTANSI KEUANGAN A. Pendahuluan Pengertian Kas Komposisi Kas Manajemen Pengendalian Kas Kas Kecil Rekonsiliasi Laporan Bank Soal-soal Latihan Bab 3 414 414 414 416 418 423 430 435 436 436 437 438 443 444 447 448 449 449 456 BAB 4 PIUTANG A. B. I. G. E. J. E. G.

H. F. E.BAB 5 PERSEDIAAN A. B. E. G. F. B. Pengertian Jenis-jenis Persediaan Pengukuran Persediaan Sistem Pencatatan Persediaan Penentuan Kuantitas Persediaan Penilaian Persediaan Perbandingan Metode Penentuan Biaya Persediaan dan Pengaruhnya terhadap Laporan Keuangan Metode Penilaian Persediaan Selain Harga Pokok Soal-soal Latihan Bab 5 462 463 463 464 465 468 470 485 486 487 493 494 494 495 496 497 499 501 503 504 504 505 513 BAB 6 INVESTASI JANGKA PENDEK A. B. D. D. D. C. Penilaian Aset Tetap Akun-akun yang Tergolong Aset Tetap Penentuan Harga Pokok Berbagai Jenis Aset Tetap dengan Cara Membeli Penentuan Harga Pokok Aset Tetap dengan Cara Membangun Sendiri Penyajian Aset Tetap di Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 7 516 xi . C. Pengertian Investasi dan Tujuan Investasi Klasifikasi Investasi Saham Investasi dalam Saham Pengukuran dan Pencatatan Investasi Lancar Penilaian Investasi Saham (Pelaporan Pada Nilai Terendah antara Biaya dan Nilai Pasar) Investasi Lancar Obligasi Soal-soal Latihan Bab 6 BAB 7 ASET TETAP A. C. E.

C. D. C. Pengertian Kewajiban Jangka Panjang Jenis-jenis Kewajiban/ Utang Jangka Panjang Soal-soal Latihan Bab 10 BAB 11 EKUITAS A. B. C. Pengertian Kewajiban Kewajiban Lancar Jenis-jenis Kewajiban Lancar Penyajian Kewajiban di Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 9 BAB 10 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG A.BAB 8 PENYUSUTAN ASET TETAP A. Jenis-jenis Ekuitas dan Sumber Perubahannya Perlakuan Akuntansi dan Pelaporan Saham Perlakuan Akuntansi dan Pelaporan Laba Ditahan dan Dividen Soal-soal Latihan Bab 11 BAB 12 PENGAKUAN PENDAPATAN A. D. B. B. C. D. B. Pendahuluan Faktor-faktor Perhitungan Penyusutan Metode-metode Penyusutan Penyajian Penyusutan Aset Tetap di Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 8 519 520 520 521 527 530 533 534 535 535 543 544 547 548 548 560 562 563 568 574 579 583 584 585 586 586 BAB 9 KEWAJIBAN A. Pengertian Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengukuran Pendapatan Penyimpangan dari Dasar Penjualan xii . B.

Soal-soal Latihan Bab 12 593 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR ISTILAH A B xiii .

Menjelaskan tentang potongan di perusahaan dagang 270 . Menjelaskan tentang pajak pertambahan nilai di perusahaan dagang 6. Menjelaskan tentang beban transportasi di perusahaan dagang 5. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup operasi perusahaan dagang 2.KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. Menjelaskan tentang transaksi penjualan barang dagangan di perusahaan dagang 3. Menjelaskan tentang transaksi pembelian barang dagangan di perusahaan dagang 4.

KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG Pada buku satu kita telah mempelajari akuntansi untuk perusahaan jasa dengan menerapkan satu siklus akuntansi secara menyeluruh. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang akuntansi perusahaan dagang.1: Isi dan Pengorganisasian Pembahasan Buku Dua AKUNTANSI untuk PERUSAHAAN DAGANG Pengukuran Laba atau Rugi bersih Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Operasi Laporan Laba Rugi/ Laba atau Rugi Bersih Penyelesaian Siklus Akuntansi Penggunaan Neraca Lajur Menyiapkan Laporan Keuangan Jurnal Penyesuaian dan Jurnal Penutup Neraca Saldo setelah Penutupan Bentuk-bentuk Laporan Laba Rugi 271 . Tidak berbeda dengan perusahaan jasa. Namun yang perlu lebih diperhatikan adalah penggunaan akun dan ayat jurnal pada perusahaan dagang lebih kompleks dari pada perusahaan jasa. Ilustrasi 1.1 yang menjelaskan tentang isi dan pengorganisasian pembahasan buku dua. tahapan akuntansi perusahaan dagangpun sama dengan tahapan siklus akuntansi untuk perusahaan jasa. marilah kita simak ilustrasi 1. mulai dari pencatatan transaksi sampai dengan menyusun laporan keuangan dan menyiapkan neraca saldo setelah penutupan.

dagang dan industri. ada tiga jenis bidang usaha yaitu bidang usaha jasa.2: Siklus Operasi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang Perusahaan Jasa Menerima Kas Kas Menghasilkan Jasa Piutang Usaha Perusahaan Dagang Menerima Kas Kas Membeli Barang Dagangan Menjual Barang dagangan Piutang Dagang Persediaan Barang Dagangan 272 . Ilustrasi 1.2 menjelaskan perbedaan siklus operasi perusahaan jasa dan perusahaan dagang dalam praktik sehari-hari. Masing-masing usaha memiliki kegiatan yang berbeda-beda satu dengan yang lain.A. Pengertian dan Ruang Lingkup Operasi Perusahaan Dagang Jenis bidang usaha adalah jasa dagang dan industri Dalam dunia usaha. Ilustrasi 1. pendapatan dan beban dalam laporan laba ruginya. Perbedaan aktivitas ini akan mempengaruhi pada perbedaan dalam pengukuran laba.

Barang yang belum dijual merupakan persediaan akhir barang dagang Barang dagangan yang belum terjual pada akhir periode akuntansi disebut persediaan barang dagangan (merchandhise inventory). yaitu perusahaan dagang besar (grosir) yang membeli barang dari pabrik dan menjual kepada perusahaan dagang pengecer. Kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan Perusahaan industri memiliki kegiatan utama untuk menjual barang jadi dengan terlebih dahulu mengolah dari bahan baku menjadi produk jadi. perusahaan kue. Contoh: toko baju. pabrik gula dan lain-lain. Contoh perusahaan jasa adalah salon. swalayan. dan perusahaan dagang kecil atau pengecer yang membeli barang dari grosir kemudian dijual kepada pelanggan perorangan dengan harga eceran. Perusahaan ini memperoleh pendapatan jasa dari jasa yang telah diberikan kepada pengguna jasa dan dilaporkan sebagai pendapatan jasa (fee earned). 273 . pabrik gula dan lain-lain. dan biaya dari barang tersebut disebut sebagai harga pokok penjualan/ beban pokok penjualan (cost of goods sold atau cost of merchandhise sold). Aktivitas perusahaan dagang untuk menghasilkan pendapatan melibatkan kegiatan Barang yang telah dijual menjual barang dagangan kepada pelanggan. toko sepatu. konsultan. Perusahaan industri kegiatan utama adalah menjual barang jadi dengan terlebih dahulu mengolah dari bahan baku menjadi produk jadi. Contoh: perusahaan sepatu.Perusahaan jasa memiliki kegiatan utama untuk memberIkan jasa kepada pengguna jasa. Contoh: perusahaan sepatu. akan menjadi harga Bila barang dagang tersebut telah dijual akan pokok penjualan dilaporkan sebagai penjualan. dokter dan jasa tukang jahit. Beban operasi yang terjadi dikurangkan ke pendapatan jasa untuk mendapatkan laba bersih. Kegiatan utama perusahaan jasa adalah menjual jasanya kepada pengguna jasa Sedangkan perusahaan dagang memiliki kegiatan utama membeli dan kemudian menjual menjual barang dagangan. Perusahaan dagang dibedakan menjadi dua. perusahaan kue. yang akan dilaporkan di neraca sebagai asset lancar. toserba dan lain-lain. Penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan merupakan laba kotor (gross profit). Disebut demikian karena belum dikurangi dengan beban operasi.

4: Proses Pengukuran Laba atau Rugi Bersih pada Perusahaan Dagang Penjualan Dikurangi Harga Pokok Sama Dengan Penjualan Laba Kotor Dikurangi Beban Operasi Sama Dengan Laba (Rugi) Bersih Dari ilustrasi di atas.3: Proses Pengukuran Laba atau Rugi Bersih pada Perusahaan Jasa (-) Pendapatan Beban Operasi (=) Laba atau Rugi Bersih Ilustrasi 1.Dengan adanya perbedaan aktivitas sebagaimana dijelaskan di atas. sedangkan laba bersih perusahaan dagang dihitung sebagai berikut: 274 . Ilustrasi 1.4 menjelaskan proses pengukuran laba atau rugi pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang. Ilustrasi 1.3 dan 1. dapat dilihat secara jelas bahwa laba bersih perusahaan jasa diperoleh dari pendapatan jasa dikurangi dengan beban operasi. pengukuran laba atau rugi dalam laporan laba rugi perusahaanpun akan berbeda satu dengan lainnya.

- B. Laporan Perubahan Ekuitas. baik secara tunai maupun kredit. Laporan laba rugi pada perusahaan dagang terdiri dari dua bentuk.Penjualan (bersih) Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Operasi Laba (Rugi) Bersih Rp. Retur dan potongan harga diakui ketika barang dagangan dikembalikan atau ketika potongan diberikan oleh penjual 3. pada perusahaan jasa hanya ada satu bentuk laporan laba rugi saja.xxx. maka tentu saja kompleksitas laporan keuangan jasa tidak akan sama dengan laporan keuangan perusahaan jasa.xxx. “ Rp. retur dan pengurangan harga serta diskon penjualan dikurangkan pada nilai penjualan kotor. Retur dan potongan harga diberikan kepada pelanggan untuk barang yang rusak atau cacat. Penjualan bersih diperoleh dengan mengurangkan retur dan potongan harga serta diskon penjualan terhadap penjualan 5. dan Neraca. Namun.xxx. xxx. “ Rp. Harga pokok penjualan adalah harga barang yang terjual ke pelanggan. Penjualan adalah jumlah yang dibebankan kepada para pelanggan atas barang yang dijual perusahaan ke pelanggan yang bersangkutan. Bentuk laporan laba rugi bertahap disiapkan dengan komponenkomponen sebagai berikut: 1. Pada perusahaan jasa. 2.xxx. Diskon penjualan diakui pada saat pelanggan membayar tagihan penjualan. Besarnya harga pokok penjualan bisa ditetapkan setiap kali penjualan barang dagangan terjadi atau pada akhir periode 275 . yaitu terdiri dari Laporan Laba Rugi. penyusunan laporan keuangan relatif lebih sederhana dari pada penyusunan laporan keuangan di perusahaan dagang. Sedangkan. 4. Laporan Keuangan untuk Perusahaan Dagang Jenis laporan keuangan yang harus dibuat oleh semua perusahaan pada dasarnya sama. yaitu bentuk bertahap (multiple step income statement) dan bentuk langsung (single step incime statement). yang perlu kita perhatikan adalah karena adanya perbedaan sifat perusahaannya. Untuk mendapatkan nilai penjualan bersih. Diskon penjualan diberikan penjual kepada pelanggan untuk pembayaran lebih awal dari jumlah terutang.

5 menunjukkan perbandingan antara sistem persediaan periodik dengan sistem persediaan perpetual.7 adalah contoh dari laporan laba rugi bentuk langsung. Ilustrasi 1. Ketika perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual.5: Perbandingan antara Sistem Persediaan Periodik dengan Perpetual Pembelian Barang Dagangan Barang yang terjual Periodik Penentuan atas penjualan Akhir Periode Perhitungan Harga Pokok Penjualan Pembelian Barang Dagangan Barang yang terjual Penentuan atas Penjualan Akhir Periode Perpetual Perhitungan Harga Pokok Penjualan Untuk menentukan harga pokok penjualan dengan menggunakan sistem persediaan periodik. Menentukan harga pokok persediaan pada awal dan akhir periode akuntansi. Ilustrasi 1. Menentukan harga pokok barang yang dibeli 3. Ilustrasi 1. Mencatat pembelian barang dagangan 2. apabila perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual. semua pencatatan secara detail terhadap persediaan barang dagangan setiap saat dilakukan. 276 . Namun jika harga pokok penjualan baru dapat ditentukan pada akhir periode akuntansi. sehingga setiap saat nilai persediaan bisa diketahui. perlu dilakukan hal-hal berikut ini: 1.akuntansi. Harga pokok penjualan bisa ditentukan setiap kali penjualan terjadi.6 adalah contoh laporan laba rugi bentuk bertahap dan ilustrasi 1. dikatakan bahwa perusahaan menggunakan sistem persediaan periodik.

Ilustrasi 1.6: Laporan Laba Rugi Bentuk Bertahap Usaha Dagang Kartika Jaya Laporan Laba Rugi Untuk Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2006 Pendapatan dari penualan: Penjualan Dikurangi: Retur dan Potongan Penjualan Diskon Penjualan Penjualan Bersih Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Operasi: Beban Penjualan: Beban Gaji Penjualan Beban Iklan Beban Penyusutan-Peralatan Toko Beban Penjualan Ripa-rupa Total Beban Penjualan Beban Administrasi: Beban Gaji Kantor Beban Sewa Beban Penyusuta-Peralatan Kantor Beban Asuransi Beban Perlengkapan Kantor Beban Administrasi Rupa-rupa Total Beban Administrasi Total Beban Operasi Laba dari Operasi Pendapatan dan beban lain-lain: Pendapatan Sewa Beban Bunga Laba Bersih xx xx xx ( xx ) xx ( xx ) xx x x x x x x x x xx x x x x x x x x x x x x xx ( xx ) xx xx ( x x) ±x x xx 277 .

000.7: Laporan Laba Rugi Bentuk Langsung Usaha Dagang Kartika Jaya Laporan Laba Rugi Untuk Bulan yang berakhir 31 Agustus 2006 (dalam Rp. Transaksi di Perusahaan Dagang Pada perusahaan dagang.-) Pendapatan: Penjualan Bersih Pendapatan Sewa Pendapatan Bunga Pendapatan lain-lain Total Pendapatan Beban-beban: Harga Pokok Penjualan Beban Penjualan Beban Administrasi Beban Bunga Beban Lain-lain Total Beban Laba Bersih x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x (x x x x x) x C.Ilustrasi 1. pajak pertambahan nilai. yakni mulai dari mencatat transaksi sampai dengan penutupan buku. Demikian juga halnya yang akan terjadi pada transaksi penjualan. Transaksi utama yang terjadi di perusahaan dagang adalah pembelian dan penjualan barang dagangan. prosedurprosedur akuntansi yang dilakukan sama seperti yang dilakukan pada perusahaan jasa. 278 . Dalam transaksi pembelian akan timbul ongkos angkut. Transaksi yang terjadi dan dicatat di perusahaan dagang sesuai dengan kegiatan utamanya yaitu transaksi pembelian dan transaksi penjualan. potongan pembelian dan retur pembelian.

Potongan. seringkali diikuti dengan syarat penjualan. Syarat penjualan bisa berupa termin penjualan. Piutang dagang terjadi akibat penjualan secara kredit Setiap transaksi penjualan barang dagangan terjadi. jika pembeli melakukan pembayaran maksimal 10 (sepuluh) hari setelah tanggal transaksi. 1. kadangkadang perusahaan harus menerima pengembalian barang atau memberi 279 . Ilustrasi 1. harus ada bukti pendukung sebagai dokumen bisnis perusahaan. Untuk perusahaan dagang. Pada saat perusahaan menjual barang dagangannya. Beban Transportasi. Dan pada saat terjadi penjualan secara kredit ini. 5.5 merupakan contoh faktur penjualan sebagai dokumen bisnis yang ada di perusahaan dagang. penjual akan memberikan potongan penjualan sebesar 2% kepada pembeli. Transaksi Penjualan Barang Dagangan. maka diperoleh pendapatan. Cash register merupakan contoh bukti pendukung adanya transaksi penjualan secara tunai dan faktur penjualan meru[pakan salah satu contoh bukti pendukung transaksi penjualan secara kredit. Penjualan adalah pendapatan dari hasil penjualan Jika penjualan barang dagangan dilakukan secara kredit. Retur. Jumlah yang dibebankan kepada pembeli untuk barang dagang yang diserahkan merupakan pendapatan perusahaan yang bersangkutan. Termin ini memiliki makna bahwa jangka waktu pembayaran paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal transaksi. n = 30. Barang yang sudah dijual dan dikembalikan disebut retur penjualan Pada waktu menjual.Pada pembahasan ini akan dibahas tiap-tiap transaksi yang terjadi di perusahaan dagang. 2. Transaksi Pembelian Barang Dagangan. maka menimbulkan piutang yang biasanya dicatat dalam akun “Piutang Dagang”. misal yang menyatakan 2/ 10. akun yang digunakan untuk mencatat penjualan barang dagang disebut akun penjualan. 4. Pajak Pertambahan Nilai. 3. Transaksi Penjualan Barang Dagang Penjualan barang dagangan bisa dilakukan secara tunai maupun secara kredit. yang meliputi: 1. 6.

1 Jawa Timur Propinsi Malang Kota 62121 Kode Pos 05/04/06 No. Ilustrasi 1. pinjaman kreditur dan lain-lain. sedangkan pemberian potongan penjualan disebut pengurangan harga (sales allowances).5: Faktur Penjualan No Faktur: 371 buana Electronic Jl. Penerimaan uang yang sering muncul di perusahaan dagang. tangerang. juga berasal dari setoran modal pemilik. 280 . Uang yang diterima dari penjualan tergantung pada syarat jual beli yang telah ditetapkan. Taman Raden Intan E1/ No. Penerimaan kembali barang yang telah dijual disebut penjualan retur (sales return).300 2.500 PENTING: SEMUA PENGEMBALIAN HARUS DILAKUKAN DALAM 10 HARI. Katalog Penjual: Yoga Deskripsi Termin 2/10 n/30 Jumlah FOB Sh. HARGA dalam US $ TOTAL 3. jawa barat Nama Perusahaan Atas Nama Alamat Warna-warni Video Widyasari Jl. selain dari penjualan barang dagangannya. Hal ini terjadi kalau barang yang dijual tidak sesuai dengan permintaan pembeli. Cucur barat kav 529.300 A2547Z45 Production Model Circuits 5 300 1.potongan harga.800 Penjualan diikuti dengan penerimaan uang. Pt Harga Total X572Y9820 Printed Circuit Board-prototype 1 2.

000 2.000 36.000.000.-. selain membeli barang dagangan. maka transaksi ini bisa dicatat sebagai berikut: (dalam rupiah) Tanggal 2007 Jurnal Umum Hal. Transaksi Pembelian Barang Dagangan Seperti halnya pada transaksi penjualan. Keterangan Ref. Pembelian barang dagangan secara kredit akan menimbulkan utang yang akan dicatat dalam akun “Utang Dagang” Pembelian secara kredit akan menimbulkan utang dagang Kegiatan pembelian yang lain pada perusahaan dagang. 2=30? Pencatatan atas transaksi penjualan secara kredit sebagai berikut: (dalam rupiah) Tanggal 2007 Jurnal Umum Hal. Debit Kredit Juni 5 Kas Penjualan (untuk mencatat penjualan tunai) 36. Pembelian inipun juga dapat dilakukan secara kredit ataupun secara tunai.000 Bgaimana pencatatan transaksi tersebut di atas. pembelian perlengkapan dan jasa lain dalam rangka kegiatan usaha. 36. juga meliputi pembelian aset produktif.000. Debit Kredit Juni 5 Piutang Dagang Penjualan (untuk mencatat penjualan kredit) 36. Keterangan Ref.000 36. transaksi pembelian barang daganganpun dapat dilakukan secara tunai dan secara kredit.000.Sebagai contoh pencatatan transaksi penjualan secara tunai dengan menggunakan metode periodik: Tanggal 5 Juni 2007 UD Widya Airlangga melakukan penjualan tunai sebesar Rp. jika penjualan dilakukan secara kredit dengan termin: 2/10. 281 .000.000.

asuransi dan lain-lain.000. Jumlah yang dibebankan kepada perusahaan untuk memperoleh suatu barang sampai dapat dijual merupakan harga pokok barang. Harga pokok barang selain harga beli juga ongkos angkut pembelian. membayar utang atau membagikan laba kepada pemilik. misalnya membayar gaji.Pada saat perusahaan melakukan pembelian barang dagang secara kredit.000. Debit Kredit Mei 16 Pembelian Kas (untuk mencatat pembelian tunai) 55. pembayaran dapat dilakukan untuk keperluan lain. Disamping pembelian barang dan jasa. Contoh pencatatan transaksi pembelian secara tunai dengan menggunakan metode periodik sebagai berikut: tanggal 16 Mei 2007 membeli barang dagangan kepada UD Kartika Purnama Rp. 55. n=60? Pencatatan atas transaksi pembelian secara kredit ini adalah: (dalam rupiah) Tanggal 2007 Jurnal Umum Hal.000 Bagaimana jika transaksi tersebut merupakan pembelian barang dagangan secara kredit dengan termin 3/10. Pembelian akan diikuti oleh transaksi pembayaran. Debit Kredit Juni 16 Pembelian Utang Dagang (untuk mencatat penjualan kredit) 55.000.000 55. Kapan pembelian batang dagangan itu harus dibayar akan tergantung pada syarat jual beli yang ditetapkan.000 282 .000.Pencatatan atas transaksi tersebut adalah: (dalam rupiah) Tanggal 2007 Jurnal Umum Hal.000.000. Keterangan Ref. seringkali perusahaan terikat dengan suatu syarat yang disebut dengan syarat pembelian. Keterangan Ref.000 55.

