Anda di halaman 1dari 5

UJIAN AKHIR SEMESTER 2011/2012 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Nama

NIM Mata Kuliah Hari/Tanggal Dosen : M. Suryanto E1F109007 : Teknik Tata Cara Kerja : Senin/11 Juni 2011 : DR. Rini Hustiany

1. Data pengamatan Pengukuran keWaktu (detik) 1 42 2 39 3 28 4 47 5 36 6 45 7 46 8 39 9 32 10 50

Pengukuran ke11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
2

Waktu (detik) 44 38 45 47 48 43 44 37 39 46 (

x = 835

) = 35469

x)

=697225

a. tingkat keyakinan 95%

tingkat keyakinan 90%

tingkat keyakinan 99% b. x rata-rata = 41,75 Standar deviasi keseluruhan

Standar deviasi sub grup

Tingkat keyakinan 90% dan 95%

copyright: suryanto.muhammad
Email: info@surryantomuhammad.co.cc

Tingkat keyakinan 99%

c. Bagan kontrol

60

keyakinan 90% dan 95%

50

40 waktu (detik)

30

20

BKA = 42,33 BKB = 41,17

10

0 0 5 10 pengukuran 15 20 25

keyakinan 99%
60 50 40 30 BKA = 42,62 BKB = 40,88 20 10 0 0 5 10 15 pengukuran 20 25

d. Data yang tidak dapat digunakan ; Tingkat keyakinan 90% dan 95% : sesuai data BKA = 42,33 maka data pengukuran waktu yang tidak dapat digunakan data ke-4, ke-6, ke-10, ke-11, ke-13, ke-14, ke-15, ke-16, ke-17 dan ke-20

copyright: suryanto.muhammad
Email: info@surryantomuhammad.co.cc

waktu (detik)

sesuai data BKB = 41,17 maka data pengukuran waktu yang tidak dapat digunakan data ke-2, ke-3, ke-5, ke-8, ke-9, ke-12, ke-18, dan ke-19 Tingkat keyakinan 99% : sesuai data BKA = 42,62 maka data pengukuran waktu yang tidak dapat digunakan data ke-4, ke-6, ke-10, ke-11, ke-13, ke-14, ke-15, ke-16, ke-17 dan ke-20 sesuai data BKB = 40,88 maka data pengukuran waktu yang tidak dapat digunakan data ke-2, ke-3, ke-5, ke-8, ke-9, ke-12, ke-18, dan ke-19 2. Waktu siklus (Ws) : Waktu normal (Wn) : ~ Shumard pekerja bekerja baik : Faktor penyesuaian = 60 p = 75/60 = 1,25 Wn = p x Ws ~ Westing house Keterampilan : pekerja terampil, terbiasa dengan pekerjaan yang dilakukannya sehingga hasil yang didapat cukup memuaskan (Average skill = D) Usaha : pekerjaan dikerjakan sesuai, kecepatan kerja stabil setiap hari dan pekerja terlihat senang dengan pekerjaannya (Good Effort = C2) Kondisi kerja : lingkungan kerja yang sesuai untuk pekerjaannya (Average =D) Konsisten : pekerjaan diselesaikan tepat waktu dan konsisten (Good = C) = 0,00 = +0,02 = 0,00 = +0,01 = +0,03 1,25 x 41,75 = 52,1875 detik

1. Average Skill (D) 2. Good Effort (C2) 3. Average (D) 4. Good (C) Jumlah p = 1 + 0,03 = 1,03

Wn x p = 52,1875 x 1,03 = 53,75 detik Waktu Baku (Wb) Faktor kelonggaran Tenaga yang dikeluarkan : duduk Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Kelelahan mata : pandangan yang hampir terus-menerus Keadaan suhu tempat kerja : normal Keadaan atmosfer : baik Keadaan lingkungan yang baik : siklus kerja berulang-ulang antara 5-10 detik Jumlah *catatan : pekerja adalah seorang laki-laki Wb = Wn + (kelonggaran x Wn) 53,75 + (0.15 x 53,75) = 61,8125 detik % 5 1 0 2 5 0 2 15

copyright: suryanto.muhammad
Email: info@surryantomuhammad.co.cc

3.

