Anda di halaman 1dari 1

Setiap yang hidup memiliki nyawa.

Dalam hal ini, saya tidak ingin membahas nyawa, ruh, sukma dan lain-lain dengan dalam. Tetapi hanya ingin mengingatkan mengenai apa yang harusnya kita percayai dan tidak percayai. Dalam konsep kedokteran modern lebih mengunggulkan rasionalitas yang input-nya dari pancaindra fisik. Bahkan tidak sedikit yang membuang atau mengacuhkan hal-hal yang bersifat nonfisik. Kita juga sering disuruh untuk melarang seseorang berobat ke orang-orang pinter. Seperti dokter, sebagian dari mereka juga ada yang penipu. Diawal, saya ingin meyakinkan dan membuat sebuah persetujuan bahwa kita sama-sama percaya (mengetahui, melihat, atau meyakini secara hakiki) bahwa ada daya hidup yang menjadi perantara dari penggerak benda-benda lahiriah. Jika njenengan setuju, kita lanjut. Bila tidak, jangan dilanjutkan. Ruh-ruh itu ditiupkan kepada makhluk lalu bergelar makhluk hidup. Tiap-tiap sel manusia, bakteri, atau bentuk sel yang lain juga memiliki daya hidup. Kemampuan untuk bertahan hidup. Dalam patologi, kita mengenal berbagai macam penyebab penyakit. Bila kita simpulkan premispremis dari kalimat sebelumnya, maka penyakit adalah sebuah kehidupan (cara hidup atau bentuk hidup) yang tidak diinginkan oleh manusia dan hakikatnya, kehidupan digerakkan oleh sesuatu yang bersifat batiniyah atau nonfisik. Pengobatan kedokteran modern sangat memanja benda-benda yang dapat dirasakan oleh indra-indra kita dan ternalar oleh akal kita. Proses dari sakit ke sehat kembali, dipengaruhi oleh benda-benda terlihat. Padahal, penggerak inti dari sebuah kehidupan penyakit adalah nyawa dari penyebab penyakit. Contohnya kanker (bukan kantong kering ^_^) disebabkan oleh sel-sel yang tumbuh liar. Kalau dokter modern, sel kanker akan dibunuh dengan berbagai macam reaksi kimia. Melalui proses badaniah yang pasti memiliki efek tidak sedikit kepada sel sehat lainnya. Itupun tidak sedikit yang masih belum mati. Kenapa? Karena tidak mencabut nyawa dari sel kanker tersebut. Ibarat manusia yang dilukai fisiknya. Kemungkinan mati dari sel tersebut menjadi kecil. Sangat kecil. Orang-orang pinter mengobati dengan cara yang berbeda. Beliau-beliau mengobati dengan menyentuh nyawa dari penyebab penyakit. Mereka termasuk sedikit orang-orang yang diberi pengetahuan tentang ruh. Akibatnya? penyakit tidak memiliki daya hidup lagi dan hilang dengan sendirinya. Seseorang akan sembuh tanpa efek samping yang bersifat fisik. Ini semua hanya perbedaan metode. Satunya terlihat dan satunya lagi tidak terlihat. Dan, Yang Hakiki tidak terlihat oleh pancaindra fisik1 manusia. Masih saling menyalahkan atau merendahkan? ^_^

Ada panca indra fisik dan panca indra batin