SOSIOLOGI HUKUM

Prof. Dr. Tb. Ronny Rahman Nitibaskara Dr. Bambang Widodo Umar

BUKU ACUAN :


     

A.A.G. Peters & Koesriani. 1988. Hukum & Perkembangan Sosisl.I, II, III. Pustaka Sinar Hrapan. Jakarta. Alvin S. Johnson. Sosiologi Hukum. Rineka Cipta. Jakarta. Kelly H. Delos.1979. Deviant Behavior. St. Marti’s Press. New York. Soerjono Soekanto. 1994. Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. PT. Raya Grafindo Persada . Jakarta. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. 2001. Catatan Kriminalitas. Jayabaya University Press. Jakarta. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. 2001. Ketika Kejahatan Berdaulat. Peradaban. Jakarta. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. 2002. Paradoksal Konflik dan Otonomi Daerah. Peradaban. Jakarta. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara, 2006. Tegakan Hukum, Gunakan Hukum, Gramedia. Jakarta.

MODUL BELAJAR
1.Pemahaman Sosiologi Hukum 2.Pendekatan Sosiologi Hukum 3.Hukum & Moralitas 4.Hukum Modern & Rasional 5.Hukum & Keadilan Sosial 6.Hukum Dalam Konteks Perubahan Sosial 7.Teori-teori Sosiologi Hukum 8.Realita Penegakan Hukum 9.Supremasi Hukum

PEMAHAMANNYA :   Interaksi Manusia mengandung tiga unsur. dan makna (meaning). yaitu : Tindakan (act). baik menyangkut falsafah. . Hukum yg dimaksud bukan saja hukum dlm arti tertulis tetapi juga yg tidak tertulis. intelektualitas.ARTI SOSIOLOGI HUKUM  Ilmu pengetahuan ttg interaksi manusia yg berkaitan dg hukum dlm kehidupan bermasyarakat. maupun jiwa yg melatar belakangi penerapan hukum. sesuatu (thing).

BERPERASAAN) YG TERBENTUK DR PERILAKU MANUSIA MENJADI SEJUMLAH ANGGAPAN NORMA UKURAN TTG SEJUMLAH PERILAKU YG DITERIMA & DISEPAKATI SECARA UMUM OLEH MASYARAKAT (VOLKWAYS. PENYESUAIAN (ACCOMODATION). . PENGUASAAN (DOMINATION). CUSTOMS.MASYARAKAT NILAI MENTALITA (AKTIVITAS JIWA. CARA BERFIKIR. PERSAINGAN (COMPETATION). MORES. BENTUK-BENTUK INTERELASI INDIVIDU DLM MASYARAKATAT: KERJASAMA (COOPERATION). PERTENTANGAN (CONFLICT). LAWS).

dipengaruhi olh kepentingan ideal. keberadaan hukum hrs mengabdi kpd kepentingan rakyat utk menekan kaum borjuis (Karl Marx). dan kepentingan kelompok-2 dlm masyarakat shg menjadi struktur sosial (Weber).PERKEMBANGAN HUKUM DI DLM MASYARAKAT    Merupakan himpunan moralitas & wahana utk mencapai cita2 sosial (Durkheim). Masa itu hk dianggap satu-satunya perekat sosial. Masyarakat sll berubah. material. . Hukum sbg alat paksa pemegang kekuasaan.

Mampu menganalisis penerapan hukum di dalam masyarakat. Mengetahui efektifitas berlakunya hukum positif di dalam masyarakat. Mampu mempetakan masalah-masalah sosial dalam kaitan dengan penerapan hukum di masyarakat.MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI HUKUM      Mengetahui dan memahami perkembangan hukum positif (tertulis/tdk tertulis) di dlm ngr/masyarakat. Mampu mengkonstruksikan fenomena hukum yg terjadi di masyarakat. .

PENDEKATAN SOSIOLOGI HUKUM (Malinowski) KOMPONEN Fokus Proses Orientasi Perspektif Kegunaan Tujuan QUID JURIS Peraturan-Peraturan Logika Kepentingan Seragam Praktis Pengendalian QUID FACTI Struktur Sosial Akal budi Moral Bervariasi Alamiah Keseimbangan PENGEMBANGAN HK TDK TERLEPAS DR ASPEK NORMATIF DAN SOSIOLOGIS. DALAM KENYATAAN KEDUA MODEL TSB SALING TERKAIT. SALING MELENGKAPI. DAN SALING KONTRADIKSI DLM APLIKASI .

. Pakar sosiologi cenderung nerorientasi ke “quid facti” (kebenaran empiris). Masyarakat – potensi harmoni – konflik. Kebenaran sosiologi hkm: kesesuaian antara fakta empiris dg teori yg dijadikan ukuran utk melihat kebenaran. Kebenaran : ditentukan olh kekuasaan atau disahkan olh sistem politik. Pakar/ oraktisi hukum cenderung berorientasi ke “quit juris” (kebenaran normatif).    Hukum memiliki jangkuan luas dlm kehidupan.

PERILAKU NORMATIF (Emile Durkheim) ATMOSPHERE Suasana KEWIBAWAAN HUKUM STRUKTUR Pengembangan & Pemeliharaan UNITY Kekompakan FUNGSI/TUGAS LEMBAGA PENEGAK HUKUM KEPATUHAN HUKUM PRESSURE Desakan .

OBYEKTIF PENDEKATAN SOSIOLOGIS SUBYEKTIF PERILAKU KRITIS KREATIF TERPOLA INSTRUMENTAL .

PERILAKU SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) • Mengarahkan • Mengubah • Mengendalikan PERILAKU MASA LALU • Kepaduan (cohesiveness) • Komitmen (commitment) POTENSI MANUSIA • Apa yg jadi motif • Bgm pola perilakunya • Apa ciri individu Ikut serta / tdk sibuk dg kegiatan sendiri .

kehakiman. norma. struktur hukum. & pola perilaku (hk yg tertulis & hk yg berlaku – hidup dalam masyarakat). kepengacaraan). pemasyarakatan. norma-norma & lembaga-lembaga yg menjadi dasar daripada sikap perilaku hamba hukum.  Struktur Hukum meliputi : tatanan daripada elemen lembaga hukum (kerangka organisasi & tingkatan dr lembaga kepolisian. .SISTEM HUKUM (Friedman) Adl seperangkat operasional hukum yg meliputi subsistem hk.  Budaya hukum meliputi : nilai-nilai. & budaya hukum  Substansi hukum meliputi : aturan. kejaksaan.

RAGAM SISTEM HUKUM (Eric L. Common law (Anglo Saxon) : hukum berdasarkan kebiasaan. cammon law. Ricgard)      Civil law (Eropa Kontinental) : hukum berdasarkan kode sipil yg terkodifikasi. dan hukum Islam. Far East law (Timur Jauh) : hukum berdasarkan perpaduan antara civil law. . Islamic Law (Timur Tengah) : hukum berdasarkan Syariah Islam yg bersumber dari Al-Quran & Hadis. Socialist law : hukum yg mendasari kepentingan umum.

