Anda di halaman 1dari 24

THE WORLD BANK

Materi Penyuluhan bagi Kader I Fasllltator Karang Taruna

BAGIAN PROYEK PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DALAM BIDANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR) JAWA TIMUR 2001

Materl Penyuluhan bagl Kader I Fasilitator Karang Taruna

BAGIAN PROYEK PEllBERDAYAAN KARANG TARUNA DAl.AII BIDMG KESEHATAN REPRODUKSI REIIAJA (KRR) JIIVA TIIIIR ...

Bukuini merupakan salah satu bahan dari berbagai bahan untuk digunakan dalam penyuluhan sosial oleh Karang Taruna dan buku ini sebagai bahan untuk membendung media Informast yang global sehingga diharapkan menjadi saringan Informasi tentang prilaku Seks yang abnormal khususnya bagi remaja . Karena itu kritik dan saran untuk penyempurnaan sangat kami harapkan.KATAPENGANTAR Berkatdan Rahcmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa sehingga buku Bahaya dan Akibat Penyakit Menular Seksual Bagi Remaja ini disusun untuk membantu Kader/Fasilitator Karang Taruna dalam melaksanakan tugas sebagai penyuluh atau komunikator KRR. 17 Agustus2001 Penyusun u . Surabaya. Ada berbagai keterbatasan yang melatar belakangi penulisan buku keeil ini sehingga jauh dari sempurna.

UparaKuratif .•••••••••••••••••• ~.............. Upaya Pengendalian pMS 1.........•••••••••••• e •••••••.... Penutup....••••• 4 6 &t Epidermiologi PMS 1... 4.. Upaya Preventif 3..............._ -.... A Pendah-uluan... Upaya Promotif 2. Pentingnya HubungaJlSuami Keluarga F... Klasifikasi e •••••••••••...DAFTAR lSI Kata Pengantar Oaf tar Isi....... Produktivitas 3..........• B......I:asifikasi 2..........-................. Epidemiologi C Sahaya dan OampakSosial terhadap Penderita Penyakit Menular Seksual (PMS) 6 7 9 1. Oaftar Pustaka f Istri &t Ketahanan ·· •••••••••••..... 21 iii .......... Upaya Rehabilitatif E........ Ekonomi dan Geografi 2. :.......... K............... Pembangunan dan Produksi Pertanian 10 11 11 12 12 13 13 13 14 19- D......... ' t. ii iii e..........

terutama pada wanita dan bayi. Dr. status wanita dan penularan Sexually Transmitted Diseases (Penyakit menular Seksual) yang akan dibahas pada makalah ini. telah ~ I . kesehatan reproduksi hanya mempelajari sebatas kesehatan ibu dan anak (material dan child health / MCH) dan menjadi bagian studi kesehatan masyarakat (Fathalla. Namun dekade ini lingkup studi kesehatan reproduksi meluas. seperti kependudukan. belum mendapat prioritas bila dibandingkan dengan pemberantasan penyakit menular lainnya. dalam beberapa tahun terakhir ini telah terlihat adanya kecenderungan peningkatan prevalensi PMS. 1995). Dengan adanya pandemi AIDS dan diketemukannya/ didiagnisisnya kasus AIDS pertama di Indonesia pada tahun 1987. Sebelum tahun 1987. Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan kelompok penyakit yang kurang diperhatikan dalam penanganan kesehatan di banyak negara berkembang. keluarga berencana. Pendahuluan Secara tradisional. Di Indonesia. meskipun dampak buruk terhadap kesehatan telah terbukti.BAHAYA DAN AI<IBAT PENYAI<IT MENULAR SEKSUAL A. selain MeR juga keterkaitan proses reproduksi denganmasalah sosiallain yang lebih luas. kegiatan pemberantasan PMS masih sangat terbatas. 1990-91 dalam Darwin.