Beban-beban semacam itu merupakan total beban perusahaan Bulan Purnama dalam pembelian barang (persediaan) dan menambah pembelian. penjual atau pembeli yang harus menanggung beban transportasi (ongkos angkut). syarat penjualan disebut sebagai FOB (free on board) tempat pengiriman (FOB Shipping point). Bintang Baru mengalihkan hak kepemilikan atas barang kepada Perusahaan Bulan Purnama pada saat barang dikirimkan. Beban Transportasi Syarat-syarat penjualan harus menyebutkan kapan hak kepemilikan atas barang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli. Misalnya: Perusahaan Bintang Baru menjual barang kepada perusahaan Bulan Purnama. Dalam hal ini. syarat penyerahan disebut sebagai FOB tujuan (FOB destination). Dalam hal ini. Ini berarti bahwa penjual menyerahkan barang dagang tersebut ke tempat tujuan pembeli tanpa dibebani ongkos angkut kepada pembeli. Dengan demikian penjual membayar ongkos angkut sampai ke tujuan akhir. Hal ini menentukan pihak mana.6 menjelaskan syarat penyerahan barang dagangan dari penjual ke pembeli. Penjual akan mendebit ke beban pengiriman yang dilaporkan dalam laba rugi penjual sebagai beban.3. Hak milik atas barang dagang bisa beralih kepada pembeli pada saat penjual menyerahkan barang tersebut ke perusahaan pengangkut. Pembeli menanggung beban transportasi bila syarat pengiriman adalah FOB tempat pengiriman (FOB Shipping point) Penjual menanggung beban transportasi bila syarat pengiriman adalah FOB tempat tujuan (FOB destination) Hak milik atas barang dagang bisa beralih ke pembeli pada saat pembeli menerima barang dagangan tersebut. Ini berarti perusahaan Bulan Purnama akan membayar beban transportasi dari tempat pengiriman (Bintang Baru) ke tujuan akhir (Perusahaan Bulan Purnama). Ilustrasi 1. 283 .

Perusahaan Airlangga mencatat transaksi tersebut sebagai berikut: (dalam rupiah) Tanggal 2007 Jurnal Umum Hal. dan membayar beban transportasi sebesar Rp.000.000.000.00 5. 5. syarat penyerahan FOB shipping point. Keterangan Ref.000. pada tanggal 10 Juli 2007 perusahaan Airlangga membeli barang dagangan dari UD Kartika Purnama secara kredit senilai Rp.000.00 dagangan) 284 . Debit Kredit Juli 10 Pembelian Utang Dagang (untuk mencatat penjualan kredit. syarat FOB shipping point) 90.6 : Syarat-syarat Penyerahan Barang Dagangan Syarat: FOB DESTINATION Tempat Pengiriman Penjual membayar ongkos angkut dan mendebit beban pengiriman Ongkos Angkut Hak pemilikan beralih ke pembeli Tempat Tujuan Penjual Hak pemilikan beralih ke pembeli Pembeli membayar ongkos angkut dan mendebit pembelian Barang Dagang Ongkos Angkut Pembeli Syarat: FOB SHIPPING POINT Sebagai contoh.000 90.-.-. 90.000.000.000.Ilustrasi 1.000 10 Pembelian Kas (Membayar ongkos angkut atas pembelian barang 5.000.000.

Potongan Potongan tunai terjadi akibat pembayaran lebih cepat dari masa kredit macam potongan perdagangan.4. Sedangkan bagi pembeli pajak yang yang ditanggung merupakan pajak yang dibayar di muka sebagai aset . harga.keluaran terjadi akibat menjual barang. mengakibatkan terjadi utang pajak 5. PPN-Keluaran akan menimbulkan utang bagi penjual kepada pemerintah. pajak yang terjadi akibat membeli barang dagangan disebut PPN-masukan. Pajak yang muncul akibat penjualan barang akan dikenakan kepada konsumen. Negara Perusahaan menyetor pajak penjualan ke negara PPN-masukan terjadi akibat membeli barang . PPN. Pajak Pertambahan Nilai Perusahaan memungut pajak penjualan dari pelanggan Pelanggan Di Indonesia. ketentuan dalam jual beli mungkin juga berhubungan dengan masalah potongan (discount). Di samping syarat-syarat tersebut di atas. setiap transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan akan dikenakan pajak pertambahan nilai sebesar 10%. pajak pertambahan nilai yang dikenakan kepada konsumen disebut PPN-keluaran. Ada dua yaitu potongan tunai dan potongan 285 . mengakibatkan adanya aset Sebaliknya.

200. Syarat ini berarti bahwa potongan sebesar 2% diberikan bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari setelah tanggal transaksi. Potongan perdagangan(trade discount) terjadi karena penjualann dalam jumlah besar Suatu contoh: pada tanggal 2 Januari 2006. Dengan syarat ini..000. 10.. 10.000.-. selambat-lambatnya tanggal 1 Februari 2006 seluruh harga pembelian sebesar Rp. 286 ..-. suatu perusahaan menjual barang seharga Rp.-) apabila pembeli membayar terakhir tanggal 12 Januari 2006.7 menjelaskan adanya transaksi penjualan kredit dengan dua kemungkinan yang terjadi bahwa pembeli memanfaatkan potongan tunai ataukah tidak memanfaatkan potongan tunai. dengan syarat 2/10.000.800. perusahaan akan memberikan potongan kepada pembeli sebesar Rp.000. Dari sudut pembeli.800.000. sementara jangka waktu kredit yang diberikan adalah 30 hari. Ilustrasi 1.000. 9.000. misalnya dinyatakan dengan 2/10. maka ia harus melunasi seluruh utangnya pada tanggal jatuh tempo sebesar Rp. kalau pembayaran dilakukan sampai dengan tanggal 12 Januari 2006.000.(2% dari Rp. 10. Potongan tunai. Potongan tunai Potongan tunai (cash discount) adalah potongan harga yang diberikan apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit. sedangkan dari segi pembeli disebut potongan pembelian (purchases discount). Perusahaan hanya akan menerima uang sebesar Rp. Apabila pembeli tidak mengambil potongan yang diberikan.-.harus dilunasi.a. 10.pada tanggal 1 Februari 2006. 9. Dari sudut penjual.000.n/30. potongan ini disebut potongan penjualan (sales discount).000. Apabila tidak diambil. n/30.000. maka uang yang dikeluarkan hanya sebesar Rp. (sepuluh hari setelah tanggal transaksi).

1. Karena sebab tersebut.000.500. suatu perusahaan dapat memberikan potongan sebesar 25% apabila penjualan dilakukan dengan tunai dan potongan sebesar 20% apabila penjualan dilakukan dengan kredit.8. n = 30 Faktur sebesar Rp. 287 .000.7: Penjualan secara Kredit dengan Termin 2/10. Contoh lain adalah apabila suatu perusahaan memberikan potongan sebesar 30% apabila penjualan dilakukan kepada pedagang besar dan hanya 15% apabila menjual kepada pedagang eceran. n/30 Rp. barang dagangan yang sudah terjual mungkin akan dikembalikan oleh pembeli ke penjual (retur penjualan).470.000. Selain itu.-. karena adanya kerusakan barang dagangan atau tidak sesuai dengan kualifikasi yang dipesan pemebli atau penyebab lainnya. Misalnya.2% dari jumlah faktur diberikan sebagai diskon tunai Rp. 1. Contoh kredit memo sebagaimana dalam ilustrasi 1. Potongan ini diberikan karena perbedaan cara penjualan atau perbedaan langganan yang dilayani. Jika retur atau potongan tersebut dilakukan untuk penjualan secara kredit. Potongan perdagangan Jenis potongan yang lain adalah potongan perdagangan (trade discount). 1.Ilustrasi 1. pembeli akan dapat mengembalikan barang yang sudah dibelinya itu ke penjual. Syarat: 2/10.Jumlah penuh harus dibayar dalam 30 hari sejak tanggal faktur b.500. penjual biasanya mengirimkan kepada pembeli sebuah kredit memo yang menunjukkan jumlah dan alasan yang menyebabkan akun piutang usaha dikreditkan. penjual bisa mengurangi harga jual semula (potongan penjualan). 6. Retur Penjualan Karena suatu sebab tertentu.

maka pencatatan terhadap retur dan potongan penjualan pada akun yang terpisah. Cucur barat kav. jawa barat Nama Perusahaan Atas Nama Alamat Warna-warni Video Widyasari Jl. Ilustrasi 1. 529 Tangerang. yang artinya sebagai pengurang nilai penjualan pada suatu periode tertentu. CM 21 buana Electronic Jl. 1 Jawa Timur Propinsi Malang Kota 62121 Kode Pos 15/ 14/ 06 No. Karena manajemen perusahaan biasanya ingin mengetahui jumlah retur dan potongan penjualan pada suatu periode. Faktur 371 Deskripsi Tgl Faktur: 05/04/06 Jumlah Harga Disetujui: Ari Total A2547Z45 Production Model Circuits (Inoperative) 1 300 300 Cash Refund Credit Account x Other 288 .8: Kredit Memo Kredit Memo No. Taman Raden Intan E1/ No. yang disebut dengan akun retur dan potongan penjualan (sales return and alowances). Akun ini merupakan akun kontra (contra account) dari akun penjualan.Seperti halnya potongan penjualan. Katalog Penjual: Yoga No. transaksi retur penjualan juga akan mengurangi atau memperkecil nilai penjualan.

000.secara kredit.000.500. Hitung persentase laba kotor! 289 . potongan tunai dan potongan perdagangan? Apabila sebuah barang dijual dengan harga Rp. Apa manfaat digunakannya akun terpisah untuk mencatat transaksi penjualan retur dan pengurangan harga? 8.. Apakah perbedaan dan persamaan antara potongan pembelian dan potongan rabat? 10.000.000. 4. (b) FOB destination? 6. bagaimana cara mencatat penjualan ini? 9. Mungkinkah perusahaan menghasilkan laba kotor tetapi menderita kerugian bersih?Jelaskan! 3. Bagamana sifat dari ciri-ciri dari (a) kredit memo yang diterbitkan oleh penjual.000. (c) n/eom. a. (b) n/30. Apa arti dari (a) 2/10 . Apa yang dimaksud dengan potongan penjualan . Jelaskan mengapa terdapat perbedaan jumlah yang harus dibayar dalam pertanyaan (a) dan (b) di atas.dengan termin 3/10. Pada tanggal 28 Juli dibeli barang dagangan seharga Rp.. Berapa jumlah laba kotor? b. (b) debit memo yang diterbitkan oleh pembeli barang dagangan? 5.tetapi terhadap barang tersebut akan diberikan potongan perdagangan sebesar 20%. terjadi penjualan barang dagang sebesar Rp. Hitunglah jumlah yang harus dibayar : (a) jika pembayaran dilakukan padatanggal 8 Agustus. 73. 25.tunai dan Rp.-. Siapa yang menanggung biaya transportasi bila syarat-syarat penjualan adalah (a) FOB Shipping point. n/30.. PERTANYAAN 1.000. 97. Sebutkan sekurang-kurangnya tiga akun yang lazimnya akan terdapat pada bagan akun perusahaan dagang tetapi tidak terdapat pada bagan akun perusahaan jasa! 7.500. Sebutkan tanggal pembayaran terakhir yang dimungkinkan oleh termin di atas! II.1 Dalam tahun berjalan. LATIHAN Latihan 1. 1. 100. Apa yang membedakan perusahaan dagang dari perusahaan jasa? 2.000. Harga pokok penjualan (biaya barang yang dijual) adalah Rp.I.

236.000.2 Tahun 2006 perusahaan Kartika Sari melaporkan penjualan bersih sebesar Rp.3 Dari (a) sampai (c).-. Beban iklan Beban penyusutan peralatan Beban asuransi peralatan toko Beban bunga wesel bayar Pelengkapan kantor yang digunakan Beban sewa gedung kantor Gaji pegawai kator Gaji manajer pejualan 290 . nilai penjualan dari sebuah perusahaan dagang sebesar Rp.Latihan 1. 5.000.000. 20.000. Pembelian bersih + X = Harga pokok pembelian. Laba kotor sebesar Rp. g. Berapa harga pokok penjualannya? Latihan 1.960. b. diskon penjualan adalah Rp. b. a.000.5 Beban berikut adalah beban yang terjadi pada sebuah perusahaan dagang dalam satu tahun. h. 2.-.dan harga pokok penjualan adalah Rp. retur dan potongan penjualan adalah Rp. Persediaan barang dagang awal Latihan 1. Pada bagian mana masingmasing beban harus dilaporkan dalam laporan laba rugi: (a) penjualan.570. 320.142. Pembelian – (X + Y) = Pembelian bersih. atau (c) lainya? a.000. Berapa penjualan bersih dan laba kotor? Latihan 1. d.4 Untuk satu tahun fiskal. e. c. f. (b) administrasi. identifikasikanlah pos-pos yang dilambangkan dengan “X” dan “Y”.-.-. 240.-. c.. 3.

Menyajikan buku besar dan buku pembantu 291 . Menjelaskan jurnal khusus dan jurnal umum 2. Menjelaskan dua metode pencatatan persediaan yaitu metode perpetual dan metode fisik 5.AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. potongan dan PPN-masukan 3. pembelian kredit. penjualan kredit. Menjelaskan tentang akuntansi penjualan yang terdiri dari penjualan tunai. Menjelaskan tentang akuntansi pembelian yang terdiri dari pembelian tunai. potongan dan PPN-keluaran 4.

d. maka proses pencatatan tidak mungkin mempergunakan buku jurnal biasa yang dikerjakan oleh satu orang saja. Dengan demikian dalam satu jurnal khusus akan merupakan satu kelompok tersendiri dalam transaksi yang sama. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas. memungkinkan untuk menggunakan jurnal biasa. Jadi jurnal khusus merupakan jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi yang sejenis yang sering terjadi. b. Jurnal Khusus Penerimaan Kas. f. Jurnal Khusus dan Jurnal Umum Dalam siklus akuntansi langkah pertama yang dilakukan adalah mencatat transaksi dalam jurnal. Jurnal Khusus Penjualan. Tetapi bagi perusahaan besar dengan transaksi-transaksi keuangan banyak sekali. Jurnal khusus tersebut adalah: a. e.AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG A. Jurnal khusus adalah jurnal yang dibuat khusus untuk transaksi yang sering terjadi Karena itu untuk menghemat waktu dan memudahkan pembagian pekerjaan kepada beberapa orang maka perlu dibuat suatu sistem pencatatan yang khusus dirancang yang disebut jurnal khusus. 292 . c. Jurnal Khusus/Memorial. Untuk perusahaan kecil yang tidak banyak terjadi transaksi. Jurnal Khusus Pembelian. Jurnal Umum. B. Macam dan Bentuk Jurnal Khusus Ada beberapa macam jurnal khusus yang senantiasa dipergunakan dalam perusahaan yang merupakan kelompok dari transaksi-transaksi sejenis dan sering terjadi.

000 Hal: Kredit Kas 50. 10.-. Sariwangi Hutang 50.000 Terima dari Pelanggan b. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas Jurnal khusus pengeluaran kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran kas.000.a. Sariwangi sebesar Rp. 000) Tanggal Agustus 10 Jurnal khusus Penerimaan Kas Hal: Ref Debit Kredit Keterangan Kas Akun Jumlah 101 10.000. Bentuk jurnal khusus penerimaan kas beserta contoh pencatatannya ditunjukkan berikut ini: ”Tanggal 10 Agustus menerima pembayaran piutang dari pelanggan sebesar Rp.000. Jurnal Khusus Penerimaan Kas Jurnal khusus penerimaan kas adalah untuk mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan penerimaan kas. Bentuk jurnal khusus pengeluaran kas beserta contoh pencatatannya ditunjukkan berikut ini: Tanggal 15 Agustus melunasi utang pada UD. Tanggal Agustus Jurnal khusus Pengeluaran kas Keterangan Ref.000.000 Piutang 10. 50. Maka jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut”: (dalam Rp. Debit Akun Jumlah Bayar Utang ke UD.000 293 .

000..yang mana sebesar Rp. Misalnya transaksi yang melibatkan “debit memo” atau “kredit memo”.000 Hal: Kredit Penjualan d. dimana Rp. 294 ..000 10. Jurnal Khusus Penjualan Jurnal khusus penjualan adalah untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan secara kredit.000.000 e. 10. Jurnal Khusus Pembelian Jurnal khusus pembelian adalah untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan secara kredit.000. Jurnal khusus Penjualan Tanggal Agustus Keterangan Per kas Kredit penjualan Ref Debit Kas 6.000.. Jurnal Khusus Memorial Jurnal khusus memorial digunakan untuk mencatat transaksitransaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam jurnal khusus di atas.000. 15.000 5.000. 6.000.dibayar tunai dan sisanya dibayar 45 hari lagi (pajak diabaikan).000.000. Bentuk jurnal khusus pembelian beserta contoh pencatatannya diberikan sebagai berikut: Tanggal 10 Agustus perusahaan membeli barang dagangan dari Distributor Permata senilai Rp.000. Bentuk jurnal khusus penjualan beserta contoh pencatatannya diberikan sebagai berikut: Tanggal 28 Agustus menjual barang dagangan kepada UD.000.000.000 10. Jurnal Khusus Pembelian Ref Debit Keterangan Pembelian Hal: Kredit Kas Utang Dagang Tanggal Agustus 10 Barang Dagangan Per kas Kredit 15.c.000.000 Piutang 4. 10. Purnama sari senilai Rp.000 dibayar tunai dan sisanya dibayar bulan depan (Pajak diabaikan).

Debit Hal: Kredit C. Pembelian secara tunai akan mengeluarkan kas dan pembelian secara kredit akan menimbulkan utang dagang. f. 4. atau catatan memo yang berasal dari stock of name Bentuk jurnal khusus memorial sama dengan jurnal umum dan pencatatannya juga sama dengan jurnal umum. sehingga berbeda dengan perusahaan jasa. pembelian secara tunai pembelian secara kredit retur pembelian potongan pembelian dan pajak pertambahan nilai (PPN) masukan 295 . yaitu secara tunai dan kredit Dalam transaksi pembelian barang dagangan terdapat beberapa transaksi atau kejadian yang terkait dengan pembelian.memo depresiasi. yang meliputi: 1. 5. Berikut ini ilustrasi jurnal umum: Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref. 3. yang disusun secara kronologis dari semua transaksi perusahaan . Akuntansi Pembelian Pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan ada dua cara yaitu pembelian secara tunai dan pembelian secara kredit. Bentuk jurnal umum perusahaan dagang sama seperti jurnal umum di perusahaan jasa. Pembelian ada 2. 2. Karena perusahaan dagang berfungsi menjual dan membeli barang dagangan maka isi dari jurnal yang ada di perusahaan dagang juga mencatat transaksi tersebut. Jurnal Umum Jurnal umum mencatat transaksi secaa keseluruhan Jurnal umum atau buku harian adalah untuk mencatat transaksi secara permanen dan lengkap.

artinya pembeli akan menerima potongan jika membayar paling lambat 10 hari dari tanggal transaksi.-.000 PPN-masukan 25. terjadi pembelian secara tunai maka pencatatan dalam jurnal umum adalah mendebit akun pembelian barang dagangan dan mengkredit kas. 250. maka kas yang dibayarkan jumlahnya akan lebih kecil dari utang dagang.000. pembeli mendebit ongkos angkut 296 . dengan kata lain pembayarannya memiliki tenggang waktu.000 Kas (Membeli barang dagang secara tunai) 2..000. maka tidak akan menerima potongan. Dengan demikian. 250.. Debit 2006 Agust 7 Pembelian Barang Dagang 250. Pembelian Secara Kredit dengan PPN Pembelian kredit terjadi jika transaksi pembelian tidak disertai dengan pembayaran uang.000 Akan tetapi harus diperhatikan syarat pembelian yang terjadi. Sedangkan arti dari FOB Shipping point: adalah bahwa ongkos angkut ditanggung pembeli. Dengan demikian akun yang akan dikredit adalah potongan pembelian 2% dari utang dagang dan kas sebesar utang dagang dikurangi potongan. Jurnal yang dibuat sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref.. Pembelian kredit menimbulkan utang dagang Hal: Kredit 275. dan jangka waktu kredit adalah 30 hari.Penjelasan dari masing-masing jenis transaksi tersebut disampaikan berikut ini. 1. Apabila terjadi pembelian secara kredit maka akan mendebit pembelian barang dagangan dan mengkredit utang dagang.yang berasal dari pembelian Rp. 275.ditambah PPN-masukan 10% x Rp. Maka kas yang dibayarkan sebesar Rp. Sehingga apabila pembeli memanfaat masa potongan.000.dengan PPN 10%. Apabila pembayaran dilakukan pada saat 10 hari setelah tanggal transaksi. Pembelian Secara Tunai dengan PPN Apabila perusahaan dalam mencatat persediaan barang dagangan menggunakan metode fisik.000. FOB shipping point. 250. Pembelian tunai akan mengurangi kas Misalnya pada tanggal 10 Agustus 2006 terjadi pembelian tunai barang dagangan Rp.000.= Rp. misalnya 2/10.n/30.. 25.

