Anda di halaman 1dari 12

Tema 1 : Akuntansi Manajemen Isu Penelitian : Perlunya informasi biaya pada Lembaga Pendidikan sebab tanpa informasi biaya

a pihak manajemen tidak memiliki ukuran apakah masukan yang dikorbankan memiliki nilai ekonomis yang lebih rendah daripada nilai keluarannya, sehingga manajemen tidak memiliki informasi apakah kegiatan usahanya menghasilkan sisa hasil usaha atau tidak. Judul Penelitian :

Analisis tingkat efesiensi dan porsi pembiayaan pada Fakultas Kedokteran program studi pendidikan dokter Universitas Muhammadiyah Malang. Rumusan Masalah :

1. Bagaimana tingkat efisiensi pembiayaan pada Fakultas Kedokteran program studi pendidikan dokter Universitas Muhammadiyah Malang ? 2. Bagaimana Porsi pembiayaan pada Fakultas Kedokteran program studi pendidikan dokter Universitas Muhammadiyah malang ? Tujuan Penelitian :

1. Mendiskripsikan tingkat efisiensi pembiayaan pada Fakultas Kedokteran program studi pendidikan dokter Universitas Muhammadiyah Malang. 2. Mendiskripsikan porsi pembiayaan pada Fakultas Kedokteran program studi pendidikan dokter Universitas Muhammdiyah. Tinjauan Pustaka Biaya Pendidikan Biaya pendidikan : Tingkat efisiensi pembiayaan.

Revieu Penelitian Terdahulu : Nama Peneliti (thn) 1. Juanda (2004) Judul Penelitian Analisis studi mahasiswa cost analysis) Tujuan Penelitian Hasil Penelitian cost akan landasan

biaya Untuk mengetahui Unit setiap secara rinci dan menjadi (unit meyeluruh

atas akuntabilitas lembaga

beban mahasiswa keuangan selama Lembaga Pendidikan. studi

di kepada publik dan menjadi pengembalian keputusan menciptakan aktivitas nilai. penambah untuk dasar

2. Muh (2004)

Ikhwan Analisis lembaga

efsiensi Mengukur tingkat Efisensi efesiensi antar pendidikan

lembaga di oleh

pendidikan (studi SMA Negri dan pengaruhi

kasus: SMAdikota SMA Swasta di faktor-faktor kualitas Semarang) kota Semarang output efesiensi sekolah, sekolah

swasta lebih baik di bandingkan sekolah negeri dan faktor utama

penyebab

ketidakefisienan suatu sekolah pada variabel input. 3. Nikki Vertik Analisis Untuk menentukan Tidak Efesiensi di Aktivitas FK-UMM biaya biaya sehingga yang

Lestari (2012)

Perhitungan biaya porsi pembiayaan sebabkan satuan (unit cost) yang penyelenggaraan pendidikan ditanggung pada

mahasiswa, menghitung

menimbulkan unit tetap variabel dan

Kedokteran (studi cost,menganalisis empiris pada tingkat

efesiensi biaya

fakultas kedokteran Muhammadiyah Malang)

pembiayaan.

ditanggung

oleh

Mahasiswa tergolong masih sedikit

daripada biaya yang dikeluarkan fakultas. oleh

Kerangka Pemikiran :
Analisis tingkat efesiensi dan Perlunya informasi biaya pada lembaga pendidikan porsi pembiayaan pada
1. Bagaimana tingkat efisiensi pembiayaan Kedokteran pada Fakultas studi

Fakultas Kedokteran program studi pendidikan dokter


2.

program

pendidikan dokter Universitas Muhammadiyah Malang ? Bagaimana Porsi pembiayaan pada Fakultas studi Kedokteran pendidikan Universitas

Universitas Malang.

Muhammadiyah

program dokter

Muhammadiyah malang ?

TIMBAL BALIK

Dokumentasi data laporan biaya keuangan dan Wawancara pihak-pihak terkait.

Efisiensi disebabkan aktivitas biaya output yang dikeluarkan sebanding dengan input yang diterima pada FK -UMM.

