Anda di halaman 1dari 9

Eksergi Jurnal Teknik Energi Vol 8 No.

2 Mei 2012; 47 - 55
47
Pengaruh Jumlah Nosel terhadap Unjuk Kerja Turbin Pelton Mikro Untuk
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro

Sahid, Sunarwo, F. Gatot Sumarno
Program Studi Teknik Konversi Energi, Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang Fax.(024) 7472396
E-mail : shda@plasa.com

Abstrak

The object of this research is to study the influence of number of nozzle to performance
of the micro pelton turbine was used in the micro hydro electric powerplant system. The
research was conducted by testing the characteristic of micro pelton turbin. The number
of Nozzle used in the pelton turbine was variated. That is one, two, and three nozzles,
where the cross-sectional of nozzle area is equal so they had the same of input energy.
The result in the form of turbine characteristic to each amount nozzle was compared
and analysed. Result of examination showed that the sum up of nozzle effects to
performance of turbine. Pelton turbine with the amount of nosel 2 resulted the biggest
maximum power of turbine. Based on characteristic the optimum did not yet can be
reached. It means third turbine still operate on the low discharge and head are. This
research recommend to use one nozzle on the pelton turbin in small-flow of jet and use
two nozzles higher flow of jet.

Keyword: micro Pelton Turbine, number of nozzle, power of turbine

PENDAHULUAN
Sumber energi yang mudah tersedia
saat ini adalah minyak bumi. Namun sumber
energi ini sangat mahal dan termasuk sumber
energi yang tak terbarukan. Oleh karenanya
diperlukan sumber energi alternatif yang dan
murah dan terbarukan. Salah satu sumber
energi alternatif tersebut adalah mikrohidro.
Potensi mikrohidro di Indonesia diperkirakan
sebesar 460 MV, sedang yang telah
dimanfaatkan sekitar 64 MV (Zulkarnain
dkk, 2003). Di Jawa Tengah sendiri,
berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi
Jawa Tengah pada tahun 2002, terdapat 24
lokasi di daerah pelosok yang tidak
terjangkau oleh jaringan listrik PLN,
mempunyai potensi sumber energi
mikrohidro yang belum dimanfaatkan.
Kendala yang dihadapi masyarakat adalah
tidak tersedianya turbin air skala mikro di
pasaran. Sementara pengetahuan masyarakat
tentang teknologi turbin air sangat rendah.
Potensi mikrohidro dapat
dimanfaatkan untuk menghasilkan energi
listrik melalui sistem pembangkit listrik
tenaga mikrohidro. Sistem ini terdiri dari
komponen utama turbin air skala mikro,
generator listrik, dan instalasi pipa. Turbin
air berfungsi untuk mengubah energi kinetik
air menjadi energi mekanik berupa putaran
turbin. Energi mekanik ini kemudian
digunakan untuk memutar generator
sehingga menghasilkan energi listrik. Turbin
air yang cocok digunakan untuk sistem
pembangkit listrik tenaga mikrohidro adalah
turbin jenis impuls. Sistem mikrohidro telah
dikembangkan di beberapa negara untuk
memenuhi kebutuhan listrik di daerah
pedalaman antara lain Peltric Set di Nepal,
Columbian Alternator System di Kolombia,
dan Pico Power Pack di Amerika. Ketiga
sistem tersebut menggunakan turbin impuls
sebagai penggerak (Maher and Smith, 2001).
Turbin impuls pertama kali dibuat
oleh Alan Lester Pelton pada tahun 1830.
turbin ini kemudian dikenal dengan turbin
pelton. Turbin pelton terdiri dari roda jalan
(runner) yang di sekelilingnya dipasang sudu
Pengaruh Jumlah Nosel terhadap Unjuk Kerja Turbin Pelton Mikro (Sahid, dkk)

