Anda di halaman 1dari 9

PRA PLANING KEGIATAN MASASE PADA EKSTREMITAS BAWAH UNTUK PENINGKATAN KEKUATAN OTOT DAN PEREDARAN DARAH LANSIA

DI LINGKUNGAN V KEL. KEDAI DURIAN

A. LATAR BELAKANG

Lansia sering mengalami mengalami penurunan fungsi jalan

penurunan fungsi tubuh, sehingga akan (sistem muskuloskletal) , penurunan

keseimbangan, penurunan dan kemampuan fungsional. Menurut (Nugroho, 2000) penurunan sistem muskuloskeletal pada manula mempunyai peran yang sangat besar terhadap terjadinya jatuh pada manula atau dapat dikatakan bahwa faktor penurunan sistem muskuloskeletal ini murni milik manula yang mempunyai pengaruh terhadap keseimbangan postural. Atrofi otot yang terjadi pada manula menyebabkan penurunan kekuatan otot, terutama otot-otot ekstrimitas bawah. Kelemahan otot ekstrimitas bawah ini dapat menyebabkan gangguan

keseimbangan postural. Hal ini dapat mengakibatkan kelambanan bergerak, langkah pendek-pendek, penurunan irama, kaki tidak dapat menapak dengan kuat dan cenderung tampak goyah, susah atau terlambat mengantisipasi bila terjadi gangguan seperti terpeleset dan tersandung. Beberapa indikator ini diapat meningkatkan resiko jatuh pada manula. Menurut Hadibroto 2006 menjelaskan bahwa salah satu cara yang dapat dilakukan untuk penigkatan kekuatan otot adalah melalui masase.Masase adalah serangkaian tindakan dan gerakan yang bervariasi dan sistematis yang dibentuk oleh serangkaian pergerakan tangan yang pada tubuh secara teratur masase

didefinisikan sebagai manipulasi sistemik dan ilmiah terhadap tubuh dengan tujuan meningkatkan dan memelihara kesehatan. Manfaat masase yang paling berhubungan dengan kekuatan otot adalah manfaat melancarkan peredaran darah dan stimulasi refleks dari saraf untuk meningkatkan mobilitas dan rentang kemampuan gerak dari persendian (ROM) guna memulihkan kekuatan otot dan

meningkatkan kekuatan otot yang lemah, serta mengurangi ketegangan otot (Price, 1997).

Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan dlingkungan V terdapat lansia atau mererka yang telah berusia lansia awal yang penting untuk diberitahukan mengenai hal ini. Oleh karena itu kelompok melakukan kegiatan ini.

B.

Tujuan 1. Tujuan Instruksional Umum Setelah mengikuti Kegiatan Masase pada Ekstremitas bawah selama 1 5 menit diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan lansia . 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti kegiatan diharapkan mampu: a. Meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia b. Meningkatkan peredaran darah pada lansia c. Memberikan pengetahuan manfaat masese pada lansia masase pada lansia selama 60 menit

C. Sasaran Lansia pada Lingkungan V Kel.Kedai Durian Kecamatan Medan Johor D. Metode 1. Pelaksanaan Pemijatan pada Lansia 2. Ceramah 3. Diskusi

E. Media Leaflet

F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/tanggal Waktu Tempat Kegiatan : Kamis / 11 Mei 2010 : 09.00 WIB s/d selesai : Posko mahasiswa Profesi Ners Kelurahan Kedai Durian Kecamatan Medan Johor. G. Pengorganisasian Seksi acara Penyuluh Instruktur : M. Faidillah S.Kep : Fitriani S.Kep, Nina S.Kep dan Polma S.Kep : Aini Diana S.Kep dan Dwi Karina S.Kep : Lili S.Kep dan Maulida Siregar S.Kep : Dormian Eko Ririn S.Kep

Seksi Komsumsi Seksi Peralatan Dokumentasi H. Kegiatan Kegiatan Pembukaan


y y

Penyuluh Memberi salam Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan kegiatan