Sebagai ilustrasi berikut disampaikan suatu transaski pembelian.512.000.000. serta membayar ongkos angkut sebesar Rp.500 3. Pratama seharga Rp. Debit 2006 Agust 2 Pembelian Barang Dagang 1..dengan syarat 2/10.000 Hal: Kredit 1. Retur Pembelian Return pembelian yaitu mengembalikan barang yang telah dibeli Retur pembelian terjadi apabila pembeli mengembalikan barang dagang yang telah dibeli karena rusak atau tidak cocok dengan yang diinginkan oleh pembeli.-.Di samping syarat tersebut. FOB shipping point.375. Sebagai ilustrasi lihat kembali contoh pembelian tunai di atas. maka kas yang diterima dari retur = Rp. jika terjadi pembelian akan dikenakan PPN-Masukan 10%. Tanggal 2 Agustus 2006 perusahaan membeli barang dagangan dari PT. 50.000. 50.. Misalnya pada tanggal 11 Agustus 2006 barang yang telah dibeli tersebut diretur sebesar Rp.n/30. Maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref.000.000 tunai.-)). pembeli dikenakan pajak pertambahan nilai 10% dari total pembelian dan akan mendebit PPN-Masukan. 25. Jurnal yang dibuat untuk transaksi ini sebagai berikut: 297 .000 + (10% x Rp. di Indonesia. 125. FOB-Shipping point) 4 Ongkos angkut Kas (Membayar ongkos angkut) 125.(50.000 125. 1. maka jurnal yang dibuat adalah mendebet kas dan mengkredit retur pembelian dan PPN-masukan sebesar retur dan PPN-masukan atas barang yag diretur.375.n/30 . yang artinya dalam transaksi pembelian. pajak pertambahan nilai 10 %. Apabila pembeliannya tunai.000 PPN-masukan 137.500 Utang Dagang (Membeli barang dagang Secara kredit 2/10.

Debit 165.000 Hal: Kredit 150.. Debit 55.000. Maka dalam kasus ini akun Utang akan didebit Rp.kepada penjual dengan PPN-masukan 10%.000 298 .000.-). Potongan tunai pembelian terjadi jika membayar utang dagang pada periode potongan Ref. Misalnya Pada tanggal 11 Agustus perusahaan meretur barang dagangan sebesar Rp. 150. a.000 Hal: Kredit 50. terdapat Potongan pembelian yang biasanya diberikan oleh penjual yaitu : Potongan tunai dan Potongan rabat. Hal ini bisa diamati pada jurnal berikut ini: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan 2006 11 Utang dagang Agust Retur pembelian PPN-Masukan (Melakukan retur pembelian secara kredit) 4. maka syarat pembayarannya ditulis pada faktur pembelian. Pembeli mencatat dalam akun potongan pembelian (kredit). 165.000 5. 150..(dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan 2006 8 Kas Agust Retur pembelian PPN-Masukan (Menerima retur pembelian tunai) Ref. Pemasok biasanya memberikan potongan kepada pembeli yang membayar dalam waktu yang telah ditetapkan. Sebagai ilustrasi lihat kasus pembelian secara kredit di atas.(Rp. Potongan Pembelian Dalam transaksi Pembelian.+ 10% x Rp..000 Jika pembeliannya dilakukan secara kredit dan terjadi retur maka akan mendebit utang dagang dan mengkredit retur pembelian dan PPNmasukan.000.000. 150. Potongan tunai Apabila barang dagangan dibeli secara kredit.000 15.

Untuk menjelaskan penerapan potongan tunai, kita lanjutkan contoh perusahaan yang lalu, yaitu pembelian tanggal 2 Agustus 2006 di atas, perusahaan membeli barang dagangan secara kredit sebesar Rp. 1.375.000,- dengan syarat 2/10;n/30, FOB Shiping Point. Pada tanggal 11 Agustus mengembalikan barang dagangan karena rusak sebesar Rp. 150.000,- dan PPN-masukan Rp.15.000,-. Sehingga saldo utang setelah transaksi ini adalah Rp. 1.347.500,- (Rp. 1.512.500,- – Rp. 165.000,-). Apabila perusahaan membayar utang tanggal 12 Agustus, maka pembayaran utang ini masih pada periode potongan yang diberikan penjual, yaitu sebesar 2%x Rp 1.347.500,- = Rp. 26.950,-. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi ini sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref. 2006 12 Utang dagang Agust Potongan pembelian Kas (Menerima potongan tunai pembelian) Debit 1.347.500 Hal: Kredit 26.950 1.320.000

b. Potongan Rabat Potongan rabat diperoleh dari pembelian dalam jumlah yang besar. Biasanya perusahaan akan mendapatkan potongan rabat jika membeli langsung ke pabrik. Jadi potongan rabat hanya akan terjadi pada perusahaan grosir. Potongan yang diterima berupa pengurangan harga dari daftar harga yang resmi. Tujuan potongan rabat diberikan ke pembeli adalah:
1) Menghindari pembuatan katalok baru, jika ada perubahan jumlah

potongan.
2) Mengurangi harga bagi pembeli dalam jumlah yang besar. 3) Memberikan harga yang beda untuk pembeli grosir dan pengecer.

Untuk mengilustrasikan hal ini, jika perusahaan membeli langsung ke pabrik, menurut daftar harga nilai pembelian sebesar Rp. 5.000.000,-. Karena pembelian dalam jumlah besar, perusahaan mendapatkan rabat 30%. Maka harga beli sesungguhnya barang dagangan tersebut adalah sebesar Rp. 3.500.000,- atau (Rp. 5.000.000 - (30% x Rp. 5.000.000,-)). Potongan rabat tidak akan dicatat dalam jurnal baik pembeli ataupun penjual. Potongan ini hanya digunakan untuk menetapkan harga jual barang dagangan yang sesungguhnya. Dalam contoh di atas yang akan dijurnal adalah nilai pembelian setelah dikurangi dengan rabat atau sebesar Rp. 3.500.000,-

299

(dalam rupiah) Tgl 2006 12 Agust

Jurnal Umum Ref. Debit 3.500.000

Hal: Kredit 3.500.000

Keterangan Pembelian Utang Dagang (untuk mencatat pembelian dengan rabat)

5. PPN-Masukan PPN-Masukan adalah PPN yang dikenakan atas barang-barang yang dibeli. PPN-Masukan akan dipungut oleh penjual saat terjadi transaksi pembelian. Di Indonesia PPN-masukan ditetapkan sebesar 10%. PPN-Masukan bagi pembeli adalah pajak yang menjadi kewajiban pembeli yang dibayar dulu sehingga merupakan aset oleh pembeli. PPN-masukan akan didebit sebesar 10% dikalikan dengan pembeliannya. Pada contoh kasus di atas pembelian tanggal 2 Agustus 2006 terjadi pembelian Rp. 1.375.000,- PPN-masukan 10% maka PPNmasukan = Rp. 137.500,- (Rp. 1.375.000,- - (10% x Rp. 1.375.000,-). Jika terjadi retur atas barang dagang yang dibeli maka PPN-masukan akan dikredit sebesar 10% dari barang yang diretur. Pada kasus di atas, pada tanggal 11 agustus 2006 terjadi meretur barang dagang Rp. 150.000,-, maka PPN-masukan akan dikredit Rp.15.000,- ( 10% x Rp. 150.000,-). Untuk lebih jelasnya lihat kembali transaksi pembelian ktredit pada tanggal 2 Agustus dan 11 Agustus di atas.
Pembeli akan dikenakan PPN-masukan pada saat membeli barang

D. Akuntansi Penjualan Seperti halnya pembelian barang dagangan, penjualan juga dilakukan secara tunai ataupun secara kredit. Jika penjualan dilakukan secara tunai maka akan mendebit kas dan mengkredit penjualan. Sebaliknya jika penjualan dilakukan secara kredit, maka akan mendebit piutang dagang dan mengkredit penjualan.
Penjualan bisa dilakukan secara tunai dan kredit

Transaksi-transaksi yang berkaitan dengan penjualan adalah: 1. 2. 3. 4. 5. penjualan secara tunai penjualan secara kredit retur penjualan potongan penjualan dan pajak pertambahan nilai (PPN) Keluaran

300

Berikut ini disampaikan ilustrasi untuk masing-masing jenis transaksi tersebut.
1. Penjualan Secara Tunai dengan PPN

Apabila perusahaan dalam mencatat persediaan barang dagangan menggunakan metode fisik, terjadi penjualan secara tunai maka pencatatan dalam jurnal umum adalah mendebit akun kas dan mengkredit penjualan dan PPN-Keluaran.
Penjualan tunai menyebabkan kas bertambah

Misalnya pada tanggal 1 Agustus 2006 perusahaan melakukan penjualan secara tunai sebesar Rp. 2.875.000,- dan PPN-Keluaran 10%. Maka perusahaan akan mendebit akun kas sebesar penjualan ditambah PPN-Keluaran Rp. 2.875.000,- + (10% x Rp. 2.875.000,-) = Rp. 3.162.500,-. Jurnal yang dibuat adalah mendebit kas Rp. 3.162.500,- dan mengkredit penjualan Rp. 2.875.000,- dan PPN-Keluaran Rp. 287.500,yang tampak sebagai berikut: (dalam rupiah) Tgl 2006 Agust 1 Kas Jurnal Umum Keterangan Ref. Penjualan PPn-Keluaran (Mencatat penjualan tunai) Hal: Kredit 2.875.000 287.500

Debit 3.162.500

2. Penjualan secara Kredit dengan PPN

Apabila terjadi kasus penjualan secara kredit maka perusahaan akan mendebet akun piutang dagang dan mengkredit akun penjualan dan PPN-Keluaran. Akan tetapi dalam kasus penjualan kredit ini juga harus diperhatikan syarat penjualan yang terjadi, misalnya 2/10;n/30, FOB shipping point, artinya: penjual akan memberikan potongan jika pembeli membayar paling lambat 10 hari dari tanggal transaksi, dan jangka waktu kredit adalah 30 hari. Apabila penjual menerima uang melebihi 10 hari setelah tanggal transaksi, maka penjual tidak akan memberikan potongan. Apabila penjual memberikan potongan kas, maka uang yang diterima penjual akan lebih kecil dari piutang dagang, karena penjual harus mendebit potongan penjualan 2% dan kas, serta mengkredit piutang dagang. Sedangkan persyaratan pengiriman bisa FOB shipping

301

000 3. 302 .000. 175.750..dan PPN-Keluaran Rp. Hal ini terkait dengan penentuan siapa yang harus menanggung risiko kerusakaan barang pada waktu pengiriman.000. Dengan melakukan pemungutan pajak ini kepada pelanggan. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi ini adalah: (Dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref. maka perusahaan sebagai penjual memiliki kewajiban untuk menyetorkan hasil pungutan pajak penjualan (PPN-Keluaran) kepada Kas Negara.750. 1. 1. n/30 dan PPN 10%. jika perusahaan melakukan penjualan maka akan dikenakan PPN-Keluaran 10% atas barang yang terjual. 1.(Rp.750. lihat kasus berikut: Tanggal 17 Agustus 2006 perusahaan melakukan penjualan barang dagangan secara kredit sebesar Rp.925.000. di Indonesia.. Jurnal yang dibuat untuk mencatat syarat pengiriman ini adalah dengan mendebit beban penjualan dan mengkredit kas atau utang.point maupun FOB destination.750. Retur Penjualan Retur penjualan adalah menerima kembali barang dagang yang telah dijual Retur penjualan terjadi apabila penjual menerima pengembalian barang dagang yang telah dijual karena rusak atau tidak cocok dengan yang diinginkan oleh pembeli.925. Dengan adanya transaksi ini perusahaan akan mendebit piutang dagang sebesar Rp.000 Hal: Kredit 1. Di samping syarat tersebut..-)) dan mengkredit penjualan Rp.000. 1. Yang berarti penjual dikenakan pajak pertambahan nilai sebesar 10%. Namun pajak ini sebenarnya merupakan kewajiban pembeli yang akan dipungut oleh perusahaan selaku penjual. 2006 17 Piutang dagang Agust Penjualan PPn-Keluaran (Mencatat penjualan kredit) Debit 1. Berkaitan dengan hal ini sebagai ilustrasi.750. Pencatatan pemungutan PPN-Keluaran ini akan dikredit pada buku perusahaan.000. sedangkan Jika FOB destination ongkos angkut harus ditanggung penjual.dengan syarat 2/10.000 175.000.+ (10% x Rp. FOB shipping point berarti bahwa ongkos angkut ditanggung pembeli. 1..-.

200. Potongan Tunai Penjualan Potongan tunai penjualan diberikan kepada pembeli yang melakukan pembelian secara tunai atau apabila Potongan penjualan tunai pembelian secara kredit. Syarat penjualan ditulis pada faktur penjualan..000. 20.000 4.000.dan PPN-Keluaran sebesar Rp.-) dan mengkredit piutang dagang Rp. karena dengan potongan penjualan akan membuat pelanggan tertarik untuk melakukan transaksi. Pada contoh kasus tanggal 17 Agustus 2006 di atas apabila dijual barang dagangan secara kredit sebesar Rp.000. Penjual mencatat dalam akun potongan penjualan (debit). 2006 Agust 21 Retur Penjualan PPN-Keluaran Piutang Dagang Menerima pengembalian barang Yang telah dijual senilai 20.000 Perusahaan dapat memberikan potongan penjualan dalam rangka untuk meningkatkan omset penjualan. Hal ini berarti penjual memberikan potongan kepada pembeli jika penjual menerima pembayaran dalam waktu periode potongan. yaitu kasus penjualan tanggal 17 Agustus 2006. Untuk menjelaskan penerapan potongan tunai penjualan kita lanjutkan contoh perusahaan yang lalu.Apabila penjualannya tunai maka jurnal yang dibuat adalah mendebit Retur Penjualan dan PPN-Keluaran dan mengkredit Kas. Pada tanggal 21 Agustus menerima pengembalian barang dagangan karena rusak 303 .dengan syarat 2/10.000.. 200.750. pembeli terjadi karena menerima melakukan pembayaran pada masa pembayaran piutang pada periode potongan periode potongan.750. 1.(10% x Rp.000..000. Potongan penjualan meliputi potongan tunai dan potongan rabat a. Maka perusahaan akan mendebit retur penjualan sebesar Rp. n/30 PPN 10% dan kemudian pada tanggal 21 Agustus sebagian barang dagangan senilai Rp..000 Hal: Kredit 220. Potongan Penjualan Debit 200. Jurnal yang dibuat sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref.n/30.yaitu retur penjualan ditambah dengan PPN-Keluaran..dengan syarat 2/10. 220.000.000 20. 1. 200.dikembalikan oleh pembeli karena rusak. dimana perusahaan menjual barang dagangan secara kredit sebesar Rp.

000. 1.000. (yaitu Rp. PPN-Keluaran Seperti halnya pembelian. transaksi penjualan juga akan dikenakan PPN-Keluaran.100. 34.(Rp.dan potongan yang diberikan sebesar 30%.000. karena PPN-Keluaran telah PPN-keluaran terjadi akibat penjualan barang dagang 304 .(Rp. Potongan Rabat Berbeda dengan potongan tunai penjualan.. Kas yang diterima adalah piutang dikurangi dengan potongan yaitu sebesar Rp.-.000. Pada kasus penjualan senilai Rp. Maka harga jual yang dicatat bagi penjual adalah Rp.705. Debit Kredit 2006 27 Kas 5.100. Jadi penjual merupakan pemungut pajak yang pada saatnya harus menyetor hasil pungutannya kepada pemerintah.000 (untuk mencatat penjualan dengan potongan rabat) 5. kemudian tanggal 27 Agustus menerima pembayaran piutang dagang. PPN ini sebenarnya yang menanggung adalah konsumen. 3.-). 5. Maka Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Hal: Tgl Keterangan Ref.sebesar Rp. 1.-.000. Saldo piutang dagang sebesar Rp. Potongan yang diberikan sebesar 2% x Rp.900. 200.100 (Piutang Dagang 1. 5.Rp.000 Agust Potongan penjualan 34. 34.705. 1.(karena dikurangi retur). PPN-Keluaran Bagi penjual merupakan utang pajak kepada pemerintah. Ini berarti perusahaan harus memberikan potongan karena menerima pembayaran piutang pada masa periode potongan.000.000 Agust Piutang Dagang 5.000..000.000 Menerima pembayaran piutang) b. Jadi potongan rabat digunakan untuk menetapkan harga jual barang dagangan yang sesungguhnya. dalam kasus potongan rabat ini.000) Potongan rabat terjadi jika penjual melakukan penjualan dalam jumlah besar (dalam rupiah) Jurnal Umum Hal: Tgl Keterangan Ref.705. Debit Kredit 2006 27 Kas 1.670.500. pihak penjual tidak akan mencatat potongan rabat yang diberikan kepada pembeli.000.. 1.670..000.000 dikurangi 30%X5.-).000.705..

(pajak yang sudah diterima atau dipungut sehingga menjadi utang pajak).500. 147. Dalam kasus ini maka jumlah pajak terutang bagi perusahaan adalah sebesar : Rp. yakni dengan perhitungan sebagai berikut: PPN-Keluaran PPN-Masukan Pajak yang terutang dan harus dibayar Rp. (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref. misalkan perusahaan memiliki PPN-Masukan yang bersaldo Rp.(Rp. 147.500.500 295.000 E.500. Trasaksi persediaan berhubungan dengan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan.000. yaitu fisik dan perpetual Pada saat transaksi pembelian perusahaan harus mencatat persediaan yang dibeli dan transaksi penjualan perusahaan 305 .- Jurnal yang dibuat apabila perusahaan membayar pajak tanggal 30 Agustus 2006 adalah dengan mendebit PPN-Kaluaran dan Mengkredit PPN-Masukan serta mencatat lebih atau kurang bayar. 442. Lebih bayar terjadi bila PPN-Masukan bersaldo lebih besar daripada PPN-Keluaran.-. 295..diterima penjual saat terjadi transaksi penjualan.500. Pada akhirnya setiap bulan penjual harus membayar utang pajak ke pemerintah.-) Rp. Akuntansi Persediaan Seperti telah diketahui bahwa perbedaan utama perusahaan jasa dan dagang adalah terkait dengan adanya transaksi persediaan.(yang sudah dibayar pada saat melakukan pembelian) dan PPN-Keluaran yang bersaldo Rp. 2006 30 PPN-Keluaran Agust PPN-Masukan Kas (Membayar kekurangan pajak) Debit 442. sebaliknya terjadi apabila PPN-Masukan Lebih kecil daripada PPN-Keluaran. Sebagai ilustrasi.. 442. 295.500 Hal: Kredit 147. Besar pajak yang terutang dan harus dibayar oleh perusahaan adalah sebesar selisih PPN-masukan (sudah dibayar pada saat melakukan pembelian) dikurangi dengan PPN-Keluaran (pajak yang dipungut pada saat penjualan).000. Metode pencatatan persediaan ada dua..

Perbedaan kedua metode tersebut pada saat pencatatan transaksi seperti berikut ini: No 1 2 3 4 Transaksi Pembelian barang dagangan Ongkos angkut pembelian Retur pembelian Potongan pembelian Fisik Pembelian barang dagang xx Kas/Utang dagang Ongkos angkut xx Kas Kas/utang dagang Retur pembelian Utang dagang xx xx xx xx xx Perpetual Persediaan Barang dagang xx Kas/Utang dagang Persediaan barang dagang xx xx Kas xx Kas/Utang dagang xx Persedian barang dagang xx Utang dagang xx 306 . Sebagai gantinya perusahaan akan menggunakan akun Pembelian Barang dagangan untuk mencatat transaksi Pembelian dan Penjualan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan. Artinya apabila terjadi transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan. sehingga setiap saat bisa diketahui saldo persediaan barang dagangan. Berbeda dengan metode fisik. Metode perpetual mutasi barang dicatat dalam akun persediaan barang dagang Pada akhir periode dengan metode perpetual perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan secara fisik.harus mencatat barang dagangan yang dijual. Dalam mencatat mutasi keluar masuk persediaan ada dua metode yaitu yang digunakan yaitu : Metode Fisik atau Periodik dan Metode Perpetual. Oleh sebab itu pada akhir periode harus dihitung dahulu barang dagangan yang ada untuk menentukan nilai persediaan akhir barang dagangan. mutasi keluar masuk barang dagangan tidak dicatat. sebaliknya jika terjadi pengurangan barang dagang (mutasi keluar) misalnya akun Persediaan di sebelah kredit. namun tidak menutup kemungkinan dilakukan untuk mencocokkan antara jumlah fisik dan jumlah menurut catatan. Hal ini berakibat saldo akun Persediaan Barang dagangan tidak bisa diketahui setiap sewaktu-waktu. Dalam Metode Fisik. perusahaan tidak mencatat pada akun Persediaan Barang Dagangan. Metode fisik mutasi barang tidak diikuti Untuk dapat mengetahui saldo persediaan barang dagangan perusahaan harus melakukan perhitungan secara fisik barang (yang disebut juga dengan istilah stock of name). dalam metode perpetual mutasi barang dagangan yaitu pembelian dan penjualan barang dagangan selau dicatat dalam akun Persediaan Barang Dagangan. Setiap terjadi penambahan barang dagangan maka (mutasi masuk) akun Persediaan Barang Dagangan didebit.

berikut diberikan contoh ilustrasi transaksi. Pajak penjualan 10 %.. 125. UD. FOB shipping point. sebagian dikembalikan karena rusak. FOB shipping point Dibeli barang dagangan dari PT Trisna Airlangga seharga Rp. 1.5 Menjual barang dagang Potongan pembelian Kas Kas/piutang xx Penjualan xx xx xx Persediaan barang dagangan xx Kas xx Kas/piutang xx Penjualan HPP xx Persediaan barang dagang Retur penjualan xx Kas/Piutang dagang Persediaan barang dagang xx HPP Kas xx Potongan penjualan xx Piutang dagang xx xx xx xx 6 Retur penjualan Retur penjualan xx Kas/Piutang dagang xx 7 8 Potongan penjualan Akhir periode (penyesuaian) Kas Potongan penjual Piutang dagang HPP xx xx xx xx xx Pesediaan barang dagang xx HPP xx Pembelian barang dagang xx HPP xx Ongkos angkut xx Retur pembelian xx HPP xx Potongan pembelian xx HPP xx Persediaan barang dagang xx HPP xx Untuk memberikan iustrasi metode pencatatan persediaan ini.potongan yang diterma berdasarkan saldo utang. 150. Dibayar beban angkut barang dagang yang dibeli dari PT Trisna Airlangga sebesar Rp.n/30 . 80. 250.Dibayar beban pemasangan advertensi bulan Agustus2006 sebesar Rp. Pajak pertambahan nilai 10% Dari barang dagangan yang dibeli tanggal 2 Agustus.000. Barang yang rusak senilai Rp.secara tunai.000.000. 2.Dibeli barang dagangan seharga Rp. 307 .000.000.375. Purnama Sari melakukan transaksi selama bulan Agustus 2006 sebagai berikut: Tgl Agt 1 2 4 6 10 11 12 Transaksi Dijual barang dagangan secara tunai kepada Moroseneng seharga Rp.000.dengan syarat 2/10.Dibayar utang atas transaksi pembelian tanggal 2 Agustus 2006 ..875. pajak pertambahan nilai 10 %.-.