Karena hubungan timbal balik antara berbagai jenis PMS dengan infeksi HIV telah terbukti berdasarkan penelitian. Dimana PMS mempermudah terjadinya transmisi HIV dan infeksi HIV dengan imunodefisiensi yang disebabkannya akan mempercepat perjalanan PMS.mendorong kewaspadaan dan perhatian pemerintah untuk memprioritaskan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular hubungan seksual ini. maka adanya gangguangangguan seksual baik secara organis maupun perilaku terlebih lagi penyakityang menular melalui hubungan seksual jelaslah akan menggangu tujuan bekerjanya elemen seksual tersebut. sehingga hal ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi baik dalam arti seksualnya maupun reproduksinya. Sesuai lingkup kejian studi kesehatan reproduksi yang mempelajari implikasi kesehatan dari bekerjannya elemenelemen seksual yaitu seks sehat (sexual health) dan reproduksi sehat (reproductive health). dan yang terutama keretakan hubungan suami istri. 5 . tetapi juga bayi yang akan dilahirkannya. Lebih parah lagi apabila yang terinfeksi PMS adalah ibu hamil. karena resikonya tidak hanya diderita oleh ibu hamil tersebut. mempersulit diagnosis serta mengubah respon pengobatanterhadap PMS lainnya. dan muara terakhimya adalah titnbulnya permasalahan dalam keluarga. baik anak dengan orang tuanya.

yaifu. Termasuk klasifikasi ini adalah Uretritis no gonore.Klasik Lingkup PMS non-klasik lebih luas lagi.B.penyakitmenular seksual yang berada pada daerah kelamin. yang menjadi sorotan sekarang adalah HIV/ AIDS. PMS Non . seperti Sifilis. Herpes.1' 1. Terdapat sekitar 20 jenis mikro organisme yang dikategorikan sebagai penyebab PMS. yang termasuk dalam golongan bakteri. Trikomoniasis. Gonore. jamur dan . 2. prozoa. Granuloma inguinale. Venereum. Limfogranuloma.Ulkus molle. 6 . Hepatitis. karena itu seringjuga disebut PHS (penyakit HubunganSeksual). virus. Klasifikasi PMS adalah kelompok penyakit yang penularannya terutama terjadi pada waktu mengadakan hubungan seksual. Pedikulosis. mencakup semua penyakit menular di luar daerah kelamin yang bisaditularkan melalui hubungan seksual. Klasif~i dan Epidemiologi PMS 1. Kandiloma akuminata. PMS Klasik. Disebut juga penyakit kelamin (venral diseases). ektoparasit. Klasifikasi PMS yang umum digunakan saat ini adalah :' .

saat kelahiran maupun setelah lahir. Caracara penularan lainnyaadalah : r:Ir Perinatal.anal maupun oral. r:Ir Melalui tranfusi darah atau kontak langsung dengan cairan darah atau produk darah. terutama adalah meJalui hubungan seksual yang tidak terlindungi (Unprotected penetrative sexual intercouse). baik pervaginal. dari ibu ke bayinya baik selama kehamilan. resiko tinggi untttk Kelompok yang mempunyai terkena PMS adalah : r:Ir Kelompok usia produktif r:Ir r:Ir r:Ir r:Ir Pelancong dan pelaut Pekerja seksual komersial (WTS) Pecandu narkotik Homoseksual pola Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan pola perilaku PMS adalah : 1. Faktor Medis <r r:Ir Gejala k1inis pada wanita dan homoseksual yang asimtomatis 7 . Epidemiologi Cara penyebaran P¥S sesuai dengan sebutannya.2. Faktor Dasar <r Adanya penularan penyakit Pasangan seksual yang berganti-ganti 2.

