P. 1
iva-bidan

iva-bidan

|Views: 121|Likes:
Dipublikasikan oleh Abam Gustav

More info:

Published by: Abam Gustav on Apr 26, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

DETEKSI DINI KANKER MULUT RAHIM DENGAN APLIKASI ASAM ASETAT (IVA

)
Dr Hermawan Udiyanto SpOG
Bag. / SMF Obgin FK UNS / RSUD Dr. Moewardi, Surakarta

Masalah Kanker Serviks di Negara sedang Berkembang
• Sekitar 400.000 kasus baru setiap tahunnya • Jenis kanker yang paling banyak pada perempuan • Diperkirakan angka kejadian di Indonesia 50 dari 100.000 penduduk • Hanya sekitar 5% wanita yang menjalani program skrining ( dibandingkan 70% di negara berkembang yang menurunkan 90% angka insidens kanker serviks )

Program Skrining Kanker Serviks
Merupakan program yang paling ideal untuk mengatasi suatu kanker krn : • Insiden kanker serviks cukup tinggi dengan angka mortalitas yang tinggi pula • Perkembangan penyakit cukup lama dan dapat dikenali pada fase pra kanker • Sudah ada teknik skrining yang efektif , aman dan dapat diterima – Pap smir • Ada cara pengobatan yang efektif dan jauh lebih murah bila dilakukan pada fase dini

Kendala Program Skrining Kanker Serviks dengan Pap Smir
• Kurangnya tenaga yang terlatih untuk pengambilan sediaan • Tidak tersedianya peralatan dan bahan untuk pengambilan sediaan • Tidak tersedianya sarana pengiriman sediaan • Tidak tersedianya laboratorium pemrosesan sediaan beserta tenaga skriner dan ahli sitologi • Program skrining kanker serviks belum menjadi program pemerintah

Kelemahan program skrining dengan tes pap
• Membutuhkan penunjang yang cukup kompleks seperti : tenaga trampil untuk pengambilan sampel, bahan dan alat untuk pengambilan sampel, upaya transportasi sampel ke laboratorium, laboratorium lengkap dengan sarana pengolahan sampel dan tenaga trampil untuk pengolahan dan interpretasi sampel • Cukup spesifik ( Sp 91 % untuk LDT ) tetapi tidak cukup sensitif ( Sn sekitar 50 %, terendah 20 % ). Sensitifitas terutama dipengaruhi oleh kualitas sampel.

Permasalahan pengambilan sampel tes pap • Sampel utamanya adalah sel-sel serviks yang dieksfoliasi • Ada syarat untuk mendapatkan sampel yang baik • Diperlukan alat yang dapat mengambil sampel dengan baik .

Keuntungan IVA • Hasil segera dapat diketahui oleh pemeriksa maupun pasien • Teknik pemeriksaan sederhana • Membutuhkan bahan serta peralatan yang sederhana dan murah • Dapat dilakukan setiap waktu tanpa mempengaruhi hasil pemeriksaan • Sensitivitas dan spesifisitas cukup tinggi • Dapat dilakukan oleh semua tenaga medis terlatih .

hasil pemeriksaan ditentukan oleh kompetensi pemeriksa • Perlu pelatihan yang terstandard untuk menjamin kompetensi pemeriksa • Angka positif palsu cukup tinggi (mencapai 80%) .Kelemahan IVA • Subyektif.

Perjalanan Penyakit Kanker Leher Rahim: Pengertian saat ini Leher Rahim Normal + 60% regresi dalam 2-3 tahun Infeksi HPV Perubahan yg berhubungan dg HPV Low-Grade SIL (Atypia. CIN I) + 15% berkembang dalam 3-4 thn High-Grade SIL (CIN II. 18. Kofaktor High-Risk HPV (Tipe 16.) . dll.70% berkembang dalam 10 thn Kanker Invasif Source: PATH 1997. III/CIS) 30% .

Pencegahan Kanker Leher Rahim • Kanker leher rahim merupakan kelainan yang dapat dicegah • Pencegahan Primer : – Peningkatan pengetahuan utk mengurangi kebiasaan seksual risiko tinggi – Mengurangi paparan HPV dan PMS lain • Pencegahab Sekunder : – Pengobatan lesi prakanker sebelum berkembang menjadi kanker invasif (memerlukan metode deteksi dini yang praktis) .

Suatu metode deteksi dini yg baik – PAP smear sebagai baku emas – Mempunyai keterbatasan ? – Alternatif Pap Smear ? .Pencegahan Sekunder Kanker Leher Rahim. • Tujuan utamanya adalah mengetahui lesi prakanker – “Down staging” • Caranya: .