Peserta
y Menjawab salam y Mendengar dan

Media -

Waktu 5 menit

memperhatikan

Isi

Menanyakan kepada peserta kegiatan apa yang dimaksu dengan masase

y Menjawab

Leaflet

45 menit

pertanyaan

Menjelaskan pengertian masase

y Mendengarkan

dan memperhatikan

Menjelaskan manfaat masase

y Mendengarkan

dan memperhatikan

Mendemonstrasik an masase ekstremitas bawah pada lansia

Memperhatikan

Melakukan masase pada lansia

Bersedia dilakukan masase

Penutup

Melakukan evaluasi tentang kegiatan masase dengan :

y Menjawab

Leaflet

10 menit

pertanyaan yang diajukan oleh penyuluh

Menanyakan kembali tentang manfaat masase yang dirasakan

Meminta lansia untuk mendemonstrasi kan kembali masase pada ekstremitas bawah

Melaksanakan demonstrasi

Menyimpulkan manfaat kegiatan yang telah dilaksanakan

Mendengarkan dan memperahatikan

Memberikan leaflet

Memberi salam

Menjawab salam

A. Kriteria evaluasi 1. Evaluasi struktur


y y y y

Kesiapan mahasiswa memberikan materi penyuluhan masase Kesiapan mahasiswa melakukan kegiatan masase pada lansia Media dan alat memadai Waktu dan tempat kegiatan sesuai dengan rencana

2. Evaluasi proses
y y

Kegiatan dilakukan sesuai dengan waktu yang direncanakan Peserta kegiatan kooperatif dan aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung

Suasana selama kegiatan berjalan kondusif

3. Evaluasi hasil Setelah mengikuti pelaksanaan masase pada ekstremitas bawah peserta kegiatan dapat merasakan manfaat melalui peningkatan kekuatan otot pada lansia dan melancarkan peredaran darah serta para peserta mengetahui manfaat pelaksanaan kegiatan masase pada lansia.

MATERI PENYULUHAN

1. Defenisi Masase Masase adalah salah satu metode sentuhan yang sudah dikenal sejak 2598 sebelum zaman abad baru. Saat ini masase dipertimbangkan sebagai terapi alternatif popular (Astin et al, 1998, Braverman & Schulman, 1999, Goats, 1994, Spencer & Jacobs, 1999 dalam Holland & Pokorny, 2001) Masase adalah serangkaian tindakan dan gerakan yang bervariasi dan sistematis yang dibentuk oleh serangkaian pergerakan tangan yang pada tubuh

secara teratur (Duun, Sleep & Collet, 1995, dalam Snyder & Lindquist, 2002). Menurut Salvo (1999, dalam Holland & Pokorny, 2001), masase didefinisikan sebagai manipulasi sistemik dan ilmiah terhadap tubuh dengan tujuan meningkatkan dan memelihara kesehatan. Masase disebut juga dengan pijatan yang berarti sentuhan yang dilakukan dengan sadar (Nanayakkara, 2006) Masase pertama kali diperkenalkan di rumah sakit Churchill Hospital dan Oxford (sudah dilakukan pada tahun 1987) dalam merawat pasien- pasien lansia, dan cocok untuk merawat pasien yang menderita penyakit terminal seperti stroke, rematoid arthritis, kanker (Price, 1997). Menurut Woodham & Peters (2006), masase dimanfaatkan dalam intensive care unit terhadap pasien stroke, bayi, lansia, bayi dalam inkubator, pasien dengan kanker, dan penyakit jantung.

2. Manfaat Masase Masase yang telah dikenal masyarakat dari sejak dulu memiliki manfaat yang bersifat bersifat holistik karena manfaatnya terasa pada tubuh, jiwa dan pikiran. Manfaat masase yang paling berhubungan dengan kekuatan otot adalah manfaat melancarkan peredaran darah dan stimulasi refleks dari saraf untuk meningkatkan mobilitas dan rentang kemampuan gerak dari persendian (ROM) guna memulihkan kekuatan otot dan meningkatkan kekuatan otot yang lemah, serta mengurangi ketegangan otot (Price, 1997). Menurut Mekk (1993, dalam Potter & Perry, 2005), masase merupakan teknik intregrasi sensori yang akan mempengaruhi aktivitas sistem otot dan saraf. Proses fisiologis yang terjadi saat rangsangan dilakukan pada kulit melalui masase yaitu sensasi tekanan dari masase tersebut akan diterima reseptor tekanan

