Anda di halaman 1dari 10

21.

Penelitian yang bersifat bebas, sesuai dengan populasi pasien, tapi studi referensinya tidak dapat dipakai pada semua populasi, menurut level of evidence adalah A. B. C. D. E. Level Level Level Level Level 1 2 3 4 5

22. Seorang mahasiswa datang ke perpustakaan FK UNS dengan maksud ingin membaca literatur, apa yang perlu diperhatikan dalam membaca artikel ilmiah? A. B. C. D. E. 23. problem mahasiswa pertanyaan klinik judul artikel telaah kritis manfaat

Suatu jurnal NEJM berjudul Manfaat dan Keamanan Terapi Iumividine terhadap Penderita HIV. Apa yang perlu dikaji dalam artikel tersebut? A. B. C. D. E. manfaat dan keamanan terapi iumividine sensitivitas dan spesivitas terapi iumividine ARR & RRR Akurasi dan likehood ratio Validitas dan kegunaan terapi iumividine

24.

Soal no. 23, pertanyaan yang berhubungan dengan telaah kritis adalah A. B. C. D. E. apakah manfaat terapi iumividine? apakah keamanan terapi iumividine? apakah manfaat dan keamanan terapi iumividine? apakah terapi tersebut bias diterapkan di tempat anda atau tidak? apakah terapi tersebut bias diterapkan pada pasien HIV?

25.

Jenis metodologi yang harus ditelusuri dalam membaca jurnal artikel tentang terapi adalah A. B. C. D. E. cohort study case contol study retrospectif meta-analysis RCT

26.

Cara yang benar untuk pedoman membaca artikel diagnostik adalah A. cara dan teknik untuk melakukan uji terapi yang sedang diteliti dijelaskan sehingga bisa di replikasi

B. apakah terdapat kesamaan antara uji diagnosis yang sedang diteliti dengan baku emas? C. apakah populasi penelitian meliputi spectrum penyakit dari yang ringan sampai berat, penyakit yang terobati dan tidak D. apakah metode penelitian disebutkan dengan jelas E. apa akurasi uji diagnostic 27. Suatu uji diagnostic untuk penyakit demam thypoid telah diteliti bahwa dengan multitest-dip-s ticks for serotype tyhp sensitivitasnya 89% dan spesivitasnya 90%, tubex sensitivitasnya 78% dan spesivitasnya 94%, widal testing in the hospital sensitivitasnya 64% dan spesitivitasnya 75%, thypidot 79% dan spesivitasnya 89%, widal in Pasteur sensitivitasnya 61% dan spesitivitasnya 100%. Sebagai seorang klinisi, uji diagnostic mana yng tepat untuk dipilih dalam diagnostic penyakit demam thypoid? A. B. C. D. E. 28. multi-test-dip-s ticks for serotype tyhp tubex widal testing in the hospital thypidot widal in Pasteur

Kegunaan mengkritisi artikel ilmiah adalah menilai A. B. C. D. E. validity accuracy sensitivitas spesivitas study design

29.

Seorang pasien datang kepada dokter untuk pertama kali dengan membawa strip bekas bungkus obat dan berkata : Dok, saya minta resep obat seperti ini, saya sudah lama cocok menggunakan obat ini. Ini resep dari professor A tapi hari ini beliau tidak praktik sampai 3 hari ke depan padahal saya membutuhkannya segera. Sikap anda sebagai dokter sebaiknya. Memenuhi permintaan pasien Memberikan resep sesuai permintaan pasien Menganjurkan pasien untuk menunggu kembali bukanya praktek professor A Menjelaskan kepada pasien bahwa anda hanya memberikan resep sesuai dengan hasil pemeriksaan anda E. Menolak permintaan pasien. A. B. C. D.