Pengamatan 876 kali selama 17 hari penuh Frekuensi produktif 693 kali Barang yang dihasilkan 543 buah Jawab a. Persentase produktif :

b. Waktu siklus Jumlah menit pengamatan : 17 hari x 8 jam x 60 menit = 8160 menit Jumlah menit produktif : 0,791 x 8160 menit = 6454,5 menit Waktu siklus (Ws) = 6454,5 / 543 = 11,9 menit c. Waktu normal (Wn) = Ws x p = 11,9 menit x 0,85 = 10,1 menit d. Waktu baku (Wb) = Wn + (kelonggaran x Wn) = 10,1 menit + (0,135 x 10,1 menit) = 11,5 menit 4. Chocolate liquor (coklat pasta) - adalah dihasilkan dengan menggiling nib dari kakao (inti biji kakao) menjadi cairan yang halus, di Amerika coklat pasta kadang-kadang juga disebut coklat, atau coklat pahit, coklat masak, atau coklat tanpa gula. Sementara di Kanada dan Eropa dinamai coklat masa (cocoa liquor). Cocoa butter (minyak coklat) - adalah kandungan minyak alami yang terdapat pada biji kakao. Kandungan minyak coklat pada biji coklat umunya berkisar antara 50 to 60%, dengan sisanya ampas yang tidak mengandung (sedikit) minyak. Proses Pengolahan Pembuatan pasta coklat melibatkan tahapan proses pembersihan biji, pemisahan kulit dan penyangraian. Pembersihan ditujukan untuk mengeluarkan pengotor yang mungkin terbawa, seperti pasir, batu, partikel-partikel tanaman dan sebagainya. Keberadaan pengotor ini tidak diinginkan. Jika pengotor yang keras hanya potensial untuk merusak peralatan proses, maka pengotor organik juga bisa merusak flavor coklat selama proses penyangraian. Proses penyangraian biji coklat dilakukan pada suhu maksimal 150oC, selama 10 35 menit, tergantung dari tujuan akhir penggunaan biji. Biji yang akan diolah menjadi coklat (chocolate), membutuhkan proses sangrai yang lebih intensif dibandingkan dengan biji yang akan diolah untuk menjadi coklat bubuk (cocoa powder). Apapun metode penyangraian yang dipilih, proses tidak boleh menghanguskan kulit karena akan merusak flavor. Selama proses penyangraian, kadar air biji turun menjadi sekitar 2% dan terjadi pembentukan flavor coklat. Biji akan berwarna lebih gelap dengan tekstur yang lebih rapuh dan kulit menjadi lebih mudah dipisah dari daging biji (nib). Penyangraian juga akan mempermudah proses ekstraksi lemak. Selain itu, panas selama penyangraian juga berperan untuk membunuh kontaminan yang mungkin terikut dari tahapan sebelumnya.

copyright: suryanto.muhammad
Email: info@surryantomuhammad.co.cc

Biji yang telah disangrai secepatnya didinginkan untuk mencegah pemanasan yang berlebihan. Biji selanjutnya dihancurkan dan dipisahkan dari kulit ari dan lembaganya dengan menggunakan teknik hembusan udara (menampi secara mekanis). Keberadaan kulit ari dan lembaga tidak diinginkan karena akan merusak flavor dan karakteristik produk olahan coklat. Setelah penyangraian, biji coklat (nib) mengalami proses penggilingan (pelumatan). Proses ini dilakukan secara bertingkat sebanyak 2 3 tahap untuk memperoleh pasta coklat (cocoa liquor atau cocoa mass) dengan tingkat kehalusan tertentu. Untuk memperoleh coklat bubuk, maka sebagian lemak coklat (cocoa butter) yang ada di dalam pasta coklat harus dikeluarkan. Proses pengeluaran lemak dilakukan dengan mengepress pasta menggunakan pengepress (hidraulik atau mekanis) pada tekanan 400 500 bar dan suhu 90 100oC Rancangan Pengolahan Secara garis besar, proses pengolahan cocoa mass dan cocoa butter dirancang melalui tahapan-tahapan dengan setiap tahapan dapat dikatakan sebagai stasiun yang dilengkapi mesin yang sesuai dengan fungsi stasiun dengan pusat pengendalian stasiun dalam satu lini pengendali sehingga mudah dalam pengoperasian dan pengendalian. Adapun tahapan-tahapannya yaitu: 1. Cocoa Bean Cleaning 2. Pre-Drying 3. De-Shelling/Winnowing 4. Roasting 5. Grinding/Refining 6. Pressing 7. Storing Yang mana tahapan tersebut dilengkapi Transport agar operator tidak perlu repot dalam pemindahan bahan pada setiap stasiunnya maupun penyimpanannya, seperti : a. Screw Conveyor b. Bucket Elevator c. Pompa + Pemipaan d. Tempat Bahan Baku e. Pipa Ducting dan Blower

copyright: suryanto.muhammad
Email: info@surryantomuhammad.co.cc