Anda di halaman 1dari 12

1

A. '$
Sebuah cita-cita menjadi perusahaan minuman kelas dunia yang dapat melepaskan rasa dahaga
konsumen kapan saja, dimana saja, serta memberikan nilai tambah kepada semua pihak yang
terkait.

. $
a. Membangun merek Sosro sebagai merek teh yang alami, berkualitas, dan unggul.
b. Melahirkan merek dan produk minuman baru, baik yang berbasis teh maupun non teh,
dan menjadikannya pemimpin pasar dalam kategorinya.
c. Membangun dan memimpin jaringan konstribusi.
d. Menciptakan dan memelihara komitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang baik
dalam volume penjualan maupun penciptaan pelanggan.
e. Membangun sumber daya manusia dan melahirkan pemimpin yang sesuai dengan nilai-
nilai utama perusahaan.
I. Memberikan kepuasan kepada para pelanggan.
g. Menyumbangkan devisa ke negara.

. TU1UAN
asar atau FilosoIi PT. Sinar Sosro adalah Niat Baik yang di jabarkan dalam 3K dan RL
yakni:
O Peduli terhadap Kualitas
O Peduli terhadap Keamanan
O Peduli terhadap Kesehatan
O Serta Ramah Lingkungan
engan menciptakan berbagai variasi produk, Sosro menetapkan pasar atau kalangan
yang akan dituju oleh setiap produk tersebut yang bertujuan untuk mengembangkan perusahaan
dengan merangkul pelanggan lebih luas. Produk Sosro terdiri dari berbagai jenis minuman ringan
berbasis teh maupun non teh, diantaranya terdiri dari:
1. Teh Botol Sosro
a. Kategori produk : Teh siap minum
b. Varian rasa : Jasmine

2

c. Target : Pria dan Wanita Usia 5-50 Tahun
d. PsikograIis : Tinggal di Kota Besar s/d Kotamadya, Praktis dan
inamis, Suka dengan Hal yang Berkaitan Kuliner
2. Fruit Tea Sosro
a. Kategori produk : Teh siap minum rasa buah
b. Varian rasa : Apple, Blackcurrant, Strawberry, Guava, Fusion, Xtreme,
Hot, Freeze, Wow
c. Target : Pria dan Wanita Usia 15-19 Tahun
d. PsikograIis : Percaya diri, bergaya hidup urban, senang bergaul,
ekspresiI, trend setter
3. Tebs
a. Kategori produk : Teh siap minum bersoda
b. Varian rasa : -
c. Target : Pria dan Wanita Usia 20-35 Tahun
d. PsikograIis : Berjiwa muda, dinamis, senang bersosialisasi, trendy,
ekspresiI, easy going
4. S-tee
a. Kategori produk : Teh siap minum
b. Varian rasa : Jasmine
c. Target : Pria dan Wanita Usia 5-50 Tahun
d. PsikograIis : AktiI dan Pekerja Keras
5. Joy Tea
a. Kategori produk : Teh hijau siap minum
b. Varian rasa : Jasmine green tea, madu lemon, dan jasmine green tea
less sugar
c. Target : Pria dan Wanita Usia 5-50 Tahun
d. PsikograIis : Optimis, ambisi untuk meraih masa depan, 5ositive
thinking
6. ountry hoise
a. Kategori produk : Jus siap minum

3

b. Varian rasa : Guava, Apple Pulp, Apple Fiber, Mango, Orange, dan
Goji Berry
c. Target : Pria dan Wanita Usia 20-35 Tahun
d. PsikograIis : Smart, dinamis, aktiI, health concern
7. Prim-A
a. Kategori produk : Air minum dalam kemasan
b. Varian rasa : -
c. Target : Pria dan Wanita Usia 10-40 Tahun
d. PsikograIis : AktiI, sportiI, dan peduli kesehatan
Produk PT. Sinar Sosro selalu menggunakan bahan asli tanpa pemanis, pewarna,
pengawet (3P) yang dapat merugikan konsumen. Perusahaan sanggup membuat teh tanpa
pengawet yang tak basi meski setahun tak disentuh (kecuali botol tidak tertutup rapat atau ada
udara yang masuk), kekuatan tersebut ada pada proses produksi dan tutup botol. PT. Sinar Sosro
menjaga keaslian dan kesegaran bahan baku untuk menunjang kualitas produk yang baik dan
sempurna. Seluruh minuman ringan Sosro akan disalurkan untuk dijual ke berbagai outlet baik
modern maupun tradisional. ontoh outlet modern adalah hypermart, supermarket, minimarket,
dll. Sedangkan untuk outlet tradisional seperti kios, toko klontong, pasar, srobak dorong, dll.
Masing-masing outlet tersebut akan dipisahkan lagi berdasarkan saluran distribusinya.