FUNGSI HUKUM DI DLM MASYARAKAT
1. SBG SARANA KONTROL SOSIAL. Suatu proses yg dilakukan utk mempengaruhi orang-2 agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yg disepakati bersama. Kontrol sosial dijalankan dg menggerakkan bbrg aktivitas alat ngr utk mempertahankan pola hubungan & kaedah-2 yg ada. 2. Pendekatan Autonomy. Fokusnya adl kajian thd ideologi, prinsip-2, doktrin-2, dik prof hk yg mandiri dkm kaitan manajmen, orgs dll. 3. SBG SARANA REKAYASA SOSIAL. Suatu proses yg dilakukan utk mengubah perilaku masyarakat, bukan utk memecahkan masalah sosial. 4. Pendekatan value free. Fokusnya adl kajian tgd isu-2 ttg keadilan kelas, pola-2 diskriminasi rasial. Hk dlm upy pemecahan mslh sosial spt kemiskinan, kelas pekerja, jender, anak-2, manula & gol yg tertindas.

INTERDEPENDENSI HUKUM
1.
2.

3.

Hukum dg Organisasi. Hukum & keadilan sosial. Hukum & kekuasaan.

INTERDEPENDENSI HUKUM DG ORGANISASI
HUKUM
Input ke dlm organisasi adl input bagi peraturan Out put dari organisasi adl out put bagi peraturan

ORGANISASI

INTERDEPENDENSI HUKUM DG KEADILAN SOSIAL perilaku individu + Tuntutan individu - INDIVIDU kesejahteraan > 0 MASYARAKAT Berbagai inisiatif & kreatif + perilaku organisasi Kontribusi warga masyarakat + INDIVIDU kesejahteraan < 0 MASYARAKAT Berbagai pembatasan sikap perilaku - .

INTERDEPENDENSI HUKUM DG KEKUASAAN HUKUM Intput lemahnya Hukum adl output menguatnya kekuasaan KEKUASAAN Input menguatnya Hukum adl Output melemahnya kekuasaan Kelangsungan hidup individu tergantung daripada kuatnya hukum .

HUKUM DAN MORALITAS (Emile Durkheim) Keteraturan tindakan Masyarakat milieu Kepentingan Kolektif Masyarakat Sui genneris Moralitas Otoritas Keterikatan kelompok Disiplin Ilmu Otonomi .

sederhana Masyarakat segmental KESADARAN KOLEKTIF (Collective Conscience) ORGANIS Masyarakat modern HUKUM REPRESIF HUKUM RESTITUTIF .HUKUM DLM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL SOLIDARITAS SOSIAL MEKANIS Masy.

PERUBAHAN SOSIAL vs NETRALITAS HUKUM ARUS POLITIK GLOBAL TUJUAN HUKUM 1. KEADILAN SOSIAL KEBENARAN KEMANFAATAN SOSIAL PERUBAHAN SOSIAL MASALAH SOSIAL NETRALITAS HUKUM PEMBANGUNAN NAS . 2. 3.

dll . mengelaurkan pendapat dll) Hak atas pembagian waris bagi wanita. sistem peradilan dll) Hak untuk bebas dari kekerasan Hak sipil dan politik lainnya (berkumpul. gender. Perubahan tata-nilai dlm kesenian (musik) Perkawinan sesasama jenis. seperti lapangan kerja. ras. kebangsaaan dst) Hak atas perlakuan sama antara laki-laki dan perempuan (dalam bidang khusus. dan /atau kemampuan melahirkan anak.FENOMENA SOSIOLOGI HUKUM        Hak atas non-diskriminasi (atas dasar jenis kelamin.

perbuatan jahat dg menggunakan activism Kecendrungan hakim mengembangkan atau memperluas pengertian hukum & peraturan konstitusi yg berlaku dgn gunakan interpretsi hukum mnrt pendapatnya Kecendrungan para penegak hukum utk mengarah ke upaya memperluas/mempersempit pengertian peraturan hkm & ketetapan konstitusi diluar kehendak pembuat peraturan hukum & ketetapan tsb . Judicial Law as a tool of crime.HUKUM SBG ALAT KEJAHATAN hukum sbg alatnya sulit dilacak karena diselubungi olh hk dan berada dlm hukum.

ancam hakim  . yg salah guanakn jabatan yg buat org bersalah atau tidak. =>merekayasa alibi.Judicial crime Kejahatan yg dilakukan aparat penegak hukum. pengaruhi polisi dlm buat berita acara. menakuti saksi. jadi langganan para penjahat &penjahat terorganisir. menyuap hakim.  Criminal lawyer.

Extra judicial crime   Lembaga yg terbentuk krn ketidakpuasan masy thdp kinerja penegak hukum Masy tdk percaya integritas moral para penegak hkm krn aparat tlah lakukan salgun wewenang .

Konflik peran . 3.Kepentingan lembaga. BIDANG-BIDANG PERMASALAHAN SOSIAL : 1.MASALAH SOSIAL Secara umum masalah sosial merupakan penyimpangan perilaku individu maupun lembaga di dalam masyarakat yg dirasakan mengganggu.Pros pelembagan. Kegagalan berperan . Folkways Mores Customs Laws → → → → Perangkat peran .Fungsi lembaga. Perilaku peran . 4.Peran lembaga. . berbahaya dan merugikan bagi kepentingan orang banyak atau masyarakat umum. 2.

ketidakberartian. ketiadaan norma. keterpencilan. tanpa kemampuan. disertai perasaan tanpa norma. tanpa arti. tanpa perhatian. tanpa daya. dan tersingkir dlm kehidupan. . ketidakseimbangan diri) Keterasingan diri atas karyanya di dlm masyarakat atau kelompok. keterasingan. merasa rendah diri.ALIENASI (Ketidakberdayaan. terisolasi.

sedangkan cara baru belum ada. dan digunakan sebagai pedoman oleh warga masyarakatnya. berlaku scr konsisten.   . Cara menerapkan nilai lama tidak sesuai dengan perkembangan. Nilai-nilai lama telah ditinggalkan sedangkan nilai baru belum terbentuk.ANOMI  Kondisi masyarakat yang tidak memiliki seperangkat norma dan sistem nilai yang dihayati kebenarannya.

ANOMALI  Anomali adalah proses penyimpangan fungsifungsi lembaga dalam masyarakat yg tdk segera diperbaiki peranannya sehingga menimbulkan kegalauan atau keadaan anomi.  . tidak ada sanksi yg efektif. Bentuknya berupa pelanggaran thd normanorma sosial yg tlh melembaga atau mapan. & tidak melakukan perubahan scr substansial cara utk mengatasi masalah.

kepekaan sosial menghilang. kebanggan hanya pada lambanglambang kesuksesan. materi dan panik  . hingga sikap sosial mengalami dehumanisasi. kemerosotan kebudayaan kr ketidakseimbangan yang terjadi di dalam kehidupan sosial sudah mencapai bentuk yang pasti. dlm konteks mekanisme daya tahan masyarakat (defencemechanisme). mabuk kekuasaan. Bentuknya berupa peningkatan teknik melangsungkan kehidupan atas dasar ketertutupan (exclucivisme).INVOLUSI  Involusi adalah kemunduran. namun tidak berhasil diseimbangkan atau diubah menjadi suatu pola baru. justru terus berkembang hingga menjadi semakin rumit. persepsi sosial menjadi kabur.

