P. 1
Analisis Anggaran an Dan Belanja Daerah

Analisis Anggaran an Dan Belanja Daerah

|Views: 181|Likes:
Dipublikasikan oleh Kurnilla Harnes Sofiany

More info:

Published by: Kurnilla Harnes Sofiany on Mar 27, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2012

pdf

text

original

ANALISIS ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT (TAHUN ANGGARAN 2005-2010) PENDAHULUAN

Perekonomian Sumatera Barat secara bertahap mulai bergerak positif setelah mengalami tekanan akibat dampak gempa tanggal 30 September 2009. Dampak gempa terhadap ekonomi Sumatera Barat terlihat pada triwulan IV-2009, dengan pertumbuhan yang hanya mencapai 0,90% (yoy). Namun demikian pertumbuhan ini relatif lebih baik dibandingkan perhitungan sebelumnya yang diperkirakan akan terjadi kontraksi 0,14%. Secara keseluruhan, pada tahun 2009 ekonomi Sumatera Barat tumbuh sebesar 4,16% (yoy), lebih baik dibandingkan perkiraan semula sebesar 3,92% (yoy). Pada triwulan I-2010 perekonomian Sumatera Barat diperkirakan tumbuh sebesar 3,56% (yoy). Baiknya kinerja permintaan eksternal menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan I-2010. Pasca gempa secara umum ekonomi Sumatera Barat banyak terbantu oleh perkembangan permintaan eksternal, sehingga mampu mendorong ekonomi tetap tumbuh positif di tengah permintaan domestik yang masih lemah. Pemulihan ekonomi global yang terus berlanjut diikuti oleh permintaan ekonomi dunia yang kembali meningkat. Kondisi ini disertai dengan pergerakan harga komoditas internasional seperti CPO dan karet yang terus menanjak. Hal ini memberikan dampak positif bagi kinerja ekspor Sumatera Barat dengan CPO dan karet sebagai komoditi unggulannya. Pada triwulan IV-2009 ekspor Sumatera Barat tumbuh 11,91%, dan diperkirakan akan semakin melesat pada triwulan I-2010 dengan tumbuh lebih dari 23%. Akselerasi pertumbuhan ekspor ini cukup mengkompensasi pertumbuhan ekonomi domestik baik dari konsumsi dan investasi yang diperkirakan masih tumbuh relatif terbatas.

Tercatat sebanyak 419 orang telah diberangkatkan selama periode Jan-Mar 2010. Setelah sempat sedikit menurun di triwulan IV 2009. Namun demikian. kelompok makanan jadi hampir selalu menjadi kelompok barang dan jasa yang mengalami inflasi tertinggi. meningkatnya jumlah pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumbar cukup memberi angin segar pada kondisi ketenagakerjaan Sumatera Barat pada umumnya. kondisi kesejahteraan petani yang direfleksikan melalui Nilai Tukar Petani (NTP) terus menunjukkan trend yang meningkat. Dari jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia. dan Tembakau.Inflasi tahunan tertinggi masih di dominasi oleh Kelompok Makanan Jadi. Tercatat inflasi rata-rata kelompok makanan jadi di tahun 2009 sebesar 8.84% (yoy). Kondisi ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat Sumbar pasca gempa.50% seiring dengan pemulihan kondisi ekonomi pasca gempa. Penerimaan pajak baik pajak pusat maupun pajak daerah mengalami peningkatan. Membaiknya kondisi perekonomian pasca krisis dan pasca gempa meningkatkan penerimaan pemerintah. Tingkat konsumsi diperkirakan kembali bergairah. Pada triwulan II-2010 ekonomi Sumatera Barat diperkirakan semakin membaik dengan tumbuh pada kisaran 3.50±0. Sepanjang tahun 2009.06% (yoy). inflasi makanan jadi pada triwulan I 2010 kembali meningkat menjadi sebesar 7. membaiknya APBD.813 pencari kerja yang ada. Sementara itu. hingga bulan Maret 2010 tercatat hanya ada sebanyak 77 lowongan untuk 100. Minuman. Tingginya inflasi pada kelompok makanan jadi disebabkan oleh tingginya inflasi subkelompok tembakau dan minuman beralkohol akibat adanya kenaikan tarif cukai rokok di awal tahun 2010. Pergerakan indikator Indeks Keyakinan realisasi pendapatan tersebut belum diikuti oleh optimalisasi realisasi belanja baik realisasi belanja APBN maupun belanja . Namun demikian. mulai membaik. Rokok.