. $TRENGTH$
a. Sosro mengeluarkan produk teh dalam botol pertama di Indonesia dan di dunia yang
dikenal dengan Teh Botol Sosro.
b. Harga produk Sosro sangat terjangkau.
c. Produk teh perusahaan Sosro terbuat dari daun teh pilihan.
d. Produk Sosro tidak mengandung 3P (Pewarna, Pemanis, Pengawet), sehingga baik untuk
kesehatan pelanggan.
e. Kemasan produk Sosro yang menarik.
I. Sosro menciptakan berbagai produk teh dan non teh dengan berbagai variasi rasa.



4

E. EAKNE$$E$
a. Kemasan botol kaca produk teh Sosro mudah pecah sehingga tidak mudah dibawa
kemana saja.
b. Produk Sosro mengandung banyak gula karena tidak menggunakan pemanis buatan
sehingga tidak dapat dikonsumsi oleh para penderita diabetes mellitus.

F. OPPORTUNITIES
a. Produk Sosro dapat dijumpai dimana saja sehingga pelanggan mudah untuk mendapatkan
produk Sosro.
b. Produk Sosro telah didistribusikan ke dunia.
c. Sosro terus melakukan inovasi-inovasi untuk dapat lebih merangkul para pelanggan setia
maupun pelanggan baru serta dapat lebih bersaing dengan para pesaingnya seperti oca-
ola ompany dan Pepsio.
d. Jenis produk Sosro dapat menjadi tuan rumah di negara sendiri dan akan disukai generasi
penerus bangsa karena rasa yang sangat khas negara Indonesia.
e. Sosro mengembangkan pola mengembalikan botol kosong, hal inilah yang jarang
terpikirkan oleh pihak pesaing.
I. Jalur distribusi yang sulit ditiru oleh para pesaing.

G. THREAT$
a. Banyaknya pesaing seperti oca-ola ompany dan Pepsio yang memproduksi produk
serupa.
b. i pasar, banyak pula yang membuat produk imitasi dengan menggunakan kemasan
Sosro yang diisi ulang.
c. Merek lain dari pesaing menawarkan pelayanan yang lebih dalam produk mereka (seperti
rasa, kemasan, variasi, volume minuman) dengan harga yang sama.
d. Produk teh dan non teh yang diproduksi oleh Sosro memiliki berbagai produk substitusi
seperti teh yang diseduh langsung atau dengan menggunakan poci dan jus buah asli yang
tidak diproduksi di pabrik.



