Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

PENDUKUNG PROSES

KOMPRESOR


Dosen Pebimbing : Ir. Tri Hariyadi
Kelompok : 4
Nama Anggota : 1. Fithri B S
2. Fristy Utami
3. Gilang Rifani
Kelas : 3A- TKPB











1URUSAN TEKNIK KIMIA
PRODI TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2010



KOMPRESOR
I. TU1UAN
1. Mengoperasikan kompresor dan memahami cara kerja kompresor
2. Mengetahui komponen-komponen kompresor beserta Iungsinya
3. Menghitung kapasitas kompresor

II.DASAR TEORI
ompresor merupakan alat untuk mengalirkan / memindahkan / transportasi Iluida
seperti udara atau gas yang dihasilkan tekanan yang relatiI besar ( lebih besar dari tekanan
yang dihasilkan oleh blower), yaitu 40-100 psig.
Yang penting yang dihasilkan dari kompresor adalah tekanan (pressure) yang
dihasilkan, sedangkan jumlah udara atau gas yang dialirkan relatiI lebih kecil bila
dibandingkan dengan jumlah udara yang dihasilkan oleh blower.


Gambar 1enis Penyusun Kompresor
Terdapat dua jenis dasar kompresor, diantaranya : positive-displacement and
dinamik. Pada jenis positive-displacement, sejumlah udara atau gas di- trap dalam ruang
kompresi dan volumnya secara mekanik menurun, menyebabkan peningkatan tekanan
tertentu kemudian dialirkan keluar. Pada kecepatan konstan, aliran udara tetap konstan
dengan variasi pada tekanan pengeluaran.
ompresor dinamik memberikan enegi kecepatan untuk aliran udara atau gas yang
kontinyu menggunakan impeller yang berputar pada kecepatan yang sangat tinggi. Energi
kecepatan berubah menjadi energi tekanan karena pengaruh impeller dan volute
pengeluaran atau diffusers. Pada kompresor jenis dinamik sentriIugal, bentuk dari sudu-
sudu impeller menentukan hubungan antara aliran udara dan tekanan (atau head) yang
dibangkitkan.

Gambar 1enis Kompresor
1) Kompresor Positive Displacement
ompresor ini tersedia dalam dua jenis: reciprocating dan putar/ rotary.
2.1.1 Kompresor 7ecip7ocating
Di dalam industri, kompresor reciprocating paling banyak digunakan untuk
mengkompresi baik udara maupun reIrigerant. Prinsip kerjanya seperti pompa sepeda
dengan karakteristik dimana aliran keluar tetap hampir konstan pada kisaran tekanan
pengeluaran tertentu. Juga, kapasitas kompresor proporsional langsung terhadap
kecepatan. eluarannya, seperti denyutan.

Gambar Penampang melintang kompresor 7ecip7ocating
2.1.2 Kompresor Putar/ #ota7
ompresor rotary mempunyai rotor dalam satu tempat dengan piston dan
memberikan pengeluaran kontinyu bebas denyutan. ompresor beroperasi pada
kecepatan tinggi dan umumnya menghasilkan hasil keluaran yang lebih tinggi
dibandingkan kompresor reciprocating. Biaya investasinya rendah, bentuknya
kompak, ringan dan mudah perawatannya, sehingga kompresor ini sangat popular di
industri.

Gambaran kompresor ulir
Jenis dari kompresor putar adalah:
O ompresor lobe (roots blower)
O ompresor ulir (ulir putar helical-lobe, dimana rotor putar jantan dan betina
bergerak berlawanan arah dan menangkap udara sambil mengkompresi dan
bergerak kedepan
O Jenis baling-baling putar/ baling-baling luncur, ring cairan dan jenis gulungan.
ompresor ulir putar menggunakan pendingin air. Jika pendinginan sudah
dilakukan pada bagian dalam kompresor, tidak akan terjadi suhu operasi yang
ekstrim pada bagian-bagian yang bekerja.
2) Kompresor Dinamis