48
berbentuk Hemispherical, dan sebuah nosel
berpenampang lingkaran. Efisiensi turbin
pelton bisa mencapai 80 persen. Michell
telah berhasil meningkatkan efisiensi turbin
pelton dengan memodifikasi bentuk sudu
pelton (Bellis, 2002). Bentuk sudu roda jalan
turbin Pelton dan Michell dapat dilihat pada
Gambar 1 dan 2.
Bono dkk. (2003) membuat turbin
mikro dengan bentuk mangkok dan nosel
seperti yang telah dibuat oleh Pelton, namun
efisiensi turbin yang telah dibuat memiliki
efisiensi yang rendah sehingga turbin ini
belum bisa diterapkan di masyarakat. Usaha
untuk memperbaiki turbin ini sangat perlu
agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,
terutama masyarakat pelosok yang tidak
terjangkau listrik tetapi memiliki potensi
mikrohidro.
Kinerja turbin dipengaruhi kualitas
aliran jet yang dihasilkan oleh nosel. Kulaitas
aliran jet akan berpengaruh terhadap
karakteristik aliran selama berinteraksi
dengan permukaan sudu (bucket). Penelitian
tentang hal ini dilakukan oleh Kvicinsky dkk
(2002), dimana analisis aliran jet pada
permukaan sudu turbin dilakukan secara
numerik maupun eksperimen. Nosel yang
dipakai dalam penelitian tersebut adalah
tunggal dan berpenampang lingkaran. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kualitas
aliran jet berpengaruh pada distribusi tekanan
dan medan kecepatan pada permukaan sudu
sehingga daya dan efisiensi turbin akan
berubah.
Staubli dan Hauser (2004)
memvisualisasikan aliran jet keluar nosel
berpenampang lingkaran dalam berbagai
bentuk divergen dengan cara memodifikasi
dalam berbagai sudut jarum governor.
Divergensi jet ternyata berpengaruh terhadap
karakteristik jet pada permukaan sudu. Hasil
modifikasi menunjukkan peningkatan kinerja
turbin, yang berarti modifikasi geometri
nosel dapat menambah kualitas aliran jet
yang dihasilkan nosel.
(a) (b)
Gambar 1. (a) Bentuk sudu Michell; (b) bentuk sudu Pelton
(a) (b)
Gambar 2. (a) Roda jalan turbin Michell; (b) Roda jalan turbin Pelton
Eksergi Jurnal Teknik Energi Vol 8 No. 2 Mei 2012; 47 - 55
49
Nonoshita dkk. (2004) meneliti
perilaku aliran jet akibat perubahan laju
aliran (flow rate) dan tinggi jatuh air (head).
Hasil penelitian menunjukkan distribusi
kecepatan aliran jet sangat tergantung dengan
jumlah laju aliran dan meningkatnya head
menyebabkan meningkatnya diameter jet.
Penambahan diameter jet, untuk input energi
yang sama menyebabkan menurunnya
efisiensi turbin.
Modifikasi geometri nosel juga
dilakukan oleh Sahid dkk. (2005) dengan
mengubah bentuk penampang nosel menjadi
segi empat, seperti terlihat pada Gambar 3.
Penampang nosel divariasikan menurut rasio
panjang dan lebar segi empat (R), masing-
masing adalah 0, 67; 0,83; 1,0; dan 1,2. Hasil
uji karakteristik terhadap turbin Pelton
menunjukkan nosel berpenampang segi
empat dengan R = 1,0 memberikan efek
paling baik terhadap efisiensi turbin.
Efisiensi turbin meningkat 18 persen jika
dibanding dengan menggunakan nosel
berpenampang lingkaran. Hasil uji
karakteristik turbin pelton dengan nosel
berpenampang segi empat dan lingkaran
dapat dilihat pada Gambar 4. Berdasarkan
penelitian sebelumnya, penelitian merupakan
usaha untuk memperbaiki kualitas jet yang
dihasilkan nosel dengan memodifikasi
jumlah nosel.
Berbagai kajian terhadap parameter
yang mempengaruhi unjuk kerja turbin harus
dilakukan salah satunya adalah jumlah nosel
yang digunakan pada turbin pelton mikro.
Apakah jumlah nosel berpengaruh terhadap
unjuk kerja turbin dan seberapa besar
pengaruhnya, maka penelitian ini perlu
dilakukan.
Turbin Pelton
Turbin Pelton merupakan salah satu
jenis turbin air yang cocok untuk daerah yang
mempunyai head (tinggi jatuh) yang tinggi
karena bentuk kelengkungan sudu yang
tajam. Secara teoritis pengubahan daya
hidrolik ke daya mekanis akan maksimum
jika sudut keluaran sudu adalah 0
0
, namun
dalam prakteknya dianjurkan memiliki sudut
keluaran sudu 4
0
sampai 10
0
(Dietzel, 1993).
Turbin ini sangat cocok diterapkan untuk
sumber energi hidro kecil karena cara
pembuatan dan perawatannya mudah
dibandingkan jenis turbin yang lain (Sunarto,
1994).