3

H. $TRATEG
a. Strategi dan Keunggulan KompetitiI Sosro
Keunggulan kompetitiI tercapai ketika strategi perusahaan memberi tepi dalam
menarik pelanggan dan mengatasi kekuatan-kekuatan kompetitiI. Kunci untuk mencapai
keunggulan kompetitiI adalah dengan meyakinkan pelanggan atas produk perusahaan dengan
menawarkan nilai lebih. Strategi kompetitiI berurusan secara khusus dengan rencana bisnis
perusahaan untuk sukses dalam bersaing dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:
O Upaya khusus untuk memberi kepuasan kepada pelanggan;
O Gerakan bertahan dan menyerang untuk melawan pergerakan pesaing;
O Tanggapan untuk kondisi pasar yang berlaku; dan
O InisiatiI untuk memperkuat posisi pasar.
PT. Sinar Sosro telah memiliki strategi dan keunggulan kompetitiI tersebut seperti
menentukan target pelanggan yang dituju oleh setiap produk-produknya. Untuk mengatasi
kekuatan-kekuatan kompetitiI Sosro melakukan gerakan bertahan dan menyerang untuk
melawan gerakan pesaing dengan mengeluarkan produk S-tee guna memberi 'tanggapan
atas gerakan pesaing yang mengeluarkan produk Tekita. Sosro dengan berbagai cara
menghadang kompetitornya yang berusaha menjegalnya di pasar. Untuk variasi produknya
Sosro tidak mau ketinggalan untuk membidik anak muda perkotaan dengan mengeluarkan
produk Fruit Tea. Langkah-langkah Sosro ini membuat para pesaingnya kalang kabut dan
Sosro membuktikan bahawa Sosro masih dapat bertahan dan merajai pasar. Sosro juga
mengembangkan pola mengembalikan botol kosong. Hal inilah yang jarang terpikirkan oleh
pihak kompetitor. Sosro dapat menekan biaya pembuatan botol baru dengan cara return
empty bottle, strategi yang dikembangkan oleh Sinar Sosro ini digunakan untuk menjaga
market sharenya dengan bertahan dan menyerang produk pesaingnya.
PT. Sinar Sosro pun terus berupaya untuk memberi kepuasan kepada pelanggan
dengan mengeluarkan berbagai macam produk olahan teh dan non teh. Ini dimaksudkan agar
pelanggan Sosro tetap setia dan bersedia mengkonsumsi produk-produk Sosro, karena jika
pelanggan mengalami kejenuhan terhadap satu produk misalnya Teh Botol Sosro, ini bisa
diatasi dengan mengkonsumsi produk S-Tee atau Joy Tea green tea. Tanggapan untuk
kondisi pasar yang berlaku dan inisiatiI untuk memperkuat posisi pasar, Sosro melakukannya
dengan strategi pemasaran dan distribusinya. Strategi pemasaran Sosro adalah dengan

6

menggunakan slogan pada setiap iklannya, ini memudahkan pelanggan untuk mengingat
produk-produk Sosro. Slogan Sosro diantaranya adalah 'Ahlinya Teh yang digunakan
sebagain slogan perusahaan dan 'Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro.
istribusinya melalui outlet yang kecil hingga ke outlet besar dan menganggap distributor
sebagai partner sehingga mombunf dIsfrIbusInyn snngnf kunf hnI InI dIsobuf
InrfnorshI MnrkofIng Cusfomor !oInfIonshI IuIIdIng.
b. Strategi iIerensiasi Sosro
Strategi ini bertujuan untuk menjadi unik dengan jalan menawarkan produk yang
bernilai bagi konsumen secara luas. Sosro membuktikannya sebagai produsen pertama yang
memproduksi atau mengenalkan produk teh dalam botol yang lebih dikenal dengan sebutan
Teh Botol Sosro. Kunci sukses dalan strategi diIerensiasi Sosro adalah Sosro menemukan
cara untuk mengadakan suatu perbedaan yang akan menciptakan nilai bagi pembeli dan tidak
mudah ditiru oleh pesaing. iIerensiasi yang sukses mengijinkan Sosro untuk menguasai
harga premium produk di pasar, meningkatkan penjualan per unit, dan menumbuhkan
kesetiaan pelanggan untuk produk tertentu.
c. Market riven Strategy Sosro
asar pemikiran utama yang penting dalam market driven strategy adalah menjadikan
pasar dan konsumen sebagai titik awal dalam memIormulasikan strategi. PT. Sinar Sosro
pada awalnya memperkenalkan minuman siap saji dalam kemasan botol, Sosro memiliki
target pasar yang jelas, dengan target orang yang sedang melakukan perjalanan. Sosro
memandang bahwa ketika orang sedang melakukan perjalanan dan ia kehausan pasti
membutuhkan sebuah penghilang dahaga yang praktis dan mudah didapat, berangkat dari
pengalaman ketika melakukan promo, tempat yang praktis dan aman untuk digunakan
sebagai wadah teh adalah botol.
Sosro juga memiliki keunggulan dan keunikan dalam pemasaran. Sebelum sosro
hadir, ada sebuah perusahaan asing yang ingin mengeluarkan produk teh dalam botol seperti
yang dilakukan Sosro saat ini. Kala itu sang perusahaan menyewa jasa sebuah biro riset
pemasaran untuk menguji kelayakan dan prospek produk tersebut di Indonesia. Setelah
meneliti dan mengamati kebiasaan minum teh di masyarakat sang biro pun menyimpulkan
bahwa produk ini tidak memiliki prospek bagus untuk dipasarkan di Indonesia. Biro itu
beralasan bahwa budaya minum teh pada bangsa Indonesia umumnya dilakukan pagi hari