POLARISASI  Proses terjadinya dua lapisan dalam masyarakat (lapisan atas dan lapisan bawah) yang menunjukkan perbedaan sikap dan kemampuan dalam merespon ilmu pengetahuan dan teknologi serta hasil-hasil pembangunan sedemikian rupa. kesejahteraan.l adl kesenjangan dlm pendidikan. sehingga tingkat kesejahteraan dan kemampuan kedua lapisan itu jauh berbeda.  . akses dlm berpolitik dll. Bentuk a.

Citra kaku tentang suatu kelompok ras atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut.STEREOTIPE     Kesan (pandangan salah. . prasangka) tentang ciriciri tertentu (khusus) kelompok luar yang telah diterima secara luas oleh masyarakat. Kecenderungan bahwa sesuatu yang dipercayai orang besifat terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap fakta obyektif. tetapi tidak seluruhnya benar. Stereotype mungkin ada benarnya.

stabilitas lokal. shg melahirkan kesenjangan sosial. solidaritas kekeluargaan. Alkoholisme. Narkotika. disiplin. kebaikan dan hukum formal (Penyakit Masyarakat). Pelacuran . disorganisasi sosial. hidup rukun bertetangga. kelambatan kultural (cultur lag). Perjugian. hak milik. moralitas.PATOLOGI SOSIAL  Semua tingkah laku yg bertentangan dg norma kebaikan. Perkembangan tdk seimbang dr macam-2 bag kebudayaan.    Bentuknya : Kemiskinan. hingga disintegrasi sosial. Kejahatan. pola kesedarhanaan. Pelacuran. Inter-dependensi antara disorganisasi sosial dan lingkungan budaya yg buruk merupakan rangsangan bagi orang normal menjadi sakit sosial (sosiopatik).

anggota) terhadap Patron (Pelindung. serta berfikir dan bertindak scr ekonomis.EROSION PATRON-CLIENT BOND Pengikisan hubungan ketergantungan antara Klien (yang dipimpin. . dilindungi. di sisi laian melemahnya nilai ketauladanan dan rasa tanggungjawab) Patron sbg pengaruh dr orientasi materi yg menonjol. Pemimpin) disebabkan oleh menguatnya nilai kesadaran rasional di satu sisi.

anarkhi di masyarakat dalam menghadapi setiap kebijakan yg dianggap tidak selaras dengan pendapat umum  . fungsi-fungsi.KRISIS  Krisis adalah proses melemahnya daya pengikat sosial berupa nilai-nilai. status-status. mekanisme. agresif. perananperanan. cara-cara hidup dalam masyarakat Bentuknya berupa kontradiksi-kontradiksi sikap dan tindakan dlm bentuk arogan. brutal. lembagalembaga.

Konsep kejahatan sering dilihat dr aspek kegarangan tindakan (Feloni = kejahatan serius. Misdemeanor = kejahatan yg kurang serius)   .CRIME  Crime is societal problem not problem (Radcliff Brown). Pelanggaran thd perasaan ttg kasihan dan kejujuran (Garofalo). criminal justice  Tindakan yang bertentangan dg rasa solidaritas kelompok (Thomas).

. 2) pembersihan etnik (genocide. 3) perbudaan dll. memiliki aksi kejahatan yang berkelanjutan.Organized Crime : Suatu tindak kejahatan yg dilakukan oleh sekelompok orang scr sistematis (semacam modus operandi). memiliki keanggotaan tetap. menggunakan peralatan teknologi. Criminal Organization : Suatu organisasi yg didirikan oleh para penjahat utk mengoptimalkan pencapaian tujuan (punya struktur organisasi yg jelas. Crime againts humanity : 1) kejahatan perang. menggunakan akumulasi kekuasaan State Organized Crime : tindakan yg menurut hk ditentukan sbg kejahatan & dilakukan olh pejabat pmrth dlm menunaikan tugas dr negara.

Pasar gelap (black market) barang-2 terlarang spt makanan. transpotasi (kapal curah. baik berasal dr ngr pengeksport yg kondisi alat angkutnya buruk. cargo air transportation. maupun yg tertahan di pelabuhan tujuan. diplomatic bag dll). minuman. container. Penyebaran hama & penyakit mll bahan makanan import kadaluarsa. . memanfaatkan teknologi komunikasi. drug mll pengemasan & peredaran yg tdk konvensional (pembuangan limbah 3B. debt collector).TIPE KEJAHATAN PD MASYARAKAT INDUSTRI    Penyelundupan (smuggling) sbg bentuk kejahatan konvesional yg berdimensi baru.

Pelecehan sex dan child abused. . kejahatan yg bersumber dr tekanan psikologis akibat kerja berat & diburu wakt. money laundry. Cyber crime (kejahatan maya. Kejahatan asuransi. Penggelapan pajak. Penyalahgunaan credit card. pecurian pulsa telp. pemalsuan restitusi pajak.      Pemalsuan merk dagang terkenal & pembajakan hak paten.

Berbagai tujuan terorisme : menarik perhatian dunia. penguasa & rakyat dengan menimbulkan rasa takut.  .  Digunakan olh kelompok yg hanya memperoleh dukungan kecil.TERORISME  Strategi untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kekerasan atau ancaman kekerasan utk memaksa pemerintah. tetapi memiliki keyakinan yang teguh atas kebenaran tujutannya. mendukung revolusi. dan balas dendam. mengacaukan stabilitas pemerintahan.

. penyembunyian informasi. Kegiatan tdk sah tanpa menggunakan kekerasan scr langsung teruama menyangkut penipuan.Akibat yg ditimbulkan meluas. penyesatan.Dilakukan dlm konteks sindikat. .Menguntungkan diri sendiri maupun kelompok. .WHITE COLLOR CRIME     Ciri-2 WCC menurut Laura Snider : . WCC menggugurkan teori yg menyatakan pelaku kriminal adl orang-2 yg berasal dr kelas sosial & ekonomi rendah. Label yg mengandung pesan moral & politik utk kejahatan yg dilakukan olh orang-2 yg memiliki kedudukan sosial tinggi & terhormat dlm pekerjaannya (para pengusaha & eksekutif). . .Dilakukan dlm konteks kewenangan.Berlindung di balik jabatan. penggelapan dan manipulasi.

Akar masalah kejahatan menyangkut Faktor Korelatif Kriminogen. dan peran-peran masyarakat melalui mekanisme yg telah melembaga untuk mewujudkan perasaan aman. shg perasaan aman masyarakat terganggu.   .PENCEGAHAN KEJAHATAN  Perasaan takut thd pelaku kejahatan (karena niat & peluang berbuat jahat longgar). sistem sosial. Pencegahan kejahatan adalah upaya bersama yang dilakukan oleh aparat dan masyarakat umum dalam menjaga kelembagaan sosial.