908.868.446.187.73% tahun 2005 menjadi 6.340.90 9.34 11.350. APBD PERTUMBUH AN EKONOMI (%) 5.970. Pengangguran & Kemiskinan TAHU N 2005 2006 2007 2008 2009 931.51 11.992.372.576 . Pada akhir Juni 2010 dilaksanakan 14 Pilkada secara serentak di Sumatera Barat.7 17. Selain itu.37 4.14 6.8 60.627.16 KEMISKINAN (%) 10.04 Secara umum tingkat pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.80 9.270. Hai ini berdampak kepada capaian penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Sumatera Barat.103.04 7.46 2.14 1.82 1. mengalami kenaikan dari tahun 2005 sampai dengan 2008 dari laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5. Beberapa faktor yang diperkirakan dapat turut mendongkrak konsumsi terkait dengan dilaksanakannya Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.6 41.73 6.31 8.206. Pergerakan positif juga diikuti oleh Indeks Penghasilan Saat Ini. PERTUMBUHAN PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN Realisasi Pertumbuhan Ekonomi.37% pada tahun 2008.500. masuknya liburan sekolah pada pertengahan tahun 2010 diperkirakan dapat semakin memperbaiki kinerja konsumsi rumah tangga.54 PENGANGGUR AN (%) 13.90 berdasarkan data di atas.87 10.0 78.Konsumen (IKK) memasuki awal triwulan II-2010 mulai memasuki area positif dengan menanjak di atas angka 100.34 6. INDIKATOR PEMBANGUNAN BIDANG EKONOMI 1. PERTUMBUHAN EKONOMI. A.89 12. .21 1.

gas dan air bersih sebesar 0. sektor industri pengolahan 2.22 triliun pada tahun 2010. sektor perdagangan 3. Sumatera Barat dan sebagian besar Kabupaten/Kota yang berada dipesisir pantai barat Sumatera mengalami bencana Gempa Bumi sehingga mengakibatkan tingkat kemiskinan di Sumatera Barat hanya dapat diturunkan 0. Bila dilihat berdasarkan harga berlaku.85 persen. serta sektor listrik. 76. hal ini dikarenakan pada tanggal 30 September 2009.75 triliun pada tahun 2009 menjadi Rp.3%. diikuti oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 1. Selama mencapai tahun 2010.Sampai dengan tahun 2008 telah terjadi penurunan kemiskinan sebesar 1.35 persen. gas dan air bersih 2.54% dan penurunan tingkat pengangguran sebesar 0.17 persen.89% menjadi 9.26% menjadi 9. sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 0.93 persen dibanding tahun 2009.43 persen. yaitu dari Rp. sektor keuangan.51 persen.03 persen. Perekonomian Sumatera Barat pada tahun 2010 mengalami pertumbuhan sebesar 5.09% dari 10. .8% dan penurunan jumlah penganguran sebesar 5. Namun pada tahun 2009.86 triliun rupiah. laju pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat mengalami penurunan secara signifikan sebesar 2. diikuti pengangkutan telekomunikasi 9.68 triliun dan Rp. PDRB tahun 2010 naik sebesar Rp.48 persen.73 persen. Sedangkan sumber pertumbuhan terkecil terdapat pada sektor listrik. Sumber pertumbuhan terbesar terjadi pada sektor jasa-jasa sebesar 1. 87.66 persen.49 triliun.21 %. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor konstruksi yang 13.75 persen. sektor pertambangan dan penggalian 5. 36. real estat dan jasa perusahaan 5. sektor jasa-jasa 9. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan pada tahun 2010 mencapai 38. 36. sedangkan pada tahun 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp.80 persen. semua oleh sektor sektor ekonomi pengalami dan pertumbuhan.14%. 10.33 persen.91 persen. sektor pertanian 3.18 triliun.