162. 900.750.000 287.Pajak penjualan 10 % Dibayar beban sewa kantor untuk bulan Agustus 2006 sebesar Rp. Dibayar gaji untuk bulan Agustus 2006 Rp.dengan syarat 2/10.375.Diterima kembali sebagian barng dagangan yang dijual tanggal 17 Agustus 2006 karena rusak senilai Rp. maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Reff 2006 1 Kas Agust Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagang tunai PPN 10%) 2 Pembelian barang dagangan PPN-masukan Utang dagang (Membeli barang dagang Kredit PPN 10%) Beban angkut Kas (Membayar ongkos angkut Syarat FOB shipping point) Beban Advertensi Kas (Membayar beban advertensi) Hal: 1 Kredit 2. transaksi dicatat dengan menggunakan metode fisik. 100.500 4 125. 1.000.875.000 6 80.000 137. 50.512.000 125.500 1.500 Debit 3. 200.000..Perusahaan membayar hutang yang timbul di bulan lalu sebesar Rp.- Apabila pada kasus UD.500 1.Diterima pelunasan dari CV Bahagia atas penjualan tanggal 17 Agustus 2006.000 80.000. potongan yang diberikan berdasarkan saldo piutang.000. 125.000 25.Pemilik mengambil uang perusahaan untuk kperluan pribadi sebesar Rp.000 250.000. Purnama Sari tersebut di atas.17 19 21 27 30 30 30 Dijual barang dagangan secara secara kredit kepada CV Bahagia sebesar Rp.000 10 Pembelian barang dagangan PPN-masukan 308 .n/30 .000.

000 309 .000 175.925.Kas (Membeli barang dagang tunai.320.000 15.000 Hal: 2 Kredit 1.900 34.000 150.000 100.000 275.550 (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref 2006 17 Piutang dagang Agust Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagangan secara kredit PPN 10%) 19 Beban sewa Kas (Membayar beban sewa) Retur penjualan PPN-Keluaran Piutang dagang (Menerima barang dagang yang telah dijual) Kas Potongan penjualan Piutang dagang (Menerima pembayaran Piutang pada masa periode Potongan) Beban gaji Kas (Membayar gaji selama satu Debit 1.950 1.000 900.500 26.000 20.000 100.000 21 27 1.000 200.000 220.100 1.750.000 12 1.705.347.670.000 30 900. PPN 10%) 11 Utang dagang PPN-masukan Retur pembelian (Mengembalikan sebagian barang yang telah dibeli karena rusak) Utang dagang Potongan pembelian Kas (Membayar utang pada masa periode potongan) 165.

000 137.875.Bulan) 30 Prive Kas (Mengambil uang untuk keperluan pribadi) Utang dagang Kas (Membayar utang yang tim bul pada bulan lalu) 50.000 125. transaksi dicatat dengan menggunakan metode perpetual.162.725.500 1.000 125.500 Hal: 1 Kredit 2.000 287.512. maka jurnal yang dibuat sebagai berikut: (Pada kasus ini diasumsikan Harga Pokok Penjualan adalah 60%) (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Reff 2006 1 Kas Agst Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagang Tunai PPN 10%) Harga Pokok Penjualan Persediaan barang dagang (Mencatat HPP barang Yang dijual 60% X Harga jual) 2 Peesediaan barang dagangan PPN-masukan Utang dagang (Membeli barang dagang Kredit PPN 10%) Persediaan Barang dagangan Kas (Membayar ongkos angkut Syarat FOB shipping point) Debit 3.000 50.500 1.000 30 125.000 1.000 Apabila pada kasus Purnama Sari tersebut di atas.500 4 125.375.725.000 1.000 310 .

000 100.320.000 80.000 1.000 200.000 15.950 1.750.000 1.000 175.550 1.347.035.000 25.000 150.500 Hal: 2 Kredit 26.000 275. PPN 10%) 11 Utang dagang PPN-masukan Persediaan barang dagang (Mengembalikan sebagian Barang yang telah dibeli Karena rusak) Jurnal Umum (dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff 2006 12 Utang dagang Agust Persediaan barang dagang Kas (Membayar utang pada masa periode potongan) 17 Piutang dagang Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagangan Secara kredit PPN 10%) Harga Pokok Penjualan Persediaan barang dagang (Mencatat HPP barang yang dijual sebesar 60%) 19 Beban sewa Kas (Membayar beban sewa) Retur penjualan PPN-Keluaran Piutang dagang (Menerima barang dagang yang telah dijual) 165.000 220.000 20.925.000 10 Persediaan barang dagangan PPN-masukan Kas (Membeli barang dagang Tunai.000 250.000 Debit 1.000 100.000 21 311 .6 Beban Advertensi Kas (Membayar beban advertensi) 80.000 1.035.

705.000 900.670.000 125. penyusunan sistem pencatatan yang mampu menjangkau dan mengawasi jalannya operasi sangat diperlukan.000 125.000 F. Buku besar umum akan memuat data-data akuntansi secara garis besar. Buku besar akan memberikan informasi mengenai saldo-saldo akun di dalam perusahaan Karena kompleksitasnya maka buku besar dibagi dua yaitu: buku besar umum dan buku besar pembantu.000 1.000 30 30 900. Buku besar pembantu ada dua 312 .000 120. sedang buku besar pembantu memuat rincian dari buku besar umum.900 34. Buku besar akan memberikan informasi mengenai saldo-saldo dari akun-akun di dalam perusahaan.100 1.Persediaan barang dagangan Harga Pokok Penjualan (Mengurangi HPP barang yang dikembalikan pembeli sebesar 60%) 27 Kas Potongan penjualan Piutang dagang (Menerima pembayaran Piutang pada periode Potongan) Beban gaji Kas (Membayar gaji 120. Buku besar merupakan bagian siklus akuntansi yang harus dilakukan. Buku Besar dan Buku Pembantu Pada perusahaan skala besar dan transaksi yang sangat banyak.000 (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Reff 2006 30 Prive Agst Kas (Mengambil uang untuk Keperluan pribadi) 30 Utang dagang Kas (Membayar utang yang timbul pada bulan lalu) Debit 50.000 Hal: 3 Kredit 50.

2. Toko Anugrah sebesar Rp.000. 1. buku besar dan buku pembantu.000 3. Hubungan antara buku besar dengan buku pembantu sebagaimana dalam ilustrasi 2 pada halaman berikut.000. Data penjualan kredit tanggal 27 Juli dari Dealer Rajawali tampak sebagai berikut: 1.000 2. 2.000 Data Penerimaan Kas Tanggal 30 Juli menunjukkan data sebagai berikut: 1. Toko Berkah sebesar Rp. Terima pembayaran dari Toko Anugrah sebesar Rp.000.500. Terima pembayaran dari Toko Berkah sebesar Rp. Antara buku besar umum dan buku besar pembantu pada setiap bulan harus dicocokkan apakah keduanya menunjukkan saldo yang sama.000 313 . 2.1: Hubungan antara Buku Besar Umum dan Buku Besar Pembantu Bukti Transaksi Buku Jurnal Buku Besar Piutang Dagang Buku Pembantu Piutang dagang Berikut ilustrasi hubungan antara Jurnal baik jurnal khusus maupun jurnal umum. Saldo akun buku besar harus sama dengan saldo akun pembantunya. Jika ada perbedaan harus segera ditentukan saldo mana yang benar di antara keduanya.yaitu: buku besar piutang dagang dan buku besar utang dagang. Ilustrasi 2.000. 500.3. Toko Rahma sebesar Rp.

000 6.000 2.000 6.000.500.500.500. 14 2.000 3.000 Jurnal Peneriaan Kas Ref Debit Keterangan Kas Toko.000 Selanjutnya berdasar pada data jurnal tersebut dapat disusun buku pembantu Piutang sebagai berikut: 314 .500.Berdasar pada data di atas.000.000 6.000 2.000 2.000 Jumlah 2.000.000.500.000.500.: 25 Kredit Akun Jumlah Piutang 2.000 4.000 2.500. Anugrah 2.000 (dalam rupiah) Tanggal Keterangan SePenjualan Saldo Ref Debit (Rp) Kredit (Rp) Debit (Rp) No.500.000 6.500.000 3. 44 Kredit (Rp) 2.: 23 Kredit Penjualan 1.000.006 27 Penjualan Juli 30 Pembayaran 23 25 6.000 Piutang 500.000.000 Hal.000 Buku besar yang terkait dengan jurnal tersebut meliputi: (dalam rupiah) Tanggal Keterangan Ref Piutang Dagang Saldo Debit (Rp) Kredit (Rp) Debit (Rp) Kredit (Rp) No.006 Juli 27 Penjualan kredit 23 6.000 Toko Berkah 500.500.000 Hal.500. selanjutnya disusun jurnal khusus berikut ini: Dalam Rupiah Tanggal Juli 27 Keterangan Toko Berkah Toko Rahma Toko Anugrah Jumlah Dalam Rupiah Tanggal Juli 30 Jurnal Pejualan Ref Debit Kas Piutang 1.

000.000 500.000 500.000 315 .006 27 Penjualan Juli 30 Terima 23 25 1.000 2.000.500.006 27 Penjualan Juli 23 2.000 3.000 1.000.000 (dalam rupiah) Tanggal Keterangan Ref SToko Rahma Saldo Debit (Rp) Kredit (Rp) Debit (Rp) No. 2 Kredit (Rp) 2.000.500.000. 1 Kredit (Rp) 2. 3 Kredit (Rp) 2.000 2.000 1.006 Juli 27 Penjualan 30 Terima 23 25 3.000.(dalam rupiah) Tanggal Keterangan Ref SToko Berkah Saldo Debit (Rp) Kredit (Rp) Debit (Rp) No.000 (dalam rupiah) Tanggal Keterangan Ref SToko Anugrah Saldo Debit (Rp) Kredit (Rp) Debit (Rp) No.

Apakah hal ini akan menyebabkan neraca saldo menjadi tidak seimbang? Jelaskan sebabnya! 6. Pembayaran kas untuk perlengkapan kantor. Seorang pelanggan mengembalikan barang dagangan yang dibelinya beberapa waktu sebelumnya. Apabila jurnal umum digunakan untuk mencatat retur penjualan. Mengapa kedua hal yang harus dikreditkan tersebut tidak ditempatkan pada satu kolom sehingga menghemat tempat dalam jurnal? 5. tetapkan jurnal mana yang digunakan untuk mencatat transaksi berikut: a. Pembelian perlengkapan kantor secara kredit c. Pengkreditan atas akun debitur (langganan) dan pengkreditan atas akun lain dibukukan secara individual dari jurnal penerimaan kas seperti telah diterangkan pada bab ini. Pembelian peralatan toko secara kredit e. Maka pengaruh transaksi ini terhadap kelompok akun di bawah ini adalah: No 1 2 3 4 Kelompok Akun Aset Pendapatan Beban/ Biaya Laba Bersih Pengaruh 316 .I. Pembayaran kas atas utang kepada kreditor d. maka pengkreditan dari ayat jurnal tersebut harus dibukukan dua kali. Mengapa transaksi penjualan kepada debitur dan penerimaan kas dari debitur harus dicatat dan dibukukan setiap hari? 4. Apa keunggulan utama dari penggunaan jurnal khusus? 2. Pembelian perlengkapan secara tunai b. 3. Transaksi ini dicatat dengan mendebit akun piutang dagang dan mengkreditkan akun retur penjualan. Bila jurnal umum dua kolom. jurnal pembelian dan jurnal pembayaran kas. PERTANYAAN 1.

Transaksi ini dicatat dengan mendebit akun pembelian dan mengkredit akun utang dagang. Pengaruh atas pencatatan transaksi ini terhadap kelompok akun di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 Kelompok Akun Aset Harga Pokok Penjualan Pendapatan Laba Bersih Pengaruh 317 . Transaksi ini dicatat dengan mendebit akun pembelian dan mengkredit akun utang dagang. Transaksi ini dicatat dengan mendebit akun retur dan potongan pembelian dan mengkredit akun utang dagang. Dibeli peralatan secara kredit. Pengaruh atas pencatatan transaksi ini terhadap kelompok akun di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 Kelompok Akun Aset Harga Pokok Penjualan Kewajiban Laba Bersih Pengaruh 10. Dikembalikan barang dagangan yang rusak kepada pemasok. Pengaruh atas pencatatan transaksi ini terhadap kelompok akun di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 Kelompok Akun Aset Harga Pokok Penjualan Kewajiban Laba Bersih Pengaruh 9. Diterima faktur untuk pembelian barang dagangan secara kredit.7. Transaksi ini dicatat dengan mendebit akun biaya angkut pembelian dan mengkredit rekening utang dagang. Pengaruh atas pencatatan transaksi ini terhadap kelompok akun di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 Kelompok Akun Aset Harga Pokok Penjualan Beban/ Biaya Laba Bersih Pengaruh 8. Dibeli peralatan secara kredit.

n/30. Diterima pengembalian barang dagang yang dibeli oleh tuan Angga seharga Rp.000.000.000. n/30 Dijual barang dagangan ke Tuan dengan termin 1/10.000. dengan termin 5/10..-.000.000. LATIHAN Latihan 2.000. Agustus 1 2 4 4 8 8 Dibeli barang dagang secara kredit pada PT Kartika seharga Rp.1 Pada tanggal 5 Oktober 2006 PT Trisno menjual barang dagangan secara kredit seharga Rp. 11 Dibeli barang dagangan dari firma Sutrisna yaitu seharga Rp. 318 . 10.000. n/30 Dikembalikan barang yang dibeli pada tanggal 1 Agustus seharga Rp.II.kepada PT Purnomo dengan termin 2/10.000. 20.Dibayar seluruh utang kepada PT Kartika untuk pembelian barang dagang yang dilakukan pada tanggal 1 Agustus.-. 50.- 11 Diterima pembayaran secara penuh dari tuan Joko untuk barang dagang yang yang dijual pada tanggal 2 Agustus. Pertanyaan: Buatlah jurnal dalam pembukuan PT. Pada tanggal 14 Oktober 2006 PT Purnomo membayar seluruh utangya pada PTTrisno. Disamping itu juga perusahaan memperoleh potongan pembelian sebesar 15%. n/30. 80.2 Berikut ini transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Agustus 2007 pada UD Airlangga.dengan termin 2/10. 11 Diterima pembayaran secara penuh dari tuan Angga untuk penjualan barang pada tanggal 4 Agustus.dengan termin 2/10. 15.800.000.. 600. 160. Pada tanggal 8 Oktober 2006 PT Purnomo mengembalikan barang dagangan yang rusak seharga Rp.000. Joko Rp.000. n/30.000.000. Danu untuk mencatat transaksitransaksi di atas! Latihan 2. 1.- Dijual brang dagangan ke Tuan Angga Rp.000.

000.000. 90.000.000. 18 Dijual barang dagang kepada Sari secara kredit yaitu sebesar Rp.000 3. III.000.dengan termin 1/10.000 100.000.000 ? ? 319 .000.000.000.000 2. n/30.000.000 ? 71.000 ? 17.000 3. 40.000 2005 2006 ? 130.000 75.000 1.000 4. n/30 20 Dijual barang dagang secara tunai seharga Rp.000.000.000.000.000 8.000.000.000.000 ? ? ? 5.000.000.15 Dibeli perlengkapan kantor seharga Rp.000.000 30.000.000.000.000 ? ? 12.000.000.000.-.-. 60. 15 Dibayar biaya pengangkutan untuk pembelian barang dagangan yang dilakukan 12 Agustus Rp. 6.000.000.000 6.000 86. penjualan Potongan tunai penjualan Penjualan bersih Persediaan awal Pembelian Retur dan pot.000.000.24 Dibayarkan utang kepada firma Sutrisna untuk pembelian barang tanggal 12 Agustus Pertanyaan: Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi diatas.000 120.000 ? 2. dengan termin 2/10.000.000 ? 100.000 ? ? 5.000 ? 3. SOAL Soal 2.000. Pembelian Potongan tunai pembelian Pembelian bersih Harga pokok barang TUD Persediaan akhir Harga pokok penjualan Laba kotor Beban operasi Laba bersih operasi 110.000 ? ? 70.1 Lengkapilah laporan laba rugi di bawah ini: (dalam rupiah) 2004 Penjualan Retur dan pot.000.000 ? 95.000.000.000 3.000 2.000 16.

000. Harga Pokok Penjualan sebesar 60%.000.000 “ 470.000 “ 21.000 “ 70. Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Agustus 2007.000 “ 24.000.Dijual barang dagangan secara kredit kepada tuan 4 5 320 .000 “ 35.156.000. 182.000.3 PT Alvaron mencatat pembelian dan penjualan persedian barang dagangan.2 Pada tanggal 31 desember 2006 PT.000.000.000 “ 2. 940.Persediaan barang dagangan 31 Desember 2006 Rp.dengan termin 2/10.000. Soal 2.000.000.000 “ 224.000.000 “ 220. 315.000. 39.000. 214. Gajaya mempunyai neraca saldo yang sudah disesuaikan dan informasi lain sebagai berikut : Beban Angkut Pembelian Beban Advertensi Penjualan Pembelian Retur dan Potongan Pembelian Beban Gaji Utang Wesel Potongan Tunai Penjualan Beban Sewa Retur Penjualan Piutang Dagang Potongan Tunai Pembelian Rp. n/30 Dijual barang dagangan secara tunai yaitu seharga Rp.000.000.000 “ 110.000.000.000.000.Soal 2.000 “ 12.000 Hasil perhitungan barang dagangan memberikan inormasi sebagai berikut: Persediaan barang dagangan 1 Januari 2006 Rp.048.Pertanyaan: Susunlah laporan laba rugi yang menunjukan pendapatan harga pokok penjualan dan beban-beban operasi dalam susunan yang baik.000 “ 1. Agustus 3 Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT Cendekia sebesar Rp..000.

Dibayar seluruh utang kepada PT Widya Dijual barang dagangan secara kredit kepada PT Rahwana seharga Rp. Diterima pengembalian barang dagangan yang dijual pada tanggal 5 Agustus seharga Rp.000.000.yang dibeli dari PT Cendekia Diterima pembayaran dari tuan Jaka Darmawan atas transaksi penjualan tanggal 5 Agustus.000.. Buatlah jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut dengan metode perpetual! Soal 2. Buatlah jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut dengan metode fisik! 2.dengan termin2/10.000. 10 11 15 16 17 20 21 Pertanyaan: 1.000. Dibayar biaya pengangkutan pembelian untuk barang dagangan yang dibeli dari PT Widya sebesar Rp.dengan termin 2/10. 400.000.000. 50. n/30 Dibayar seluruh utang kepada PT Cendekia secara penuh. 260. 30.000.000...dengan termin 2/10.000.Jaka seharga Rp.000. 650. 840.-. Dijual barang dagangan secara tunai yaitu seharga Rp.Dikembalikan barang dagangan Rp.000. n/30 8 9 Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT Widya seharga Rp. 110.000. n/30.000.4 Transaksi berikut adalah sebagian dari transaksi diantara PT Kartika Sony dan PT Airlangga Bofy pada bulan Agustus 2007 321 .

