Anda di halaman 1dari 4

Informasi Etiologi

Patogenesis

Gejala Klinis

Penyakit Viral Pada Saluran Pernafasan Newcastle Disease Avian Influenza Avian Paramyxovirus type 1 Berdasarkan virulensinya : Virus dari Famili Orthomixoviridae serotype a. Velogenik Neurotropik ND H5N1 b. Mesogenik c. Lentogenik Ayam yang terinfeksi mempunyai peranan penting dalam penyebaran penyakit dan sebagai sumber infeksi. Pada mulanya virus bereplikasi pada epitel mukosa dari saluran pernafasan bagian atas dan saluran pencernaan; segera setelah infeksi virus menyebar lewat aliran darah ke ginjal dan sumsum tulang yang menyebabkan viremia skunder, ini menyebabkan infeksi pada organ seperti paru-paru, usus, dan system syaraf pusat. Kesulitan bernafas dan sesak nafas timbul akibat penyumbatan pada paru-paru dan kerusakan pada pusat pernafasan di otak. a. Depresi, prostrasi, nafsu makan Gejala klinis dipengaruhi oleh beberapa factor: hilang strain virus, spesies dan umur host, status b. Diare kehijauan/kekuningan imun, adanya infeksi lain, kondisi lingkungan. c. Tortikolis Clinical respiratory sign: Berdasarkan virulensinya : - Ngorok (rales), sneezing i. Velogenik Neurotropik ND - Lacrimasi berlebihan - Serangan pada saluran respirasi - Sinusitis dgn gejala saraf (tortikolis) - Oedema pada kepala dan muka - Tidak disertai diare - Haemoragi subcutans dgn cyanosis pada - Kegagalan produksi telur kulit - Mortalitas mencapai 50 % pd - Drops egg production layer, 90 % pd chick - Anorexia - Morbiditas mencapai 100% - Depression ii. Mesogenik - Dikarakteristikan gejala saraf dan respirasi - Penurunan produksi telur (ShellLess-Egg) iii. Lentogenik - Jarang muncul pada ayam

Infectious Bronchitis Virus dari family Coronaviridae Avian coronavirus Penularan penyakit Infectious Bronchitis dapat melalui kontak langsung antara ayam yang muda dengan ayam yang sakit. Kontak tidak langsung dapat terjadi melalui muntahan dari ayam yang sakit. Infeksi pada ayam yang belum dewasa mengakibatkan penyakit pernafasan ringan, yang dapat mempengaruhi daya hidup dan pertumbuhan jika diperburuk oleh manajemen yang kurang baik dan stress akibat iklim atau serangan mikoplasmosis. Pada ayam dewasa penyakit ini tidak menyebabkan kematian, tetapi pada ayam berumur kurang dari 6 minggu dapat menyebabkan kematian. Clinical manifestation in bird : - Tracheal rales - Gasping - Sneezing - Watery nasal discharge kadang disertai lacrimasi - Facial swelling Pada laying flock: - Penurunan produksi telur - Shell pada telur tampak pucat, soft shell and rough shell - Batas yolk-albumin tidak jelas - Albumin tampak watery

Perubahan Patologis

Diagnosis

Pengobatan dan pencegahan

dewasa - Airsacculitis dan colisepticaemia Gross pathology : - Tampak hemoragi pada lower conjunctiva, focal necrosis pada spleen dan edema pada paratracheal - Airsacculitis penebalan airsac Microscopic pathology : Neural system : - Nonpurulent encephalomyelitis with neuronal degeneration, foci of glial cells, infiltrasi limfosit dan hipertrofi sel endothelial - Lesi pada cerebellum, medulla, midbrain, brain, stem dan spinal cord. Jarang pada cerebrum Respiratory tract : - Cilia may be last within 2 days of infection - Infiltrasi limfosit pada mucosa URT, edema pada mucosa - Edema dan penebalan dinding airsac a. Isolasi dan identifikasi agent b. Serologis test ELISA, HI test c. PCR Dengan vaksinasi ND Biosekuriti

Gross lesion: - Congestion dan haemorrhagic lesi pada kulit, liver, spleen, jantung, ginjal dan paru. - Fowl plague Influenza virus low virulensi : - Lesi pada respiratory tract, sinusitis dengan mucopurulent sampai exudates caseous - Pancreatitis Microscopic pathology: - Degenerasi parenchyma dan nekrosis pada spleen, liver dan ginjal - Brain lesion meliputi foci nekrosis, vascular proliferasi dan perubahan neuronal - Hyperemi, edema dan hemorrhagi serta foci nekrosis pada spleen, liver, lung, kidney, intestine dan pancreas.