Gambar kompresor sentrifugal

ompresor udara sentriIugal merupakan kompresor dinamis, yang tergantung
pada transIer energi dari impeller berputar ke udara. Rotor melakukan pekerjaan ini
dengan mengubah momen dan tekanan udara. Momen ini dirubah menjadi tekanan
tertentu dengan penurunan udara secara perlahan dalam diIuser statis. ompresor
udara sentriIugal adalah kompresor yang dirancang bebas minyak pelumas. Gir yang
dilumasi minyak pelumas terletak terpisah dari udara dengan pemisah yang
menggunakan sil pada poros dan ventilasi atmosIeris. SentriIugal merupakan
kompresor yang bekerja kontinyu, dengan sedikit bagian yang bergerak; lebih sesuai
digunakan pada volum yang besar dimana dibutuhkan bebas minyak pada udaranya.
Kapasitas kompresor
apasitas kompresor adalah debit penuh aliran gas yang ditekan dan
dialirkan pada kondisi suhu total, tekanan total, dan diatur pada saluran masuk
kompresor. Debit aliran yang sebenarnya, bukan merupakan nilai volum aliran yang
tercantum pada data alat, yang disebut jugapengiriman udara bebas/ free air del ivery
(FAD) yaitu udara pada kondisi atmosIir di lokasi tertentu. FAD tidak sama untuk
setiap lokasi sebab ketinggian, barometer, dan suhu dapatberbeda untuk lokasi dan
waktu yang berbeda.
Penghitungan kapasitas kompresor :
"
P
2
-P
1
P

R
t
x
273
273+



III. ALAT
Peralatan yang digunakan pada praktikum ini diantaranya :
O ompresor
O Stopwatch
IV. ARA KER1A
























kompresor udara yang sedang dlu[l kapaslLasnya mulamula dlplsahkan
darl slsLlm yang ada dengan cara mengoperaslkan kran pemlsah searah/
Lldak dapaL ballk
MoLor penggerak kompresor dlmaLlkan
CaLaL wakLu
enerlma yang dlsambungkan ke kompresor udara lnl dlkosongkan
1ekanan dalam penerlma mulal nalk 1ekanan awal mlsalnya 2
kg/cm2 dlcaLaL
MoLor dlstottet ulang
5topwotcb dlhenLlkan bllamana Lekanan penerlma Lelah nalk ke mlsalnya 9
kg/cm2
V. DATA PENGAMATAN
P
0
1.033 kg/cm
2
.a
Panjang tabung kompresor 135 cm
eliling tabung kompresor 150 cm
Tabel Pengujian Kapasitas Kompresor
Titik 1
ReIensi
kompressor
Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
Isi keluar isi keluar Isi keluar
P
1
5 7,1 5 7,3 5 7,5
P
2
7,1 5 7,3 5 7,5 5
Waktu
(detik)
90,9 50,9 917 50,7 88,6 51,2
Suhu 71,9 77,0 67,1 60,0 62,3 71,2

Titik 2
ReIensi
kompressor
Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
Isi keluar isi keluar Isi keluar
P
1
5 7,5 5 7,5 5 7,5
P
2
7,5 5 7,5 5 7,5 5
Waktu
(detik)
68,9 51,7 88,5 50,6 91,1 51,9
Suhu 54,0 61,2 61,8 75,3 62,5 71,4

Titik 3
ReIensi
kompressor
Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
Isi keluar isi keluar isi keluar
P
1
5 7,4 5 7,4 5 7,5
P
2
7,4 5 7,4 5 7,5 5
Waktu
(detik)
88,9 57,7 70,4 53,9 74,4 71,9
Suhu 69,6 65,5 75,2 81,8 79,9 71,9











Titik 4
ReIensi
kompressor
Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
Isi keluar isi keluar isi keluar
P
1
5 7,5 5 7,3 5 7,5
P
2
7,5 5 7,3 5 7,5 5
Waktu
(detik)
76,5 57,7 75,3 55,3 73,9 57,6
Suhu 75,6 74,5 76,5 54,3 67,9 65,6

Titik 5
ReIensi
kompressor
Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
Isi keluar isi keluar isi keluar
P
1
5 7,5 5 7,5 5 7,5
P
2
7,5 5 7,5 5 7,5 5
Waktu
(detik)
74,7 58,8 45,5 1,49 47,1 1,44
Suhu 54,3 58,7 59,5 52,3 50,5 56,5

Titik 6
ReIensi
kompressor
Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
Isi keluar isi keluar isi keluar
P
1
5 7,5 5 7,5 5 7,5
P
2
7,5 5 7,5 5 7,5 5
Waktu
(detik)
62,9 65,8 57,4 71,1 57,8 69,2
Suhu 45 56,2 46,8 46.2 44.4 49.2











VI.PENGOLAHAN DATA
Panjang tabung kompresor 135 cm
eliling tabung kompresor 150 cm
eliling 2 x a x r
150 2 x
22
7
x r
r 23,864 cm

r 0,23864 m
Volume 2 x a x r
2
x t
2 x
22
7
x (0,23864)
2
x 1,35
0,48325 m
3

Contoh perhitungan kapasitas kompresor
Q
P
2
-P
1
P
0
x
v
R
t
x
273
273+1


7,1-5
1,033
x
0,48325
90.4
x
273
273+67.1

0.00955404 m
3
/detik
















kapasitas kompresor
Titik
ReIensi
kompressor

1 2 3
rata-rata
apasitas
kompresor
Q
(m3/detik)
Isi isi Isi
1
P
1
5 5 5 5
0.00955404