Kasus

Seorang peneliti ingin meneliti hubungan antara tingkat pendidikan dengan banyaknya jentik dalam tiap rumah. Setelah mempelajari pustaka, ia menyusun hipotesis berikut: Makin tinggi tingkat pendidikan ibu rumah tangga, makin sedikit jumlah jentik nyamuk. Hipotesa ini diuraikan menjadi hipotesa uji: H1 : tidak ada perbedaan jumlah jentik pada tiap kelompok tingkat pendidikan ibu H2 : ada perbedaan jumlah jentik pada tiap kelompok tingkat pendidikan ibu Variable didefinisikan sebagai berikut : Variable bebas: tingkat pendidikan keluarga Adalah tingkat pendidikan formal ibu rumah tangga dengan klasifikasi lulus SD, lulus SMP, lulus SMA, lulus Perguruan tinggi diukur dengan menaik merupakan data ordinal. Variable tergantung: banyaknya rumah yang dalam domestic container masing2 kelompok (berdasarkan tingkat pendididkan ibu rumah tangga) 30. Dalam konteks penelitian pada kasus diaats tersebut, manakah diatas yang merupakan hasil suatu abstraksi atau konseptualisasi? A. B. C. D. E. jentik nyamuk pengukuran sekolah dasar rumah domestic container

31. Penelitian kasus di atas ini menggunakan paradigma... a. Rasionalisme b. Positivisme c. Objektivisme d. Post modernism e. Vitalisme 32. Pada penelitian kasus di atas tersebut, istilah tingkat pendidikan, dianggap sebagai realitas yang bermakna, sebab... a. Dapat didefinisikan secara ilmiah b. Dapat mengkesampingkan keinginan-keinginan subyektif peneliti c. Merupakan suatu fenomena d. Berdasarkan atas sesuatu yang empiris e. Peneliti tidak perlu melakukan interpretasi terhadapnya 33. Dalam penelitian pada kasus di atas tersebut peneliti berusaha... a. Memahami hukum alam dengan memakai pengalaman empiris dan nalar b. Memahami hukum alam dengan mencocokkannya terhadap otoritas ilmu pengetahuan yang sudah ada, yaitu publikasi ilmiah c. Memahami hukum alam dengan melakukan eksperimen

d. Menaklukkan hukum alam untuk meningkatkan kesejahteraan manusia e. Menaklukkan hukum alam dengan ramalan-ramalan berdasarkan hasil penelitiannya 34. Seorang pasien datang kepada anda sebagai dokter, dengan membawa print out suatu artikel yang didapatnya dari suatu blog, yang bukan suatu publikasi ilmiah, melainkan publikasi populer. Dalam publikasi tersebut dijelaskan bahwa rebusan daun alpukat dapat menurunkan tekanan darah. Pasien tersebut adalah pasien rutin anda, tekanan darah sewaktu datang pertama kali 240/120. mmHg. Setelah 1(?) bulan dalam perawatan anda menjadi 140/90 mmHg. Pasien tersebut bertanya, Bagaimana kalau resep yang selama ini dokter berikan diganti saja dengan rebusan daun alpukat?. Apa jawaban anda? a. Menolak usul pasien karena publikasi tersebut bukanlah majalah ilmiah b. Menolak dan menjelaskan kepada pasien bahwa gagasan tersebut salah c. Menjelaskan kepada pasien bahwa belum ada bukti ilmiah mengenai khasiat daun alpukat, karenanya publikasi itu pasti salah d. Mempersilakan pasien melaksanakan gagasannya karena publikasi populer tersebut pasti sudah didasarkan pada bukti ilmiah e. Menghargai pendapat pasien dan menyatakan akan mencoba menelusuri publikasi ilmiah yang ada mengenai khasiat rebusan daun alpukat 35. Di rumah sakit, anda sebagai dokter merawat pasien dengan kadar hemoglobin < 3 gr%. Karenanya anda merencanakan transfusi darah, tetapi pasien menolak karena kepercayaannya melarang transfusi darah. Sikap anda : a. Memulangkan pasien karena sudah tidak ada lagi yang dapat anda kerjakan menurut ilmu kedokteran anda b. Mencoba memahami pasien dan mengikuti semua yang diinginkan pasien c. Meminta keluarga pasien untuk membujuk agar mau menerima tindakan transfusi darah d. Menjelaskan kepada pasien anda bahwa ilmu kedokteran, sebagai bagian ilmu pengetahuan, tidak terlepas dari nilai-nilai kemanusiaan, kepercayaan ataupun etika, sehingga kalau seorang dokter memutuskan suatu tindakan berdasarkan ilmu kedokteran, harus diterima pasien e. Mencoba memahami pasien, menjelaskan alternatif-alternatif pengobatan beserta konsekuensinya dan mempersilakan pasien untuk memutuskan 36. Suatu pemecahan masalah kesehatan dilakukan dengan cara mengacu pada beberapa pendapat hasil pemikiran para ahli merupakan prinsip dari ... a. Aliran empirisme b. Trial and error c. Kewibawaan tradisi d. Argumentasi dan spekulasi e. Hipotesis dan eksperimantasi 37. Rumusan masalah penelitian yang baik hendaknya memenuhi persyaratan berikut ... a. Mempunyai kesamaan dengan penelitian sebelumnya b. Mempunyai kemanfaatan teoritis dan atau aplikatif c. Dapat dijelaskan menggunakan teori yang ada d. Dalam bentuk kalimat pernyataan