Alasan pemilihan objek

Karena Masyarakat pada umumnya mengklaim bahwa Mahasiswa Fakultas Kedokteran program pendidikan Dokter UMM memerlukan biaya perkuliahan yang tinggi di bandingkan dengan fakuktas-fakultas lainnya. Unit analisis : Laporan biaya program studi pendidikan Dokter Jenis Data :

Data sekunder berupa Laporan biaya pelayanan akademik, panduan perhitungan biaya operasional satuan pendidikan dan penyusunan kebijakan, laporan pemetaan alokasi pembiayaan satuan pendidikan program studi pendidikan Dokter.

Teknik Perolehan Data

Data diperoleh dari Lembaga yang terkait yakni Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang berupa Dokumentasi yang diperoleh dari data Laporan Keuangan program studi Kedokteran danWawancara dengan cara melakukan tanya jawab dengan pihak-pihak yang terkait dengan Dekan dan Pembantu Dekan FKUMM studi pendidikan Dokter. Identifikasi Konsep : Tingkat efisiensi pembiayaan. Menurut Juanda (2004) efesiensi kesesuaian antara masukan (termasuk

sumberdaya) dalam proses yang dilaksanakan. Tingkat efesiensi pada lembaga pendidikan sulit diukur dan bahkan mungkin tidak bisa diukur terutama apabila tidak ada standarisasi proses. Biaya Mulyadi(1999:8) serta Sulastiningsih dan Zulkifli (1999:79) menyatakan bahwa biaya adalah pengerbonan sumberdaya ekonomi yang dapat diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau secara potensial akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Pendidikan Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa. Biaya pendidikan Bastian (2007) pendanaan pada perguruan tinggi dapat diperoleh dari sumber Pemerintah, Masyarakat, dan pihak luar negri. Penggunaan dana yang berasal dari Pemerintah, baik dalam bentuk anggaran rutin maupun anggaran pembangunan serta subsidi, diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku. Sementara itu, dana yang diperoleh dari masyarakat dapat berasal dari sumbersumber berikut : a. Sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). b. Biaya seleksi ujian masuk perguruan Tinggi.

c. Hasil kontrak kerja yang sesuai dengan peran dan fungsi perguruan tinggi. d. Hasil penjualan produk yang diperoleh dari penyelenggaraan pendidikan tinggi. e. Sumbangan dan hibah dari perorangan, lembaga pemerintah, atau lembaga non pemerintah f. Penerimaan dari masyarakat lainnya. Teknik/Tahapan Analisis Data :

Analisis data dilakukan melalui proses sebagai berikut. 1. Memperoleh data mengenai laporan biaya pengajaran, rekapitulasi aset tetap dan tarif baru honorarium program studi pendidikan Dokter 2. Mengumpulkan laporan biaya pengajaran, rekapitulasi aset tetap dan tarif baru honorarium program studi pendidikan Dokter 3. Mengelompokkan biaya-biaya aktivitas akedemik berupa laporan biaya perguruan tinggi. 4. Menganalisis tingkat efesiensi penetapan biaya penyelenggaraan pendidikan program studi pendidikan dokter. Rumus efesiensi = Output Input Dimana input merupakan biaya realisasi yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan FK-UMM, sedangkan output merupakan biaya yang dikeluarkan mahasiswa selama awal perkuliahan hingga wisuda. 5. Kesimpulan : Dari hasil analisa yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa : a. Kami dapat mendiskripsikan tingkat efisiensi pembiayaan pada Fakultas Kedokteran program studi pendidikan dokter Universitas Muhammadiyah Malang. b. Kami dapat mendiskripsikan porsi pembiayaan pada Fakultas Kedokteran program studi pendidikan dokter Universitas Muhammdiyah.

