Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA BERMAIN (SAB) TERAPI BERMAIN PADA ANAK USIA 3-10 TAHUN DENGAN ASMA DI RUANG MELATI

RSUD RA KARTINI, JEPARA

Disusun Oleh 1. 2. 3. 4. 5. HAERONI HARI WAHYUDI IDA KRISTANTI INDHAH SISWOYOWATI LAILY KURNIASARI

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALUYO UNGARAN 2012

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Anak-anak tidak dapat menggambarkan kesulitan bernafas (dispnea), bagaimanapun juga, kita dapat melihat dan menilai perilaku pernafasan anak-anak selama mereka beraktifitas. Anak anak menunjukkan penurunan gerakan badan sebagai toleransinya atau juga nafas pendek selama aktivitas. Anak yang sedang mengalami nafas pendek dan cepat biasanya diam, pasif, dan tidak memiliki antusias untuk aktivitas bermain. Anak-anak dengan pneumonia mungkin merasa tidak nyaman kecuali pada posisi setengah duduk. Anak menyangga badannya bagian atas dan mengistirahatkan beratnya pada ketiak. Anak-anak dengan penyakit respirasi memerlukan tambahan sumber oksigen dirumah sakit dan di rumah. Sebuan nasal kanul merupakan metode paling sederhana dalam menyuplai oksigen. Nasal kanul bisa menyebabkan iritasi karena biasanya menempel dan tertahan pada wajah. Aktivitas untuk meningkatkan kedalaman pernafasan secara perlahan kedalaman penarikan nafas untuk efek baik. Tipe ini untuk meningkatkan ekspansi paru secara maksimal pada alveoli di dalam semua lobus paru. Digunakan rangsangan pada anak untuk pengembangan paru, seperti permaianan straw blow painting untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu juga anak perlu dilatih dalam bernafas menggunakan bibir, asma pada anakanak sering diajarkan tehnik bernafas lewat mulut. Hal itu dilakukan secara perlahan dan dalam. B. TUJUAN Tujuan permainan Straw Blow Painting ini adalah untuk meningkatkan ekspansi paru dan kedalaman bernafas. C. SASARAN Anak usia 3 sampai 10 tahun

BAB II DESKRIPSI KASUS A. KARAKTERISTIK SASARAN Anak usia 3 sampai 10 tahun, di khususkan jenis permainan ini untuk anak-anak dengan asma, sehingga dapat melatih pengembangan paru mereka dan kedalaman pernafasan, metode ini cocok untuk usia diatas karena anak-anak masih dalam fase dimana mereka masih dalam dunia permaianan, sehingga selain bermain juga mereka melatih pernafasan mereka. B. PRINSIP BERMAIN MENURUT TEORI 1. Aman (tidak terlalu kecil, tidak terdapat bagian-bagian yang tajam, tidak ada bagian yang mudah pecah) 2. Ukuran dan berat permainan sesuai dengan usia anak. 3. Desainnya jelas, jelas tujuan dan maksudnya. 4. Mempunyai fungsi untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak 5. Harus dapat dimainkan dengan berbagai variasi, tetapi jangan terlalu sulit atau terlalu mudah (bias menjadikan cepat bosan) 6. Walaupun permainan sederhana tetapi menarik perhatian anak 7. Tidak mudah rusak, pemeliharaannya mudah, terbuat dari bahan yang mudah didapat, serta harganya relative murah. BAB III METODOLOGI BERMAIN A. DESKRIPSI PERMAINAN Anak di fasilitasi buku bergambar, cat air, kuas, air, dan sedotan. Pertama, anak di pandu untuk mencampur cat ait dan air, setelah itu anak memberi warna dasar pada gambar, anak meniup dengan sedotan pada gambar tersebut agar cepat kering dan bisa segera ditambah variasi warna lain pada gambar tersebut. Hal tersebut dapat melatih beberapa hal pada anak, antara lain melatih kreativitas anak, menyalurkan emosi anak, dan yang paling penting dapat melatih ekspansi paru dan kedalaman pernafasan. B. TUJUAN PERMAINAN 1. Melatih ekspansi paru dan kedalaman pernafasan 2. Melatih motorik halus dan kasar 3. Menyalurkan emosi/perasaan anak
3

4. 5. 6. 7. 8.