Kualitas suatu deteksi dini yg baik? Efektif Aman Praktis Cepat memberikan hasil Mudah dilakukan .

Keterbatasan Pap Smears sebagai program deteksi dini nasional • Memerlukan kebutuhan logistik yg kompleks. pelatihan. pelatihan dan asupan bahan yang berkesinambungan. • Faktor ini umumnya tdk tersedia diluar kota besar . dan program yg dikelola dg baik . . • Di kota besar kualitas pap smear juga masih harus berada dibawah pengawasan.

• Kanker leher rahim dapat dicegah (dg metoda deteksi dini dan terapi lesi prakanker). • Pap Smear sbg metoda deteksi dini tidak memungkinkan pada daerah dengan sarana terbatas. .Alternatif Pap Smear Mengapa? • Kanker leher rahim masih merupakan masalah kesehatan umum yg bermakna pd banyak negara. • Kanker leher rahim mrpk penyakit menular seksual.

Deteksi dini kanker leher rahim Pilihan lain: • Inspeksi Visual dg asam asetat (IVA) • Inspeksi Visual dg asam asetat dan pembesaran (IVAB): Gynescope / Aviscope • Kolposkopi • Servikografi • Automated pap smears • Tes Molekular (HPV/DNA) .

Perbandingan Beberapa Metoda Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Effective Visual Inspection: AA Visual Screening: Unaided Automated Pap Screening HPV Screening Cervicography HPV Vaccine Yes Safe Practical Yes Yes Affordable Yes Available Yes No Yes Yes Yes Yes Yes? Yes Yes? ? Yes Yes Yes ? ? ? ? Yes No ? ? ? No Yes Yes No Source-Program for Appropriate Technology in Health [PATH] 1997. .

.

Apakah IVA / Servikoskopi ? “Inspeksi Visual stl pemberian asam asetat “ Dikenal jg sbg “Inspeksi Visual Leher Rahim dg bantuan asam asetat”. atau “ Tea asam asetat” • Pertama kali diperkenalkan oleh Hinselman pada tahun 1925 dengan cara mengusap servik yang telah dicelup asam asetat 3% • Melihat leher rahim utk mengenal kelainan setelah pemberian asam asetat • Asam asetat digunakan utk memberi tanda perubahan acetowhite dr lesi prakanker atau kanker .

Pemeriksaan IVA • PenelitianGaffikin(97)&Sankaranayan(98): Sensitivitas 76-90% (Pap Smir 44-86%) Spesifisitas 64-92% (Pap Smir 90-91%) NilaiPredPos 23% (Pap Smir 40%) NilaiPredNeg 85% (Pap Smir 88%) .

. (Cusco's) – Sarung tangan steril – Sumber cahaya. – Catatan. alat yg diperlukan adalah: – Meja pemeriksaan. – Lidi kapas. – Syringe utk aplikasi asam asetat. – Asam asetat 3-5%.Kebutuhan peralatan IVA • IVA dp dilakukan pd setiap keadaan. – Spekulum steril.

• Pasien pd posisi lithotomy (jk mungkin) atau berbaring dg tungkai ditekuk. • Perhatikan dan catat setiap temuan kelainan pada genitalia eksterna. • Basahi spekulum dg air hangat dan masukan dalam vagina dg tertutup. . . • Arahkan sumber cahaya pada daerah genital.Pemeriksaan • Penjelasan mengenai prosedur dan alasan tindakan.

• Tunggu 1 menit. bersihkan dg lidi kapas yg telah direndam air hangat atau lar garam fisiologis. • Basahi leher rahim dg asam asetat (3-5%) dg bantuan syringe.Pemeriksaan • Buka spekulum dan perbaiki arah sumber cahaya untuk dp melihat leher rahim dg jelas. • Perhatikan leher rahim pada daerah acetowhite. atau lidi kapas. . • Jk terdapat lendir atau duh. • Perhatikan setiap kelainan yg ditemukan.

Pemeriksaan Catatan • Jangan lakukan pemeriksaan pd wanita sedang haid atau menggunakan pengobatan melalui vagina. • Jangan melakukan aplikasi asam asetat jika terlihat lesi besar yg diduga keganasan. rujuk pasien ke spesialis onkologi atau fasilitas kesehatan tersier. . Sarankan utk kembali saat haid atau pengobatan selesai.

Tujuan pemeriksaan dg asam asetat • Mengetahui lokasi sambungan squamokolumnar • Identifikasi tiap lesi & tepinya • Memutuskan apakah lesi tsb adalah NIS • Mengetahui apakah telah ada invasi jk mungkin • Memilih daerah utk melakukan biopsi jk memungkinkan .

