Anda di halaman 1dari 11

PUISI TUK TEMAN

Bagaimana kau akan tahu Bagaimana kau akan tahu Segala perasaan yang membebaniku Sedang jarak memisahkan aku denganmu Bagaimana kau akan tahu Bahwa aku disini begitu mengingatmu Sedang kita tak pernah berkata. Bagaimana kau akan tahu Hatiku tak mampu berpaling Sedang dirimu selalu merasa ragu Bagaimana....

MEMORY
RINDU
tuk kaka Itho,aswin...teman2 kohati

Kawan...janganlah katakan Bahwa aku melarikan diri dari perjuangan Sesungguhnya aku baru memulainya Di kejauhan aku merasa tersiksa Suka-duka yang aku lewati sendirian Tak akan bisa tergantikan Dan tak seindah selain bersama kalian Aku rindu tuk menyelimuti para kader Kohati Dikala malam saat mereka terlelap Rindu kemarahan dan air mata para kader ikhwan Karena aku selalu dituduh mencipta masalah. Kepergianku untuk menjauh dari kalian Bukan karena aku membawa masalah Sungguh...apa yang ku lakukan demi kebahagiaan keluarga Meskipun mempengaruhi sebuah eksistensi. Kawan... Ber-HMI harus ikhlas dan sabar Dan dengan niatan tulus dan suci tanpa tendensi Seandainya..kalian menghadapi suatu masalah Anggaplah itu adalah bunga romantisme Ritmes dari suatu perjuangan Janganlah tak ada sapa Janganlah tak ada senyum Janganlah ada kata melarikan diri dari sekret Dan... Janganlah ada kata pengunduran diri Meskipun telah terjadi konfrensi luar biasa.

SEPUTIH HATI
untuk mu

saat ini aku akan pergi jauh. demi kerinduanku yang semakin sangat.. demi sebuah pengabdian. pada ayah bunda jujur aku akui aku masih mengingatmu... Dan... aku tak akan bisa melupakanmu. Dan...yakinlah aku akan menunggumu di dermaga.

ENTAH.
ENTAH... Entah... Dalam dekapan rasa Untuk berapa kali aku duduk di sini. Entah... Dalam dekapan rindu. Berapa kali lagi aku akan di sini. Saat ini... Dengan segala asa. Masih duduk di dermaga tua ini. Entah...sampai kapan aku di sini Mungkin...ya...mungkin. Sampai tidak ada lagi dermaga Di kota ini. Entahlah...

PUISI IJO-PUTIK
Ce-Ve
terinspirasi dari Muti(sabar ya.....)

Hati terusik menghiba tak terkira Merana dalam suasana hampa. Bagai perindu yang merindukan janji. Janji terpatri akan kearifan...lokal. Harapan dan impian menerawang. Jauh menembus batas getaran rasa. Si kupu tak punya daya. Karena tak punya Ce-Ve. Pikiran melayang. Karena bukan bagian dari pilihan. Karena memang bukan pilihan. Sayang...harapan ingin menjadi yang beda Diantara bidadari. Punah... Menelusuri relung-relung hati. Kepastian akan wajah yang terpoles...dan Tersadari...tak memiliki Ce-Ve. Jadi gimana doooonk?????

PUISI TUK SAHABAT


IKRAR
tuk yg dah nikah "La-ro-se"

Mega bertebaran di langit jingga sore itu. Senandung kata bernada terbawa angin Yang menari di sela reranting. Bersuara merdu bak perindu merindu. Wajah manis duduk di altar ketermanguan. Menikmati penantian dalam kesendirian. Mencari asa yang masih tertinggal di antara realitas. Mungkinkah harap itu menjadi nyata. Wujudkan impian dalam khayal. Bilakah dermaga hidup terlabuhi. Menukar sunyi dalam kegaduhan. Menghadirkan keriangan dalam keramaian. Menjadikan senandung cinta dari pencinta Lebih bermakna... Tarian waktu yang tak terhenti. Berkuasa membawa diri pada masa dan ruang kepastian. Musim semi itu akhirnya terjemput. Pijar-pijar bahagia bergelayut di taman sang pencinta. Menyesakan dada hingga tak mampu berkata Ikrar suci yang terlantun. Menjadi saksi cinta abadi

PUISI TUK KOHATI


WANITA SHOLEHAH Laksana rembulan... Menyinari insan bumi. Jika ia memandang... Dunia seakan tergetar karena ketulusannya Jika ia berkata... Dunia seakan terlena karena kelembutannya. Jika ia tersenyum... Duniapun ikut tersenyum karena keikhlasannya. Laksana pelita... Tubuh terbakar demi sebuah pengorbanan. Menjadi penuntun di tengah gemerlapnya dunia. Laksana sahabiyah... Langkah kakinya bagai langkah Fatimah. Hidupnya penuh ketenangan jiwa. Karena hatinya selalu berdzikir. Dialah wanita sholehah.. Yang senantiasa menjadi penentu. Akan sebuah perubahan dunia.