Gambar 3. (a) Nosel berpenampang lingkaran; (b) Nosel berpenampang segi empat
(a)
(b)
Pengaruh Jumlah Nosel terhadap Unjuk Kerja Turbin Pelton Mikro (Sahid, dkk)

50





















Desain sudu turbin mengacu pada
persamaan Euler sebagai berikut

( )
t
2 2 1 1
u u
H
q g
v v
u u

= ............(1)
H adalah tinggi-jatuh air dalam m, u adalah
kecepatan putar turbin dalam m/detik dan v
adalah kecepatan aliran jet dari nosel dalam
m/detik. Subskrip 1 dan 2 menunjukkan
bagian masuk dan keluar sudu. Dimensi
utama roda jalan, yaitu diameter rata-rata
roda jalan mengacu pada harga standar yang
tergantung dari kecepatan spesifik n
q
dan
batas H
maks
yang terdapat pada Gambar 5.
Harga kecepatan spesifik n
q
adalah

3/4
q
H
Q
n n = ..........(2)
















0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
0,0018 0,002 0,0022 0,0024 0,0026 0,0028 0,003
Debit, m3/s
E
f
i
s
i
e
n
s
i
lingkaran
R=0,67
R=0,83
R=1
R=1,2
Debit, m
3
/s
Gambar 4. Karakteristik turbin pelton dengan nosel berpenampang lingkaran dan segi
empat hasil penelitian Sahid dkk. (2005)
Gambar 5. Harga standar untuk perencanaan turbin Pelton & Michell (Dietzel, 1993)
Eksergi Jurnal Teknik Energi Vol 8 No. 2 Mei 2012; 47 - 55
51
n adalah putaran turbin dalam rpm, dan Q
kapasitas aliran dalam m
3
/detik. Daya
pancar air pada nosel, P
k
adalah
3
n k
v A
2
1
P = ................(3)
dimana adalah massa jenis air (kg/m
3
).
Berdasarkan Gambar 6, daya hidrolik yang
dibangkitkan oleh turbin P
t
dapat ditentukan
dengan
u ) Cos (1 u) - (v A v P
t
u + = ......(4)
dimana kecepatan keliling u adalah
2gH u | = ....................(5)
Diameter rata-rata roda jalan D adalah

n
u 60
D
t
= ...............(6)


Geometri sudu turbin Pelton (Gambar
7) yang meliputi lebar sudu B, kedalaman
mangkok C, lebar bukaan mangkok M,
panjang sudu L, dan jarak pusat pancaran jet
ke ujung sudu R secara empiris (Modi &
Seith, 1991) dapat ditentukan dalam
persamaan-persamaan berikut ini
B = 4,5 d
n
.............(7)
C = 0,92 d
n
...........(8)
M = 1,75 d
n
..............(9)
L = 2,8 d
n
..(10)
R = 1,55 d
n
......(11)
Sedangkan jumlah sudu Z adalah,

