Anda di halaman 1dari 34

ASMA BRONKIAL

ALIZA RAMADHANI PUTRIANA 110.2005.013

IDENTITAS PASIEN

Nama Jenis Kelamin Umur Alamat Pekerjaan Agama Status Perkawinan Tgl. Masuk Tgl. Keluar

: Ny. N : Perempuan : 43 Tahun : Ujungsemi : Ibu rumah tangga : Islam : Menikah : 30-11-2011 : 2-12-2011

ANAMNESIS

Keluhan Utama Sesak nafas. Keluhan Tambahan Batuk berdahak.

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang dengan keluhan sesak nafas. Pasien mulai merasakan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu dan memberat sejak 2 hari yang lalu sebelum masuk rumah sakit, kesadaran pasien terganggu, sulit berbicara, sesak nafas dirasakan pasien setelah pasien membersihkan ruangan berdebu, pasien juga sedang batuk pilek. Pasien mengeluh batuk berdahak sejak 7 hari yang lalu sebelum masuk rumah sakit.

Pasien mengeluh malam hari sering terbangun karena sesak dan bersin-bersin di pagi hari. Pasien lebih suka duduk saat sesak. Bicara tersengal-sengal. Pasien sesak nafas sudah 2x dalam seminggu ini. Terdapat bunyi mengi saat sesak nafas. Nafsu makan pasien dirasa menurun.

Riwayat Penyakit Dahulu Pasien pernah menderita Alergi berupa ruam ruam kemerahan di kulit. Riwayat Diabetes Mellitus tidak ada. Riwayat Hipertensi tidak ada. Riwayat Asma ada.

Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat Diabetes Mellitus tidak ada. Riwayat Hipertensi dari Ibu. Riwayat Asma dan Alergi dari Ayah.

Riwayat Pengobatan
Pasien menggunakan obat neo napacin apabila sudah dirasa sesak nafas.

STATUS GENERALIS
Kesadaran Keadaan umum Tensi Nadi Suhu Pernafasan Icterus Oedema Cyanotik Anemia Ptechia Turgor kulit

: Compos mentis : Tampak sesak : 130/80 mmHg : 104 x/menit : 36,5 0C : 32 x/menit : -/: -/: -/: -/:: Baik

PEMERIKSAAN FISIK

Kepala : Sklera tidak ikterik Konjungtiva tidak anemis Leher : Trakea berada di tengah-tengah Tidak ada pembesaran KGB Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid

Thorax : Jantung : BJ 1 dan 2 reguler, murmur -, gallop


Paru-paru: Vesikuler +|+, Wheezing +|+, Ronki -|-

Abdomen : I : Perut datar P : Tidak terdapat nyeri tekan, tidak ada pembesaran organ, tidak teraba massa P: Timpani seluruh lapang abdomen A: Bising usus (+) normal Extremitas : Tidak terdapat udema Akral hangat

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Laboratorium Darah Rutin Tgl (30 - 11 - 2011) Hemoglobin : 13,9 17,0 Leukosit : 15,6 103/l Limfosit : 3,2 103/l Monosit : 6,4 103/l Granulosit : 6,0 103/l Hematokrit : 44,4 % MCV : 86,7 m3 MCH : 27,1 pg MCHC : 31,3 g/dl Trombosit : 362 103/l KGDS : 102 mg/dl

g/dl

11,0

4,0 10,0 1,0 5,0 0,1 1,0 2,0 8,0 35,0 55,0 80,0 100,0 26,0 34,0 31,0 35,5 150 - 500 70 - 150

Rontgen Thorax (30 - 11 - 2011) Kesan: Tidak Tampak TB Paru Aktif Tidak Tampak Pembesaran Jantung

RESUME

Pasien 43 tahun datang dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu dan memberat sejak 2 hari yang lalu, bersin-bersin pada pagi hari, batuk berdahak, sesak pada malam hari. Pada auskultasi paru terdengar wheezing pada kedua lapang paru.