Tiga sektor utama yaitu sektor pertanian. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 ini banyak digerakan oleh beberapa komponen PDRB yaitu konsumsi pemerintah tumbuh sekitar 15. 9.860 Tabel di atas menunjukkan. Nilai PDRB sampai 2010 terus mengalami kenaikan dan dari tahun 2005 kenaikan PDRB mencapai Rp. sektor perdagangan-hotelrestoran dan sektor jasa-jasa mempunyai peranan masing-masing sebesar 17. Tingginya komponen . jasa-jasa. Sektor pertanian memberi kontribusi sebesar 23.74 persen dan 16.008 36. lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya sebesar 4. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada tahun 2010 mulai menunjukan arah pemulihan ditandai dengan tumbuhnya ekonomi sebesar 5.56 persen.465 38.84 persen.912 35.28 persen.62 persen pada tahun 2010. pengangkutan dan komunikasi. komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh sekitar 11. PERTUMBUHAN PDRB Nilai PDRB Sumatera Barat Periode 2005-2010 atas Dasar Harga Konstan Tahu n 2005 2006 2007 2008 2009 2010* *Angka Sementara PDRB (Rp Milyar) 29. Kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian disusul oleh sektor perdagangan.950 32.159 30. hotel dan restoran. Distribusi PDRB menurut sektor ekonomi atau lapangan usaha atas dasar harga berlaku menunjukkan peranan dan perubahan struktur ekonomi dari tahun ke tahun.93 persen.53 persen.27 persen dan komponen ekspor tumbuh sekitar 16.701 M.06 persen. industri pengolahan.2. sektor perdagangan-hotel-restoran dan sektor jasa-jasa mempunyai peranan sebesar 57.

994.527.30 23.9 0 Sumber : BPS.95 29.814.06 ribu. Sementara itu konsumsi pemerintah jauh meningkat dibandingkan pada tahun 2009 karena realisasi belanja yang jauh lebih tinggi. Sumatera Barat Dalam Angka.32 20.917.680.545. 88 731.489. Dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2007 PMDN mengalami penurunan dari US $ 631.10 ribu di tahun 2007 dan di tahun 2008 hingga 2009 kembali meningkat hingga US $ 761.423.78 647.568.39 85.617. akan tetapi sampai dengan tahun 2009 jumlah PMA turun menjadi US$ 20. Begitupun dengan realisasi PMDN yang berfluktuatif.511.061. juga ditopang dengan cairnya hampir sebahagian besar dana bantuan gempa untuk rumah tangga di Kota Padang dan beberapa kota lain di Sumatera Barat.06 PMDN Persetujuan Realisasi 712.83 5 607.06 ribu.994.511.532.90 ribu.44 631.9 358.41 153.113.6 2 58.56 207.PMTB ini.76 20.028. 2010 Tabel di atas menunjukkan jumlah Penanaman Modal Asing (PMA) dari tahun 2004 sampai 2009 mengalami fluktuasi yang cukup signifikan.733. . Dari tahun 2004 sampai 2006 mengalami kenaikan US $ 57.891.8 9 761.3 7 234.333.089.856.10 608. maupun gedung tempat kegiatan usaha yang rusak pasca gempa tahun 2009. PERTUMBUHAN INVESTASI Perkembangan Persetujuan dan Realisasi Investasi PMA/PMDN di Sumatera Barat Tahun 2004 – 2009 (US $ 000) 4. karena meningkatnya proses rehabilitasi dan rekontruksi gedung-gedung.64 160. perkantoran.30 1. Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 PMA Persetujuan Realisasi 18.443.70 7.992.315. 50 2.91 87.95 ribu hingga menjadi US $ 53.626. 3.617.667.738.420.733.37 38.