Mencegah orang menjadi penjahat & menjadi korban kejahatan. . Mengendalikan keadaan dimanfaatkan utk berbuat jahat. penanganan kejahatan pada hulu permasalahan. serta peluang terjadinya kejahatan sejak dini (sejak anak-anak melalui pembinan terhadap kenakalan remaja. agar tidak    Pengenalan metode penanganan kejahatan. Pencegahan = antisipansi sebelum masalah terjadi.

 .JUDICIAL ACTIVISM  Kecenderungan hakim mengembangkan atau memperluas pengertian hukum dan peraturan konstitusi yang berlaku dengan menggunakan interpretasi hukum mnrt pendapatnya. Kecenderungan para penegak hukum untuk mengarah ke upaya memperluas atau mempersempit pengertian peraturan hukum dan ketetapan konstitusi di luar kehendak pembuat peraturan hukum dan ketetapan tersebut.

.JUDICIAL CRIME Kejahatan yang dilakukan olh aparat penegak hukum dlm konteks jabatan dan kekuasaannya untuk menetapkan seseorang atau sekelompok orang salah atau tdk salah dg cara menyimpangkan perkara dari tujuan hukum. dengan menguntungkan diri sendiri & merugikan fihak lain yg berperkara serta merusak tatanan hukum.

menakut-nakuti saksi. Pekerjaan mereka a. hingga mengancam hakim. menyuap aparat gakkum.l : merekayasa alibi. .CRIMINAL LAWYER Aktivitas lawyer yang menjadi langganan para penjahat khususnya penjahat yg terorganisir. mempengaruhi polisi dlm membuat berita acara. mengaburkan peristiwa/ perkara melalui mass media. mengatur pertemuan yb bersifat tersembunyi.

Masyarakat mengganggap tindakannya mrpkn tindakan suci (mahatma) & mrpkn hk positif. Masyarakat melakukan upaya penegakan hukum menurut pandangan & cara-cara mereka sendiri.EXTRA JUDICIAL CRIME     Lembaga yg terbentuk kr ketidakpuasan masyarakat atas kinerja para penegak hukum. Masyarakat tdk mempercayai integritas moral para penegak hukum kr aparat tlah melakukan penyalahgunaan wewenang & memberi perlindungan thd praktek-2 kejahatan. .

Sebagai tanggapan atas rangsangan tertentu atau dipicu olh suatu rangsangan yg sama (peristiwa. Contoh : Kerumunan berubah menjadi penjarahan. tdk terorganisasi. Smelser. Penjarahan di New York – 1977. bersifat temporer (tdk bersifat rutin). 13-15 Mei 1998 di Jakarta. . Perlu disiapkan teknik pengendalian kerumunan. Cenderung tdk terkendali. Light. benda.(Horton & Hunt. Los Angeles – 1992. Keller)  PERILAKU KOLEKTIF     Tindakan yg dilakukan scr bersama olh sejumlah orang. 10 Mei 1963 di Bandung. sangat dimungkinkan merusak dan berlaku kriminal. ide). Kornblum.

PANIK     Kondisi emosional yg diwarnai olh keputus-asaan & ketakutan yg tdk terkendali. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) berkepanjangan. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. hilangkan ketidak pastian dg cara memberi arahan & bangun percaya diri). Peran “kepemimpinan” sangat penting dlm suasana kepanikan (mengorganisasi agr kerjasama. .

Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. dr soal moral hingga soal negara. Dpt merusak nama baik (reputasi). Tercipta manakala terjadi ketegangan sosial. Tdk dpt dibantah scr efektif dg menggunakan penjelasan yg benar. . Disebarkan kr dasarnya orang perlu & suka. lemahkan semangat – digunakan utk propaganda.DESAS-DESUS       Berita yang menyebar secara cepat & tidak berdasarkan fakta (kenyataan). kaburkan tujuan.

atau mereka yg merasa hidup kurang berarti. terarah dan terencana selanjutnya terorganisasi. Reformasi 1998. gerakan revolusioner. gerakan ekspresif.dua dasawarsa mengalami penurunan . Semula bentuk gerakan tidak terorganisasi. pribadi kecewa. gerakan utopia. Gerakan ini setelah satu . penyaluran kegagalan.GERAKAN SOSIAL      Perilaku kolektif yg melakukan kegiatan dg kadar kesinabungan tertentu utk menunjang atau menolak perubahan yg terjadi di masyarakat atau kelompok. gerakan reformasi. KAMI 1966. Awal mula gerakan dilakukan olh suatu kelompok yg merasa tdk puas thd suatu keadaan. Contoh: Gerakan perpindahan.

CIVIL DISOBEDIENCE  Pembangkangan sipil adl penyimpangan hk secara umum dan terbuka karena terdorong oleh kata hati serta pandangan moral. disertai dengan kesediaan menerima sanksi hukum. Aksi tsb merupakan teknik paksaan tanpa paksaan yang menggunakan tuntutan dr sejumlah orang yang rela menderita demi menegakkan suatu pandangan moral.  .

 Pembangkangan sipil disebabkan kr munculnya kasus-2 yang berkaitan dengan adanya perasaan kurang puas atas sistem hukum yang tidak adil.  Aksi ini merupakan tindakan politik yang bukan merupakan tindakan kekerasan dengan tujuan untuk mengubah hukum atau kebijakan pemerintah. Pembangkan sipil diilhami oleh pemikiran bhw keadilan yg berlaku di masyarakat hanya untuk golongan tertentu saja dan kurang memperhatikan golongan yang lain.  .

. Dengan kata lain tuntutannya benar-benar utk kepentingan bangsa dan negara. dan tdk mengarah ke tindakan kekerasan.  Cara ini umumnya berlaku di negara-negara demokrasi di mana para pelaku telah memiliki kesadaran cukup tinggi dlm hidup bernegara. Pembangkangan sipil bisa mencapai tuntutan yang dikehendaki apabila memiliki disiplin diri yg kuat dari para pelaku.

Sasarannya ialah membangkitkan perasaan simpati masyarakat dan mempermalukan partai dominan agar partai dominan mau membuat kelonggaran. Ada masa dan situasi tertentu di mana aksi kekerasan lebih sering berhasil daripada aksi tanpa kekerasan. Social disobidience = Paksaan tanpa kekerasan (nonviolent coercion) sbg teknik perlawanan (non resistance) atau perlawanan pasif (pasif resistance).   .

 Keamanan hak cipta.  Keamanan perjalanan. Anak dan lansia.  Keamanan kesehatan.  Keamanan keluarga & Kediaman.  Keamanan pendidikan. .  Keamanan informasi.  Keamanan hak-hak manusia.  Keamanan harta milik. Jiwa & bencana.HUMAN SECURITY (Keamanan Manusia) MULTI FASET KEAMANAN MANUSIA :  Keamanan kultural & agama.  Keamanan makanan.  Keamanan kerja.  Keamanan perempuan.