Gross lesion: - Airsac tampak keruh atau mengandung exudates caseous - Plague caseous ditemukan di trachea bagian bawah atau bronchi - Material yolk mungkin ditemukan pada cavum abdominal ayam layer (egg peritonitis) Microscopic pathology: - Mucosa tracheal mengalami edematous, loss of cilia - Hyperplasia dan metaplasia epithelial trachea - Infiltrasi lymphosite intestine - Vakuolasi dan nekrosis dari epithelium tubuler

a. Isolasi dan identifikasi agent penyebab b. Serologis test ELISA, HA-HI test c. RT-PCR Dengan vaksinasi AI Pengamanan Biosekuriti

Pengamanan Biosekuriti

Informasi Etiologi Patogenesis

Gejala Klinis

kolibasilosis - Escherichia coli - Gram negative, Basilus, berspora, - Menyeraang semua umur - Kontak langsung & tidak langsung - Bisa masuk kerabang dan selaput telur - Airsaculitis terjadi infeksi sekunder - Diikuti oleh perikarditis dan perihepatitis - Airsakulitis terjadi 5-12 minggu

Penyakit bacterial system pernafasan Infectious coryza - Haemophilus paragalinarum tidak - Gram negative, cocobacili, nonmotil, tidak berspora, anaerob Penularan secara horizontal Terjadi saat pergantian musim Akibat stres Terjadi pada semua umur Masa inkubasi pendek 24-26jam Gejala awal, bersin, adanya eksudat di rongga hidung, dan berbau busuk. Pembengkakaan pial Ngorok Terganggu makan & minumnya Produksi menurun Mengalami diare Morbiditas tinggi, mortalitas rendah Terjadi keradangan kataralis akut pada membrane mukosa kavum nasi & sinus Konjungtivitis kataralis Edema subkutan

CRD

Infeksi Mycoplasma gallisepticum Penularan secara horizontal dan vertical (dari oviduk dan semen ayam yang terinfeksi) Kontak langsung dan tidak langsung Masa inkubasi 6-21 hari Ngorok basah Leleran dari hidung (ekasudat serous yang lengket) Batuk Pada maata aada eksudat yang berbuih Konsumsi pakan menurun Produksi menurun Mortilitas rendah Morbiditas tergantung oleh adanya infeksi campuran dengan penyakit lain Saat pergantian musim / temperature fluktuatif sangat tajam Pembentukan eksudat mucus pada cavum nasalis dan para nasalis, trachea, bronchi dan kantong udara Sinusitis Menghilangnya silia dari dinding saluran pernafasan Penebalan membrane mukosa saluran pernafasan, akibat infiltrasi limfosit makrofag dan hyperplasia glandula mukosa Pada paru terdapat infiltrasi limfosit, makrofag dan sejumlah kecil hetrofil diantara dinding parabronci Sulit karena gejala klinis hamper sama dengan gejala klinis penyakit lainnya Pemaariksaan serologis (RPAT, ELISA, HI)

Perubahan Patologis

Kerusakan jaringan kantong udara Kerusakaan jaringan lain saluran pernafasan

Diagnosis

Berdasarkan perubaahan patologik Didasaarkan atas insolaasi dan

Gejala klinis Perubahan patologik oleh snot(in vivo) inokulasi pada ayam, eksudat

identifikasi Pengobatan dan pencegahan Disesuaikan dengan sifat primer atau sekunder dari bentuk kolibasilosis tersebut Koreksi dari berbagai aspek managemen kandang -

pada ayam Uji serologis Antibiotic Antibakteri Obat kombinasi ( flumekuin maupun kuinolon) Multivitamin

Isolasi dan identifikasi organisme Antibiotik Perbaikan managemen kandang Pengobataan suportif

Informasi Etiologi Patogenesis Gejala Klinis

Perubahan Patologis

Diagnosis

Pengobatan dan pencegahan

Penyakit fungal saluraan pernafasan Asperguilosis - Aspergillus flavus - Aspergillus fumigatus - Menghirup spora dalam jumlah yang banyak - Ditularkan melalui telur - Inkubasi aspergilosis 2-10 hari - Akut: dipsnoe, bernafas melalui mulut dengan leher dijulurkan keatas, frekwensi nafas meningkat, kehilangan nafsu makan, mengantuk. - Kronis: hilang nafsu makan, bernafas dengan mulut, emasiasi, sianosis (kepala dan jengger) daan berlanjut dengan kematian, mortalitas kurang dari 5% Lesi awal: - Nodule kaseus kecil berwarna kekuningan, diameter 1 mm, Terdiri dari eksudat radang dan jaringan jamur - Kadang ditemukan adanya acites dan cairan yang berwarna merah Kasus yang melanjut: - Plak terlihat lebih besar dan meningkat jumlahnya pada kantong udara - Permukaaan kantong udara menebal ditandai dengan pertumbuhan jamur yang berwarna kelabu kehijauan - Lesi paru berwarna kuning kelabu, difus - Riwayat kasus - Lesi yang spesifik terlihat pada ayam terinfeksi - Adanya hifa dengan pemerikasaan mikroskopik Isolasi dan identifikasi jamur - Pemberian fungistat bersama pakan - Litter disemprot disinfektan yang mengandung minyak - Pengamanan biologis yang tepat, pelaksanaan managemen yang optimal, Menjagaa kualitas litter dan pakan

kandidiasis Candida albicans Menular melalui pakan, air minum, dan lingkungan yang tercemar candida Gangguan pertumbuhan Pucat Bulu berdiri Ayam petelur Seperti obesitas tetapi anemic Kotoran berwarna putih di sekitar kloaka

Akut: - Lesi ditemukan pada tembolok - Tembolok menebal, berlipat dan keruh Kronis: - Daerah yang menonjol dan berwarna putih disertai ulcer yang berbentuk sirkuler pada mukosa tembolok - Ditemukannya spora dan hifa didaerah esophagus dan proventrikulus Perubahan patologis Isolasi dan identifikasi jamur Pemerikasaan preparat apus mukosa tembolok Pemberian nistatin dapat mencegah kandidiasis Pemberian CuSO4 Perbaikan manageman Dilakukan isolasi pada ayam yang terinfeksi