53 Tenaga Kerja 301 294 7 - . Kehutanan e. Peternakan d. Pengangkutan dan 6 1 235.60 1. 000) 155.787. Industri Pengolahan 4. Perikanan 2. Gas dan Air Bersih 5.988.031.600. Listrik.Pertanian a. Bangunan 6. Tanaman Bahan Makanan b. Perdagangan.Realisasi Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja dari Proyek PMDN yang telah Mendapat Persetujuan Tetap Menurut Lapangan Usaha Provinsi Sumatera Barat (Tahun 2010) Lapangan Usaha 1.00 979 12 Jumlah Proyek 7 6 1 Investasi (US $. Pertambangan dan Penggalian 3.96 4.755. Tanaman Perkebunan c. Hotel dan Restoran 7.49 151.

Perikanan 2. Jasa-jasa JUMLAH 3 17 4.Pertanian a..696. Tanaman Bahan Makanan b. Kehutanan e.89 184 3 45 1 1 Investasi (US $..49 Tenaga Kerja . Bangunan 6. BKPM Provinsi Sumatera Barat Realisasi Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja dari Proyek PMA yang telah Mendapat Persetujuan Tetap Menurut Lapangan Usaha Provinsi Sumatera Barat (Tahun 2010) Lapangan Usaha Jumlah Proyek 1.Telekomunikasi 8. Listrik. 000) 3. Industri Pengolahan 4. Pertambangan dan Penggalian 3.26 24 1316 9. Perdagangan. Hotel dan Restoran 6 1 2 8.98 37.460. Tanaman Perkebunan c.070.892. Peternakan d.49 3.63 1. Gas dan Air Bersih 5.97 398.06 Sumber : Sumatera Barat Dalam Angka.696. Keuangan. Persewaan dan Jasa 9.

99. 90 65.2 8 64.5 6 62.86 17. 08 68.6 1 70.1 98. 116.92 Satu an (APK) SD/MI/SDLB/Paket A SMP/MTs/SMPLB/Paket B SMA/SMK/ MA/SMALB/ Paket C 2006 200 200 7 8 2009 2010 . Angka Partisipasi Kasar % % % 113.8 5 78. 2.7 1 Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/SDLB/Paket A SMP/MTs/SMPLB/Paket B SMA/SMK/MA/SMALB/ Paket C % % % 97.5 1 112. 99. 67 75. INDIKATOR MAKRO URUSAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN 1. 91 55. 115.96 Sumber : Sumatera Barat Dalam Angka. 3.26 71.1 7 88.53 79. PENDIDIKAN APBD UNTUK PENDIDIKAN (2005-2010) PERKEMBANGAN KINERJA MAKRO BIDANG PENDIDIKAN TAHUN 2006– 2010 Indikator Kinerja A 1.31 83. 3.1 96. Jasa-jasa JUMLAH 2 8 20 803. 56 1 97.807 1 165 398 . BKPM Provinsi Sumatera Barat B.738. 44 53. 2. Persewaan dan Jasa 9.3 114. 60 72.5 4 98. Keuangan. Pengangkutan dan Telekomunikasi 8.42 50 93.4 2 72.7. 98 82 96.11 3. B 1.6 2 49.

43 1. SD 2. SMA 4. 50 80.1 8 3.77 73. 33 86.12 3.3 C 1.44 penduduk Buta % % % % % % Kualifikasi Pendidikan Guru Setara S1/ Diploma IV % 15.23 2. 37 66. 15+ 15 .23 92.04 3.04 4.38 2.1 3 83.0 0 24.Kepulauan Mentawai 2.42 Jumlah 2009 2010 5.Pesisir Selatan Laki-Laki 2009 2010 4.3 4 0. 26 14.01 1.45 warga masyarakat Sumber Data : Dinas Pendidikan Provinsi Persentase Penduduk Berumur 15-64 Tahun ke Atas yang Buta Huruf Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota (Tahun 2009/2010) Kabupaten/Kot a 1.9 4 87. D SMK Persentase Huruf umur a.50 0 9. 38 87. b.9 1.64 87.87 menurut 4.56 2. 40 16.4 9 59.9 9 8. 79 56.94 6.9 7 8. 88 82.15 2. SMP 3.7 8 7.33 .45 + E Rata-rata lama sekolah th 8 8.24 Perempuan 2009 2010 6.3 7 kelompok 36 55 3 17.3 5 85.0 0 74.1 2 81.8 3 7.2 6 - - c.05 2.