sehingga aman berhubungan seksual tapi tidak untuk mencegahpenularan PMS. Secara umum insiden PMS cenderung mengalami peningkatan baik dari segi luas wilayah maupun angka kejadian. sehingga ada kecenderungan menarik diri dari lingkungan terlambat mencari pengobatan. Faktor sosial 17 Mobilitas penduduk 17 Prostitusi 17 17 17 17 Banyaknya waktu luang Kebebasan individual Ketidaktahuan Pendapat jelek (stikma) terhadap penderita PMS. terutama pada kasus HIV/ AIDS 8 . 4. Faktor norma . Hal ini sesuai dengan peningkatan faktor yang mempengaruhi pol a distribusi dan perilaku pada PMS. 5.agama: yaitu semakin kurang dan longgarnya keterikatan dan pemahaman norma agama.rr Pengaruh pengobatan modern rr Penyalagunaan metode pengobatan murah dan cepat rr Pemakaiankontrasepsi modem yang 3. Pemakaian IUD dan PIL untuk pencegahan kahamilan.

tapi yang tersembunyi dan beresiko banyak terdapat dibawahnya. Selain meningkatkan ketidaknormalan dan kematian. yang dilaporkan/kelihatan hanya bagian atasnay saja. WHO memperkirakan pada tahun 2000 di Indonesia akan terdapat penderita HIV / AIDS sampai 750. Pada beberapa orang dan rumah tangga. Bila sampai akhir tahun 1998 dilaporJsan adanya 846 kasus infeksi HIV di Indonesia. Diasumsikan bila terdeteksi 1 orang terinfeksi HIV.yang hinggasekarang belum diketemukan vaksin dan cara pengobatan yang efektif. PMS (terutama HIV / AIDS ) meningkat jumlahnya dan sangat mempengaruhi kehidupan berjuta-juta orang diseluruh dunia . effek dari pada HIV / AIDS menjadi berlipat ganda. 9 . lebih menitkbertakan pada dampak SOSIAL yang mana dampak tersebut sangat meluas dan mendalam. juga mengakibatkan kelumpuhan total yang dapat mengancam produktivitas disektor ekonomi keluarga maupun secara makro. sesuai dengan fenomena gunung es. maka ada 100 orang terinfeksi HIV yang belum terdeteksi. m1ika keadaan yang sebenarnya di masyarakat tentunya lebih banyak lagi. Dalam kesempatan kali ini.000 penderita dan di seluruh dunia diperkirakan sampai 40 juta penderita anak-anak. Bahaya dan Dampak Sosial Terhadap Penderita Penyakit Menular Seksual ( PMS) Sepuluh tahun terakhir. C.

. wanita. Sedangkan kerugian secara tidak langsung antara lain kehilangan harapan hidup yang diakibatkan oleh PMS / AIDS itu sendiri.seseorang.abn berlanjut.. / II II . dampak sosial terhadap penderita PMS (penyakit Menular Seksual) terutama HIV / AIDS terbagi beberapa kategori.. Beberapa penelitian akhir-akhir ini dan mungkin dimasa yang akan datang terhadap dampak sosial yang ditimbulkan oleh PMS HIV / AIDS. dimana hal ini perlu dilakukan seiring dengan kebutuhan akan pengukuran Value of person's life terhadap income atau pendapatan ~.~HIV AIDS adalah kehilangan pendapatan. Tetapi akan terjadi kekurangan data dan ketidaktentuan rangkaian sistem yang akanmenghalangi jalannya proses ketelitian daripenelitian tersebut. rumah tangga dan keluaraga. anak-anak.'~\ :. Ekonomi dan demografi Dampakekonomi dari PMS dan HIV / AIDS dapat memberikan kerugiaD. 1. produktivitas pembangunan dan produksi pertanian.. tretmen dan penelitian._ . Kerugian secara langsung melalui kegiatan pencegahan.-baik secaralangsung maupuntidaklangsung.Jadi dapat dikatakan bahwa dampak dari PMS . yaitu : Ekonomi dan Demografi. Upaya untuk menilai kerugian yang ditimbulkan oleh PMS HIV / AIDS sangat luar biasa. ~r_..Secara garis besar. diskriminasi HIV / AIDS serta dampak HIV / AIDS terhadap seseorang. ptnekanan pada sektor kesehatan..