(paccini) di kulit dan akan membawa pesan tersebut menuju sistem saraf pusat sebagai suatu rangsangan (impuls) melalui hantaran medula spinalis. Kemudian sistem saraf pusat ini akan mengirimkan pesan melalui medula spinalis kembali ke sistem musculoskeletal. Selama gerakan volunter, impuls turun dari jalur motorik ke medula spinalis. Impuls keluar dari medula spinalis melalui saraf motorik eferen dan berjalan melalui saraf neurotransmitter merupakan substansi kimia ke otot. Dalam proses ini seperti asetilkolin yang

memindahkan impuls listrik dari saraf yang bersilangan pada simpul mioneural ke otot, akan diaktifkan (Guyton, 1994). Neurotransmiter yang mencapai otot inilah yang menyebabkan timbulnya pergerakan. Proses inilah yang akan meningkatkan mobilitas dan rentang kemampuan gerak dari persendian (ROM)

guna memulihkan kekuatan otot dan meningkatkan kekuatan otot yang lemah, serta mengurangi ketegangan otot (Potter & Perry, 2005). Dengan perangsangan yang diberikan melalui kulit, masase juga akan melibatkan pembuluh darah. Pembuluh darah akan melebar secara refleks sehingga aliran darah lancar dan ini yang akan memberi pengaruh besar bagi kesehatan (Hadibroto & Alam, 2006). Manfaat lainnya yaitu merangsang dan memperbaiki kondisi kulit, mengatasi nyeri aku dan kronis, mengurangi rasa cemas. Manfaat ini juga tergantung pada jenis masase, kontak, tekanan, kecepatan, irama, durasi, dan frekuensi (Alam & Hadibroto, 2006, Price, 1997). 3 . Jenis Masase Jenis masase dapat dibedakan berdasarkan teknik penek anan yaitu: effleuerage, friksi, pressure, petrisage, vibrasi dan perkusi. Diantara jenis masase tersebut yang aman dan dapat dengan mudah dilakukan oleh tiap orang adalah effleuerage dan petrissage. Masase juga dibedakan atas luasnya permukaan tubuh yang dimasase yaitu masase kompleks dan sederhana. Masase sederhana adalah rangkaian pemijatan dengan tangan dimana gerakannya menggunakan tekanan yang bervariasi serta sistematis pada pada sebagian anggota tubuh (tidak pada seluruh tubuh, seperti pada tangan, kaki, leher, pinggang) (Price, 1997). Menurut Price (1997), Snyder & Lindquist (2002), effleurage adalah jenis pemijatan yang merupakan dasar untuk semua teknik masase dimana rangkaian gerakannya menggunakan tekanan yang ringan sampai dengan yang kuat dan diikuti gerakan mengusap yang ringan dan menenangkan saat memulai dan

mengakhiri masase. Gerakan ini bertujuan untuk menghangatkan otot dan otot menjadi lebih rileks. Gerakan dengan jenis ini terdiri dari dua jenis gerakan mengurut yang biasanya dilakukan dengan menggunakan seluruh bagian tangan, satu atau dua belah tangan, yang dibentuk sesuai dengan bagian tubuh yang di masase. Kadang- kadang hanya sebagian tangan yang digunakan, misalnya dua jari tangan saja untuk mengurut daerah yang kecil. Pengurutan yang dalam dengan kedua belah tangan dilakukan dengan melalui gerakan mendorong tubuh ke arah atas dengan penekanan yang biasanya ke arah jantung. Tujuan pengurutan dengan cara seperti ini adalah untuk membantu sirkulasi darah vena dan getah bening melalui efek mekanis pengurutan pada jaringan. Masase sederhana dengan effleuerage dapat dilakukan pada bagian tangan dan kaki. Menurut Oz et al (2003), pengurutan pada area tangan dan kaki baik dilakukan karena densitas ujung saraf lebih tinggi sehingga lebih peka terhadap sentuhan. Atas alasan inilah peneliti lebih memilih area ekstremitas atas dan bawah untuk dilkukan masase.