Tema 2 : Akuntansi Keuangan Non-Profit Isu :

Praktik akuntansi sebagai instrumen transaparasi dan akuntabilitas di entitas keagamaan melalui Masjid jarang sekali menjadi perhatian khusus dalam praktik dan kajian ilmiah, oleh sebab itu penelitian ini menjadi unik dan sangat penting untuk menemukenali praktik akuntansi dan pengelolaan keuangan di masjid. Judul : Analisis Transparansi Dan Akuntabilitas terhadap Zakat dan infaq Pada Lembaga Keagamaan (Studi Kasus: pada Masjid Fachruddin). Rumusan Masalah :

1. Bagaimana Transparansi dalam pengelolaan zakat dan infaq pada Lembaga Keagamaan di Masjid Fachruddin ? 2. Bagaimana Akuntabilitas dalam pengelolaan zakat dan infaq pada Lembaga Keagamaan di Masjid Fachruddin ? 3. Bagaimana pengelolaan zakat dan infaq pada Lembaga Keagamaan di Masjid Fachruddin? Tujuan Penelitian :

1. Menjelaskan transparansi dalam pengelolaan zakat dan infaq pada Lembaga Keagamaan di Masjid Fachruddin. 2. Menjelaskan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat dan infaq pada Lembaga Keagamaan di Masjid Fachruddin. 3. Menjelaskan pengelolaan zakat dan infaq pada Lembaga Keagamaan di Masjid Fachruddin. Tinjauan Pustaka Transaparansi Akuntabilitas Akuntabilitas Pengelolaan Zakat dan Infaq Lembaga keagamaan :

Reviu Penelitian Terdahulu Nama peneliti(thn)

: Tujuan penelitian Untuk menganalisis Hasil penelitian Adanya persepsi perbedaan antara internal

Judul penelitian

1. Sutedjo (2009) Persepsi stakeholders terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan sekolah

perbedaan persepsi stakeholder

antara stakeholder dan eksternal terhadap internal stakeholder dan akuntabilitas transparansi dan yan

eksternal terhadap disebabkan transparasi akuntabilitas pengelolaan keuangan sekolah. dan pengelolaan keuangan dimana stakeholder

internal sudah terlibat sejak sekolah membuat perencanaan, melaksanakan anggaran pembuatan keuangannya, sedangkan stakeholder eksternal tidak terlibat sebagaimana stakeholder internal. dan laporan

2. Rezky Novita Analisis (2012) akuntabilitas pengelolaan dana

Untuk mendeskripsikan apakah

Perbandingan dilakukan

yang ternyata

SMP ditemuukan nilai 96%

bantuan Muhammadiyah 6 dan dapat dikatakan DAU sudah bahwa laporan

operasional sekolah kasus

(studi menerapkan SMP standar

pengelolaan dana BOS sudah akuntabel kerena nilai 96% interval yaitu 76% nilai sampai

Muhammadiyah 6 DAU)

akuntabilitas sesuai dari dengan indikator termasuk

akuntabilitas yang keempat telah disesuaikan antara

dengan pengelolaan bos

laporan dengan

100%

dana dikatakan akuntabel

3. Reza hamzain Analisis (2012) akuntabilitas lembaga

Memberikan penjelasan bagaimana

LAZISMU optimal

belum dalam

merealisasi dan ZIS ZIS karena dana yang

pengelolaan ZIS pengelolaan

studi kasus pada dan menilai tingkat terealisasi pada tahun LAZISMU kabupaten Malang akuntabilitas pada 2011 LAZISMU hanya sekitar

43,9% , masih ada dana yang tersisa 56,10 %

Kerangka Pemikiran : Praktik akuntansi sebagai instrumen transaparasi dan akuntabilitas di entitas keagamaan melalui Masjid Analisis Transparansi Dan terhadap Akuntabilitas Zakat dan
1. Bagaimana Transparansi dalam pengelolaan zakat dan infaq pada di Lembaga Masjid

infaq Pada Lembaga Keagamaan (Studi

Keagamaan Fachruddin ? 2. Bagaimana

Akuntabilitas

Kasus: pada Masjid Fachruddin).

dalam pengelolaan zakat dan infaq pada di Lembaga Masjid

Keagamaan Fachruddin ? 3. Bagaimana zakat dan

pengelolaan infaq pada di

TIMBAL BALIK

Lembaga

Keagamaan

Masjid Fachruddin?

Dokumentasi yang berupa data data laporan keuangan Masjid Fachruddin dan wawancara dilakukan dengan pengelola keuangan masjid

Tranparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat dan infaq pada lembaga Keagamaan di Masjid Fachruddin.

