Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KEBIJAKAN DAN PENGEMBANGAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

KELOMPOK 5 Wahyu Fermy Arga D Wita Maharani Harinta Ahmad Kharis Indri Setyaningrum Pratiwi Soraya 25010111150005 E2A009178 E2A009130 E2A009192 E2A009206 E2A009136

Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Semarang

ANALISIS KEBIJAKAN
Pemerintah Indonesia merekomendasikan adanya peningkatan standar keselamatan kerja dan kesehatan kerja di Negara-negara Asia dan Eropa. Keselamatan kerja telah menjadi perhatian di kalangan pemerintah dan bisnis sejak lama. Faktor keselamatan kerja menjadi penting karena sangat terkait dengan kinerja karyawan dan pada gilirannya pada kinerja perusahaan. Semakin tersedianya fasilitas keselamatan kerja semakin sedikit kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri. Perkembangan pembangunan setelah Indonesia merdeka menimbulkan konsekwensi meningkatkan intensitas kerja yang mengakibatkan pula meningkatnya resiko kecelakaan di lingkungan kerja. Hal tersebut juga mengakibatkan meningkatnya tuntutan yang lebih tinggi dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang beraneka ragam bentuk maupun jenis kecelakaannya. Sejalan dengan itu, perkembangan pembangunan yang dilaksanakan tersebut maka disusunlah UU No.14 tahun 1969 tentang pokok-pokok mengenai tenaga kerja yang selanjutnya mengalami perubahan menjadi UU No.12 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan. Dalam pasal 86 UU No.13 tahun 2003, dinyatakan bahwa setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilai-nilai agama. Undang-undang No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja yang ruang lingkupnya meliputi segala lingkungan kerja, baik di darat, didalam tanah, permukaan air, di dalam air maupun udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. Undang-undang tersebut juga mengatur syarat-syarat keselamatan kerja dimulai dari perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang produk tekhnis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha, tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh, merusak lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas.

Walaupun sudah banyak peraturan yang diterbitkan, namun pada pelaksaannya masih banyak kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya personil pengawasan, sumber daya manusia K3 serta sarana yang ada. Oleh karena itu, masih diperlukan upaya untuk memberdayakan lembaga-lembaga K3 yang ada di masyarakat, meningkatkan sosialisasi dan kerjasama dengan mitra sosial guna membantu pelaksanaan pengawasan norma K3 agar terjalan dengan baik. Kebijakan yang dibuat PT.Nike sudah cukup bagus karena sudah sesuai dengan Undang-undang dan peraturan lokal serta federal yang berlaku. Antara lain Standar Panduan Kebijakan Bahan Berbahaya Nike, Standar Panduan Kebijakan Alat Pelindung Diri Nike, Standar Paduan Kebijakan Perlindungan Pernafasan, Standar Paduan Kebijakan Pengamanan Mesin, Standar Paduan Kebijakan Manajemen Sistem cedera/gangguan, Standar Panduan Kebijakan Manajemen Keselamatan Kebakaran, Standar Panduan Kebijakan Layanan Medis & P3k, Standar Panduan Kebijakan Keselamatan Kerja Kelistrikan, Standar Panduan Kebijakan Kontrol Energi Berbahaya, Standar Panduan Kebijakan Asbes, Standar Panduan Kebijakan Ruang Terbatas, Standar Paduan Kebijakan Keselamatan Kerja Kontraktor, Standar Paduan Kebijakan Ergonomi, Standar Paduan Kebijakan Perlindungan Jatuh, Standar Paduan Kebijakan Keselamatan Pemeliharaan, Standar Paduan Kebijakan Paparan Kebisingan di Lokasi Kerja, Standar Paduan Kebijakan Radiasi, Standar Paduan Kebijakan Manajemen Lalu Lintas&Kendaraaan, Keselamatan Laser, Manajemen Material Nano, Sistem Manajemen HSE, Standar Paduan Kebijakan Emisi Udara, Standar Paduan Kebijakan Limbah Berbahaya, Limbah Berbahaya. Semuanya sudah tertulis untuk standar, pemegang tanggung jawab, kebijakan dan prosedur, pelatihan untuk pekerja, pendokumentasian pelatihan, medis, insiden dan lain-lain. Kebijakan yang terdapat dalam PT Nike menurut kelompok kami dinilai cukup baik karena didalam kebijakan tersebut sudah mencakup mulai dari input,proses kerja dan outputnya. Kebijakan K3 yang dibuat oleh HSE PT. Nike sesuai dengan undang-undang serta prosedur yang telah ditetapkan. Kebijakan ini juga menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerjanya. Kebijakan yang dibuat merupakan kesepakatan bersama antara employe dan employer.

Menurut kode etik : 1. Seorang ahli K3 hrus melakukan perkerjaan sesuai dengan hukum. Dalam kebijakan PT. Nike yang diberikan kepada pekerja sudah sesuai dengan hukum yang berlaku. Yang didasarkan pada undang-undang dan peraturan lokal serta federal yang berlaku. 2. Apapun yang dilakukan oleh seorang HSE ditujukan untuk keselamatan dan kesehatan kerja. HSE pada PT.Nike sudah membuat kebijakan K3 untuk pekerjanya yang bertujuan menyusun, melaksanakan, dan mengawasi prosedur pekerja. 3. Ahli K3 harus menjaga kerahasiaan perusahaan,kecuali kecelakaan akibat kerja. PT. Nike berkomitmen menjaga segala dokumentasi seperti dokumentasi medis. 4. Tidak boleh berbicara yang tidak sesuai dengan fakta. PT.Nike sudah memiliki kebijakan untuk menginformasikan segala bahaya dalam kesehatan dan keselamatan kerja kepada karyawan berdasarkan fakta yang ada dan terdapatnya saksi mata. 5. Setiap saat ahli K3 harus berupaya meningkatkan kemampuan tenaga kerja yang bertujuan untuk kesehatan dan keselamatan para pekerjanya. PT. Nike telah melakukan upaya peningkatan dengan cara memberikan pelatihan untuk pekerjanya. 6. Seorang ahli K3 harus memberikan informasi bahaya yang ada di perusahaan tersebut. PT. Nike sudah membuat kebijakan mengenai potensi bahaya yang ada lingkungan kerja dan memberikan cara pengendalian yang tepat untuk para pekerjanya.