Anda di halaman 1dari 2

Pertimbangan Perawatan Gigi dan Mulut pada Kehamilan, A Case Report of Follicular Cyst in Pregnancy.

Ari W., Inda Y., Vetria M., Advaitha V. M., Rifka P., R.r Primarizka. Abstract Pregnancy is the period from conception, fertilization of an ovum with a sperm, to birth when a woman carries a developing fetus in her uterus for approximately 9 months. It is an exceptional time in a womans life. It is associated with a diversity of physiologic and hormonal changes that influence the womans body and subsequently the way of providing oral health care. Because of that, the dental management and medication for pregnant woman must be concern about the effect that can influence pregnant woman and fetuss condition. Keywords: pregnancy, hormonal changing, dental management Pendahuluan Kehamilan adalah keadaan mengandung embrio atau fetus di dalam tubuh, setelah penyatuan sel telur dan spermatozoon. Kehamilan secara normal dipengaruhi oleh berbagai hormon diantaranya yaitu Human Chorionic Gonadotrophin (HCG), Estrogen, Progesteron, Human Chorionic Somatomammotropin (HCS), dan Prolaktin. Perubahan hormon tersebut mempengaruhi sistem kardiovaskular, endokrin, pencernaan, pernafasan, dan lain-lain (Trisetiyaningsih, 2011). Hal tersebut juga mempengaruhi kondisi gigi dan mulut ibu hamil, contoh manifestasi oral tersebut adalah gingivitis gravidarum, tumor kehamilan, karies, erosi gigi, kandidiasis, dan hipersalivasi. Perubahan hormon tersebut dirangkum dalam gambar di bawah ini. 15 10 5 0
HCG

Progesteron

Estrogen

HCS

Noradrenalin, sebuah lubang dengan diameter sekitar 1 cm dibuat di jaringan lunak di dasar cabang mandibula untuk menipiskan struktur tulang. Fragmen kista dikirim untuk pemeriksaan histopatologi. Lubang tersebut dibersihkan dengan antiseptik dan sebagian dirawat menggunakan perban dengan iodoform selama seminggu. Selama proses rekonstruksi, pasien diberitahu tentang perlunya membersihkan lubang kista 2-3 kali sehari dengan antiseptik, menjaga kebersihan rongga mulut setiap hari, dan check-up setiap 2 minggu. Pasien dilaporkan untuk menjalani perawatan pada stadium lanjut kehamilan, dan selama pemeriksaan lebih lanjut terjadi penyempitan lubang. Selama periode kehamilan, tidak dilakukan uji radiologis. Setelah tahap menyusui, diambil X-Ray sebagai kontrol. Adanya derajat trabekula yang bervariasi dari cabang mandibula, maka disarankan untuk melakukan rekonstruksi struktur tulang dan regresi dari lesi. Oleh karena kondisi kehamilan, kistektomi baru dilakukan setelah 2 tahun. Selama periode kontrol, pasien berhasil menjaga kebersihan mulutnya dan tidak terjadi komplikasi. Gigi 47 dilakukan perawatan endodontis dengan anestesi umum. Kista terekstirpasi dan gigi 48 dilakukan pembedahan. Regenerasi tulang dan ketebalan dinding positif, terutama cabang mandibula, memungkinkan ekstirpasi tanpa komplikasi. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan keberadaan kista folikuler. Luka pasca operasi sembuh melalui adhesi utama. Jahitan dihilangkan dengan kendali klinis sehingga kembali normal (Gaweda dkk, 2011). Diskusi Perawatan gigi dan mulut pada kondisi kehamilan memerlukan pertimbangan pada jenis perawatan dan kondisi trimester ibu hamil, pemberian anestesi, radiologi serta pemberian obat-obatan. Pertimbangan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi yang dapat berpengaruh pada kondisi ibu dan janin yang dikandungnya. A. Perawatan Gigi dan Mulut Berikut ini adalah berbagai pertimbangan dalam melakukan perawatan gigi dan mulut berdasarkan periode kehamilan. 1. Trimester I (konsepsi sampai 14 minggu) Pada trimester I (minggu ke-1 hingga minggu ke-14 kehamilan) terjadi pembelahan sel dan organogenesis secara aktif pada fetus, tepatnya antara minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-8 kehamilan sehingga dapat menimbulkan dampak psikologis dan teratogen yang berisiko terjadi aborsi spontan. Pada trimester I juga terjadi penurunan tekanan darah dengan kemungkinan hilangnya kesadaran dan postural hipotensi, sehingga perawatan gigi rutin dan elektif sebaiknya tidak dilakukan. Prosedur perawatan gigi dapat ditunda hingga postpartum. Namun, perawatan gigi pada kasus emergensi yang disertai rasa nyeri di mulut dan memiliki penyakit atau infeksi yang parah sebaiknya tidak ditunda. Tindakan yang diperbolehkan pada trimester I adalah (Giglio, 2012): a. Mendidik pasien tentang perubahan rongga mulut ibu selama kehamilan. b. Menekankan kepada pasien untuk menjaga kebersihan mulut dan mengontrol plak. c. Membatasi perawatan gigi hanya untuk profilaksis periodontal dan perawatan darurat saja. d. Menghindari penggunaan radiografi rutin dan selektif. 2. Trimester II (minggu ke-14 sampai ke-28) Pada periode trimester II, organogenesis telah sempurna sehingga risiko terhadap fetus rendah, oleh karena itu, periode ini adalah periode paling aman untuk melakukan perawatan. Kontrol dari penyakit dan potensi yang timbul selama kehamilan perlu