 Penyelesaian konflik scr damai. ekonomi & hukum (peradilan)  Keadilan hukum.PENDEKATAN DLM KEAMANAN MANUSIA :  Pengusangan perang.  Ekoteknologi.  Perubahan umur kerja.  Hak manusia dg relativism kultural.  Pengusangan kekerasan.  Pelestarian lingkungan.  Demokratisasi politik. .  Multikulturalisme & multirelijionisme.

senjata api. patroli. . jaga malam.  Pengawalan. harta. pekerjaan.  Pengamanan fisik (pagar. kunci.  Akutansi. mata elektronik.  Praktek dokter. rumah. kendaraan. kecelakaan. usia lanjut. foto kamera).  Detektif swasta.INDUSTRI KEAMANAN :  Asuransi (pendidikan. perjalanan). alarm.

udara.  Kemiskinan mayoritas.  Bencana alam.  Trans-nasitional crime. air.  Perpecahan keluarga.  Hak intelektual.TANTANGAN KEAMANAN MANUSIA MASA DEPAN :  Pangan.  Terorisme.  Radikalisasi agama.  Keseimbangan biomassa. .  Ekologi. tanah.  Kesehatan.  Informasi.

Inovasi kelembagaan (institutional innovation). tawar-menawar secara kolektif    (collective bargaining) Biaya pemerintahan (government budgeting). juga dalam hal penentuan kebijaksanan (codetermination) serta keterlibatan buruh dlm manajemen (worker’s self management) . inflasi.PROBLEM SOSIAL MASA KINI    Upaya mempersenjatai diri dan upaya mengurangi persenjataan (armament and disarment) Masalah Hak Asasi Manusia Alih teknologi. Restrukturisasi sosial (social restructuring)  Keikutsertaan buruh dalam mengelola perusahaan.

KONFIGURASI PROBLEM SOSIAL GRAND THEORY PROBLEM MAKRO STRATEGIS MASALAH KELEMBAGAAN MIDDLE RANCE THEORY PROBLEM MESSO TAKTIS MASALAH ORGANISASI LOWER THEORY PROBLEM MIKRO TEKNIS MASALAH INDIVIDU .

Masalah Messo : . Masalah Mikro : . .Perbankan. .Perlidungan konsumen.Fungsi Lembaga Arbritase. .Peranan lembaga.Kenakalan remaja.Perlindungan wanita.Hak Atas Kekayaan Intelektual. .Sistem Kepolisian Nasional. .   Masalah Makro : .PHK. .Kepailitan Perusahaan.Persaingan Usaha. . .Transaksi Bisnis Nasional – Internasional. . .

Konspirasi Tender Dalam Hukum Persaingan Usaha (tinjauan dari teori konspirasi). Eksistensi Badan Arbritase Nasional Indonesia Dalam Penyelesaian Sengketa (Tijauan dari teori konflik…). Tanggungjawab Kepailitan Perusahaan (Tijauan dari teori differential association)     .7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta (Tinjauan dari teori fungsional).Contoh:  MASALAH-2 SOSIAL YURIDIS Hak Atas Kekayaan Intelektual berdasarkan UU No. Sistem Kepolisian Nasional Indonesia Dalam Kerangka Penegakan Hukum (Tinjauan dari teori konflik…).

 Kontrak Investasi Antara Perusahaan Nasional dengan Investor……(Tinjauan dari teori funsional) Peranan KPK Dalam Mendinamisir CJS Guna Mengoptimalkan Pemberantasan Korusi di Indonesia Tinjauan dari teori fungsional). Koordinasi Kerja Antara Polri dan BC Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Penyelundupan di…(Tinjauan dari teori fungsional). Transfer Dana Secara Elektronik Melalui Kartu Kredit (tinjauan dari teori pertukaran) Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Produk ……(Tinjauan dari teori konflik…)     .

23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan (Tinjauan dari teori kontrol sosial).   . Tindak Pidana Aborsi Ditinjau Dari UU No. PHK Terhadap Karyawan Yang Melanggar Perjanjian Kerja (tinjauan dari teori konflik…).22 Tahun 1991 Tinjauan dari teori kontrol sosial).   Keputusan Hakim Atas Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Anak-anak (Tinjauan dari teori social reality of crime). Perlidungan Hukum Terhadap Wanita Korban Kejahatan Perkosaan Tinjauan dari teori social reality of crime). Penanggulangan Narkotika Di Lingkungan Remaja Berdasarkan UU No.

 Sikap Para Gelandangan Terhadap perilaku Seks (Tinjauan dari teori differential assosiation).K Merton.   . Kiprah Ustad Abu Ba’asir Ditinjau dari teori labeling.    Analisis Terorisme Di Indonesia (Ditinjau dari teori konflik…). Fenomena Inul Daratista Dalam Konteks Pornoaksi Ditinjau dari teori Anomi. Ada Tommy Di Tenabang Ditinjau dari teori funsionalist R. Konflik Ambon Ditinjau dari teori Konflik….

Pemberian Release & Discharge Ditinjau dari Teori Social Reality of Crime.   .   Kejahatan Carding Ditinjau Dari Teori Differential Association. Tawuran Antar Warga Masyarakat Desa Gabus Dan Dese Jatimulyo (Tinjauan dari teori anomi R. Merton).K. Rudy Ramli Dalam Kasus Bank Bali Ditinjau Dari Teori Differential Association. Tindak Pidana Korupsi Yang Melibatkan Akbar Tanjung Ditinjau Dari Teori Labeling.

   Eksistensi Hukum Internasional Pasca Agreasi Amerika Serikat Ke Irak (Tinjauan dari teori konflik). Kelompok Kapak Merah Ditinjau Dari Teori Differential Association. Pegawai Tengah Karier Sebagai Change Leader The Telkom Way 135 Menuju Transformasi Customer Centric Company (Tinjauan dari teori pertukaran). Analisis Kasus Teluk Buyat Ditinjau Dari Teori Konflik.M Soeharto Ditinjau Dari Teori Social Reality Of Crime. KKN H.  .

maka masyarakat memiliki aturan dalam pergaulan hidup. Spenser)   TEORI FUNGSIONAL  Kohesi sosial dalam masyarakat : Di setiap masyarakat senantiasa dijumpai suatu keterkaitan (kohesi). H. . T. Jika dalam pengelompokan membagi nilai dengan norma-norma yang sama. di mana orang-orang mempunyai ikatan erat dalam pengelompokan intermedier. sehingga di dalamnya ada semacam struktur tertentu. Dalam masyarakat seperti itu terdapat pengelompokan intermedier atas lembaga-lembaga kemasyarakatan. Comte. M. sehingga mereka mengindahkan nilai-nilai dan norma pergaulan hidup tersebut.Grand Theory (Durkheim. Weber. Parsons. A.

ras. kekuasaan. Dahrendorf. menakutkan namun syarat bagi suatu perubahan. Slotkin)    Konflik merupakan fenomena yg normal dan natural. Konflik sosial merupakan pertentangan antara dua pihak atau lebih yang menyangkut masalah ekonomi. Konflik dpt menimbulkan keadaan tidak enak. . meresahkan. Coser. Galtung. menegangkan.Grand Theory TEORI KONFLIK (Hobbes. Simmel. Karl Maarx. keyakinan agama.

