Anda di halaman 1dari 5

RESUME Buku Luka Bakar karangan dr. Yefta Moenadjat, Sp.

BP

Oleh: Janice Devina (11-2010-136) Interna RSPAU

Syok Luka Bakar: Hipovolemia (gangguan sirkulasi makro) Gangguan permeabilitas kapilar Akumulasi cairan di ruang interstisiel (edema) Gangguan cairan, elektrolit dan protein

Gangguan sirkulasi mikro Metabolisme aerob anaerob Kerusakan endotel Aktivasi sitokin, NOS NO, ROS, TNF as.arakidonat, PAF Cedera iskemia cedera reperfusi

Multi-system Organ Dysfunction Syndrome

Waktu iskemik Hipoperfusi Splangnikus

Gejala intestinal pada luka bakar: Disrupsi mukosa sal cerna Ileus Hipoperfusi Splangnikus Sindoma malabsorpsi, intoleransi, diare Perdarahan sal cerna (d/h: ulkus stres, Curlings ulcer) Enterokolitis Translokasi bakteri

Gejala di luar intestinal Gangguan fungsi hepar Gangguan fungsi enzimatik SGOT/PT, Resistensi insulin

Gangguan sintesis Albumin, Anti-thrombin III, protein serum

Gangguan proses detoksikasi Urea

Hipoperfusi Splangnikus Acute Respiratory Distress Syndrome Neutrophil recruitment Edema peri-alveolar Kerusakan surfaktan Pembentukan membran Gangguan proses perfusi-difusi (V/Q mismatch)

Hipoperfusi Splangnikus Infark miokardium Neutrophil recruitment Aktivasi Tumor Necrotizing Factor Aktivasi Myocardial Depressant Factor (MDF) Hipoperfusi Splangnikus

Acute Tubular Necrosis Neutrophil recruitment Dampak langsung proses iskemia Resusitasi

Target (endpoint) pada luka bakar: perbaikan perfusi Memperhatikan waktu iskemik organ

Resusitasi

Resusitasi airway: Suplai oksigen adekuat Intubasi / krikotoroidotomi Penghisapan lendir berkala Terapi inhalasi Lavase bronko-alveolar Rehabilitasi Posisi pasien Latihan otot pernafasan Refleks batuk

Resusitasi cairan: Perfusi adekuat: (suplai oksigen adekuat) Volume replacement adekuat Gangguan permeabilitas kapilar

(tekanan onkotik intravaskular jar. Interstisiel) Transportasi: Oxygen carrier Utilisasi: Across cell membrane Metabolisme

Jenis cairan yang digunakan: Cairan kristaloid Isotonik (?) hipertonik (osmometer: Na+ & Cl-) Elektrolit (Ringers Lactate) / NaCl 0.9% <30% di rg intravaskular:

efektifitas volume expander edema interstisiel

Non oxygen carrier

Larutan hipertonik Menarik cairan intraselular: Slow resuscitation Dehidrasi selular Toksisitas

Larutan koloid BM besar tekanan onkotik volume expander Efek anti-inflamasi Albumin, Hydroxy-ethyl starch LPS endotel

Toksisitas Resusitasi cairan

Resusitasi cairan pada syok: Adequate volume replacement:

Kebutuhan syok: RL 3 [ 25% {70% vol crn tubuh}] Waktu iskemik organ: <4jam Penggunaan warmed fluid Antisipasi awal masalah pemberian kristaloid masif dgn pemberian koloid 8-12jam pasca cedera Efek anti-inflamasi koloid: HES > albumin

Penggunaan vasopresor Low Dose Dopamine (3g/kgBB/menit, dosis renal) titrasi dlm 24jam Dopamine vs. Dobutamin

Resusitasi Sal cerna Hipoperfusi splangnikus Disrupsi mukosa usus berhubungan dengan waktu iskemik Atrofi mukosa bila ps syok dipuasakan!

Terapi: Tidak memuasakan pasien Pemberian Nutrisi Enteral

Hindari: Penggunaan antasida Suasana sal cerna alkalis daya bakterisid asam lambung Keseimbangan flora normal usus

Antibiotika Antibiotika spektrum luas, poten, bekerja lokal Keseimbangan flora normal usus