Gambar 1.1 Perubahan Hormon Kehamilan (Anwar, 2005) Kehamilan ditandai dengan berhentinya haid, morning sickness, pembesaran payudara, dan pembesaran abdomen. Tanda-tanda pasti kehamilan yaitu gerakan janin dan terlihatnya janin melalui pemeriksaan sinar-X atau Ultrasonografi (USG). Selain itu, uji konfirmasi kehamilan dini (sekitar 2 minggu setelah pembuahan) dilakukan dengan tes urin dan juga tes darah untuk mendeteksi adanya HCG (Sherwood, 2001). Klasifikasi kehamilan menurut Wiknjosatro (2007) ditinjau dari waktu kehamilan dibagi dalam 3 bagian, yaitu: a. Kehamilan triwulan pertama (antara 0 12 minggu) b. Kehamilan triwulan kedua (antara 12 28 minggu) c. Kehamilan triwulan ketiga (antara 28 40 minggu) Perubahan fisiologis dalam kehamilan menjadi pertimbangan dalam melakukan perawatan gigi dan mulut, oleh karena itu harus dipertimbangkan tindakan-tindakan yang aman bagi ibu hamil maupun janin. Kondisi yang tidak dipengaruhi oleh perubahan fisiologis pada kehamilan pun menjadi pertimbangan khusus dalam penatalaksanaannya. Kondisi tersebut dapat berupa karies; kandidiasis oportunistik; penyakit infeksius, seperti ludwig angina, abses, herpes labialis; serta penyakit keganasan, seperti ameloblastoma dan kista folikuler. Laporan Kasus Pasien wanita berusia 28 tahun pergi ke Departemen Bedah Maksilofasial, Universitas Kedokteran di Lublin (Polandia tenggara) pada Agustus 2009 karena asimetri di sisi kanan wajahnya, disebabkan oleh deformasi mandibula. Pada uji dasar klinis dan radiologis, terlihat lesi osteolytic yang besar yang terletak di mandibula pada gigi 48. Gigi 48 terletak di bawah akar gigi 47 dan 46. Membran mukosa tidak mengalami proses inflamasi dan tidak ada rasa sakit ketika dipalpasi. Pencitraan radiologi memperlihatkan kista folikuler. Pasien dikategorikan ke dalam dua-tahap pengobatan untuk mengobati lesi patologis. Selama tinggal satu hari di rumah sakit dan di bawah anestesi lokal dengan 2% Lignocaine dengan

diperhatikan untuk mencegah komplikasi pada periode postpartum. Tindakan yang diperbolehkan adalah (Pedlar, 2007): a. Scalling dan kuretase (dilakukan jika perlu). b. Pengendalian penyakit mulut yang aktif. c. Perawatan gigi elektif aman, contoh ekstraksi tanpa komplikasi. 3. Trimester III (minggu ke-29 sampai melahirkan) Trimester III awal (bulan ke-7 sampai bulan ke-8) masih merupakan waktu yang baik untuk melakukan perawatan, tetapi pada pertengahan trimester III, perawatan gigi yang bersifat elektif dan rutin sebaiknya ditunda. Walaupun tidak ada risiko terhadap fetus pada trimester III, wanita hamil dapat mengalami ketidaknyamanan bila terlalu lama berada dalam posisi terlentang, sebab terjadi penyumbatan vena cava inferior dan aorta akibat tekanan dari fetus. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan darah dan kehilangan kesadaran yang disebut dengan sindrom supin hipotensi. Perawatan gigi dalam periode ini dilakukan dalam waktu kunjungan yang singkat untuk menghindari posisi supinasi yang terlalu lama yaitu dengan menempatkan pasien pada posisi semisupinasi dimana dokter gigi menginstruksikan pasien berbaring ke sebelah kirinya, menempatkan bantal kecil di panggul kanan pasien dan memposisikan kepala lebih tinggi daripada kaki serta menganjurkan pasien merubah posisi bila merasa sudah tidak nyaman. Tindakan yang diperbolehkan pada trimester ini sama dengan trimester I dan II kecuali ekstraksi dan pengendalian penyakit mulut yang aktif (Suresh, 2004). B. Anestesi Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan anestetikum lokal yang aman selama kehamilan antara lain (Wira, 2010): 1. Penggunaan anestetikum lokal dengan kadar rendah atau tanpa epinefrin, karena pada masa kehamilan rentan terjadi komplikasi berupa peningkatan tekanan darah. 2. Penggunaan maksimum anestetikum lokal adalah 2 karpul. Pada kasus ini anestesi yang digunakan adalah lidokain yang mempunyai durasi kerja lebih cepat dan stabil dibandingkan dengan obat anestesi lokal lainnya. Lidokain mampu melewati sawar darah otak dan diserap secara cepat dari tempat injeksi. Lidokain dalam hepar diubah menjadi metabolit yang lebih larut dalam air dan disekresikan ke dalam urin (Syarif, 2009). C. Radiologi Penggunaan radiografi pada masa kehamilan sebaiknya dihindari terutama pada trimester I karena perkembangan janin sangat peka terhadap radiasi sehingga berisiko terjadi malformasi, gangguan pertumbuhan pada janin, dan kanker. Baju timah atau apron digunakan sebagai pelindung yang adekuat untuk menghindari terjadinya pengaruh negatif radiasi pada janin selama proses radografi (Lynch, 1984; Sonis dkk, 1995; Lukman, 1995). D. Obat-obatan Penggunaan obat-obatan harus dihindari pada trimester I karena pertimbangan efek toksisitas atau teratogenik pada janin. Resep diberikan dengan dosis yang paling efektif dalam periode waktu singkat. Obat yang aman adalah golongan A dan B sesuai klasifikasi Amerika Serikat Food and Drug Administration (FDA). Berikut adalah jenis-jenis obat yang aman untuk ibu hamil (Lpez, 2011): 1. Antibiotik: amoxicillin, erythromycin, penicillin V, cephalosporins, clindamycin. 2. Antiinflamasi: naproxen, piroxicam, ketorolac*, ibuprofen*, indometasin*. 3. Analgetika: acetaminophen, meperidine, morphine, fentanyl.
*) aman digunakan pada trimester I dan II