Teori ini lebih menekankan kepada masalah mengapa orang bereaksi terhadap kejahatan.Lower Theory    Teori-teori Under Control atau teori-teori untuk mengkaji perilaku jahat seperti teori Disorganisasi Sosial. Teori ini secara umum membahas mengapa ada orang melanggar hukum meskipun kebanyakan orang tidak demikian. Teori Over Control yang terdiri dari teori Labeling. Status dan Opportunity seperti teori Status Frustasi. . Teori-teori Kultur. teori Konflik Kelompok dan teori Marxis. teori Kultur Kelas dan teori Opportunity yang menekankan mengapa adanya sebagian kecil orang menentang aturan yang telah ditetapkan masyarakat di mana mereka tinggal. teori Netralisasi dan teori Kontrol Sosial.

kehidupan menjadi seolah-olah tanpa pedoman. sehingga keadaan menjadi galau atau membingungkan. .ANOMI (Emile Durkheim) Anomi adalah keadaan deregulation dalam masyarakat. karena tidak ditaatinya aturan-aturan yang telah mapan (aturan lama ditinggalkan sedangkan aturan baru belum ada). orang sulit manangkap apa yang diharapkan dari orang lain baik untuk bersikap maupun bertindak.

ANOMI   (R. Di sisi lain meskipun masyarakat memiliki sarana yang terbatas tetapi tidak melakukan penyimpangan. Conformity (menyetujui) adalah suatu keadaan di mana warga masyarakat menerima tujuan dan sarana-sarana baru (legitimate mean) yang berkembang di masyarakat karena ada tekanan sosial. mereka melanjutkan pencapaian tujuan hidup dan percaya atas legitimasi sarana-sarana konvensional dengan mana kesusksesan akan dicapai. namun beralih menggunakan sarana baru jika menemui halangan terhadap cara yang digunakan untuk mencapai kesusksesan.MERTON) Innovation (pembaharuan) adalah keadaan di mana tujuan dalam masyrakat diakui dan dipelihara. Masyarakat masih ada yang percaya dengan cara-cara lama untuk mencapai tujuan. akan tetapi tdk terjadi perubahan sarana yang dipergunakan untuk mencapai tujuan.K. .

. namun saranasarana baru tidak kunjung diadakan. Retreatism (penarikan diri) yaitu keadaan di mana warga masyarakat melepaskan tujuan budaya sukses dan saranasarana sah. Warga masyarakat mulai menyesuaikan diri dari menurut cara-cara sendiri. pecandu narkoba hingga puncaknya bunuh diri. Meraka juga menginginkan utk mengubah sistem melalui social disobidien (pembangkangan sosial). berusaha untuk mengganti atau mengubah seluruhnya. Masyarakat meredakan ketegangan dengan menurunkan skala aspirasi sampai pada batas yang bisa mereka capai daripada mengejar tujuan budaya kesuksesan yg hanya ilusi. Rebellion (pemberontakan) yaitu keadaan di mana tujuan dan sarana yang terdapat dalam masyarakat ditolak. misalnya dengan mabok-mabokan. Ritualism (tatacara keagamaan) yaitu keadaan di mana warga   masyarakat yang telah menerima tujuan dan sarana-sarana baru.

. Dalam organisasi hubungan yg asimetris dilestarikan melalui kekuasaan yg memaksa. atau memahami apa yang diharuskan olh pimpinan. Kekuasaan dan otoritas dalam masyarakat sangat tergantung pd hasil perbandingan cost dan reward yg menguntungkan semua pihak. karena setiap pertukaran salalu diikuti oleh pamrih atau balasan. Legitimasi pemimpin dlm masyarakat tdk menjamin para anggota merasa puas thd kepemimpinannya.EXCHANGE THEORY (Peter Blau)      Premis-premisnya : Pertukaran sosial tidak simetris. Perbedaan status dlm masyarakat berakibat adanya perbedaan transaksi dalam pertukaran antar warga. status yg rendah ditentukan olh status yg tinggi. ttp dilandasi olh sistem stratifikasi berdasarkan kekuasaan dan wewenang.

khususnya terhadap tingkah laku remaja. . yakni self report survey. teori ini kurang menganalisis masalah kriminal dan hanya mengarah pada subyek perilaku menyimpang. (2) Munculnya studi tentang criminal justice sebagai suatu ilmu telah mempengaruhi hukum menjadi lebih pragmatis serta berorientasi pada sistem.TEORI KONTROL SOSIAL (Reiss) Lahirnya teori Kontrol Sosial dilatarbelakangi oleh tiga aspek perkembangan dalam masyarakat : (1) Adanya reaksi dari teori labeling dan konflik yang dilandasi tingkah laku kriminal. Sebagaimana acuan. dan (3) Teori Kontrol Sosial dikaitkan dg teknik penelitian.

Harus ada kontrol intemal maupun ekstemal. 3. Proses sosialisasi yang ade quat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuen.      Premis teori Kontrol Sosial : 1. . manusia diberi kendali supaya tidak melakukan pelanggaran.TEORI KONTROL SOSIAL  Menurut Nye. kontrol intemal dan ekstemal harus kuat utk membangun ketaatan terhadap hukum (Nye) (law-abiding). proses sosialisasi yang adequat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuensi. 4. Pendidikan terhadap seseorang untuk melakukan pengekangan keinginan (impulse). Manusia diberikan kaidah-kaidah supaya tidak melakukan pelanggaran. 2 . selain itu. Ketaatan thd hukum (law abiding).

. Umumnya tingkah laku seseorang yang dicap jahat menyebabkan orangnya juga diperlakukan sebagai penjahat.TEORI LABELING (Micholowsky)       Premis-premis teori Labeling sebagai berikut : 1. 4. antar kelompok dan antar individu dan kelompok. 2. Reaksi itu menyebabkan tindakan seseorang dicap sebagai penjahat. 5. 3. Seseorang yang dicap dan diperlakukan sebagai penjahat terjadi dalam proses interaksi. Kejahatan merupakan kualitas dari reaksi masyarakat atas tingkah laku seseorang. di mana interaksi tersebut diartikan sebagai hubungan timbal balik antara individu. Terdapat kecenderungan di mana seseorang atau kelompok yang dicap sebagai penjahat akan menyesuaikan diri dengan cap yang disandangnya.

perilaku seseorang bisa sungguh2 menjadi jahat jika orang itu di cap jahat. di mana timbulnya penyimpangan diakibatkan oleh karena tekanan psikis dari dalam. Becker menekankan dua aspek: (1) Penjelasan tentang mengapa dan bagaimana orang-orang tertentu sampai diberi cap atau label sebagai penjahat. sebagai pola-pola perilaku kejahatan terorganisir dalarn sub-sub kultur atau sistem tingkah laku. dan (2) Pengaruh daripada label itu sebagai konsekuensi penyimpangan tingkah laku. sebagai hasil stres atau tekanan dari keadaan. Edwin Lemert membedakan tiga penyimpangan. (2)Situational deviation.   Teori Labeling Howard S. yaitu: (1) Individual deviation. dan (3) Systematic deviation. .