n
2d
D
Z
t
= ..............(12)
Efisiensi turbin,
k
t
P
P
= q ....(13)
Nosel
Nosel merupakan komponen yang
penting pada turbin Pelton, berfungsi untuk
mengubah head tekanan menjadi head
kecepatan sehingga aliran keluar nosel ini
mempunyai kecepatan yang tinggi. Desain
nosel mengacu pada dalil Torricelli (Streeter,
1994) yaitu kecepatan keluar nosel sama
dengan kecepatan jatuh bebas partikel fluida
dari permukaan bebasnya dan dalam bentuk
persamaan,
H g 2 v = ......(14)
Luas penampang nosel ditentukan
berdasarkan rumus kontinuitas,
Av Q = atau
v
Q
A = (15)
Secara teori jumlah nosel tidak
mempengaruhi daya yang dihasilkan olen
turbin. Hal ini dapat dilihat pada persamaan
4, dimana daya turbin hanya dipengaruhi
oleh sudut lengkungan sudu dan laju aliran
massa jet. Sepanjang laju aliran massa
konstan dan bentuk sudu sama, maka daya
turbin yang dihasilkan akan sama. Penelitian
ini akan mengkaji secara eksperimen
pengaruh jumlah nosel terhadap performansi
turbin pelton mikro yang digunakan pada
sistem pembangkit listrik tenaga mikro hidro.
Gambar 7. Dimensi sudu
Gambar 6. kecepatan aliran pada sudu turbin Pelton
u
Pengaruh Jumlah Nosel terhadap Unjuk Kerja Turbin Pelton Mikro (Sahid, dkk)

52
METODE PENELITIAN
Uji yang dilakukan meliputi uji
karakteristik turbin, dimana jumlah nosel
divariasikan yaitu 1, 2, dan 3 buah. Hasil uji
berupa grafik karakteristik turbin untuk
masing-masing jumlah nosel dibandingkan
dan dikaji unjuk kerjanya. Langkah-langkah
pengujian meliputi pengambilan data,
pengolahan dan analisis. Parameter yang
diukur dalam pengujian adalah beda tekanan
pada orificemeter, tekanan pada nosel,
putaran dan torsi poros turbin, serta tegangan
dan arus listrik keluaran generator. Parameter
yang ditentukan dan merupakan variabel
dalam penelitian ini adalah jumlah nosel.
Beban pada generator divariasikan hingga 9
kali dan setiap variasi dilakukan pencatatan
terhadap parameter-parameter diatas. Data
hasil pengujian diolah untuk mendapatkan
debit aliran air, daya kinetik pancaran air dari
nosel, daya poros, daya hidrolik turbin, dan
efisiensi turbin. Hasil pengolahan kemudian
ditampilkan dalam bentuk grafik
karakteristik turbin. Unjuk kerja masing-
masing turbin dikaji dan dibandingkan.
Instalasi pengujian dapat dilihat pada
Gambar 8.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Daya hidrolis yang merupakan daya
input turbin yang dihasilkan oleh nosel dapat
dilihat pada Gambar 9. Kurva pada masing-
masing turbin dengan satu, dua dan tiga nosel
memiliki trend kurva yang sama dan saling
berimpit, namun panjang kurva masing-
masing jumlah nosel berbeda. Daya hidrolis
ditentukan berdasarkan persamaan 3, dimana
kecepatan jet aktual v diperoleh dari
pengukuran langsung pada nosel. Daya
hidrolis maksimum masing-masing turbin
pelton dengan satu, dua, dan tiga nosel
bernilai 187,76 W; 411.32 W dan 331,99 W.
perbedaan panjang kurva ini menunjukkan
bahwa walaupun berasal dari sumber yang
sama, namun perbedaan instalasi yang
disebabkan oleh perbedaan jumlah nosel
yang digunakan pada sistem pembangkit
listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) akan
menghasilkan energi hidrolik pancaran jet
yang berbeda. Perbedaan energi pancaran jet
yang dihasilkan oleh nosel disebabkan oleh
perbedaan kerugian tekanan pada instalasi
dan nosel itu sendiri. Hal ini bisa dijelaskan
dengan teori Darcy-Weisbach (Streeter,
1994), bahwa kerugian tekanan tergantung
Tampak Depan
Pompa
Katup
By pass
Orifis
Manometer U
Katup pengatur debit
Manometer
Bourdon
Reservoir
Rumah turbin
Turbin
Pipa
galvanis
Gambar 8. Instalasi pengujian sistem pembangkit listrik tenaga mikro hidro
Eksergi Jurnal Teknik Energi Vol 8 No. 2 Mei 2012; 47 - 55
53
dari geometri dan jenis pipa. Sedang pada
nosel kerugian tekanan sangat tergantung
pada geometrinya. Geometri satu nosel
dengan dua atau tiga nosel berbeda sehingga
kerugian tekanan juga berbeda.
Perbedaan energi input pada turbin
menyebabkan daya turbin yang dihasilkan
berbeda pada masing-masing jumlah sudu.
Hal ini dapat dilihat pada Gambar 10. Ketiga
kurva menunjukkan tren yang sama, dimana
daya turbin cenderung naik dengan
bertambahnya debit. Namun pada kurva
daya turbin dengan jumlah nosel satu
memiliki proporsional kenaikan daya yang
lebih baik. Hingga mencapai daya
maksimum tren masih menunjukkan naik,
yang berarti masing-masing kurva belum
mencapai titik optimum. Hal ini dpat
dikatakan turbin masih beroperasi pada
daerah laju aliran rendah. Kurva yang
0
50
100
150
200
250
300
350
400
450
0.0029 0.0032 0.0035 0.0038 0.0041 0.0044
DEBIT
D
A
Y
A

