Anda di halaman 1dari 3

Pengoptimalisasian peran syiar di mading

Majalah dinding atau yang biasa diakronimkan menjadi mading adalah salah satu jenis media komunikasi massa tulis yang paling sederhana. Disebut majalah dinding karena prinsip dasar majalah terasa dominan di dalamnya, sementara itu penyajiannya biasanya dipampang pada dinding atau yang sejenisnya. Prinsip majalah tercermin lewat penyajiannya, baik yang berwujud tulisan, gambar, atau kombinasi dari keduanya. Dengan prinsip dasar bentuk kolom-kolom, bermacam-macam hasil karya, seperti lukisan, vinyet, teka-teki silang, karikatur, cerita bergambar, dan sejenisnya disusun secara variatif. Semua materi itu disusun secara harmonis sehingga keseluruhan perwajahan mading tampak menarik. Mading seyogyanya di kampus maupun disekolah tebagi dalam kelompok kelompok, pada penggolonganya mading dipegang oleh Akademik, dekanat dan Hima serta Organisasi kemahasiswaan. Selanjutnya adalah bagaimana kita menggunakan mading sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi mengenai acara acara yang kita buat di lingkungan kampus. Akan tetapi, terdapat permasalahan yang mesti kita perhatikan dalam berbagi keilmuan maupun informasi. Pertama pada mading yang dimiliki oleh organisasi Dakwah kampus, pada mading ini yang mesti dilakukan adalah tegaknya aturan jangan menempelkan informasi dalam bentuk apapun diluar kaca, sehingga informasi yang kita berikan ke masyarakat kampus tidak saling tumpang tindih dengan informasi yang dipublikasikan harokat lain. Kedua mading yang dimiliki oleh Hima, merupakan fokus utama ekspansi dalam penyampaian syiar. Karena setiap informasi yang disampaikan oleh Hima akan dibaca oleh mahasiswa dengan jurusan tersebut. Dalam hal ini perlu dilakukan pendekatan dengan orang-orang yang berada di dalam hima tersebut atau Ikhwah lah yang harus berada pada Hima tersebut agar ada kemudahan dalam menjalankan proses syiar islam pada Jurusan tersebut. Ketiga mading akademik, sebaiknya jangan menempelkan informasi dalam bentuk apapun secara illegal pada mading akademik, karena akan memperburuk citra dakwah dimata akademik. Ke empat dalam menyampaikan syiar dalam bentuk pamflet, sebaiknya dibuat dalam ukuran poster, berwarna cerah dan tidak terlalu banyak pernak pernik. Sehingga menarik perhatian pembaca ( sasaran dakwah ) Terbitkan dalam jumlah banyak, jangan menempel pada informasi yang tanggalnya masih tervalidasi, karena terkesan kita tidak memiliki toleransi maupun aturan serta penghormatan kepada Hima maupun Ok lain.

Berikut contoh pamflet dalam acara IBT yang diselenggarakan baru baru ini oleh Lembaga Dakwah Fakultas Saudara kita yang berada di Jambi sebagai usaha menegakkan syiar islam di kampusnya.