e. Berhubungan dengan penelitian eksperimen 38. Menurut alur metodologi, setelah hipotesis dirumuskan tindak lanjutnya adalah ... a. Melakukan pengambilan data b. Menentukan judul penelitian c. Menyusun rancangan penelitian d. Melakukan analisis data e. Menyusun landasan teori 39. Salah satu perbedaan prinsip antara rancangan penelitian observasional deskriptif dengan observational analitik adalah ... a. Ada tidaknya hubungan antara variabel b. Kriteria inklusi subjeknya c. Teknik pengambilan sampelnya d. Ada tidaknya perlakuan terhadap subjek e. Skala pengukuran variabelnya 40. Suatu penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh program penyuluhan KB yang diberikan peneliti terhadap angka cakupan peserta KB disuatu kabupaten. Penelitian tersebut termasuk jenis penelitian ... a. Eksperimen epidemiologik b. Retrospektif c. Observasional deskriptif d. Observasional analitik e. Transversal

61. Probabilitas kebenaran diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan prevalensi penyakit pada populasi asal pasien, sebelum menggunakan informasi tambahan dari tes diagnostik: A. Pretest probability B. Posttest probability C. Meta-analysis D. Threshold analysis E. Likelihood ratio

62. Langkah EBM yang dirumuskan dengan akronim PICO (Patient/ Population and Problem, Intervention, Comparison, Outcome) A. Merumuskan masalah klinis pasien B. Mencari bukti dari literatur C. Menilai kritis bukti D. Menerapkan bukti pada pasien E. Menevaluasi kinerja penerapan bukti pada pasien

63. Penilaian kritis (critical appraisal) dalam EBM menilai aspek validity, importance dan applicability dari bukti-bukti. Aspek validity merujuk kepada penilaian tentang: A. Kebenaran temuan/ kesimpulan B. Kemaknaan klinis temuan C. Kemaknaan statistik temuan D. Kemampuan penerapan temuan E. Presisi estimasi temuan

64. Bukti riset yang berorientasi praktik berbasis bukti (EBM): A. Bukti-bukti laboratorium B. Bukti yang berorientasi penyakit (disease oriented evidence) C. Bukti yang berorientasi kepada pasien (patient-oriented evidence that matters) D. Bukti berdasarkan opini pakar (expert opinion) E. Bukti berdasarkan testimoni pasien

65. Prinsip praktik berbasis bukti (EBM): A. Memberikan pelayanan medis yang berorientasi kepada penyakit (disease-oriented medical care) B. Opini pakar merupakan salah satu bukti yang bernilai informasi paling tinggi C. Mengutamakan bukti-bukti yang berorientasi kepada penyakit, bukan bukti bukti yang berorientasi kepada pasien

D. Indikator hasil pemeriksaan laboratorium lebih penting daripada perbaikan klinis, kematian, dan kecacatan yang dialami pasien E. Keputusan klinis berdasarkan triad EBM, yaitu bukti yang terbaik, keterampilan klinis, dan nilai-nilai pasien