Alasan pemilihan Objek

Karena penelitian akuntansi pada entitas kegamaan islam, yakni masjid sebagai pusat pengembangan peradaban dan kehidupan spritual umat islam dan jarang sekali menjadi perhatian peneliti akuntansi sebelumnya. Unit Analisis : Data pengeluaran dan pemasukan keuangan Masjid Fachruddin.

Jenis Data : Data sekunder berupa laporan keuangan Masjid Fachruddin. Teknik Perolehan Data : Data diperoleh berupa dokumentasi yang berupa data data laporan keuangan Masjid Fachruddin dan wawancara dilakukan dengan pengelola keuangan masjid. Identifikasi Konsep : Pengertian transparansi Menurut Reza hamzain (2012) Transparan pengelolaan zakat, maka kita menciptakan suatu sistem kontrol yang baik, karena tidak hanya melibatkan pihak intern organisasi saja tetapi juga akan melibatkan pihak ekstern seperti para muzakki maupun masyarakat secara luas. Dan dengan transparasi inilah rasa curiga dan ketidakpercayaan masyrakat akan dapat diminimalisasi. Pengertian akuntabilitas Menurut ulum (2004) akuntabilitas adalah suatu pertanggungjawaban oleh pihakpihak yang diberi kepercayaan masyarakat/idividu di mana nantinya terdapat keberhasilan atau kegagalan didalam pelaksanaan tugasnya tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pertanggungjawaban tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas birokasi dalam memberikan pelayanan sebagai kontra prestasi atas hak-hak yang telah dipungut langsung maupun tidak langsung dari masyarakat. Akuntabilitas lembaga Pengelolaan Zakat dan infaq Menurut Reza hamzain (2012) Organisasi pengelolaan zakat yang akuntabel adalah lembaga yang mampu membuat laporan tahunan yang memuat semua informasi relevan yang dibutuhkan dan laporan tersebut dapat secara langsung tersedia dan aksesibel bagi para pengguna potensial.jika informasi pengelolaan LAZ tersedia dan aksesibel, maka hal ini akan memudahjkan steakholder mendapatkannya melakukan pengawasan.jika kondisinya demikian, maka pihak manejemen LAZ akan tertuntut untuk lebih akuntabel. Dengan kata lain, hal terpenting dari zakat adalah bagaimana mengelolanya (Manajemen). Baik nya manejemen suatu organisasi pengelola zakat harus dapat diukur. Untuk itulah dirumuskan dengan 3 kata kunci yaitu amanah, profesional, transparan. Zakat Menurut Reza hamzain (2012) Adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang beragama islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya ditetapkan oleh syara. (Fakir miskin dan sebagainya) menurut ketetentuan

Infaq Menurut Reza hamzain (2012) Adalah lebih luas dan lebih umum dengan zakat. Tidak ditentukan jenisny, jumlahnya, waktunya suatu kekayaan atau harta harus didermakan. Allah memberi kebebasan kepada pemiliknya untuk menetukan jenis harta, berapa jumlah sebaiknya diserahkan.

Lembaga keagamaan Suatu wadah yang didalamnya terdapat struktur kerja, dimana sistem kerja dalam lembaga mengacu pada bidang keagamaan.

Teknik/Tahapan Analisis Data : 1. Mengidentifikasi kegiatan dan anggaran keuangan pada masjid Fachruddin yang terkait dengan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana zakat dan infaq. 2. Mengukur kinerja masjid yang berupa laporan pemasukan pengeluaran dana masjid Fachruddin. 3. Menilai tingkat akuntabilitas pada pengelolaan masjid Fachruddin. 4. Menentukan tingkat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan masjid 5. Kesimpulan Dari hasil analisis diatas dapat kami simpulkan bahwa : 1. Dapat menjelaskan transparansi dalam pengelolaan zakat dan infaq pada Lembaga Keagamaan di Masjid Fachruddin. 2. Dapat menjelaskan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat dan infaq pada Lembaga Keagamaan di Masjid Fachruddin. 3. Dapat menjelaskan pengelolaan zakat dan infaq pada Lembaga Keagamaan di Masjid Fachruddin.