DIAGNOSIS

Serangan Berat pada Asma bronkial persisten sedang

DIAGNOSA BANDING

PPOK Bronkitis Kronik Emfisema Paru Gagal jantung kiri akut Emboli Paru

PENATALAKSANAAN

NS 20 tetes/menit Cefotaxim 3x1 gr IV Ranitidin 3x1 gr IV Dexametason 3x1 gr IV Aminofilin 3x1 gram drip Nebulizer Combivent 3x1 gr + Bisolvon 1 cc

PROGNOSIS

Ad vitam Ad functionam

: ad bonam : ad bonam

FOLLOW UP

Tanggal 30 11 - 2011 - Anamnesa : Sesak di malam hari (+) Batuk (+) Bersin-Bersin (+) Nafsu makan (-) - Tanda Vital : Kesadaran : CM Tensi : 130/80 mmHg Nadi : 88 x/menit Suhu : 36,60 C Pernafasan : 28 x/menit

-Penatalaksanaan NS 20 tetes/menit Cefotaxim 3x1 gr IV Ranitidin 3x1 gr IV Dexametason 3x1 gr IV Aminofilin 3x1 gram drip Nebulizer Combivent 3x1 gr + Bisolvon 1 cc

Tanggal 1- 12 - 20101 - Anamnesa : Sesak Berkurang Batuk (+) Bersin-Bersin (+) Nafsu makan (+) - Tanda Vital : Kesadaran : CM Tensi : 120/80 mmHg Nadi : 84 x/menit Suhu : 36,40 C Pernafasan : 20 x/menit

- Penatalaksanaan NS 20 tetes/menit Cefotaxim 3x1 gr IV Ranitidin 3x1 gr IV Dexametason 3x1 gr IV Aminofilin 3x1 gram drip

PEMBAHASAN

Definisi Suatu kelainan berupa inflamasi (peradangan) kronik saluran napas yang menyebabkan hipereaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan alergen yang ditandai dengan gejala episodik berulang berupa mengi, batuk, sesak napas dan rasa berat di dada terutama pada malam dan atau dini hari yang umumnya bersifat reversibel baik dengan atau tanpa pengobatan. Asma bersifat fluktuatif (hilang timbul) artinya dapat tenang tanpa gejala tidak mengganggu aktifitas tetapi dapat eksaserbasi dengan gejala ringan sampai

Patofisiologi

Faktor Resiko
1. Faktor genetik a. Hipereaktivitas b. Atopi/alergi bronkus c. Faktor yang memodifikasi penyakit genetik d. Jenis kelamin e. Ras/etnik 2. Faktor lingkungan a. Alergen di dalam ruangan (tungau, debu rumah, kucing, alternaria/jamur dll) b. Alergen diluar ruangan (alternaria, tepung sari) c. Makanan (bahan penyedap, pengawet, pewarna makanan, kacang, makanan laut, susu sapi, telur)

d. Obat-obatan tertentu (misalnya golongan aspirin, NSAID, bloker dll) e. Bahan yang mengiritasi (misalnya parfum, household spray, dan lain-lain) f. Ekspresi emosi berlebih g. Asap rokok dari perokok aktif dan pasif h. Polusi udara di luar dan di dalam ruangan i. Exercise induced asthma, mereka yang kambuh asmanya ketika melakukan aktifitas tertentu

Klasifikasi

RINGAN AKTIVITAS Dapat berjalan Dapat Berbaring

SEDANG Jalan Terbatas Lebih suka duduk

BERAT Sukar berjalan Duduk membungkuk ke depan Kata demi kata Biasanya terganggu Sering > 30x/menit

