Anda di halaman 1dari 4

Daya berkecambah Metode uji di laboratorium dapat mengendalikan factor luaruntuk memberikan perkecambahan yang teratur, cepat, dan

lengkap bagi sebagian besar contohbenih spesies tertentu. Tujuan Menentukan potensi perkecambahan maksimal suatu lot benih, yang selanjutnya dapat digunakan untuk membandingkan mutu benih dari lot-lot yang berbeda serta untuk menduga nilai pertanaman di lapang. Prinsip umum Pengujian daya berkecambah harus dilakukan terhadap benih murni, kecuali dilakukan pengujian benih berdasarkan pengulangan berat diperbolehkan. Syarat menurut ISTA Media Kertas terbuat dari serat kayu, kapas, atau selulose nabati yang dimurnikan contohnya berupa kertas filter, blotter atau towel. Kertas harus memungkinkan akar kecambah tumbuh di atasnya dan tidak menembus kertas, cukup kuat dan tidak sobek, ulet untuk dipegang dan ditarik pada saat pengujian. Air Digunakan air yang sudah didemineralisasi, air yang sudah dideionisasi, air kran dari sumber mata air. pH air 6,0-7,5. Suhu 20-35 drajat C Alat pengecambah benih Menggunakan germinator dengan alat memiliki system pemanasan dan pendinginan. Alat tersebut memiliki pengaturan suhu yang tetap atau berganti dengan kisaran luas. Prosedur 1. Mengambil sampel benih sebanyak 400 butir. Dapat dibagi menjadi 100 butir tiap ulangan, 50 atau 25 butir tiap ulangan. 2. Benih ditabur pada permukaan kertas basah yang terdiri dari satu atau beberapa lapis kertas lalu diletakkan di cawan ( uji Top of Paper) ;benih ditabur di antara dua lapis kertas basah lalu ditutup kembali dengan kertas basah dan digulung ( uji Between paper) ; kertas dibuat seperti kipas sebanyak 50 lipatan. Benih diletakkan diantara lipatan kertas kemudian diletakkan dalam kotak tertutup yang telah dilapisi selembar kertas dan ditutup dengan selembar kertas lalu diletakkan di germinator ( uji Pleated Paper) 3. Pengamatan dilakukan dengan dua kali pengamatan. Pengamatan 1 saat hari ke 5 dan pengamatan ke-2 saat hari ke 5-14. 4. Dihitung nilai daya berkecambah. Persentase rata-rata dinyatakan dalam bilangan bulat terdekat. Hasil pengujian dilaporkan sebagai persentase dari jumlah kecambah normal.

Penetapan kadar air Kadar air dinyatakan sebagai persentase dari berat awal contoh benih. Kadar air benih adalah berat air yang hilang karena pengeringan. Tujuan Menentukan kadar air dari benih dengan metode oven untuk pengujian rutin. Prinsip Metode yang dirancang untuk mengurangi oksidasi, dekomposisi atau hilangnya zat2 yang mudah menguap lainnya, tetapi menjamin penguapan air sebanyak-banyaknya. Syarat ISTA Oven Menggunakan oven listrik dengan suhu konstan103 C atau 130 C. ventilasi setelah pengeringan (2 jam pada suhu 130 C atau 17 jam pada suhu 103 C), pendinginan, dan pengeringan kembali (1 jam pada suhu 130 C atau 2 jam pada suhu 103 C) Wadah Terbuat dari bahan metal, tidak berkarat, dan penyebaran masa tidak lebih dari 0,3 g/cm. Desikator Harus cukup rapat dengan plat metal berlubang Neraca Harus mampu menimbang dengan ketelitian 0,001 g moisture meter kalibrasi alat harus dilakukan minimal setahun sekali. Skala interval harus sedemikian rupa sehingga KA dapat dibaca setidaknya satu desimal Prosedur Metode tidak langsung : oven 1. Diambil contoh kerja minimal 3 sub contoh benih dengan sendok dari posisi yang berbeda dan campurkan sub contoh benih sehingga memperoleh volume contoh benih yang diperlukan. 2. Sampel benih ditimbang dan dinyatakan dalam gram dengan ketelitian tiga decimal. Wadah dan isi ditimbang sebelumdan sesudah diisi. 3. Benih dihancurkan sebelum dikeringkan. Untuk padi penghancuran halus 4. Benih dimasukkan secepat mungkin dalam oven dan dikeringkan pada suhu tinggi selama 2 jam sampai KA mencapai 13%. 5. Dihitung kadar air dengan rumus berat yang Dimana : M = wadah dan tutupnya M = wadah + tutup + isi sebelum dikeringkan M = wadah + tutup + isi sesudah dikeringkan