7

dalam cangkir dan disajikan hangat sehingga kehadiran teh dalam kemasan botol justru akan
dianggap sebuah keanehan.
Sosrodjojo, pendiri perusahaan Sosro, justru berpikir sebaliknya. Awalnya ide
kemasan botol berasal dari pengalaman tes cicip on 5lace test) di pasar-pasar tradisional
terhadap teh tubruk cap botol. Pada demonstrasi pertama teh langsung diseduh di tempat dan
disajikan pada calon konsumen yang menyaksikan. Namun cara tersebut memakan waktu
lama sehingga calon konsumen cenderung meninggalkan tempat terlebih dahulu. Kemudian
pada uji berikutnya teh telah diseduh dari pabrik dan kemudian dimasukkan ke dalam tong-
tong dan dibawa dengan mobil. Akan tetapi cara ini ternyata membuat banyak teh tumpah
selama perjalanan karena saat itu struktur jalan belum sebaik sekarang. Akhirnya Sosro
mencoba untuk memasukkannya pada kemasan-kemasan botol limun agar mudah dibawa.
Berangkat dari itu mereka berpikir bahwa penggunaan kemasan botol adalah alternatiI yang
paling praktis dalam menghadirkan kenikmatan teh langsung ke konsumen.
ari awal produk ini ditargetkan untuk konsumen yang sering melakukan perjalanan
seperti supir dan pejalan kaki. Sosro menyadari bahwa segmen konsumen ini memiliki
keinginan hadirnya minuman yang dapat menghilangkan dahaga ditengah kelelahan dan
kondisi panas selama perjalanan. Atribut kepuasan ini dicoba untuk dipenuhi dengan
menghadirkan minuman teh dalam kemasan botol yang praktis dan tersedia di kios-kios
sepanjang jalan. Untuk menambah nilai kepuasan, teh botol ini disajikan dingin dengan
menyediakan boks-boks es pada titik-titik penjualannya (penggunaan kulkas pada saat itu
belum lazim).
Sosro selalu menjaga kualitas produknya dan selalu menjaga ketersediaan produknya
dipasaran. Bahan bakunya pun berasal dari teh yang berkualitas pilihan, karena Sosro
memiliki perkebunan teh sendiri. Ketika perusahaan multinational Pepsi dan oca-ola
masuk melalui produk teh Tekita dan Frestea, Sosro tetap tak bergeming. Alih-alih
mengubah produknya, dengan cerdas Sosro justru melakukan counter branding dengan
mengeluarkan produk S-tee dengan volume yang lebih besar dengan harga yang relative
sama dengan produk yang dikeluarkan oleh pesaing. Strategi ini ternyata lebih tepat, kedua
perusahaan multinasional itu pun tak berhasil berbuat banyak untuk merebut hati konsumen
Indonesia.