dibidang~rtanian juga terkena dampak dari terjadinya penyakita menular seksual seperti HIV / AIDS. tidak hanya akan meniadakan pendapatan pekerja tersebut.perusahaan dan sumber mata pencaharian. ' 3. Adanya pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja yang terinfeksi HIV. antara lain dapat mengakibatkan kemiskinan sesorang maupun masyarakat pertanian diseluruh sistemekologi yang ada serta kerugian Sosial yang tidak terukur dengan nilai . tetapi juga meningkatkan ketidakhadiran pekerja karenakesakitan. Selain itu PMS / AIDS dapat menurunkan produktivitas. Hal . Pelllbangunan dan produb! pertanfaa Seperti juga disektor . 11 . tetapi juga kesempatan berkontribus] di sektor ekonomi.ini dilaporkan hampair terjadi disemua bagian. Produktivitas Dampak PMS HIV / AIDS terhadap tingkat produktivitas tidak hanya meningkatkan ketidaknormalan dan kematian.2... diskriminasi ditempatkerja.sektor laindiatas. Pada beberapa kasus AIDS mengakibafkan meningkamya kebutuhan masyarakat akan pusat pelayanan kesehatan dan otomatis menjadi member /lanagganan dari pusat pelayanan kesehatan tersebut.

disfungsi seksual. termasuk HIV/ AIDS.bayi BBLR(berat badan lahir rendah). kematian janin. Upaya tersebut meliputi: 1. Kegagalan dalam diagnosa dan terapi pada tahap dini mengakibatkan terjadinya komplikasi serius sepern. kehamilan ektopik. Tujuan tersebut dapat dicapai bila ada penyatuan semua sumber daya dan dana untuk kegiatan pengendaJian PMS.D. infeksi neonatus.kecacatanbahkan kematian. IP Meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan ajaran agama untuk tidak berhubungan sex selain pasangannya. Upaya Penp:ndalian PMS PMS merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk dikendalikan secara cepat dan tepat. IP Menjaga keharmonisan hubungan suami istri tidak menyeleweng untuk meningkatkan ketahanan keluarga. PrUlsip umum pengendalian PMS adalah bertujuan untuk memutuskan rantat penularan infeksi PMS dan mencegah berkembangnya PMS dan komplikasinya. • . infertilitas. karena mewpunyai dampak selain pada aspek kesehatan juga politik ~8I1sosial ekonomi. Upaya Promotif IP Pendidikan sex yang tepat untuk mengikis ketidaktahuan tentang seksualitas dan PMS.

terutama oleh keluarga dan partnernya. Upaya Preventif c:r Hindari hubungan c:r c:r c:r r:r seksual dengan berganti-ganti pasangan atau dengan pekerja sex komersial (WTS). untuk mendukung kesembuhannya. 13 . 3. Memberikan penyuluhan dan pemeriksaan rutin pada kelompok resiko tinggi. Upaya Rehabilitatif r:r Memberikan perlakuan yang wajar terhadap penderita PMS. tidak mengucilkannya. c:r Membatasi kompUkasi dengan melakukan pengobatan dini dan efektif baik yaog simtomatik maupun asimtomatik 4. Penyuluhan dan pemeriksaan terhadap p~rtner seksual penderita PMS. Bila tidak terhindarkan. Bila merasa terkena PMS.2. untuk mencegah penularan pergunakan kondom. . hindari melakukan hubungan seksual. Upaya KUl'atif r:r Peningkatan kemampuan diagnosis dan pengobatan PMSyang tepat.