PT Airlangga membayar biaya transportasi Rp. Harga pokok penjualan adalah Rp. n/eom.000.500.untuk pembelian tanggal 21 Agustus.. n/30. 2/10.000. Harga pokok penjualan Rp. Harga pokok penjualan adalah Rp. PT Kartika membayar biaya transportasi sebesar Rp. 1/15.. 7. PT Kartika membayar biaya transportasi sebesar Rp.000. 322 . Dibayarkan kepada PT Kartika untuk pembelian tanggal 8 Agustus dikurangi potongan dan retur tanggal 13 Agustus. 12..termin FOB destination.-. 10. PT Kartika menjual barang dagangan secara kredit kepada PT Airlangga seharga Rp. 14.dengan termin FOB shipping point.000.termin FOB shiping point n/eom.000. PT Airlangga membayar PT Kartika atas utang dan pembelian tanggal 21 Agustus.500..-. 550.000. 350. Dikembalikan barang dagangan yang dibeli secara kredit pada tanggal 8 Agustus dari PT Kartika Dibayarkan kepada PT Kartika untuk pembelian tanggal 8 Agustus dikurangi potongan.000.000.000.untuk pengiriman barang dagangan yang dijual kepad PT Airlangga pada tanggal 8 Agustus.yang ditambahkan ke faktur.000.000.. 10.Agustus 2 Dijual barang dagangan secara kredit kepada PT Airlangga sebesar Rp.000.Dijual barang dagangan secara kredit kepada PT Airlangga seharga Rp. 8 8 8 9 20 21 22 30 Pertanyaan: Buatlah ayat jurnal transaksi tersebut di atas untuk PT Kartika dan PT Airlangga dengan metode pencatatan persediaan adalah perpetual. 6. 8.000.000.

NERACA SALDO Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. Prosedur membuat Neraca Saldo Perusahaan dagang 3. Menjelaskan pengertian dan kegunaan Neraca Saldo Perusahaan dagang 2. Menyiapkan Neraca Saldo Perusahaan dagang 323 .

Neraca saldo merupakan kumpulan saldo-saldo dari buku besar yang merupakan hasil pemindahan dari jurnal ke buku besar. pengujian keseimbangan jumlah debit dan kredit Manfaat/ kegunaan neraca saldo baik perusahaan jasa maupun perusahaan dagang adalah sama yaitu: 1. sehingga dapat menjadi sumber informasi yang benar untuk menyusun laporan laba rugi. 2. Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo Perusahaan Dagang Neraca saldo adalah daftar kumpulan saldo-saldo akun-akun yang ada di buku besar Seperti halnya perusahaan jasa. Untuk menunjukkan ringkasan akunakun buku besar. Saldo akun debit dipindah ke kolom debit dan saldo akun kredit dipindah ke kolom kredit. perusahaan dagang juga membuat neraca saldo. Untuk mengadakan pengujian keseimbangan jumlah debit dan kredit dalam buku besar dan ketepatan perhitungannya dalam pembukuan selama tahun berjalan. Prosedur membuat Neraca Saldo Perusahaan Dagang Prosedur menyiapkan neraca saldo di perusahaan dagang sama seperti di perusahaan jasa yang sudah dibahas pada buku satu. Penyusunan neraca saldo merupakan salah satu tahapan siklus akuntansi seperti tampak pada ilustrasi 3.1 sebagaimana pada halaman berikut: 324 .NERACA SALDO A. Neraca saldo berguna untuk meringkas akun-akun buku besar. dan dibuat akhir periode. laporan perubahan ekuitas dan neraca. Prosedur penyusunan neraca saldo dimulai dari memindahkan saldo-saldo disetiap akun di buku besar. B.

Akun yang berkaitan Ada perbedaan dan kesamaan akun-akun di perusahaan dagang dan perusahaan jasa 325 .Ilustrasi 3. Kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan kemudian menjual barang dagangan. Beberapa akun yang ada di neraca saldo perusahaan dagang berbeda dengan perusahaan jasa. maka akun–akun yang ada di neraca saldo perusahaan dagang juga akan berkaitan dengan hal tersebut.1: Tahapan Menyusun Neraca Saldo Transaksi terjadi dan informasi dibukukan pada dokumen sumber Informasi pada dokumen sumber dibukukan pada buku harian (Jurnal) Informasi transaksi dipindahbukukan dari buku harian (jurnal) ke buku besar (Posting) Laporan keuangan: • Laba Rugi • Perubahan Equitas • Neraca • Arus Kas • Catatan atas laporan keuangan Neraca saldo dibuat akhir periode berdasar saldo akun buku besar Jadi dapat disampaikan bahwa penyusunan neraca saldo dilakukan setelah menghitung saldo-saldo akun di buku besar. karena kegiatan perusahaan dagang juga berbeda dengan perusahaan jasa.

030. Arjo Debit 570.dengan penjualan dan pembelian barang dagangan. Retur pembelian C. posting ke buku besar dan neraca saldo Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas berikut ini diberikan contoh penyiapan neraca saldo pada perusahaan dagang Purnama Sari.830. 2.000 10.000 280. Retur Penjualan 4. jurnal. Menghitung saldo-saldo di buku besar. Mengumpulkan saldo-saldo dalam neraca saldo.000.000 180. Akun-akun yang ada di jurnal dimasukkan ke buku besar masingmasing.000 47.000 1.000. Beban angkut pembelian 6. yang tidak terjadi pada perusahaan jasa adalah akun-akun berikut: 1.000. Berikut adalah Neraca saldo per 31 Juli 2006. UD Purnama Sari Neraca Saldo setelah Penutupan Per 31 Juli 2006 (dalam rupiah) Keterangan Kas Piutang Usaha Persediaan barang dagangan Asuransi dibayar di muka Tanah Gedung Akumulasi penyusutan gedung Utang dagang Modal.000 15. yaitu: 1. 3.000 36. 5.000. Dicatat ke dalam jurnal.000 Kredit 47.000 200. Potongan pembelian 7.000 30. Transaksi yang didukung oleh dokumen. Penjualan 2. Untuk menyiapkan neraca saldo perusahaan dagang langkahlangkah yang dilakukan mengikuti siklus akuntansi. Potongan Penjualan 3.030. Menyiapkan Neraca Saldo Perusahaan Dagang. Neraca saldo dimulai dari transaksi. Pembelian 5.000 326 . Diasumsikan laporan keuangan dibuat setiap bulan. 4.

125. 50.000.Selanjutnya transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Agustus 2006 tampak sebagai berikut: Tgl Transaksi Agt Dijual barang dagangan secara tunai kepada Moroseneng 1 seharga Rp. 250.6 Dibayar beban pemasangan advertensi bulan Agustus2006 sebesar Rp.750.30 Dibayar utang kepada kepada PT Airlangga Rp 125. 30 Dibayar gaji untuk bulan Agustus 2006 Rp.Pajak penjualan 10 %.n/30. Berdasar pada transaksi tersebut. 2.000. 4 Dibayar beban angkut barang dagang yang dibeli dari PT Jaya sebesar Rp.n/30.dengan syarat 2/10. 200. potongan yang diterima berdasarkan saldo utang. 100.21 Diterima kembali sebagian barng dagangan yang dijual tanggal 17 Agustus 2006 karena rusak senilai Rp. 1.secara tunai.-. 150.30 Pemilik perusahaan (Tn Jaka) mengambil uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp.000.dengan syarat 2/10. pajak pertambahan nilai 10 %. 17 Dijual barang dagangan secara secara kredit kepada CV Bahagia sebesar Rp.000. 900.000. 1.000.375.000. utang ini timbul pada bulan Juli 2006.27 Diterima pelunasan dari CV Bahagia atas penjualan tanggal 17 Agustus 2006. berikutnya disusun Jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut adalah (untuk lebih mudah diasumsikan jurnal yang disusun adalah jurnal umum): 327 . Pajak pertambahan nilai 10% 11 Dari barang dagangan yang dibeli tanggal 2 Agustus. 80.12 Dibayar utang atas transaksi pembelian tanggal 2 Agustus 2006.. pajak penjualan 10 % 19 Dibayar beban sewa kantor untuk bulan Agustus 2006 sebesar Rp. potongan yang diberikan berdasarkan saldo piutang. FOB shipping point.000. Barang yang rusak senilai Rp.000.000.10 Dibeli barang dagangan seharga Rp. FOB shipping point 2 Dibeli barang dagangan dari PT Jaya seharga Rp.000.000. sebagian dikembalikan karena rusak..875.

000 287.320.000 6 80.500 26.000 25. PPN 10%) 11 Utang dagang PPN-masukan Retur pembelian (Mengembalikan sebagian barang yang telah dibeli karena rusak) 12 Utang dagang Potongan pembelian Kas (Membayar utang pada masa periode potongan) 165.000 15.550 328 .000 250.375.000 125.875.500 1.(dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref 2006 1 Kas Agust Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagang tunai PPN 10%) 2 Pembelian barang dagangan PPN-masukan Utang dagang (Membeli barang dagang Kredit PPN 10%) Beban angkut Kas (Membayar ongkos angkut Syarat FOB shipping point) Beban Advertensi Kas (Membayar beban advertensi) Debit 3.347.000 275.000 137.500 4 125.500 1.000 80.000 150.000 10 Pembelian barang dagangan PPN-masukan Kas (Membeli barang dagang tunai.500 Hal: 1 Kredit 2.512.000 1.950 1.162.

000 30 125.925. Tn Jaka Kas (Mengambil uang untuk keperluan pribadi) Utang dagang Kas (Membayar utang yang timbul pada bulan lalu) Debit 1. maka langkah berikutnya adalah melakukan posting ke buku besar dengan memasukkan juga informasi saldo per 31 juli 2006.100 1.(dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref 2006 17 Piutang dagang Agust Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagangan secara kredit PPN 10%) 19 Beban sewa Kas (Membayar beban sewa) Retur penjualan PPN-Keluaran Piutang dagang (Menerima barang dagang yang telah dijual) Kas Potongan penjualan Piutang dagang (Menerima pembayaran Piutang pada masa periode Potongan) Beban gaji Kas (Membayar gaji selama satu Bulan) Prive.900 34.000 50.000 Hal: 2 Kredit 1.000 175..000 21 27 1.000 125.670.000 30 900.000 100.000 200.705. 329 .750.000 100.000 Setelah jurnal dibuat.000 900.000 20.000 30 50.000 220.

000 1.000 3.000.705.000 180.000 1.900 Tgl Agt4 6 10 12 19 30 Keterangan beban angkut beban advertensi pembelian membayar utang beban sewa beban gaji prive utang saldo Reff JU-1 JU-1 JU-1 JU-1 JU-2 JU-2 JU-2 Kredit 125.000 125.000 900.000 330 .000 Keterangan Saldo Tgl Agt 31 Keterangan Reff Kredit saldo 1.925.000 50.000 80.403.000 280.000 Keterangan Saldo Tgl Agt 31 Keterangan Reff Kredit saldo 180.400 31 5.000 Tgl agt 21 27 31 Keterangan dibayar dibayar saldo Reff JU-2 JU-2 Kredit 220.162.500 1.427.000 (dalam rupiah) Tgl 31-Jul Persediaan Barang Dagangan Reff Debit 1.000.000.000 275.205.000 1.000 2.000 1.000 180.670.550 100.000.(dalam rupiah) Tgl 31-Jul Agt1 27 Kas Reff JU-1 JU-2 Keterangan Saldo Penjualan piutang dagang Debit 570.000 (dalam rupiah) Tgl 31-Jul Asuransi Dibayar di Muka Reff Debit 180.400 (dalam rupiah) Tgl 31-Jul Agt 17 Piutang Dagang Reff JU-2 Keterangan Saldo Penjualan Debit 280.850 5.000 2.205.000 1.000 2.403.320.

000.000 10.000.000.000.500 (dalam rupiah) Tgl 1-Jul Tanah Reff Debit 15.000 15.000.000 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Akumulasi Penyusutan Gedung Reff Debit Tgl 31Jul Keterangan Saldo Reff Kredit 10.500 25.500 Tgl agt11 31 Keterangan retur saldo Reff JU-1 Kredit 15.000.000 75.000 1.000.500 331 .000 162.712.000.000 Keterangan Saldo Tgl Agt 31 Keterangan Reff Kredit saldo 30.712.512.000 Keterangan Saldo Tgl Agt 31 Keterangan Reff Kredit saldo 15.000.500 125.347.000.000 1.000 1.000 (dalam rupiah) Tgl agt 11 12 30 31 Utang Dagang Reff JU-1 JU-1 JU-2 Keterangan dibayar dibayar dibayar saldo Debit 165.000 147.000 15.500 162.000 30.000 30.000 10.000 dalam rupiah) Tgl 31-Jul Gedung Reff Debit 30.500 1.500 Tgl 31Jul 2 Keterangan Saldo membeli Reff JU-1 Kredit 200.000.000 31 saldo 10.000.(dalam rupiah) Tgl Agt2 10 PPN-Masukan Reff JU-2 JU-2 Keterangan pembelian pembelian Debit 137.

625.625.625.500 MODAL Tgl Keterangan Reff Debit Tgl 31Jul Keterangan Reff Kredit 36.100 332 .000 31 saldo 4.830.000 PRIVE Tgl Agt 30 Keterangan Reff mengambil prive JU-2 Debit 50.830.500 175.750.000 4.000 POTONGAN PENJUALAN Tgl Keterangan Reff Agt 27 piutang dibayar JU-2 Debit 34.000 50.100 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 34.500 462.830.100 34.000 agt 31 saldo 36.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 50.(dalam rupiah) Tgl agt21 Keterangan retur penjualan Reff PPN .000 4.Keluaran Debit 20.875.100 saldo 34.000 36.830.500 462.000 36.000 31 Saldo 442.000 1.000 Tgl Agt1 17 Keterangan penjualan penjualan Reff JU-1 JU-2 Kredit 287.000 saldo 50.000 PENJUALAN Tgl Keterangan Reff Debit Tgl Agt 1 17 Keterangan penjualan tunai penjualan kredit Reff JU-1 JU-1 Kredit 2.

950 31 saldo 26.000 1.625.950 RETUR PEMBELIAN Tgl Keterangan Reff Debit Tgl Agt11 Keterangan mengembalikan barang yang telah dibeli Reff JU-1 Kredit 150.000 31 saldo 150.000 150.950 26.000 1.000 POTONGAN PEMBELIAN Tgl Keterangan Reff Debit Tgl Agt12 Keterangan mMenerima potongan Reff JU-1 Kredit 26.000 150.000 PEMBELIAN BARANG DAGANGAN Tgl Keterangan Reff Debit Agt pembelian 2 barang JU-1 1.000 saldo 125.000 333 .950 26.625.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 125.000 125.000 pembelian 10 barang JU-1 250.000 BEBAN ANGKUT Tgl Keterangan Beban angkut Agt4 pembelian Reff JU-1 Debit 125.625.000 200.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 200.RETUR PENJUALAN Tgl Keterangan menerima retur penjualan Agt 21 Reff JU-2 Debit 200.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 saldo 1.375.000 saldo 200.

000 saldo 900.000 900.000 147. maka langkah selanjutnya adalah membuat neraca saldo seperti yang ditunjukkan berikut ini: PERUSAHAAN DAGANG PURNAMA BARU NERACA SALDO 31 AGUSTUS 2006 Kas Piutang Dagang Persediaan Barang Dagangan Asuransi Dibayar di muka PPN-Masukan Tanah Gedung Akumulasi penyusutan gedung Utang Dagang PPN-Keluaran Modal.000.000.000 50.000 saldo 80.000 180.000 4.000 Debit 80.BEBAN GAJI Tgl Keterangan Agt membayar 30 gaji Reff JU-2 Debit 900.000.850 280.000 30.000 100.000 10.000 Setelah jurnal diposting dan dihitung saldonya.000 80.500 36.000.000 334 .500 15.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 900.000 BEBAN ADVERTENSI Tgl Keterangan Reff Agt membayar 30 advertensi JU-2 saldo 100.000 1.427.000 75.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 80.000 BEBAN SEWA Tgl Keterangan Agt membayar 30 sewa Reff JU-2 Debit 100.625.Arjo Prive Penjualan 2.830.000 442.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 100.

000 dengan dengan termin 1/10.000. n/30.950 900.000 80.149.100 1.000 34.160. Apakah saldo nominal normal PPN-Masukan dan PPN-Keluaran ? 5. Bagaimana prosedur-prosedur membuat Neraca Saldo pada perusahaan dagang ? 3. 9 Diterima pengembalian barang dagangan yang dibeli oleh Tuan Bramayanto seharga Rp.Retur Penjualan Potongan Penjualan Pembelian Beban angkut Retur Pembelian Potongan pembelian Beban Gaji Beban Sewa Beban Advertensi 200.000 26. Apa kegunaan Neraca Saldo ? 2.450 52. 2 Dijual barang dagangan kepada Tuan tarigan senilai Rp. n/30.000.50. n/30. Disamping itu juga perusahaan memperoleh potongan pembelian senilasebesar 15%.000 dengan termin 2/10.000. 11 Diterima pembayaran secara penuh dari Tuan Tarigan untuk barang dagangan yang dijual pada tanggal 2 Agustus.000 52.000.149. n/30. 12 Dibeli barang dagangan dari Firma Mandala seharga Rp. Dan apa yang dimaksud dengan PPN-Masukan dan PPN-Keluaran ? Soal : Berikut ini transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Agustus 2006 pada UD Sahara : Agustus 1 Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT Bening seharga Rp.000 dengan dengan termin 5/10.000.625.80. 13 Diterima pembayaran secara penuh dari Tuan Bramayanto untuk penjualan barang dagangan pada tanggal 4 Agustus. 3 Dijual barang dagangan kepada Tuan Bramayanto senilai Rp. 8 Dibayar seluruh utang kepada PT.000 150. Mengapa dari Neraca Saldo belum bisa dibuat Laporan Keuangan ? 4. 4 Dikembalikan barang yang dibeli pada tanggal 1 Agustus seharga Rp.10.600.000 100.000.000. 335 .000 125.450 Latihan untuk diskusi : 1.000 dengan dengan termin 2/10. Bening untuk pembelian barang dagangan yang dilakukan pada tangga 1 Agustus.20.000.

Diminta: a. Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi di atas. n/30. 20 Dijual barang dagagan secara tunai seharga Rp.15 Dibeli peralatan kantor seharga Rp. 22 Dibayar utang kepada Firma Mandala untuk pembelian barang tanggal 12 Agustus. Memposting ke buku besar.000 18 Dijual barang dagangan kepada CV Tiara secara kredit seharga Rp.6.000 dengan termin 2/10.000.40. 336 .000. c. b.000 dengan termnin 2/10.000.60.000. 16 Dibayar biaya pengangkutan untuk pembelian barang dagangan yang dilakukan 12 Agustus sebesar Rp.90. n/30. Buatlah neraca saldo.000.

Menjelaskan dan menentukan nilai persediaan dan harga pokok penjualan dengan metode Rata-Rata 4. Menjelaskan dan menentukan nilai persediaan dan harga pokok penjualan dengan metode Identifikasi khusus 337 .PENILAIAN PERSEDIAAN dan PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAAN Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. Menjelaskan dan menentukan nilai persediaan dan harga pokok penjualan dengan metode FIFO 2. Menjelaskan dan menentukan nilai persediaan dan harga pokok persediaan dengan menggunakan metode LIFO 3.

karena persediaan diharapkan dapat diubah menjadi kas dalam waktu kurang satu tahun atau satu siklus akuntansi. Persediaan bahan baku. Persediaan barang dagang merupakan bagian yang cukup berarti dari seluruh total aset yang dimiliki perusahaan juga transakasi yang berhubungan dengan persediaan merupakan aktivitas yang sering terjadi. Di samping itu persediaan akan dilaporkan pada dua laporan keuangan yaitu laporan laba rugi dan neraca. Nilai Persediaan Barang Dagangan Nilai persediaan ditentukan oleh kuantitas dan harga pokok Nilai persediaan barang dagangan ditentukan oleh dua faktor yaitu kuantitas dan harga pokoknya. Di dalam neraca persediaan dilaporkan dalam kelompok aset lancar. Persediaan barang dalam proses dan 3. Sedangkan pada perusahaan dagang hanya mempunyai satu persediaan yaitu persediaan barang dagangan. Pesediaan barang jadi.PENILAIAN PERSEDIAAN dan PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN A. Penilaian persediaan dan perhitungan harga pokok penjualan dengan metode FIFO Persediaan barang dagangan (merchandise inventory) adalah barangbarang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali. 1. Perusahaan industri memiliki tiga Persediaan adalah barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual jenis persediaan yaitu: 1. 338 . 2.

yaitu: 1) Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP)/ First-In First. maka harga perolehan tidak sulit untuk ditetapkan. barang dangang diperoleh melalui 339 . Hal demikian ini akan berakibat perusahaan harus mencari caracara bagaimana harga perolehan tersebut dapat ditetapkan.Out Metode masuk pertama keluar pertama beranggapan bahwa faktor-faktor biaya akan mengalir searah dengan urutan terjadinya biaya (masuk pertama keluar pertama). Ilustrasi 4. Kuantitas: Kuantitas persediaan perhitungan secara fisik. 2. Metode asumsi arus biaya ada tiga.a. Metode ini terutama untuk barangbarang yang tidak tahan lama dan produk-produk yang modelnya cepat berubah. meliputi: harga beli dan biaya yang terjadi sampai persediaan tersebut siap dijual seperti biaya angkut. akan tetapi kenyataannya dalam satu periode di dalam perusahaan ada beberapa unit barang dagangan bahkan beberapa jenis dan frekuensi pembelian dan penjualan cukup banyak maka akan mengalami kesulitan.1 menunjukkan penggunaan metode masuk pertama keluar pertama. b. Penggunaan ini karena unit-unit barang dagangan sulit untuk dipisahkan/ dibedakan satu sama lain. Asumsi arus biaya: Metode dengan asumsi arus biaya menggunakan anggapan mengalirnya faktor-faktor biaya. berikut ini metode yang biasa digunakan dalam penetapan harga pokok persediaan yaitu: a. Contoh: toko bahan makanan menyusun produk-produk susu dalam rak sesuai dengan tanggal kadaluwarsanya. Metode Penetapan Harga Pokok Persediaan Apabila hanya ada satu unit barang dagangan. asuransi dan bea masuk dan potongan pembelian diperhitungkan ke harga pokok secara rata-rata. Untuk menetapkan besarnya harga perolehan persediaan barang dagang. Harga pokok: Yaitu harga untuk memperoleh persediaan barang dagangan tersebut.

