Anda di halaman 1dari 19

PENGERTIAN

Drainese perkotaan adalah salah satu sarana dan prasarana perkotaan yang terdiri dari jaringan saluran saluran yang merupakan suatu sistem, yang penangananya menjadi tanggung jawab pemerintah Daerah, baik Kota maupun Kabupaten. Fungsi Drainase : a. Untuk mengalirkan kelebihan air hujan yang jatuh pada daerah pengaliran di dalam batas administrasi perkotaan. b. Menghindari terjadinya banjir / genangan pada daerah perkotaan yang akan menyebabkan kerugian baik jiwa maupun harta benda yang akan menjadi penghambat kegiatan masyarakat. c. Membuat kota sehat (tidak kumuh) pada kawasan permukiman, kawasan pemerintahan, kawasan komersial dan kawasan industri.

SISTEM PENGENDALI BANJIR Pertama-tama harus dibedakan antara sistem pengendalian banjir dan sistem drainase. Dalam sistem pengendalian banjir yang ditangani adalah air yang berlebih yang terdapat dalam sungai. Kelebihan air ini utamanya disebabkan kelebihan pasokan air di daerah hulu. Oleh karena itu penanganan masalah banjir memerlukan penanganan menyeluruh dari hulu sampai muara sungai. Penanganan sungai tidak dapat dilaksanakan sendiri oleh pemerintah daerah. Penanganan ini memerlukan kerjasama lintas wilayah atau lintas pemerintah daerah, mungkin pemerintah propinsi atau pemerintah pusat perlu terlibat.

Sistem drainase, penanganannya terbatas pada akibat air hujan setempat, dan saluran-saluran setempat yang berhubungan dengan badan penerima air (sungai, danau, atau laut).
Karena sifatnya terbatas maka penanganan ini dapat dilaksanakan oleh Pemda setempat atau masyarakat secara otonom. Oleh karena itu sistem ini sering juga dikenal dengan nama drainase perkotaan. Tujuan pokoknya adalah menyelamatkan masyarakat dari akibat negatif terhadap air yang menggenang, karena tidak lancarnya aliran di lingkungan permukiman.

Ada 2 sistem drainase


1. Sistem drainase utama : - Saluran yang hulunya (up stream) bermula dalam daerah administrasi (Kota). Oleh karena itu dikelola oleh Pemda setempat.
- Sistem Saluran terdiri dari : saluran primer, saluran sekunder, dan saluran tersier. - Sistem ini ditunjang dengan bangunan pelengkap, misalnya : gorong-gorong, jembatan pelintas, pintu air, pompa dan sebagainya. - Perencanaan meliputi seluruh wilayah kota.

2. Sistem drainase lokal :


Melayani daerah tangkapan maksimal 10 Ha. Saluran-saluran lokal ini sebaiknya dikelola oleh masyarakat, karena keberadaannya mungkin hanya melayani kelurahan, atau satu wilayah pengembang. Pengelolaan yang perlu dilakukan meliputi : perawatan, pembersihan, dan menjaga kontinuitas aliran.

SISTEM DRAINASE UTAMA FLOOD CONTROL

(P)

(C

K)

URBAN BOUNDARY

SISTEM DRAINASE LOKAL

Sistem drainase perkotaan

SALURAN DRAINASE PRIMER

PERMASALAHAN
Permasalahan drainase secara nasional untuk perkotaan dan perdesaan adalah sebagai berikut : Masih banyak kota kota yang belum memiliki master plan drainase. Instalasi pengolahan drainase kota belum jalan, drainase kota masih dikelola secara bersama dengan jalan kota. Kegiatan operasi dan perawatan prasarana dan sarana yang ada tidak dilakukan secara periodik, sehingga banyak fasilitas drainase kota tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

BANJIR DI KOTA JAKARTA

Pada umumnya genangan terjadi karena :


Sistem jaringan yang tidak terpola dengan baik. Dimensi saluran tidak memperhitungkan daerah aliran dan intensitas hujan. Kelandaian dasar saluran tidak sesuai dengan kecepatan pengaliran yang diperlukan. Sistem drainase kota tidak terintegrasi dengan sistem pengendali banjir. Sampah menghambat aliran. Pemeliharaan saluran kurang. Dana terbatas untuk membuat sistem yang baik.

Pembuangan sampah di saluran drainase

SALURAN DRAINASE YANG TERSUMBAT KARENA SAMPAH

Limbah cair yang langsung dibuang ke badan sungai yang akan merusak lingkungan

SEDIMENTASI / LUMPUR