Anda di halaman 1dari 3

Saturday, August 28, 2010

IDENTIFIKASI KATION-KATION GOLONGAN SISA (V)


Posted by Irma Rahmawati at 10:40 AM


Pengertian Kimia Analitik Kualitatif
Kimia analitik adalah cabang ilmu kimia yang berIokus pada analisis cuplikan
material untuk mengetahui komposisi, struktur, dan Iungsi kimiawinya. Secara tradisional, kimia
analitik dibagi menjadi dua jenis, kualitatiI dan kuantitatiI. Analisis kualitatiI bertujuan untuk
mengetahui keberadaan suatu unsur atau senyawa kimia, baik organik maupun inorganik, sedangkan
analisis kuantitatiI bertujuan untuk mengetahui jumlah suatu unsur atau senyawa dalam suatu
cuplikan.
Analisis kualitatiI membahas identiIikasi zat-zat. Urusannya adalah unsur atau
senyawaan apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh. Pada pokoknya tujuan analisis
kualitatiI adalah memisahkan dan mengidentiIikasi sejumlah unsur. Analisis kuantitatiI
berurusan dengan penetapan banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel atau contoh
(Underwood, 1986). Analisis kualitatiI membahas tentang pengidentiIikasian za-zat yang
terdapat dalam suatu sampel. Tujuan utama analisis kualitatiI adalah memisahkan dan
mengidentiIikasi sejumlah unsur. (Underwood, 1986).

Golongan-golongan Kation
KlasiIikasi kation yang paling umum didasarkan pada perbedaan kelarutan
dari klorida, sulIida, dan karbonat kation tersebut. Kation diklasiIikasikan dalam 5 golongan
berdasarkan siIat-siIat kation tersebut terhadap beberapa reagensia. (Vogel, 1990).
Golongan-golongan kation memiliki ciri-ciri khas, yaitu:
golongan I: membentuk endapan dengan asam klorida encer, ion-ion yang termasuk dalam
golongan ini adalah timbal, raksa, dan perak.
golongan II: membentuk endapan dengan hydrogen sulIide dalam suasana asam mineral
encer. Ion-ion yang termasuk dalam golongan ini adalah merkurium (II), tembaga, cadmium,
bismuth, stibium, timah.
golongan III: membentuk endapan dengan ammonium sulIide dalam suasana netral.
Kation golongan ini antara lain nikel, besi, kromium, aluminium, seng, mangan, dan kobalt.
golongan IV: membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium
klorida dalam suasana netral atau sedikit asam.
golongan V: disebut juga golongan sisa karena tidak bereaksi dengan reagensia-reagensia
golongan sebelumnya. Ion kation yang termasuk dalam golongan ini antara lain magnesium,
natrium, kalium, dan ammonium. (Vogel, 1990).
Suatu pereaksi menyebabkan sebagian kation mengendap dan sebagian larut,
maka setelah dilakukan penyaringan terhadap endapan tebentuk dua kelompok campuran
yang massa masing-masingnya kurang dari campuran sebelumnya. Reaksi yang terjadi saat
pengidentIikasian menyebabkan terbentuknya zat-zat baru yang berbeda dari zat semula dan
berbeda siIat Iisiknya. (W. Harjadi, 1993).
Identifikasi Kation-Kation Golongan Sisa (V)
Kation-kation Golongan V (Mg
2
, Na