H
I
D
R
O
L
I
S

(
w
a
t
t
)
NOSEL 1
NOSEL 2
NOSEL 3
(m
3
/dt)
Gambar 9. Grafik Hubungan Debit dengan Daya Hidrolis
0
10
20
30
40
50
60
0.0029 0.0032 0.0035 0.0038 0.0041 0.0044
DEBIT
D
A
Y
A

T
U
R
B
I
N

(
w
a
t
t
)
NOSEL 1
NOSEL 2
NOSEL 3
(m
3
/dt)
Gambar 10. Grafik Hubungan Debit dengan Daya Turbin
Pengaruh Jumlah Nosel terhadap Unjuk Kerja Turbin Pelton Mikro (Sahid, dkk)

54
dihasilkan oleh turbin dengan jumlah nosel
dua adalah paling panjang dibanding yang
lain. berarti kerugian tekanan dengan jumlah
nosel dua adalah yang paling kecil. Jika
dilahat dari tren kurvanya, maka dapat
disimpulkan bahwa turbin pelton dengan
jumlah nosel satu lebih cocok diterapkan
untuk untuk potensi aliran mikrohidro yang
kecil, sedangkan untuk potensi aliran yang
lebih besar jumlah nosel dua adalah yang
paling cocok. Mengacu pada penelitian yang
dilakukan oleh Kvicinsky dkk, maka jumlah
nosel dua menghasilkan kualitas jet yang
paling baik. Hal ini dapat dilihat dari output
jet yang dihasilkan nosel memiliki kecepatan
yang paling tinggi sehingga kurva jumlah
nosel dua berada paling sebelah kanan.
Tetapi jika dilihat tren kurva jumlah nosel 1,
karakteristik aliran jet (distribusi tekanan)
pada permukaan bucket justru yang paling
baik.
Efisiensi turbin dengan jumlah nosel
satu, dua, dan tiga dapat dilihat pada Gambar
11. efisiensi turbin merupakan persen rasio
daya turbin dan daya input turbin atau daya
pancaran jet. Kurva turbin dengan jumlah
nosel dua dan tiga memiliki tren yang sama,
sedang pada jumlah nosel satu memiliki tren
dengan proporsional kenaikan yang lebih
baik. Jika dilihat ketiga kurva tren yang
paling baik adalah turbin dengan jumlah
nosel satu. Dimana dapat dipastikan bahwa
efisiensi optimum tertinggi dicapai oleh
turbin dengan jumlah nosel satu. Namun jika
dilihat nilai absisnya turbin tersebut
beroperasi pada daerah debit air yang paling
rendah. Dengan demikian turbin dengan
jumlah nosel satu tidak cocok diterapkan
untuk untuk daerah debit air besar. Walaupun
demikian efisiensi maksimum masing-
masing turbin belum bisa dibandingkan
karena titik optimum kurva belum dicapai.
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian sebelumnya dapat
disimpulkan bahwa,
Jumlah nosel mempengaruhi kinerja
turbin pelton mikro,
Turbin dengan jumlah nosel dua
menghasilkan kualitas jet yang paling
baik sehingga daya yang dihasilkan
paling besar,
Karakteristik jet aliran yang dihasilkan
oleh nosel pada permukaan backet
terbaik pada turbin dengan jumlah
nosel satu, dan
Turbin dengan jumlah nosel satu sangat
cocok diterapkan pada daerah potensi
aliran air rendah, dan turbin dengan
jumlah nosel dua sangat cocok untuk
potensi aliran air yang tinggi.
0
2
4
6
8
10
12
14
16
0.0029 0.0031 0.0033 0.0035 0.0037 0.0039 0.0041 0.0043
DEBIT
E
F
I
S
I
E
N
S
I