96 1.87 % di tahun 2010.25 0.12 1.02 Sumber : Sumatera Barat Dalam Angka.11 0.Solok 4. Lima Puluh Kota 9.01 3.68 1.68 3.70 1.23 3. Pasaman 10.64 1.27 0.55 1.3.31 2.27 0.66 0.76 3. telah terjadi penurunan jumlah penduduk Sumatera Barat yang mengalami buta aksara dari 2.02 % di tahun 2009 menjadi 1.70 JUMLAH 1.72 4.2010 Secara total.18 0.13 4.97 2.30 1.93 1.60 0.42 0.50 1.94 1. Padang 14.96 2. Solok Selatan 11.16 18.73 2.69 0.42 2.73 2.56 2.12 0.26 1.69 0.70 0.87 Ekonomi Panjang 17. melalui peningkatan Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dan Pembangunan Ruang Kelas Baru (USB) SMP Negeri.59 2.49 3.20 0.60 0.53 0.72 0.53 1. Salah satu hal yang mendorong tercapainya hasil ini adalah pada tanggal 30 Juni 2006. Hasil Survey Sosial Nasional 2009.34 1.72 6.45 1.79 0.17 0.30 1.04 1.96 4.01 1.08 0.64 1. Sawahlunto 16. Padang Pariaman 7.27 2.87 0.51 1.98 1.60 4. Payakumbuh 1. .75 1.45 2.16 2.14 2.57 2.91 0.10 1. Pasaman Barat 13. Bukittinggi 0.61 1. Pariaman 0.31 2. BPS. Agam 8.32 4.70 2. Solok 15.61 0.19 0.18 0.15 0.96 0.47 1.31 2.39 1.26 3. Dharmasraya 12.87 2.96 3.30 2.35 2.Tanah Datar 6.61 0.35 2.72 0.34 1.Sijunjung 5.17 5.99 0.96 2.53 0.07 0.61 1.10 1. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab/Kota dalam penuntasan 4 (empat) prioritas pembangunan pendidikan yang dimulai pada tahun 2007 sampai 2009 yakni : 1.09 2.92 1. Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.42 1. Pemerintah Daerah Sumatera Barat berhasil memprakarsai sebuah komitmen bersama (MoU) antara Pemerintah Pusat.10 1. Padang 2.16 1.66 1.22 1.48 19.37 3.

maka kegiatan ini tidak dapat berlangsung maksimal. 2. Apabila masih banyak diantara mereka yang buta huruf maka kegiatan sosilaisasi juga akan percuma.2. Secara umum ada beberapa cara untuk memberantas buta aksara di Indonesia. Dengan meningkatnya dana ini diharapkan program penuntasan buta aksara dapat terus ditingkatkan. Semua instansi terkait seharusnya tidak lagi mengedepankan ego sektoral. Contoh lainnya sosialisasi dari Dinas Kesehatan mengenai penyakit tertentu. 3. 4. Misalkan setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengenalkan huruf kepada masyarakat yang masih terdaftar sebagai masyarakat yang belum bisa membaca. Hal lain yang bisa dilakukan adalah membudayakan malu atas kebutaaksaraan di lingkungan pimpinan. komitmen mewajibkan adanya sharing pendanaan dengan Hasil pembagian : 60 % menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat. 3. Tidak lagi menganggap bahwa masalah buta huruf hanyalah urusannya melalui Dinas Pendidikan. Kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dilakukan oleh mahasiswa juga dapat diselipkan program pengentasan buta aksara. Camat dan Lurah harus malu apabila masih ada diantara warganya yang masih buta aksara. . 20 menjadi tanggugjawab Provinsi. Begitu juga dengan TNI Manunggal Masuk Desa maupun kegiatan Pramuka dan Karang Taruna. Rehabilitasi ruang kelas sekolah dan madrasah yang dalam keadaan rusak Penuntasan Buta Aksara bagi penduduk usia 15 tahun keatas Peningkatan kualifikasi guru setingkat S1 atau Diploma IV. Apabila kebanyakan petani masih buta huruf. dan 20 % lagi menjadi tanggungjawab 19 Kab/Kota. Bupati/Walikota. antara lain : 1. misalkan sosialisasi HIV/AIDS kepada masyarakat Papua. brosur dan Misalkan materi Dinas Pertanian ingin melakukan sosialisasi mengenai penggunaan pestisida kepada petani penggunaan visual lainnya.