SEBUAH RENUNGAN
KEIKHLASAN
tuk teman seperjuangan.

Keikhlasan sifatnya non material Rela hati menelusuri kehidupan Dengan tetesan keringat dan air mata Dengan pengorbanan sebuah eksistensi diri Hanya untuk mengubah paradigma semesta Keikhlasan bagian dari spiritualitas Sedang spiritualitas tak terukur oleh material Wajah yang manis menjadi legam Terkena panasnya terik sang surya Hanya untuk mengharmonisasikan semesta. Adakah keikhlasan tersimbolkan Sedangkan simbol adalah representase makna Bukankah simbol tuntutan syariat Dalam upaya menapaki jalan spiritual Ataukah keikhlasan tersimbolkan dalam bentuk kepanitiaan di LK Tersimbolkan melalui tetesan keringat peluh tanpa bahasa Keikhlasan adalah bagian dari spiritualitas Menemukan spiritualitas melalui keikhlasan memberi Dan tersingkapnya tabir Jadikanlah diri milik semesta Semesta merindukan sentuhan dan belaian tangan kita.

RENUNGAN SAHABAT
HMI-KU HMI-ku... Terkadang dianggap tak mempunyai arah yang jelas Hanya berlindung di balik syariat Tak terinternalisasi nilai-nilai Islam dalam diri kader Nilai-nilai Islam semakin tereduksi. HMI-ku... Mengapa gerakan lain hanya dengan semangat wahyu dan doktrinal mampu bertahan sedangkan kita tak bisa? Bukankah kita telah memiliki ciri-ciri gerakan ideal Memiliki konsep teologi,kosmologi,epistemologi,sosiologi dan eskatologi. Ataukah pragmatisme menjangkit pada diri kita Hingga terkadang meruntuhkan nilai-nilai persaudaraan Ataukah tak mampu menemukan makna persaudaraan di HMI Sahabatku... Rasa individualisme telah menempa diri kita Bukankah kita ingin membentuk kebersamaan Bukankah kebersamaan adalah kunci suatu perubahan Individu tak bisa berbuat tanpa masyarakat Mungkinkah konsep idealitas HMI tidak jelas Sedang hedonisme sudah ada di tubuh HMI Meski dilingkupi oleh syariat. Sahabatku... Mungkinkah tidak terjadi reorientasi kesempurnaan diri Ataukah menganggap kesempurnaan diri tidak prinsipil Hingga kebanyakan kita tidak bersikap arif Ataukah kita tidak melakukan pembiasaan Sedang kultur terbentuk dari pembiasaan HMI-ku... Perkaderan kita adalah perkaderan profetis Perkaderan para nabi Membentuk kader yang selalu ditempa masalah Menjadikan sosok pendamba kelelahan Hingga masalah menjadi suatu hal yang lumrah. Sahabat... Bukankah masalah yang kita hadapi Adalah bagian terkecil dari penderitaan nabi

SEPASANG BOLA MATA tuk naisya yg tlah menghianati ijo-putik Rona wajah meratap di altar kebahagiaan Beraroma gincu berirama syahdu Mengukir senyum terbalut kepuraan Terselimuti gaun bermahkota Wajah lugu berhiaskan jejaring rasa Menyembunyikan kesedihan di balik jubah kuning Meronta-ronta naik di altar kebahagiaan Gincu berlalu bersama kristal bening Potret si kembang duduk bersama pangeran Bola mata di bawah altar kebahagiaan Berbinar memandang gaun diemaskan Menyelam ke dalam samudra merah jambu Menemukan noktah merah merona Rupanya si kembang meronta menelusuri lilitan duri Duhai kembang bergaun diemaskan Terbanglah engkau bersama waktu yang terus menari Mengarungi semesta bersama tarian jiwa Lenyapkan kerisauanmu akan binarnya sepasang bola mata Sepasang bola mata tetap tersenyum Dan akan tetap melukis senyuman Meski dengan warna yang retak