320.1: Metode Masuk Pertama Keluar Pertama Pembelian Membeli 10 Barang X Rp. Rp.-/kotak dan 4 dari Harga Pokok Rp.000.000. Ilustrasi 4.000. 320. 360.340.000.000.- 2) Masuk Terakhir Keluar Pertama (MTKP)/ Last-In First Out (LIFO): Metode masuk terakhir keluar pertama beranggapan bahwa arus biaya memiliki arah terbalik dengan urutan terjadinya biaya (masuk terakhir keluar pertama).000.3 menunjukkan penggunaan metode biaya rata-rata.-/kotak Maret ‘06 Sisa 2 Barang X Rp. 320.000.- Pembelian Membeli 8 Barang X Rp. 320./kotak Sisa 1 Barang X Rp. 340 .000.000. 340.000. 320.Sisa 8 Barang X Rp. 320.000.Dijual 3 dengan Harga Pokok Rp.Ilustrasi 4.-/kotak Januari ‘06 Februari ‘06 Pembelian Sisa 7 Membeli Barang X 5 Barang X Rp. 3) Biaya Rata-Rata (Average Cost): Metode biaya rata-rata beranggapan bahwa arus biaya adalah rata-rata dari biaya yang terjadi.Dijual 5 dengan Harga Pokok Rp.Sisa 5 Barang X Rp.Dijual 6 dengan perinician 2 dari Harga Pokok Rp.2 menunjukkan penggunaan metode masuk terakhir keluar pertama. 340.000. 340. 360. Ilustrasi 4.

340.000.Dijual 3 dengan Harga Pokok Rp.000.000.000. Barang yang dibeli harus diberi identitas secara jelas. 340.-/kotak Sisa 7 Barang X Rp.000. 341 . 320. 360.Dijual 5 dengan Harga Pokok Rp.Dijual 6 dengan Harga Pokok Rp. 360.- b. Metode Identifikasi Khusus Metode ini biasa digunakan untuk perusahaan dagang yang mempunyai persediaan yang mudah dikenali atau diidentifikasikan untuk setiap jenis barang dagangnya.Ilustrasi 4.000. 320.000. Contoh: toko sepatu. mobil. dealer sepeda motor. sepeda.000.-/kotak Maret ‘06 Pembelian Sisa 7 Membeli Barang X 8 Barang X Rp.360.2: Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama Pembelian Membeli 10 Barang X Rp. Rp.Sisa 2 Barang X Rp. 320.-/kotak Januari ‘06 Februari ‘06 Pembelian Sisa 7 Membeli Barang X 5 Barang X Rp.000. sehingga perhitungan di gudang akan mudah. Rp. 320.000. 320.

-/kotak Januari ‘06 Februari ‘06 Pembelian Membeli 5 Barang X Rp.3: Metode Biaya Rata-rata Pembelian Membeli 10 Barang X Rp.Dijual 3 dengan Harga Pokok Rp. 330.-/kotak Sisa 9 Barang X Rp.000.000.Ilustrasi 4.000. 320. 340.000.000.000.Dijual 5 dengan Harga Pokok Rp.000. Contoh: selama bulan Januari 2006 perusahaan dagang Trisno Purnomo melakukan transaksi yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan sebagai berikut: 342 . Rp.Dijual 6 dengan Harga Pokok Rp. 345. 345.-/kotak Maret ‘06 Pembelian Sisa 7 Membeli Barang X 8 Barang X Rp.- 3.360.000. 320. Perhitungan Penentuan dan Pencatatan Persediaan Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas berikut ini contoh mengenai persediaan barang dagangan dan pembelian pembelian dan penjualan dari suatu perusahaan. 330.

-. 700.000.300 unit = Rp.“‘ 3.000.000. Hal ini berasal dari sisa penjulan dari barang dagangan yang dibeli tanggal 25 Januari 2006 sebanyak 200 unit @ Rp. dengan demikian persediaan barang dagangan akhir adalah sisa dari barang yang telah terjual.000.500.000. Metode FIFO (Fisik) Perusahaan Trisno Purnomo dalam penetapan persediaan menggunakan metode FIFO dan pencatatannya menggunakan metode fisik.dan barang yang dibeli tanggal 30 Januari 2006.000.000. nilai persediaan barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebanyak 300 unit sebesar Rp.100.Tanggal Keterangan 2006 1 Persediaan Januari 10 Pembelian 25 Pembelian 30 Pembelian Tersedia untuk dijual Unit 200 400 300 100 1. yaitu sebanyak 100 unit @ Rp.“ 1. 3. 3.100 unit @ Rp. Barang yang terjual akan membentuk Harga Pokok Penjualan Sedangkan harga pokok penjualan barang dagangan (barang dagangan yang sudah terjual sebanyak 700 unit) ditentukan sebagai berikut : 343 ..“ 400.000.+ Rp. 4. 3.100. 2.000.“ 4.050.- a.200.150. Fifo yaitu pembelian pertama harus dijual dahulu Nilai persediaan barang dagangan dan harga pokok penjualan barang dagangan sebagai berikut: Nilai persedian barang dagangan 31 Januari 2006 (barang dagangan yang belum terjual sebesar 300 unit) adalah: 25 Januari 30 Januari 200 unit @ Rp. 1.000.000.“ 1.000.000.-..= Rp.000 unit dan sisa barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebesar 300 unit. maka yang terjual adalah 700 unit. 500.Rp. Perusahaan melakukan perhitungan fisik barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebesar 300 unit.- Total Biaya Rp. 4. Sehingga. 400.500. Karena barang dagangan yang siap dijual sebesar 1.- Penggunaan metode masuk pertama berasumsi bahwa barang yang masuk (pembelian) pertama harus keluar (dijual) pertama.“ 3.500.500. 1.000 Harga Beli/ Unit Rp.

2. 3.650.500 b.200.050.100. Saldo barang dagangan setiap saat bisa diketahui di dalam kartu persediaan..000. harga pokok penjualan dari barang dagang dapat ditentukan sebagai berikut: Persediaan Awal Harga Pokok Penjualan = (+) (-) Persediaan Akhir Pembelian Bersih Dengan cara di atas. 2.000.100 unit @ Rp.050.500.000 3.400 unit @ Rp.000.- Dengan demikian. 500.700 Rp.000.. pembelian 10 Januari 2006 400 unit @ Rp 3. 2.000.= Rp.Rp.000 unit – 300 unit = 700 unit).. 2. Metode FIFO (Perpetual) Apabila perusahaan menggunkan metode pencatatan secara perpetual dan mutasi barang dagangan (pembelian dan penjualan) dicatat dengan rapi. maka harga pokok penjualan sebesar: HPP = Rp.. 350.. persediaan awal 1 Januari 2006 200 unit @ 2. 2. 1.= Rp.maka barang dagangan yang dijual adalah: 1.= Rp. pembelian 25 Januari sebesar 100 unit @ Rp 3. maka perhitungan fisik tidak begitu diperlukan.+ Rp.500.000..000. 3. 344 .1 Januari 10Januari 25Januari 200 unit @ Rp. 500.000.000.500.= Rp.Karena yang masuk (pembelian) pertama harus keluar (dijual) pertama maka barang yang dijual 700 unit. 1. berasal dari barang dagangan siap dijual dikurang persediaan barang dagangan akhir atau sebesar (1.

000 200 200 2.000 3.000 500.500 500.000 Debit 1.000 Hal: Kredit 1.000 700.000 600.000 1.000 1.500 500.500 600.000 400.500 500.200.500 = Rp 1.500 4.050.200. Apabila selama bulan Januari semua pembelian dilakukan secara tunai dan penjualan dilakukan secara kredit.000 300 3.000 2. 2.000) 15 Piutang dagang Penjualan (400 x Rp 4. Hal demikian ini tidak akan sama untuk metode LIFO dan Biaya Rata-rata. dengan demikian harga pokok penjualan juga sama yaitu sebesar Rp.000) 25 Pembelian barang dagangan Kas (300 x Rp 3.500.000 3.100.500 700.050.000 1.000 3.200.000.000 600.000 15 25 28 30 100 4.050.000 200 100 3.500 1.Dalam kasus perusahaan Abadi di atas untuk memberi gambaran dari metode pencatatan perpetual data yang dibutuhkan adalah tanggal dan unit yang terjual.000 = Rp 1.050.500 1.200.000 600..000 400. 1.000 345 .000 3.000 Kuantitas 200 200 400 200 200 300 200 200 100 SISA Harga Harga per unit total 2.000 3. 4.000 HPP Persediaan akhir Penetapan persediaan barang dagangan akhir dengan metode FIFO dan dicatat dengan metode fisik maupun metode perpetual sama yaitu sebesar Rp.000 1.-.000 3.050.200.800.000 350.000 1.000.000 3.800.050.800.000 1. Selama bulan Januari 2006 terjadi penjualan 700 unit dengan harga jual Rp.000 10 400 3. maka ayat jurnal untuk metode FIFO .500 = Rp1.per unit sebagai berikut: Tanggal 15 Januari terjual 400 unit Tanggal 28 Januari terjual 300 unit Berikut ini kartu persediaan untuk bulan Januari 2006 Kartu Persediaan: Barang AA PEMBELIAN PENJUALAN Tanggal Kuantitas Harga Harga Kuantitas Harga Harga per unit total per unit total 1 Januari 200 2.500 3.fisik sebagai berikut: Jurnal umum Tanggal Keterangan Reff Januari 10 Pembelian barang dagangan Kas (400 x Rp 3.-.

000 400.000 1.200.000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (200 x Rp 3.800.100.000 = Rp 600.350.000 = Rp 400.000 400.500 = Rp 500.000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (200 x Rp 2.000 = Rp 600.000) 25 Persediaan Barang Dagangan Kas (300 x Rp 3.800.000 1.350.000 1.000 15 Piutang Dagang Penjualan (400 x Rp 4.000 1.000 = Rp 400.800.350.000) Debit 1.200.000 1.050.000 Sedangkan ayat jurnal dengan menggunakan metode FIFO – perpetual sebagai berikut: Jurnal umum Tanggal Keterangan Reff Januari 10 Persediaan Barang Dagangan Kas (400 x Rp 3.000 = Rp 1.000) (100 x Rp 3.200.500 = Rp 1.350.000 400.000) 28 Piutang Dagang Penjualan (300 x Rp 4.350.500 = Rp1.000 1.000) 30 Persediaan Barang Dagangan Kas (100 x Rp 4.000 400.000 Hal: Kredit 1.000) (200 x Rp 3.000 1.100.000 1.500 = Rp1.050.500 = Rp1.500 = Rp 350.000) 30 Pembelian barang dagangan Kas (100 x Rp 4.28 Piutang dagang Penjualan (300 x Rp 4.350.000 346 .000 950.000 950.000 1.050.000 1.

000. 347 ..25 Januari sebanyak 300 unit @ Rp.-.000.. 4.000.500. 3.= “ 1.dan pembelian tanggal 10 Januari 2006 sebanyak 100 unit @ Rp. maka perhitungan fisik tidak begitu diperlukan. 800. 2. Saldo barang dagangan setiap saat bisa diketahui di dalam kartu persediaan.+ Rp.000. Sedangkan harga pokok penjualan sebesar 700 unit terdiri dari harga perolehan yang berasal dari pembelian sebagai berikut: 30 Januari sebanyak 100 unit @ Rp.000. Karena barang dagangan yang siap dijual sebesar 1.Dengan demikian maka nilai persediaan barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebanyak 300 unit sebesar Rp.-. 400. dan jika berdasarkan hasil perhitungan fisik barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebesar 300 unit.700 unit Rp. maka yang terjual adalah sebanyak 700 unit.000.B.300 = Rp.000. 3. Metode LIFO (Perpetual) Apabila perusahaan menggunkan metode pencatatan secara perpetual dan mutasi barang dagangan (pembelian dan penjualan) dicatat dengan rapi.000.000. 500. 3.350.- Karena yang masuk (pembelian ) pertama harus keluar (dijual) terakhir maka persediaan barang dagangan akhir adalah sisa dari penjualan. 2. 800.500.500.000.000 unit dan sisa barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebesar 300 unit. 3.000..10 Februari sebanyak 300 unit @ Rp.10 Januari 100 unit @ Rp. Hal ini berasal dari sisa penjulan dari barang dagangan saldo awal tanggal 1 Januari 2006 sebanyak 200 unit @ Rp.000. 300.2. 2. Metode LIFO (Fisik) Apabila perusahaan Trisno Purnomo dalam penetapan persediaan menggunakan LIFO Fisik metode LIFO dan pencatatan menggunakan metode fisik. Menentukan Nilai Persediaan dan Harga Pokok Penjualan dengan Metode LIFO 1.= “ 900...050. Nilai persediaan barang dagangan dan harga pokok penjualan barang dagangan sebagai berikut: Nilai persediaan barang dagangan 31 Januari 2006 (barang dagangan yang belum terjual sebesar 300 unit) adalah: 1 Januari 200 unit @ Rp.= Rp.= Rp.

500 500.000 4.250.200.000 2.200.200.000 1.000) 25 Pembelian barang dagangan Kas (300 x Rp 3.050.000 300 4.000 Hal: Kredit 1.Dalam kasus perusahaan Abadi di atas untuk memberi gambaran dari metode pencatatan perpetual data yang dibutuhkan adalah tanggal dan unit yang terjual.000 1.500.000 15 25 28 30 400 300 100 3. maka ayat jurnal untuk metode LIFO .000 = Rp 1.per unit sebagai berikut: Tanggal 15 Januari terjual 400 unit Tanggal 28 Januari terjual 300 unit Berikut ini kartu persediaan untuk bulan Januari 2006: Kartu Persediaan: Barang AA PEMBELIAN PENJUALAN Tanggal Kuantitas Harga Harga Kuantitas Harga Harga per unit total per unit total 1 Januari 200 2.500 500.000 1..000 1.000.000) 15 Piutang dagang Penjualan (400 x Rp 4.000 3. Selama bulan Januari 2006 terjadi penjualan 700 unit dengan harga jual Rp.500 1.000.000 1.050. 2.000 2..000 10 400 3.fisik sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal umum Tanggal Keterangan Januari 10 Pembelian barang dagangan Kas (400 x Rp 3.000 400.000 348 .000 1.050.500 1.000 HPP Persediaan akhir Penetapan persediaan barang dagangan akhir dengan metode LIFO dan dicatat dengan metode perpetual sebesar Rp.800.000 2.000 Kuantitas 200 200 400 200 200 300 200 200 100 SISA Harga Harga per unit total 2.000 3500 1.200.dan harga pokok penjualan sebesar Rp.500 500.Apabila selama bulan Januari semua pembelian dilakukan secara tunai dan penjualan dilakukan secara kredit. 900.000 3.050.000 1.500 500.800.800.500 500.000 2.000 3.050.000 2.200.000 400.500 500.000 Reff Debit 1.4.500 500.500 = Rp 1.500 = Rp1.200.050.

000) 25 Persediaan Barang Dagangan Kas (300 x Rp 3.350.000) 30 Pembelian barang dagangan Kas (100 x Rp 4.000 400.000 1.800.000 1.200.500 = Rp1.000 1.000 400.500 = Rp1.200.000 1.000 400.000) 30 Persediaan Barang Dagangan Kas (100 x Rp 4.200.200.000 = Rp 400.000 1.050.000 1.200.000 1.350.050.000 1.350.000 349 .000 1.500 = Rp 1.000 Debit 1.050.000) Hal: Kredit 1.000 = Rp 400.000 15 Piutang Dagang Penjualan (400 x Rp 4.000) 28 Piutang Dagang Penjualan (300 x Rp 4.350.350.000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (400 x Rp 3.000 1.28 Piutang dagang Penjualan (300 x Rp 4.050.800.800.200.000 1.000 400.000 = Rp 1.000 = Rp 1.500 = Rp1.000 1.350.000 Sedangkan ayat jurnal dengan menggunakan metode LIFO – perpetual sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Reff Januari 10 Persediaan Barang Dagangan Kas (400 x Rp 3.500 = Rp 1.050.050.000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (300 x Rp 3.

Harga pokok penjualan adalah: 700 unit x Rp.32 1.3 566.000 Harga Beli/ unit Rp.3 1. 3.Berikut adalah kartu persediaan dengan menggunakan metode biaya rata-rata – perpetual: Kartu Persediaan: Barang AA PEMBELIAN PENJUALAN SISA Tanggal Kuantitas Harga Harga Kuantitas Harga Harga Kuantitas Harga Harga per unit total per unit total per unit total 1 Januari 200 2.per unit..150.000.664 3.200.C.32 969.32 646.000.664 HPP Persediaan akhir Pada metode biaya rata-rata untuk menentukan harga per unit adalah jumlah rupiah yang ada di saldo pada tanggal tertentu ditambah 350 . 3.233.000.150. Pada kasus perusahaan Trisno Purnomo persediaan dan perhitungan harga pokok penjualan dapat ditentukan sebagai berikut: Unit 200 400 300 100 1.000. 3.“ 400.500 500.833.000 200 2.000 300 4.“ 3. 2.150.= Rp.500.000 3..Rp.000.000 400.700.320 200 2.500.- Metode biaya rata-rata Tanggal Keterangan 2006 1 Persediaan Januari 10 Pembelian 25 Pembelian 30 Pembelian Tersedia untuk dijual Harga Rata-Rata per unit = Total biaya unit = Rp..996 500 200 300 3.200.“ 4.133.000 1.500 1.= Rp.000..833.233.600 3.000.660 25 28 30 300 100 3.233.150.000 600 2.050. 3.205.046.000 = Rp.3 1.150.000.000 10 400 3. 945.500 500.488.“ 1. Nilai persediaan akhir adalah: 300 unit x Rp.Total Biaya Rp. 2.116.000.833.“ 3. 3.: 1.050. Menentukan Nilai Persediaan dan Perhitungan Harga Pokok Penjualan dengan Metode Biaya Rata-Rata Menurut metode ini kuantitas persediaan yang ada dinilai berdasarkan rata-rata dari harga pembelian per unit barang dagangan tersebut. 500.000 15 400 2.“ 1.9 1.000.

664. 351 .-.103.000 28 Piutang dagang Penjualan (300 x Rp 4.000 = Rp 400.000) 30 Pembelian barang dagangan Kas (100 x Rp 4.fisik sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal umum Tanggal Keterangan Reff Januari 10 Pembelian barang dagangan Kas (400 x Rp 3.200.050.perpetual sebagaimana dalam halaman berikut.500 = Rp 1.000 Sedangkan ayat jurnal dengan menggunakan metode biaya ratarata . Metode ini digunakan dengan cara memisahkan setiap barang berdasarkan kelompok-kelompok pembeliannya dan setiap kelompok diberi kartu-kartu yang menyebut jumlah dan harganya.000 1.dengan total rupiah pembelian dibagi dengan unit yang ada pada kolom saldo dan unit pembelian. D. maka ayat jurnal untuk metode biaya rata-rata .perpetual adalah Rp. Dengan demikian nilai persediaan barang dagangan dengan metode biaya rata-rata .800.350. Menentukan Nilai Persediaan dan Harga Pokok Penjualan dengan Metode Identifikasi Khusus.046.200.800.350.dan harga pokok penjualan sebesar Rp. Dengan cara ini setiap penjualan barang dapat langsung diketahui harga pokoknya..316.000 400.200.000 Hal: Kredit 1.000) 25 Pembelian barang dagangan Kas (300 x Rp 3.000 1.350.050.500 = Rp1.000 = Rp 1.000) 15 Piutang dagang Penjualan (400 x Rp 4.500 = Rp1.000 400.000 Debit 1. semua pembelian dilakukan secara tunai dan penjualan dilakukan secara kredit.000 1.800. Apabila selama bulan Januari 2006. 1.000 1.000 1. 2.000 1.050.

000 1.000 Hal: Kredit 1.000 1.000 352 .833.050.050.000 1.320 1.233.000) 28 Piutang Dagang Penjualan (300 x Rp 4.000 15 Piutang Dagang Penjualan (400 x Rp 4.350.000 1.3 = Rp 1.000 969.133.996) 30 Persediaan Barang Dagangan Kas (100 x Rp 4.000 1.000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (400 x Rp 2.000 = Rp 1.000 1.000 400.350.996 400.200.500 = Rp 1.320) 25 Persediaan Barang Dagangan Kas (300 x Rp 3.133.200.320 1.32 = Rp 969.000 = Rp 400.350.000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (300 x Rp 3.800.133.000) Reff Debit 1.050.500 = Rp1.800.996 969.800.200.500 = Rp1.(dalam rupiah) Jurnal umum Tanggal Keterangan Januari 10 Persediaan Barang Dagangan Kas (400 x Rp 3.

mana dari ketiga metode perhitungan biaya FIFO. Apakah istilah last-in (masuk terakhir) dalam metode LIFO berarti bahwa barang-barang dalam persediaan diasumsikan dari pembelian yang paling akhir ? Jelaskan ! 5. (c) laba kotor paling tinggi. Mengapa perhitungan fisik persediaan penting dilakukan secara periodik jika perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual? 3. (b) biaya persediaan paling rendah. Jika persediaan barang dagang dinilai pada harga pokok dan tingkat harga terus meningkat.- 353 . II.540.1 Data persediaan awal.000. (d) laba kotor paling rendah. Apakah istilah FIFO dan LIFO mengacu pada teknik yang digunakan untuk menentukan kuantitas dari berbagai kelas persediaan yang masih ada ? Jelaskan ! 4. pembelian dan penjualan portbale CD players adalah sebagai berikut : Tanggal 2006 April 1 5 11 21 28 30 Keterangan Persediaan Penjualan Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Jumlah (Unit) 35 26 15 12 4 7 Harga per Unit Rp. PERTANYAAN 1. LATIHAN Latihan 4.” ” 530. 500. Sistem pencatatan persediaan apakah yang menyediakan cara paling efektif untuk mengendalikan persediaan (perpetual atau periodik)? Mengapa? 2. LIFO atau biaya rata-rata yang akan menghasilkan (a) biaya persediaan paling tinggi.I.000.000.