T
U
R
B
I
N

(
%
)
NOSEL 1
NOSEL 2
NOSEL 3
(m
3
/dt)
Gambar 11. Grafik Hubungan Debit dengan Efisiensi Turbin
Eksergi Jurnal Teknik Energi Vol 8 No. 2 Mei 2012; 47 - 55
55
DAFTAR PUSTAKA
Bellis, 2002, Lester Allan Pelton-Water
Turbines and the Beginnings of
Hydroelectricity, Inventors Journal,
http://Inventors.abuot.com/gi/
dynamic/offsite.htm
Bono, Sahid, Sunarwo, 2003, Rancang
Bangun Turbin Pelton untuk
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro
Hidro Kapasitas Daya 1 kW,
Proseding Workshop dan Seminar
Nasional Hasil-hasil Penelitian,
Badan Penelitian dan Pengembangan
Propinsi Jawa Tengah, Semarang
Dietzel, F., 1993, Turbin Pompa dan
Kompresor, Erlangga, Jakarta
Dinas Pertambangan dan Energi Jateng,
2002, Proyek Pengelolaan Energi
Listrik Pedesaan, Dinas
Pertambangan dan Energi Jateng,
Semarang
Kvicinsky, S., J.L. Kueny, F. Avellan, E.
Parkinson, 2002, Experimental and
Numerical Analysis of Free surface
flows in A Rotating Bucket
Proceedings of the xxi
st
IAHR
Symposium on Hydraulic Machinery
and Systems, Lausanne
Maher P., and N. Smith, 2001, Pico Hydro
for Village Power, Practical Manual
for Schemes Up To 5 kw in Hilly
Areas, Edition 2
Modi, P.P., & S.M. Seith., 1991, Hydraulics
Fluid Mechanics and Fluid
Machines, Dhempat & Sons, Delhi
Nonoshita, T., K. Takahashi, S. Ikeo, Y.
Matsumoto, 2004, Numerical
Analysis of a Pelton Turbine Jet,
Proceedings of ASME/JSME Fluids
Engineering Division Summer
Meeting, California,
http://asme.pinetec.com/
fedsm99/data/s-295/7832.html
Sahid, Sunarwo, Bono, 2005, Pengaruh
Nosel Berpenampang Segi empat
terhadap Kinerja Turbin pelton,
Proseding seminar Nasional
Rekayasa Teknologi Industri dan
Informasi (ReTII), STT Nasional,
Yogyakarta
Staubli, T., and H.P. Hauser, 2004, Flow
Visualization-Adiagnosis Tool for
Pelton turbines, IGHEM2004,
Lucerne
Streeter,V.L. dan Wylie, E.B, 1994, Fluid
Mechanics, McGraw-Hill, New York
Sunarto, M. Edy, 1994, Turbin Pelton
Mikro, Andi Offset, Yogyakarta
Sutisna N., 2004, Departemen Energi
Kembangkan Sistem Mikrohidro,
Tempo News Room,
http://www.tempo.co.id/hg/nusa/jawa
madura/.. ./brk,20040417-08,id.html.
Zulkzrnzin, Soekarno, H., Berlian A.,
2002, Sistem Piko Hidro untuk Daerah
terpencil, Majalah P3TEK,
http://www.p3tek.com/conten/publikasi/2002
/publikasi04.htm