P
2
7.1 7.3 7.5 7.3
P
0


Waktu
(detik)
90.9 91.7 88.6 90.4
Suhu 71.9 67.1 62.3 67.1
2
P
1
5 5 5 5
0.01159483




P
2
7.5 7.5 7.5 7.5
P
0


Waktu
(detik)
68.9 88.5 91.1 82.83333333
Suhu 54 61.8 62.5 59.43333333
3
P
1
5 5 5 5
0.01146684




P
2
7.4 7.4 7.5 7.433333333
P
0


Waktu
(detik)
88.9 70.4 74.4 77.9
Suhu 69.6 75.2 79.9 74.9
4
P
1
5 5 5 5
0.011927




P
2
7.5 7.3 7.5 7.433333333
P
0


Waktu
(detik)
76.5 75.3 73.9 75.23333333
Suhu 75.6 76.5 67.9 73.33333333
5
P
1
5 5 5 5
0.01746766




P
2
7.5 7.5 7.5 7.5
P
0


Waktu
(detik)
74.7 45.5 47.1 55.76666667
Suhu 54.3 59.5 50.5 54.76666667
6
P
1
5 5 5 5
0.01658041




P
2
7.5 7.5 7.5 7.5
P
0


Waktu
(detik)
62.9 57.4 57.8 59.36666667
Suhu 45 46.8 62.3 51.36666667
Rata-rata 0.01309846

VII. PEMBAHASAN
AMA : Fristy Utami
IM : 08414012

ompresor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. ompresor udara
biasanya mengisap udara dari atmosIir. Fungsi kompresor ini adalah untuk meyalurkan udara
tekan ke seluruh bagian yang memerlukan udara tekan sebagai bahan pendukung atau bahan
utama dalam prosesnya.
Pada praktikum ini dilakukan pengukuran terhadap kapasitas kompresor. apasitas
kompresor adalah debit penuh aliran gas yang ditekan dan dialirkan pada kondisi suhu total,
tekanan total, dan diatur pada saluran masuk kompresor. Debit aliran ini bukan merupakan
nilai volum aliran yang tercantum pada data alat, yang disebut juga pengiriman udara bebas/
free air del ivery (FAD) yaitu udara pada kondisi atmosIir di lokasi tertentu. FAD tidak sama
untuk setiap lokasi sebab ketinggian, barometer, dan suhu dapatberbeda untuk lokasi dan
waktu yang berbeda.
Data yang diambil adalah waktu yang dibutuhkan pada waktu pengisian, tekanan
maksimal pada waktu pengisian, dan suhu kemudian pada saat pengeluaran dilakukan juga
pengamatan terhadap waktu, tekanan minimal dan suhu. Pengambilan data dilakukan
sebanyak enam titik (enam kali) dengan selang waktu 10 menit. Pada setiap titik dilakukan
pengambilan data sebanyak tiga kali secara beruntun.
Dari data yang diperoleh kemudian dilakukan perhitungan terhadap kapasitas
kompresor dengan menggunakan persamaan :
"
P
2
-P
1
P

R
t
x
273
273+

Berdasarkan perhitungan maka kapasitas kompresor adalah 0.01309846 m
3
/detik. Waktu
yang dibutuhkan pada saat pengisian ini lebih lama bila dibandungkan dengan waktu yang dibutuhkan
untuk proses pengeluaran, hal ini menunjukan bahwa udara yang digunakan untuk kebutuhan proses
besar.








VIII. KESIMPULAN
1. ompresor adalah alat untuk meyalurkan udara tekan ke seluruh bagian yang
memerlukan udara tekan sebagai bahan pendukung atau bahan utama dalam
prosesnya.
2. apasitas dari kompresor yang dimiliki oleh Jurusan Teknik imia yaitu
sebesar 0,422 m
3
/menit.













DAFTAR PUSTAKA
Anonym.compressor.(online).tersedia :
http//:www.wikipedia.com
job sheet 'uji kompresor dan udara tekan
























LAPORAN PRAKTIKUM PENDUKUNG PROSES
KOMPRESOR


Kelompok 4 :
Fithri B S (08414011)
Fristy Utami (08414012)
Gilang Rifani (08414013)
Kelas : 3A TKPB

1URUSAN TEKNIK KIMIA
PRODI TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2010