Perusahaan menerapkan sistem persediaan perpetual dan memakai metode perhitungan biaya FIFO. Tentukanlah harga pokok penjualan bagi masing-masing penjualan dan saldo persediaan setelah setiap penjualan. Sajikan data dalam format yang telah diilustrasikan.

Latihan 4.2
Asumsikan bahwa perusahaan yang menerapkan sistem persediaan perpetual dalam soal 1 menggunakan metode perhitungan biaya LIFO, bukan FIFO. Tentukanlah harga pokok penjualan bagi masing-masing penjualan dan saldo persediaan setelah setiap penjualan. Sajikan data dalam format yang telah diilustrasikan.

Latihan 4.3
Berikut ini adalah data dari barang-barang khusus yang tersedia untuk dijual sepanjang tahun berjalan : Persediaan awal Penjualan Pembelian pertama Penjualan Pembelian kedua Penjualan 20 unit 15 unit 31 unit 17 unit 40 unit 35 unit @ @ @ @ @ @ Rp. 450.000,Rp. 800.000,Rp. 470.000,Rp. 800.000,Rp. 500.000,Rp. 800.000,-

Perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual dan terdapat 14 unit barang di gudang pada akhir tahun. Berapa total biaya atau harga pokok persediaan akhir menurut (a) FIFO, (b) LIFO.

Latihan 4.4
Unit-unit dari barang yang tersedia untuk dijual selama tahun berjalan adalah sebagai berikut : 1 Jan 4 Feb 20 Jul 30 Des Persediaan Pembelian Pembelian Pembelian 6 unit 12 unit 14 unit 8 unit @ @ @ @ Rp. 280.000,Rp. 300.000,Rp. 320.000,Rp. 330.000,-

Terdapat 11 unit barang dalam persediaan fisik per 31 Desember. Perusahaan menggunakan sistem persediaan periodik. Tentukanlah biaya atau harga pokok persediaan menurut (a) metode FIFO, (b) metode LIFO, (c) metode biaya rata-rata.

354

Latihan 4.5
Asumsikan sebuah perusahaan secara terpisah menentukan persediannya berdasarkan FIFO dan LIFO dan kemudian perusahaan tersebut ingin membandingkan hasilnya. Anda diminta untuk membantu perusahaan tersebut dalam melakukan perbandingan. a. Dalam setiap isian yang disediakan dibawah ini, berilah tanda yang tepat [kurang dari (<), lebih dari (>) atau sama (=)] untuk setiap perbandingan, asumsikan bahwa terjadi kenaikan harga. Persediaan LIFO HPP LIFO Laba bersih LIFO Pajak penghasilan LIFO ........... ........... ........... ........... Persediaan FIFO HPP FIFO Laba bersih FIFO Pajak penghasilan FIFO LIFO

b. Mengapa manajemen lebih memilih menggunakan dibandingkan FIFO dalam periode kenaikan harga ?

III. SOAL
Soal 4.1
Persediaan awal sepeda balap dari perusahaan Holanda, dan data-data pembelian serta penjualan untuk periode 3 bulan adalah sebagai berikut : Tanggal Agustus 1 8 11 22 September 3 10 21 30 Oktober 5 13 21 28 Transaksi Pembelian Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Penjualan Jumlah (Unit) 22 18 12 11 16 10 5 20 20 12 30 15 Harga/ Unit (Rp) 2.200.000 2.250.000 4.800.000 4.800.000 2.300.000 5.000.000 5.000.000 2.350.000 5.250.000 5.250.000 2.400.000 5.400.000 Total Harga (Rp) 48.400.000 40.500.000 57.500.000 52.800.000 36.800.000 50.000.000 25.000.000 47.000.000 105.000.000 63.000.000 72.000.000 81.000.000

355

Pertanyaan: a. Catatlah data-data persediaan, pembelian dan harga pokok penjualan dalam kartu persediaan perpetual yang serupa dengan yang diilustrasikan dengan menggunakan metode first-in, first-out (FIFO). b. Tentukanlah total penjualan dan harga pokok penjualan sepeda balap untuk periode berjalan. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut. Asumsikan semua penjualan dilakukan secara kredit. c. Tentukanlah laba kotor dari penjualan sepeda balap untuk periode tersebut. d. Tentukanlah harga pokok persediaan akhir.

356

PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. Menyiapkan ayat Jurnal Penyesuaian Menyusun Neraca Lajur Menyusun Laporan Keuangan Membuat Jurnal Penutup Menyiapkan Neraca Saldo setelah Penutup 357 . 5. 4. 2. 3.

Beberapa akun perlu disesuaikan agar menunjukkan kondisi yang sebenarnya Pada perusahaan dagang yang pencatatan persediaannya menggunakan metode fisik/ periodik. dan hal ini tidak dijumpai pada perusahaan jasa. Hal ini disebabkan oleh mutasi barang dagangan baik masuk (pembelian/ penambahan) ataupun mutasi keluar (penjualan/ pengurangan) tidak menggunakan akun persediaan barang dagangan. Metode pencatatan persediaan secara fisik biasanya digunakan oleh perusahaan dagang yang menjual dan membeli barang dagangannya dalam frekuensi yang cukup banyak tetapi dalam jumlah yang kecil. seperti pengecer Metode periodik/ fisik sangat sederhana. Untuk mengetahui jumlah persediaan barang dagangan pada akhir periode harus dilakukan dengan perhitungan secara fisik. Metode pencatatan persediaan secara fisik banyak ditemui pada perusahaan dagangyang transaksi jual belinya dalam jumlah kecil. oleh karena itu dalam metode ini tidak menyediakan informasi mengenai 2 (dua) hal.PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG A. Jurnal Penyesuaian Pada akhir periode baik perusahaan jasa maupun perusahaan dagang harus membuat jurnal penyesuaian. karena ada beberapa hal yang pada akhir periode belum dicatat. tidak bisa memberikan informasi setiap saat untuk persediaan dan 2. tidak bisa memberikan informasi mngenai harga pokok barang yang sudah dijual (HPP). beberapa di antara akun membutuhkan penyesuaian. Oleh karena itu dengan dibuatnya jurnal penyesuaian laporan keuangan akan menunjukkan kondisi yang sebenarnya. yaitu: 1. 358 . Seperti toko-toko pengecer.

100 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff Retur Penjualan Debit 200.625.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 saldo 1.375. pembelian dan penjualan milik perusahaan Purnama Sari sebagai berikut: (dalam rupiah) Tgl Jul 31 Keterangan Saldo Persediaan Barang Dagang Reff Debit 1.000 359 .000 250.000 1.000 4.000 Tgl Agt 31 1.625.000 1.750. marilah kita tinjau kembali akunakun buku besar persediaan barang dagangan.000 1.000 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff JU 1 Potongan Penjualan Debit 34.625.625.000 saldo 4.100 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 34.000.000 Keterangan Reff Kredit saldo 200.000.100 34.000 200.625.000 1.875.625.000.000 Keterangan Reff Kredit saldo 1.000 Tgl Agt 31 200.000 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Pembelian Barang Dagang Reff Debit 1.Agar menjelaskan hal tersebut.000.000 4.000 (dalam rupiah) Tgl Agt 31 Keterangan Reff Penjualan Debit Tgl Agt 1 17 Keterangan Reff JU 1 JU 2 Kredit 2.100 saldo 34.

000 Akun persediaan hanya terisi persediaan awal barang dagangan yang ada di neraca saldo sebelum disesuaikan.950 Saldo 26.000 150.000 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff Potongan Pembelian Debit Tgl Agt Keterangan Reff Kredit 26.950 31 saldo 26. 2. 360 .000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 125. Hal demikian disebabkan oleh: 1.000 saldo 125.000 125.000 Saldo 150.(dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff Beban Angkut Debit 125. pengurangan akibat adanya penjualan juga tidak dimasukkan ke persediaan tetapi menggunakan akun sendiri yaitu akun penjualan dan hanya mencatat sebesar hasil penjualan tanpa menentukan harga pokok penjualan.950 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff Retur Pembelian Debit Tgl Agt Keterangan Reff Kredit 150.950 26. Akun persediaan barang dagangan tidak bisa memberikan informasi mengenai saldo setiap waktu.000 31 saldo 150. adanya pertambahan barang dagangan akibat pembelian dicatat dalam akun pembelian dan akun-akun yang berhubungan dengan pembelian seperti ongkos angkut. retur pembelian dan potongan pembelian.

kemudian dikalikan dengan harga per unit maka jumlah tersebut merupakan nilai secara total persediaan akhir barang dagangan. Adanya jurnal penyesuaian akan memberikan informasi untuk nilai persediaan akhir dan sekaligus harga pokok penjualan selama satu periode. maka nilai persediaan barang dagangan secara fisik harus dimasukkan ke buku besar persediaan barang dagangan. agar menunjukkan kondisi yang sebenarnya pada akhir periode. dapat ditunjukkan beberapa hal berikut ini: Persediaan awal Pembelian Persediaan akhir menambah HPP menambah HPP mengurangi HPP Jurnal penyesuaian (metode fisik) yang harus dibuat untuk persediaan barang dagang pada akhir periode sebagai berikut: 361 . Jurnal penyesuaian untuk barang dagangmerupakan proses memasukkan hasil perhitungan fisik Untuk membuat jurnal penyesuaian kita ingat kembali rumus harga pokok penjualan sebagai berikut: Harga Pokok Penjualan = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir Dari rumus di atas. Informasi ini diperoleh dari luar pembukuan. Dari jumlah fisik yang ada.Oleh karena hal tersebut di atas maka informasi untuk persediaan barang dagangan dan harga pokok penjualan yang diberikan akan tertunda sampai dengan akhir periode. Proses memasukkan hasil perhitungan fisik persediaan barang dagangan pada akhir periode disebut dengan jurnal penyesuaian. Untuk mengetahui jumlah persediaan barang dagangan pada akhir periode dengan metode fisik perusahaan harus menghitung secara fisik jumlah barang yang ada di gudang pada akhir suatu periode. sementara akun persediaan barang dagangan masih terisi persediaan awal barang dagangan.

Tanggal

Jurnal Umum Keterangan Reff Harga pokok penjualan Persediaan barang dagangan (Untuk memindahkan/ menutup persediaan awal ke dalam akun HPP) Harga pokok penjualan Pembelian (Untuk memindahkan/ menutup pembelian ke dalam akun HPP) Persediaan barang dagangan Harga pokok penjualan (mencatat saldo persediaan akhir)

Debit xxx

Hal: Kredit xxx

xxx xxx

xxx xxx

Jika terdapat akun ongkos angkut pembelian, retur pembelian dan potongan pembelian maka perlu disesuaikan juga. Jurnal penyesuaiannya sebagaimana pada halaman berikut. Apabila akun-akun yang terdapat dalam jurnal penyesuaian tersebut diposting ke buku besar masing-masing maka akun persediaan barang dagangan akan menunjukkan jumlah persediaan barang dagangan pada akhir periode dan jumlah harga pokok penjualan. Dalam kasus perusahaan dagang Purnama Sari pada akhir bulan Agustus 2006 data-data untuk disesuaikan adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Persediaan barang dagang per 31 Agustus 2006 Rp. 250.000,Penyusutan gedung 2.5 % per tahun. Asuransi dibayar di muka sebesar Rp. 60.000,Gaji pegawai yang harus dibayar sebesar Rp. 45.000,Beban advertensi yang telah menjadi beban sebesar Rp. 50.000,-. Sewa yang masih harus dibayar Rp. 20.000,-

Atas dasar informasi tersebut maka jurnal penyesuaian yang dibuat 31 Agustus 2006 sebagaimana pada halaman berikut.

362

Tanggal

Jurnal Umum Keterangan Reff Harga pokok penjualan Ongkos angkut pembelian (Untuk memindahkan/ menutup saldo akun ongkos angkut ke dalam akun HPP) Retur pembelian Harga pokok penjualan (Untuk memindahkan/ menutup saldo retur pembelian ke dalam akun HPP) Potongan pembelian Harga pokok penjualan (Untuk memindahkan/ menutup saldo potongan pembelian ke akun HPP)

Debit xxx

Hal: Kredit xxx

xxx xxx

xxx xxx

B. Menyiapkan Neraca Lajur Setelah perusahaan dagang menyiapkan jurnal penyesuaian, langkah berikutnya dalam siklus akuntansi sama seperti pada perusahaan jasa. Proses akuntansi berikutnya adalah menyiapkan neraca lajur atau kertas kerja. Bentuk neraca lajur bisa 10 (sepuluh) kolom bisa juga 12 (dua belas) kolom. Proses penyusunan neraca lajurpun sama seperti pada perusahaan jasa. Pada halaman berikut adalah neraca lajur yang telah disiapkan oleh UD Purnama Sari UD Purnama Sari (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Reff Agt 31 Harga pokok penjualan Persediaan barang dagangan Harga pokok penjualan Pembelian Harga pokok penjualan Debet 1.000.000 1.000.000 1.625.000 1.625.000 125.000 Hal: Kredit

363

Beban angkut Retur pembelian Harga pokok penjualan Potongan pembelian Harga pokok penjualan Persediaan barang dagangan Harga pokok penjualan 31 31 31 31 31 Beban penyusutan gedung Akumulasi penyusutan gedung Beban asuransi Asuransi dibayar di muka Beban gaji Utang gaji advertensi dibayar di muka Beban advertensi Beban sewa Utang sewa 150.000

125.000 150.000 26.950 26.950 250.000 250.000 750.000 750.000 120.000 120.000 45.000 45.000 30.000 30.000 20.000 20.000

364

323.5 750 36.850 36.427.000.830.750.000 50000 4625000 200000 34100 1625000 125000 150 26.141.750.000 120 2.850 280 250 60 147.950 150 26. Gedung Utang dagang PPN-Keluaran Modal.500 20 52.830.95 250 45 30 52.950 20 4.350 36.850 48.000 125 750 120 30 4.5 15.149.000 1.787.000 4.95 45 20000 30000 1.862.195.000 30000000 10.500 82.195.450 UD Purnama Sari Neraca Lajur Periode 1 Agustus – 31 Agustus 2006 Neraca Saldo Laporan Laba Setelah Penyesuaian Penyesuaian Rugi Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit 3 4 5 6 7 8 250000 1.85 4.85 36.787.850 48.141.000 75 442.862.000 945 120 50 2.625.427.000 30000000 10.000 75 442.912.830.850 36.5 36.5 15.000.000.000 125000 150000 26950 900000 100 80 52.000 30000000 10.000.625.625.625.000 50000 4625000 200000 34100 1.000.850 280 250 60 147.(dalam rupiah) Neraca saldo Debit Kredit 1 2 Kas Piutang usaha Persediaan Barang dagangan Asuransi dibayar dimuka PPN-Masukan Tanah Gedung Akumulasi peny.5 15.Arjo Prive Penjualan Retur penjualan Potongan penjualan Pembelian Beban angkut Retur pembelian Potongan pembelian Beban gaji Beban sewa Beban advertensi Harga pokok penjualan Beban penyusutan gedung Beban asuransi Utang gaji Advertensi dibayar dimuka Utang sewa Laba Bersih Modal Akhir 2.350 365 .450 45000 30000 20000 82.000 75 442.000.149.000 50000 52.427.912.5 36.850 280 1.000 180 147.000.050 750 120 45 945 120 50 2323050 750000 120000 200000 34100 4625000 - Perubahan Modal Kredit Debit 10 9 Neraca Debit Kredit 11 12 2.

067. Berikut ini laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan dagang Purnama Sari.000) 50.830.000) ( 26. Menyusun Laporan Keuangan Setelah neraca lajur selesai maka laporan keuangan bisa disiapkan.000) ( 2. Tn Jaka Kenaikan Laba Modal.900 1.390.850 (50. 31 Agustus 2006 36.850 UD Purnama Sari Laporan Perubahan Ekuitas Untuk Periode yang Berakhir 31 Agustus 2006 (dalam rupiah) Modal.000) ( 34.050 ( 250.000) 82.000) 120.000) 120.850 ( ( ( ( ( 945.850 36. UD Purnama Sari Laporan Laba Rugi Untuk Periode yang Berakhir 31 Agustus 2006 (dalam rupiah) Penjualan Retur Penjualan Potongan Penjualan Penjualan Bersih Beban Harga Pokok Penjualan Persediaan Awal Pembelian Beban Angkut Retur Pembelian Pot Pembelian Pembelian Bersih Persediaan Akhir Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Operasi Beban Gaji Beban Sewa Beban Iklan Beban Penyusutan Beban Asuransi Laba Bersih 4.323. yaitu laporan laba rugi.000 ( 150.000) 750.850 366 .000 1. 31 Juli 2006 Laba Bersih Prive.573.000) ( 1.862. Jenis laporan keuangan yang dibuat sama seperti jenis laporan keuangan yang ada di perusahaan jasa. laporan perubahan ekuitas dan neraca.625.000 82.000.985.100) 4.625.100) ( 234.000 (200.050) 2.000) 32.C.950) 1.000 125.

UD Purnama Sari Neraca Per 31 Agustus 2006 (dalam rupiah) Aset Kas Piutang Dagang Persediaan Barang Dagang Asuransi Dibayar di Muka Advertensi Dibayar di Muka PPN – Masukan Tanah Gedung Akumulasi Penyusutan Gedung Total Aset Kewajiban dan Ekuitas Utang Dagang PPN – Keluaran Utang Gaji Utang Sewa Total Utang Modal.000. Jurnal Penutup Siklus akuntansi pada perusahaan dagang selanjutnya sama seperti pada perusahaan jasa.000 147.000 30.000 442.000 (10. potongan pembelian dan akun beban lainnya. retur pembelian.427.250. pembelian ongkos angkut pembelian. Langkah-langkah dalam proses penutupan buku sebagai berikut: 1.000.000) 19.350 75.445.000 582.000 60. retur penjualan. kemudian akun penjualan dipindahkan ke akun laba-rugi. 367 .500 36. Jurnal penutup yang dibuat tidak berbeda dengan jurnal penutup yang dilakukan pada perusahaan jasa.500 15.000 37.850 280. yaitu melakukan penutupan buku. Penutupan buku bertujuan untuk menutup semua saldo akun nominal (akun dari laporan laba rugi) dan akun prive.445.750. Tn Jaka Total Kewajiban dan Ekuitas 2.862. Jurnal penutup untuk akun-akun mominal meliputi akun penjualan.500 45.500 20.000 30.350 D. Menutup akun-akun pengurang penjualan ke akun penjualan.000 250. potongan penjualan.850 37.

Menutup akun-akun beban ke akun laba rugi Tanggal Agt ’06 Jurnal Umum Keterangan Ref.Tanggal Agt ’06 Jurnal Umum Keterangan Ref. Pendapatan sewa Laba Rugi Hal: Kredit xxx Tanggal Agt ’06 Debit xxx 2. Laba Rugi Beban Gaji Beban Depriasi Beban Sewa Beban Asuransi Harga Pokok Penjualan Debit xxx xxx xxx xxx xxx xxx Hal: Kredit 368 . contoh pendapatan sewa. Penjualan Retur penjualan Potongan penjualan Debit xxx Hal: Kredit xxx xxx (untuk memindahkan saldo akun retur penjualan dan potongan penjualan ke akun penjualan) Jurnal Umum Keterangan Ref. Penjualan Lasa Rugi Hal: Kredit xxx Tanggal Agt ’06 Debit xxx (untuk memindahkan saldo akun penjualan ke akun laba rugi) Apabila perusahaan memiliki pendapatan lain selain penjualan. maka jurnal penutup sebagai berikut : Jurnal Umum Keterangan Ref.

Menutup penjualan dan akun-akun pengurangnya (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Ref.390. maka akun-akun tersebut tidak memiliki saldo lagi. Laba Rugi Modal.100 4. Menutup saldo akun prive ke akun modal Tanggal Agt ’06 Jurnal Umum Keterangan Ref.100 369 . Jurnal Umum Keterangan Ref. Menutup akun laba rugi ke akun modal Setelah akun penjualan dan beban ditutup.3. Agt ’06 31 Penjualan Potongan penjualan Retur penjualan Penjualan Laba Rugi Hal: Kredit 200. penyusunan jurnal penutup akan nampak sebagai berikut: 1. Akun laba rugi selanjutnya ditutup ke akun modal. Tn Jaka Debit xxx xxx Hal: Kredit Pada kasus UD Purnama Sari. maka semua saldo akun nominal berpindah ke akun laba rugi. Dengan melakukan posting. Modal.900 4.390.000 34. Tn Jaka Prive.900 Debit 234. Tn Jaka Hal: Kredit xxx Tanggal Agt ’06 Debit xxx 4.

