Anda di halaman 1dari 7

DINAMIKA ROTOR

KECEPATAN KRITIS Bila satu rotor, yang mempunyai eksitasi dinamik, berputar dengan putaran yang sama dengan frekuensi eksitasi (frekuensi alamiah, frekuensi pribadi) maka akan terjadi resonansi yang mengakibatkan timbulnya getaran yang besar. Putaran tersebut disebut sebagai kecepatan ktitis yang berhubungan dengan karakteristik sistim dan getaran yang timbul. Karakteristik sistim akan menyebabkan beberapa moda getaran. Karakteristik sistim kekakuan bantalan (bearings).

Tanpa redaman Kecepatan kritis Diredam

GAYA GAYA YANG MENIMBULKAN GETARAN Gaya dari rumah/fondasi Konstruksi tidak stabil Frekuensi pribadi/alamiah rumah Perubahan struktur : penyusutan, pemuaian Gaya yang dibangkitkan oleh rotor Sifat mekanik bahan: Unbalanced (tidak homogen) Rotor melengkung Elastisitas rotor Beban sistim yang bervariasi: Kekentalan, hidrodinamik Variasi beban (sudu) Gaya yang dikenakan terhadap rotor Momen torsi Kopling Roda gigi Misalignment

KETIDAK-STABILAN PADA ROTOR DINAMIK Gaya atau resonansi Karena gaya/resonansi Stimulan: unbalans, defleksi poros, misalignment Beban periodik Stimulan: gearmesh, kopling, fluida kerja pada rotor Eksitasi dalam Gesekan kering Oil whirl Efek seal, clearance Bantalan Pusingan histeresis

PUTARAN KRITIS CRITICAL SPEED

Lendutan poros Whirling shaft

Semua poros yang berputar akan bergetar dengan hebat pada satu putaran tertentu, yaitu pada putaran kritis-nya. Putaran kritis terjadi pada putaran yang sama dengan frekuensi getaran pribadi /alamiah (natural frequency) dari sistim poros /rotor. Penyebab utama: ketidak-seimbangan poros UNBALANCED. Secara praktis/teknis sulit dihindari. Bila putaran kerja > putaran kritis, getaran akan teredam/tereduksi akibat keadaan alamiah seimbang sendiri (self-balanced).

O C

m = massa cakram (disc). = putaran poros. G = pusat massa (centre of gravity) dari cakram O (disc). O = pusat sumbu putaran. C C = pusat geometri cakram (disc) dan poros. e G e = eksentrisitas, jarak pusat massa G ke pusat geometri C. = defleksi lateral dari pusat poros ke garis sumbu putaran poros. k = kekakuan bahan poros konstanta pegas. Akibat ketidak-seimbang poros, yaitu G C, maka timbul gaya sentrifugal di G arah radial keluar dan gaya pengimbang dari poros. Kondisi seimbang terjadi bila : Titik titik O, C dan G berada pada satu garis lurus (kolinier). Gaya sentrifugal yang timbul = gaya pengimbang dari poros m ( + e) 2 = k atau, (m e 2) / (k - m 2) = untuk, n = (k/m) dan r = /n = (e r2)/(1 - r2) /e = r2/(1 - r2)

untuk
/e

/e = r2/(1 - r2)

diplot /e vs r : I. bila
r

= n r = 1 dan /e = defleksi yang terjadi tak hingga getaran hebat resonansi putaran kritis r < 1 /e = positif titik C terletak antara O dan G bagian berat dari ketidak-seimbang (G) berada diluar titik C, saat berputar

1,0

II. bila < n


O C G

III. bila > n

r>1

O G C

/e = negatif titik G terletak antara O dan C (e negatif) saat berputar, bagian berat dari ketidak-seimbang (G) berada didalam semakin besar, r semakin besar, /e 0 titik G bergeser kearah titik O, sehingga saat titik G berimpit dengan titik O poros berputar pada pusat massa, Tidak Ada Getaran (putaran sistim poros relatif halus).