Pandangan ini banyak diterapkan di negara-negara barat. hukum ataupolitik yang menitnbulkan aktivitas seks yang rentan. untuk mencegah penularan PMS perlu kajian yang. Sumber masalah tersebut adalah moral individu.pandangan / pendekatanyang berbeda. melihat masalah PMS dapat ditangani dengan melembagakan seks yang aman (save sex practices) misalnya dengan mengkampanyekan seks non penetrasi. lesbian de biseksual. sosial. kondomisasi dan lain-lain. Intinya masalah PMS tidak hanya terletak pada PMS-nya sendiri. :P"ndlinglln YRng1cedutl. intensifikasi pemeriksaan kesehatan seksual. isolasi penderita PMS (terutama AI~. . Pandangan pertama. tapi pad a faktor individu. mendalam terhadap kelompok-kelompok yang pola perilakuseksualnya berisiko tinggi. Pentingnya Hubungan Suami I8trida~ Ketahanan Keluarga Dalam permasalahsn pengendalian PMS ada 2 kutub .E.seperti para pelacur dan pelangganrtya. sangsi hukum yang jelas terhadap pelaku penyimpangan seksual. maka penularan PMS dapat diperkecil. 14 . gay. melihat praJ(tik seksualitaSnya sebagai fltti masalah yangharusdipecahkan dahpenyebaran PMS merupakan konsekuensiyang akanhilang dertgansendirinya bila sumber permasalahan dapat diatasi. Dalam rangka menemukan penanganan yang lebih baik. kontrolsosial terhadap penyimpangan seksual. Jika masyarakat dapat dibawah pada periJaku yang setiapada satu pasangan (restriktif).

PMS ini. begitu pula pemerintah daJam batas tertentu. pelajar dan mahasiswa yang "nyambi" bahkan ibu-ibu rumah tangga pun ikut nimbrung dengan aktivitas prostitusi terselubung. r Ia. disatu sisi melarartg prostitusi. II 1/ I II I Mengkajikompleksnya permasalahan seputar Seks .Paratokoh aganta menganjurkanpandangan kedua ini. karaoke.ki-Ial\i atau Gigolo.Masih ada lagi peri~u seks yang iJegal yang menggeja. yaitu pelacu.1a.tau memang berbakat untuk berbuat demikian dari kalangan menengah keatas dan pengusaha wanita. paoti-panti pijat. pusat kebugaran dan lain-lain yang banyak disalah gunakan untuk aktivitas prostitusi terselubung. terjadi perluasan tempat-tempat lokalisasi. kemudian dikantor-kantor ada istilah "Sex aft~r lunch". lesbian dan biseksual yang banyak mempraktekkan tehnik-tehnik rentanseperti penetrasi anal tanpa kontrasepsi. tapi praktikprostitusi dibiarkan berkembang. oral. sex tutup toko" dan lainnya -. maka pengendalian yang perlu dilakukan adalah 15 . maka siiat permisif masyarakat cenderung menurunPemerintah sendiri bersikap mendua. Masalahnya dengan terbukanya era gIObalisasi dengan masuknya arus informasi yang tak terbendung. Seks eksperimental lain yang sangat rentan dalam penularan PMS yaitu homo seksual dengan warianya. Kondisi ini masih ditambah dengan makin maraknya praktik yang dulu disebut perek" dan sekarang diistilahkan ayam" dari anak-anak baru gede (ABG).sex dengan menelan sperma bahkan kotoran pasangannya. dengan pangsanya ibu-ibu yang kesepian .