308.000 Hal: Kredit Hal: Kredit 82. Tn Jaka Prive. Menutup akun laba rugi ke akun modal (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Ref. Agt ’06 31 Laba Rugi Modal.000 2. Tn Jaka 4.850 Langkah selanjutnya setelah membuat jurnal penutup dalam satu siklus akuntansi adalah menyusun neraca saldo setelah penutupan.000 120.850 Debit 82.000 50.000 3.323. Agt ’06 31 Modal. Menutup prive ke akun modal (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Ref. Debit Agt ’06 31 Laba Rugi 4. Neraca saldo setelah penutupan per 31 Agustus 2006 untuk UD Purnama Sari nampak sebagaimana dalam halaman berikut. Tn Jaka E. yaitu akun yang ada pada neraca akhir periode akuntansi.000 120. Neraca saldo setelah penutupan merupakan saldo-saldo dari akun-akun riil.050 750.050 Beban Gaji Beban Sewa Beban Advertensi Harga Pokok Penjualan Beban penyusutan gedung Beban Asuransi Hal: Kredit 945.2. Menutup akun beban-beban ke akun laba rugi (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Ref. Neraca Saldo Setelah Penutup Debit 50.000 50. 370 .

862.850 48.000 60.500 45.000 30.UD Purnama Sari Neraca Saldo setelah Penutupan Per 31 Agustus 2006 (dalam rupiah) Kode Akun Nama Akun Kas Piutang Dagang Persediaan Barang Dagang Asuransi Dibayar di Muka Advertensi Dibayar di Muka PPN – Masukan Tanah Gedung Akumulasi Penyusutan Gedung Utang Dagang PPN – Keluaran Utang Gaji Utang Sewa Modal.427.000 147.500 20.000 30.000 442.850 280.000 75.500 15.000 10.350 48.350 371 .195.195. Tn Jaka Total Debit Kredit 2.000.000.000 36.000 250.750.

Akun-akun apa saja yang perlu ditutup dalam perusahaan dagang? 3.1 Perusahaan Pertiwi menggunakan catatan persediaan perpetual yang antara lain menunjukkan bahwa perusahaan seharusnya memiliki persediaan sebesar Rp. Buatlah ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyesuaian persediaan perusahaan Pertiwi untuk tahun yang berakhir 31 Maret 2006.-. Bagaimana menentukan harga pokok penjualan untuk perusahaan dagang? 5. Mengapa jurnal penyesuaian untuk metode pencatatan perpetual tidak perlu dilakukan! 4. d. Mengapa pada metode pencatatan persediaan dengan metode fisik perlu dilakukan penyesuaian untuk akun persediaan barang dagang? 2.I. Latihan 5. PERTANYAAN 1. LATIHAN Latihan 5.250. c. Apa yang dimaksud dengan neraca saldo setelah penutupan! II. f.. 371. Perhitungan fisik persediaan menunjukkan bahwa persediaan yang dimilikinya hanya Rp. e.800. 382.2 Apa saldo nornal untuk akun-akun berikut : a. b. g.pada tanggal 31 Maret 2006. Harga pokok penjualan Persediaan barang dagang Penjualan Diskon penjualan Retur dan potongan penjualan Biaya transportasi keluar 372 .

500 6.600 Data yang diperlukan untuk penyesuian akhir tahun per 31 Desember adalah sebagai berikut: (dalam Rp.165 86. 000.000 30.400 29. pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut: (dalam Rp.000 501.000 282. Tn Trisno Prive.500 15.600 3.750 1.650 12.300 72. 000.III.200 86.000 1.700 1.100 40.450 1. SOAL Soal 5.700 225.000 17.885 60.000 Penjualan Retur & potongan penjualan Diskon penjualan Harga pokok penjualan Beban gaji penjualan Beban iklan Beban penyusutan peralatan kantor Beban perlengkapan kantor Beban penjualan ruparupa Beban gaji kantor Beban sewa Beban asuransi Beban penyusutan peralatan kantor Beban peralatan kantor Beban administrasi ruprupa Pendapatan sewa Beban bunga 847.200 56.000 1.-) Persediaan berdasarkan perhitungan fisik 31 Desember Asuransi yang terpakai sepanjang tahun Perlengkaopan yang ada pada tanggal 31 Dsember Perlengkapn toko Perlengkapn kantor Penyusutan selama satu tahun Peralatan toko 228.500 373 . Tn Trisno Ikhtisar rugi laba 11.1 Akun-akun dan saldonya yang terdapat pada buku besar perusahaan Cendekia Airlangga.200 185.200 900 8.000 10.100 235.-) Kas Piutang usaha Persediaan barang dagang Asuransi dibayar dimuka Perlengkapan toko Perlengkapan kantor Peralatan toko Akumulasi penyusutan toko Peralatan kantor Akumulasi penyusutan peralatan kantor Utang usaha Utang gaji Sewa diterima dimuka Wesel bayar (jatuh tempo tahun 2016) Modal .000 40.600 5.

560 35.2 Berikut ini sebagian dari akun dan saldo normalnya sebagaimana terdapat pada buku besar Perusahaan Alvaron.160 3.120 1. d. 000.920 44. Buatlah laporan ekuitas pemilik.-) Kas Piutang usaha Persediaan barang dagang Perlengkapan kantor Asuransi dibayar dimuka Peralatan kantor Akumulasi penyusutan peralatan kantor Peralatan toko Akumulasi penyusutan peralatan toko Utang usaha Utang gaji Wesel bayar (jatuh tempo tahun 2016) Modal. c.480 1. Buatlah laporan rugi laba bertahap.080 10.480 17. Soal 5.000 138.800 140.000 4.360 44.240 122.720 68.400 27.000 374 . Tn Alva Penjualan 123.520 620.000.480 2.Peralatan toko Utang gaji 31 Desember Gaji penjualan Gaji kantor Sewa diterima di muka per 31 Desember 4.500 1. Buatlah ayat jurnal penutup. Tn Alva Prive. Siapkan neraca bentuk laporan dengan asumsi bahwabagian lancar dari wesel bayar adalah Rp25.000 10. f. Siapkan neraca lajur untuk fiskal yang berakhir 31 Desember 2006. (dalam Rp.000 96. untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Juli 2006.320 25.040 1.000 1. Buatlah ayat jurnal penyesuaian.028. e.040 5. Cantumkan semua akun berdasarkan urutan yang diberikan.000 Retur & potongan penjualan Diskon penjualan Harga pokok penjualan Beban gaji penjualan Beban iklan Beban penyusutan peralatan toko Beban penjualan ruparupa Beban gaji kantor Beban sewa Beban penyusutan peralatan kantor Beban asuransi Beban perlengkapan kantor Beban administrasi ruparupa Beban bunga 18.800 376.120 1. b.280 4.450 750 2.280 67.200 400 Pertanyaan: a.600 28.

6.000. b. c. 375 . (2) perbedaan antara neraca bentuk laporan dan bentuk akun.Pertanyaan: a. Siapkan neraca bentuk laporan dengan asumsi bahwabagian lancar dari wesel bayar adalah Rp. Buatlah laporan ekuitas pemilik. d.-. Buatlah laporan rugi laba bertahap. Jelaskan secara singkat (1) perbedaan antara laporan laba rugi bertahap dan bentuk langsung.

4. 2. Menyiapkan ayat Jurnal Penyesuaian Menyusun Neraca Lajur Menyusun Laporan Keuangan Membuat Jurnal Penutup Menyiapkan Neraca Saldo setelah Penutup 376 .PRAKTEK SIKLUS AKUNTANSI Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. 3. 5.

bulan terakhir dari tahun fiskal. Tn Trisno Penjualan Retur & potongan penjualan Diskon penjualan Harga pokok penjualan Beban gaji penjualan Beban iklan Beban penyusutan Beban penjualan perlengkapan toko Beban penjualan rupa-rupa Beban gaji kantor Beban sewa Beban asuransi Beban administrasi rupa-rupa 14. (dalam ribuan) 377 . dilakukan transaksi sebagai berikut. 2006 Prive.600 21.500 74. 000.450 103.-) 110 112 115 116 117 123 124 210 211 310 311 410 411 412 510 520 521 522 523 529 530 531 532 539 Kas Piutang usaha Persediaan barang dagang Asuransi dibayar dimuka Perlengkapan toko Peralatan toko Akumulasi penyusutan peralatan toko Utang usaha Utang gaji Modal.650 Selama bulan Agustus. pada tanggal 1 Agustus 2006 (kecuali dinyatakan lain).160 34.800 20.800 40.500 18.220 133.750 2.200 360.900 3.600 13.300 12.280 10. adalah sebuah perusahaan dagang. Saldo-saldo akun untuk Kartika Jaya.000 2. Tn Trisno 1 Sept. adalah sebagai berikut: (dalam Rp.000 715.PRAKTIK SIKLUS AKUNTANSI Perusahaan Kartika Jaya.400 18.550 104.600 1.

9.750. 7. FOB Shipping Point senilai Rp. tanpa diskon.000. Membayar Rp.-. Membayar beban iklan untuk setengah bulan terakhir Agustus. harga pokok penjualan adalah Rp. Membayar biaya transportasi untuk pembelian tanggal 3 Agustus sebesar Rp. FOB Shipping Point Rp. syarat 1/10.-.Mengembalikan Rp. 8.-. dikurangi retur tanggal 14 Agustus dan diskon. n/30.100. Rp. n/30.600. Menjual barang dagang yang dibeli pada tanggal 3 Agustus dikurangi diskon. 1. 6. Menjual barang dagang secara kredit kepada Perusahaan Airlangga. 5. 15. Menerima uang sebesar Rp.-. Menerima kas Rp.dari Perusahaan Sutrisna. Menerima kembali barang dagang yang dibeli pada tanggal 6 Agustus.100.000. Untuk memudahkan bagi pelanggan.dari pembelian barang dagang tanggal 21 Agustus dan diterima memo kredit dari penjual. Menjual barang dagang secaa kredit kepada Perusahaan Widya Kencana.-.. Rp.-.500. FOB Shipping Point Rp. untuk melunasi utang usahanya tanpa diskon. syarat 2/10. 8.000.500.-.000. harga pokok penjualan Rp. 600.600.Membeli barang dagang secara kredit dari Perusahaan Purnama. Rp. 378 . FOB Destination Rp.-. 3.Agustus 1 3 Membayar sewa selama Agustus Rp.-. n/30. syarat 1/10. membayar biaya pengiriman untuk penjualan 20 Agustus.. Membayar barang dagang yang dibeli pada tanggal 3 Agustus dikurangi diskon. Rp. Menerima kas dari penjualan tanggal 6 Agustus.. Membeli barang dagang secara tunai. 16. syarat 2/10.. 11.kepada perusahaan Cendekia.1. pembayaran utang usaha.dari Herdy. n/30.500.000. untuk 4 6 7 10 13 14 15 16 19 19 20 21 21 21 24 Membeli barang dagang secara kredit dari Perusahaan Armada. 400. untuk pembayaran utang usahanya tanpa diskon. 1.15.500.

000. Postinglah ayat jurnal ke buku besar umum. 11.- e. dikurangi retur 24 Agustus dan diskon.250. Membayar pembelian tanggal 21 Agustus.-. Rp. syarat 2/10.-.400. Penyusutan untuk tahun berjalan 5.000. Dalam soal ini. laporan ekuitas pemilik dan neraca bentuk laporan. 950.250. Harga pokok barang dagang yang dikembalikan adalah Rp. Tuliskan saldo pada bagian uraian dan bubuhkan tanda tik (√) pada kolom referensi posting. 550.115. Siapkan laporan laba rugi bertahap. Asuransi yang terpakai sepanjang tahun 3. 350.“ 975. 379 . Membeli perlengkapan toko secara tunai Rp.Rp. Buat dan postinglah ayat-ayat jurnal penyesuaian dengan menggunakan data penyesuaian berikut : 1.-. Persediaan barang dagang 31 Agustus 2. 124. Perlengkapan toko yang masih tersisa 4.000. ditambah biaya transportasi yang dibayar pada tanggal 21 Agustus. n/30.000..750. FOB Shipping Point Rp. 28 29 30 30 31 Pertanyaan: a. Buatlah ayat jurnal untuk transaksi bulan Agustus.750.-. 380.“ 7. Gaji terutang tanggal 31 Desember : Gaji penjualan Gaji kantor Rp. Masukkan saldo dari masing-masing akun ke kolom saldo yang tepat pada akun empat kolom.000.“ 1.-. teruskan saldo akhir bulan ke kolom saldo yang tepat setelah semua pemostingan dilakukan.000.“ 180. Membayar gaji penjualan sebesar Rp. Harga pokok penjualan adalah sebesar Rp. b.dan gaji kantor sebesar Rp. 720.000.-. Menjual barang dagang secara kredit kepada perusahaan Martina. c. Menerima kas dari penjualan tanggal 20 Agustus dikurangi diskon. 1.26 Mengembalian uang dari penjualan tunai. d. 18.- “ 530. anda tidak perlu memutakhirkan atau melakukan posting ke buku besar pembantu piutang usaha dan utang usaha.

“ 1. Siapkan neraca saldo pasca-penutupan. anda tidak perlu memutakhirkan atau melakukan posting ke buku besar pembantu piutang usaha dan utang usaha. Siapkan laporan laba rugi bertahap.000. Tuliskan saldo pada bagian uraian dan bubuhkan tanda tik (√) pada kolom referensi posting. Postinglah ayat jurnal ke buku besar umum. Buat dan postinglah ayat jurnal penutup.“ 7.000. Penyusutan untuk tahun berjalan 5.000. Perintah Alternatif : a. dengan menggunakan data penyesuaian berikut: 1. Siapkan neraca saldo setelah penutup.Rp. d. Siapkan neraca saldo per 31 Agustus pada neraca lajur sepuluh kolom denan mencantumkan semua akun berdasarkan urutan yang diberikan dalam buku besar.000.“ 975. Lengkapi neraca lajur untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Agustus. teruskan saldo akhir bulan ke kolom saldo yang tepat setelah semua proses posting dilakukan. 124.000.115.400. Cantumkan saldo baru pada akun modal pemilik. Masukkan saldo dari masing-masing akun ke kolom saldo yang tepat pada akun empat kolom.000. Buatlah dan posting ayat jurnal penutup. g. Persediaan barang dagang 31 Agustus 2. Tandai akun yang ditutup dengan membubuhkan satu garis pada kedua kolom saldo di sebelah ayat jurnal penutup.- e. g. b. Asuransi yang terpakai sepanjang tahun 3.“ 180. Perlengkapan toko yang masih tersisa 4. Buatlah ayat jurnal untuk transaksi bulan Agustus.f.250. Cantumkan saldo baru pada akun modal pemilik.000. f. Tandai akun yang ditutup dengan membubuhkan satu garis pada kedua kolom saldo di sebelah ayat jurnal penutup.- “ 530. laporan ekuitas pemilik dan neraca bentuk laporan. 350. h. Buat dan postinglah ayat jurnal penyesuaian. Dalam soal ini. 380 . Gaji terutang tanggal 31 Desember : Gaji penjualan Gaji kantor Rp. c.

United States: Thomson Learning. Warren. Inc. Accounting Principles 4th Edition.. A DAFTAR PUSTAKA Al. Philip E. . Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Jakarta: Salemba Empat. 1979. Weygandt. New York: John Wiley & Sons. Kieso. Dasar-dasar Akuntansi Edisi 6. Reeve.. 1996. Accounting Principles 2nd Edition. 2003. Donald E. Ikatan Akuntan Indonesia. Thacker. Marianne M. New York: John Wiley & Sons. Intermediate Accounting 9th Edition... New Jersey: Prentice-Hall. Standar Akuntansi Keuangan. Kieso.. Jeffry J. Inc. Don R. Inc. Mowen. Ronald J.. Inc. Karl S. Donald E. 1998.. Kell. Walter G. Jerry J. Hansen. Cost Management: Accounting and Control. 1995.LAMPIRAN. Englewood Cliffs. 2007. Haryono Jusup. James M. Fess. 2002. Accounting 20th Edition. Weygant. Ohio: South-Western College Publishing..

Telepon. Air/ Beban Utilitas (Utilities Expenses) Beban Operasi (Operasional Expenses) Beban Penyusutan (Depreciation Expense) Beban Sewa (Rent Expense) Bentuk Akun (Account Form) Bentuk Akun Skontro/ Bentuk Horizontal/ Bentuk Akun T (T Account Form) Bentuk Akun Stafel (Balance Column Accounts) Bentuk Bertahap (Multiple Step Form) Bentuk Langsung (Single Step Form) Buku Besar (General Ledger) .LAMPIRAN. B ISTILAH-ISTILAH PENTING Akuntan Publik Bersertifikat (Certified Public Accountace CPA) Akrual (Accruals) Aktiva Tetap (Fixed Assets) Akumulasi Penyusutan (Accumulated Depreciation) Akun Aset (Asset Accounts) Akun Beban (Expense Accounts) Akun Ekuitas (Equity Accounts) Akun Kewajiban (Liability Accounts) Akun Kontra (Contra Accounts) Akun Modal Pemilik (Owner's Equity Account) Akun Nominal/ Akun Laba-Rugi (Nominal Accounts) Akun Penarikan Modal Pemilik/ Prive (Owner's Withdrawal Account) Akun Pendapatan (Revenue Accounts) Akun Permanen (Permanent Accounts) Akun Riil/ Akun Neraca (Real Accounts) Akun Sementara (Temporary Accounts) Akun/ Rekening (Accounts) Akuntansi (Accounting) Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting) Akuntansi Biaya (Cost Accounting) Akuntansi Intern (Internal Accounting) Akuntansi Keuangan/ Akuntansi Umum (Financial Accounting/ General Accounting) Akuntansi Manajemen (Management Accounting) Akuntansi Pemeriksaan (Auditing) Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting) Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting) Akuntansi Publik (Public Accounting) Aset (Assets) Aset Tak Berwujud (Intangible Assets) Asuransi Dibayar di Muka (Prepaid Insurance) Auntan Industri/ Akuntan Biaya (Cost Accountance) Ayat Jurnal (Journal Entry) Ayat Jurnal Koreksi (Correction Entries) Ayat Jurnal Pembalik (Reversing Entries) Ayat Jurnal Penutup (Closing Entries) Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entry) Bahasa Bisnis (Business Language) Beban (Expenses) Beban Gaji (Salary Expens e) Beban Iklan (Advertising Expense) Beban Listrik.

IAI Ikhtisa Laba-Rugi (Income Statement Summary) Investasi Jangka Panjang (Longterm Investment) Investor Jurnal Dua Kolom (Two Column Journal) Jurnal Khusus (Special Journal) Jurnal Penyesuaian (Adjustment Journal) Jurnal/ Buku Harian (Journal) Karyawan Kas (Cash) Keluaran (Barang atau Jasa = Output) Kewajiban (Liabilities) Kewajiban Akrual (Accrued Liabilities) Kewajiban Jangka Panjang (Longterm Debts) Kewajiban Lain-lain (Other Liabilities) Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Konsep Penandingan (Matching Concept) Konsep Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Concept) Kredit (Credit) Kreditor (Creditur) Laba (Profit) Laba Bersih sebelum Pajak (Net Income before Taxes) Laba Bersih setelah Pajak (Net Income after Taxes) Laba Operasi Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow) Laporan Ekuitas Pemilik (Statement of Owner's Equity) Laporan Keuangan (Financial Statement) Laporan Laba-Rugi (Income Statement) Manajer (Manager) Neraca (Balance Sheet) Neraca Lajur/ Kertas Kerja (Worksheet) Neraca Saldo (Trial Balance) Neraca Saldo (Trial Balance) Neraca Saldo setelah Penutupan (Post Closing Trial Balance) Neraca Saldo yang Disesuaikan (Adjusted Trial Balace) Organisasi Nirlaba (Non-profit Oriented Organization) Pelanggan (Customer) Pemegang Buku (Book Keeper) Pemeriksa Intern (Internal Auditor) Pemilik Perusahaan (Owner) Pemindah Bukuan (Posting) Penangguhan (Deferrals) Pendapatan Diterima di Muka (Unearned Revenue) Pendapatan Jasa (Service Revenue) Penjurnalan (Journalizing) Peralatan Kantor (Office Equipment) Periode Akuntansi (Accounting Periode) .ISTILAH-ISTILAH PENTING Catatan atas Laporan Keuangan (Notes of Financial Statements) Controller Dasar Akrual (Accrual Basis) Dasar Tunai/ Dasar Kas (Cash Basis) Debit (Debit) Dokumen Sumber (Source Document) Ekuitas Pemilik (Owner's Equity) Ikatan Akuntan Indonesia .

ISTILAH-ISTILAH PENTING Perlengkapan (Supplies) Persamaan Dasar Akuntansi (Accounting Equation) Perusahaan Dagang (Merchandising) Perusahaan Jasa (Service Company) Perusahaan Manufaktur (Manufacturing) Perusahaan Persekutuan (Partnership) Perusahaan Perseorangan (Proprietorship) Perusahaan Perseroan (Corporation) Piutang Usaha (Accounts Receivable) Porsekot/ Premi (Prepaid) Proses Akuntansi (Accounting Process) Proses Penyesuaian (Adjusting Process) Rugi (Loss) Saldo (Balance) Saldo Normal Akun (Normal Balance of Accounts) Seimbang (Balance) Sewa Dibayar di Muka (Prepaid Rent Expense) Siklus Akuntansi (Accounting Cycle) Sistem Akuntansi Berpasangan (Double Entry System) Sumber Daya (Input) Tanah (Land) Transaksi Bisnis (Business Transaction) Transaksi Eksternal (External Transaction) Transaksi Internal (Internal Transaction) Utang Beban/ Beban Akrual (Accrued Expenses) Utang Usaha (Accounts Payable) .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->