Mengembangkan kecerdasan Melatih kerjasama antara diri sendiri dan lingkungan Melatih daya imajinasi Kemampuan membedakan benda yang ada disekitarnya Melatih kepercayaan diri dan kemandirian anak

C. KETRAMPILAN YANG DIPERLUKAN 1. Kreativitas melalui permainan ini anak menjadi kreatif, karena anak berfikir bagaimana cara mencampur cat air dan warna apa yang cocok untuk gambar. 2. Intelektual Anak berfikir tentang bagaimana cat air bisa cepat kering agar bisa ditambah variasi warna lain. 3. Kemampuan dalam melatih pernafasan ketika meniup gambar dengan sedotan. D. JENIS PERMAINAN Jenis permainan untuk anak usia 3-10 tahun dengan asma yaitu Straw Blow Painting. E. ALAT PERMAIANAN 1. Kertas bergambar 2. Cat air 3. Kuas, tempat cat air 4. Sedotan F. PROSES BERMAIN 1. Pelaksanaan permainan dilaksanakan di dalam ruang bermain (lab. Anak) 2. Mahasiswa yang sebagai perawat anak, duduk disamping anak. 3. Mahasiswa melakukan pendekatan terlebih dahulu sebelum ke tujuan utama agar anak merasa nyaman. 4. Mahasiswa mengenalkan dan menjelaskan permainan yang akan dimainkan. 5. Mahasiswa memberi contoh terlebih dahulu bagaimana jalannya permainan kemudian menuntun anak agar dapat melakukannya sendiri. 6. Memberi dukungan pada anak agar semangat. 7. Beri apresiasi atas usaha anak dalam melakukan permainannya. G. WAKTU PELAKSANAAN Pelaksanaan permainan ini akan dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Kamis, 8 November 2012
4

Waktu Tempat

: Pukul 10.00 s/d 10.30 WIB : Ruang bermain Melati

H. HAL-HAL YANG PERLU DIWASPADAI 1. Anak merasa bingung bagaimana harus mewarnai dan warna apa yang cocok sesuai gamabar. 2. Anak merasa bosan dengan permaianan sehingga tidak mau melanjutkan permainan sampai selesai. 3. Anak merasa takut dengan leader yang bersamanya atau merasa malu sehingga tidak mau melakukan permainan. I. ANTISIPASI UNTUK MEMINIMALKAN HAMBATAN 1. Lakukan pendekatan terlebih dahulu kepada anak agar anak tidak merasa takut ataupun malu sehingga mau melakukan permainan. 2. Tuntun anak agar dapat melakukan permainan secara baik dan benar. 3. Jika anak merasa bosan, selingi dengan pembicaraan ringan yang bertujuan agar anak tetap tertarik pada permainan. J. PENGORGANISASIAN Kelompok bermain ini beranggotakan : 1. Leader 2. Observer

SKEMA

Keterangan :
5

1. Anak-anak 2. Leader 3. Audience K. SISTEM EVALUASI Dengan melakukan permainan Straw Blow Painting diharapkan adanya peningkatan dalam kemampuan bernafas, terutama ekspansi paru dan kedalaman bernafas, selain itu juga meningkatkan perkembangan motorik, intelektual, dan kreatifitas anak. Sebagai indikator keberhasilan dimana anak mampu mewarnai gambar dengan baik dan benar juga anak dapat meniup gambar secara baik sehingga benar-benar kering dan dapat ditindih oleh warna lain sehingga warna dasar dan warna tambahan tidak tercampur. BAB IV PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN Terapi bermain dilaksanakan di dalam ruang bermain anak, waktu pelaksanaan terapi bermain pada pukul 09.00 s/d 09.30 WIB. Selama proses bermain didapatkan hasil bahwa anak-anak mampu mewarnai gambar dengan baik dan benar, selain itu anak mampu mengeringkan gambar dengan menggunakan sedotan sehingga dapat kering sempurna sebelum ditambah warna lain untuk variasinya sehingga warna dasar dan warna tambahan tidak tercampur. BAB V PENUTUP Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain bagi anak dengan asma tidak bisa dipisahkan dengan bermain pada anak yang sehat, disini digunakan permainan yang dapat menghibur dan memfasilitasi anak juga dapat bermanfaat sehubungan dengan sakitnya yaitu peningkatan ekspansi paru dan kedalaman pernafasan. Tetapi anak masih perlu dalam pengawasan karena bisa saja anak tersedak dalam meniup dengan sedotan,jadi diperlukan intruksi dan pengawas agar permainan dapat berjalan sesuai harapan dan tujuan dapat tercapai.