8

d. Brand Equity Teh Botol Sosro
Teh Botol Sosro merupakan sebuah contoh merek yang telah dikembangkan dan
dipertahankan selama puluhan tahun. Bermula sebagai adopsi dari merek teh melati produksi
keluarga Sosrodjojo, yang kemudian dikembangkan sehingga menjadi sebuah merek yang
sangat dekat dengan pelanggan melalui strategi-strategi yang dilakukan. Hasil dari usaha itu
adalah hingga kini Sosro menjadi pemimpin dalam kategori teh dalam botol, bahkan dapat
bersaing dengan perusahaan multinasional yang ikut bermain dalam kategori ini.
Kekuatan merek yang dimiliki oleh Sosro merupakan hasil dari penerapan strategi
yang baik dalam pembentukan merek. Hal ini dapat kita lihat dari langkah-langkah yang
dilakukan PT. Sinar Sosro dalam mengembangkan merek Teh Botol Sosro, yaitu pertama
kali mengenalkan teh siap minum dalam kemasan botol. Sosro memiliki target pasar yang
jelas, dengan target orang yang sedang melakukan perjalanan. Pada waktu itu, strategi
promosi yang dilakukan juga baik dengan menetapkan harga tidak lebih dari biaya parkir
pada waktu itu (mengingat target adalah orang yang sedang melakukan perjalanan). Pada
waktu pengenalan produk, Sosro juga memiliki keunggulan kompetitiI karena merupakan teh
siap minum dalam kemasan botol yang dipasarkan pertama kali di Indonesia.
Sosro melakukan 5ositioning dengan mengedukasi masyarakat agar tidak merasa
aneh untuk meminum teh dalam kemasan botol dan dengan diasajikan dingin. Karena pada
awal kemunculan produk, masyarakat Indonesia masih terbiasa untuk minum teh yang
disajikan panas. Ternyata proses diIerensiasi yang dilakukan Sosro membuahkan hasil baik,
sehingga Sosro dikenal sebagai minuman teh dalam kemasan botol yang dapat memberikan
kesegaran. alam perkembangannya, untuk bersaing dengan kompetitor Sosro mulai
melakukan kampanye bahwa dengan mengkonsumsi teh akan membuat tubuh menjadi sehat,
karena teh mengandung anti oksidan. Hal ini menambah keunggulan kompetitiI dari Sosro.
Positioning yang dilakukan oleh Sosro juga didukung oleh marketing mix yang baik.
Hal ini ditunjukan dari integrasi yang baik dari komponen-komponen 4P (Product, Price,
Placement, and Promotion). ontoh adalah bahwa pengembangan produk berasal dari
strategi promosi, hubungan antara penentuan harga dengan saluran distribusi. Strategi
penjualan yang dilakukan Sosro adalah dengan mengembangkan saluran distribusi secara
luas dan terus menerus. Mengutamakan availability dan kualitas produk sehingga berbuah
pada kesetiaan pelanggan. Pengembangan proses yang dilakukan oleh Sosro adalah dengan

9

mengintegrasikan su55ly chain, seperti memiliki kebun teh sendiri. Berbeda dengan proses
distribusi produk dilakukan dengan bekerja sama dengan banyak agen penjualan untuk
memperluas cakupan distribusi dari Sosro.
Brand Equity dari Sosro telah terbentuk melalui proses yang panjang. Sosro telah
berhasil mengembangkan merek Teh Botol Sosro menjadi merek dengan brand equity yang
kuat. Beberapa hal yang dapat dicermati dalam pembentukan brand equity ini adalah :
O Brand Awareness yang dimiliki Teh Botol Sosro dapat dikatakan telah memasuki
tingkatan to5 of mind. Hal ini dapat dilihat dari Teh Botol Sosro dapat menjadi
pemimpin pasar dalam kategori teh siap minum dalam kemasan botol.
O Perceived Quality dari Teh Botol Sosro telah terbukti selama puluhan tahun. PT.
Sinar Sosro telah berhasil menjaga kualitas produk ini sehingga mendapat anggapan
baik dari konsumen.
O Brand Association dari Teh Botol Sosro kuat, dapat dilihat bahwa ketika orang
menyebut teh botol kemudian yang menjadi maksud dari teh botol itu sendiri adalah
Teh Botol Sosro.
O Brand Loyalty dari Teh Botol Sosro juga kuat. Ini merupakan hasil dari
pengembangan saluran distribusi, menjaga kualitas, dan strategi promosi yang
dilakukan dengan jargon 'Apapun makanannya, minumannya Tehbotol Sosro.
Hasil dari brand equity yang kuat ini telah dirasakan oleh Sosro yaitu memudahkan
PT. Sinar Sosro untuk melakukan pengembangan pasar, seperti misalnya dengan
mengenalkan produk Fruit Tea untuk kalangan muda dan Tebs untuk pengkonsumsi
minuman berkarbonasi. Selain itu PT. Sinar Sosro juga menikmati 5rofit margin yang lebih
besar, yang terlihat dari 5rofit margin antara agen dan distributornya.
Kekuatan brand equity perlu dijaga agar jangan menjadi merek generik. Hal menarik
untuk brand Teh Botol Sosro adalah karena justru penggunaan kata 'Teh Botol kemudian
memberikan asosiasi pada Sosro sendiri, yang menjadi keunggulan dari brand ini, sehingga
tidak menjadi merek generik. Selain itu kekuatan brand equity harus dijaga agar tetap bisa
menghadapi kompetisi yang semakin ketat, karena ketika sebuah poduk dari sebuah produsen
berhasil maka kemudian produsen lain akan mengeluarkan produk serupa. Hal ini terjadi
pada munculnya teh dalam botol dari bermacam-macam produsen. Fenomena ini menjadi
menarik, karena sebelum Sosro mengeluarkan produk teh dalam botol, sebuah perusahaan