~ Program B : Befaithful. Adalah anjuran kepada orang dewasa untuk segera menikahdan setia pada pasangannya yang sah. bertanggung jawab dan aman adalah yang halal. Perlu disadari.merangkum semua pendekatan yang ada (pandangan pertama dan kedua). r:r Program C : Condom. Pendekatan psiko-relegius adalah perilaku seks sehat. Yang halal adalah menikah dan setiapada pasangannya dalam suatu wadah rumah tangga. artinya setia pada pasangan. Anjurannya adalah khusus remaja untuk tidak melakukan hubungan sex sebelum nikah. Kampanye yang popular sekarang untuk pengendalian PMS (terutama AIDS) di Amerika adalah program intervensi perilaku yang dikenal dengan program ABC yaitu : ~ Program A : Abstinesia atau puasa seks (safe sex is no sex). artinya pemakaian kondom. dengan catatan meski menggunakan kondom resiko tertular PMS masih ada. bahwa keluarga juga bisa mempunyai dampak positif dan negatif pada anggota keluarganya dalam perilaku. Kondisi keluarga dengan hubungan suami istri yang tidak harmonis akan memberikan dampak negatif pada 16 . lni dilakukan oleh mereka yang bandel tidak bisa menahan dirii untuk tidak berzinah. termasuk juga perilaku seksual dan terjadinya PMS. Kedua pandangan tersebut harus digabungkan dan disosialisasikan secara intens dan berkesinambungan.

obat-obatan terlarang . SHa 17 . Tentunya kita belum lupa dengan hebohnya berita hasil penelitian di Jakarta 2 dari 3 laki-Iaki menyeleweng. banyak anak-anak remaja mencari pelarian dengan bereksperimen minurn-minuman keras. Dapat ditebak bahwa masalah ini tentunya berkaitan dengan hubungan suami istri yang ada gangguan. Pengaruh keluarga juga merembet pada anak-anaknya. ataupun kurangnya waktu. meskipun hal tersebut tidak selalu henar. PMS bisa terjadi karena kurang hygieneisnya organ kelamin. menggejala. BHa ini terjadi pada sang istri tanpa ada gejala (asimtomatis). Tertularnya PMS sering diidentikkan dengan terjadinya penyelewengan pasangannya. kemudian tertular pada sang suami dan timbul keluhan. hubungan free sex dan pergi ke pelacuran. Baik dengan alasan tekanan ekonomi orang tuanya. Dalam satu keluarga hila terdapat anggotanya yang mengidap suatu PMS.pasangannya dan anak-anaknya dalam bidang seksualitas. Pasangannya cenderung mencari pelariannya dengan membuat hubungan dengan orang lain. yang sekarang banyak . yang semuanya itu untuk tertulamya PMS. seperti PIL (Pria idaman lain) dan WIL (Wanita ida man lain). minimal dalam berkomunikasi dalam hubungan seksual. perhatian dan kasih sayang dari orang tua. maka akan sering terjadi bentrokan bahkan bisa memicu terjadinya perceraian suami istri. bila dibicarakan sang istri bisa marah dan bisa menuduh suami tertular PMS karena jajan di luar.

Bilayang. Karena itu sering terjadi pada anak menyembunyikan penyakitnya. Keharmonisan hubungan dalam rumah tangga (bukan diukur dari materi). menyalahkan anak sematamata. termasuk komunikasi dalam hubungan seksual guna pencapaian tujuan sek yang sehat untuk prokreasi dan rekreasi (tidak memperoleh kepuasan dan mengontrolakses seksual pasangan). ada kecenderungan orang tua untuk bertindak tidak arif. akan menghapus adanya kecurigaan atau kesenjangan komunikasi. begitu seterusnya sehingga bisa memicu pertengkaran.memang sang suami pemah jajan. 18" . dapat mengeliminir kemungkinan menimbulkan penyelewengan seksual pasangan suami istri dan keinginan si anak untuk bereksperimen di luar.. ada kecenderungan untuk menutupinya dan berusahamencari pengobatan sendiri tanpa mengikutsertakan sangistri Akibatnya penyakit sedang istri tidak terobati dan bisa kembali menularkan PMS pada sang suami.terkena PMS sang anak. tidak introspeksi bagaimana mereka mendidik anak tersebut. Adanya saling pengertian dan keterbukaan dalam menghadapi persoalan dalam suami dan istri.meskipun sebenamya PMS tersebut tertular dari istrinya. mencari pengobatan sendiri (meski sering tidak tepat pengobatannya) sampai timbulnya keluhan yang tidak tertahan lagi (kronis). y~ng dilakukan bahkan saling menyalahkan antara sang suami dengan istrinya. tidak pemah memberikan informasi/ pengertian bagaimana pendidikan seksual yang benar (atau bisa jadi ini meniru kelakuan orang tuanya).