Referensi Anwar, Ruswana, 2005, Endokrinologi Kehamilan dan Persalinan, FK UNPAD: Bandung, http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2010/05/endokrinologi_kehamilan.pdf. (31/03/2012) yang ini buku elektronik Gaweda, Anna, dkk, 2011, Treatment of the follicular cyst of the mandible in a pregnant woman-a case study. Journal of Pre-Clinical and Clinical Research, Vol 5, No 1, 38-40: Polandia, http://www.jpccr.eu, 11/03/2012 (yang ini jurnal elektronik) Lpez, Begonya Chaveli, MG Sarrin Prez, dan Yolanda Jimnez Soriano, 2011, Dental considerations in pregnancy and menopause, J Clin Exp Dent. 2011; 3(2): e135-44, Valencia (Spanyol): Valencia University Medical and Dental School, http://www.medicinaoral.com/odo/volumenes/v3i2/jced v3i2p135.pdf, 11/03/2012 (yang ini jurnal elektronik) Lukman, D, 1995, Dasar-dasar Radiologi Dalam Kedokteran Gigi Ed. Ke-2, Widya Medika, Jakarta. Lynch, MA, 1984, Burket Oral Medicine, Diagnosis and Treatment Ed. Ke-8, JB Lippincot Company, Philadelphia. Pedlar, J dan Frame, J, 2007, Oral and Maxillofacial Surgery Second Edition, Elsevier, Churchill. Sherwood, L., 2001, Fisiologi Manusia Dari Sel Ke Sistem Edisi 2, EGC, Jakarta. Sonis,ST, dkk, 1995, Principles and Practice of Oral Medicine Ed. Ke-2, WB Saunders Company, Philadelphia. Suresh, Lakshmanan dan Lida Radfar, 2004, Pregnancy and Lactation, Oral Surgery Oral Medicine Oral Pathology vol. 97, no. 6, State University Of New York: New York, http://www.ugr.es/~jagil/pregnancy%20and%20lactancy .pdf, (30/03/2012) yang ini jurnal elektronik Syarif, A, dkk, 2009, Farmakologi dan Terapi, FKUI, Jakarta. Trisetiyaningsih, Yanita, 2011, Kehamilan Normal (Handout Keperawatan Maternitas), STIKES A. Yani: Yogyakarta, http://stikesayaniyk.ac.id/attachments/article/74/Fisiolog i%20Kehamilan%20Normal.pdf, (14/03/2012) yang ini buku elektronik Wiknjosatro, Hanifa, 1999, Ilmu Kandungan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta. Giglio, J.A., 2009, Oral Health Care for The Pregnant Patient, vol. 75, no. 1 diakses tanggal 12 Maret 2012 <http://www.cda-adc.ca/JCDA/vol-75/issue-1/43.pdf.> Wira, Vivi Vidya Waty, 2010, Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Dokter Gigi yang Praktik di Kotamadya Medan Terhadap Perawatan Dental Pada Wanita Hamil (2009), USU digital library, Sumatera Utara, http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16847/3 /Chapter%20II.pdf, (13/03/2012) yang ini buku elektronik

Uraian di atas menjelaskan bahwa pada masa kehamilan terdapat perubahan fisologis yang dipengaruhi oleh hormon, sehingga menimbulkan manifestasi umum maupun oral. Pada masa tersebut terdapat pertumbuhan janin, sehingga dokter gigi harus mempertimbangkan berbagai tindakan perawatan gigi dan mulut yang aman pada kondisi ibu hamil untuk mencegah terjadinya risiko komplikasi.