BICARA KESADARAN FREKUENSI NAFAS

Beberapa kalimat Mungkin terganggu Meningkat

Kalimat terbatas Biasanya terganggu Meningkat

RETRAKSI OTOT BANTU NAFAS


MENGI FREKUENSI NADI

Umumnya tidak ada


Lemah sampai sedang < 100

Kadang kala ada

Ada

Keras 100 - 120

Keras > 120

PaCO2
SaO2

< 45 mmHg
> 95 %

< 45 mmHg
91 95 %

< 45 mmHg
< 90 %

Derajat Asma

Gejala

Gejala Malam

Fungsi Paru

Intermiten Mingguan

Gejala < < 2 kali sebulan 1x/minggu Tanpa gejala di luar serangan Serangan singkat Fungsi paru asimtomatik dan normal di luar serangan. Gejala > 1x/minggu tapi < 1x/hari Serangan dapat mengganggu aktivitas dan tidur. > 2 kali seminggu

VEP1 atau APE > 80%

Persisten Ringan Mingguan

VEP1 atau APE > 80% normal

Derajat Asma

Gejala

Gejala Malam

Fungsi Paru

Persisten Sedang Harian

Gejala harian > sekali Menggunakan seminggu obat setiap hari Serangan mengganggu aktivitas dan tidur Serangan 2x/minggu, bisa berhari hari Gejala terus Sering menerus Aktivitas fisik terbatas Sering serangan

VEP1 atau APE > 60% tetapi < 80% normal

Persisten Berat Kontinue

VEP1 atau APE < 80% normal

Pemeriksaan Penunjang - Spirometri - Uji Provokasi Bronkus - Pemeriksaan Sputum - Pemeriksaan eosinofil total - Uji kulit - Pemeriksaan kadar IgE Total dan IgE spesifik dalam sputum - Foto rontgen thoraks - Analisa Gas Darah

Penatalaksanaan

Tahap

Obat Pencegah Harian

Pilihan Lain

Asma intermiten
Asma persisten ringan Asma persisten sedang

Tidak diperlukan
- Kortikosteroid hirup (500 mikrogram BDP) - Kortikosteroid hirup (2001000 mikrogram BDP) + LABA -Teofilin lepas lambat - Kromolin - Anti leukotrin - Kortikosteroid hirup (500-1000 mikrogram BDP) + Teofilin lepas lambat - Kortikosteroid hirup (500-1000 mikrogram BDP) + oral LABA - Kortikosteroid hirup dosis lebih tinggi (> 1000 mikrogram BDP)

Asma persisten berat

-Kortikosteroid inhalasi (> 1000 mikrogram BDP) + LABA - Teofilin lepas lambat - Anti leukotrien - LABA oral - Kortikosteroid oral

Tatalaksana Non Farmakologi Edukasi yang diberikan mencakup : Kapan pasien berobat/ mencari pertolongan Mengenali gejala serangan asma secara dini Mengetahui obat-obat pelega dan pengontrol serta cara dan waktu penggunaannya Mengenali dan menghindari faktor pencetus Kontrol teratur

Komplikasi - Pneumothorax - Pneumomediastinum dan emfisema subkutis - Ateletaksis - Aspergilosis bronkopulmoner alergik - Gagal nafas - Bronkitis - Fraktur Iga

DAFTAR PUSTAKA
1. Cochrane GM. Management of adult asthma, 3rd ed. London: Chapman Hall Medical.1992. Page 506 510. 2. Erhabor GE. Management of acute severe asthma. Medic Digest.1995. Chapter XIII Page 5 10. 3. Hadiarto M. Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma.Jakarta. Bagian Pulmonologi FKUI, 1982. 4. Price Sylvia A, Wilson Lorraine M. Patofisiologi konsep klinis proses-prose penyakit, ed 4. Jakarta: EGC. 1995. Hal 784 785. 5. Setiawati Arini. Farmakologi dan Terapi, Edisi 4. Jakarta : Bagian Farmakologi Universitas Indonesia. 1995. Hal 57 71. 6. Sudoyo Aru, Satiyohadi Bambang, Idrus Alwi, Simadibrata Macellus, Setiati Siti. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2007. Hal 245 250.