(2) Predikat kejahatan dilakukan oleh kelompok yang dominan atau kelompok penguasa.  Pada dasarnya teori labeling menggambarkan: (1) Tidak ada satupun perbuatan yang pada dasarnya bersifat kriminal. . (3) Penerapan aturan tentang kejahatan dilakukan untuk kepentingan pihak yang berkuasa. (4) Orang tidak menjadi penjahat karena melanggar hukum. tetapi karena ditetapkan demikian oleh penguasa. dan (5) Pada dasarnya semua orang pernah melakukan kejahatan. Premis tersebut menggambarkan bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang bisa dikatakan jahat apabila tidak terdapat aturan yang dibat oleh penguasa untuk menyatakan bahwa sesuatu tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang diklasifikasikan sebagai kejahatan. sehingga tidak patut jika dibuat kategori orang jahat dan orang tidak jahat.

3. Komunikasi tersebut dapat bersifat lisan atau dengan bahasa tubuh). bukan warisan. surat kabar. Bagian terpenting dalam proses mempelajari perilaku kejahatan terjadi dalam hubungan personal yang intim.    . Secara negatif ini berarti bahwa komunikasi interpersonal seperti melalui bioskop. Perilaku kejahatan dipelajari dalam interaksi dengan orang lain dalam suatu proses komunikasi.DIFFERENTIAL ASSOCIATION THEORY (Edwin H. 2. Perilaku kejahatan adalah perilaku yang dipelajari. secara relatif tidak berperanan penting dalam terjadinya kejahatan). Sutherland) Sembilan premis perilaku jahat : 1.

Ketika perilaku kejahatan dipelajari. kadang seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang secara bersamaan melihat apa yang diatur dalam peraturan hukum sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan dan dipatuhi. maka yang dipelajari termasuk: (a) teknik melakukan kejahatan. 5. Arah dan motif dorongan itu dipelajari melalui definisi-definisi dari peraturan hukum.   4. alasan-alasan pembenar dan sikap-sikap tertentu). 6. Seseorang menjadi delinkuen karena ekses pola-pola pikir yang lebih melihat aturan hukurn sebagai pernberi peluang melakukan kejahatan daripada melihat hukurn sebagai sesuatu yang harus diperhatikan dan dipatuhi) . namun kadang ia dikelilingi orang-orang yang melihat aturan hukurn sebagai sesuatu yang memberikan peluang dilakukannya kejahatan. (b) motif-motif. dorongan-dorongan. Dalam suatu masyarakat.

. 9. Sementara itu perilaku jahat merupakan ekspresi dari kebutuhan nilai umum. Proses mempelajari perilaku jahat diperoleh lewat hubungan dengan pola-pola kejahatan dan mekanisme yang lazim terjadi dalam setiap proses belajar secara urnum. Asosiasi Diferensial bervariasi dalam frekuensi.   7. prioritas serta intensitasnya. durasi. namun tidak dijelaskan bahwa perilaku yang bukan jahatpun merupakan ekspresi dari kebutuhan dan nilai-nilai umum yang sama. 8.

SOCIAL REALITY OF CRIME THEORY
(Richard Quinney)

Premis 1: Definisi ttg tindak kejahatan (perilaku yg melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang terorganisasi secara politik, atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga-warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. Premis 2: Kejahatan adalah gambaran perilaku yang bertentangan dengan kepentingan kelompok masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk kebijakan publik, atau perumusan pelanggaran hukum merupakan perumusan tentang perilaku yang bertentangan dengan kepentingan pihak-pihak yang membuat perumusan.

Premis 3: Definisi tindak kejahatan diterapkan di dalam masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk pelaksanaan dan administrasi hukum pidana. Kepentingan penguasa ikut mencampuri di semua tahap dimana kejahatan itu diciptakan. Premis 4: Pola aksi tindakan melanggar hukum atau tidak tergantung pada faktor : (1) kesempatan dalam masyarakat; (2) pengalaman belajar; (3) identifikasi pada pihak-pihak lain; (4) konsep diri. Premis 5: Pemahaman ttg tindak kejahatan dibentuk dan diserap ke dalam kelompok-kelompok masyarakat lewat sarana komunikasi.

CULTURE CONFLICT THEORY
(Thorsten Sellin)

Premis 1: Bertemunya dua budaya besar. Konflik budaya dapat terjadi apabila ada benturan aturan pada batas daerah budaya yang berdampingan. Pertemuan tersebut mengakibatkan terjadinya kontak budaya diantara mereka baik dalam kaitan agama, orientasi kerja, cara berdagang dan budaya minum-minuman keras, judi dan lain-lain yang dapat mernperlemah budaya kedua belah fihak. Premis 2: Budaya besar menguasai budaya kecil. Konflik budaya dapat juga terjadi bila satu budaya memperluas daerah berlakunya ke budaya lain. Hal ini terjadi biasanya dengan menggunakan undangundang dimana suatu kelompok budaya diperlakukan untuk daerah lain. Premis 3: Anggota dari suatu budaya pindah kebudaya lain. Konflik budaya timbul karena orang-orang yang hidup dalam budaya tertentu pindah ke lain budaya yang berbeda.

SUB-CULTURE THEORY   Teori sub-culture membahas kenakalan remaja serta perkembangan dari berbagai tipe gang anak-anak di AS. konsep anomie Robert K. Teori sub-culture dipengaruhi oleh kondisi intelektual (intelectual heritage) aliran Chicago. Hasil penelitiannya menunjukkan ada kaitan antara hierarki politis dengan kejahatan teroganisir. Merton dan Solomon Kobrin yang melakukan penelitian terhadap hubungan antara gang jalanan dengan orang laki-laki yang berasal dari komunitas kelas bawah (lower class). .

Cohen dalarn bukunya Delinquent Boys (1955) berusaha memecahkan masalah kenakalan remaja dengan meggabungkan teori Disorganivasi Sosial dari Shaw dan McKay.K. . Merton. Cohen menyimpulkan bahwa kondisi tsb menyebabkan terjadinya peningkatan perilaku delinkuen kalangan remaja di daerah kumuh (slum). teori Differential Association Edwin H.Ada dua teori sub-culture   Teori Delinquent Sub-Culture Albert K. Sutherland dengan teori Anomie R. Konklusinya menyebutkan bahwa perilaku delinkuen di kalangan remaja kelas bawah merupakan cermin ketidak puasan warga terhadap norma dan nilai kelompok kelas menengah yang mendominasi kultur Amerika.