8 200 8 200 9 201 0 70. KESEHATAN - APBD UNTUK KESEHATAN (2005-2010) INDIKATOR (AHH.7 10.2 71.4 TH KH KH % 68. 9 87.000 kelahiran hidup (KH) Angka kematian ibu melahirkan per 100.6 82.81 1.5 1.6 0 36.5 26.8 3 8 43.000 kelahiran hidup (KH) Cakupan kunjungan ibu hamil (K4)/ Jumlah ibu hamil yang berkunjung 4 kali sebelum 5 6 7 8 9 melahirkan (%) Persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi (%) Desa Universal Child Imunization (Desa/ Jorong/ Kelurahan Cakupan Imunisasi) (%) Prevalensi Gizi Kurang pada anak balita (%) Cakupan Jumlah Kunjungan Masyarakat ke Puskesmas (Visit Rate) BOR (Bed Occupation Rate)/Persentase pemanfaatan Tempat 10 Tidur di Rumah Sakit (%) Terakreditasinya Rumah Sakit (Pemerintah dan Swasta) (%) % 33 35.2.0 0 215.6 8.7 88.5 68.8 0 34.1 7 90.1 90.8 2. angka bayi kurang gizi) Perkembangan Kinerja Makro Bidang Kesehatan Sumatera Barat Tahun 2006-2010 NO INDIKATOR KINERJA Sat 200 6 1 2 3 4 Angka harapan hidup (Th) Angka kematian bayi per 1.9 1.4 12.2 95.6 84.3 68.2 2 70.9 70.4 % % % Kali % 75.9 26 207 93.4 0 0 28.2 200 7 68.1 8 37.0 0 230 76.0 0 229 84.0 33.9 87.7 12.8 12. angka kematian ibu melahirkan.93 62 65.1 0 208 90 .8 96.2 85.

3 hidup bersih dan sehat total INDEX RERATA/TAHUN INDEX RERATA Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi. Angka harapan hidup saat lahir adalah rata – rata hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada tahun tertentu.8 91.3 8 100 69. Angka Harapan Hidup pada suatu umur x adalah rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x.11 12 Ketersediaan obat esensial dan obat generik pada puskesmas dan rumah sakit Persentase rumah tangga yang berprilaku % % 81.0 92. pendidikan yang lebih baik sehingga memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai. . peningkatan daya beli masyarakat sehingga akses terhadap pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan.5 7 58 69. pemenuhan kebutuhan gizi dan kalori. Keberhasilan program kesehatan pemerintah dapat dilihat dari peningkatan usia harapan hidup penduduk. dalam situasi mortalitas yang berlaku di lingkungan masyarakatnya.7 37 85. Desember 2010 ANGKA HARAPAN HIDUP Pembangunan kesehatan di Sumatera Barat merupakan bagian dari “Agenda prioritas Jangka Membangun pada Sumber Daya Manusia Berkualitas“ kualitas 2006 dengan pemerataan Propinsi dan peningkatan Barat pelayanan – 2010.4 44. Peningkatan derajat kesehatan dan panjangnya usia harapan hidup didukung oleh peningkatan perawatan kesehatan melalui Puskesmas. sebagaimana ditegaskan dalam Rencana Pembangunan Menengah Sumatera tahun Pembangunan kesehatan mendapat prioritas ke-5 yakni Peningkatan pemerataan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. pada suatu tahun tertentu. kesehatan.