Metode langsung : moisture meter 1. Dilakukan kalibrasi alat 2. Diambil contoh benih yang akan diukur KA nya 3. Diukur KA berdasarkan varietasnya

ANALISA KEMURNIAN Secara dominan ditemukan di dalam contoh benih termasuk semua varietas seperti struktur benih (muda, muda, kecil, keriput, atau berkecambah) tetapi benih tersebut masih dapat dikenali sebagai benih yang dimaksud. Tujuan Menetapkan persentase komposisi (berdasarkan berat) contoh yang diuji dan berdasarkan kesimpulan komposisi lot benih. Mengidentifikasi berbagai spesies benih dan kotoran benih dalam contoh benih. Prinsip Contoh kerja dikelompokan dalam tiga komponen yaitu benih murni, benih tanaman lain, kotoran benih, dan persentase masing-masing komponen ditetapkan berdasarkan berat. Semua spesies benih dan masing-masing jenis kotoran benih harus diidentifikasi sejelas mungkin. Syarat ISTA Blower Harus dapat menghembus pada tekanan yang berbeda sampai sesuai untuk spesies yang berbeda. Menjaga keseragaman aliran udara sepanjang tabung pada berbagai tekanan. Cepat menyesuaikan setiap tekanan sesuai dengan keperluan. Pengaturan waktu yang akurat. Prosedur 1. Sampel benih diperkirakan sebanyak 2500 butir atau tidak kurang dari 100 kg. dilakukan dengan satu contoh kerja. 2. Contoh benih diblower dengan kecepatan sesuai dengan komoditas atau ukuran benih. 3. Contoh kerja harus ditimbang dalam gram dengan jumlah minimal decimal yang diperlukan untuk menghitung persentase komponen tersebut sampai satu decimal.

Pengujian spesies dan varietas Tujuan Menentukan contoh benih yang dikirim sesuai dengan spesies atau varietas yang disebutkan oleh pemohon dengan menggunakan metode yang tidak mungkin dilakukan oleh analisa kemurnian. Prinsip Penetapan dikatakan valid jika spesies dan varietas disebutkan oleh pemohon dan tersedia contoh standar otentik sebagai pembanding untuk menjamin kepastian dari penetapan tersebut. Karakter yang dibandingkan morfologi, fisiologi, sitologi, dan kimia. Syarat ISTA Untuk karakter morfologi benih diamati dengan menggunakan alat pembesar. Untuk karakter yang berhubungan dengan warna, benih diuji di tempat terang dengan sinar matahari atau ultraviolet. Untuk karakter kimia, benih diberi pereaksi dan reaksi tersebut dicatat Untuk peningkatan tingkat ploidi, jaringan dikeluarkan dan diproses untuk analisa lebih lanjut. Untuk pengujian bio-molekuler, DNA, dan RNA diuraikan dan diukur. Untuk pewarnaan suhu 80C dalam oven selama 30 menit kemudian diulangi pewarnaan dengan 10% glacial acetic acid dan 35% etanol selama 30-60 menit dengan guncangan. Prosedur 1. Karakter morfologi diamati langsung secara visual atau dengan pembesaran. Yang paling mudah diamati bentuk biji dan warna. 2. Reaksi pewarnaan dapat menggunakan fenol encer . biji direndam dalam air suling selama semalam, tiriskan dan ditetesi fenol. Pengamatan dilakukan berdasarkan kepekatan warna dari coklat muda sampai tua. 3. Diamati kecambah dan diklasifikasikan melalui warna koleoptilnya. Warna koleoptil dapat bervariasi dari hijau sampai ungu. Dapat diperjelas dengan pelembaban kertas filter menggunakan larutan NaCl 1% atau HCl 1% atau dengan penyinaran UV selama 1-2 jam sebelum diamati.