66. Salah satu ukuran kemaknaan klinis terapi ditunjukkan oleh jumlah pasien yang perlu diberi terapi untuk mendapatkan seorang di antaranya menunjukkan efek terapi: A. RR B. OR C. ARR D. RRR E. NNT 67. Kerugian menerapkan metode randomisasi untuk mengontrol pengaruh faktor perancu (confounding factor): A. Menyisakan kerancuan sisa (residual confounding) jika pembatasan tidak terlalu sempit B. Memangkas ukuran sampel dan mempersempit kemampuan penerapan hasil kepada populasi C. Jika ukuran sampel tidak cukup besar, maka randomisasi tidak sempurna dalam menyebarkan faktor perancu dengan seimbang kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol D. Hanya mengontrol faktor perancu yang diketahui dan/ atau diukur oleh peneliti E. Tergantung perangkat komputer untuk melakukan randomisasi

68. Mengumpulkan bukti-bukti untuk mendukung pendapat sendiri tanpa mempertanyakan pendapat itu: A. Habitual thinking B. Critical thinking C. Creative thinking D. Prejudicial thinking E. Emotive thinking

69. Karakteristik berpikir kritis: A. Identik dengan berdebat B. Identik dengan mengecam pemikiran orang lain C. Mengenali pentingnya konteks D. Mengeksploitasi kesalahan lawan E. Berpihak kepada suatu pandangan

70. Keterampilan berpikir kritis di mana seorang memeriksa gagasan, mengidentifikasi argumen, menganalisis argumen: A. Menafsirkan B. Menganalisis C. Mengevaluasi D. Meregulasi diri E. Menjelaskan

71.

Karakteristik berpikir kritis: A. Hakikatnya identik dengan berpikir rutin (habitual thinking) B. Penggunaan alasan yang logis C. Memerlukan ketergantungan berpendapat D. Mengeksploitasi kesalahan lawan E. Tidak memerlukan evaluasi pemikirannya sendiri

72.

Alasan mengapa keterampilan berpikir kritis perlu dipelajari dan dilatih: A. Berpikir kritis membantu meningkatkan cara pandang yang memihak B. Berpikir kritis membentuk cara pandang yang tertutup C. Proses berpikir kritis mematikan kreativitas D. Berpikir kritis bersifat spesifik sehingga hanya berguna pada jenis pekerjaan spesifik tertentu, misalnya pekerjaan sebagai dokter E. Berpikir kritis meningkatkan keterampilan verbal dan analitik

73.

Karakteristik berpikir kritis: A. Bias B. Prasangka C. Propaganda D. Misinformasi E. Reflektif

74.

Karakteristik berpikir kritis: A. Memandang fakta identik dengan opini B. Menganggap semua sumber informasi memberikan bukti yang benar C. Menilai kebenaran teori dan penerapannya pada situasi tertentu

D. Mengecam atau mengutuk orangnya, bukan mengritik argumen yang dikemukakan orang tersebut E. Memandang semua informasi sama pentingnya

75.

Membaca cepat: A. Membaca dengan bersuara B. Membaca tanpa tujuan mencari informasi tertentu C. Mengulangi membaca kata-kata atau kalimat sebelumnya D. Membaca kelompok kata (klaster), bukan kata demi kata E. Gerakan mata horisontal, bukan vertikal atau diagonal (zigzag)

76.

Proses membaca dengan memanggil pengetahuan yang telah dimiliki: A. Examination B. Comprehension C. Storage D. Recall E. Review

77. Teknik membaca cepat dengan menyapu dan merunut untuk menemukan kata tertentu atau informasi spesifik tertentu: A. Skim B. Scan C. Read D. Question E. Review

78.

Membaca cepat A. Dalam sebuah artikel, semua aspek penting untuk dibaca B. Membiarkan otak melantur kepada informasi yang tidak relevan C. Berkeyakinan bahwa membaca lambat menghasilkan pemahaman yang lebih baik D. Berhenti membaca jika menemukan kata yang tidak dikenal dan segera mencari artinya di kamus E. Gerakan mata vertikal dan diagonal (zigzag)

79.

Mengulangi membaca kata-kata atau kalimat yang sudah dibaca sebelumnya dengan harapan untuk lebih memahami pesan, tetapi justru memperlambat bacaan dan mengurangi pemahaman: A. Reading B. Skimming C. Scanning D. Evaluation E. Regression

80.

Teknik membaca selayang pandang untuk mengidentifikasi gagasan utama dari sebuah teks artikel, sehingga bisa diketahui apakah suatu artikel dibutuhkan: A. Skim B. Scan C. Read D. Question E. Review