10

multinasional telah melakukan survey tentang potensi penjualan teh dalam kemasan di
Indonesia dan hasil survey menyatakan bahwa potensi yang ada tidak cukup menjanjikan.
alam melakukan pengembangan brand PT. Sinar Sosro menerapkan beberapa
strategi. iantaranya adalah :
O Line Extention dengan mengeluarkan produk Fruit Tea dengan pangsa pasar generasi
muda, dan juga peluncuran produk Tebs untuk menarik minat pelanggan yang
mengkonsumsi minuman berkarbonasi. Kedua produk ini dapat meraih sukses di
pasar, terutama untuk produk Fruit Tea yang kemudian mulai menggerogoti pasar
dari minuman berkarbonasi. Akibat dari itu, maka kemudian produk ini diikuti oleh
oca ola yang merasa terancam dengan mengeluarkan produk Fruitcy. Kesuksesan
produk ini adalah karena kekuatan saluran distribusi dari PT. Sinar Sosro, dan dengan
produk Fruit Tea dan Tebs sekali lagi PT. Sinar Sosro menghadirkan inovasi dan
menjadi pioneer dengan menyajikan produk teh dengan rasa buah dan produk teh
yang mengandung soda.
O Brand Extention dengan meluncurkan produk Air Minum alam Kemasan (AMK)
dengan merek Prim-A. Untuk langkah ini ternyata kekuatan brand Sosro pada produk
teh kurang dapat mengendors produk AMK ini. Walaupun dengan dukungan
saluran distribusi yang baik namun Prim-A tidak dapat merebut pasar AMK yang
sudah dikuasai oleh AQUA.
engan memiliki brand equity yang kuat, sebuah perusahaan mendapatkan banyak
keunggulan kompetitiI. Untuk menghadapi persaingan di era perekonomian global peranan
merek menjadi semakin penting. Hal ini dapat dilihat dari pengalaman PT. Sinar Sosro dalam
mengambangkan merek Teh Botol Sosro, sehingga hingga kini masih dapat menjadi market
leader dalam kriteria teh dalam kemasan, dan bahkan melahirkan merek-merek baru yang
juga dapat bersaing dan berkompetisi di pasar bahkan dengan perusahaan multinasional
sekalipun.