.Apakah efek asam asetat? • Asam asetat – Mencairkan lendir – Menyebabkan dehidrasi intraseluler – Menyebabkan koagulasi protein • Sebagai hasilnya adalah sel dengan peningkatan – Rasio Inti / Sitoplasma – Densitas inti – Aneuploidy Chromosomal Menjadi keputihan – daerah acetowhite – tes positif.

Kelainan yg terlihat setelah pemberian asam asetat • Aceto-white • Tepi dan permukaan • White gland openings • Mosaic & punctation • Pembuluh darah abnormal .

Daerah Acetowhite • Setiap perubahan epitel dibawah ini dapat terlihat menjadi daerah acetowhite – Epitel dalam penyembuhan / regenerasi – Daerah transformasi kongenital – Peradangan – Metaplasia Skuamosa Imatur – Infeksi HPV – NIS – Adenocarcinoma – Karsinoma sel skuamosa Invasif .

pink • Sekret mucoid jernih • Ostium Uteri Nulipara-bulat Multipara-slit / cruciate • Wanita postmenopause atrophic Leher rahim normal .SEBELUM APLIKASI ASAM ASETAT.Unaided visual inspection of Cx – “Clinical Down staging” Hasil temuan IVA NORMAL: - • Halus.

kekuningan. kotor / kehijauan. kemerahan • Folikel Nabothi • Prolapsed uterus .Hasil temuan IVA ABNORMAL: • • • • • • • Hypertrophy Kemerahan / congestion Permukaan Iregular Distorsi Simple erosions (tdk mudah berdarah) Polip Serviksl (dg permukaan halus) Duh abnormal : berbau.

Hasil temuan IVA ABNORMAL: • Interpretasi klinis dapat berupa: – Infeksi – Ektopion (Erythroplasia) – Tumor jinak – Curiga keganasan: • Erosi yg berdarah pada perabaan / rapuh • Pertumbuhan dg permukaan iregular atau rapuh .

harus dicatat dg baik. Pasien harus diberitahukan dan dijelaskan tentang prosedur follow up dengan jelas. .Hasil temuan IVA SETELAH PEMBERIAN ASAM ASETAT.Aided visual inspection of Cx – Tes Asam Asetat Tes Asam Asetat Negatif Tes Asam AsetatPositif Daerah Aceto-white tidak ada Terdapat daerah Acetowhite Catatan : Setiap temuan. normal atau abnormal.

Sarankan kembali jk ada keluhan.Rencana Pengelolaan Negatif Follow-up hingga stl 3-5 thn sesuai SOP. IVA Positif Obati / rujuk ke pusat yg memadai Sekunder / Tersier / Pusat Onkologi .

 Jk tidak ada tanda infeksi: lakukan Pap-smear dan / atau Kolposkopi: I. Periksa kembali setelah 6 minggu. Pap-smear / Kolposkopi negatif: follow-up dl 6-12 bulan. II.Obati pasien dg baik. . Pap-smear / Kolposkopi positif: saranakan pasien utk terapi yg adekuat.Rencana Pengelolaan Pengelolaan kasus IVA Positif :  Jk diduga infeksi ambil bahan apusan dan kirim untuk analisis.

Anatomi Rahim .

Histologi Epitel Leher Rahim .

.

Diagram Epitel Serviks .

Setelah pemberian asam asetat .

PENGGUNAAN SPRAY ASAM ASETAT .

PENGGUNAAN KAPAS LIDI .

Interpretasi Hasil IVA Serviks diamati dulu untuk membedakan: • Curiga kanker • Curiga Infeksi • Tidak tampak sambungan skuamokolumnar/daerah transformasi • Serviks normal/tanpa kelainan nyata I Hanafi. E Moegni. J Indarti – FKUI/RSCM(2002) . D Ocviyanti.

.

.

.

.

Zona transformasi abnormal Epitel Putih .

Alur Pemeriksaan IVA Inspekulo Servik Curiga Infeksi Tampak normal Terapi Pemeriksaan IVA Negatif Positif Pap Smir Biopsi Curiga kanker Tidak tampak SSK .

Alur Penatalaksanan Kasus dengan IVA Positif IVA Positif Kolposkopi Lesi Negatif Pemeriksaan rutin Lesi Positif Biopsi terarahPA .

Alternatif Alur Pemeriksaan dengan Triase pada Kasus IVA Positif IVA Positif Pap Smir Negatif Pemantauan rutin HPV Sevikogravi Positif Kolposkopi .

TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->