, K

, dan NH
4

) dapat diidentiIikasi satu


persatu tanpa pemisahan pendahuluan. Proses identiIikasinya adalah sebagai berikut :
Pengolahan Filtrat dari Golongan IV
Filtrat dari Golongan IV yang mungkin mengandung garam-garam Mg, Na, K,
dan ammonium diuapkan sampai kering dan dipanaskan sampai semua garam ammonium
telah menguap. Adanya residu menunjukkan adanya satu atau lebih dari logam ini. Olah
residu yang kering dengan menambahkan 4 ml air, aduk, panaskan selama 1 menit kemudian
saring. Residunya diuji terhadap Mg dan Iiltratnya untuk menguji adanya Na dan K.
Jika residu melarut sempurna (atau hampir sempurna) dalam air, encerkan larutan
yang terjadi (jika perlu, setelah disaring) sampai kira-kira 6 ml, dan bagi menjadi tiga bagian
yang kira-kira sama. Bagian yang pertama digunakan untuk menguji Mg dengan larutan
oksina yang telah disiapkan (pastikan Mg dengan memberlakukan uji magneson kepada 3-4
tetes larutan). Sedangkan bagian kedua dan ketiga digunakan terhadap uji Na dan K.
Identifikasi Kation Magnesium (Mg
2+
)
Residu dilarutkan dalam beberapa tetes HCl encer dan tambahkan 2-3 ml air.
Kemudian bagi menjadi dua bagian yang tidak sama.
Bagian yang lebih banyak.
Olah 1 ml larutan oksina 2 dalam asetat 2M dengan 5 ml larutan ammonia 2M. Jika
perlu panaskan untuk melarutkan setiap oksina yang diendapkan. Tambahkan NH
4
Cl kepada
larutan uji, diikuti dengan reagensia oksina amoniakal yang telah dibuat. Kemudian panaskan
sampai mendidih selama 1-2 menit (bau NH
3
harus terbedakan). Adanya endapan kuning
muda menandakan adanya Mg oksinat.
Bagian yang lebih sedikit.
Sekitar 3-4 tetes sampel tambahkan 2 tetes reagensia magneson` diikuti dengan
beberapa tetes NaOH sampai basa. Adanya endapan biru memastikan adanya Mg. Uji ini
bergantung pada adsorpsi reagensia, yang merupakan suatu zat pewarna, diatas Mg(OH)
2

dalam larutan basa maka akan dihasilkan bahan pewarna biru.
Semua logam, kecuali logam-logam alkali tidak boleh ada. Garam ammonium
mengurangi kepekaan uji ini dengan mencegah pengendapan Mg(OH)
2
, dan karenanya harus
dihilangkan terlebih dahulu.
Identifikasi Kation Natrium (Na
+
)
Filtrat bagian pertama digunakan untuk mengidentiIikasi kation Na. Iiltrate
ditambahkan sedikit uranil magnesium asetat, kocok, dan diamkan selama beberapa menit.
Adanya endapan kristalin kuning menandakan Na ada.
Na

Mg
2
3U2 2 9CH
3
COO
-
NaMg(UO
2
)
3
(CH
3
COO)
9

Pengendapan yang paling baik untuk ion-ion natrium adalah pengendapan dengan
uranil magnesium atau zink asetat. Uji nyalanya akan menghasilkan warna kuning kuat yang
bertahan lama (khas). Runutan natrium mungkin terbawa masuk dari reagensia selama
nalisis, maka sangat penting untuk memperhatikan warna kuning kuat yang muncul dan
bertahan lama. Jika warnanya kuning lemah maka boleh diabaikan.
Identifikasi Kation Kalium (K
+
)
Filtrat ditambahkan dengan sedikit larutan natrium heksanitritokobaltat (III) atau
kira-kira 4 mg zat padatnya dan beberapa tetes asam asetat encer. Aduk-aduk, dan jika perlu
diasamkan selama 1-2 menit. Adanya endapan kuning K
3
|Co(NO
2
)
6
| menandakan adanya K.
3K

|Co(NO
2
)
6
|
3-
K
3
|Co(NO
2
)
6
|
Endapan tak larut dalam asam asetat encer. Jika ada natrium dalam jumlah yang
lebih banyak (atau jika reagensia ditambahkan berlebihan) terbentuk suatu garam campuran,
K
2
Na|Co(NO
2
)
6
|. Endapan terbentuk dengan segera dalam larutan-larutan pekat, dan lambat
dalam larutan encer, pengendapan dapat dipercepat dengan pemanasan.
Pastikan dengan uji nyala dan lihat melalui dua lapisan kaca kobalt warna merah
(biasanya tidak tetap (transien)). Sebaiknya kaca kobalt itu diuji dengan garam kalium untuk
memastikan bahwa kaca itu baik kondisinya. Pada beberapa contoh kaca kobalt menyerap
sama sekali garis-garis merah kalium. Oleh karena itu dianjurkan untuk memakai spektroskop
sederhana bila tersedia.