Tiga tipe gang kenakalan remaja: (1) Criminal SubSulture. perampasan harta benda. remaja tidak memiliki struktur kesempatan shg banyak melakukan perilaku menyimpang (mabuk-mabukan. Ohlin yang membahas perilaku delinkuen remaja (gang) di Amerika. . Menurut Cloward. penyalahgunaan narkoba. Ciri khas gang ini adl kekerasan. bilamana masyarakat terintegrasi dg baik. Aspek itu berkorelasi dengan organisasi kriminal.Cloward dan Leyod E. dan lain sebagainya). deviasi perilkau remaja itu terjadi karena ada perbedaan kesernpatan yang dimiliki anak-anak untuk mencapai tujuan hidupnya. (2) Retreatist Sub-culture. dan perilaku menyimpang lainnya.   Teori Differential Opportunity (Perbedaan kesempatan) Teori ini dikernukakan oleh Richard A. (3) Conflict Sub-culture. terdapat dalam masyarakat yang tidak terintegrasi sehingga para remaja menunjukkan perilaku bebas. mk gang akan berlaku sebagai kelompok yang belajar dari orang dewasa.

melainkan siapa saja yg merasa sesuai dg tujuan kolektif atau tdk setuju dg sistem yg tdk adil (contoh : demonstrasi buruh) Kekerasan Kolektif Modern – merupakan sarana utk mencapai tujuan politis atau ekonomis dlm masyarakat (contohnya: kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta).TEORI KEKERASAN KOLEKTIF (Tilly)    Kekerasan Kolektif Primitif – pada dasarnya non politis. pelaku dan pendukungnya tdk semata-mata berasal dr st komunitas lokal. Kekerasan Kolektif Reaksioner – merupakan reaksi thd penguasa. ruang lingkupnya terbatas pada st komunitas lokal (contoh : pengeroyokan thd pencopet yg tertangkap tangan). .

TEORI KONSPIRASI (Mathias Brockers)     Mutasi dlm kehidupan tdk saja terjadi atas dsr pertarungan atau persaingan soal keberadaan. Dlm kehidupan A bersepakat dg B tanpa diketahui C utk memperoleh keuntungan adl wajar. kebenaran harus diuji scr berulang-ulang. ttp juga persekutuan & kerjasama yg justru memungkinkan terjadinya evolusi. Konspirasi mengandung bujukan atau rayuan. Jika tidak ada bukti yg difinitif. Kata-kata yg saling terkait membuat hal-hal yg rumit menjadi sederhana. bukan sekedar bernada sama. .

Konspirasi membuat masalah yg rumit menjadi sederhana. kritik dpt dijadikan bukti bagi realitas utk kemajuan.    Kecenderungan melempar tggjwb mslh yg rumit & menyengsarakan merupakan ciri perilaku manusia. . Misteri yg tdk mampu dijelaskan scr logika akan dilarikan kpd “sdh kehendak Tuhan” sbg Sang Pencipta. Syak wasangka adl suatu keraguan. dan menjadi alat ideal utk propaganda.

.

REALITAS HUKUM (Law on books & Law in action) Terjadinya perbedaan karena :    Apakah “pola tingkah laku sosial” tlh mengungkapkan materi hk yg diumuskan dlm peraturan. Apakah keputusan pengadilan sama dg apa yg diharuskan dlm peraturan. Apakah tujuan yg dikehendaki hukum sama dg efek peraturan itu dlm kehidupan masyarakat.L KIMBAL) . * SIKAP AMBIVALEN MERUPAKAN PENGHALANG BAGI TEGAKNYA HUKUM * KEKUASAAN YG TDK BERPARADIGMA HK MERUPAKAN PELUANG TERJADINYA PELANGGARAN HAM (D.

CIVIL LAW (Eropa Kontinental) Peranan ngr dlm pembuatan UU dominan Hk tertulis sbg andalan bagi kepastian hk PERSPEKTIF HUKUM KOMPONEN CAMMON LAW Partisipatif dg mengundangkan seluas-luasnya parmas baik scr individu maupun kelompok CIVIL LAW Sentralistik karena pembuatannya lbh banyak ditentukan olh lbg-2 ngr trtm pemerintah PEMBUATAN ORIENTASI MASYARAKAT FUNGSI Aspiratif. dmn interpretasi sekedar menyangkut hal-2 teknis PELUANG Limitatif karena memuat kttn prinsip scr rinci & ketat shg tdk dpt diinterpretasikan scr sepihak olh pmrth. memenuhi kehendak masyarakat yg dkontestasikan scr demokratis CAMMON LAW (Anglo Saxon) Hk tertulis & konvensi Mendapat tempat yg penting Hakim dpt membuat hk mll Vonis-2 tanpa hrs terikat pd hk tertulis KEADILAN DIUTAMAKAN Positivis instrumen talis dlm arti isinya lbh mencerminkan kehendak atau alt justifikasi atas pro gram yg akan dilakukan pmrth Interpretatif krn hanya memuat mslh-2 pokok utk ditafsirkan dg prtn rendah yg dibuat olh pemrth. kecuali hal-2 teknis .

SALING MELENGKAPI. DAN SALING MEMBERIKAN SUMBANGAN DLM APLIKASI . DALAM KENYATAAN KEDUA MODEL TSB SALING TERKAIT.PENDEKATAN HUKUM (Donald Black) KRITERIA YURISPRUDESIAL SOSIOLOGICAL Fokus Proses Cakupan Perspektif Kegunaan Tujuan Peraturan-Peraturan Logika Universal Partisipan Praktis Pengendalian Struktur Sosial Perilaku Bervariasi Pengamat Alamiah Keseimbangan PENGEMBANGAN HK TDK TERLEPAS DR ASPEK NORMATIF DAN SOSIOLOGIS.

HUKUM * Perwujudan nilai-2 normatif (abstrak) * Instrumen utk pengendalian sosial SOSIOLOGI Memenuhi kebutuhan konkrit (aturan main) dalam kehidupan msyarakat .

kelembagaan sosial. dan dinamika sosial. organisasi formal dan sosial. Pemaksaan itu lebih utk melindungi sistem sosial daripada hukum. kemanfaatanlah yang menjadi ukuran utama. apalagi dlm sistem sosial. .    Hukum memiliki daya mengatur jika scr reltif sdh dipersatukan dlm kelompok-2 sosial. Hukum bersifat memaksa ttp paksaan itu bukanlah merupakan syarat utama. ideologi. Obyek Sosiologi hukum : karakteristik hukum masyarakat.

ALIH-ALIH PELEMBAGAAN HUKUM GOVERNMENT POLITIC (Subyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION FEED BACK RULE MAKING INSTITUTION STATE Rule Occupation NORM (Obyektivasi) SANCTION (Internalisasi) ALL OTHER SOCIETAL ALL PERSONAL FORCE .

paranormal. Gubernur dll).  Mistik (Dewa.FILSAFAT KEBENARAN :  Absolut (kitab suci). dukun dll).  Logika rasional (pemikiran manusia=wisdom).  Otoriter (kekuasaan. ilmuwan). Panglima. kedudukan : Presiden.  Ilmiah (pakar. BENAR Indrawi Fakta sosial Materi/Bentuk Sifat Filsafat mempertentangkan PERUBAHAN apa mengapa bagaimana .