menyesatkan Hubungan suami istri (keluarga) yang harmonis.. Banyak upaya yang 19 .-' Pemberian informasi tentang seksualitas (pendidikan sex) yang lepatdalam keluargaakanmembuat anak-anak mengerti permasalahan seksualitas secara benar termasuk penularan PMS sebagai dampak negatifnya sehimgga mengurangi pemenuhan keingintahuan tentang seksual dari sumber yang . Sehingga untuk itu dibautkan satu Keputusan Presiden no. Ketahanan keluarga ini menjadi slah satu harapan dalam upaya pengendalian penular~nPMS. Penutup Penyakit Menular Seksual (PMS) sebagai penyakit yang erat hubungannya dengan perilaku (life style disease) dari tahun-ketahun belakangan ini penyebaran dan angka kejadiannya cenderung terus meningkat. 36 tahun 1994 (pada dimensi ketiga)dengan petunjuk operasional SKMenkokesra no. F. pengalaman agama dan. karena masih kuatnya landasan kehidupan beragama dan norma-norma hubungan sosial masyarakat.mencantumkan bahwa fokus utama gerakan penangguIangan AIDS (bagian dari PMS) di Indonesia adalah Ketabanan Keluarga.norma dalam hidup bermasyarakat akan membentuk suatu ketahanan dalam keluarga untuk mencegah dan memhentengi diri masing-masing anggotanya dari perbuatan-perbuatan penyelewengan/ penyimpangan yang berisiko untuk tertular PMS. 8 tabun 1994. Strategi ini tepat untuk diterapkan di Indonesia.

kuratif dan rehabilitatif. preventif.kata dapat membentengi keluarganya dari tertular PMS. Dengan pendek. dapat memberikan pendidikan seksual yang tepat bagi anakanaknya. baik dan upaya promotif. Salah satu harapan utama untuk pengendaliannya adalah dari ketahanan keluarga.telah dilakukan untuk mengendalikan penyebarannya. -- 20 . dimana dengan keharmonisan hubungan suami istri dapat mengekang diri untuk tidak melakukan perilaku seksual yang berisiko tinggi tertular _ PMS.

Hawari. Yogyakarta. Pertemuan Nasional I Pencegahan dan Penatalaksanaan HIV/ AIDS.Jakarta. Intervensi Perilaku dan Pendekatan Psiko-relegius terhadap AIDS. Hand Out Kesehattln Reproduksi. AA Gde. Pertemuan Nasional I. Buku Pedoman Interakti( Penatalaksanaan Penderita PMS dengan Pendekatan Sindrom (Buku 1. 2 Jakarta. Djayakusuma. 21 . Bidang Studi Kependudukan Program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada. 1996. Majalah Kesehatan Perkotaan. 1995. 2.DAFrAR rusr AKA Darwin. Direktorat Jendral P2MPLP Dep. Dep.Jakarta. Hakim. Kelompok Studi PMS di Indonesia. 5. 1997. 1996. Epidemiologi Penyakit Menular Seksual. 6). Jakarta. Hubungan Timbal Balik PMS dan AIDS. 1994. Muhajir. Lukmanul. Dadang. Pencegahan dan Penatalaksanaan HIV/ AIDS. . Tony.kes RI.kes RI. 1997. Balai Penerbit FKUI. Keppres 36194 dan Ketahanan Keluarga. PMS. Muninjaya. Tahun I No.

· . .