I. IMPLEMENTASI
a. Budaya
Peningkatan kinerja karyawan bukanlah suatu hal yang mudah karena kinerja
karyawan dapat dianalisa dari berbagai sudut pandang serta dipengaruhi oleh beberapa

11

Iaktor antara lain budaya yang ada dalam organisasi dan kepuasan kerja karyawan.
Memperhatikan budaya yang ada di dalam organisasi sangatlah penting, di mana
penekanan budaya tersebut pada karyawan dalam bekerja juga memegang peranan karena
merupakan pengendali dan arah dalam membentuk sikap serta perilaku individu yang
melibatkan diri dalam semua kegiatan organisasi yang mewakili norma-norma perilaku
yang diikuti oleh para anggota organisasi.
Budaya mempunyai kekuatan yang penuh, berpengaruh pada individu dan
kinerjanya bahkan terhadap lingkungan kerja. engan adanya budaya organisasi
mendorong karyawan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam mengerjakan tugas atau
pekerjaannya akan membantu mereka dalam memuaskan kebutuhannya untuk tumbuh
dan berkembang dalam organisasi sehingga timbul keinginan untuk tidak keluar dari
perusahaan serta kinerja yang baik dalam bekerja.
Selain budaya organisasi, Iaktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah
kepuasan kerja. Kepuasan kerja merupakan cerminan dari perasaan pekerja terhadap
pekerjaannya. Hal ini tampak dalam sikap positiI pekerja terhadap pekerjaan yang
dihadapi dan lingkungannya. Sebaliknya, karyawan yang tidak puas akan bersikap negatiI
terhadap pekerjaan dan bentuk yang berbeda beda satu dengan yang lainnya. Adanya
ketidakpuasan kerja karyawan seharusnya dapat dideteksi oleh perusahaan.
b. SR or5orate Social Res5onsibility)
Saat ini tumbuh paradigma di kalangan para pelaku usaha untuk ikut bertanggung
jawab dan berkontribusi terhadap lingkungan sosial masyarakat sebagai bagian dari
operasional perusahaan atau yang dikenal sebagai ommunity development atau SR
(orporate Social Responsibility) yang sekaligus menjadi bagian dari Strategi Bisnis
guna mencapai sustainability, continuous productivity, dan proIitability. Bahkan program
SR saat ini menjadi tuntutan global dengan dimasukkannya program SR sebagai salah
satu criteria pemenuhan ISO 26000.
Beberapa Korporasi telah melaksanakan SR secara terprogram dan terencana
baik, salah satunya Sosro. Sosro telah mengadakan penanaman sejuta pohon dan
menyelenggarakan pelatihan pengolahan limbah dan kompos guna menyukseskan
program SR Bekasi Hijau. Sosro-pun ikut bekerjasama dengan pemerintah daerah KI
Jakarta untuk penataan lingkungan perkotaan. Perusahaan yang menepati janji membantu

12

masyarakat melalui SR, menarik minat masyarakat untuk membantunya melalui
pembelian produk mereka.
c. Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang yang menunjukkan arah. Seseorang yang mempunyai
jiwa kepemimpinan akan selalu tahu kemana arah yang harus diambil. Keputusan-
keputusannya mantap dan didasari oleh keyakinan diri disertai data-data dan inIormasi
yang akurat. alam dunia usaha, jiwa kepemimpinan dan kepeloporan ini mutlak
diperlukan. Setiap orang yang berwiraswasta dengan sendirinya adalah seorang
pemimpin, karena secara sadar atau tidak, ia telah menempatkan dirinya sendiri pada
posisi pemimpin. Kedudukan tersebut mengharuskannya untuk selalu mampu mengambil
keputusan yang menurut perhitungannya sendiri merupakan yang paling baik dan
bijaksana. Tidak boleh ada keraguan dan kebimbangan. Sekali ragu dan bimbang, maka
keputusan yang diambil akan terlambat dan tidak eIektiI lagi.
i Indonesia sendiri beberapa pengusaha, kita lihat memiliki kualitas pemimpin.
iantaranya adalah Sosro. engan keberanian besar, bahkan cukup nekat menurut
pengusaha lainnya, Sosro memutuskan untuk berusaha dalam bidang minuman, berupa
air teh yang dikemas dalam botol. Sebelumnya, tidak satu pun pengusaha yang berani
melakukan bisnis seperti itu, karena semua tahu, teh adalah minuman yang remeh. i
mana-mana teh gampang diperoleh, bahkan diwarung nasi, teh disediakan gratis.