90 70.6 tahun).9 tahun atau mengalami kenaikan sebesar 2. Angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup. Perkembangan Angka harapan Hidup Sumatera Barat Tah un 200 6 200 7 200 8 200 9 201 0 Berdasarkan 15ener di atas angka harapan hidup penduduk terus mengalami kenaikan. Penurunan prevalensi Gizi Kurang sebesar 4. mengalami penurunan sebanyak 23 KH dari 230 kelahiran hidup pada tahun 2006 menjadi 207 kelahiran hidup pada tahun 2010 2.9 tahun.60 68.40 70. Penurunan angka kematian a. Pada tahun 2010 angka harapan hidup mencapai 70. Peningkatan Angka Harapan Hidup ini menunjukkan adanya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Sumbar selama 5 tahun terakhir (tahun 2005 sampai tahun 2010) Peningkatan angka harapan hidup selama 5 tahun (2006 sampai 2010) didukung oleh data-data berikut (15ener 2): 1.3 tahun dibandingkan dengan tahun 2008 (68. mengalami penurunan sebanyak 10 KH dari 36 kelahiran hidup pada tahun 2006 menjadi 26 kelahiran hidup pada tahun 2010.80 68.9 . Peningkatan ketersediaan obat 18.Tabel 1.9 berarti rata-rata lama hidup akan dijalani oleh seseorang 70.7% 3. Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup. b. Angka harapan hidup sebesar 70.3% Angka Harapan Hidup 68.

Lahir Mati dan Kematian Ibu Sewaktu Melahirkan Menurut Kabupaten/Kota (Tahun 2010) . 07 58 9 26. 8 8 28. 38 69.2 100 Beberapa data tambahan: Banyaknya Lahir Hidup. 8 85.4.9 12. 7 91. 00 229 12. 00 230 12. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Banyaknya Lahir Hidup. 4 44. 5 69. 50 215 .000 kelahiran hidup (KH) Prevalensi Gizi Kurang pada anak balita (%) Ketersediaan obat esensial dan obat 16eneric pada puskesmas dan rumah 5 sakit Persentase rumah tangga yang berprilaku hidup bersih dan sehat % INDIKATOR KINERJA S at K H K H % % 200 200 200 200 6 36. 5 92. Peningkatan jumlah rumah tangga yang berperilaku hidup sehat 32. 9 81.3% Tabel 2. 00 208 10. N O 1 2 3 4 Angka kematian bayi per 1. 3 20 10 26 207 8. 7 37 7 34.000 kelahiran hidup (KH) Angka kematian ibu melahirkan per 100. Lahir Mati dan Kematian Ibu Sewaktu Melahirkan Tahun 2006-2010 Tahun Lahir Hidup 2006 2007 82287 1028 447 698 Lahir Mati Kematian Ibu Sewaktu Melahirkan 89 152 29 2008 86279 806 143 2009 88044 663 118 2010 69507 596 70 Sumber : Sumatera Barat Dalam Angka.

Padang Pariaman 7.Sijunjung 5. Agam 8. Pariaman JUMLAH Lahir Hidup 2127 666 2284 3539 5190 6746 7662 4193 4899 1445 1173 3693 1544 659 1073 3634 1973 1985 1122 6950 Lahir Mati Kematian Ibu Sewaktu Melahirkan 0 13 4 7 3 0 0 5 4 2 3 13 15 0 0 1 0 0 0 70 6 73 55 50 96 12 14 47 29 46 20 55 49 7 6 11 4 5 11 596 7 Sumber : Sumatera Barat Dalam Angka. Pasaman 10. Solok Selatan 11. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat . Lima Puluh Kota 9. Sawahlunto 16.Solok 4. Padang 4 14. Solok 15. Padang Panjang 17.Kepulauan Mentawai 2.Pesisir Selatan 3. Bukittinggi 18.Kabupaten/Kot a 1. Payakumbuh 19. Pasaman Barat 13. Dharmasraya 12.Tanah Datar 6.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->